Terdapat beberapa indikator baterai remote mobil habis yang harus kamu kenali, seperti lampu indikator redup atau mati, jangkauan berkurang, dan sebagainya.
Umumnya kamu dapat menggantinya sendiri melalui buku manual kendaraan yang sudah tersedia. Selain itu, kamu juga dapat memeriksa kode pada baterai lama untuk memastikan baterai yang digunakan.
Jenis paling umum yang digunakan pada baterai remote mobil sendiri adalah CR2032, CR2025 dan CR2016.

Untuk mengetahui apa saja tanda-tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis, kamu harus mengetahui indikator-indikatornya berikut ini!
Tanda yang paling umum adalah tombol remote yang mulai tidak responsif, yang harus ditekan berkali-kali sebelum kendaraan merespons, yang menandakan baterai sudah mulai melemah.
Umumnya, jangkauan sinyal remote mobil mencapai 5 hingga 20 meter, atau pada beberapa model mobil, jangkauannya dapat hingga 30 sampai 50 meter.
Jika kendaraan tidak lagi merespons remote dari jarak jauh dan harus dilakukan dari jarak dekat, hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis.
Tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah selanjutnya adalah kamu harus menekan tombol berkali-kali sebelum mendapatkan respons dari remote baterai.
Hal ini dikarenakan daya pada remote tidak cukup untuk mengirimkan sinyal yang kuat ke kendaraan, sehingga harus menekan tombol lebih dari satu kali.
Tanda baterai remote mobil habis juga dapat dilihat melalui aspek visualnya pada beberapa model yang memiliki lampu LED.
Umumnya, jika baterainya sudah habis, lampu indikator tersebut akan redup atau mati total ketika ditekan, yang menandakan daya di dalamnya sudah melemah atau habis.
Jika hal ini sudah terjadi, maka ada baiknya segera mengganti dengan baterai baru yang sesuai agar remote mobil dapat berfungsi dengan baik kembali.
Setelah mengenai tanda-tandanya, kamu juga harus mengetahui bagaimana cara yang tepat mengganti baterai remote mobil. Simak berikut langkah-langkahnya:
Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, mulai dari obeng kecil, pinset, hingga pisau lipat tipis jika dibutuhkan untuk membuka penutup remote.
Membuka penutup remote, menggunakan alat yang telah disiapkan untuk membuka penutup remote dengan hati-hati. Terkadang, obeng dibutuhkan untuk melepas sekrup yang terpasang.
Mengeluarkan baterai lama, menggunakan pinset yang telah disiapkan, keluarkan baterai perlahan dari tempatnya.
Memasukkan baterai baru, dengan membaca buku petunjuk masukkan baterai pengganti yang telah disiapkan sesuai dengan anjuran yang ada.
Menutup kembali casing remote, setelah terpasang sesuai, kamu dapat menutup kembali casing dan memastikan semua bagian telah terpasang dengan benar.
Nah, itulah pembahasan mengenai baterai remote mobil, mulai dari tanda-tandanya melemah hingga habis, dan langkah-langkah pemasangannya yang tepat.
Baiknya, jika tanda-tanda baterai melemah sudah muncul, akan lebih baik untuk segera mengganti baterai remote mobil agar tetap berfungsi secara optimal.
Hindari mengganti baterai hingga remote mati karena dapat mengganggu aktivitas dan mobilitas. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 16 Maret 2020 - MyProtection News
Mendidik anak untuk menjad cerdas tidak cukup dengan memasukan anak ke sekolah, mendaftarkannya mengikuti segudang les, ataupun terbatas pada ukuran akademik.
Sebaliknya, anak yang cerdas lahir dari pola didikan orang tua yang tepat serta efektif dan dibutuhkan proses panjang serta kompleks.
Berikut ini beberapa tips parenting rekomendasi psikolog yang bisa Anda tiru:
Sebagai orang tua, tentunya Anda ingin memberikan yang terbaik kepada anak. Anda mungkin tergoda untuk mengatur jadwal anak dan memilihkan sekolah atau les untuk anak Anda agar ia bisa tumbuh dengan skill yang dibutuhkan.
Namun, kecerdasan anak tumbuh dari imajinasi, eksplorasi, dan bermain sesuka hati. Berikan anak Anda kesempatan untuk mencoba banyak hal dan belajar dari pengalamannya. Wajar bagi anak kecil untuk merasa penasaran dan cepat bosan,terutama jika disodorkan dengan jadwal padat dengan kegiatan yang belum tentu ia sukai.
Teknologi dapat membantu Anda serta anak dalam lingkup edukasi. Berbagai tontonan serta permainan interaktif bisa merangsang kognitif anak.
Misalnya penggunaan virtual reality bisa mengajarkan anak terhadap kejadian di masa lalu atau masa depan seperti kehidupan zaman pra sejarah atau permainan petualangan. SehinggaAnak bisa ikut merasakan kejadian di dalamnya.
Soal pertemanan, tentu saja memiliki banyak teman bisa jadi hal yang baik untuk anak. Melalui teman, si kecil belajar bersosialisasi, beradaptasi, dan bernegosiasi. Hanya saja, Anda tetap harus memperhatikan dengan siapa saja anak berteman. Berikan pengertian kepada anak untuk menghindari teman yang membawa pengaruh buruk seperti mengajak berbohong, suka memukul, atau sering melawan guru. Karena pertemanan yang buruk bisa merusak kebiasaan baik.
Gaya parenting Anda yang sudah baik harus didukung dengan sekolah dan guru yang baik pula. Ketika anak mulai bersekolah, maka setidaknya anak akan menghabiskan 4 – 6 jam di sekolah. Sehingga kebiasaan baik yang ada di rumah harus didukung dengan guru dan sistem pendidikan memadai. Anda juga harus mempertimbangkan minat dan bakat anak. Sehingga Anda bisa membantu mempersiapkan rencana pendidikan yang tepat untuk anak.
Setiap anak memiliki karakter dan keunggulannya masing-masing. Orang tua memang menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Namun, peran orang tua adalah mengarahkan minat dan bakat anak dan memberi fasilitas sebaik mungkin.
Misalnya, mungkin Anda ingin sang buah hati terlibat dengan banyak kegiatan sosial dan punya banyak teman, tetapi bisa jadi si kecil lebih pendiam dan introvert. Sehingga ketika dipaksa bersosialisasi, anak malah akan menjadi gugup dan pemalu. Contoh lainnya adalah ketika si kecil lebih suka bermain atau berolahraga dibanding belajar atau mengikuti les akademik. Coba untuk memahami keinginan dan karakter anak. Selama kebiasaan atau perilaku anak tidak menyimpang, maka Anda cukup mengawasi sambil memberikan arahan yang tepat bagi anak.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 28 Mei 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat Myprotection!
Sebagian dari kita sudah mulai kembali ke kantor mulai Juni nanti. Tentu saja selama beraktivitas di luar rumah, penting untuk selalu menjaga jarak, kesehatan serta keamanan diri dan orang lain.
Maka dari itu, Anda perlu memperlengkapi diri dengan masker, hand sanitizer, dan yang terpenting asuransi kesehatan sebelum jalani new normal. Karena beraktivitas di tengah pandemi tidak bisa sembarang seperti biasanya.
Tapi, semuanya tetap bisa #DiasikinAja! Alias diskon asuransi kesehatan untuk Anda yang siap kembali beraktivitas di luar ruangan selama pandemi bersama Perlindungan Kesehatan Prima.
Perlindungan Kesehatan Prima memberikan proteksi rawat jalan, inap dan bedah untukmu dan keluarga. Anda juga bisa menikmati berbagai fasilitas seperti:
Promo #DiasikinAja juga memberikan DISKON 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima selama Juni 2020. Aktivitas di luar rumah jadi aman dan nyaman.
Jangan lupa untuk tetap menjalankan peraturan PSBB agar Anda dan orang-orang di sekitar terhindar dari penularan COVID-19. Stay safe!
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id
Jakarta, 21 Februari 2020 - MyProtection News
Perihal kecanduan gawai atau kopi mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Bagaimana dengan kecanduan gula?
Saat ini banyak orang yang mulai “ketergantungan dengan gula”. Sayangnya, perilaku tak sehat ini bisa memicu penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kenaikan berat badan.
Apakah Anda sekadar menyukai makanan atau minuman manis atau sudah mengalami kecanduan? Dikutip dari The Jakarta Post, inilah 6 tanda Anda kecanduan gula.
Apakah Anda mulai merasa bahwa konsumsi gula sehari-hari Anda berlebihan? Namun, apakah Anda menemukan diri untuk mulai “sembunyi-sembunyi” mengonsumsi makanan atau minuman manis agar tak diketahui orang? Atau bahkan Anda berusaha mencari pembenaran atas konsumsi gula berlebihan. Selalu mencari alasan atau pembenaran untuk mengonsumsi gula bisa jadi pertanda awal Anda kecanduan.
Ketika Anda mengomsumsi gula dalam jumlah besar tapi rasanya Anda tetap ngidam makanan manis, inilah pertanda Anda kecanduan gula.
Sayangnya konsumsi gula yang besar bisa menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan mendorong rasa ngidam yang lebih kuat.
Perut kenyang tapi masih menginginkan sajian penutup yang manis? Selain makan ketika sudah sangat kenyang, Anda juga harus memperhatikan pola makan Anda. Misalnya, apakah Anda sering ngemil saat tidak lapar, stress, atau bosan? Jenis makanan apa yang Anda konsumsi? Jika Anda sering kali makan, khususnya mengonsumsi makanan manis saat tidak merasa lapar, hal ini bisa jadi pertanda bahwa Anda kecanduan gula.
Berdasarkan penelitian, orang-orang yang mengonsumsi gula dalam volume yang besar cenderung kurang mengonsumsi makanan bernutrisi sehat. Akhirnya, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Ketika tubuh kekurangan nutrisi, biasanya kita akan ngidam makanan asin.
Lisa Richards, seorang nutrisionist, mengatakan bahwa keinginan untuk makan makanan gurih dan asin merupakan salah satu tanda dari tubuh agar Anda mengurangi asupan gula dan meningkatkan asupan nutrisi sehat.
Saat Anda ingin mulai mengurangi konsumsi gula, maka bisa jadi Anda akan merasakan gejala “putus obat”. Sama seperti kecanduan zat pada umumnya, Anda mungkin akan merasakan pusing, kelelahan, keinginan kuat untuk mengonsumsi gula, nyeri otot, mual, bahkan insomnia. Oleh karena itu, Anda disarankan mengurangi konsumsi gula sedikit demi sedikit tiap harinya agar tubuh bisa beradaptasi.
Sebagian orang merokok ketika merasa stress, sebagian lagi mengandalkan makanan untuk membuat diri merasa lebih baik. Seseorang yang bergantung pada makanan manis untuk mengatasi stress, menenangkan diri, dan mengatasi isu psikologis lainnya bisa disebut sebagai pecandu gula.
Salam,
Sahabat MyProtection