Workplace accidents can be triggered by many factors, which is why companies need to understand their root causes. At the same time, employees themselves should also be aware of these risks.
In many cases, accidents occur due to negligence or a lack of attention to things that are often considered minor or unimportant. In reality, these issues can be crucial for both employee safety and overall productivity.
In this article, we’ll take a closer look at the three main causes of workplace accidents: environmental factors, human factors, and equipment-related factors. Keep reading to learn more and find out how to prevent them effectively!
Jakarta, 14 Januari 2020 - MyProtection News
Kabar baik untuk Anda yang ingin berlibur ke Uni Emirat Arab, karena pemerintah Uni Emirat Arab mengeluarkan kebijakan bebas visa selama lima tahun bagi para turis mancanegara. Kabarnya, rencana tersebut akan dijalankan mulai pertengahan tahun 2020.
Dilansir dalam CNN Indonesia, Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum melalui cuitan di akun Twitter pribadinya. Sebelumnya, pemerintah Uni Emirat Arab juga memberlakukan pembebasan visa bagi turis asing berusia di bawah 18 tahun, lho!
Kebijakan ini sengaja diberlakukan untuk meningkatkan volume pariwisata dari turis mancanegara. Namun, belum diinformasikan apakah akan terdapat kenaikan biaya administrasi untuk pembuatan visa ini.
Nah, apakah Anda juga tertarik untuk mengunjungi negara-negara eksotis di Timur Tengah? Jika iya, maka tidak ada salahnya mulai mempersiapkan keberangkatan Anda mulai dari sekarang. Jangan lupa untuk memperlengkapi diri maupun keluarga dengan perlindungan ekstra dari MyTravel International. Sehingga perjalanan ke luar negeri hingga kembali pulang ke rumah selalu aman dan nyaman. Anda bisa mendapatkan fasilitas seperti penggantian biaya kehilangan barang, penggantian kerugian akibat penundaan jam terbang pesawat, hingga jaminan biaya jika Anda sakit saat bepergian ke luar negeri.
Selamat berlibur dengan aman dan nyaman!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 16 April 2020 - MyProtection News
Udara yang segar memang dibutuhkan bagi semua orang. Selain pernapasan menjadi lancar, produktivitas dan suasana hati pun bisa meningkat. Salah satu hal yang bisa membantu membersihkan udara adalah tanaman.
Selain punya banyak manfaat, Anda pun bisa menghias rumah dengan berbagai jenis tanaman. Merapikan taman dan menanam pohon bisa jadi ide aktivitas Anda selama karantina diri di rumah. Berikut ini 5 tanaman yang bantu menyaring udara di rumah.
Manfaat lidah buaya tentunya tidak diragukan lagi untuk kulit, rambut, hingga makanan menyehatkan. Ternyata, lidah buaya bisa membantu membersihkan udara kotor di rumah. Letakan lidah buaya di taman atau dekat dengan jendela yang terkena paparan sinar matahari. Sehingga tanaman bisa berfotosintesis dengan baik.
Tumbuhan berdaun agak tajam satu ini punya fungsi anti-polutan. Lidah mertua akan menyerap polusi yang ada dan menggantinya dengan oksigen. Menurut penelitian, lidah mertua bisa membantu menyaring polutan berbahaya seperti formaldehyde, xylene, benzene, toluene, dan trichloroethylene. Perawatannya pun tergolong mudah karena tak perlu sering disiraam air.
Bukan hanya berpenampilan elok, lili paris atau spider plants juga punya kemampuan untuk membersihkan udara dengan baik. Selain itu, ukurannya yang relatif kecil membuat tanaman ini mudah diletakan di sekitar rumah. Contohnya digantung dengan pot, diletakan di atas meja, atau depan jendela rumah.
Peace lily sering kali digunakan untuk mendekorasi rumah karena keelokan penampilan bunganya. Namun, tahukah Anda peace lily juga bisa menyaring udara, mengurangi spora jamur di udara serta menghambat pertumbuhan jamur di kamar mandi.
Dilansir dalam BHG, bunga krisan merupakan salah satu penyaring udara terbaik. Bunganya yang indah dan berwarna-warni memang tak semudah 4 tanaman di atas untuk dirawat. Tanaman satu ini juga bisa dikonsumsi dalam bentuk teh. Teh krisan digadang memiliki manfaat untuk membuat saraf menjadi rileks dan meningkatkan imunitas tubuh.
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 6 Maret 2020 - MyProtection News
Dilansir dari CNN, Ikatan Dokter Indonesia atau IDI meminta masyarakat tak perlu panik berlebihan akibat wabah Corona baru atau SARS Cov-19. IDI menyatakan bahwa kemungkinan pasien penderita corona untuk sembuh bisa mencapai angka 97%. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tak perlu sampai menimbun masker atau sembako.
Dokter Erlina Burhan dari IDI juga berpendapat bahwa penyakit akibat virus corona berbeda dengan virus flu burung yang memakan banyak korban jiwa. Pun selain virus corona, ada penyakit lain yang memiliki tingkat fatalitas lebih besar dan perlu diberikan perhatian juga.
WHO menunjukkan data tingkat kematian akibat corona kini berada di titik 3,4 persen. Sedangkan dari 95.784 kasus corona, 56% di antaranya atau lebih dari setengah total pengidap virus corona dinyatakan sembuh.
Dokter Erlina menambahkan bahwa virus corona ada self-limiting disease, artinya virus bisa mati dengan sendirinya selama imun tubuh bekerja dengan maksimal. Oleh karena itu, walaupun belum ditemukan obat atau antivirus untuk mengatasi corona, pasien positif corona akan diberikan perawatan terapi simtomatik dan suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pengidap virus corona yang telah sembuh pun tidak bisa menularkan virus lagi kepada orang yang sehat.
Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Caranya adalah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, makan makanan sehat, berolahraga rutin, minum vitamin jika perlu, menghindari kontak dengan pasien tertular virus, dan tidak merokok atau mengonsumsi alcohol.
Semoga Anda sehat selalu!
Salam,
Sahabat MyProtection