Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Syarat Donor Ginjal yang Harus Dipenuhi dan Risiko Menjadi Donor

Syarat Donor Ginjal yang Harus Dipenuhi dan Risiko Menjadi Donor

30 April 2025 | MyProtection News Jakarta

Terdapat beberapa persyaratan medis dan hukum yang harus dipenuhi untuk melakukan donor ginjal, mulai dari kondisi kesehatannya, hukum yang harus dipatuhi, hingga persetujuan medis berkaitan dengan prosedur yang akan dilakukan.

Sebagai salah satu organ tubuh dengan fungsi penting, yaitu menyaring racun dalam darah dan membuangnya melalui urine. Orang-orang dengan penyakit ginjal kronis pada umumnya memiliki dua pilihan utama sebagai langkah pengobatannya.

Pertama, melakukan dialisis atau cuci darah, di mana darah akan disaring oleh mesin maupun perut dengan bantuan tabung khusus, atau yang kedua adalah melakukan transplantasi atau donor ginjal yang sehat.

Untuk lebih memahami seputar donor atau transplantasi ginjal, mengapa seorang pasien harus melakukan transplantasi hingga syarat apa saja yang harus terpenuhi untuk melakukannya, simak selengkapnya di artikel ini!

Apa Itu Donor Ginjal?

apa itu donor ginjal

pexels

Donor atau transplantasi ginjal merupakan sebuah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan menempatkan ginjal yang sehat, baik dari donor yang masih hidup maupun sudah meninggal ke tubuh seseorang yang membutuhkan.

Hal ini dikarenakan ketika kemampuan menyaring organ ginjal seseorang sudah tidak dapat bekerja dengan baik, tingkat cairan serta limbah berbahaya dapat menumpuk di tubuh.

Seseorang akan membutuhkan transplantasi ginjal ketika ginjalnya telah kehilangan sekitar 90 persen kemampuannya yang dapat disebabkan beberapa penyebab umum penyakit ginjal tahap akhir, seperti:

  • Diabetes

  • Glomerulonefritis kronis atau peradangan dan jaringan parut pada filter kecil di dalam ginjal

  • Penyakit ginjal polikistik

Terdapat beberapa gejala yang gagal ginjal kronis stadium akhir yang dapat timbul pada seorang pasien, antara lain:

  • Kulit terlihat pucat dan kering

  • Rasa mual dan muntah

  • Rasa sesak napas

  • Bagian lengan, leher, kaki, sampai paru-paru mengalami pembengkakan

  • Sering mengalami penurunan kesadaran

  • Rasa gatal di sekujur tubuh

  • Nafsu makan menghilang

  • Sering mengalami kram otot

Macam Transplantasi Ginjal

Dalam melaksanakan prosedur pencakokan ginjal, macamnya dapat dibagi menjadi dua, berikut penjelasannya.

1. Deceased-donor kidney transplant

Macam pertama, yaitu deceased-donor kidney transplant yang merupakan prosedur transpantasi organ ginjal dari pendonor yang baru saja meninggal dunia.

Prosedur ini baru dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan atau izin dari keluarga maupun atas dasar keinginan dari pendonor ketika masih hidup.

2. Living-donor kidney transplant

Selanjutnya, living-donor kidney transplant yang merupakan prosedur transplantasi yang dilakukan dari salah satu organ ginjal pendorong yang masih hidup. Prosedur transplantasi ini yang saat ini dapat dilakukan di Indonesia.

Syarat Medis yang Harus Dipenuhi Pendonor Ginjal

Untuk menjadi pendonor ginjal, terdapat beberapa kriteria umum yang harus dipenuhi oleh seseorang, yaitu:

  • Berusia 18 hingga 60 tahun

  • Kondisi kesehatan tubuh secara fisik dan mental yang baik

  • Golongan darah yang sama dengan penerima donor

  • Tidak memiliki penyakit ginjal, seperti batu ginjal atau gagal ginjal

  • Tidak memiliki penyakit menular, seperti HIV/AIDS atau hepatitis

  • Tidak menderita penyakit kanker, paru, jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan elektrolit, serta gangguan pembekuan darah

  • Tidak merokok

  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang atau mengonsumsi alkohol

  • Memiliki berat badan ideal atau indeks massa tubuh < 30 kg/m2

  • Tidak dalam kondisi hamil

  • Belum pernah menerima transplantasi sebelumnya

  • Memiliki tekanan darah normal

  • Tidak memiliki penyakit auto imun

  • Tidak mengonsumsi obat-obatan secara rutin

  • Tidak mengalami penyakit pembuluh darah

Syarat Administratif yang Harus Dipenuhi Pendonor Ginjal

Selain syarat medis, terdapat syarat administratif yang harus dipenuhi pendonor ginjal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 38 Tahun 2016, yaitu:

  • Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki surat izin praktik atau SIP.

  • Berusia di atas 18 tahun yang harus dibuktikan melalui dokumen identitas seperti KTP, kartu keluarga, maupun akta kelahiran.

  • Memiliki alasan yang jelas untuk menyumbangkan organ tubuh ke penerima organ secara sukarela.

  • Mendapat persetujuan dari suami atau istri, anak yang sudah dewasa, orang tua kandung, maupun saudara kandung donor.

  • Membuat pernyataan bahwa pendonor memahami indikasi, kontraindikasi, risiko, prosedur transplantasi, panduan hidup pasca transplantasi, serta pernyataan persetujuannya.

  • Membuat pernyataan tidak melakukan penjualan organ maupun perjanjian khusus lain dengan pihak penerima organ.

Persiapan Donor Ginjal

Sebelum melakukan proses transplantasi ginjal, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan dan dipenuhi calon pendonor, seperti:

  • Pemeriksaan golongan darah untuk memastikan golongan darah antara pendonor dan penerima sama atau cocok.

  • Pemeriksaan crossmatch yang dilakukan dengan cara mencampurkan sampel darah pendonor dengan penerima untuk melihat reaksi kecocokan darah agar tidak ada antibodi yang dapat menyebabkan komplikasi atau kegagalan pada prosedur.

  • HLA typing yang dilakukan untuk melihat kecocokan penanda genetik tertentu antara pendonor dengan penerima.

  • Pemeriksaan darah lainnya, yang biasanya meliputi fungsi organ dan pemeriksaan serologis.

  • Pemeriksaan urine yang meliputi urinalisis, tes protein urine, mikroalbuminuria, serta perbandingan kreatinin yang digunakan untuk memastikan fungsi ginjal pendonor berfungsi dengan baik.

  • Foto rontgen dada

  • Pemeriksaan ginjal

  • EKG

  • Pemeriksaan fisik menyeluruh

Risiko Prosedur bagi Pendonor Ginjal

Terdapat beberapa risiko yang dapat dihadapi sebagai seorang pendonor ginjal, mulai dari hipertensi, gagal ginjal, dan berbagai efek samping pasca prosedur.

Berikut penjelasan lebih dalamnya berikut ini:

1. Risiko Jangka Panjang

Berikut ini beberapa risiko jangka panjang yang dapat timbul sebagai pendonor ginjal dan hidup dengan satu ginjal.

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi, hal ini dikarenakan hidup dengan satu ginjal dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi seseorang.

  • Gagal ginjal, walaupun jarang terjadi tetap adanya kemungkinan organ ginjal yang tersisa mengalami kerusakan ataupun mengalami gagal fungsi.

  • Proteinuria, di mana protein di dalam urine dapat menjadi indikasi awal terjadinya kerusakan pada organ ginjal.

  • Penyakit ginjal lainnya, di mana risiko terkena penyakit ginjal sebagai pendonor juga akan meningkat.

2. Risiko Operasi dan Pasca Operasi

  • Infeksi yang dapat terjadi baik selama operasi maupun pasca operasi sama seperti dengan berbagai prosedur lainnya.

  • Pendarahan selama maupun sesudah prosedur juga dapat terjadi dan berisiko berbahaya.

  • Gumpalan darah yang dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan serius pada ginjal hingga menyebabkan masalah pada tubuh atau bahkan kehilangan nyawa.

  • Komplikasi bedah yang dapat terjadi selama maupun sesudah operasi seperti pendarahan, infeksi, dan berbagai masalah terkait anestesi juga dapat membahayakan pendonor.

  • Efek samping obat yang digunakan untuk mencegah penolakan ginjal atau imunosupresan juga sering kali memiliki efek sampingnya tersendiri.

Risiko Kesehatan pada Donor Ginjal Hidup

Donor ginjal hidup masih penjadi prosedur pilihan terbaik bagi pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir yang dapat mengganti fungsi ginjal yang rusak tersebut.

Namun, sebagai donor ginjal hidup seseorang juga akan terpapar dengan berbagai risiko kesehatan serta berbagai aspek psikososial yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu biasa. Untuk lebih memahaminya, simak pembahasan berikut ini.

1. Risiko Gagal Ginjal Stadium Akhir

Sebagai pendonor ginjal hidup, salah satu risiko yang dihadapi adalah risiko gagal ginjal stadium akhir.

Menjalani nefrektomi atau prosedur bedah dengan mengangkat sebagian maupun seluruh ginjal bagi pendonor ginjal hidup dapat mengalami penurunan akut laju filtrasi glomerulus atau LFG hingga 25 sampai 40%. Walaupun begitu, fenomena tersebut dengan risiko gagal ginjal masih diperdebatkan.

Berdasarkan data dari 96.217 donor ginjal hidup serta partisipan sehat di Amerika Serikat menunjukkan bahwa insidensi kumulatif penyakit ginjal stadium akhir pada 15 tahun terakhir menunjukkan angka sebesar 30,8 per 10.000 dibandingkan dengan partisipan sehat dengan angka 3,9 per 10.000.

2. Risiko Pembedahan pada Donor Ginjal Hidup

Risiko kematian serta komplikasi setelah operasi pada donor ginjal hidup memiliki angka yang sangat rendah. Hal ini juga ditunjukkan berdasarkan penelitian yang melibatkan 80.347 donor di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa tingkat kematian dalam periode 90 hari setelah nefrektomi adalah 3,1 per 10.000.

Pada studi lain menggunakan data dari 98 rumah sakit pendidikan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa komplikasi pasca nefrektomi pada donor ginjal hidup terjadi pada 16,8% pasien yang meliputi masalah gastrointestinal (4,4%), pendarahan (3%), masalah pernapasan (2,5%), serta komplikasi terkait pembedahan maupun anestesi (2,4%).

3. Risiko Pengaruh Usia Donor dan Resipien

Berbagai penelitian juga dilakukan guna mengurangi risiko bagi donor ginjal hidup serta meningkatkan hasil yang diharapkan setelah prosedur dilakukan.

Salah satu faktor penting yang dipertimbangkan dalam melakukan prosedur donor ginjal adalah memeriksa kecocokan usia antara donor dengan resipien. Aslam et al juga mengungkapkan bahwa kesesuaian usia antara donor dan resipien juga dapat mendukung kelangsungan hidup pasien dan organ yang dicangkokkan.

Pada penelitian retrospektif, Aslam et al mempelajari hasil transplantasi ginjal dari donor hidup berdasarkan usia donor dengan resipien. Donor dan penerima dikelompokkan ke dalam kategori usia muda dengan usia di bawah 50 tahun dan usia tua dengan usia di atas 50 tahun.

Berdasarkan 347 prosedur donasi ginjal hidup, ditemukan bahwa kelompok donor usia muda dengan penerima usia tua memiliki proporsi penerima yang merokok sebanyak 53,6% dan hepatitis C sebanyak 5,5% namun lama masa rawat lebih pendek, yaitu 5,3 hari.

Kelompok donor usia tua dengan penerima usia muda memiliki lama masa rawat terpanjang, yaitu 7,4 hari, namun masa iskemik dingin lebih pendek, yaitu 2,3 jam.

Tidak ada perbedaan signifikan terkait penundaan fungsi cangkok antar kelompok. Perbedaan tingkat komplikasi yang signifikan terlihat pada kejadian pendarahan dalam 30 hari yang paling tinggi ditemukan pada kelompok donor usia tua dengan penerima usia tua, yaitu 7,7%.

4. Risiko Preeklampsia pada Wanita Donor Ginjal

Risiko preeklampsia dan hipertensi selama kehamilan pada wanita yang menjadi donor ginjal hidup adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkan.

Studi kohort retrospektif di tahun 2015 yang melibatkan 85 wanita donor ginjal serta 510 wanita non-donor ginjal menemukan bahwa risiko preeklampsia dan hipertensi selama kehamilan meningkat 2,4 kali lipat pada wanita donor ginjal.

Pada studi kohor yang dilakukan pada tahun 2019 dan melibatkan 59 wanita donor ginjal juga ditemukan bahwa adanya kecenderungan peningkatan risiko preeklampsia atau eklampsia pada donor ginjal, walaupun tidak signifikan secara statistik.

Namun, pada donor ginjal yang berusia kurang atau sama dengan 30 tahun, risiko preeklampsia atau eklampsia dilaporkan meningkat 4 kali lipat.

Sebaliknya, studi kohor retrospektif lain pada tahun 2018 yang melibatkan 225 donor dengan 426 kehamilan menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terkait hipertensi, preeklampsia, maupun luaran komposit.

5. Luaran Psikososial Pasca Donasi Ginjal

Perubahan kualitas hidup dan risiko finansial merupakan dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan oleh donor ginjal hidup. Rodrigue et al juga mengungkapkan dalam sebuah studi bahwa donor ginjal hidup melaporkan perubahan minimal terkait mood, citra diri, kekhawatiran tentang gagal ginjal, kepuasan hidup, serta stabilitas keputusan hingga dua tahun setelah berdonasi.

Di mana, hasil tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol sehat non-donor.

Secara khusus, jumlah kasus secara khusus juga relatif cukup rendah dengan angka gangguan mood 16%, kekhawatiran gagal ginjal 21%, citra diri 13%, hingga ketidakpuasan hidup 10%.

Meskipun donasi ginjal hidup sering dianggap sebagai prosedur yang tidak memerlukan biaya khusus, donor tetap dapat mengalami risiko finansial. Biaya yang dikeluarkan oleh calon donor ginjal hidup dapat mencakup biaya langsung dan tidak langsung dari proses donasi, seperti biaya perjalanan, obat-obatan, kehilangan waktu kerja, dan biaya untuk tanggungan.

Data di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 92% donor ginjal hidup mengeluarkan biaya langsung sebesar US$ 433, dan hampir sepertiga donor mengalami kehilangan pendapatan pada tahun pertama setelah donasi sebesar US$ 2712.

Penelitian serupa di Kanada melaporkan bahwa 98% donor ginjal hidup mengeluarkan biaya rata-rata sebesar US$ 1254, dan sebanyak 20% donor mengalami kehilangan pendapatan hingga US$ 5534.

Selain itu, aspek psikososial juga memainkan peran penting dalam kesejahteraan donor ginjal hidup. Donor mungkin mengalami perubahan dalam hubungan sosial dan dukungan emosional setelah donasi.

Beberapa donor melaporkan peningkatan rasa kepuasan dan makna hidup karena telah membantu orang lain, sementara yang lain mungkin merasa cemas atau khawatir tentang kesehatan mereka di masa depan.

Penting bagi calon donor untuk mendapatkan konseling dan dukungan yang memadai sebelum dan setelah prosedur untuk memastikan bahwa mereka siap secara emosional dan psikologis.

Di sisi lain, risiko finansial yang dihadapi oleh donor ginjal hidup tidak hanya terbatas pada biaya langsung dan kehilangan pendapatan.

Donor juga mungkin menghadapi biaya tambahan yang tidak terduga, seperti biaya medis yang tidak ditanggung oleh asuransi, biaya perawatan jangka panjang, dan biaya untuk mengatasi komplikasi yang mungkin timbul setelah donasi.

Oleh karena itu, penting bagi calon donor untuk mempertimbangkan semua aspek finansial sebelum memutuskan untuk mendonorkan ginjal mereka.

Secara keseluruhan, meskipun donasi ginjal hidup dapat memberikan manfaat besar bagi penerima, calon donor harus mempertimbangkan dengan cermat semua risiko dan dampak yang mungkin terjadi, baik dari segi kesehatan fisik, psikososial, maupun finansial.

Dukungan yang memadai dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan sangat penting untuk membantu donor menghadapi tantangan yang mungkin timbul setelah donasi.

Nah, itulah penjelasan seputar donor ginjal yang harus kamu ketahui, mulai dari apa yang dimaksud dengan transplantasi, syarat, hingga berbagai risiko yang dapat timbul dari prosedur tersebut.

Penting untuk melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu ketika ingin berobat maupun melakukan prosedur apapun. Asuransi kesehatan hadir sebagai langkah preventif yang dapat kamu gunakan untuk membantu melindungi finansial dan memastikan akses ke perawatan kesehatan yang dibutuhkan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi kesehatan juga dapat dilihat melalui data dari AAJI atau Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia di mana sepanjang tahun 2024, klaim asuransi naik 16,4% secara tahunan menjadi Rp 24,18 triliun.

Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa asuransi kesehatan sebagai langkah preventif baik sebagai perlindungan finansial maupun kesehatan juga sangatlah krusial untuk dipahami.

MyProtection hadir memberikan perlindungan kesehatan terbaik bagi kamu dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima melalui Perlindungan Kesehatan Prima.

Berikut ini beberapa keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima yang harus kamu ketahui:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima ya memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap maupun Rawat Jalan.

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 11/05/2020
Alternatif Makanan Untuk Cegah Kolestrol Selama Puasa

Jakarta, 11 Mei 2020 - MyProtection News

Setelah menahan lapar seharian, waktu berbuka merupakan momen yang dinantikan bagi yang menjalankan puasa. Momen berbuka bisa dimanfaatkan untuk menjalin kebersamaan dan menjaga silaturahmi. Apalagi ditambahkan makanan nikmat yang siap mengisi kekosongan perut.

Walaupun sedang berpuasa, Anda tetap harus memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Jika makan sembarangan, malah kesehatan tubuh bisa terancam. Untuk mejaga kadar kolestrol tetap aman dan jantung tetap sehat, Anda bisa mengonsumsi beberapa alternative makanan berikut ini.

Buka Puasa

Saat berbuka puasa, jangan lupa diawali dengan meminum segelas air putih & konsumsi buah seperti kurma yang bisa membantu menaikan gula darah setelah seharian berpuasa. Anda juga bisa mengganti kurma dengan buah segar lainnya yang mengandung gula seperti timun suri, melon, dan semangkan.

Kurangi makan gorengan yang bisa meningkatkan kalori & kadar kolestrol dalam tubuh. Konsumsi dalam jumlah kecil tentunya tak masalah. Jangan lupa mengonsumsi makanan bernutrisi lainnya.

Sahur

Ketika sahur, Anda bisa menggantikan asupan karbohidrat dari nasi putih dengan nasi merah atau roti gandum agar tubuh merasa kenyang lebih lama. Selain itu, disarankan agar Anda mengonsumsi sayur dan buah yang kaya serat agar sistem pencernaan tetap lancer selama puasa. Kurangi mengolah makanan dengan cara digoreng dalam minyak sehingga kadar kolestrol tetap aman.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 29/09/2025
18 Makanan Khas Tasikmalaya yang Wajib Dicoba Wisatawan!

Makanan Khas Tasikmalaya - Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri karena banyaknya pesantren maupun lembaga pendidikan Islam juga menjadi salah satu destinasi wisata kuliner para wisatawan.

Makanan khas Tasikmalaya yang unik dapat menjadi daya tariknya tersendiri, seperti nasi tutug oncom yang menggunakan bahan dasar oncom, hingga makanan ringan seperti wajit, citruk, opak, dan masih banyak lagi.

Apa saja makanan khas Tasikmalaya yang wajib kamu coba dan menjadi ciri khas yang banyak diminati wisatawan? Simak di sini!

18 Makanan Khas Tasikmalaya yang Wajib Dicoba Wisatawan!

Berikut ini beberapa makanan khas Tasikmalaya yang dapat menjadi rekomendasi ketika kamu berkunjung atau berwisata:

1. Nasi Cikur

nasi cikur makanan khas tasikmalaya

https://www.harapanrakyat.com/

Pertama, nasi cikur yang menjadi salah satu hidangan nasi khas Tasikmalaya yang dikenal karena bumbu yang digunakannya.

Nasi cikur menggunakan kencur sebagai bumbu utamanya yang memberikan rasa dan aroma khas pada hidangan ini. Selain itu, penggunaan kencur juga memberikan warna merah kecokelatan yang unik.

Umumnya, makanan khas Tasikmalaya ini disajikan dengan berbagai lauk, seperti telur dadar, ayam goreng, tahu, tempe, lalapan, hingga sambal.

Nasi Cikur biasanya dapat ditemukan di berbagai warung makan di area Dadaha, Tasikmalaya dan menjadi pilihan sarapan pagi bagi para warga lokal.

2. Kolontong

kolontong makanan khas tasikmalaya

Istimewa, lupalibur.com

Makanan khas Tasikmalaya berikutnya adalah kolontong yang merupakan camilan yang sering dijadikan oleh-oleh khas para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.

Menggunakan bahan dasar beras ketan yang diolah dengan cara digoreng maupun disangrai dan kemudian dilapisi gula merah, kolontong menawarkan rasa manis dengan tekstur renyah yang unik.

Selain rasanya yang enak, kolontong juga menyimpan nilai budaya dan tradisi di dalamnya. Di mana dalam banyak kesempatan, kolontong dijadikan simbol keramahan dan rasa syukur masyarakat melalui acara adat maupun perayaan.

Mengikuti perkembangan zaman, variasi kolontong yang ditawarkan saat ini juga semakin beragam, mulai dair rasa coklat, keju, hingga pandan yang dapat menarik minat konsumen.

3. Soto Ayam Pataruman

Soto Ayam Pataruman

https://kabartasikmalaya.pikiran-rakyat.com/

Soto ayam di Indonesia sangat-lah beragam dan berbeda di setiap daerah, begitu pula dengan Soto Ayam Pataruman khas Tasikmalaya yang menjadi favorit banyak penduduk lokal.

Seperti namanya, soto ini berasal dari Jalan Pataruman yang ada di Kota Tasikmalaya dengan ciri khas topping telur muda serta rasa rempah yang kuat.

Kuliner ini sudah ada sejak tahun 1960an dan biasanya dilengkapi dengan daging ayam kampung suwir, ati ampela, telur, ceker, daun bawang, dan kedelai goreng.

4. Rengginang

rengginang makanan khas tasikmalaya

sajiansedap.com

Kuliner khas Tasikmalaya selanjutnya yang tak kalah populer adalah rengginang yang bukan hanya mudah ditemukan dan menjadi makanan khas Jawa Barat, namun juga di beberapa kota khususnya mendekati lebaran.

Rengginang terbuat dari beras ketan ataupun singkong yang diolah secara tradisional memberikan tekstur renyah serta rasa gurih yang khas.

Umumnya, proses pembuatan rengginang melibatkan perendaman serta fermentasi bahan bakunya, yaitu beras ketan yang kemudian dijemur dan akhirnya digoreng yang memberikan rasa renyah.

Makanan ringan ini juga mudah disimpan dan relatif tahan lama yang membuatnya pas untuk dijadikan oleh-oleh khas Tasikmalaya oleh para wisatawan.

5. Kupat Tahu Khas Tasikmalaya

https://budaya-indonesia.org/

Selanjutnya, kupat tahu khas Tasikmalaya yang dikenal dengan bumbu kacangnya yang khas ditambah daun bawang dan sambal yang kemudian dihidangkan dengan ketupat, tahu goreng, dan taoge.

Salah satu varian yang dikenal banyak warga Tasikmalaya adalah Kupat Tahu Singaparna yang memiliki rasa familiar dengan ciri khas rasa bumbu kacang yang kaya dan gurih. Ada pula Kupat Tahu Mangunreja yang memiliki ciri khas bumbu kacang yang ditumbuk kasar.

6. Citruk

Makanan khas Tasikmalaya selanjutnya adalah citruk yang terbuat dari tepung kanji dan terigu yang dikenal karena kerenyahan dan rasanya yang khas.

Citruk yang merupakan singkatan dari aci ngagetruk yang berasal dari bahasa Sunda memiliki bentuk bundar pipih seperti pecahan uang koin yang dengan campuran rempah alami serta rasa gurih hingga pedas.

Sering dijadikan camilan, Citruk juga dapat ditemukan di berbagai tempat wisata maupun perbelanjaan oleh-oleh khas Tasikmalaya untuk dijadikan buah tangan oleh wisatawan.

7. Godeblag

Godeblag yang merupakan camilan berbahan dasar singkong yang dibuat ke bentuk bundar secara tipis menawarkan rasa gurih, renyah, dan asin.

Selain dapat dimakan secara langsung, camilan ini juga sering disajikan bersamaan dengan bakso, bubur, hingga pecel sebagai pendamping.

Godeblag dapat ditemukan di berbagai pasar tradisional maupun daerah Manojaya yang dikenal sebagai daerah penghasil Godeblag.

Karena proses pembuatannya yang cukup rumit, penjualnya sendiri tidak banyak. Di mana, dalam prosesnya memerlukan ketelatenan, dari mulai pencetakan hingga pemarutan.

8. Es Bojong

Es bojong yang merupakan minuman khas Tasikmalaya yang biasanya disajikan saat berbuka puasa umumnya berisikan berbagai buah-buahan, kelapa muda, tape ketan, dan campuran sirop yang menjadikannya sempurna diminum saat cuaca panas.

Seperti namanya, es bojong berasal dari Kampung Bojong, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya yang dulunya di jual dengan cara berkeliling dan terkenal di kalangan masyarakat Tasikmalaya.

9. Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya

Kuliner khas Tasikmalaya selanjutnya adalah nasi tutug oncom yang juga cukup dikenal banyak orang. Makanan khas yang menggunakan bahan dasar nasi dan oncom yang digoreng maupun dibakar yang kemudian dicampur dan disajikan dalam keadaan hangat.

Kata tutug yang dalam bahasa Sunda berarti tumbuk merepresentasikan proses pengolahannya, di mana oncom ditumbuk hingga menjadi butiran yang kemudian dijemur di bawah sinar matahari.

Nasi tutug oncom dipercaya sudah ada sejak tahun 1940an dan menjadi santapan masyarakat kelas bawah di masa pemerintahan Orde Baru karena adanya kesulitan ekonomi yang membuat mereka tidak mampu membeli beras.

Walaupun begitu, saat ini nasi tutug oncom juga menjadi menu favorit banyak orang dan bukan hanya masyarakat Sunda saja. Menu ini dapat kamu temukan dengan mudah di berbagai restoran khas Sunda.

Umumnya disajikan secara hangat dan dibungkus daun pisang yang memberikan aroma khas serta lauk pauk lengkap seperti ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, telur dadar, sambal hingga lalapan.

10. Pecel Oranye

Pecel oranye khas Tasikmalaya sedikit berbeda dari pecel pada umumnya dan sudah ada sejak tahun 1923 yang didirikan oleh Ibu Supinah sejak masa penjajahan Belanda

Sayuran yang digunakan pada pecel oranye adalah kol, kacang panjang, taoge, dan banyak lagi yang membuatnya mirip dengan karedok.

Bumbu kacang yang digunakannya sendiri juga unik dan memiliki ciri khasnya tersendiri, yaitu proses pembuatannya yang menggunakan blender yang membuat teksturnya halus dan kaya rasa.

11. Bubur Ayam Kalektoran Zenal

Selanjutnya, Bubur Ayam Kalektoran H. Zenal yang terkenal karena kelezatannya dan cita rasa khas yang mampu membangkitkan selera.

Memiliki tekstur yang lembut dan kental, bubur ayam khas Tasikmalaya ini biasanya disajikan dengan pelengkap ayam yang empuk serta berbagai topping seperti cakwe, telur, daun bawang, hingga kerupuk.

Selain bubur ayam, restoran ini juga menawarkan menu tambahan, yaitu sate ayam bumbu kacang hingga mie ayam yang juga dapat menjadi menu pelengkap ketika menyantap Bubur Ayam Kalektoran H. Zenal.

12. Kue Aci

Salah satu oleh-oleh khas Tasikmalaya dengan cita rasa khas yang tidak boleh para wisatawan lewatkan juga adalah kue aci khas Tasikmalaya.

Kue kering ini menggunakan bahan bakar tepung tapioka atau aci, gula, mentega, dan telur yang memberikan tekstur kenyal dan lembut di dalamnya.

Salah satu yang paling banyak digemari para wisatawan adalah Kue Aci Karya Ayu yang menawarkan berbagai jenis varian, mulai dari cokelat, susu, hingga kelapa yang dapat kamu pilih sesuai selera.

13. Wajit

Wajit, camilan tradisional khas Tasikmalaya yang memiliki bentuk kecil yang menggunakan gula aren atau gula merah sebagai bahan utamanya.

Proses pembuatan Wajit juga cukup sederhana, di mana prosesnya dimulai dengan mencampurkan gula merah dan kelapa yang kemudian digabungkan beras ketan dan dimasak bersama di atas api tungku hingga matang.

Camilan tradisional ini juga sudah ada sejak abad ke-15 Masehi yang dibuktikan melalui naskah Sunda kuno Sanghyang Siksakandang Karesian yang menyebutkan wajit sebagai makanan manis.

Dulunya, wajit hanya boleh dimakan oleh kalangan menak dan orang Belanda karena bahan utamanya yaitu beras ketan sulit untuk didapatkan yang menjadikannya makanan mewah.

Namun, seiring perkembangan zaman pembuat camilan ini semakin banyak hingga saat ini wajit dapat dengan mudah ditemui dalam acara umum.

Walaupun proses pembuatannya sederhana, agar berhasil membuat camilan ini membutuhkan kesabaran dari pembuatnya.

Mulai dari proses perendaman beras ketan yang memakan waktu 2 hingga 3 jam, pengukusan, hingga sesekali penyiraman menggunakan air panas.

Selain itu, proses pemasakan santan, gula merah, hingga kelapa parut juga membutuhkan proses yang cukup panjang. Setelah jadi, adonan juga harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dapat dipotong dan dibungkus kecil-kecil menggunakan daun jagung.

14. Comet

Comet yang menjadi singkatan dari oncom saemet merupakan makanan ringan khas Tasikmalaya yang menggunakan bahan dasar singkong.

Menyerupai comro, comet menggunakan bahan yang sama yaitu perpaduan antara singkong dan oncom yang menjadi salah satu camilan populer khususnya di kalangan masyarakat Sunda hingga oleh-oleh khas Tasikmalaya.

Proses pembuatannya juga relatif sederhana, di mana singkong sebagai bahan utama diparut dan dibumbui sebagai adonan. Setelah itu, proses pembentukan di mulai dengan cara mengambil adonan sebesar kelereng yang kemudian dipipihkan dan baru diberikan oncom di atasnya.

Setelah itu, adonan sudah siap untuk digoreng tanpa menambahkan apa-apa lagi. Hasilnya, comet akan terasa sedikit keras namun tetap renyah karena tidak menggunakan campuran bahan lain.

15. Sambal Goang

Sebagai orang Indonesia, pastinya banyak orang menyukai makanan pedas atau sambal-sambalan.

Sambal Goang merupakan sambal khas Tasikmalaya yang memiliki cita rasa pedas dilengkapi aroma khas yang menjadi favorit para warga lokal.

Dibuat dari campuran cabai rawit yang memberikan tingkat kepedasan, bawang putih, garam, hingga kencur, sambal goang memiliki cita rasa yang seimbang antara pedas dan aromatik yang disukai para pecinta sambal.

Umumnya, sambal goang dibuat secara tradisional di mana masih memanfaatkan ulekan yang mampu mengeluarkan minyak alami di tiap sendokkan sambalnya serta membedakannya dengan jenis sambal lainnya.

16. Kemplang

Kemplang khas Tasikmalaya yang terbuat dari perpaduan antara adonan beras ketan dan kelapa.

Sekilas menyerupai kolontong dan opak, kemplang memiliki tekstur yang lebih renyah serta cita rasa khas dari kelapa yang memberikan rasa gurih.

Selain dapat dimakan secara langsung, kemplang juga sering kali disajikan dengan makanan berkuah, seperti soto maupun bakso sebagai pelengkap.

17. Keripik Sukun

Seperti namanya, keripik sukun merupakan keripik yang dibuat menggunakan bahan utama yaitu buah sukun. Saat ini sendiri, keripik sukun juga sudah sulit ditemukan karena langkanya pohon sukun.

Memiliki bentuk seperti buah nangka, buah sukun memiliki ukuran kecil dan berbentuk bulat yang memiliki rasa hambar dengan getah yang pahit.

Untuk membuat keripik sukun, pertama-tama buah yang ada di iris tipis terlebih dahulu yang kemudian dicuci hingga getah yang ada hilang.

Setelah bersih, irisan buah sukun kemudian dijemur dan baru digoreng hingga mendapatkan tekstur renyah seperti yang diketahui banyak orang.

Untuk memberikan rasa, keripik sukun juga dapat diberikan bumbu yang meningkatkan cita rasanya. Dapat ditemukan dalam kemasan praktis, camilan ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan oleh-oleh khas Tasikmalaya.

18. Kalua Jeruk

Kalua jeruk atau manisan jeruk juga menjadi salah satu camilan khas Tasikmalaya yang dibuat menggunakan bahan dasar kulit jeruk bali yang diolah menggunakan proses perebusan dan pemberian rasa.

Untuk membuatnya kulit jeruk yang telah dipisahkan kemudian dicuci bersih dan setelah itu baru direndam ke dalam cairan kapur sirih semalaman.

Setelah selesai, selanjutnya kulit jeruk tersebut direbus dengan campuran air gula, pewarna, dan perasa yang diinginkan. Kemudian, kulit jeruk tersebut dijemur hingga kering setidaknya 2 hari.

Perasa yang digunakan sendiri bisa beragam, mulai dari durian, stroberi, jeruk, dan masih banyak lagi yang dapat disesuaikan takarannya sesuai selera masing-masing.

Nah, itulah beberapa rekomendasi makanan khas Tasikmalaya yang wajib kamu coba jika ingin merasakan cita rasa khas yang digemari warga lokal.

Walaupun sudah dapat dengan mudah ditemukan di berbagai restoran, menu-menu ini pastinya lebih enak jika di makan langsung di kota asalnya. Agar perjalananmu tetap terlindungi, jangan lupa gunakan MyTravel Protection Domestic untuk seluruh perjalanan domestikmu untuk pengalaman #AmanNyaman.

Dapatkan perlindungan diri dan keluarga dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, penundaan atau delay dan lainnya. Perlindungan 24 jam selama periode asuransi, yang berarti selama perjalanan dan bukan hanya saat di dalam pesawat, kereta api, atau bus saja.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 28/01/2020
Kunyit Bantu Atasi Nyeri PMS!

Jakarta, 28 Januari 2020 - MyProtection News

Sindrom pra-menstruasi atau sering disebut dengan PMS merupakan gejala yang dirasakan perempuan 1 – 2 minggu sebelum ia mengalami haid. Perubahan dalam tubuh ini bersifat hormonal. Efek yang dirasakan selama PMS pun beragam seperti perubahan mood, nafsu makan bertambah, nyeri pada bagian tubuh tertentu. Tingkat nyeri yang dirasakan pun beragam, mulai dari ringan hingga berat.

Sedari dulu, kunyit dianjurkan untuk diminum untuk mengatasi nyeri saat PMS maupun haid. Ternyata, berdasarkan penelitian, curcumin atau kunyit memang membantu mengatasi nyeri PMS, lho!

Menurut peneliti, terdapat kaitan antara konsumsi kunyit dengan pengurangan gejala PMS seperti perubahan suasana hati, kelelahan, cemas, sakit kepala, kram, dan lemas. Wah, ternyata rempah yang satu ini punya manfaat berlimpah lho, Sahabat MyProtection!

Untuk mengatasi nyeri PMS, maka Anda dianjurkan mengonsumsi kunyit tujuh hari sebelum memasuki masa menstruasi dan tiga hari setelah menstruasi selesai. Dosis yang dianjurkan adalah dua kali sehari. Anda bisa mengonsumsi suplemen curcumin sebanyak 200mg curcumin per hari.

Selamat mencoba!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel