Hi, Sahabat MyProtection!
Kita semua tahu kesehatan itu mahal harganya. Terlebih lagi, jika Anda atau anggota keluarga sakit dan memerlukan penanganan medis yang cukup serius. Sakit akan makin terasa mahal jika Anda tidak terproteksi dengan asuransi kesehatan.
Makanya, ada Perlindungan Kesehatan Prima yang siap menjaga Anda dan keluarga kapanpun dimanapun. Nikmati fitur asuransi kesehatan online yang memudahkan Anda untuk berobat & klaim. Premi mulai dari Rp 2,5 jutaan/tahun dan manfaat hingga Rp 200 juta/tahun/Tertanggung!
Lewat Perlindungan Kesehatan Prima, Anda dan keluarga bisa menikmati fitur berikut ini:
Nikmati juga DISKON 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima khusus April 2021 dengan kode promo: EKSTRA10. Informasi lebih lanjut hubungi cs@myprotection.id atau 0804 133 8888 atau klik di bawah ini!
*Syarat dan Ketentuan:
Pertolongan pertama pada kecelakaan merupakan suatu hal yang harus diketahui oleh semua orang. Hal ini dikarenakan seberapapun kamu merasa aman, sebuah kecelakaan terutama yang terjadi di lalu lintas selalu memiliki resikonya tersendiri.
Hal ini juga dapat dibuktikan melalui tingginya angka kecelakaan, dengan angka hingga 103.645 kasus setiam jamnya disertai angka kematian yang mengikutinya.
Oleh sebab itu, menjadi sangat penting untuk mengetahui pertolongan pertama saat terjadinya kecelakaan. Simak selengkapnya disini!

pexels
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau P3K merupakan tindakan bantuan yang diberikan sebagai bentuk perawatan yang sifatnya sementara sebelum menerima tindakan medis lanjut.
Untuk memastikan apa yang dilakukan sudah tepat dan memberikan kesempatan lebih besar untuk menyelamatkan korban, simak selengkapnya langkah-langkah P3K, sebagai berikut.
Pertama, adalah melakukan observasi keadaan sekitar. Hal ini dilakukan guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan penyebab kecelakaan tersebut.
Bukan cuma itu, dengan memastikan kondisi sekitar yang aman, maka kamu dapat menjamin bahwa langkah pertolongan pertama pada kecelakaan yang akan kamu lakukan akan lebih efisien.
Cari segala hal yang mungkin dapat membahayakan diri dan korban, seperti tanda kebakaran, puing-puing yang mungkin jatuh, atau bahkan tindak kekerasan.
Kondisi yang kondusif dapat membantu kamu untuk fokus memberikan tindakan darurat guna meminimalisir cedera parah atau bahkan menyelamatkan nyawa korban.
Selanjutnya, pastikan korban tidak dikeremuni dan memiliki ruang terbuka yang cukup agar mereka merasa nyaman serta mampu bernapsa dan mendapatkan oksigen dengan nyaman.
Sambil menunggu pertolongan lanjutan, disarankan juga untuk tidak meninggalkan korban yang mengalami cedera serta menenangkannya.
Pertolongan pertama pada kecelakaan selanjutnya adalah memeriksa keadaan korban. Apakah korban masih sadar atau dalam kondisi pingsan.
Jika korban kehilangan kesadaran apakah ada tanda cedera parah di bagian tubuhnya, jika tidak ada maka kamu dapat mencoba membangunkannya dengan menepuk bagian pundak atau memberi wewangian menyengat ke hidungnya. Contohnya, minyak kayu putih.
Selanjutnya, memeriksa jalur pernapasan sang korban. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara mendekatkan jari ke bawah lubang hidung.
Tujuan dari langkah pertolongan pertama pada kecelakaan ini adalah memastikan apakah korban masih bernapas atau tidak.
Langkah pertolongan pertama pada kecelakaan berikutnya adalah melakukan kompresi dada untuk memberikan bantuan pernapasan jika korban tidak sadarkan diri.
Untuk melakukannya dengan benar, pertama-tama posisikan tumit tangan di bagian dada korban dan siap-siap mengambil posisi untuk menekan dada korban.
Tumit tangan kiri membuka di bagian atas dada, sedangkan jari di tangan kanan digunakan untuk mengunci dan memberikan tekanan disaat proses kompresi dilakukan.
Jika kompresi dada tidak membuat kondisi korban membaik, segera hubungi IGD Rumah Sakit terdekat agar korban segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Ceritakan kronologi kejadian secara singkat, kondisi korban, serta lokasi tempat terjadinya kecelakaan secara detail agar petugas medis dapat memberikan penanganan terbaik.
Selanjutnya, pastikan untuk memeriksa apakah korban memiliki luka akibat kecelakaan ataupun mengalami pendarahan.
Jika cedera korban dalam kondisi parah, seperti patah tulang, maka akan lebih baik untuk tidak menggerakkan atau memindahkan korban dan membiarkannya di posisi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah kondisi cedera korban menjadi lebih parah.
Jika kamu memiliki pengetahuan serta kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama, kamu dapat melakukan pengobatan untuk mencegah keadaan korban semakin parah.
Namun, jika kamu tidak memiliki kemampuan tersebut, akan lebih baik untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat membahayakan korban. Balutlah luka korban menggunakan kain atau perban untuk mencegah terjadinya gerakan tak terduka.
Jika korban merupakan pengendara motor, pastikan untuk melepaskan helmnya secara perlahan agar telinganya tidak tersangkut. Dengan melepaskan helm, kamu juga dapat dengan mudah mengecek pernapasan serta kondisi korban.
Indikasi bahwa kondisi korban dalam bahaya adalah adanya pendarahan di bagian kepala maupun mulut. Oleh sebab itu, sangat penting untuk segera menghentikan pendarahannya, ikuti langkah-langkah berikut.
Pertama, berlutut di samping korban.
Jika terjadi pendarahan, tekan serta tutup luka tersebut agar pendarahan dapat segera dihentikan dan korban tidak kehilangan lebih banyak darah.
Membalut luka menggunakan kain bersih jika tidak memiliki perban.
Memastikan korban berada di posisi yang nyaman dan tenang.
Jika seseorang baru saja mengalami kecelakaan, pada umumnya mereka akan berada di situasi syok. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengenali dan memberikan penanganan yang tepat.
Simak langkah-langkah menangani syok pasca kecelakaan, berikut ini:
Melonggarkan ikat pinggang.
Menelentangkan korban di alas yang rata, kemudian menaikkan kaki kurang lebih 30 cm.
Memastikan korban tetap hangat untuk mencegah dan menghindari hipotermia
Jangan memberikan cairan pada korban jika sedang tidak sadar yang dapat membuatnya tersedak.
Jangan melepaskan tusukan yang ada pada bagian tubuh korban karena dapat menyebabkan infeksi.

pexels
Pertolongan pertama pada kecelakaan atau P3K merupakan serangkaian tindakan darurat yang diberikan dengan tujuan pertolongan awal bagi korban kecelakaan yang mengalami luka atau cedera sebelum nantinya mendapatkan bantuan medis secara profesional.
Memiliki keterampilan P3K sendiri mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta rasa percaya diri jika dihadang dengan situasi darurat tertentu dimanapun. Berikut ini 3 prinsip dasar P3K yang harus kamu ketahui, antara lain:
Pertama, pertolongan pertama harus bisa dilakukan dengan sikap tenang dan sigap. Hal ini dikarenakan jika seseorang panik maka dapat memperburuk situasi dan keadaan.
Kedua, mampu melakukan penilaian cepat. Hal ini berlaku untuk menilai kondisi korban dengan tepat secara cepat dan menentukan langkah-langkah apa saja yang harus diambil.
Ketiga, sebelum membantu korban kamu juga memastikan keamanan serta keselamatan diri sendiri. Oleh sebab itu, hindari situasi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan diri dan korban.
Dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat sendiri, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan berdasarkan kondisi korban. Berikut ini upaya pertolongan pertama berdasarkan kondisi korban.
Berdasarkan situs Medical News Today, berikut setiap langkah yang harus dilakukan untuk menolong korban yang pingsan atau tidak sadarkan diri, antara lain:
Pertama, cek tingkat kesadaran korban dengan menanyakan keadaan korban menggunakan suara yang kencang dan jelas.
Jika korban tidak merespon, goyangkan tubuhnya secara perlahan. Hindari menggoyangkan tubuh korban jika terlihat memiliki cedera berat seperti patang tulang di tubuhnya.
Perhatikan juga pernapasan korban, apakah menunjukkan tanda gangguan pernapasan seperti sesak napas maupun bunyi saat mengambil napas.
Memeriksa denyut nadi maupun detak jantung korban.
Pendarahan juga menjadi salah satu kondisi yang paling sering ditemui pada korban kecelakaan. Jika korban mengalami pendarahan, maka harus segera dihentikan.
Tanda-tanda pendarahan berat sendiri dapat dilihat melalui indikasi-indikasi seperti, wajah memucat, tubuh terasa dingin, berkeringat, susah bernapas, hingga detak jantung melemah.
Berikut langkah tindakan yang tepat untuk menangani korban pendarahan yang tepat:
Mencari sumber luka pendarahan korban.
Memeriksa dan memastikan apakah ada benda yang menancap pada luka korban dan menyebabkan pendarahan.
Jika bersih, berikan tekanan pada bagian luka menggunakan kapas serta perban.
Jika ada benda menancap, jangan mencoba untuk mengeluarkannya. Tapi, beri tekanan di area sekitar luka agar pendarahannya dapat berhenti.
Jangan mencuci luka korban yang dapat menyebabkan melambatnya proses pembekuan darah.
Memeriksa apakah ada bagian tubuh yang putus.
Jika ada, bagian tubuh yang putus tersebut dibungkus menggunakan plastik serta berikan es di plastik tersebut jika ada.
Berikan plastik tersebut kepada petugas medis atau petanggung jawab yang membawa korban tersebut ke rumah sakit.
Jika kecelakaan yang dialami korban berkaitan dengan benda panas atau api, pada umumnya mereka akan memiliki luka bakar. Menurut situs NHS, terdapat beberapa langkah dalam penanganan luka bakar, berikut ini
Jika proses pembakaran masih terjadi pada korban, segera hentikan hal tersebut. Entah mengeluarkan korban dari lokasi, memadamkan api, hingga menjauhkan diri dari sumbernya sambil menjaga keselamatan diri.
Melepaskan pakaian serta perhiasan yang ada di sekitar luka bakar. Namun, jika benda tersebut sudah menempel di luka bakar, jangan coba untuk dilepaskan karena dapat menyebabkan luka yang lebih besar.
Mendinginkan luka bakar menggunakan air dingin mengalir secepat mungkin setidaknya selama 20 menit. Hindari penggunaan air es, es batu, maupun krim yang mengandung minyak seperti mentega.
Menjaga suhu tubuh korban agar tetap hangat, dapat menggunakan selimut atau jenis kain lainnya, tapi hindari menutup bagian luka bakarnya. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah hiportemia, terutama jika bagian luka bakarnya luas sehingga banyak area tubuh yang terkena air dingin.
Menutup luka bakar selonggar mungkin jika sudah selesai didinginkan menggunakan plastik ataupun kain bersih.
Mengatasi rasa sakit luka bakar menggunakan parasetamol maupun ibuprofen.
Terkilir, keseleo hingga patah tulang juga seringkali terjadi saat kecelakaan. Oleh sebab itu, kamu juga harus tahu cara penanganannya yang tepat.
Untuk menangani luka terkilir dan keseleo, terdapat metode R.I.C.E. yang dapat dilakukan berdasarkan situs Health Link BC. Simak langkah-langkahnya:
R atau Rest yaitu, mengistirahatkan serta melindungi area yang terkilir serta keseleo.
I atau Ice yaitu, menempelkan air es di bagian yang terkilir dan keseleo. Air es mampu mengurangi rasa sakit serta pembengkakan yang terjadi.
C atau Compression yaitu, membalut bagian yang terkilir dan keseleo menggunakan perban elastis yang dapat membantu mencegah pembengkakan menjadi semakin besar, namun pastikan jangan terlalu ketat.
E atau Elevate yaitu, mengangkat bagian tubuh yang terkilir setara ketinggian jantung untuk mengurangi proses pembengkakan yang terjadi.
Namun, perhatikan juga jika korban tidak dapat menggerakkan bagian tubuh yang terluka, maka ada kemungkinan besar bahwa korban mengalami patah tulang.
Jika begitu, maka jangan memaksakan korban untuk mencoba menggerakkan bagian tubuh tersebut karena dapat memperburuk kondisinya. Pastikan korban berada di posisi yang tetap hingga adanya bantuan medis.
Untuk tetap siap dalam segala keadaan dan mampu memberikan pertolongan ke diri sendiri maupun orang lain, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan agar kotak P3K yang kamu miliki efisien.
Saat ini sendiri, kamu dapat membeli kotak P3K beserta isinya dengan mudah melalui apotek terdekat atau membuatnya sendiri dengan daftar isi berikut, simak selengkapnya.
Plester luka
Perban perekat dengan berbagai ukuran berbeda
Perban rol dengan berbagai ukuran berbeda
Kain kasa gulung serta steril
Peniti
Sarung tangan lateks
Tisu antiseptik
Larutan disinfektan untuk luka
Salep antibiotik
Gunting
Pinset
Termometer
Obat-obatan dasar, seperti antinyeri, pereda gatal, obat flu serta batuk, obat tetes mata, dan sebagainya.
Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, bukan hanya di jalan raya namun juga di tempat kerja kecelakaan bukanlah sesuatu yang dapat diduga. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja:
Kondisi peralatan yang tidak dijaga dengan baik atau dirawat dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Berikut ini faktor-faktornya, antara lain:
Kondisi mesin yang kurang memadai, tidak di rawat, usang dapat menimbulkan potensi adanya penyebab kecelakaan kerja.
Posisi mesin yang kurang strategis juga dapat mempengaruhi dan menjadi faktor terjadinya kecelakaan kerja karena dapat membahayakan proses kerja dari para karyawan.
Rancangan alat, rancangan mesin, maupun peralatan yang kurang baik juga dapat menyebabkan kecelakaan, seperti minim cover atau pelindung mesin tersebut.
Kecelakaan kerja sendiri juga dapat disebabkan oleh ulah seorang manusia. Oleh sebab itu, memiliki kompetensi serta penyuluhan yang layak kepada para pekerja menjadi penting untuk mengedukasikan bagaimana cara kerja mesin itu sendiri dan menjaga keselamatan diri seseorang.
Seperti contohnya, menggunakan pelindung diri yang ada sesuai aturan dan regulasi, seperti helm, masker, sarung tangan, hingga sepatu yang sesuai untuk melindungi diri dari bahaya.
Kecelakaan kerja juga dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar yang ada. Seperti contohnya, lokasi kerja yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar, keselamatan kerja, kebisingan, suhu udara, hingga penerangan yang kurang memadai dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja.
Nah, itulah langkah-langkah pertolongan pertama pada kecelakaan yang harus dilakukan. Jika sahabat MyProtection mengalami kecelakaan atau berada di sekitar lokasi kecelakaan yang baru saja terjadi tetaplah tenang dan tidak panik.
Jika ingin membantu atau menolong disaat kecelakaan kerja, pastikan memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dan jika tidak lebih baik tidak mendekati korban agar orang-orang yang dapat membantu memiliki ruang yang cukup serta korban tidak merasa dikerumuni.
Kecelakaan sendiri bukanlah sesuatu yang diinginkan setiap orang. Namun, kejadian ini bukanlah sesuatu yang direncanakan dan mungkin saja terjadi oleh siapapun.
Agar kamu tetap terlindungi, sangat penting untuk memiliki asuransi yang dapat membantu baik dari segi penanganan maupun finansial.
Asuransi Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi asuransi kesehatan online terbaik bagi individu maupun keluarga dengan manfaa rawat inap, bedah dan rawat jalan.
Kamu juga akan mendapat fitur Saldo Prima untuk membeli obat, vitamin, masker & hand sanitizer tanpa resep dokter. Semoga informasi di atas bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Generasi sandwich, istilah yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat dan menjadi fenomena di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.
Sandwich generation sendiri sering kali dikaitkan dengan seorang anak di dalam sebuah keluarga yang harus menghidupi orang tua, keluarga, hingga anak-anaknya di waktu bersamaan.
Karena itu, mereka sering kali memiliki banyak tekanan secara psikis yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas di tahun 2022, sandwich generation di Indonesia menyentuh angka 67 persen atau sekitar 56.000.000 jiwa penduduk usia produktif.
Oleh sebab itu, sandwich generation telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi di tengah masyarakat saat ini. Untuk memahami lebih mendalam terkait apa yang dimaksud dengan generasi ini, dalam artikel ini kita akan bahas mendalam seputar generasi sandwich. Simak informasinya!
Generasi sandwich merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya, termasuk orang tua, diri sendiri, hingga anaknya.
Sandwich generation merupakan sebuah istilah yang pertama kali dibuat oleh Dorothy A. Miller, profesor asal Kentucky University, dalam bukunya Social Work di tahun 1981.
Menurutnya fenomena ini dapat dianalogikan sebagai sebuah roti sandwich, di mana orang tua dan anak disebut sebagai roti lapisan atas dan bawah dengan orang yang berada di posisi generasi sandwich sebagai isi atau daging roti tersebut yang terhimpit di antara dua roti tersebut.
(instagram: katadatacoid)
Generasi sandwich sendiri sangat umum dan sering terjadi di Indonesia. Di mana, berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS di tahun 2017, terdapat 77,82 persen keluarga yang mengalami fenomena ini dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menopang kehidupannya sendiri melalui investasi atau uang pensiun.
Selain itu, data juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lansia memilih tinggal bersama anak, menantu, dan cucu di satu rumah yang sama.
Dan hanya 20 persen lansia yang tinggal dengan pasangannya. Sedangkan 9 persen usia lansia memutuskan hidup sendiri dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Sandwich Generation sendiri dapat dibagi ke tiga tipe, yang terdiri dari traditional sandwich generation, club sandwich generation, dan open-faced generation. Apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.
Tipe yang pertama merupakan golongan yang umum terjadi dalam masyarakat. Lingkup keuangan dari generasi sandwich tradisional mencakup tanggung jawab finansial terhadap orang tua yang sudah lanjut usia, pasangan, dan anak-anak mereka.
Individu yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus mengelola keuangan untuk tiga generasi sekaligus, yang bisa menjadi beban yang cukup berat.
Besar kemungkinan orang yang termasuk dalam jenis ini akan mewariskan status ini kepada anak-anak mereka.
Hal ini terjadi karena anak-anak mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana orang tua mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar.
Akibatnya, mereka mungkin merasa berkewajiban untuk melakukan hal yang sama ketika mereka dewasa nanti.
Dengan demikian, mereka terjebak dalam rantai ini, yang bisa berlanjut dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan keluarga.
Selain itu, tekanan finansial yang dihadapi oleh generasi sandwich ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan.
Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mencari cara untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan mencari dukungan jika diperlukan, agar tidak terus-menerus terjebak dalam siklus yang sama.
Beban yang ditanggung oleh tipe club sandwich generation jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tipe traditional sandwich generation.
Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keuangan anak-anak dan orang tua mereka, tetapi juga harus menanggung biaya hidup kakek dan nenek mereka.
Hal ini membuat tekanan finansial yang mereka hadapi menjadi lebih berat dan kompleks. Jenis ini biasanya berasal dari keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama atau saling bergantung satu sama lain.
Dalam situasi ini, anggota keluarga dari berbagai usia hidup bersama di bawah satu atap atau dalam jaringan dukungan yang sangat erat.
Mereka harus mengelola kebutuhan finansial yang beragam, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan orang tua, hingga kebutuhan sehari-hari kakek-nenek.
Selain itu, club sandwich generation sering kali harus menghadapi tantangan tambahan seperti biaya perawatan kesehatan yang tinggi untuk anggota keluarga yang lebih tua, serta kebutuhan untuk menyediakan dukungan emosional dan fisik.
Mereka mungkin harus mengorbankan waktu pribadi dan karier mereka untuk memastikan semua anggota keluarga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Tekanan ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari cara untuk mengelola stres dan mencari dukungan dari luar, seperti bantuan profesional atau komunitas yang memahami situasi mereka.
Dengan demikian, mereka dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi mereka.
Yang terakhir, tipe open-faced sandwich generation, yang merupakan jenis generasi sandwich yang unik. Generasi ini terdiri dari individu yang sudah berpasangan, tetapi belum memiliki anak.
Meskipun mereka belum memiliki tanggungan anak-anak, mereka tetap memiliki tanggung jawab finansial yang signifikan. Tanggungan keuangan utama mereka, selain untuk kebutuhan keluarga inti mereka sendiri, adalah orang tua mereka.
Mereka harus memastikan bahwa orang tua mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan, baik dari segi finansial maupun emosional.
Ini bisa mencakup biaya perawatan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan mungkin juga biaya perawatan jangka panjang jika orang tua mereka memerlukan bantuan tambahan.
Meskipun beban finansial mereka mungkin tidak seberat generasi sandwich lainnya yang harus mengurus anak-anak dan kakek nenek, open-faced sandwich generation tetap menghadapi tantangan tersendiri.
Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan pasangan dan orang tua mereka, sambil juga mempersiapkan masa depan mereka sendiri, termasuk perencanaan keuangan untuk kemungkinan memiliki anak di masa depan.
Selain itu, mereka juga harus mengelola waktu dan energi mereka dengan bijak, karena mereka mungkin harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, dan orang tua.
Tekanan ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik mereka, sehingga penting bagi mereka untuk mencari dukungan dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola tanggung jawab ini dengan lebih efektif.
Dengan demikian, meskipun open-faced sandwich generation mungkin tampak memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sandwich generation lainnya, mereka tetap menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan strategi yang baik untuk mengelola tanggung jawab mereka.

https://ldfebui.org/sandwich-generation-adalah-keniscayaan-bagi-orang-indonesia/
Setelah memahami dan mengetahui lebih dalam terkait pengertian sandwich generation, berikut ini dampak negatif yang dapat dialami seseorang yang mengalami fenomena ini.
Dampak pertama yang dapat dirasakan seseorang di posisi generasi sandwich adalah memiliki tingkat stres yang tinggi.
Hal ini dapat terjadi karena orang tersebut akan selalu memiliki rasa khawatir akan kondisi finansial dan bagaimana cara membiayai dan memberi makan keluarganya.
Dengan begitu, penghasilan yang didapatkan tidak dapat ditabung atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, semua pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anaknya yang dijadikan prioritas hidupnya.
Kelelahan fisik dan mental atau yang disebut juga sebagai burnout juga bisa terjadi dari stres terus menerus yang berkepanjangan, ditambah beban di tempat kerja, sehingga seseorang yang berada di posisi tersebut terus menerus merasa lelah secara fisik dan mental.
Stres yang terus menerus juga memiliki dampak besar bagi tubuh, mulai dari penyakit fisik seperti pusing, kelelahan, hingga kebotakan dini. Maupun penyakit mental seperti depresi hingga panic attack.
Perasaan tidak puas dan merasa bersalah juga sering kali dialami oleh orang yang berada di posisi sandwich generation. Rasa bersalah muncul pada seseorang jika mengalami kegagalan atau tidak mencapai suatu tujuan.
Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa ia ada di posisi dengan tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, kegagalan tidak boleh terjadi karena dapat berpotensi mengurangi sumber penghasilan dan mengurangi peluangnya dalam perkembangan karier.
Walaupun begitu, seseorang di posisi generasi sandwich sering kali tidak akan pernah merasa puas walau sudah sukses dan cemerlang dalam karier.
Salah satu alasannya adalah perasaan rasa takut akan kondisi finansial yang belum stabil. Karena ia akan memiliki ketakutan terus menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarganya yang membuat mereka tertekan terus menerus yang dapat membuatnya stres serta depresi.
Perasaan khawatir dapat dengan mudah muncul pada seseorang yang berada di posisi sandwich generation terutama jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencananya.
Seperti contohnya, jika ada pengeluaran mendadak yang tidak terduga seperti orang tua dan anak-anak sakit sehingga harus mengeluarkan biaya besar.
Di mana, kondisi keuangan yang pas-pasan yang dapat menimbulkan rasa cemas dan khawatir untuk memilih keputusan yang tepat.
Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan memiliki perlindungan secara finansial, asuransi Perlindungan Kesehatan Prima bisa menjadi solusi yang dapat memberikan perlindungan kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat bagi individu dan keluarga.
Terdapat berbagai keuntungan yang dimiliki produk Perlindungan Kesehatan Prima:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Kemunculan banyaknya generasi sandwich sendiri bukan tanpa penyebab, terdapat beberapa faktor yang membuat sandwich generation terjadi, seperti:
Penyebab pertama terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk mengatur kondisi finansial yang baik.
Hal ini dapat disebabkan karena seseorang yang tidak mempersiapkan tabungan untuk masa depan atau ketika pensiun sehingga tidak lagi memiliki cadangan dana di saat hal darurat atau tak terduga terjadi.
Itulah sebabnya ketika orang tersebut pada akhirnya pensiun, mereka tidak lagi memiliki simpanan dana yang cukup untuk menghidupi dirinya sendiri dan harus bergantung dengan orang lain, seperti anaknya yang menyebabkan terjadinya sandwich generation.
Faktor kedua yang dapat menyebabkan seseorang terjebak di generasi sandwich adalah kebiasaan menghabiskan uang untuk barang-barang tidak penting.
Hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak mampu menetapkan prioritas finansial yang harus didahulukan dan terus menerus membeli barang yang kurang bermanfaat untuk hiburan semata dibandingkan dengan barang yang diperlukan.
Salah satu permasalahan yang dihadapi banyak negara berkembang adalah banyaknya kasus generasi sandwich generation yang harus segera diberantas.
Hal ini dikarenakan banyak pihak keluarga yang menganggap bahwa seorang anggota keluarga yang bekerja keras untuk menghidupi kehidupan anggota keluarga lainnya merupakan sesuatu hal yang wajar dan lumrah.
Kejadian inilah yang membuat anak-anak di keluarga yang melihat hal ini menjadi berpikir bahwa fenomena ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan pada akhirnya menirukan sikap tersebut ke anak-anaknya kelak saat mereka tua.

pexels
Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan sandwich generation, berikut ini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi risikonya agar terhindar dari fenomena tersebut. Simak cara meminimalisir risiko generasi sandwich berikut ini.
Pertama, memonitor pengeluaran dan pemasukan saat membeli kebutuhan dasar maupun kebutuhan lainnya guna memonitor pengeluaran serta mencatat pemasukan yang didapatkan.
Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan yang ada, kamu dapat dengan mudah memonitor finansial dengan lebih baik dan mengurangi pengeluaran yang dianggap kurang penting dan berlebihan kedepannya.
Agar memiliki tambahan penghasilan, kamu juga dapat mencari sumber penghasilan lain sehingga tidak mengandalkan satu sumber saja.
Salah satunya contohnya adalah membuat bisnis sampingan maupun memulai berinvestasi yang dapat bermanfaat sebagai dana tambahan jika suatu saat dibutuhkan untuk keperluan mendadak.
Langkah selanjutnya bagi sahabat MyProtection yang sedang terjebak di fenomena sandwich generation adalah mampu berbagi beban dengan orang lain atau kerabat dan jangan menanggung semuanya sendiri.
Kamu dapat berbagi beban dengan kerabat mulai dari saudara kandung maupun anggota keluarga lainnya. Dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka beban finansial yang dipikul akan berkurang.
Nah, itulah penjelasan seputar generasi sandwich yang saat ini sering kali menjadi topik perbincangan di Indonesia sebagai negara berkembang. Banyak orang yang terjebak di posisi ini sedang berjuang untuk keluar dari keadaan tersebut.
Seperti yang dibahas di atas juga terdapat cara-cara yang dapat dijalankan guna meminimalisir risiko sahabat MyProtection terjebak di sandwich generation ini. Salah satunya adalah lebih bijak dalam membeli barang.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli perlindungan asuransi yang tepat sebagai langkah perencanaan keuangan yang lebih baik. Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi tepat bagi kamu maupun keluarga agar tetap merasa aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 13 Juli 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Bagaimana kegiatan Anda selama menjalani new normal? Walaupun saat ini Anda diperbolehkan untuk beraktivitas di luar rumah dengan batasan tertentu, jangan lupa bahwa kita masih berjuang melawan pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, selain jaga jarak dan jaga kebersihan ada 1 hal lagi yang perlu dijaga. Keakuratan penyebaran informasi seputar COVID-19 penting untuk dijaga! Setaip harinya kita terpapar banyak informasi baru. Sebelum kita mempercayai atau menyebarkan berita soal COVID-19, Anda bisa cek fakta dan mitos seputar virus ini agar tidak keliru!
Fakta! Menurut World Health Organization, Anda bisa melepas masker saat berolahraga. Menggunakan masker saat berolahraga bisa menyebabkan masker menjadi lembap akibat keringat dan membuat napas menjadi tak nyaman. Selain itu, keringat pada masker bisa memicu pertumbuhan kuman.
Hanya saja, Anda wajib menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain saat berolahraga. Apalagi jika Anda tidak menggunakan masker.
Semua orang diwajibkan untuk menggunakan masker dengan pengecualian anak-anak berusia di bawah 2 tahun, individu dengan gangguan pernapasan akut, dan individu dengan kebutuhan khusus. Bayi serta anak balita juga tidak disarankan untuk menggunakan face shield yang terbuat dari plastik. Jika Anda memiliki anak kecil, maka disarankan untuk menjauhi kerumunan serta tempat umum.
Dikutip dari CDC, Anda bisa menggunakan face shield jika Anda petugas kesehatan atau harus bertemu dan berada di tengah orang banyak. Namun, face shield tidak bisa menggantikan penggunaan masker. Jika Anda tidak ingin menggunakan masker, maka face shield harus menutupi hingga ke bawah dagu dan sisi samping wajah.
Jangan lupa face shield sekali pakai harus segera dibuang setelah digunakan. Sedangkan face shield yang bisa digunakan kembali harus disemprot disinfektan secara berkala.
Mengonsumsi alkohol atau menyemprotkan alkohol tidak bisa membunuh dan mencegah penyebaran virus. Sebaliknya, konsumsi alkohol dan menyemprotkan alkohol ke seluruh tubuh bisa berbahaya. Terutama jika alkohol mengenai bagian sensitif seperti mata dan mulut. Jika Anda ingin menggunakan alkohol, cukup gunakan hand sanitizer untuk telapak tangan.
Pengecekan suhu tubuh tidak bisa menjadi indicator seseorang positif terjangkit virus COVID-19. Demam bisa disebabkan oleh banyak faktor. Selain itu, penderita COVID-19 pun belum tentu menunjukkan gejala seperti demam. Untuk memastikan seseorang positif terjangkit COVID-19, dibutuhkan tes di laboratorium.
Namun, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Jika Anda merasa demam, batuk, pilek, dan tidak enak badan maka sebaiknya Anda beristirahat di rumah, konsumsi obat yang sesuai, dan Anda juga bisa memanfaatkan fitur online doctor consultation dari asuransi kesehatan MyProtection. Sehingga Anda bisa berobat dari rumah dan obat dari resep dokter pun bisa diantarkan ke depan pintu rumah Anda!
Salam,
Sahabat MyProtection