Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Peran Vitamin dalam Membantu Tubuh Memerangi Virus

Peran Vitamin dalam Membantu Tubuh Memerangi Virus

8 April 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 8 April 2020 - MyProtection News

Hingga saat ini, belum ada langkah pasti yang membuat tubuh kita benar-benar kebal terhadap virus, khususnya virus novelcorona. Meskipun kita bisa melakukan beberapa langkah antisipasi seperti rajin mencuci tangan, karantina diri di rumah, dan makan makanan bergizi.

Sering kali kita mendengar bahwa makanan bergizi bisa membantu daya tahan tubuh tetap kuat. Inilah peran vitamin A, B, C, D, dan E lainnya untuk membantu memerangi virus atau bakteri yang menyusup ke dalam tubuh.

Vitamin A

Vitamin A ternyata bukan hanya bagus untuk menjaga penglihatan Anda. Vitamin A menjaga struktur sel dalam kulit, sistem pernapasan, dan pencernaan. Sehingga Vitamin A berperan sebagai lini depan pertahanan tubuh ketika ada virus yang masuk. Vitamin A akan membantu menciptakan antibodi untuk menetralisir patogen penyebab infeksi dalam tubuh.

Vitamin A dapat ditemukan dalam ikan, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bjian. Beberapa sayuran seperti wortel, labu kuning, dan sayuran berdaun hijau mengandung beta-carotene yang akan diserap tubuh menjadi vitamin A.

Vitamin B

Dalam keluarga vitamin B, khususnya vitamin B6, B9, dan B12 adalah salah satu komponen yang bereaksi pertama kali ketika patogen dideteksi dalam tubuh. Vitamin b akan mempengaruhi pembentukan sel pembunuh alami dalam tubuh. Sehingga sel patogen bisa dihancurkan.

Vitamin B6 dapat ditemukan dalam sereal, sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, ikan, ayam, dan daging merah.

Vitamin B9 biasanya terkandung dalam sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Vitamin B12 banyak ditemukan dalam produk hewani, seperti telur, daging, dan makanan olahan susu seperti keju.

Vitamin C & E

Apakah Anda sering mengonsumsi vitamin C? sebenarnya apa peran dari vitamin C dan E?

Ketika tubuh Anda berusaha melawan infeksi, maka tubuh akan mengalami “stres oksidatif”. Stres oksidatif adalah keadaan ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Radikal bebas bisa merusak dinding sel dan menciptakan inflamasi.

Peran penting vitamin C & E adalah melindungi sel dari stres oksidatif agar tidak rusak. Kandungan antioksidannya bisa menangkal radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh. Vitamin C sendiri bisa membantu mepercepat penyembuhan luka dan perbaikan sel tulang serta gigi. Sedangkan Vitamin E punya tugas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperlancar aliran darah, dan menyehatkan sel darah merah.

Kandungan vitamin C dapat Anda temukan dalam jeruk, jeruk nipis, lemon, kiwi, stroberi, brokoli, dan tomat. Untuk vitamin E sendiri biasanya terkandung dalam minyak nabati, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan telur.

Vitamin D

Terakhir, vitamin yang bisa Anda dapatkan dari paparan sinar matahari ini berfungsi untuk membantu sel imun menghancurkan pathogen penyebab infeksi.

Anda bisa berjemur pada pagi hari selama maksimal 30 menit untuk mendapatkan vitamin D. Makanan yang isa memberi asupan vitamin D adalah susu, telur, dan keju. Jika Anda kekurangan vitamin D, maka penting untuk mengonsumsi suplemen vitamin D.

Mendapatkan Vitamin Cukup

Setelah mengetahui fungsi dari vitamin, langkah selanjutnya tentu saja memenuhi asupan vitamin bagi tubuh. Anda bisa mengonsumsi varian makanan sehat seperti yang telah disebutkan di atas. Anda bisa berkreasi membuat hidangan yang lezat sekaligus sehat! Anda pun tak perlu terlalu bergantung pada suplemen multivitamin untuk mendapatkan asupan nutrisi cukup jika makanan yang Anda konsumsi sudah tepat.

Konsumsi suplemen vitamin/mineral dianjurkan bagi individu yang memang kekurangan asupan gizi. Wanita hamil dan individu dengan kondisi medis tertentu pun bisa mengonsumsi suplemen vitamin berdasarkan anjuran dokter. Anda bisa menggunakan Saldo Prima dari Perlindungan Kesehatan Prima untuk membeli vitamin dan diganti asuransi, lho!

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 21/02/2020
Sering Lupa Sarapan? Hati-hati terhadap Risikonya!

Jakarta, 21 Februari 2020 - MyProtection News

Apakah Anda sering memulai hari tanpa sarapan terlebih dahulu? Profesor Hiroaki Oda dari Universitas Nagoya menyampaikan temuan menarik. Melewatkan sarapan dapat mengacaukan jam biologis tubuh dan meningkatkan risiko obesitas.

Percobaan dilakukan pada tikus yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan sarapan sebelum memulai kegiatan mereka. Sedangkan grup tikus lainnya diberikan makan beberapa jam setelah hewan tersebut memulai aktivitas, sehingga menyerupai keadaan di mana manusia melewatkan sarapan.

Hasilnya, grup tikus yang melewatkan sarapan memiliki jumlah lemak tubuh yang lebih banyak dari grup tikus yang rutin makan sebelum mulai beraktivitas. Grup tikus yang tidak menikmati sarapan juga memiliki metabolism tubuh yang lebih lambat dan akhirnya mempengaruhi proses pencernaan makanan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang sering melewatkan sarapan didorong untuk teratur makan sebelum beraktivitas. Selain Anda bisa jadi lebih bertenaga, ada segudang manfaat lainnya dari sarapan, yaitu:

  • Memperlancar metabolism tubuh
  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2
  • Penelitian di Amerika Serikat juga menemukan bahwa sarapan bersama anak, khususnya remaja, dapat membantu mereka membangun citra tubuh yang positif
  • Riset menyatakan bahwa pelajar dengan nilai tinggi biasanya lebih sering sarapan dibanding pelajar lainnya

Mulai sarapan sehat, yuk!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Kesehatan
5 mins read • 30/04/2025
Syarat Donor Ginjal yang Harus Dipenuhi dan Risiko Menjadi Donor

Terdapat beberapa persyaratan medis dan hukum yang harus dipenuhi untuk melakukan donor ginjal, mulai dari kondisi kesehatannya, hukum yang harus dipatuhi, hingga persetujuan medis berkaitan dengan prosedur yang akan dilakukan.

Sebagai salah satu organ tubuh dengan fungsi penting, yaitu menyaring racun dalam darah dan membuangnya melalui urine. Orang-orang dengan penyakit ginjal kronis pada umumnya memiliki dua pilihan utama sebagai langkah pengobatannya.

Pertama, melakukan dialisis atau cuci darah, di mana darah akan disaring oleh mesin maupun perut dengan bantuan tabung khusus, atau yang kedua adalah melakukan transplantasi atau donor ginjal yang sehat.

Untuk lebih memahami seputar donor atau transplantasi ginjal, mengapa seorang pasien harus melakukan transplantasi hingga syarat apa saja yang harus terpenuhi untuk melakukannya, simak selengkapnya di artikel ini!

Apa Itu Donor Ginjal?

apa itu donor ginjal

pexels

Donor atau transplantasi ginjal merupakan sebuah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan menempatkan ginjal yang sehat, baik dari donor yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, ke tubuh seseorang yang membutuhkan.

Hal ini terjadi karena ketika kemampuan menyaring organ ginjal seseorang sudah tidak dapat bekerja dengan baik, tingkat cairan serta limbah berbahaya dapat menumpuk di tubuh.

Seseorang akan membutuhkan transplantasi ginjal ketika ginjalnya telah kehilangan sekitar 90 persen kemampuannya yang dapat disebabkan beberapa penyebab umum penyakit ginjal tahap akhir, seperti:

  • Diabetes

  • Glomerulonefritis kronis atau peradangan dan jaringan parut pada filter kecil di dalam ginjal

  • Penyakit ginjal polikistik

Terdapat beberapa gejala yang gagal ginjal kronis stadium akhir yang dapat timbul pada seorang pasien, antara lain:

  • Kulit terlihat pucat dan kering

  • Rasa mual dan muntah

  • Rasa sesak napas

  • Bagian lengan, leher, kaki, sampai paru-paru mengalami pembengkakan

  • Sering mengalami penurunan kesadaran

  • Rasa gatal di sekujur tubuh

  • Nafsu makan menghilang

  • Sering mengalami kram otot

Macam Transplantasi Ginjal

Dalam melaksanakan prosedur pencakokan ginjal, macamnya dapat dibagi menjadi dua, berikut penjelasannya.

1. Deceased-donor kidney transplant

Macam pertama, yaitu deceased-donor kidney transplant yang merupakan prosedur transplantasi organ ginjal dari pendonor yang baru saja meninggal dunia.

Prosedur ini baru dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan atau izin dari keluarga maupun atas dasar keinginan dari pendonor ketika masih hidup.

2. Living-donor kidney transplant

Selanjutnya, living-donor kidney transplant yang merupakan prosedur transplantasi yang dilakukan dari salah satu organ ginjal pendorong yang masih hidup. Prosedur transplantasi ini yang saat ini dapat dilakukan di Indonesia.

Syarat Medis yang Harus Dipenuhi Pendonor Ginjal

Untuk menjadi pendonor ginjal, terdapat beberapa kriteria umum yang harus dipenuhi oleh seseorang, yaitu:

  • Berusia 18 hingga 60 tahun

  • Kondisi kesehatan tubuh secara fisik dan mental yang baik

  • Golongan darah yang sama dengan penerima donor

  • Tidak memiliki penyakit ginjal, seperti batu ginjal atau gagal ginjal

  • Tidak memiliki penyakit menular, seperti HIV/AIDS atau hepatitis

  • Tidak menderita penyakit kanker, paru, jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan elektrolit, serta gangguan pembekuan darah

  • Tidak merokok

  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang atau mengonsumsi alkohol

  • Memiliki berat badan ideal atau indeks massa tubuh < 30 kg/m2

  • Tidak dalam kondisi hamil

  • Belum pernah menerima transplantasi sebelumnya

  • Memiliki tekanan darah normal

  • Tidak memiliki penyakit auto imun

  • Tidak mengonsumsi obat-obatan secara rutin

  • Tidak mengalami penyakit pembuluh darah

Syarat Administratif yang Harus Dipenuhi Pendonor Ginjal

Selain syarat medis, terdapat syarat administratif yang harus dipenuhi pendonor ginjal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 38 Tahun 2016, yaitu:

  • Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP).

  • Berusia di atas 18 tahun yang harus dibuktikan melalui dokumen identitas seperti KTP, kartu keluarga, maupun akta kelahiran.

  • Memiliki alasan yang jelas untuk menyumbangkan organ tubuh ke penerima organ secara sukarela.

  • Mendapat persetujuan dari suami atau istri, anak yang sudah dewasa, orang tua kandung, maupun saudara kandung donor.

  • Membuat pernyataan bahwa pendonor memahami indikasi, kontraindikasi, risiko, prosedur transplantasi, panduan hidup pascatransplantasi, serta pernyataan persetujuannya.

  • Membuat pernyataan tidak melakukan penjualan organ maupun perjanjian khusus lain dengan pihak penerima organ.

Persiapan Donor Ginjal

Sebelum melakukan proses transplantasi ginjal, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan dan dipenuhi calon pendonor, seperti:

  • Pemeriksaan golongan darah untuk memastikan golongan darah antara pendonor dan penerima sama atau cocok.

  • Pemeriksaan crossmatch yang dilakukan dengan cara mencampurkan sampel darah pendonor dengan penerima untuk melihat reaksi kecocokan darah agar tidak ada antibodi yang dapat menyebabkan komplikasi atau kegagalan pada prosedur.

  • HLA typing yang dilakukan untuk melihat kecocokan penanda genetik tertentu antara pendonor dengan penerima.

  • Pemeriksaan darah lainnya, yang biasanya meliputi fungsi organ dan pemeriksaan serologis.

  • Pemeriksaan urine yang meliputi urinalisis, tes protein urine, mikroalbuminuria, serta perbandingan kreatinin yang digunakan untuk memastikan fungsi ginjal pendonor berfungsi dengan baik.

  • Foto rontgen dada

  • Pemeriksaan ginjal

  • EKG

  • Pemeriksaan fisik menyeluruh

Risiko Prosedur bagi Pendonor Ginjal

Terdapat beberapa risiko yang dapat dihadapi sebagai seorang pendonor ginjal, mulai dari hipertensi, gagal ginjal, dan berbagai efek samping pasca prosedur.

Berikut penjelasan lebih dalamnya berikut ini:

1. Risiko Jangka Panjang

Berikut ini beberapa risiko jangka panjang yang dapat timbul sebagai pendonor ginjal dan hidup dengan satu ginjal.

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi, hal ini dikarenakan hidup dengan satu ginjal dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi seseorang.

  • Gagal ginjal, walaupun jarang terjadi tetap adanya kemungkinan organ ginjal yang tersisa mengalami kerusakan ataupun mengalami gagal fungsi.

  • Proteinuria, di mana protein di dalam urine dapat menjadi indikasi awal terjadinya kerusakan pada organ ginjal.

  • Penyakit ginjal lainnya, di mana risiko terkena penyakit ginjal sebagai pendonor juga akan meningkat.

2. Risiko Operasi dan Pasca Operasi

  • Infeksi yang dapat terjadi baik selama operasi maupun pascaoperasi sama seperti pada berbagai prosedur lainnya.

  • Pendarahan selama maupun sesudah prosedur juga dapat terjadi dan berisiko berbahaya.

  • Gumpalan darah yang dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan serius pada ginjal hingga menyebabkan masalah pada tubuh atau bahkan kehilangan nyawa.

  • Komplikasi bedah yang dapat terjadi selama maupun sesudah operasi seperti pendarahan, infeksi, dan berbagai masalah terkait anestesi juga dapat membahayakan pendonor.

  • Efek samping obat yang digunakan untuk mencegah penolakan ginjal atau imunosupresan juga sering kali memiliki efek sampingnya tersendiri.

Risiko Kesehatan pada Donor Ginjal Hidup

Donor ginjal hidup masih menjadi prosedur pilihan terbaik bagi pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir yang dapat mengganti fungsi ginjal yang rusak tersebut.

Namun, sebagai donor ginjal hidup seseorang juga akan terpapar dengan berbagai risiko kesehatan serta berbagai aspek psikososial yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu biasa. Untuk lebih memahaminya, simak pembahasan berikut ini.

1. Risiko Gagal Ginjal Stadium Akhir

Sebagai pendonor ginjal hidup, salah satu risiko yang dihadapi adalah risiko gagal ginjal stadium akhir.

Menjalani nefrektomi atau prosedur bedah dengan mengangkat sebagian maupun seluruh ginjal bagi pendonor ginjal hidup dapat mengalami penurunan akut laju filtrasi glomerulus atau LFG hingga 25 sampai 40%. Walaupun begitu, fenomena tersebut dengan risiko gagal ginjal masih diperdebatkan.

Berdasarkan data dari 96.217 donor ginjal hidup serta partisipan sehat di Amerika Serikat menunjukkan bahwa insidensi kumulatif penyakit ginjal stadium akhir pada 15 tahun terakhir menunjukkan angka sebesar 30,8 per 10.000 dibandingkan dengan partisipan sehat dengan angka 3,9 per 10.000.

2. Risiko Pembedahan pada Donor Ginjal Hidup

Risiko kematian serta komplikasi setelah operasi pada donor ginjal hidup memiliki angka yang sangat rendah. Hal ini juga ditunjukkan berdasarkan penelitian yang melibatkan 80.347 donor di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa tingkat kematian dalam periode 90 hari setelah nefrektomi adalah 3,1 per 10.000.

Pada studi lain menggunakan data dari 98 rumah sakit pendidikan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa komplikasi pasca nefrektomi pada donor ginjal hidup terjadi pada 16,8% pasien yang meliputi masalah gastrointestinal (4,4%), pendarahan (3%), masalah pernapasan (2,5%), serta komplikasi terkait pembedahan maupun anestesi (2,4%).

3. Risiko Pengaruh Usia Donor dan Resipien

Berbagai penelitian juga dilakukan guna mengurangi risiko bagi donor ginjal hidup serta meningkatkan hasil yang diharapkan setelah prosedur dilakukan.

Salah satu faktor penting yang dipertimbangkan dalam melakukan prosedur donor ginjal adalah memeriksa kecocokan usia antara donor dengan resipien. Aslam et al juga mengungkapkan bahwa kesesuaian usia antara donor dan resipien juga dapat mendukung kelangsungan hidup pasien dan organ yang dicangkokkan.

Pada penelitian retrospektif, Aslam et al mempelajari hasil transplantasi ginjal dari donor hidup berdasarkan usia donor dengan resipien. Donor dan penerima dikelompokkan ke dalam kategori usia muda dengan usia di bawah 50 tahun dan usia tua dengan usia di atas 50 tahun.

Berdasarkan 347 prosedur donasi ginjal hidup, ditemukan bahwa kelompok donor usia muda dengan penerima usia tua memiliki proporsi penerima yang merokok sebanyak 53,6% dan hepatitis C sebanyak 5,5% namun lama masa rawat lebih pendek, yaitu 5,3 hari.

Kelompok donor usia tua dengan penerima usia muda memiliki lama masa rawat terpanjang, yaitu 7,4 hari, namun masa iskemik dingin lebih pendek, yaitu 2,3 jam.

Tidak ada perbedaan signifikan terkait penundaan fungsi cangkok antarkelompok. Perbedaan tingkat komplikasi yang signifikan terlihat pada kejadian perdarahan dalam 30 hari yang paling tinggi ditemukan pada kelompok donor usia tua dengan penerima usia tua, yaitu 7,7%.

4. Risiko Preeklampsia pada Wanita Donor Ginjal

Risiko preeklampsia dan hipertensi selama kehamilan pada wanita yang menjadi donor ginjal hidup adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkan.

Studi kohort retrospektif di tahun 2015 yang melibatkan 85 wanita donor ginjal serta 510 wanita non-donor ginjal menemukan bahwa risiko preeklampsia dan hipertensi selama kehamilan meningkat 2,4 kali lipat pada wanita donor ginjal.

Pada studi kohor yang dilakukan pada tahun 2019 dan melibatkan 59 wanita donor ginjal juga ditemukan bahwa adanya kecenderungan peningkatan risiko preeklampsia atau eklampsia pada donor ginjal, walaupun tidak signifikan secara statistik.

Namun, pada donor ginjal yang berusia kurang atau sama dengan 30 tahun, risiko preeklampsia atau eklampsia dilaporkan meningkat 4 kali lipat.

Sebaliknya, studi kohor retrospektif lain pada tahun 2018 yang melibatkan 225 donor dengan 426 kehamilan menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terkait hipertensi, preeklampsia, maupun luaran komposit.

5. Luaran Psikososial Pasca Donasi Ginjal

Perubahan kualitas hidup dan risiko finansial merupakan dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan oleh donor ginjal hidup. Rodrigue et al juga mengungkapkan dalam sebuah studi bahwa donor ginjal hidup melaporkan perubahan minimal terkait mood, citra diri, kekhawatiran tentang gagal ginjal, kepuasan hidup, serta stabilitas keputusan hingga dua tahun setelah berdonasi.

Di mana, hasil tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol sehat non-donor.

Secara khusus, jumlah kasus secara khusus juga relatif cukup rendah dengan angka gangguan mood 16%, kekhawatiran gagal ginjal 21%, citra diri 13%, hingga ketidakpuasan hidup 10%.

Meskipun donasi ginjal hidup sering dianggap sebagai prosedur yang tidak memerlukan biaya khusus, donor tetap dapat mengalami risiko finansial. Biaya yang dikeluarkan oleh calon donor ginjal hidup dapat mencakup biaya langsung dan tidak langsung dari proses donasi, seperti biaya perjalanan, obat-obatan, kehilangan waktu kerja, dan biaya untuk tanggungan.

Data di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 92% donor ginjal hidup mengeluarkan biaya langsung sebesar US$ 433, dan hampir sepertiga donor mengalami kehilangan pendapatan pada tahun pertama setelah donasi sebesar US$ 2712.

Penelitian serupa di Kanada melaporkan bahwa 98% donor ginjal hidup mengeluarkan biaya rata-rata sebesar US$ 1254, dan sebanyak 20% donor mengalami kehilangan pendapatan hingga US$ 5534.

Selain itu, aspek psikososial juga memainkan peran penting dalam kesejahteraan donor ginjal hidup. Donor mungkin mengalami perubahan dalam hubungan sosial dan dukungan emosional setelah donasi.

Beberapa donor melaporkan peningkatan rasa kepuasan dan makna hidup karena telah membantu orang lain, sementara yang lain mungkin merasa cemas atau khawatir tentang kesehatan mereka di masa depan.

Penting bagi calon donor untuk mendapatkan konseling dan dukungan yang memadai sebelum dan setelah prosedur untuk memastikan bahwa mereka siap secara emosional dan psikologis.

Di sisi lain, risiko finansial yang dihadapi oleh donor ginjal hidup tidak hanya terbatas pada biaya langsung dan kehilangan pendapatan.

Donor juga mungkin menghadapi biaya tambahan yang tidak terduga, seperti biaya medis yang tidak ditanggung oleh asuransi, biaya perawatan jangka panjang, dan biaya untuk mengatasi komplikasi yang mungkin timbul setelah donasi.

Oleh karena itu, penting bagi calon donor untuk mempertimbangkan semua aspek finansial sebelum memutuskan untuk mendonorkan ginjal mereka.

Secara keseluruhan, meskipun donasi ginjal hidup dapat memberikan manfaat besar bagi penerima, calon donor harus mempertimbangkan dengan cermat semua risiko dan dampak yang mungkin terjadi, baik dari segi kesehatan fisik, psikososial, maupun finansial.

Dukungan yang memadai dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan sangat penting untuk membantu donor menghadapi tantangan yang mungkin timbul setelah donasi.

Nah, itulah penjelasan seputar donor ginjal yang harus kamu ketahui, mulai dari apa yang dimaksud dengan transplantasi, syarat, hingga berbagai risiko yang dapat timbul dari prosedur tersebut.

Penting untuk melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu ketika ingin berobat maupun melakukan prosedur apapun. Asuransi kesehatan hadir sebagai langkah preventif yang dapat kamu gunakan untuk membantu melindungi finansial dan memastikan akses ke perawatan kesehatan yang dibutuhkan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi kesehatan juga dapat dilihat melalui data dari AAJI atau Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia di mana sepanjang tahun 2024, klaim asuransi naik 16,4% secara tahunan menjadi Rp 24,18 triliun.

Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa asuransi kesehatan sebagai langkah preventif baik sebagai perlindungan finansial maupun kesehatan juga sangatlah krusial untuk dipahami.

MyProtection hadir memberikan perlindungan kesehatan terbaik bagi kamu dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima melalui Perlindungan Kesehatan Prima.

Berikut ini beberapa keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima yang harus kamu ketahui:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima ya memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap maupun Rawat Jalan.

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read • 18/02/2026
Apa Itu Finansial? Fungsi, Jenis, hingga Tujuannya dalam Pengelolaan Uang

Apa itu finansial? Banyak orang pernah mendengar istilah tersebut, namun tahukah kamu artinya?

Finansial merupakan istilah yang digunakan secara luas untuk menggambarkan studi serta sistem uang, investasi, serta instrument keuangan yang lain. Untuk lebih memahami apa itu finansial, simak informasi berikut!

Apa Itu Finansial? Fungsi, Jenis, hingga Tujuannya dalam Pengelolaan Uang

apa itu finansial

Menurut Gitman, sebagai seorang pakar ekonomi dunia, finansial merupakan aktivitas yang memiliki kaitan dengan manajer keuangan di sebuah perusahaan.

Istilah finansial sendiri sangatlah luas dan dapat dibagi ke dalam 3 kategori berbeda, yang terdiri dari sebagai berikut.

  • Keuangan publik terdiri dari kebijakan pajak, pengeluaran, penganggaran, serta penerbitan utang yang memengaruhi cara pihak pemerintah membayar layanan yang nantinya diberikan kepada publik.

  • Finansial perusahaan yang berhubungan dengan segala aktivitas keuangan yang digunakan untuk menjalankan sebuah bisnis maupun perusahaan. Pada umumnya, tugas ini sendiri diberikan kepada departemen atau divisi yang bertanggung jawab untuk mengawasi aktivitas keuangan yang ada.

  • Finansial pribadi yang berhubungan dengan keuangan seorang individu maupun keluarganya. Hal ini termasuk dalam penganggaran, penyusunan strategi, berinvestasi, membeli produk keuangan, atau bahkan menjaga aset.

Definisi Finansial menurut Para Ahli

Karena definisi dari istilah finansial yang luas sendiri, istilah finansial juga memiliki definisi berbeda menurut para ahli di bidangnya masing-masing. Simak selengkapnya!

1. Ahli Ekonomi dan Keuangan

Berdasarkan para ahli ekonomi dan keuangan, kata finansial dapat dikaitkan dengan proses manajemen aset, kewajiban, serta investasi.

Hal ini meliputi pengelolaan uang secara efektif, pengambilan keputusan dalam berinvestasi, hingga perencanaan keuangan dalam jangka panjang.

2. Ahli Manajemen

Sedangkan, dalam konteks manajemen sendiri kata finansial memiliki hubungannya dengan pengelolaan sumber daya keuangan milik perusahaan maupun organisasi.

Pengelolaan keuangan ini dilakukan dengan berbagai cara seoptimal mungkin guna mencapai tujuan strategis yang diinginkan.

3. Ahli Hukum

Menurut ahli hukum, istilah finansial dalam bidang hukum sendiri mencakup segala aspek yang memiliki kaitannya dengan keuangan.

Hal ini termasuk regulasi keuangan yang ada, proses perpajakan, serta perlindungan konsumen.

4. Ahli Investasi

Para ahli investasi juga berpendapat mengenai definisi finansial yang berisikan analisis pasar modal, perencanaan portofolio, hingga manajemen risiko guna mengoptimalkan pengembalian investasi.

5. Ahli Perencanaan Keuangan

Istilah finansial menurut ahli perencanaan keuangan sendiri adalah segala perencanaan yang digunakan untuk mengelola keuangan secara holistik guna mencapai tujuan keuangan.

Tujuan keuangannya sendiri bisa mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang. Contohnya, pensiun, pendidikan anak, maupun keamanan finansial.

Tujuan Finansial

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan finansial, selanjutnya kita akan membahas apa yang menjadi tujuan finansial.

Pada umumnya, tujuan finansial sendiri adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai melalui pengelolaan uang yang dimiliki.

Proses ini dapat meliputi menabung, membelanjakannya, menghasilkan, atau hingga menginvestasikannya.

Oleh sebab itu, proses finansial ini memungkinkan alokasi keuangan atau sumber daya yang dimiliki menjadi lebih efisien. Tujuan finansial sendiri dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu

1. Tujuan Jangka Pendek

Tujuan finansial dalam jangka pendek sendiri terdiri dari penetapan anggaran, pengurangan utang yang dimiliki, hingga pengumpulan dana darurat.

Setelah mengetahui anggaran, selanjutnya penting untuk mencari cara untuk mengurangi utang yang dimiliki hingga pada akhirnya dapat menyimpan uang yang dimiliki untuk tujuan jangka menengah maupun tujuan jangka panjang.

2. Tujuan Jangka Menengah

Tujuan finansial dalam jangka menengah dapat dilihat melalui tujuannya yang mengikat antara tujuan finansial jangka pendek dan tujuan finansial jangka panjang pada saat yang bersamaan.

Tujuan finansial jangka menengah seperti penyelesaian pembayaran biaya sekolah, tabungan pernikahan, tabungan rumah pertama, hingga tabungan renovasi rumah yang ada saat ini.

3. Tujuan Jangka Panjang

Tujuan finansial dalam jangka panjang sendiri mencakup pelunasan hipotek yang dimiliki, tabungan pendidikan anak, hingga dana pensiun.

Ketika kelak memiliki anak, kamu mengira akan memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan uang untuk biaya pendidikannya. Namun, tidak disadari bahwa anak tersebut telah beranjak dewasa dan lulus SMA.

Kemudian, dilanjutkan dengan perkuliahan yang memakan biaya besar. Dengan menyiapkan tujuan finansial jangka panjang, kamu akan lebih bersiap jika hal tersebut terjadi.

Bukan hanya itu, mempersiapkan dana pensiun di usia muda sendiri juga dapat menjamin kehidupanmu lebih nyaman serta memberikan kebebasan finansial nantinya untuk dinikmati.

Jenis Finansial

Berdasarkan konteks dan bidangnya, finansial sendiri dapat dibagi ke dalam beberapa jenis, sebagai berikut.

1. Keuangan Perusahaan

Pertama, keuangan perusahaan yang di dalamnya mencakup segala aspek keuangan yang berhubungan dengan operasi perusahaan.

Hal yang dimaksud termasuk manajemen arus kas, analisis laporan keuangan perusahaan, pengelolaan modal kerja, hingga keputusan investasi sebuah perusahaan.

2. Keuangan Pribadi

Kedua, keuangan pribadi merupakan manajemen keuangan seorang individu maupun keluarga. Keuangan pribadi termasuk perencanaan anggaran, investasi pribadi, perencanaan pensiun, hingga perlindungan aset.

Salah satu cara melindungi aset yang kamu miliki adalah dengan memiliki asuransi sebagai jaminan finansial terhadap risiko kecelakaan diri yang mungkin menimpa diri maupun orang sekitarmu.

Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi pilihan yang tepat, dengan berbagai keunggulan produk, seperti:

  1. Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan rawat inap maupun rawat jalan.

  1. Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  1. Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan

  1. Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  1. 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  1. Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  1. Laporan perhitungan klaim via email

3. Keuangan Investasi

Ketiga, keuangan investasi yang merupakan bidang keuangan yang memiliki kaitannya dengan investasi.

Keuangan investasi meliputi analisis pasar modal, manajemen portofolio investasi, penilaian aset, hingga strategi investasi.

4. Keuangan Internasional

Keempat, keuangan internasional yang mencakup segala transaksi keuangan hingga investasi yang melintasi batas antarnegara.

Jenis finansial ini meliputi perdagangan internasional, pengelolaan risiko mata uang, sampai investasi asing.

5. Keuangan Islami

Kelima, keuangan Islami merupakan sistem keuangan yang sesuai dengan berbagai prinsip syariah Islam yang di dalamnya terdiri dari melarang riba atau bunga, spekulasi, hingga praktik keuangan yang kurang etis.

6. Keuangan Terapan

Keenam, keuangan terapan yang di dalamnya meliputi berbagai aplikasi praktis dari teori keuangan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah konkret di berbagai konteks.

Masalah-masalah keuangan terapan seperti keuangan korporasi, investasi, hingga bahkan kebijakan publik.

7. Keuangan Teknologi

Ketujuh, keuangna teknologi atau fintech yang berhubungan dengan bidang keuangan yang terintegrasi dengan teknologi untuk menyediakan berbagai layanan keuangan.

Hal-hal seperti pembayaran digital, peer-to-peer lending, hingga teknologi blockchain termasuk dalam fintech atau keuangan teknologi.

Fungsi Finansial

Finansial juga memiliki fungsi yang berhubungan dengan peran serta aktivitas utama di dalam manajemen keuangan.

Baik secara individu, perusahaan, hingga pemerintahan. Berikut ini fungsi utama dari adanya bidang finansial, sebagai berikut:

1. Pengelolaan Dana

Fungsi utama dari bidang finansial berhubungan dengan pengelolaan dana secara efisien dan efektif.

Pengelolaan dana ini meliputi pengumpulan dana dari sumber yang tepat, pengeluaran dana yang bijaksana, serta alokasi dana secara optimal untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.

2. Perencanaan Keuangan

Fungsi finansial selanjutnya merupakan perencanaan keuangan yang komprehensif. Hal ini termasuk membuat anggaran, menetapkan tujuan finansial baik jangka pendek maupun panjang.

Selain itu, perencanaan keuangan juga termasuk perancangan strategi untuk mencapai tujuan finansial, mulai dari investasi, tabungan, hingga pengelolaan utang.

3. Pengambilan Keputusan Investasi

Pengambilan keputusan investasi sebagai fungsi finansial dapat dilihat dari dua konteks, yaitu perusahaan dan juga investasi pribadi.

Fungsi ini sendiri mencakup analisis dan pengambilan keputusan investasi. Termasuk di dalamnya mengevaluasi opsi investasi yang ada, menghitung risiko dan pengembalian potensial, hingga pemilihan investasi yang tepat dengan tujuan serta tingkat risiko yang ada.

4. Manajemen Resiko Keuangan

Fungsi selanjutnya, manajemen resiko keuangan yang mencakup identifikasi berbagai potensi resiko yang mampu mempengaruhi kondisi keuangan, evaluasi dampak, hingga pengembangan strategi agar mengurangi maupun mentransfer resiko yang ada.

5. Pembiayaan

Fungsi penting dari finansial adalah menyediakan pembiayaan maupun pendanaan bagi kegiatan operasional maupun investasi.

Fungsi ini meliputi proses pengumpulan modal dari pasar keuangan, pengelolaan dana, hingga perancangan struktur modal secara optimal bagi sebuah perusahaan.

6. Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan merupakan fungsi finansial yang di dalamnya mencakup penyusunan hingga pelaporan informasi keuangan secara akurat dan transparan.

Pelaporan keuangan termasuk penyusunan laporan keuangan, audit, serta pematuhan terhadap regulasi dan standar akuntansi yang berlaku.

7. Pengendalian Keuangan

Pengendalian keuangan juga menjadi fungsi finansial. Hal ini mencakup monitoring pengeluaran serta penerimaan hingga proses evaluasi kinerja keuangan dalam skala waktu tertentu.

Fungsi ini juga melibatkan penegakan kebijakan serta prosedur yang dirancang guna menjaga keberlanjutan serta kesehatan keuangan.

Tanda Seseorang Merdeka Secara Finansial

Merdeka secara finansial, atau yang juga dikenal sebagai kebebasan finansial, merupakan kondisi ketika seseorang sudah mempunyai kendali penuh atas finansialnya.

Kebebasan finansial juga menggambarkan kondisi di mana seseorang tidak lagi tertekan atas masalah hutang, kebutuhan mendesak, maupun ketidakpastian masa depan.

Berikut ini beberapa tanda bahwa seseorang sudah mencapai kebebasan finansial atau merdeka secara finansial, sebagai berikut.

1. Tidak bergantung pada sumber penghasilan Tunggal

Seseorang yang sudah memiliki kebebasan finansial pada umumnya memiliki sumber penghasilan yang banyak, sehingga tidak lagi bergantung pada satu pekerjaan atau sumber penghasilan.

Dengan memiliki diversifikasi penghasilan, orang tersebut akan memiliki kestabilan finansial walaupun salah satu sumber pendapatan hilang atau mengalami penurunan.

Contohnya, seseorang yang memiliki bisnis sampingan, investasi, hingga aset yang mampu memberikan pendapatan pasif. Aset seperti properti yang disewakan hingga saham yang memberikan dividen.

2. Tidak memiliki hutang konsumtif

Tanda seseorang merdeka secara finansial sendiri juga dapat dilihat dari terbebas atau tidak memiliki hutang konsumtif atau tidak produktif.

Hutang ini termasuk kartu kredit, pinjaman pribadi untuk konsumsi, hingga cicilan barang-barang mewah.

Seseorang yang sudah mencapai kebebasan finansial memiliki pengelolaan hutang yang bijak serta tidak bergantung pada pinjaman untuk menjamin gaya hidupnya.

Contohnya, semua hutang atau pinjaman lunas, terutama hutang-hutang dengan bunga yang tinggi seperti kartu kredit maupun kredit tanpa agunan.

3. Mempunyai dana darurat

Tanda kebebasan finansial selanjutnya dapat dilihat melalui dana darurat yang dimilikinya. Apakah dana darurat tersebut mampu menutupi kebutuhan dan gaya hidupnya dalam periode waktu tertentu.

Dengan adanya dana darurat tersebut, kebutuhan hidup untuk beberapa bulan ke depan atau bahkan setahun tetap dapat terpenuhi meskipun terjadi kejadian tak terduga di saat darurat, seperti kehilangan pekerjaan maupun keadaan lainnya.

Contohnya, mampu menyisihkan sebagian penghasilan untuk dijadikan dana darurat yang dipisahkan di rekening lain dan mampu diakses kapan saja.

4. Mampu mencapai tujuan finansial

Mampu mencapai tujuan finansial dengan nyaman merupakan bentuk kebebasan finansial yang lainnya. Tujuan finansial seperti membeli rumah, mampu menabung untuk pendidikan anak, hingga pensiun dini tanpa harus merasa khawatir kondisi keuangannya akan terganggu.

Contohnya, memiliki perencanaan finansial jangka panjang untuk masa depan. Mulai dari investasi pensiun, tabungan pendidikan, hingga persiapan pembelian properti.

5. Memiliki investasi yang berkembang

Bukti kebebasan finansial juga dapat dilihat melalui kepemilikan investasi yang baik serta terdiversifikasi.

Pada umumnya, orang yang merdeka secara finansial memiliki portfolio investasi yang baik dan mampu menghasilkan keuntungan pasif, mulai dari saham, obligasi, properti, maupun bisnis.

Contohnya, seseorang yang memiliki portofolio investasi yang mampu berkembang dengan baik secara konsisten. Investasinya juga dialokasikan ke berbagai instrumen keuangan untuk mengurangi atau meminimalisir risiko finansial.

6. Mampu menghadapi resiko tanpa stress

Individu yang merdeka secara finansial, maka mampu menghadapi resiko finansial tanpa stress. Hal ini dikarenakan mereka memiliki ketahanan untuk menghadapi hal tersebut.

Adanya krisis ekonomi, fluktuasi pasar, maupun keadaan lainnya yang tak terduga tidak membuat mereka panik dan stres berlebihan.

Contohnya, seseorang mampu bersikap tenang di kala pasar saham sedang turun karena telah mengukur dan memiliki rencana keuangan dalam jangka panjang.

7. Memiliki gaya hidup sesuai penghasilan

Gaya hidup seseorang juga dapat menggambarkan kondisi finansialnya. Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki kebebasan finansial pada umumnya mampu menyesuaikan kondisi finansialnya dengan gaya hidupnya.

Orang tersebut tidak memiliki tekanan untuk hidup mewah maupun mengikuti tren konsumtif yang ada. Tahu kapan harus berhemat serta menikmati hasil dari kerja keras yang mereka lakukan.

Contohnya, ketika seseorang tidak merasa harus mengikuti tren konsumtif yang ada ataupun memamerkan hartanya melalui barang-barang mewah yang dibeli hanya karena gengsi atau menunjukkan status.

8. Memiliki waktu untuk hal yang disukai

Tanda lain dari kebebasan finansial seseorang adalah mampu melakukan hal yang disukai tanpa adanya batasan waktu.

Mereka tidak harus bekerja secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan hidup yang mereka punya. Namun, mereka mampu memilih pekerjaan berdasarkan keinginan mereka dan menghabiskan waktu melakukan hal yang mereka sukai.

Contohnya, mampu mengambil cuti panjang hingga pensiun dini tanpa perlu merasa khawatir kondisi finansial mereka bermasalah atau terganggu.

9. Merasa aman secara finansial untuk masa depan

Seseorang yang memiliki kebebasan finansial juga akan merasa aman terkait perencanaan keuangan mereka baik sekarang maupun di masa depan.

Hal ini dikarenakan mereka memiliki perencanaan dan persiapan matang untuk memenuhi tujuan jangka panjang mereka, seperti pensiun maupun dana darurat lainnya.

Contohnya, seseorang yang sudah memiliki persiapan tabungan dan investasi pensiun dalam jangka panjang yang memadai sehingga tidak perlu khawatir di masa depan.

10. Mampu berbagi tanpa merasa diberatkan

Kebebasan finansial bukan hanya dilihat dari bagaimana kehidupannya sendiri. Namun, bagaimana ia mampu dengan nyaman berbagi dengan orang lain.

Berbagi dalam bentuk donasi, sumbangan, atau bahkan membantu keuangan keluarga tanpa perlu khawatir atas kondisi keuangannya pribadi.

Contohnya, mampu memberikan bantuan finansial melalui penghasilannya, baik sebagai donasi maupun membantu orang lain tanpa pengaruh besar terhadap kehidupan dan keuangannya sendiri.

Nah, itulah penjelasan singkat terkait apa itu finansial hingga manfaatnya bagi pengelolaan uang. Seperti yang dibahas di atas, pengelolaan ini bukan hanya dilakukan untuk jangka pendek, tetapi juga untuk jangka panjang.

Pemenuhan finansial jangka pendek sendiri dapat dilihat melalui bagaimana seseorang mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sedangkan jangka panjang berkaitan dengan bagaimana caranya merencanakan pengelolaan uang yang ia miliki hingga hari tua.

Salah satu caranya adalah dengan memiliki asuransi yang mampu menjamin risiko finansial di waktu tidak terduga, seperti Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan solusi asuransi kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat jalan.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel