Surat keterangan kesehatan sering kali menjadi syarat resmi bagi beberapa perusahaan yang mengharuskan para karyawannya untuk memenuhi regulasi yang cukup ketat berkaitan dengan riwayat kesehatan dan keamanan.
Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan sehat bagi semua karyawan agar mampu menjalankan pekerjaannya dengan rasa aman dan nyaman.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai surat keterangan kesehatan, sahabat MyProtection dapat membaca informasi di bawah ini mulai dari pengertian, jenis, hingga contoh suratnya! Semoga bermanfaat!

Surat keterangan kesehatan adalah dokumen resmi yang berisi pernyataan dari dokter mengenai kondisi kesehatan seseorang setelah menjalani pemeriksaan fisik dan mental.
Dokumen ini biasanya mencakup informasi tentang status kesehatan umum, termasuk adanya atau tidak adanya penyakit tertentu, serta kemampuan fisik dan mental individu tersebut.
Surat keterangan sehat ini sering kali menjadi persyaratan wajib ketika seseorang ingin melamar pekerjaan, mendaftar ke institusi pendidikan, atau mengikuti kegiatan tertentu yang memerlukan bukti kesehatan.
Selain itu, surat ini juga bisa dibutuhkan untuk keperluan administratif lainnya, seperti pengurusan visa atau asuransi.
Dokumen ini hanya dapat diterbitkan oleh tenaga medis yang memiliki izin praktik resmi, seperti dokter atau bidan.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan, seseorang harus menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas medis yang diakui, seperti klinik kesehatan, puskesmas, atau rumah sakit.
Pemeriksaan ini biasanya meliputi pengecekan tekanan darah, tes darah, pemeriksaan fisik umum, dan evaluasi kesehatan mental.
Dengan memiliki surat keterangan kesehatan, seseorang dapat membuktikan bahwa mereka dalam kondisi sehat dan mampu menjalani aktivitas yang diinginkan atau diperlukan.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa individu tersebut tidak memiliki kondisi kesehatan yang dapat mengganggu kinerja atau aktivitas yang akan dijalani.
Pada umumnya, surat keterangan sehat menjadi salah satu pembuktian bagi perusahaan bahwa calon karyawan yang akan bergabung berada dalam kondisi yang sehat, baik secara fisik maupun mental.
Dengan adanya surat keterangan sehat ini juga, perusahaan juga dapat mengetahui riwayat kesehatan apa saja yang dimiliki pelamar serta penyakit yang diderita oleh calon karyawan tersebut.
Hasil dari check-up tersebut nantinya akan digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi dan pertimbangan bagi divisi human resources untuk menentukan apakah pelamar cocok untuk posisi yang dilamar atau tidak.
Fungsinya yang penting tersebut, membuat banyak perusahaan yang mewajibkan para calon karyawan untuk melalui medical check-up terlebih dahulu dan menyerahkan hasilnya tersebut sebelum dapat bergabung menjadi karyawan di perusahaan mereka.
Surat keterangan sehat sendiri sering kali dijadikan acuan bagi perusahaan untuk menentukan apakah calon pekerja cocok untuk posisi yang dilamarnya tersebut. Selain itu, terdapat fungsi-fungsi penting lainnya dari surat keterangan sehat, seperti:
Fungsi pertama dan yang paling umum dari surat keterangan sehat adalah sebagai bagian atau regulasi dari proses pendaftaran maupun lamaran kerja.
Baik ketika kamu melamar ke dalam sebuah perusahaan, sekolah, maupun universitas yang biasanya mewajibkan kamu untuk mengikuti serangkaian tes kesehatan tersebut.
Kedua, memastikan kelancaran proses kerja. Hal ini dikarenakan, pada beberapa pekerjaan membutuhkan dan menuntut para pekerjanya untuk berada dalam kondisi fisik yang prima.
Oleh sebab itu, surat keterangan sehat ini menjadi penting guna memastikan bahwa sang pelamar mampu memenuhi kriteria kesehatan yang ada sehingga kendala yang mungkin terjadi diminimalkan.
Surat keterangan sehat sendiri juga terkadang digunakan untuk syarat melakukan perjalanan tertentu.
Biasanya, jika kamu bepergian ke tempat atau wilayah yang memiliki risiko kesehatan tinggi serta terdapat kondisi kesehatan khusus, seperti contohnya pandemi yang mengharuskan seseorang dalam keadaan prima untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkompromi.
Selanjutnya, surat ini juga biasanya digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti berbagai kegiatan, seperti lomba, aktivitas luar ruangan, maupun olahraga ekstrem.
Tujuan surat ini juga untuk memastikan bahwa seseorang dalam keadaan prima dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Bukan hanya untuk pekerjaan maupun perjalanan, surat keterangan sehat juga dapat digunakan ketika seseorang ingin mengklaim asuransi maupun menjadi dokumen pendukung ketika seseorang ingin mengajukan polis ke asuransi kesehatan tertentu.
Jenis surat keterangan sehat sendiri secara umum dapat dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu surat keterangan sehat jasmani dan surat keterangan sehat rohani yang memiliki perbedaan sebagai berikut.
Pertama, surat keterangan sehat jasmani biasanya berisikan pernyataan dokter terkait kondisi fisik seseorang, apakah sehat dan mampu mengikuti berbagai kegiatan dengan baik atau tidak.
Pernyataan tersebut biasanya diperoleh setelah sahabat MyProtection menjalani berbagai pemeriksaan fisik yang telah distandardisasi.
Selanjutnya, surat keterangan sehat rohani atau mental berkaitan dengan pernyataan dari dokter yang menyatakan bahwa seseorang berada dalam kondisi mental yang baik dan sehat.
Agar dapat mendapatkan surat keterangan sehat ini, seseorang harus melewati pemeriksaan kejiwaan dengan dokter spesialis, dan dari situ kita baru dapat mengetahui apakah orang tersebut memiliki gejala gangguan kejiwaan atau penyakit mental.
Pada umumnya, prosedur untuk mendapatkan surat keterangan sehat sendiri meliputi serangkaian tes penting yang harus dijalani, seperti:
Pemeriksaan kesehatan umum meliputi pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, serta suhu tubuh.
Tujuan dari prosedur ini adalah memastikan kondisi fisik secara umum apakah orang tersebut dalam keadaan stabil dan sehat.
Rincian yang pada umumnya dilakukan di tahap ini sendiri meliputi beberapa pertanyaan, seperti:
Keluhan kesehatan yang mungkin dialami oleh pasien
Riwayat kesehatan pasien, seperti gangguan kesehatan yang pernah di derita baru-baru ini maupun di masa lalu
Riwayat operasi yang pernah dilakukan pasien
Obat-obatan atau vitamin yang dikonsumsi
Reaksi alergi atas obat atau makanan tertentu
Riwayat kesehatan di keluarga
Gaya hidup pasien sehari-hari
Selain itu, terdapat pemeriksaan tanda vital pada tahap ini yang dilakukan oleh dokter yang meliputi:
Frekuensi denyut jantung, pada umumnya denyut jantung normal seseorang adalah 60 hingga 100 kali per menit.
Frekuensi pernapasan, pada umumnya pernapasan normal berkisar di antara 12 hingga 20 kali per menit.
Suhu tubuh, pada umumnya rata-rata suhu tubuh normal berada di kisaran 36 hingga 37 derajat.
Tekanan darah yang digunakan untuk mendeteksi apakah pasien tersebut menderita hipertensi atau hipotensi dan memastikan tekanan darahnya normal berada di kisaran 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.
Pemeriksaan fisik biasanya melibatkan evaluasi tinggi serta berat badan seseorang, hal ini dilakukan untuk menilai kondisi fisik seseorang secara umum serta kebugaran dan postur tubuh orang tersebut.
Selain itu, pemeriksaan fisik juga terkadang melibatkan beberapa hal lainnya, meliputi:
Pemeriksaan kepala dan leher, dilakukan dengan mengarahkan pasien untuk membuka mulut dengan lebar agar dokter mampu melihat kondisi tenggorokan dan amandel. Selain itu, dokter juga mengecek kondisi gigi dan gusi, telinga, hidung, mata, kelenjar getah bening hingga kelenjar tiroid.
Pemeriksaan paru, dilakukan dokter menggunakan stetoskop untuk mengecek suara abnormal yang mungkin terjadi di organ paru-paru seseorang.
Pemeriksaan jantung yang dilakukan dengan tujuan mengecek detak jantung tidak beraturan atau tanda lain yang mungkin menjadi indikator adanya gangguan pada jantung.
Pemeriksaan perut, dilakukan oleh dokter dengan menekan bagian perut pasien guna memeriksa ukuran hati serta keberadaan cairan perut dan juga mendengar bunyi organ usus.
Pemeriksaan kulit dengan tujuan untuk melihat apakah ada gangguan di kulit serta kuku pasien.
Pemeriksaan saraf yang melibatkan pengukuran kekuatan otot, refleks tubuh, hingga keseimbangan yang mungkin terganggu.
Pemeriksaan mata dan pendengaran sendiri dilakukan guna menilai tingkat ketajaman penglihatan seseorang. Sedangkan, tes pendengaran melibatkan kemampuan seseorang apakah mampu mendengarkan dengan baik dan memadai.
Tes laboratorium sendiri termasuk tes darah dan tes urine yang digunakan untuk mendeteksi kondisi kesehatan tertentu seseorang, seperti infeksi maupun masalah metabolik.
Tes darah biasanya dilakukan guna menghitung jumlah sel darah, zat kimia penanda fungsi organ, gula darah, kolesterol, fungsi hati serta fungsi ginjal.
Tes urine dengan tujuan mengecek apakah adanya gangguan maupun infeksi pada saluran kemih, dan mendeteksi penyakit seperti diabetes.
Tes tinja atau feses yang bertujuan melihat kondisi sistem pencernaan pasien. Proses ini dapat membantu dokter untuk mendeteksi penyakit seperti gastroenteritis serta radang usus.
Tes tambahan sering kali digunakan dan melibatkan tes kesehatan mental maupun tes spesifik lainnya berdasarkan kebutuhan institusi maupun perusahaan yang menerbitkan surat keterangan sehat.
Tes ini juga sering kali melibatkan tes alergi ataupun tes kondisi medis tertentu yang relevan dengan perusahaan atau institusi tersebut. Tes tambahan biasanya meliputi:
Foto rontgen dan USG mampu menghasilkan gambar tubuh bagian dalam seseorang dengan detail.
Hasil foto rontgen tersebut dapat menunjukkan kondisi tulang serta sendi secara jelas. Selain itu, hasil rontgen juga mampu menunjukkan gambaran umum kondisi organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, hingga usus.
Berbeda dengan rontgen, USG dimanfaatkan untuk melihat kondisi organ secara detail, seperti hati, ginjal, pankreas, usus, hingga kandung kemih untuk memastikan apakah adanya infeksi maupun peradangan pada organ tubuh.
EKG digunakan untuk memantau aktivitas listrik yang ada pada jantung serta mendeteksi gangguan jantung.
Proses ini dilakukan dokter dengan menempelkan 10 elektroda di bagian dada, lengan, serta tungkai pasien.
Elektrokardiografi juga dapat dilakukan pada pasien yang sedang melakukan aktivitas, seperti berjalan maupun berlari
Spirometri merupakan tes yang dilakukan guna mengecek fungsi paru-paru menggunakan alat spirometer. Tes ini mampu mendeteksi kondisi, seperti sama, COPD, serta penyakit paru restriktif.
Cara kerja alat ini sendiri melibatkan pencatatan jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan seseorang, dan mengukur kecepatan dari pasiennya tersebut.
Tes buta warna yang paling sering digunakan adalah metode Ishihara. Metode ini biasanya dilakukan dengan meminta pasien untuk menyebutkan angka berwarna yang ada di antara titik berwarna.
Jika pasien tidak dapat membaca atau salah melihat, besar kemungkinan bahwa pasien tersebut menderita buta warna.
Untuk melakukan medical check-up sendiri kamu dapat melakukannya di rumah sakit, klinik, hingga puskesmas. Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), berikut langkah-langkah proses mengurus surat tersebut, sebagai berikut
Petugas puskesmas meminta kartu identitas pengunjung.
Petugas puskesmas melakukan pengisian identitas pengunjung pada lembar surat keterangan sehat.
Pengunjung nantinya akan diarahkan menuju kasir dan melakukan urusan administrasi sesuai dengan biaya yang berlaku di puskesmas.
Petugas puskesmas memberikan bukti pembayaran dan mengarahkan pengunjung untuk menunggu antrean.
Pengunjung dipanggil berdasarkan antrean yang sudah ada.
Pengunjung yang dipanggil, akan diarahkan ke poli umum.
Petugas puskesmas terlebih dahulu akan melakukan pengecekan tanda vital serta antropometri pengunjung.
Setelah selesai, petugas puskesmas mengarahkan pengunjung untuk menunggu panggilan untuk masuk ke ruang perawatan
Pengunjung nantinya akan dipanggil sesuai antrean yang ada dan segera diarahkan ke ruang perawatan
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, serta penunjang lainnya
Setelah pemeriksaan selesai, pengunjung diarahkan untuk menunggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan
Dokter menentukan diagnosis yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan pengunjung
Dokter memberikan rekomendasi pembuatan surat keterangan sehat ke divisi tata usaha puskesmas
Petugas puskesmas yang menerima surat rekomendasi tersebut akan menyerahkannya ke petugas yang bertanggung jawab
Petugas puskesmas yang bertanggung jawab akan melakukan pengisian surat dan meminta tanda tangan dokter pemeriksa sebagai bentuk keabsahan
Petugas puskesmas nantinya akan memberikan cap resmi pada surat serta menuliskannya di buku laporan
Surat keterangan kesehatan yang sudah jadi nantinya akan diberikan kepada pengunjung
Pengunjung mendapatkan dan membaca hasil dari pemeriksaan yang dilakukan
Nah, untuk mengetahui bagaimana bentuk surat keterangan sehat, berikut ini contoh bentuk dokumen keterangan sehat dari berbagai institusi, sebagai berikut.

https://www.scribd.com/document/426352526/CONTOH-SURAT-KETERANGAN-KESEHATAN-PUSKESMAS

https://www.kitalulus.com/blog/seputar-kerja/surat-keterangan-sehat/

https://www.kitalulus.com/blog/seputar-kerja/surat-keterangan-sehat/

https://www.scribd.com/document/413348418/Surat-Keterangan-Sehat

https://www.scribd.com/document/427316841/Surat-Dokter-2
Nah, itulah sedikit penjelasan terkait surat keterangan kesehatan yang sangat penting pengaplikasiannya, bukan hanya di dunia kerja saja tapi di kehidupan sehari-hari.
Artikel di atas membahas mulai dari definisi, fungsi, hingga contoh dari surat keterangan sehat tersebut untuk memastikan seseorang berada dalam kondisi sehat secara fisik dan mental.
Oleh sebab itu, menjadi krusial bagi seseorang untuk menjaga kesehatan mereka dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Salah satu caranya adalah dengan memiliki asuransi kesehatan yang memadai, seperti Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan perlindungan kesehatan bagi kamu dan keluarga serta manfaat tambahan Saldo Prima.
Saldo Prima sendiri dapat digunakan untuk memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap dan Rawat Jalan.
Prosedur penggunaan yang mudah juga menjadi salah satu keuntungan Saldo Prima yang harus kamu ketahui, simak langkah-langkahnya:
Membeli vitamin maupun obat di apotek atau toko obat
Foto struk atau kuitansi bukti pembelian vitamin atau obat melalui aplikasi e-Benefit
Penggantian biaya akan segera di verifikasi dan maksimal di bayarkan di hari kerja berikutnya
Penggantian biaya atas pembelian obat dan vitamin akan masuk ke rekening kamu
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Berbagai ancaman terhadap kesehatan bisa terjadi kapan dan dimana saja. Oleh karena itu, asuransi hadir untuk meminimalisir kerugian dan kekhawatiran Anda terhadap penyakit di masa depan.
Nah, apakah saat ini Sahabat MyProtection sedang mencari asuransi? Bagaimana, sih, menentukan asuransi yang tepat? MyProtection punya tips yang bisa membantu Anda.
Saat ingin membeli asuransi, langkah pertama yang dapat Anda ambil adalah mengetahui kebutuhan dengan jelas. Dengan begitu, Anda bisa mengerucutkan pilihan pada tawaran asuransi yang menawarkan manfaat sesuai dengan keinginan.
Misalnya, Anda ingin memiliki asuransi yang memiliki manfaat rawat jalan (out-patient) dan rawat inap & bedah (in-patient) Selain itu, mungkin Anda membutuhkan asuransi untuk seluruh anggota keluarga bukan hanya untuk individu. MyProtection menawarkan perlindungan kesehatan untuk individu maupun paket asuransi keluarga.
Selain memilih asuransi yang tepat dengan kebutuhan, penting bagi Anda memilih asuransi dengan premi sesuai anggaran. Jangan sampai asuransi yang Anda beli malah memberatkan. Apalagi pembayaran asuransi biasanya berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui detail harga dan manfaat dari premi asuransi yang akan Anda beli.
Melalui website MyProtection, Anda bisa melihat simulasi harga asuransi sesuai dengan produk, manfaat, dan usia Anda. Bahkan, Anda juga bisa melakukan cicilan pembayaran premi selama 12 bulan dengan bunga 0%*
Baca juga: Perlindungan Kesehatan Prima – Premi Mulai dari Rp 6ribuan per Hari
Salah satu hal terpenting dalam memilih asuransi adalah sistem dalam asuransi khususnya terkait klaim. Dalam asuransi, terdapat dua jenis klaim yaitu cashless dan reimbursement. Lewat cashless, seluruh biaya perawatan Anda ditanggung oleh pihak asuransi dengan syarat tertentu. Sedangkan klaim reimbursement, artinya Anda menanggung biaya perawatan kesehatan terlebih dahulu lalu mengajukan penggantian biaya kepada pihak asuransi.
Nah, produk asuransi di MyProtection seperti Perlindungan Kesehatan Prima dan HealthPlus Family menawarkan fitur klaim cashless dan cardless hingga 100%. Artinya Anda bisa berobat dengan lebih praktis tanpa harus membawa kartu atau uang tunai. Selain itu, Anda bisa menikmati fitur tambahan seperti Saldo Prima yaitu saldo untuk membeli obat/vitamin di apotek tanpa berobat.
Bingung memilih paket asuransi yang mana? Mungkin Anda bisa membandingkan dua atau lebih tawaran asuransi yang menarik bagi Anda. Lalu, Anda bisa membuat daftar keuntungan dan kekurangan dari tiap produk asuransi. Tentunya, premi terbaik bukanlah selalu yang paling murah, tetapi yang memiliki manfaat sesuai kebutuhan dan mudah untuk digunakan bagi Anda.
Manfaat premi asuransi Anda mungkin menggiurkan, tapi jika pilihan rumah sakit rekanan yang tersedia jumlah terbatas, Anda tidak akan leluasa saat berobat. Tanyakan jika perusahaan asuransi Anda memiliki afiliasi dengan rumah sakit yang dekat dengan rumah Anda. Bila perlu, pasti jangkauan rumah sakit asuransi Anda juga meluas hingga ke luar kota di Indonesia. Contohnya seperti produk asuransi di MyProtection yang mempunyai jangkauan di lebih dari 900 rumah sakit di seluruh Indonesia. Sehingga saat Anda bepergian ke luar kota, Anda tetap bisa berobat dengan nyaman dan aman.
Selamat berasuransi dengan cerdas!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Asuransi Keluarga Mulai dari Rp 20ribuan per Hari
Aplikasi MyGo+ - Mengendarai kendaraan baik roda dua maupun empat bukanlah hal yang mudah. Di mana, sering kali terdapat kendala baik dari faktor internal maupun eksternal yang dapat menyebabkan kejadian-kejadian tak terduga terjadi. Mulai dari mogok kendaraan atau hingga kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan diri.
Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas di tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) Inspektur Jenderal Aan menyatakan bahwa setidaknya 3 hingga 4 orang tewas karena kecelakaan setiap jamnya sepanjang tahun ini.
Ia juga melanjutkan, bahwa dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2024, terdapat 1.150.000 kecelakaan lalu lintas yang terjadi dan nyaris 8 kali lipat dari jumlah kecelakaan di tahun 2023.
Kecelakaan lalu lintas sendiri dapat terjadi karena banyak hal, mulai dari kelalaian manusia, kondisi kendaraan, jalan, dan masih banyak lagi. Dalam upaya mengurangi tingginya angka ini, aplikasi MyGo+ hadir untuk memicu kesadaran pengendara atas perilaku berkendara yang lebih aman.
MyGo+ merupakan sebuah aplikasi yang memanfaatkan teknologi telematika yang memberikan rewards atas perilaku berkendara yang aman.
Aplikasi ini dikembangkan oleh PT Lippo General Insurance (LGI) yang dirancang secara khusus untuk mendorong perilaku berkendara yang aman dengan memberikan insentif berupa poin reward yang dapat ditukarkan dengan berbagai voucher menarik.
MyGo+ menganalisis data berkendara secara real-time yang mampu memberikan penilaian terkait perilaku berkendara serta memanfaatkan sistem reward untuk memotivasi para penggunanya untuk mengadopsi perilaku berkendara yang lebih aman dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.
Aplikasi MyGo+ menawarkan berbagai fitur menarik yang dapat membantu dalam membentuk dan mengembangkan kebiasaan berkendara lebih aman.
Melalui proses analisis data yang dilakukan menggunakan pengukuran berbagai aspek berkendara, mulai dari jarak tempuh hingga pola akselerasi, nantinya pengguna akan mendapatkan skor berkendara yang dikonversi menjadi poin secara real-time.
Poin-poin yang telah dikumpulkan dan diakumulasi dapat diubah menjadi berbagai voucher menarik secara langsung dan dapat digunakan berdasarkan syarat dan ketentuan yang tertera.
Bukan hanya itu, aplikasi MyGo+ juga mengajak para penggunanya untuk berpartisipasi dalam tantangan berkendara bulanan yang akan diadakan guna mendapatkan poin dan penawaran menarik lainnya dalam jangka waktu tertentu.

Bagi sahabat MyProtection, berikut ini beberapa keuntungan menggunakan aplikasi MyGo+, sebagai berikut.
Keuntungan pertama, yaitu analisis berkendara dan raih poin. Seperti yang sudah dibahas di atas, MyGo+ memanfaatkan teknologi telematika yang dirancang sedemikian rupa untuk membantu dalam proses analisis berkendara menjadi skor berkendara melalui pengukuran jarak tempuh hingga pola akselerasi.
Berdasarkan hasil yang didapatkan oleh pengguna, skor berkendara kemudian dikonversi menjadi poin rewards secara real-time. Semakin tinggi skor maka poin yang didapatkan akan lebih besar, begitu pula sebaliknya.
Bukan hanya dengan menyelesaikan perjalanan, terdapat tantangan berkendara bulanan atau monthly driving challenges yang dapat diikuti oleh semua pengguna MyGo+ untuk mendapatkan keuntungan tambahan.
Dari poin rewards yang didapatkan secara real-time kamu dapat menukarkannya dengan berbagai voucher menarik.
Beberapa voucher yang dapat ditukarkan, seperti E-wallet, F&B, bioskop, hingga berbagai pilihan voucher menarik dari franchise favorit-mu!
Selain mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai voucher menarik, di aplikasi MyGo+ kamu juga bisa mendapatkan berbagai penawaran asuransi eksklusif MyProtection yang hanya bisa didapatkan di dalamnya.
Langkah pertama untuk menggunakan MyGo+ adalah dengan menyelesaikan tahap registrasi dan verifikasi ID. Untuk menyelesaikan tahapan ini, kamu harus memasukkan email, PIN, nomor HP, serta KTP.
Dalam melakukan tahapan ini sangat penting untuk memasukkan informasi yang akurat untuk terhindar dari permasalahan data di kemudian hari.
Setelah melakukan registrasi dan verifikasi, langkah berikutnya adalah mendaftarkan mobil ke aplikasi MyGo+. Untuk menyelesaikan tahapan ini sendiri terdapat dua cara, sebagai berikut.
Bagi pemilik nomor polis LGI, kamu dapat dengan mudah menghubungkan kendaraan dengan aplikasi MyGo+ dengan memasukkan nomor polis yang dapat secara otomatis mengisi informasi kendaraan.
Bagi pengguna yang tidak memiliki nomor polis LGI, kamu dapat mendaftarkan kendaraan secara manual dengan memasukkan nomor plat kendaraan, merek, serta model mobil.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghubungkan aplikasi MyGo+ ke sistem audio mobil dengan menggunakan koneksi bluetooth. Proses inilah yang memungkinkan aplikasi untuk memantau dan menganalisis perilaku berkendara secara real-time.
Hubungkan aplikasi dengan sistem audio mobil setiap sebelum berkendara untuk memastikan perjalanan kamu tercatat dan raih poin sebesar-besarnya.
Setelah berhasil menyelesaikan langkah-langkah di atas, pengguna dapat memulai untuk mengumpulkan poin MyGo+ setiap kali berkendara. Untuk mendapatkan poin lebih banyak, pastikan untuk selalu berkendara aman dan mematuhi aturan lalu lintas yang ada.
Selain itu, kamu juga dapat mengikuti tantangan berkendara bulanan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik dan poin tambahan. Akumulasi poin yang dikumpulkan, dapat ditukarkan menjadi voucher maupun benefit exclusive yang ditawarkan MyGo+.

Bukan hanya sekedar untuk mendapatkan reward, aplikasi MyGo+ memiliki berbagai manfaat khususnya dalam membantu meningkatkan kesadaran para pengemudi pentingnya keselamatan berkendara.
Melalui berbagai fitur canggih yang ada di dalamnya, MyGo+ berharap dapat membantu dalam memberikan perubahan positif bagi para penggunanya. Untuk memahami apa saja keunggulan dari aplikasi MyGo+, simak berikut ini.
Aplikasi MyGo+ memanfaatkan teknologi telematika yang digunakan untuk memantau perilaku pengguna dalam berkendara secara real-time. Data yang dihasilkan mencakup informasi jarak tempuh, kecepatan rata-rata, pola akselerasi, dan masih banyak lagi.
Dengan adanya pemantauan real-time ini juga dapat membantu dalam memberikan umpan balik secara langsung kepada pengguna mengenai cara mereka berkendara dan evaluasi perbaikan apa saja yang dapat dilakukan untuk mendapatkan score yang lebih baik.
Dengan adanya penilaian dalam bentuk score berkendara yang diberikan secara dalam waktu real-time, para pengguna juga dapat memiliki kesadaran untuk mengubah dan memperbaiki kebiasaan berkendara.
Skor yang diberikan mencerminkan seberapa aman serta efisien pengguna mengemudi kendaraan mereka. Dengan adanya penilaian tersebut, dapat mendorong dan meningkatkan kesadaran untuk selalu berhati-hati dalam berkendara.
Bukan hanya melalui poin yang dikumpulkan melalui berkendara, para pengguna aplikasi MyGo+ juga dapat mengumpulkan poin reward melalui cara lainnya, mulai dari tantangan bulanan hingga referral code.
MyGo+ juga dapat menjadi sarana edukatif bagi para penggunanya. Melalui aplikasi MyGo+ para pengguna dapat mengakses artikel yang mampu memberikan informasi dan memperluas pengetahuan seputar topik-topik menarik, khususnya cara berkendara yang aman serta efisien.
Para pengguna aplikasi MyGo+ juga dapat berpartisipasi dalam tantangan dan kompetisi yang diadakan untuk memenangkan poin tambahan dan berbagai hadiah menarik.
Adanya tantangan dan kompetisi ini diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan semangat para pengguna untuk terus berkendara dengan aman.
Melalui fitur-fitur yang ada di MyGo+ yang telah dikembangkan sedemikian rupa untuk mempermudah pengguna, pengembangan juga akan terus dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik dan pengalaman berkendara aman seiring berjalannya waktu.
Nah, itulah pembahasan seputar aplikasi MyGo+ yang diluncurkan oleh PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) sebagai salah satu perusahaan asuransi umum terkemuka di Indonesia yang dirancang untuk mendorong kebiasaan berkendara yang lebih aman.
Berbagai fitur yang ada di aplikasi MyGo+ dirancang sedemikian rupa untuk membantu para pengemudi untuk mengembangkan kebiasaan berkendara aman.
Dengan analisa data mulai dari jarak tempuh hingga pola akselerasi, aplikasi ini memberikan skor berkendara yang dapat dikonversi menjadi poin rewards secara real-time yang dapat ditukarkan dengan berbagai voucher menarik dari merchant pilihan-mu! Download sekarang!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 17 Juli 2020 - MyProtection News
Membawa dan menggunakan hand sanitizer merupakan suatu kewajiban saat beraktivitas di tengah pandemin COVID-19. Sama halnya dengan mencuci tangan, ternyata menggunakan hand sanitizer pun ada aturannya. Apakah Anda sudah menggunakannya dengan benar? Cek di bawah ini!
Saat menggunakan hand sanitizer, penting untuk mengeluarkan isi produk hingga kedua telapak Anda terkena cairan sanitizer dengan sempurna. Lebih baik menggunakan terlalu banyak hand sanitizer dibanding terlalu sedikit.
Menurut WHO, hand sanitizer harus digosok di tangan selama 20 – 30 detik agar seluruh bagian telapak tangan dan bagian atas tangan terkena cairan dengan baik. Tunggu hingga hang sanitizer kering sebelum menyentuh barang atau permukaan lain. Sehingga hand sanitizer punya waktu untuk bekerja membunuh virus dan kuman yang menempel pada tangan.
Ketika bepergian, akses terhadap air dan sabun mungkin saja lebih terbatas. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan hand sanitizer. Namun, hand sanitizer bukanlah pengganti cuci tangan. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun lebih efektif dalam membunuh kuman dan lebih disarankan oleh petugas kesehatan.
Jangan lupa, dalam pencegahan penyebaran COVID-19, menggunakan hand sanitizer saja tidak cukup. Anda wajib memperhatikan protocol kesehatan lainnya seperti menggunakan masker dan senantiasa menjaga jarak.
Menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol memang bisa membuat tangan terasa kering dan perih. Jika tangan Anda terasa sangat kering, maka gunakan lotion pelembap. Tangan yang kering dan perih rentan terhadap luka. Sedangkan luka bisa menjadi jalan masuk bagi kuman dan virus ke dalam tubuh. Jadi, jaga kebersihan serta kelembapan tangan Anda.
Salam,
Sahabat MyProtection