Beranda
/
Artikel
/
Otomotif
/
4 Tanda Baterai Remote Mobil Habis dan Cara Tepat Menggantinya!

4 Tanda Baterai Remote Mobil Habis dan Cara Tepat Menggantinya!

2 February 2026 | MyProtection News Jakarta

Terdapat beberapa indikator baterai remote mobil habis yang harus kamu kenali, seperti lampu indikator redup atau mati, jangkauan berkurang, dan sebagainya.

Umumnya kamu dapat menggantinya sendiri melalui buku manual kendaraan yang sudah tersedia. Selain itu, kamu juga dapat memeriksa kode pada baterai lama untuk memastikan baterai yang digunakan.

Jenis paling umum yang digunakan pada baterai remote mobil sendiri adalah CR2032, CR2025 dan CR2016.

baterai remote mobil​

4 Tanda Baterai Remote Mobil Habis dan Cara Tepat Menggantinya!

Untuk mengetahui apa saja tanda-tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis, kamu harus mengetahui indikator-indikatornya berikut ini!

1. Remote Tidak Responsif

Tanda yang paling umum adalah tombol remote yang mulai tidak responsif, yang harus ditekan berkali-kali sebelum kendaraan merespons, yang menandakan baterai sudah mulai melemah.

2. Jangkauan Sinyal Pendek

Umumnya, jangkauan sinyal remote mobil mencapai 5 hingga 20 meter, atau pada beberapa model mobil, jangkauannya dapat hingga 30 sampai 50 meter.

Jika kendaraan tidak lagi merespons remote dari jarak jauh dan harus dilakukan dari jarak dekat, hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis.

3. Harus Tekan Tombol Berkali-kali

Tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah selanjutnya adalah kamu harus menekan tombol berkali-kali sebelum mendapatkan respons dari remote baterai.

Hal ini dikarenakan daya pada remote tidak cukup untuk mengirimkan sinyal yang kuat ke kendaraan, sehingga harus menekan tombol lebih dari satu kali.

4. Indikator Visual

Tanda baterai remote mobil habis juga dapat dilihat melalui aspek visualnya pada beberapa model yang memiliki lampu LED.

Umumnya, jika baterainya sudah habis, lampu indikator tersebut akan redup atau mati total ketika ditekan, yang menandakan daya di dalamnya sudah melemah atau habis.

Jika hal ini sudah terjadi, maka ada baiknya segera mengganti dengan baterai baru yang sesuai agar remote mobil dapat berfungsi dengan baik kembali.

Setelah mengenai tanda-tandanya, kamu juga harus mengetahui bagaimana cara yang tepat mengganti baterai remote mobil. Simak berikut langkah-langkahnya:

  1. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, mulai dari obeng kecil, pinset, hingga pisau lipat tipis jika dibutuhkan untuk membuka penutup remote.

  1. Membuka penutup remote, menggunakan alat yang telah disiapkan untuk membuka penutup remote dengan hati-hati. Terkadang, obeng dibutuhkan untuk melepas sekrup yang terpasang.

  1. Mengeluarkan baterai lama, menggunakan pinset yang telah disiapkan, keluarkan baterai perlahan dari tempatnya.

  1. Memasukkan baterai baru, dengan membaca buku petunjuk masukkan baterai pengganti yang telah disiapkan sesuai dengan anjuran yang ada.

  1. Menutup kembali casing remote, setelah terpasang sesuai, kamu dapat menutup kembali casing dan memastikan semua bagian telah terpasang dengan benar.

Nah, itulah pembahasan mengenai baterai remote mobil, mulai dari tanda-tandanya melemah hingga habis, dan langkah-langkah pemasangannya yang tepat.

Baiknya, jika tanda-tanda baterai melemah sudah muncul, akan lebih baik untuk segera mengganti baterai remote mobil agar tetap berfungsi secara optimal.

Hindari mengganti baterai hingga remote mati karena dapat mengganggu aktivitas dan mobilitas. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 31/01/2020
Sisi Baik Stress yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta, 31 Januari 2020 - MyProtection News

Kita sering mendengar bahwa stress membawa dampak buruk bagi diri kita. Dampak negatif stress dapat menyebabkan insomnia, penurunan atau kenaikan berat badan, dan meningkatkan tekanan darah. Namun, Richard Shelton, MD, dari Department of Psychiatry, University of Alabama, Birmingham berpendapat bahwa stress tidak selalu buruk bagi kita (dikutip dari Health.com).

Stress berlebihan atau kronis memang berbahaya bagi kita. Ketika Anda merasa tertekan setiap waktu serta merasa seperti hilang kendali atas hidup, maka stress dapat menganggu kesehatan tubuh dan mental.

Tingkat stress rendah dan sedang yang kita hadapi sehari-hari mempunyai sisi positifnya tersendiri.

  1. Meningkatkan Kinerja Otak

Stress tingkat rendah dapat memicu zat kimia dalam otak yang disebut dengan neurotrophins. Zat kimia ini dapat memperkuat koneksi antar neuron di dalam otak. Sehingga Anda bisa berkonsentrasi dengan lebih baik dan lebih produktif. Hal serupa juga ditemukan terjadi pada hewan. Stress tingkat rendah dapat mendorong daya kognitif hewan dalam jangka waktu pendek.

  1. Meningkatkan Imunitas – Dalam Jangka Pendek

Ketika tubuh merespon terhadap stress, tubuh kita mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya infeksi atau luka. Tubuh memproduksi zat bernama “extra interleukins” yang akan mendorong imunitas tubuh Anda, setidaknya untuk jangka pendek.

  1. Membuat Anda “Tahan Banting”

Ketika Anda belajar untuk mengatasi situasi yang memicu stress, Anda akan menghadapi situasi yang sama dengan lebih baik di masa depan. Contohnya, tentara SEAL dilatih untuk menghadapi situasi ekstrim. Sehingga ketika menghadapi situasi mendesak yang sesungguhnya, para tentara bisa mengontrol diri mereka untuk tetap tenang.

  1. Mendorong Anda untuk Sukses

Good stress atau dikenal sebagai eustress bisa jadi berperan dalam pekerjaan atau studi Anda. Ketika dihadapkan dengan deadline atau ujian, maka otak akan terstimulasi untuk menganalisis situasi dan mengatasi masalah dengan lebih efektif serta produktif. Kuncinya adalah melihat stress sebagai hal tak terhindarkan, bukan sebagai beban yang tidak bisa diatasi.

Mungkin Anda juga pernah merasakannya. Ketika deadline semakin dekat, maka Anda berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien. Ketika ada kompetisi di lingkup kerja atau studi, Anda juga bisa terdorong untuk memberikan performa kerja yang lebih baik.

Ternyata, ada juga sisi baik dari stress. Namun, jika Anda merasa stress secara konstan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan tim professional untuk mendapatkan bantuan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Kesehatan
5 mins read 13/12/2024
Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

Pengertian Kesehatan - Setiap manusia pasti menginginkan kebugaran tubuh dan terus menerus berusaha untuk menjaganya, baik secara fisik, mental, hingga sosial.

Namun, apakah kamu tau apa yang dimaksud dengan kesehatan itu sendiri? Simak selengkapnya informasi di bawah ini terkait pengertian, jenis, faktor, dan cara menjaganya!

Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

pexels

Definisi Kesehatan berdasarkan laman resmi Kemkes dan berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, sehat merupakan suatu keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual ataupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif baik dari segi sosial dan ekonomis.

Selain itu, di tahun 2010 Fertman & Allensworth juga mengartikan kesehatan sebagai suatu kondisi fisik, mental, serta sosial yang Sejahtera secara umum, bukan hanya bebas dari berbagai penyakit maupun kelemahan atau disabilitas.

Menurut WHO atau World Health Organization, pengertian sehat sendiri terdiri atas cakupan yang sangat luas, yaitu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, hingga sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan atau cacat.

Berdasarkan penjelasan pengertian yang sudah dijabarkan, WHO juga menjelaskan beberapa karakteristik yang perlu kamu ketahui dan pahami, sebagai berikut:

  • Sehat secara jasmani dan rohani tanpa melibatkan unsur eksternal

  • Sehat berkaitan dengan lingkungan internal maupun eksternal

  • Sehat secara spiritual

  • Sehat secara mental

  • Sehat sebagai individu kreatif dan produktif

Kesehatan juga dapat digambarkan sebagai sebuah bentuk keseimbangan individu sebagai inang, agen seperti bakteri, virus, serta toksin, serta lingkungan, sehingga interaksinya bukan hanya terjadi antara individu terhadap agen, namun juga dengan lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang sejahtera.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesehatan merupakan proses mempertahankan serta mendukung keutuhan integritas manusia dalam keseimbangan fisik serta mental dalam beradaptasi di lingkungan sekitar secara optimal.

Jenis Kesehatan

jenis kesehatan

pexels

Mengutip dari buku Ilmu Kesehatan: Untuk Sekolah Menengah Kejuruan yang ditulis oleh Heru Nurcahyo, jenis kesehatan sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu kesehatan fisik, kesehatan sosial, serta kesehatan mental. Simak penjelasan lengkapnya berikut!

1. Kesehatan Fisik

Jenis pertama adalah kesehatan fisik. Pengertian kesehatan fisik sendiri adalah kondisi seseorang ketika setiap organ maupun bagian tubuhnya dapat berfungsi dengan baik.

Seorang individu dapat dikatakan sehat jika mereka tidak merasakan rasa sakit atau keluh, dan secara objektif juga tidak terlihat sakit.

2. Kesehatan Mental

Jenis kesehatan selanjutnya adalah kesehatan mental atau juga kadang disebut juga dengan kata kesehatan jiwa maupun kesehatan rohani.

Terdapat pula beberapa komponen yang ada di dalam kesehatan mental ataupun kesehatan jiwa seseorang, sebagai berikut.

  • Memiliki pemikiran yang sehat dan dapat dilihat melalui bagaimana cara berpikir serta jalan pemikirannya.

  • Memiliki sifat emosional yang sehat yang dapat dilihat melalui cara orang tersebut mampu mengekspresikan emosi dan juga perasaannya.

  • Memiliki sifat spiritual yang sehat dan dapat dilihat melalui cara individu menunjukkan perasaan syukur, pujian, kepercayaan, serta hal lain yang bersangkutan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Seperti contohnya, menjalankan ibadah berdasarkan agama serta kepercayaan yang dipegang.

3. Kesehatan Sosial

Ketiga, kesehatan sosial. Hal ini dapat digambarkan melalui keadaan individu yang mampu melakukan interaksi tanpa memandang atau membeda-bedakan suku, ras, hingga warna kulit yang dapat membentuk rasa toleransi dan kesatuan antara satu sama lain.

Kesehatan sosial seorang individu sendiri dapat terlihat melalui bagaimana caranya mampu melakukan interaksi serta mengambil sikap ketika berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain.

Determinan Sosial Kesehatan

Faktor yang memengaruhi perbedaan di dalam status kesehatan secara individu maupun kelompok dapat disebut sebagai determinan kesehatan.

Untuk menentukan hal ini sendiri, terdapat banyak dimensi yang dapat digunakan, seperti halnya karakteristik serta perilaku seseorang, lingkungan fisik, maupun lingkungan sosioekonomi.

Determinant sosial kesehatan, atau yang dapat disebut juga sebagai penentu sosial kesehatan, atau dalam bahasa Inggrisnya determinant of health, merupakan berbagai faktor nonmedis yang dapat memengaruhi kesehatan.

Faktor yang ada di dalamnya sendiri bisa berbagai macam, mulai dari kondisi kehidupan serta pekerjaan sehari-hari, dan juga tidak termasuk di dalamnya faktor risiko individual yang dapat memengaruhi risiko atau kerentanan terhadap penyakit maupun cedera.

Banyak penelitian dan laporan yang semakin menyoroti hubungan antara kesehatan dan berbagai faktor, seperti gaya hidup, lingkungan, fasilitas kesehatan, dan kebijakan kesehatan.

Salah satu kebijakan yang telah diterapkan oleh banyak negara dalam beberapa tahun terakhir adalah pengenaan pajak pada gula.

Minuman manis juga mulai dikenakan pajak dan menjadi target gerakan antiobesitas karena semakin banyak bukti yang menunjukkan kaitan antara minuman bergula tinggi dan obesitas.

Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup, termasuk pola makan dan aktivitas fisik, memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan individu.

Lingkungan tempat tinggal juga memainkan peran penting, dengan akses terhadap udara bersih, air bersih, dan fasilitas rekreasi yang memengaruhi kesejahteraan.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia dan mudah diakses juga merupakan faktor penting dalam menentukan status kesehatan masyarakat.

Kebijakan kesehatan, seperti pengenaan pajak pada gula, bertujuan untuk mengurangi konsumsi gula dan mendorong pilihan yang lebih sehat.

Pajak ini tidak hanya diterapkan pada gula murni, tetapi juga pada minuman manis yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Gerakan antiobesitas mendukung kebijakan ini karena bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi minuman bergula tinggi berkontribusi pada peningkatan angka obesitas, yang pada gilirannya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat meningkatkan kesehatannya dengan melakukan aktivitas fisik, mendapatkan tidur yang cukup, membatasi konsumsi alkohol, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, dan rutin sarapan.

Lingkungan sering dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi status kesehatan individu, termasuk lingkungan alami, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial.

WHO telah menerbitkan panduan tempat tinggal untuk memperbaiki kondisi hunian, yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan membantu mengatasi perubahan iklim.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kurangnya ruang rekreasi, termasuk akses ke lingkungan alam, dapat menurunkan tingkat kepuasan pribadi, meningkatkan tingkat obesitas, dan berhubungan dengan kesehatan serta kesejahteraan yang rendah secara umum.

Sebaliknya, menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan alam memiliki dampak positif pada kesehatan.

Faktor genetik, atau sifat yang diwariskan dari orang tua, juga memainkan peran penting dalam menentukan status kesehatan individu dan populasi.

Hal ini mencakup kecenderungan terhadap penyakit dan kondisi kesehatan tertentu, serta kebiasaan dan perilaku yang terbentuk dari gaya hidup keluarga.

Misalnya, faktor genetik dapat memengaruhi cara seseorang mengatasi stres, baik secara mental, emosional, maupun fisik.

Sebagai contoh, obesitas adalah masalah signifikan yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Orang yang mengalami obesitas sering menghadapi stigma sosial dan diskriminasi, yang dapat menyebabkan stres emosional dan mental.

Stres ini, pada gilirannya, dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka, menciptakan siklus yang sulit untuk dipecahkan.

Selain itu, faktor genetik juga dapat memengaruhi metabolisme seseorang, yang berarti bahwa beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap penambahan berat badan dibandingkan dengan yang lain, meskipun mereka memiliki pola makan dan tingkat aktivitas fisik yang sama.

Kebiasaan dan perilaku yang dipelajari dari keluarga juga memainkan peran penting. Misalnya, jika seseorang tumbuh dalam keluarga yang memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurang berolahraga, mereka mungkin lebih cenderung mengembangkan kebiasaan yang sama.

Sebaliknya, keluarga yang mendorong pola makan sehat dan aktivitas fisik dapat membantu anggotanya mengembangkan kebiasaan yang mendukung kesehatan yang baik.

Selain itu, faktor genetik dapat memengaruhi cara tubuh seseorang merespons pengobatan dan intervensi medis.

Misalnya, beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk merespons lebih baik terhadap obat tertentu atau mungkin lebih rentan terhadap efek samping tertentu.

Ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang dipersonalisasi dalam perawatan kesehatan, di mana intervensi medis disesuaikan dengan kebutuhan individu berdasarkan profil genetik mereka.

Secara keseluruhan, memahami peran faktor genetik dalam kesehatan dapat membantu individu dan profesional kesehatan membuat keputusan yang lebih baik tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit.

Dengan mempertimbangkan faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup minimalis, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan

Menurut WHO atau World Health Organization, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang, sebagai berikut.

  • Keadaan lingkungan sosial serta ekonomi, seperti halnya penghasilan maupun status sosial.

  • Keadaan lingkungan fisik, seperti halnya udara bersih, air bersih, tempat kerja yang baik, sistem perumahan yang aman, komunitas, serta berbagai hal lainnya.

  • Karakteristik seorang individu dan perilakunya.

  • Tingkat pendidikan yang dimilikinya.

  • Kontribusi genetik.

  • Memiliki pelayanan kesehatan yang dapat dengan mudah diakses

  • Jenis kelamin, terdapat beberapa penyakit yang dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin seseorang.

  • Jaringan dukungan sosial, seperti halnya tradisi serta kultur.

Cara Menjaga Kesehatan

cara menjaga kesehatan tubuh

pexels

Setelah mengetahui apa pengertian kesehatan, jenis, hingga faktor yang memengaruhi kesehatan, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menjaga kesehatan tersebut!

1. Diet

Salah satu cara terpenting untuk menjaga kesehatan dari dalam tubuh adalah memiliki diet serta pola makan yang lebih sehat.

Diet yang sehat sendiri tidak selalu harus berkaitan dengan bahan makanan yang mahal, tetapi mencakup makanan yang dapat memberikan nutrisi pada tubuh seperti makanan nabati dan hewani.

Nutrien yang dicerna tersebut nantinya akan diubah di dalam tubuh menjadi energi yang dapat membantu dalam pertumbuhan, perkembangan, perbaikan, serta pemeliharaan tubuh.

Nutrien sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu nutrien makro dan nutrien mikro. Nutrien makro sendiri didapat dari protein, karbohidrat, serta lemak yang dikonsumsi oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar.

Sedangkan, nutrient mikro sendiri di dapat dari vitamin dan mineral dan pada umumnya dikonsumsi dalam jumlah yang relatif dalam jumlah yang lebih kecil namun krusial bagi proses tubuh.

Untuk menjaga kesehatan tubuh dengan diet yang baik, terdapat panduan gizi seimbang yang berisikan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat serta gizi untuk menjaga kesehatan tubuh yang dapat kamu ikuti.

Panduan gizi seimbang ini berbentuk piramida yang berisikan panduan gizi dan makanan yang diperlukan agar memiliki tubuh yang sehat, yang dibagi menjadi beberapa bagian.

Setiap bagiannya sendiri menggambarkan asupan yang disarankan untuk dikonsumsi di setiap kelompok makanan. Misalnya seperti protein, lemak, karbohidrat, hingga gula yang harus dikonsumsi.

Bukan hanya menjaga kesehatan saja, dengan menjaga pola makan kamu juga dapat menghindari dan menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah perkembangan dari beberapa jenis kanker, serta menjaga berat badan tubuh yang lebih sehat.

Terdapat pula diet yang dianjurkan, yaitu diet Mediterania yang merupakan salah satu diet yang lebih modern yang dinilai lebih baik dibandingkan dengan diet tradisional.

Hal ini dikarenakan diet ini berkaitan dengan peningkatan kesehatan yang berkaitan dengan mengonsumsi banyak makanan yang mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik, isoprenoid, serta alkaloid.

2. Latihan Fisik

Bukan hanya dari dalam, namun menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dari luar dengan melakukan latihan fisik yang dapat meningkatkan maupun mempertahankan kebugaran fisik serta kesehatan, hingga kesejahteraan secara keseluruhan.

Dengan melakukan latihan fisik yang tepat, maka kamu dapat memperkuat otot serta meningkatkan kinerja sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular.

Berdasarkan institusi kesehatan nasional sendiri, latihan fisik terbagi ke dalam empat jenis yang terdiri dari daya tahan, kekuatan, fleksibilitas, serta keseimbangan.

3. Tidur

Tahukah kamu, kalau tidur ternyata juga menjadi komponen penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Terutama bagi anak-anak di masa pertumbuhan, tidur yang cukup menjadi krusial dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Jika seseorang kekurangan tidur, maka meningkat pula risiko orang tersebut untuk terkena beberapa masalah kesehatan kronis.

Selain itu, kekurangan tidur juga telah terbukti memiliki kolerasi dengan adanya rentan seseorang terhadap penyakit dan juga waktu penyembuhan yang lebih lama jika seseorang terkena penyakit.

Untuk lebih memahami berapa jam yang diperlukan bagi seseorang per harinya, berikut ini simak jam tidur yang diperlukan untuk setiap kelompok usia.

  • Bayi yang baru lahir di usia 0 hingga 3 bulan membutuhkan 14 hingga 17 jam perhari

  • Bayi yang berusia 4 hingga 11 bulan membutuhkan 12 hingga 15 jam perhari

  • Batita yang berusia 1 hingga 2 tahun membutuhkan 11 hingga 14 jam perhari

  • Balita yang berusia 3 hingga 4 tahun membutuhkan 10 hingga 13 jam perhari

  • Anak usia sekolah berusia 5 hingga 12 tahun membutuhkan 9 hingga 11 jam perhari

  • Remaja berusia 13 hingga 17 tahun membutuhkan 8 hingga 10 jam perhari

  • Dewasa berusia 18 hingga 64 tahun membutuhkan 7 hingga 9 jam perhari

  • Lanjut usia berusia 65 tahun ke atas membutuhkan 7 hingga 8 jam perhari

Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang kekurangan tidur seperti halnya hanya tidur 6 jam atau bahkan kurang, ditemukan memiliki kemungkinan 4 kali lebih mudah terserang pilek dibandingkan dengan orang-orang yang memenuhi kebutuhan tidurnya.

Selain itu, tidur juga memiliki peran dalam mengatur metabolisme, oleh sebab itu kekurangan tidur juga dapat menjadi salah satu faktor penambahan berat badan pada seseorang, maupun sebaliknya dapat menghambat seseorang untuk menurunkan berat badan.

Di tahun 2007, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker sebagai Lembaga penelitian kanker untuk WHO juga mengungkapkan bahwa jam kerja yang dapat menyebabkan gangguan ritme sirkadian memiliki kemungkinan bersifat karsinogen (zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker) terhadap manusia,

Nah, itulah sedikit penjelasan terkait pengertian kesehatan, jenis kesehatan, hingga faktor yang dapat memengaruhi kesehatan.

Seperti yang sudah dijelaskan sendiri untuk menjaga kesehatan sendiri bukanlah hal yang mudah, dan seringkali hal-hal tak terduga dapat terjadi dan pada akhirnya membutuhkan pengorbanan finansial yang besar.

Sebagai bentuk preventif dan pencegahan hal tersebut, Perlindungan Kesehatan Prima hadir sebagai solusi asuransi kesehatan online terbaik bagi individu maupun keluarga dengan manfaat rawat inap, bedah dan rawat jalan.

Namun perlu diingat bahwa kesehatan bukan hanya masalah fisik, tapi juga dapat dilihat dari sisi kesehatan mental, hingga kesehatan sosial. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 04/03/2020
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Melawan Virus Corona dengan Makanan Ini!

Jakarta, 4 Maret 2020 - MyProtection News

Virus Corona masih menjadi isu hangat di seluruh dunia saat ini. Seiring dengan meluasnya penyebaran virus dan jumlah korban yang terus bertambah, kita pun harus kian waspada dan berjaga-jaga.

Salah satu langkah penting untuk mengurangi resiko tertular virus corona mapun penyakit akibat perubahan cuaca adalah menjaga kesehatan tubuh. Agar tubuh tetap dalam kondisi prima, maka kita disarankan untuk berolahraga rutin dan mengonsumsi makanan bernutrisi. Beberapa di antaranya adalah makanan ini:

  1. Madu

Si manis yang satu ini mempunyai banyak manfaat, lho! Madu mengandung berbagai vitamin dan mineral yang membantu menjaga kesehatan tubuh, mencegah inflamasi, hingga mempercepat penyembuhan dari beberapa penyakit. Anda bisa mengonsumsi madu setiap hari secara langsung ataupun dicampur ke dalam makanan atau minuman lain. Pastikan Anda memilih kandungan madu murni dan asli, sehingga manfaat kesehatan yang Anda terima bisa maksimal!

  1. Bawang Putih

Tahukah Anda, kandungan allicin di dalam bawng putih bisa mencegah penularan virus ke dalam tubuh. bawang putih juga memiliki senyawa antivirus yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. beberapa manfaat bawang putih lainnya adalah menangkal pilek, menurunkan tekanan darah, menjadi antibiotik alami. Anda pun bisa mendapatkan bawang putih dengan mudah karena banyak hidangan Indonesia yang menggunakan bawang putih sebagai salah satu bumbunya.

  1. Jahe

Rempah yang satu ini memang terkenal menghangatkan tubuh dan mencegah masuk angin. Jahe sendiri memang memiliki khasiat untuk mengatasi masalah pencernaan, mencegah kanker dan peradangan dalam tubuh, hingga meredakan batuk. Salah satu jenis jahe yaitu jahe merah pun cukup terkenal dengan khasiatnya untuk menjaga kesehatan tubuh. Anda disarankan untuk mengonsumsi jahe asli yang belum diolah. Anda bisa menyeduh jahe menjadi minuman atau menjadikan jahe sebagai bumbu masakan.

  1. Teh

Ternyata, kebiasaan untuk minum teh membawa banyak keuntungan, Sahabat MyProtection. Contohnya Chamomile Tea bisa membantu menenangkan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks. Assam tea bisa membantu Anda tetap terjaga karena kandungan kafein di dalamnya. CNN pun mengutip bahwa sebuah studi membuktikan bahwa individu yang mengonsumsi 5 cangkir teh dalam sehari memiliki lebih banyak kandungan interferon dalam tubuhnya. Kandungan interferon dalam darah ini baik untuk kesehatan tubuh Anda.

  1. Minyak Zaitun

Minyak zaitun banyak digunakan untuk keperluan dapur hingga perawatan kulit. Minyak zaitun mengandung antibakteri yang membantu tubuh melawan penyakit umum seperti flu. Minyak yang berasal dari tumbuhan ini juga mengandung Vitamin E, K, dan Omega 3 yang baik bagi kesehatan tubuh Anda. Minyak zaitun bisa Anda konsumsi dengan mencampurkannya ke dalam salad, pasta, atau pengganti minyak goring biasa.

Mulai makan makanan sehat yuk, Sahabat MyProtection!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel