Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Perencanaan Keuangan buat Karyawan Milenial? Begini Cara Melakukannya

Perencanaan Keuangan buat Karyawan Milenial? Begini Cara Melakukannya

1 July 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 1 Juli 2020 - MyProtection News

Fenomena “gaji numpang lewat” tentu saja bukan hal baru di kehidupan para karyawan kantoran. Maklum saja, banyak karyawan yang pengeluarannya lebih besar ketimbang pemasukan. Tak sedikit pula yang berutang lebih dari kemampuan. Singkatnya, mereka belum memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Lantas, seperti apa perencanaan keuangan yang pas untuk para karyawan terutama yang berasal dari generasi milenial?

Salah satu keuntungan menjadi karyawan adalah memiliki penghasilan tetap per bulan dalam jumlah yang sama. Keuntungan ini tentu gak semerta-merta bisa dinikmati pengusaha, yang terkadang harus menerima penghasilan yang tidak terprediksi. Kadang naik, kadang juga turun.Akan tetapi, rasa nyaman karena penghasilan tetap itu terkadang menjadi bumerang.

Banyak alasan yang diutarakan para karyawan ketika gaji mereka ludes begitu saja. Sebagian mengatakan bahwa pengeluaran pokok sehari-hari sangat berat. Sementara itu, sebagian lainnya mengatakan kalau hal itu disebabkan karena pengeluaran sekunder atau cicilan utang yang menumpuk.

Ingin tahu lebih lanjut seputar perencanaan keuangan buat para karyawan milenial? Yuk simak ulasannya.

Sadari dulu bahwa semua orang punya tujuan dalam hidup

Hal pertama yang harus disadari adalah banyak tujuan yang harus kita capai, baik itu tujuan jangka waktu pendek, menengah, maupun panjang. Setelah tahu apa tujuannya, Anda harus mulai membuat perencanaan keuangan yang baik. Suka tidak suka, mau tidak mau, hal-hal yang tidak berkaitan dengan tujuan Anda, tentu harus dieliminasi.

Perencanaan keuangan adalah metode mengelola keuangan dengan bijak yang dalam prosesnya membawa siapa saja mencapai tujuan keuangannya. Perencanaan keuangan bisa pula diartikan sebagai proses manajemen keuangan terencana dan terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Perencanaan keuangan memiliki cakupan yang cukup luas. Dimulai dari pemeriksaan kesehatan finansial, perencanaan investasi, asuransi, perencanaan pensiun, distribusi kekayaan, hingga pemenuhan kewajiban membayar pajak.

Jaga kesehatan arus kas

Laporan arus kas atau neraca mengindikasikan jumlah pengeluaran dan pemasukan kita dalam periode tertentu, umumnya bulanan. Laporan ini menunjukkan sumber pendapatan sekaligus menjadi gambaran pola pengeluaran, tabungan, serta investasi dari seorang individu.

Nilai arus kas bersih didapat dari hasil pengurangan antara total arus kas masuk (penghasilan) dan total kas keluar (pengeluaran). Apabila hasilnya minus, maka jelas sekali itu menunjukkan bahwa Anda sudah besar pasak daripada tiang (pengeluaran lebih besar dari pemasukan).

Arus kas minus cukup berbahaya jika dibiarkan karena bisa menguras kekayaan bersih kita seiring dengan berjalannya waktu.

Sediakan dana darurat sesuai dengan risiko pekerjaan

Dana darurat akan berperan penting untuk menghadapi risiko seperti kehilangan pekerjaan karena PHK, membayar renovasi rumah, atau membeli suku cadang kendaraan yang sudah waktunya diganti.

Para pakar keuangan seringkali menyebut besaran ideal dana darurat pada umumnya adalah tiga kali pengeluaran bulanan untuk para karyawan lajang. Sementara itu, untuk yang sudah menikah adalah enam kali pengeluaran bulanan, dan yang sudah punya momongan, 12 kali pengeluaran bulanan.

Namun ada baiknya pula jika besaran dana darurat disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan. Semakin tinggi risiko PHK yang berpotensi kita alami, maka makin besar pula dana darurat yang harus disimpan.

Sebut saja, Anda masih berada dalam probation (masa percobaan) kerja di sebuah perusahaan. Secara tidak langsung, kontrak kerjamu bisa saja tidak diperpanjang. Oleh karena itu, mereka yang masih berada dalam masa ini wajib menyediakan dana darurat yang lebih besar.

Semakin bertambah usia, Anda harus makin kaya

Investasi itu penting, dan seiring dengan bertambahnya usia sudah sepantasnya kekayaan bersih Anda semakin bertambah. Untuk mempermudah proses pertambahan kekayaan ini, caranya tidak sulit. Anda hanya harus rutin berinvestasi di saat usia masih produktif.

Tentukan dari sekarang, berapa uang yang ingin Anda miliki di saat masa pensiun nanti. Setelah itu, hitung berapa jangka waktu yang harus ditempuh untuk menabung, berapa uang yang akan disisihkan untuk investasi per bulan, dan berapa pula besaran imbal hasil dari produk investasi yang Anda miliki.

Untuk mengetahui berapa kekayaan bersih kita saat ini, caranya mudah. Anda hanya perlu menjumlahkan total aset yang Anda miliki, baik aset riil (investasi atau aset yang mengalami depresiasi) maupun aset keuangan, lalu dikurangi dengan total utang.

Jangan lupa juga, hitunglah seberapa ideal jumlah investasi dengan cara membandingkan seluruh aset investasi Anda dengan nilai kekayaan bersih. Jika nilai aset investasi Anda di atas 50 persen dari nilai kekayaan bersih, itu tandanya Anda sudah cukup baik dalam menggandakan kekayaan di masa depan.

Utang boleh, asal…

Berutang itu boleh-boleh saja kok. Asalkan Anda memanfaatkan ini untuk membeli aset investasi, bukan aset yang mengalami depresiasi nilai di kemudian hari.

Jumlah dari utang itu sendiri, harus disesuaikan dengan pemasukan dan total nilai aset.

Untuk mengetahui kesanggupan kita membayar cicilan per bulan, kita bisa melihatnya dengan melakukan perbandingan antara total cicilan utang dan pemasukan per bulan. Idealnya, total cicilan utang per bulan tidak melebihi 35 persen dari pemasukan. Jika persentasenya di bawah itu tentu jauh lebih baik. Sebaliknya, jika sudah berlebih tentu semakin berisiko.

Sementara itu, untuk mengetahui kemampuan pelunasan utang, kita bisa menggunakan perbandingan antara jumlah total utang yang kita miliki dengan aset. Apabila nilainya masih di bawah 50 persen, maka utang kita masih sehat.

Tapi jika di atas 50 persen, tandanya nilai utang kita telah melebihi aset. Jika suatu saat kita kehilangan penghasilan, maka kita akan sangat sulit untuk melunasi seluruh aset itu.

Patut diketahui bahwa kedua komponen ini sangat penting diperhatikan. Pasalnya, utang akan mengurangi besaran kekayaan bersih.

Bayangkan jika seseorang terlalu sering menggunakan kartu kredit atau fasilitas untuk belanja, makan, traveling, atau membeli aset yang terus mengalami depresiasi. Di samping utang mereka bertambah, kekayaan bersih mereka tergerus.

Jangan biarkan dirimu tak terlindungi

PHK merupakan risiko yang bisa diatasi dengan dana darurat, namun tidak demikian halnya dengan meninggal dunia, terserang penyakit kritis, jadi korban kecelakaan, atau mungkin kehilangan aset yang harganya mahal.

Bayangkan saja, risiko-risiko di atas tentu sangat menguras biaya. Tidak menutup kemungkinan, kita akan membebani keluarga kita karena risiko yang kita alami ini.

Itulah sebabnya kita wajib memiliki asuransi.

Sebagai karyawan, kita tentu mendapatkan fasilitas BPJS. Namun apakah santunan dari BPJS cukup menghidupi keluarga yang kita tinggali kelak apabila kita meninggal dunia?

Untuk memastikan keluarga tetap mendapatkan nafkah sepeninggal kita meninggal dunia, pilihlah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan yang tepat dalam hal manfaat. Pelajari baik-baik polisnya, dan jangan gegabah dalam memilih.

Itulah tips perencanaan keuangan yang bisa diaplikasikan oleh para karyawan milenial. Intinya, kenali saja dengan baik tujuan-tujuanmu, aturlah pengeluaran sebaik mungkin, akumulasikan kekayaan, dan jangan sampai membiarkan diri kita dan keluarga tidak terlindungi sama sekali.

Salam,
Sahabat MyProtection

--

Sumber artikel

Lifepal.co.id adalah rekan marketplace asuransi digital Lippo Insurance. Lifepal membantu pelanggan mencari asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Tim Lifepal menganalisa polis dan membantu merekomendasikan kepada individu dan keluarga di Indonesia.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 03/04/2020
Berjermur Sambil Karantina Diri, Ini Manfaatnya!

Jakarta, 3 April 2020 - MyProtection News

Bagi penduduk Indonesia, pasti sudah tak asing lagi dengan sinar matahari yang terang hampir sepanjang tahun. Malah, sebisa mungkin kita menghindar dari sinar matahari agar kulit tak kusam.

Namun, akhir-akhir ini nampaknya tren untuk berjemur mulai menjamur di kalangan masyarakat. Hingga saat belum belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa sinar matahari dapat membunuh virus seperti COVID-19. Tapi, ternyata ada banyak manfaat lain saat berjemur, lho!

Berjemur bisa membantu mencukupi asupan vitamin D dalam tubuh. Menurut world Health Organization, fek positif lainnya adalah memperlancar aliran tubuh dan proses detox dalam tubuh. Berjemur juga membantu memperbaiki mood Anda setelah melakukan karantina hampir berminggu-minggu.

Mengutip dari JakartaPost, untuk mendapatkan asupan vitamin D ternyata tidak mudah. Anda hanya bisa mengonsumsi makanan tertentu. Salah satunya seperti beberapa jenis ikan, kuning telur, dan susu. Sayangnya, tak semua orang bisa mengonsumsi makanan tersebut. Ternyata, kita yang tinggal di negera tropis beruntung bisa mendapatkan sinaran matahari cerah sepanjang tahun!

Sebelum berjemur, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan. Terutama ketika ingin berjemur di tengah social distancing.

  1. Berjemurlah pukul 09.00 – 10.00 pagi

Waktu terbaik untuk berjemur adalah pukul 9 hingga 10 pagi. Hindari berjemur setelah pukul 10 pagi hingga 3 sore karena pada waktu tersebut matahari menghasilkan banyak sinar UV yang bisa merusak kulit. Anda juga disarankan untuk berjemur maksimal selama 30 menit.

  1. Jangan lupa menggunakan sunscreen atau sunblock

Ketika berjemur, jangan lupa menggunakan krim pelindung matahari agar tubuh menyerap vitamin D, bukan sinar UV yang bisa merusak kulit.

  1. Gunakan topi dan pakaian yang nyaman

Anda bisa mengenakan topi dan pakaian yang nyaman saat berjemur. Pastikan bahan pakaian Anda bisa menyerap keringat sekaligus melindungi tubuh dengan baik.

  1. Hindari keramaian, tetap menjaga jarak

Ketika Anda ingin berjemur di taman umum atau di depan rumah, pastikan Anda tetap menjaga jarak antara satu sama lain untuk menjaga kesehatan diri dan orang lain.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 17/01/2020
Penyebab Timbulnya Diabetes di Usia Muda

Jakarta, 17 Januari 2020 - MyProtection News

Dulu penyakit diabetes dan kolestrol dikaitkan dengan penyakit orang tua. Kini berdasarkan data, penderita diabetes tipe 2 di kalangan muda semakin bertambah. Obesitas dan gaya hidup tak sehat berkontribusi dalam peningkatan jumlah penderita penyakit ini.

Menurut WHO penderita diabetes tipe 2 terus bertambah setiap tahunnya. Pada 1980, sebanyak 108 juta penduduk dunia berusia di atas 18 tahun mengidap diabetes. Namun, pada 2014 lalu, penderita diabetes meningkat menjadi 422 juta orang.

Diabetes sendiri merupakan penyakit yang cukup mengerikan bila tidak ditangani dengan baik. Pasalnya, berdasarkan paparan World Health Organization, diabetes dapat menggangu kinerja jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, syaraf dan meningkatkan resiko kematian muda.

Lalu, mengapa diabetes bisa muncul di usia muda? Dilansir dalam CNN Indonesia, terdapat 7 faktor penyebab diabetes di kalangan dewasa muda.

  1. Gangguan fungsi pancreas

Organ tubuh satu ini mempunyai peran penting untuk mengatur sekresi insulin ke aliran darah. Insulin juga berguna untuk memecah gula dalam karbohidrat makanan menjadi energy. Selain itu, insulin juga berperan menyimpan glukosa dalam tubuh sebagai cadangan energy. Bagi individu yang mengalami gangguan fungsi pancreas, biasanya kadar insulin yang diproduksi tidak normal. Sehingga kadar gula darah melonjak akibat tidak bisa dipecah menjadi energy. Akhirnya, hal inilah yang menyebabkan timbulnya diabetes.

  1. Riwayat keluarga

Jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat diabetes, maka Anda berpotensi lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, dengan menjaga pola makan dan gaya hidup, Anda bisa terhindar dari diabetes.

Baca juga: Kembali ke Usia 25 dengan Olahraga

  1. Obesitas

Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah stau pemicu utama timbulnya obesitas. Jika tubuh memiliki kelebihan lemak, khususnya di lingkar pinggang, disinyalir besaran visceral lemak semakin besar. Menurut WHO, semakin besar longkaran pinggang maka semakin besar potensi seseorang mengidap diabetes.

Kelebihan berat badan dapat mengacaukan kerja hormone pada tubuh dan menurunkan respons tubuh terhadap insulin.

  1. Pola makan berantakan

Pola makan yang tidak sehat dan berantakan dapat meningkatkan resiko timbulnya diabetes. Sering mengonsumsi makanan/minuman instan, berlemak, daging yang diproses, serta mengandung gula menjadi penyebab utama obesitas yang akhirnya berujung pada diabetes. Selain makan sehat, Anda pun harus makan teratur. Lebih baik makan dengan porsi kecil tetapi sering.

  1. Konsumsi alcohol

Konsumsi alcohol berlebih serta merokok bisa mengganggu aktivitas metabolism dalam tubuh. Pada akhirnya, kadar insulin yang dihasilkan pun lebih sedikit. Kebiasaan mengonsumsi alcohol dan rokok merupakan hal yang umum di kalangan anak muda. Namun, selalu ingat bahwa mengonsumsi sesuatu secara berlebihan tidak akan baik.

  1. Malas bergerak

Berdasarkan data, kurang dari setengah penduduk usia dewasa melakukan akvitias fisik selama 150 menit per minggu. Selebihnya, masih banyak orang yang malas berolahraga. Padahal obesitas dan rasa “mager” merupakan penyebab utama dari diabetes. Anda bisa mencoba untuk hidup lebih sehat & mulai berolahraga dengan melakukan brisk walking. Jangan sampai di usia muda Anda malah tidak bertenaga.

Salam,
sahabat MyProtection

Baca juga: Perlindungan Kesehatan Prima – Premi Mulai dari Rp 6ribuan per Hari

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 18/02/2025
Premi Asuransi: Pengertian, Komponen, Fungsi, Jenis, dan Faktor Penentunya

Premi asuransi merupakan salah satu elemen paling penting ketika seseorang ingin menjadikan sebuah asuransi sebagai bagian dari rencana finansialnya.

Sebelum membeli polis asuransi, penting untuk terlebih dahulu memahami bahwa terdapat premi yang menjadi kewajiban dan harus dibayarkan secara rutin agar polis asuransi yang dimiliki tetap aktif dan selalu mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan.

Premi yang ada pada sebuah asuransi bukan hanya nominal yang harus dibayarkan secara rutin, baik per bulan maupun per tahun, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang mampu memberikan perlindungan bagi diri dan juga keluarga.

Untuk lebih memahami apa itu premi asuransi, simak informasi di bawah ini!

Premi Asuransi: Pengertian, Komponen, Fungsi, Jenis, dan Faktor Penentunya

Premi Asuransi

Pexels

Premi merupakan salah satu istilah yang umum dan banyak digunakan di dunia asuransi dan penting untuk diketahui sebelum membahas lebih jauh masalah asuransi lainnya.

Premi asuransi sendiri berkaitan dengan sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh pemegang polis sebagai tertanggung ke perusahaan asuransi sebagai penanggung atas perlindungan yang diberikan.

Biaya yang harus dibayarkan sendiri tergantung pada kesepakatan yang telah dibuat dengan pihak perusahaan dalam bentuk polis asuransi.

Premi ini juga memiliki tujuannya, yaitu memastikan sebuah perusahaan asuransi untuk memiliki dana yang memadai untuk menutupi klaim nasabahnya.

Premi juga memiliki fungsi sebagai bentuk pengelolaan resiko bagi diri sendiri, hal ini dikarenakan jika suatu saat kamu sebagai nasabah mengalami risiko finansial di masa depan, beban tersebut dapat dilimpahkan ke pihak perusahaan asuransi.

Pengertian Premi Asuransi Menurut Undang-Undang

Definisi dari premi asuransi sendiri diatur dalam UU No. 40 Tahun 2014, yang menyatakan bahwa premi adalah sejumlah uang yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan asuransi serta disepakati oleh pemegang polis yang kemudian harus dibayarkan berdasarkan perjanjian yang mendasari program asuransi untuk mendapatkan manfaat dan cakupan di dalamnya.

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat diartikan bahwa sebuah premi merupakan kewajiban yang harus dibayarkan nasabah sebagai pihak tertanggung dengan besaran jumlah yang telah disepakati dengan pihak perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung.

Komponen Premi Asuransi

Komponen Premi Asuransi

pexels

Dalam premi asuransi sendiri terdapat beberapa komponen yang harus dipahami. Berikut penjelasan terkait masing-masing komponennya.

1. Premi Dasar

Premi dasar merupakan besarnya jumlah uang yang harus dibayarkan dan tercantum dalam polis asuransi. Premi dasar sendiri tidak akan berubah dan tetap selama tidak ada perubahan pada cakupan atau jaminan perlindungan.

Dalam mempertimbangkan premi dasar, perusahaan asuransi pada umumnya akan melakukan evaluasi risiko. Berdasarkan hasil evaluasi, jika risiko yang ditanggung semakin luas, maka harga yang harus dibayarkan juga semakin besar.

Premi dasar memiliki fungsi sebagai dasar dari keseluruhan biaya yang berkaitan dengan polis dan perlindungan dari asuransi yang dipilih.

2. Premi Tambahan

Premi tambahan, seperti namanya merupakan merupakan premi yang ditambahkan jika ada perluasan jaminan atau perlindungan atas resiko dari data pihak tertanggung.

Sebagai contoh, jika pemegang polis ingin menambahkan perlindungan atas risiko tertentu yang tidak tertulis pada polis, maka akan dibuat kesepakatan terkait biaya tambahan premi.

Premi tambahan sendiri bersifat fleksibel dan bisa berubah berdasarkan kebutuhan dengan melakukan modifikasi maupun penambahan jaminan yang diinginkan pemegang polis.

3. Reduksi Premi

Reduksi premi merupakan potongan atau pengurangan premi berdasarkan kondisi tertentu. Potongan harga ini dapat diberikan berdasarkan faktor tertentu, seperti tidak ada klaim dalam periode waktu tertentu maupun diskon khusus yang diberikan perusahaan asuransi

4. Tarif Kompeni

Tarif Kompeni merupakan tarif yang ditentukan oleh asosiasi perusahaan asuransi. Tarif ini umumnya digunakan sebagai standar dalam industri asuransi untuk menetapkan premi yang adil.

Tujuan dari tarif kompeni adalah untuk memastikan keseragaman dan keadilan dalam penetapan premi di berbagai perusahaan asuransi.

Fungsi Premi Asuransi

Bukan hanya sebagai biaya yang harus dibayarkan setiap bulannya, premi memiliki empat fungsi utama yang dapat memengaruhi perencanaan finansial yang kamu miliki.

1. Perlindungan Finansial

Fungsi utama dan paling mendasar adalah memberikan perlindungan secara finansial. Dengan membayar premi secara rutin baik bulanan maupun tahunan, kamu memperbarui perlindungan atas risiko yang mungkin saja terjadi di masa mendatang.

Jika di masa depan kamu mengalami kejadian tak terduga, seperti penyakit, kecelakaan, maupun kerugian properti, maka pihak asuransi memiliki kewajiban memberikan kompensasi finansial berdasarkan polis yang telah ditetapkan.

Hal ini berarti bahwa beban finansial yang seharusnya di tanggung pribadi, akan dialihkan ke perusahaan asuransi sehingga sahabat MyProtection terlindungi dari kerugian finansial.

2. Pengelolaan Resiko dengan Biaya Terukur

Selanjutnya, premi juga memiliki fungsi sebagai alat pengelolaan risiko dengan biaya terukur yang efektif. Hal ini dikarenakan premi yang dibayarkan dapat diukur dan diprediksi.

Dengan begitu, jika suatu saat kejadian tak terduga terjadi, kamu dapat mengalihkan risiko yang dapat mengancam finansial tersebut ke perusahaan asuransi dengan biaya yang relatif lebih kecil.

Strategi ini menjadi efektif dan langkah cerdas bagi sahabat MyProtection yang ingin menghindari kerugian finansial akibat kejadian tak terduga yang mampu merusak kestabilan keuanganmu.

3. Ketenangan Pikiran dan Rasa Aman

Membayar premi juga dapat memberikan ketenangan pikiran dan rasa aman. Sebagai pemegang polis yang menjalankan kewajibannya dengan baik, kamu memiliki hak atas perlindungan finansial.

Perlindungan tersebut dapat memberikan ketenangan pikiran serta rasa aman bagi para pemegang polis di situasi yang penuh dengan ketidakpastian.

4. Mendorong Perencanaan Finansial yang Lebih Baik

Fungsi terakhir yang tidak kalah penting, premi membantu para pemegang polis untuk memiliki perencanaan finansial yang lebih baik.

Hal ini dikarenakan kamu didorong untuk memiliki kedisiplinan membayar premi tepat waktu, dengan begitu kamu juga akan memiliki motivasi lebih untuk mengelola finansial dengan lebih baik dan membuat memprioritaskan pengeluaran yang penting.

Proses ini juga dapat membantu sahabat MyProtection mempersiapkan rencana masa depan dengan lebih baik, karena asuransi memberikan perlindungan bagi diri hingga aset yang kamu miliki.

5. Melindungi Aset Berharga

Premi juga memiliki fungsi sebagai perlindungan aset berharga yang kamu miliki, jenis asuransi properti maupun kendaraan dapat memberikan perlindungan atas aset berharga dari berbagai resiko seperti kehilangan maupun kerusakan.

Dengan memiliki asuransi jenis ini, sahabat MyProtection tidak perlu mengalami kerugian finansial jika hal tak terduga suatu saat terjadi yang terkait kerusakan maupun kehilangan aset berharga yang diasuransikan.

Jenis Premi Asuransi

Jenis Premi Asuransi

pexels

Terdapat beberapa jenis premi yang dapat dibedakan berdasarkan jenis produk asuransi yang dipilih. Apa saja jenis premi-nya? Simak disini!

1. Premi Asuransi Jiwa

Premi asuransi jiwa merupakan premi yang harus dibayarkan oleh tertanggung kepada pihak perusahaan untuk mendapatkan hak atas perlindungan terhadap risiko kematian.

Besar harga dari premi jenis ini sendiri berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, hingga kondisi kesehatan yang dimiliki tertanggung.

Di mana, jika seorang tertanggung memiliki usia yang lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan khusus, maka pada umumnya akan mendapatkan premi yang lebih tinggi.

Asuransi jiwa memberikan manfaat berupa dukungan finansial kepada pihak ahli waris yang ditunjuk maupun anggota keluarga yang ditinggalkan.

Asuransi jenis ini dapat membantu para anggota keluarga yang baru saja kehilangan meringankan beban secara finansial di masa depan.

2. Premi Asuransi Kesehatan

Selanjutnya, premi asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan kepada pihak tertanggung atas risiko finansial dari pengobatan yang diakibatkan oleh kondisi kesehatan, seperti penyakit maupun kecelakaan.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar dari premi jenis ini, mulai dari usia, kondisi kesehatan tertanggung, hingga cakupan dan jenis manfaat yang dipilih, seperti rawat inap, rawat jalan, maupun penebusan obat.

Asuransi kesehatan sendiri memberikan banyak manfaat bagi para nasabahnya, seperti meminimalkan biaya pengobatan yang terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan pengorbanan finansial tinggi.

Dengan memiliki asuransi kesehatan yang tepat, sahabat MyProtection dapat mengurangi risiko ini dengan membayar premi secara rutin berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat dan disetujui.

3. Premi Asuransi Kendaraan

Premi dari asuransi kendaraan memiliki manfaat sebagai perlindungan terhadap berbagai risiko kerusakan maupun kehilangan yang kamu miliki, baik mobil maupun motor.

Sama dengan jenis premi lainnya, terkait besarnya premi yang harus dibayarkan oleh calon tertanggung sendiri pada umumnya dipengaruhi oleh faktor, seperti jenis kendaraan yang digunakan, usia kendaraan, serta riwayat klaim asuransi yang dimiliki sebelumnya jika ada.

Asuransi kendaraan sendiri dapat dibagi menjadi dua berdasarkan perlindungan atas kendaraan yang akan diterima, yaitu asuransi comprehensive atau all-risk insurance dan total loss only atau TLO.

Jenis asuransi comprehensive akan memberikan perlindungan dari berbagai jenis risiko mulai dari kecelakaan, kehilangan, vandalisme, atau bahkan kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam.

Sedangkan, jenis asuransi TLO sendiri pada umumnya akan memberikan pertanggungan kerusakan kendaraan yang mencapai 75% atau lebih dari nilai kendaraan pada saat itu.

4. Premi Asuransi Properti

Asuransi properti memiliki premi yang digunakan sebagai bentuk perlindungan atas risiko kerusakan maupun kehilangan properti, seperti rumah maupun gedung.

Besar harganya premi ini sendiri biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti nilai propertinya, lokasi properti, serta risiko bencana alam yang dapat terjadi di daerah tersebut.

Perlindungan yang diberikan oleh asuransi properti sendiri biasanya beragam, mulai dari risiko kerusakan yang disebabkan banjir, kebakaran, hingga gempa bumi.

5. Premi Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan yang memiliki manfaat untuk memberikan perlindungan bagi sahabat MyProtection selama masa perjalanan, baik dalam cakupan dalam negeri maupun luar negeri.

Pada umumnya, premi dari jenis asuransi ini sendiri sudah melindungi dari risiko kecelakaan, kehilangan bagasi, hingga pembatalan perjalanan.

Besar harga premi sendiri biasanya dipengaruhi oleh durasi perjalanan yang ditempuh, tujuan perjalanan, serta cakupan dan manfaat yang dipilih oleh pihak tertanggung.

Faktor Pemengaruh Premi Asuransi Kesehatan

Terdapat beberapa faktor yang mampu memengaruhi besaran premi yang harus dibayarkan seseorang. Faktor tersebutlah yang nantinya akan dipertimbangkan dan dihitung oleh pihak perusahaan berdasarkan nilai risiko yang ditanggung.

Faktor apa saja yang ada di dalam asuransi kesehatan dan memengaruhi harganya? Simak disini!

1. Usia dan Jenis Kelamin

Faktor pertama, usia dan jenis kelamin yang menjadi dua faktor utama yang memiliki pengaruh besar pada seberapa besar premi asuransi kesehatan yang didapatkan.

Hal ini dikarenakan, semakin tua seseorang, maka semakin tinggi pula resiko kesehatan yang akan dimilikinya. Dengan bertambahnya usia seseorang, maka kemungkinannya memiliki kondisi medis tertentu pun juga bertambah.

Oleh sebab itu, seiring beranjak usia seseorang maka premi dari asuransi yang diterima juga akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan seseorang yang memiliki usia lebih muda.

Selanjutnya, jenis kelamin juga menjadi faktor penting dalam proses penentuan premi yang dilakukan perusahaan asuransi.

Seperti contohnya, bagaimana berdasarkan statistik menunjukkan bahwa seorang wanita memiliki harapan hidup yang lebih panjang jika dibandingkan dengan pria.

Walaupun begitu, wanita juga memiliki kebutuhan media yang lebih banyak dan tinggi jika dibandingkan pada waktu tertentu, seperti saat mengalami kehamilan.

2. Status Kesehatan

Selanjutnya, dalam membuat premi, status kesehatan juga menjadi krusial untuk menentukan seberapa besar premi yang harus dibayarkan.

Jika seorang calon nasabah atau tertanggung memiliki riwayat penyakit tertentu dan kondisi medis khusus, maka premi yang didapatkan akan berbeda dari orang yang tidak memiliki masalah kesehatan dan biasanya lebih tinggi.

Pada umumnya, pihak perusahaan asuransi akan melakukan penilaian secara medis serta menganalisis riwayat kesehatan dari calon nasabah untuk menentukan risiko kesehatan yang akan dialami atau dihadapi.

Kondisi kesehatan yang kurang baik dari calon tertanggung pada umumnya akan berdampak pada harga premi yang leih tinggi karena resiko klaim yang lebih besar pula.

3. Gaya Hidup

Gaya hidup menjadi faktor selanjutnya yang dapat memengaruhi seberapa besar premi yang harus dibayarkan oleh calon nasabah dalam asuransi kesehatan.

Jika seseorang memiliki gaya hidup atau kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, maupun tidak pernah berolahraga, biasanya pihak perusahaan asuransi akan mempertimbangkan hal tersebut dan memberikan harga polis lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan gaya hidup yang buruk juga dapat membuat seseorang memiliki kemungkinan yang lebih tinggi terkena berbagai masalah medis dan gangguan kesehatan yang berbahaya.

Namun, sebaliknya, jika seseorang memiliki gaya hidup yang sehat, di mana ia secara rutin berolahraga, memiliki pola makan yang sehat, hingga menghindari merokok, maka polis yang diterima juga memiliki kemungkinan lebih rendah.

4. Cakupan dan Manfaat Polis

Faktor selanjutnya adalah cakupan dan manfaat polis asuransi yang dipilih oleh calon tertanggung. Pada umumnya, setiap perusahaan asuransi sendiri memiliki cakupan luas dalam polisnya.

Jika polis yang dipilih mencakup rawat inap, rawat jalan, bedah, hingga perawatan gigi, pada umumnya akan memiliki premi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan premi yang hanya memberikan cakupan dasar.

Bukan hanya itu, jika calon nasabah menambahkan manfaat, seperti perlindungan atas penyakit kritis maupun penggantian biaya obat pada umumnya akan menambah jumlah premi yang harus dibayar.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk terlebih dahulu memastikan bahwa cakupan yang kamu pilih masih dalam jangkauan kemampuan kamu dibayarkan agar premi yang dipilih dapat dibayar secara berlanjut.

Sebagai salah satu contohnya, asuransi kesehatan yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat untuk kamu dengan manfaat tambahan Saldo Prima, yaitu Perlindungan Kesehatan Prima.

Apa saja keuntungan dari Perlindungan Kesehatan Prima?

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel