Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Suka Marah-marah Tanpa Sebab? Ini Alasannya!

Suka Marah-marah Tanpa Sebab? Ini Alasannya!

18 December 2019 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 18 Desember 2019 - MyProtection News

Apakah Anda memiliki teman atau keluarga yang mendadak marah-marah tanpa sebab yang jelas? Atau bahkan Anda sendiri merasa sering marah dan kesal tanpa alasan. Berbeda dengan beberapa penyakit fisik yang mungkin gejalanya bisa dideteksi (dan tentunya bisa dicover oleh asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima). Penyebab marah-marah ternyata bisa disebabkan beberapa kondisi fisik dan psikologis. Simak ulasannya dari MyProtection berikut ini!

  1. Anda Kelelahan atau Kurang Tidur

Dikutip dari HelloSehat.com, menurut Julie de Azevedo Hanks, Ph.D, LCSW, psikolog konseling keluarga, kurang tidur dapat mempengaruhi emosi seseorang. Saat Anda kelelahan karena kurang tidur, kinerja otak pun ikut menurun. Akhirnya anda jadi kurang fokus, mudah teralihkan, hingga mudah meledak. Bayangkan jika Anda sudah merasa lelah dan stress akibat deadline kerja mepet, rasanya kesalahan kecil bisa membuat anda merasa sangat kesal.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk istirahat cukup dan coba melakukan stretching ringan untuk membuat tubuh serta emosi kembali relaks!

  1. Anda Menderita Penyakit Tertentu

Tanpa disadari, terkadang emosi yang meledak bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. Contohnya hipertiroidisme yang sering diidap oleh wanita. Penyakit satu ini berkaitan erat dengan metabolism tubuh. Jika kadar hormone tiroid dalam tubuh berlebihan, maka bisa membuat anda merasa gelisah dan mudah marah.

Penyakit lain seperti kolestrol dan diabetes juga bisa mempengaruhi suasana hati Anda. Obat statin yang biasa digunakan untuk mengontrol kolestrol dapat mengurangi kadar hormone serotonin dalam tubuh. Sedangkan hormone serotonin sendiri bertugas untuk membuat Anda merasa senang. Jadi, ketika level hormone serotonin Anda rendah, bisa jadi anda merasa lebih murung dari biasanya.

  1. Anda Mengalami Depresi

Depresi juga bisa membuat emosi Anda meluap-luap. Hanks mengatakan bahwa seseorang yang suka marah tanpa alasan jelas mungkin mengidap depresi. Tidak jarang orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita depresi. Terlebih lagi, sebagian orang juga tidak familiar dengan gejala awal depresi.

Gejala depresi bisa meliputi rasa putus asa, emosi yang tidak stabil atau mudah meledak, hingga mendorong orang melakukan hal-hal beresiko. Karenanya, pastikan Anda mengenali kesehatan mental Anda. Apakah rasa amarah ini disebabkan penyakit fisik atau gangguan psikologis. Depresi dapat diatasi jika diberikan penanganan tepat sesegera mungkin. Semangat!

  1. Anda Mungkin Mengidap BPD atau Borderline Personality Disorder

Borderline personality disorder atau gangguang kepribadian ambang adalah keadaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati dan Citra diri secara dratis dan impulsive. Penderita BPD memiliki pola piker dan cara pandang yang sedikit berbeda dengan orang pada umumnya. Terkadang BPD membuat penderitanya sulit menjalin hubungan sehat dengan orang-orang di sekitarnya.

Salah satu gejala BPD adalah perubahan suasana hati yang tidak stabil. Dalam waktu tertentu penderita BPD mungkin merasa kosong dan hampa. Namun pada waktu yang berbeda ia bisa merasakan amarah yang kuat. Jika kamu merasakan gejala BPD, sebaiknya segera berkonsultasi dengan pihak yang tepat.

  1. Anda Sedang Mengalami PMDD atau Pre-Menstrual Dysphoric Disorder.

Para wanita pasti familiar dengan istilah yang satu ini. PMS atau pre-menstrual syndrome. Menjelang waktunya Anda kedatangan tamu bulanan, mungkin Anda merasa mudah lapar, emosional dan lebih mudah marah. Namun, sebagian wanita mengalami gejala depresi saat PMS yang lebih parah dari biasanya. Gejala ini disebut dengan Pre-menstrual Dysphoric Disorder. Seorang wanita yang mengalami PMDD mungkin akan merasakan kegelisahan, depresi akut, dan luapan emosi kira-kira 5 – 11 hari sebelum menstruasi terjadi.

Jangan lupa untuk selalu mengecek kembali keadaaan emosi Anda. Emosi negatif yang berlebihan bisa membuat tubuh ikut sakit.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Fitur baru asuransi kesehatan MyProtection, konsultasi dokter dari HPmu!

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 26/12/2019
Mendengarkan Musik Bisa Turunkan Stress Saat Berkendara

Jakarta, 26 Desember 2019 - MyProtection News

Sahabat MyProtection, apakah Anda sering mendengarkan musik saat berkendara? Ternyata, dilansir dari The Jakarta Post, mendengarkan musik instrumental bisa menurunkan kadar stress saat berkendara, lho!

Beberapa periset di Brazil melakukan percobaan kecil mengenai dampak musik terhadap kadar stress terhadap pengendara mobil. Eksperimen dilakukan terhadap 5 wanita berusia 18 hingga 23 tahun. Partisipan juga berkarakterisik sehat secara jasmani, menyetir kendaraan setidaknya 1 – 2 kali dalam seminggu, dan memiliki ijin mengendara 1 – 7 tahun sebelumnya.

Pada percobaan pertama, kelima partisipan diminta untuk menyetir mobil selama 20 menit saat puncak kepadatan lalu lintas berlangsung (pukul 17:30 – 18:30). Saat eksperimen ini berlangsung, partisipan berkendara di pusat paling ramai di kota Marilia, Sao Paolo, Brazil tanpa mendengarkan musik apapun.

Keesokan harinya, partisipan yang sama diminta untuk berkendara dalam waktu yang sama dan rute yang sama. Namun kali ini, partisipan berkendara sambil mendengarkan musik. Untuk menambah tingkat stress berkendara, partisipan tidak boleh menyetir mobil yang biasa mereka gunakan.

Setelah dilakukan dua percobaan, peneliti menemukan hasil sebagai berikut:

Pengendara yang menyetir tanpa mendengarkan musik mengalami penurunan variabilitas denyut jantung, yang berkontribusi terhadap penurunan level saraf parasimpatik disertai peningkatan aktivitas saraf simpatik.

Kebalikannya, partisipan yang berkendara sambil mendengarkan musik mengalami peningkatan variabilitas denyut jantung yang berujung pada peningkatan kegiatan saraf parasimpatik. Perlu diketahui bahwa syaraf parasimpatik berperan untuk membuat tubuh Anda lebih rileks dan tenang. Sedangkan saraf simpatik akan mengambil alih tubuh saat Anda berada di kondisi berbahaya.

Nah, berdasarkan data temuan, peneliti pun menyimpulkan musik dapat mengurangi stress saat berkendara. Apakah Anda juga suka mendengarkan musik saat berkendara?

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 14/09/2020
Waspada Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19

Jakarta, 14 September - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Akhir-akhir ini mungkin Anda pernah mendengar happy hypoxia. Apa itu hypoxia dan apa hubungannya dengan COVID-19?

Dalam penelitian yang dilakukan Loyola University Health System, penderita COVID-19 yang memiliki gejala happy hypoxia memiliki kadar oksigen dalam tubuh yang sangat rendah, tetapi tidak mengalami dyspnea atau kesulitan bernafas. Dalam beberapa kasus, penderita COVID-19 bisa beraktivitas dengan normal. Padahal kadar oksigen yang sangat rendah bisa mengancam nyawa.

Hipoksemia sendiri bukanlah fenomena baru. Hipoksemia sendiri didefinisikan sebagai penurunan kadar oksigen dalam darah. Ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah, tubuh akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sesak napas, pusing hingga pingsan, napas pendek dan cepat, denyut jantung lebih cepat, kulit pada ujung jari dan sekitar bibir membiru.

Namun, pada kasus happy hypoxia ini, penderita hampir tidak menunjukan gejala fisik apapun. Bahkan penderita bisa beaktivitas cukup normal. Hal ini lah yang menjadikan happy hypoxia berbahaya. Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa penderita COVID-19 tanpa gejala umumnya tidak segera menerima penangan medis. Sehingga infeksi makin meluas dan kadar oksigen terus menurun. Sampai akhirnya penderita tiba-tiba merasa sesak napas tapi kadar oksigen dalam darah sudah terlalu rendah dan bisa menyebabkan kematian.

Deteksi Dini Happy Hypoxia

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan terdapat dua langkah untuk mendeteksi dini gejala happy hypoxia.

  • Tarik napas dalam-dalam 2-3 kali.
  • Bila timbul rangsangan batuk, waspadai risiko hipoksia.
  • Menggunakan alat Pulse Oxymeter di ujung jari, untuk mengukur saturasi oksigen.
  • Keduanya dilakukan berkala, minimal pagi-siang-sore-malam.

Seperti yang disebutkan di atas, untuk mengecek kadar oksigen dalam darah secara lebih akurat, Anda harus menggunakan oxymeter atau oksimetri. Perhatikan apakah kadar oksigen dalam darah tetap wajar. Jika dalam pemeriksaan yang Anda lakukan, hasil pada alat oksimeter tersebut menunjukkan angka saturasi 95 ke atas, maka berarti Anda kemungkinan tidak mengalami hypoxemia atau hypoxia. Anda bisa membeli oksimeter sendiri atau melakukan pengecekan di rumah sakit.

Waspada Gejala COVID-19

Selain happy hypoxia, terdapat beberapa gejala umum COVID-19 menurut World Health Organization:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Nyeri pada bagian dada/tekanan pada dada
  • Kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak

Beberapa orang juga mengalami gejala lain seperti;

  • Hidung tersumbat
  • Nyeri
  • Sakit kepala
  • Mata merah/konjungtivitis
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan kemampuan penciuman atau merasakan makanan
  • Perubahan warna pada jari tangan dan kaki

Bagi individu yang mengalami gejala deman dan/atau batuk disertai kesulitan bernapas, napas pendek, nyeri dada/tekanan pada dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera menghubungi bantuan tenaga medis atau mengunjungi rumah sakit. Untuk bantuan dan penanganan COVID-19, silakan menghubungi Hotline COVID-19 di 119.

Kalau Anda tidak yakin kapan harus beribat ke dokter atau ingin berkonsultasi mengenai gejala yang Anda alami, asuransi kesehatan dari MyProtection memiliki fitur online doctor consultation. Sehingga Anda bisa berkonsultasi lewat ponsel dengan dokter pilihan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Kesehatan
5 mins read 29/08/2025
Arti Detoksifikasi, Jenis, Manfaat, dan Cara Melakukannya dengan Tepat

Detoksifikasi merupakan istilah yang cukup dikenal banyak orang dan dikatakan sebagai sebuah proses pembersihan racun di dalam tubuh yang dapat meningkatkan kesehatan seseorang.

Namun, apakah kamu tahu bagaimana proses detoksifikasi dilakukan dan cara kerjanya di dalam tubuh? Melalui artikel ini kita akan membahas hal tersebut secara mendalam! Simak selengkapnya!

Arti Detoksifikasi, Jenis, Manfaat, dan Cara Melakukannya dengan Tepat

Pengertian Detoksifikasi

pexels

Detoksifikasi atau detoks merupakan proses metabolisme zat toksin yang ada di dalam tubuh dan tidak larut air atau lipofilik agar dapat dilarutkan dan diekskresikan melalui organ ekskresi seperti ginjal, kulit, paru-paru, dan usus.

Berbagai organ tersebut memiliki tanggung jawab untuk memecah racun serta berbagai zat lainnya yang tidak dibutuhkan tubuh dan mengeluarkannya melalui urine, tinja atau feses, hingga keringat.

Menurut WHO dalam Lexicon of Alcohol and Drug Terms di tahun 1994, detoksifikasi diartikan dalam konteks medis sebagai intervensi guna membersihkan tubuh dari racun akibat penggunaan zat adiktif seperti alkohol atau obat-obatan.

Saat ini sendiri, detoksifikasi sendiri saat ini banyak dijalani orang secara sengaja guna memperoleh kondisi kesehatan prima serta meraih berat badan ideal.

Untuk melakukannya, proses detoks biasanya melibatkan pengaturan pola makan yang lebih sehat dengan mengonsumsi buah-buahan hingga sayur-sayuran.

Walaupun dapat terjadi secara alami di dalam tubuh, diet detoks juga diperlukan guna mengoptimalisasikan organ-organ yang ada di dalam tubuh dan memastikan dalam kondisi sehat.

Melalui artikel berjudul Detox or Cleanse yang dikeluarkan oleh Kate Patton, seorang ahli diet dari Cleveland Clinic terdapat 2 potensi keuntungan dari proses detoks ini sendiri, yaitu:

  • Peningkatan Vitamin, di mana diperkirakan hanya 1 dari 10 orang dewasa yang mengonsumsi buah dan sayuran yang cukup setiap harinya.
  • Menemukan sensitivitas makanan, dengan menghilangkan makanan tertentu selama periode diet detoks dilakukan membuat tubuh terasa lebih baik, maka kemungkinan besar kamu menemukan kemungkinan sensitivitas makanan.

Jenis Program Detoksifikasi

Diet detoks sendiri sangatlah beragam, seperti yang dapat dilihat melalui sosial media yang menawarkan berbagai macam program yang bisa dijalani seseorang. Namun begitu, terdapat beberapa jenis program detoks yang populer, seperti:

1. Green Tea Detox

green tea detox - jenis program detoksifikasi

pexels

Dipercaya sebagai superfood, green tea atau teh hijau dipercaya memiliki banyak manfaat, mulai dari melawan kanker, penyakit jantung, hingga tekanan darah tinggi dan masih banyak masalah kesehatan lainnya.

Namun, pengonsumsiannya sendiri juga harus berdasarkan anjuran yang ada, karena jika berlebih dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti aritmia, gangguan tidur, sembelit, dan masih banyak lagi.

Walaupun begitu, karena kandungan di dalamnya yang mampu mengurangi risiko penyebab darah tinggi, teh hijau masih menjadi pilihan banyak orang. The hijau yang berasal dari tumbuhan Camellia sinensis memiliki kandungan senyawa diuretik, pencahar, serta berbagai zat yang mampu menekan nafsu makan.

2. Juice Cleanses

juice cleanses - jenis program detoksifikasi

pexels

Juice Cleanses atau detoks jus juga saat ini sangat lah populer di kalangan masyarakat. Di mana, banyak orang meminum serangkaian jus yang dipercaya dapat mendetoks tubuh dan membersihkan sistem dalam tubuh.

Program yang dijalankan sendiri beragam dan berbeda-beda, mulai dari 1 hari, 3 hari, atau bahkan sampai 5 hari. Walaupun begitu, studi mengenai jenis detoks ini masih kurang dan belum teruji kebenarannya.

Namun, detoks jus ini berkaitan erat dengan konsumsi kalori yang rendah, sehingga mampu membantu dalam penurunan berat badan yang cepat.

3. Detox Water

detox water - jenis program detoksifikasi

pexels

Di tengah sosial media saat ini, dipercaya juga mencampurkan air dengan perasan lemon, cuka apel, bubuk cabai cayenne, dan sebagainya mampu memberikan banyak keuntungan bagi seseorang, seperti kulit bersih, penurunan berat badan, dan sebagainya.

Walaupun populer, manfaat dari menjalani program ini belum terbukti secara ilmiah, di mana seperti yang kita ketahui mengonsumsi air sangat lah penting bagi tubuh.

Namun, apakah mencampurkannya dengan komponen lainnya benar-benar bermanfaat? Hal tersebut masih dipertanyakan.

Jika dengan membuat infused water membuat kamu lebih semangat untuk mengonsumsi air, maka lakukanlah dijelaskan lebih lanjut oleh Kate Patton.

Hal yang harus diingat adalah tidak meminum air dalam jumlah banyak sekaligus karena dapat membuang elektrolit penting yang dibutuhkan dalam tubuh.

4. Detox Liver

detox liver - jenis program detoksifikasi

pexels

Detox liver merupakan sebuah program yang dikatakan mampu membuang racun dari tubuh, menurunkan berat badan, hingga menjaga kesehatan.

Umumnya, program ini melibatkan beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti:

  • Minum produk atau suplemen untuk membuang racun dari hati.
  • Membersihkan usus dengan enema yang dilakukan dengan memasukkan cairan ke dalam anus untuk merangsang buang air.
  • Mengonsumsi makanan yang baik untuk organ hati, seperti sayuran, buah, ikan berlemak, hingga kacang-kacangan.
  • Menghindari makanan padat dan hanya mengonsumsi jus.

Walaupun begitu, program detox liver ini masih belum terbukti secara ilmiah hasil dan manfaatnya bagi seseorang.

Selain itu, berbagai produk atau suplemen yang ada di pasaran juga belum memiliki jaminan sehingga terdapat potensi menimbulkan efek negatif, seperti:

  • Kerusakan hati, jika dikonsumsi secara sembarangan suplemen-suplemen tersebut dapat memberatkan kerja hati dan merusak jaringan hati dalam jangka panjang.
  • Berat badan naik kembali, banyak orang yang menderita kehilangan cairan tubuh dan bukan lemak ketika menjalankan program ini yang membuat ketika makan membuat berat badan lebih cepat naik.
  • Metabolisme melambat, diet yang tidak sehat atau terlalu ekstrem juga dapat memperlambat proses metabolisme tubuh yang membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit.
  • Diet detox liver tidak seimbang, karena mengikuti pola makan khusus dengan kandungan gizi yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan malnutrisi khususnya pada wanita hamil dan berbagai penderita penyakit lainnya.
  • Enema bisa berbahaya, jika dilakukan secara sembarangan atau kurang tepat dapat mengganggu fungsi usus besar.

Manfaat Detoksifikasi

Terdapat beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika menjalani proses detoks, simak selengkapnya.

1. Meningkatkan Energi

Manfaat yang pertama dari detoksifikasi adalah meningkatkan energi. Pada umumnya, kelelahan atau rasa lesu dapat menjadi salah satu gejala ketidakmampuan tubuh menyerap nutrisi makanan dengan maksimal.

Dengan melakukan detoks, sistem pencernaan dalam tubuh dapat pulih dan bekerja lebih optimal sehingga dapat terasa lebih berenergi.

2. Mendukung Fungsi Hati

Selanjutnya, proses detoks juga dapat mendukung fungsi dari organ hati yang terus menerus melakukan pembersihan zat bahaya dalam tubuh.

Dengan melakukan proses detoks, maka organ hati dapat bekerja lebih baik dan optimal sehingga dapat menjalankan fungsinya, yaitu proses metabolisme dan detoksifikasi secara efisien.

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, proses detoks juga dapat membantu menurunkan berat badan seseorang.

Hal ini dikarenakan proses ini mampu mengembalikan efisiensi fungsi organ usus dan hati, yang mengembalikan kemampuan tubuh untuk menyerap dan memanfaatkan nutrisi lebih maksimal.

4. Menyehatkan Kulit

Selain terjadi pada organ di dalam tubuh, proses detoks juga terjadi pada kulit dalam bentuk keringat.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa proses detoks yang dilakukan dalam jangka waktu panjang, memiliki risiko meningkatkan jumlah bakteri pada kulit serta membuatnya terinfeksi.

Jika dilakukan dengan tepat, detoksifikasi mampu membantu dalam mengatasi permasalahan dan mempercepat pemulihan kondisi kesehatan kulit.

5. Meningkatkan Fungsi Otak

Melakukan proses detoks juga dapat membantu dalam mempertajam fokus serta menjaga kejernihan mental dan secara keseluruhan dapat meningkatkan fungsi otak.

6. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Proses detoksifikasi juga dapat membantu dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh yang mulai menurun.

7. Mengurangi Peradangan

Toksin dan berbagai zat yang dapat merusak jaringan dalam tubuh juga mampu menimbulkan peradangan.

Dengan melakukan detoks, zat-zat tersebut dapat dikeluarkan dan berkurang sehingga mengurangi peradangan.

8. Menyeimbangkan Emosi

Kandungan racun dalam tubuh khususnya organ otak dapat mempengaruhi emosi dan cara seseorang menghadapi masalah.

Melakukan proses detoks dipercaya dapat meningkatkan kondisi mental dan emosional seseorang sehingga dapat melihat segala permasalahan lebih baik.

Cara Melakukan Detoksifikasi Alami

Agar dapat melakukannya dengan benar, berikut ini beberapa cara melakukan proses detoksifikasi secara alami:

1. Tidur yang Cukup

Mendapatkan tidur yang cukup serta berkualitas setiap malam menjadi salah satu syarat krusial guna memiliki proses detoksifikasi yang sukses.

Hal ini dikarenakan, ketika seseorang mendapatkan tidur yang cukup, organ otak dapat mengatur ulang serta membuang zat beracun yang menumpuk.

2. Batasi Asupan Gula

Cara selanjutnya adalah dengan membatasi asupan gula. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, mengonsumsi makanan dengan gula berlebih dapat memiliki efek samping bagi kesehatan tubuh khususnya dalam jangka panjang.

3. Mengonsumsi Makanan Kaya Antioksidan

Makanan antioksidan mampu membantu dalam mencegah serta mengurangi reaksi oksidasi yang dapat merusak sel tubuh akibat radikal bebas.

Mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian kaya antioksidan mampu mengurangi risiko penyakit. Beberapa di antaranya, termasuk:

  • Sayuran, seperti bayam, kale, dan brokoli mengandung klorofil yang memiliki kemampuan untuk mengikat racun dan membuangnya dari dalam tubuh.
  • Buah-buahan, seperti jeruk dan lemon mengandung vitamin c dan antioksidan yang mampu menjaga kesehatan hati dan berbagai sistem kekebalan tubuh.
  • Makanan tinggi serat, seperti oat dan chia seed mampu membantu dalam memperlancar pencernaan dan membersihkan organ usus.
  • Teh hijau, kandungan antioksidan di dalamnya yaitu kafein mampu membantu meningkatkan fungsi hati dan mempercepat proses detoks.

4. Mengonsumsi Makanan Kaya Probiotik

Mengonsumsi makanan kaya probiotik sejak dulu dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh, begitu pula efeknya dalam membantu proses detoks dalam tubuh.

Probiotik atau bakteri baik mampu menjaga kesehatan organ usus, dengan cara menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang memegang peranan penting dalam proses pembuangan racun dan kesehatan organ tubuh lainnya di dalam tubuh.

Makanan kaya probiotik juga dapat dengan mudah ditemukan di pasaran, seperti yoghurt, kimchi, kefir, tempe, acar, hingga tape.

5. Rutin Berolahraga

Selain menjaga kebugaran tubuh, rutin berolahraga juga dapat membantu proses detoksifikasi berjalan dengan lebih baik.

Seperti yang sudah di bahas sebelumnya, tubuh juga dapat mengeluarkan racun melalui keringat yang membuat berolahraga menjadi krusial.

Selain itu, berolahraga secara rutin juga dapat membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki fungsi organ detoks seperti hati dan ginjal, hingga meningkatkan sistem limfatik.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi seseorang untuk rutin berolahraga setidaknya 30 menit sehari ataupun melakukan olahraga berintensitas rendah setidaknya 150 sampai 300 menit seminggu.

6. Minum Air yang Cukup

Salah satu cara paling mudah untuk melakukan detoks secara alami adalah meminum air mineral yang cukup. Bukan hanya untuk mengatasi rasa haus, air juga dapat membantu dalam penyaringan racun dalam tubuh yang dikeluarkan melalui urine.

Selain itu, air mineral juga mampu membantu menjaga saluran pencernaan, mengatur suhu tubuh, hingga memperbaiki penyerapan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Dengan mengonsumsi setidaknya 8 gelas per hari atau sekitar 2 liter air setiap harinya, kamu dapat merasakan manfaatnya serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

7. Mengurangi Pengonsumsian Zat Beracun

Agar proses detoks dapat berjalan dengan lancar, mengurangi mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung zat beracun juga harus dilakukan, seperti:

  • Alkohol, yang mampu menghambat fungsi hati dan menyebabkan terjadinya penumpukan racun dalam tubuh.
  • Makanan olahan, yang mengandung banyak bahan kimia dan pengawet buatan yang sulit untuk dicerna dalam tubuh.
  • Gula berlebih, yang dapat menyebabkan inflamasi serta menambah beban kerja organ hati.
  • Kafein berlebihan, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu proses detoks.

Tanda Tubuh Memerlukan Detoksifikasi

Bagi para pembaca yang masih kebingungan kapan harus melakukan proses detoks, berikut ini beberapa indikator atau tanda bahwa tubuh memerlukannya, antara lain:

  • Tubuh terasa lelah, kurang fokus, dan tidak bersemangat
  • Berat badan mudah naik dan mengalami kesulitan untuk turun
  • Gangguan pencernaan, mulai dari mual, sembelit, perut kembung, hingga masuk angin
  • Rasa pusing secara tiba-tiba tanpa adanya sebab
  • Kesulitan tidur dan tidak dapat tidur nyenyak
  • Permasalahan kulit, seperti mudah berjerawat
  • Jadwal menstruasi terganggu dan menjadi tidak teratur bagi wanita
  • Perubahan suasana hati drastis

Nah, itulah pembahasan mengenai proses detoksifikasi yang saat ini populer di tengah masyarakat. Dengan berbagai manfaat yang bisa didapatkan, banyak orang yang tertarik untuk menjalankan program ini.

Walaupun begitu, manfaat yang dapat dirasakan datang dengan risikonya tersendiri. Oleh sebab itu, sebelum melakukannya harus melakukan penelitian dan pencarian informasi sebanyak-banyaknya atau bahkan berkonsultasi ke tenaga kesehatan.

Bagi pembaca yang memiliki riwayat penyakit tertentu, sangat penting untuk berhati-hati sebelum menjalankan program detoks karena risiko yang dapat dirasakan.

Dibandingkan hasil yang instan, mengubah pola hidup secara perlahan menjadi lebih sehat dapat menjadi solusi yang tepat. Selain, memiliki perlindungan kesehatan yang tepat seperti Perlindungan Kesehatan Prima juga dapat melindungi kamu dari risiko-risiko kesehatan yang mungkin datang.

Apa saja keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima?

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawat Rawat Inap atau Rawat Jalan
  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel