Beranda
/
Artikel
Artikel
Kumpulan artikel-artikel menarik dari MyProtection
Informasi Terkini Untuk Anda
Otomotif

5 mins read • 11/08/2026

5 Fungsi Kunci Shock untuk Mobil dan Berbagai Jenisnya!

Baca Artikel
Olahraga

5 mins read • 04/08/2026

Permainan Bola Basket: Sejarah, Teknik, hingga Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh!

Baca Artikel
Olahraga

5 mins read • 13/07/2026

Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Manfaat, dan Metode Latihannya!

Baca Artikel
Otomotif

5 mins read • 28/05/2026

Berapa Denda Telat Bayar Pajak Mobil dan Contoh Perhitungannya!

Baca Artikel
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 29/04/2020
Cegah Panas Dalam Saat Berpuasa

Jakarta, 29 Maret 2020 - MyProtection News

Ketika berpuasa, ada berbagai tantangan yang bisa kita hadapi. Salah satunya menahan rasa lapa dan haus. Tubuh pun rentan mengalami kekurangan cairan dan nutrisi tubuh karena waktu makan terbatas. Gangguan kesehatan yang lazim terjadi saat berpuasa adalah panas dalam.

Aswin Pramono, dokter ahli penyakit dalam dari RS Carolus Jakarta menyatakan bahwa panas dalam bisa berhubungan dengan kekurangan cairan tubuh. Apalagi jika asupan hidrasi tidak dipenuhi ketika buka puasa dan tubuh.

Ketika tubuh panas dalam akibat dehidrasi saat berpuasa maka efek yang bisa dirasakan adalah demam ringan, air liur kering, kelenturan kulit terganggu serta bibir pecah-pecah. Jika dibiarkan terus menerus, tubuh akan mudah terserang flu dan penyakit lainnya.

Oleh karena itu penting untuk minum air putih yang cukup, bahkan saat puasa. Triknya adalah minum segelas air putih saat berbuka & setelah salat magrib. Dilanjutkan 2 gelas air putih setelah berbuka atau makan besar. Lalu 1 gelas air putih setelah tarawih dan 1 gelas lagi sebelum tidur. Kemudian Anda bisa meminum segelas air putih saat sahur dan 2 gelas air putih seusai sahur. Pastikan Anda minum setidaknya 8 gelas atau 2 liter air putih sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.

Anda juga bisa mengonsumsi beberapa makanan saat panas dalam mulai menyerang. Contohnya seperti jeruk yang kaya vitamin C, buah pisang untuk memperlancar pencernaan, susu & yoghurt yang bernutrisi. Berbagai buah-buahan ini bisa Anda olah menjadi takjil atau jus agar tak membosankan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Otomotif
5 mins read 13/02/2026
8 Lampu Indikator Mobil dan Artinya yang Wajib Diketahui Para Pengendara!

Lampu indikator mobil memiliki fungsi untuk memberikan petunjuk dan informasi kepada pengendara terkait kondisi kendaraan dan mesin yang ada saat berkendara.

Dengan adanya lampu indikator yang terletak di dasbor mobil, pengendara juga dapat mengetahui komponen yang rusak dan harus segera diganti untuk menghindari kerusakan lebih parah pada kendaraan.

8 Lampu Indikator Mobil dan Artinya yang Wajib Diketahui Para Pengendara!

lampu indikator mobil

Umumnya, lampu indikator sendiri direpresentasikan melalui simbol yang melambangkan masalah-masalah tertentu. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui makna simbol-simbol yang ada. Simak berikut ini!

1. Peringatan Temperatur Mesin

Lampu dengan bentuk termometer atau gambar radiator yang umumnya menyala dengan warna merah menandakan bahwa suhu mesin telah melebihi batas normal atau overheat.

Jika hal ini terjadi, kamu dapat melakukan pengecekan pada komponen pendingin mobil, seperti coolant hingga kipas radiator.

2. Peringatan Aki

Jika pada dasbor mobil muncul gambar aki atau baterai, lampu tersebut dapat menjadi pertanda adanya masalah pada bagian aki mobil, seperti putus, soak, atau korsleting pada kabel.

Jika lampu ini muncul, penting untuk segera pergi ke bengkel untuk memastikan masalah pada bagian kelistrikan mobil, karena jika dibiarkan, dapat membuat mobil mati dan tidak bisa dinyalakan.

3. Peringatan Tekanan Oli

Peringatan tekanan oli dapat dikenali melalui gambar kaleng oli kuno dengan tetesan oli yang keluar melalui corongnya. Lampu ini dapat menandakan kurangnya pelumas oli pada mesin serta kondisi oli yang harus segera diganti.

Lampu ini juga dapat menandakan adanya kebocoran ataupun kerusakan pada pompa oli yang harus segera diperbaiki.

4. Lampu Peringatan Rem

Lampu peringatan rem yang ditandai dengan gambar tanda seru di dalam kurung biasanya menyala ketika rem tangan masih aktif.

Jika rem tangan telah dimatikan dan lampu indikatornya masih menyala, hal tersebut dapat berarti adanya masalah pada sistem pengereman seperti tekanan hidrolik ataupun cairan rem yang sudah hampir habis.

5. Indikator Check Engine

Selanjutnya, jika pada dasbor muncul gambar mesin mobil, dapat menjadi pertanda adanya masalah di bagian sistem vital mesin mobil.

Tidak perlu panik, lampu ini juga dapat menyala karena hal sepele, seperti tutup bensin yang kurang rapat dan sebagainya. Oleh sebab itu, agar masalah segera diketahui, kamu dapat langsung melakukan pengecekan ke bengkel.

6. Indikator Kemudi Terkunci

Gambar simbol setir yang terkunci menandakan indikator kemudi terkunci yang biasanya berwarna merah. Jika lampu ini menyala, berarti setir mobil tidak dapat digerakkan.

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti posisi kunci yang belum tepat, masalah pada sistem pengunci setir, ataupun masalah sepele seperti belum memasukkan kunci ke dalam kondisi menyala.

7. Indikator Seat Belt

Indikator seat belt yang ditandai dengan gambar orang yang menggunakan sabuk pengaman menandakan bahwa seat belt pengemudi maupun penumpang belum terpasang dengan baik.

Solusi untuk memperbaikinya juga sangatlah mudah, hanya perlu menggunakan seat belt atau sabuk pengaman dengan benar.

8. Indikator Power Steering

Lampu indikator yang diandai dengan gambar roda kemudi dengan tanda seru di sebelahnya menandakan adanya permasalahan di sistem power steering mobil yang harus segera diatasi.

Ketika lampu indikator ini hidup, setir mobil akan terasa lebih berat, yang menjadi pertanda untuk segera melakukan pemeriksaan ke bengkel terdekat agar masalah teratasi.

Selain 8 lampu indikator mobil di atas, masih banyak lagi lampu indikator lainnya yang bisa kamu temukan seperti indikator rem parkir, indikator master warning, indikator jarak, hingga lampu indikator airbag. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read 24/01/2025
Transaksi Finansial: Pengertian, Jenis hingga Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Transaksi finansial atau keuangan merupakan sebuah aktivitas pertukaran aset yang terjadi antara dua pihak atau bahkan lebih yang di dalamnya melibatkan perpindahan nilai yang jumlahnya dapat diukur menggunakan mata uang.

Proses transaksi ini sendiri terjadi bukan hanya dalam skala bisnis yang kompleks, namun juga dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Dengan perkembangan di era digital sendiri, saat ini proses transaksi juga semakin berkembang.

Mulai dari yang awalnya bersifat tradisional, sekarang sudah ada teknologi digital yang dapat dimanfaatkan, seperti E-Wallet atau dompet digital. Simak penjelasan berikut untuk lebih memahami seputar transaksi finansial!

Transaksi Finansial: Pengertian, Jenis hingga Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

pengertian transaksi finansial

pexels

Transaksi merupakan sebuah aktivitas ekonomi yang dilakukan secara bebas setiap harinya, mulai dari pembelian hingga melakukan investasi dalam bisnis.

Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, transaksi juga dapat diartikan sebagai sebuah perjanjian maupun kesepakatan jual beli di antara dua pihak atau bahkan lebih yang melibatkan pelunasan serta pembayaran.

Dari sisi bisnis, elemen paling kuat dan mencolok dari transaksi sendiri adalah uang yang bukan hanya menjadi alat ukur, tetapi juga menjadi indikator penting dari produktivitas sebuah bisnis yang berjalan.

Dari konsep dasar akuntansi, transaksi keuangan juga dapat diartikan sebagai berbagai bentuk aktivitas bisnis yang secara langsung berdampak pada status serta laporan finansial sebuah usaha.

Transaksi keuangan juga dapat dilihat dari sisi perusahaan, yaitu setiap kegiatan yang berhubungan dengan finansial sebuah perusahaan dan dapat diukur melalui nilai tukar atau uang.

Proses transaksi ini sendiri tidak hanya terbatas pada kegiatan jual beli, tetapi juga dapat berkaitan dengan pembayaran pajak, aset perusahaan, dan masih banyak lagi.

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Media

Terdapat beberapa jenis transaksi finansial jika dibedakan berdasarkan medianya, mulai dari yang tradisional hingga yang modern, antara lain.

1. Transaksi Tunai

Pertama, transaksi finansial atau keuangan yang paling mendasar dan tradisional, yaitu transaksi tunai yang melibatkan pertukaran fisik berupa uang kertas maupun koin di antara dua pihak maupun lebih.

Transaksi jenis ini sendiri memiliki keunggulan utama, yaitu kesederhanaan serta dapat dilakukan secara langsung tanpa perlu adanya perantara.

Namun, transaksi tunai sendiri memiliki kekurangan dan keterbatasannya tersendiri, seperti risiko keamanan jika membawa nominal dalam jumlah besar dan proses transaksi jarak jauh.

2. Transaksi non-Tunai

Selanjutnya, transaksi non-tunai yang tidak melibatkan pertukaran nilai secara fisik. Instrumen yang digunakan dalam jenis transaksi ini dapat berupa cek, wesel, hingga kartu debit maupun kredit.

Jenis transaksi ini sendiri memiliki kelebihannya tersendiri, yaitu keamanan yang lebih tinggi dan terjamin. Selain itu, proses transaksi dalam jumlah besar dan jarak yang lebih jauh atau bahkan lintas negara dapat dilakukan dengan mudah.

Namun, pada umumnya transaksi non-tunai dilakukan melalui medium atau infrastruktur seperti bank serta sistem pembayaran lainnya yang dapat membuat pengeluaran biaya tambahan atas jasa tersebut.

3. Transaksi Elektronik

Transaksi elektronik merupakan segala transaksi yang dilakukan melalui alat elektronik berupa komputer maupun ponsel pintar.

Jenis transaksi ini sendiri dapat mencakup banyak bentuk pembayaran, mulai dari transfer bank secara online hingga hingga melakukan pembayaran melalui aplikasi mobile atau yang dapat disebut juga sebagai e-wallet.

Dengan adanya transaksi elektronik, dapat menawarkan kemudahan serta kecepatan yang memungkinkan para penggunanya melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.

Keamanan transaksinya juga dapat terjaga dengan adanya teknologi enkripsi serta autentikasi.

4. Transaksi Digital atau Cryptocurrency

Transaksi digital atau secara khusus menggunakan cryptocurrency menjadi salah satu bentuk transaksi yang paling mutakhir saat ini.

Hal ini dikarenakan dengan adanya teknologi blockchain di dalamnya, transaksi ini memiliki tingkat keamanan serta transparansi yang tinggi.

Walaupun begitu, volatilitas nilai serta regulasi yang belum mapan juga menjadi tantangan tersendiri dari jenis transaksi yang satu ini.

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Subjek Terlibat

Di dunia keuangan yang rumit, subjek yang terlibat dalam sebuah transaksi juga dapat memengaruhi dan membentuk kategori tersendiri. Mulai dari transaksi antar individu atau bahkan lembaga besar, yang dibagi menjadi sebagai berikut.

1. Transaksi Pribadi

Transaksi pribadi merupakan transaksi yang melibatkan individu berdasarkan kapasitasnya sebagai seorang konsumen. Transaksi ini sendiri bisa dimulai dari pembelian sehari-hari bahkan investasi pribadi.

Transaksi jenis ini sendiri pada umumnya bersifat sederhana dan dilakukan secara langsung, fokus terhadap pengelolaan dana, tabungan, serta kredit.

Pada umumnya, preferensi dari transaksi pribadi ini sendiri memiliki faktor utama, yaitu keamanan, kemudahan, serta aksesibilitas.

2. Transaksi Bisnis

Selanjutnya transaksi bisnis yang melibatkan transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan individu atau bahkan antar perusahan dengan konteks komersial.

Transaksi ini sendiri mencakup banyak aktivitas di dalamnya, mulai dari pembelian bahan baku, penjualan produk maupun jasa, dan penggajian karyawan.

Jenis transaksi ini pada umumnya lebih kompleks dengan jumlah nominal yang lebih besar, sehingga diperlukan perencanaan serta pengelolaan yang lebih cermat.

Selain itu, proses transaksi yang ada juga diatur melalui perjanjian kontrak serta kerangka kerja hukum yang ketat agar keadilan dan kepatuhannya tetap terjamin.

3. Transaksi Pemerintahan

Transaksi pemerintahan merupakan bentuk transaksi yang melibatkan entitas pemerintah di berbagai tingkatan, mulai dari pemerintah lokal atau bahkan nasional.

Transaksi ini sendiri memiliki banyak bentuk, mulai dari pengumpulan pajak, alokasi anggaran untuk projek publik, atau bahkan pembayaran jasa pelayanan seperti kontraktor.

Jenis transaksi pemerintahan memiliki tingkat regulasi serta pengawasan yang tinggi dengan tujuan transparansi serta akuntabilitas pada proses pengelolaan dana publik.

Jenis Transaksi Finansial Berdasarkan Hubungan Institusional

Berdasarkan hubungan institusionalnya, jenis transaksi finansial dapat dibagi menjadi 2, yaitu internal dan eksternal.

1. Internal

Jenis pertama, adalah transaksi keuangan internal dimana proses atau kegiatan ekonomi yang berlangsung tidak melibatkan pihak luar sama sekali.

Seperti contohnya, pencatatan penyusutan atau realisasi atas hilangnya aset yang diakibatkan aktivitas finansial di perusahaan, seperti pemanfaatan gedung, penggunaan mesin, perlengkapan kantor, dan masih banyak lagi.

Berikut ini contoh transaksi finansial internal, yaitu:

  • Pencatatan penyusutan aset tetap, proses dimana sebuah perusahaan mencatat penurunan pada nilai aset yang dimiliki seiring waktu. Proses ini menjadi penting guna melihat dan mengkaji nilai aset pada laporan keuangan.

  • Realisasi kerugian aset, proses yang terjadi ketika sebuah aset yang dimiliki perusahaan rusak maupun hilang akibat banyak hal, seperti kebakaran yang harus dicatat dalam laporan keuangannya.

  • Penggunaan perlengkapan, dalam proses operasional setiap harinya sebuah perusahaan akan melakukan inventaris perlengkapan yang digunakan. Proses tersebut dapat dianggap sebagai transaksi internal karena hanya melibatkan pihak perusahaan.

  • Pemanfaatan gedung dan mesin, segala fasilitas seta peralatan yang ada dan digunakan dalam perusahaan dapat dianggap sebagai proses transaksi internal karena adanya penggunaan sumber daya internal milik perusahaan.

2. Eksternal

Selanjutnya, transaksi keuangan eksternal yang pada umumnya melibatkan kegiatan ekonomi pertukaran nilai sebuah perusahaan dengan pihak luar seperti contohnya instansi.

Proses transaksi jenis ini sendiri dapat berupa berbagai bentuk, seperti pembelian barang melalui supplier, penjualan barang ke konsumen, pembayaran sewa ke pemilik gedung, dan masih banyak lagi.

Berikut ini contoh transaksi eksternal, yaitu:

  • Pembelian barang dari supplier, perusahaan yang membeli produk maupun bahan baku dari pihak eksternal. Proses ini sendiri juga dapat berupa pertukaran barang maupun jasa dengan pihak lain.

  • Penjualan barang ke pelanggan, proses penjualan produk maupun layanan yang ditawarkan kepada konsumen maupun pihak luar juga menjadi salah satu contohnya.

  • Pembelian aset tetap untuk bisnis, pembelian mesin maupun peralatan yang menjadi aset tetap perusahaan dalam proses operasionalnya juga menjadi jenis transaksi eksternal.

  • Pembayaran sewa seperti fasilitas maupun peralatan yang digunakan di perusahaan juga merupakan proses transaksi eksternal.

  • Pembayaran tagihan, dapat berupa tagihan gas, listrik, air, hingga gaji yang harus dibayarkan kepada karyawan.

Contoh Instrumen Transaksi Keuangan

Instrumen keuangan juga terus menerus berkembang dengan adanya perkembangan teknologi. Mulai dari yang tadinya metode tradisional, sekarang menjadi lebih modern dan juga digital, mulai dari kartu kredit, kartu debit, e-wallet, QR code, hingga bahkan cryptocurrency.

Setiap instrumen transaksi keuangan sendiri menawarkan banyak kemudahan dan keunikannya masing-masing dari sisi fiturnya, berikut ini contoh instrumen transaksi keuangan, sebagai berikut.

1. Kartu Kredit

credit card - transaksi finansial

pexels

Kartu kredit menjadi instrumen pembayaran yang dapat memungkinkan para penggunanya untuk membeli barang maupun jasa dengan janji untuk dibayarkan di kemudian hari.

Instrumen transaksi ini memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi dengan fitur kredit maupun pinjaman sementara.

Kartu kredit juga memiliki keuntungannya tersendiri, seperti kemampuan untuk melacak pengeluaran, mendapat poin reward, hingga perlindungan pembelian.

Namun, satu hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan instrumen transaksi finansial yang satu ini adalah berhati-hati dan bijak untuk menghindari pengeluaran berlebih dari kemampuan membayar.

2. Kartu Debit

kartu debit - transaksi finansial

pexels

Instrumen transaksi finansial selanjutnya, kartu debit yang cara kerjanya dengan langsung menarik dana dari rekening pemilik kartu saat melakukan transaksi.

Cara kerja kartu debit sendiri berbeda dengan kartu kredit, dimana instrumen jenis ini membatasi pengeluaran berdasarkan jumlah dana yang dimiliki di rekening.

Keuntungan instrumen keuangan ini sendiri adalah keamanan yang tinggi jika dibandingkan dengan uang tunai serta kemudahan dalam melakukan transaksi baik secara online maupun offline.

Dengan memiliki kartu debit, para penggunanya juga dapat mengadopsi pengelolaan finansial yang lebih baik dan disiplin dengan berbagai fitur di dalamnya.

3. E-wallet

E-wallet - transaksi finansial

pexels

Dompet digital atau yang dapat disebut juga e-wallet merupakan sebuah aplikasi dengan basis teknologi yang dapat menyimpan informasi pembayaran serta dana dalam bentuk elektronik.

Adanya dompet digital mempermudah dalam proses transaksi secara online hingga tatap muka dengan adanya penggunaan teknologi NFC atau near-field communication maupun scar QR.

E-wallet juga memberikan kemudahan dalam proses pengisian ulang saldo, transfer saldo, pembayaran tagihan, atau bahkan investasi yang membuat instrumen jenis ini sangatlah populer di era digital saat ini.

4. QR Code

qr code - transaksi finansial

pexels

QR Code atau Quick Response Code telah mengubah dan merevolusi proses transaksi yang saat ini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan aman.

Pada umumnya, QR Code dapat ditemukan dan terintegrasi bersama dompet digital maupun sistem pembayaran lainnya yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi tanpa harus memasukkan detail pembayaran secara manual.

Karena penggunaannya yang relatif sederhana dan universal, instrumen finansial ini sangatlah populer di berbagai bidang, mulai dari retail hingga jasa.

5. Cryptocurrency

Cryptocurrency merupakan jenis uang digital yang menggunakan kriptografi untuk menjamin keamanan transaksinya.

Salah satu contohnya adalah, Bitcoin yang menawarkan transaksi secara langsung tanpa perlu adanya perantara seperti bank.

Terdapat pula teknologi blockchain yang menjadi keunikan jenis instrumen transaksi ini yang menjamin keamanan dan transparansi dalam proses transaksinya.

Alat Bukti Transaksi

Dalam proses transaksi, terdapat berbagai dokumen yang dapat menjadi bukti transaksi yang tiap jenisnya memiliki tujuan dan karakteristiknya masing-masing. Berikut ini beberapa jenis alat bukti transaksi, sebagai berikut.

1. Kuitansi

Kuitansi merupakan dokumen yang dapat digunakan menjadi bukti bahwa proses transaksi telah dilakukan, secara khusus ketika pembeli telah membayar penjual.

Pada umumnya, kuitansi digunakan pada transaksi dalam jumlah yang besar, dilengkapi dengan tanda tangan dan materai agar legalitasnya terjamin.

2. Nota

Nota yang menjadi bukti transaksi yang biasanya digunakan oleh pemilik toko, retail, serta pengusaha dagang. Nota sendiri terbagi menjadi 2, yaitu nota debit dan nota kredit, sebagai berikut.

  • Nota debit, yang biasanya digunakan untuk mengindikasikan complain dari pihak pembeli ke penjual, seperti kerusakan barang, cacat, atau ketidaksesuaian barang ataupun jasa dengan kesepakatan yang ada.

  • Nota kredit, yang menjadi tanggapan atas nota debit dari pihak penjual, isinya dapat berupa pengurangan atau pengembalian sebagian uang terhadap pihak pembeli.

3. Faktur atau Invoice

Faktur atau invoice merupakan sebuah dokumen yang sering digunakan oleh perusahaan dan pada umumnya berisi daftar lengkap barang maupun jasa yang diberikan, beserta harga dan jumlahnya secara detail.

4. Cek

Cek merupakan sebuah dokumen dalam bentuk selembar kertas dan memiliki fungsi sebagai perintah dari nasabah kepada pihak bank untuk mencairkan nilai uang yang sesuai dengan nominal di dalamnya.

5. Giro

Menyerupai cek, giro juga merupakan sebuah alat pembayaran dengan bentuk surat berharga yang nantinya dapat ditukar dengan uang tunai melalui bank tempat sahabat MyProtection menabung.

6. Rekening Koran

Selanjutnya, rekening koran yang berisikan daftar lengkap transaksi di rekening pada bank tertentu di periode waktu tertentu.

Dengan adanya rekening koran sendiri, nasabah dapat memantau aktivitas keuangan atau finansial yang dimiliki.

Nah, itulah sedikit penjelasan terkait transaksi finansial yang ternyata bukan hanya melibatkan proses transaksi sederhana saja.

Transaksi keuangan sendiri juga dapat berupa aktivitas pengelolaan keuangan baik individu maupun sebuah perusahaan guna memenuhi bukan hanya keinginan saja, namun juga kebutuhan.

Pengelolaan uang sendiri dapat dilihat dari berbagai bentuk, salah satunya adalah memiliki perlindungan finansial saat kondisi tak terduga.

Seperti salah satunya, Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan perlindungan kesehatan online terbaik bagi individu maupun keluarga dengan manfaat rawat inap, bedah dan rawat jalan. Berikut ini beberapa keunggulan lain Perlindungan Kesehatan Prima yang harus kamu ketahui!

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunan harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami