Nomor rangka dibuat sebagai penanda keaslian dari kendaraan bermotor. Pada setiap kendaraan, nomornya akan berbeda-beda yang sudah dibuat secara sah oleh pabrikan.
Oleh sebab itu, nomor rangka kendaraan atau yang bisa disebut juga dengan Nomor Identifikasi Kendaraan berisikan serangkaian kode unik yang telah ditentukan oleh pabrikan kendaraan. Simak ulasan berikut seputar nomor rangka mobil!

pexels
Adanya nomor rangka mobil menjadi tanda pengenal permanen bagi kendaraan yang dapat digunakan untuk melacak informasi seperti asal kendaraan, tahun produksi, merek, model, ukuran mesin, dan berbagai informasi lainnya.
Untuk melihat nomor rangka mobil, kamu dapat menemukannya di beberapa tempat di dalam kendaraan, seperti dashboard dekat kaca depan, pintu di samping kemudi, hingga blok mesin dan transmisi
Nomor rangka mobil juga dapat digunakan untuk melihat riwayat kendaraan, seperti catatan servis, kecelakaan, hingga verifikasi keaslian serta kepemilikan kendaraan.
Bagi pemilik mobil, mengetahui nomor rangka mobil sangatlah penting, khususnya ketika kamu ingin melakukan pengurusan kendaraan, seperti servis, pembayaran pajak, dan masih banyak lagi.
Umumnya, nomor rangka mobil terdiri dari 17 karakter gabungan antara angka dan huruf yang berbeda untuk setiap kendaraan.
Di Indonesia, nomor rangka menggunakan VIN berdasarkan ISO 3779 yang terdiri dari susunan kode 17 digit dan terbagi ke 3 bagian.
3 digit pertama yang disebut WMI atau World Manufacturer Identification, digit 4-9 yang disebut VDS, dan bagian ketiga yang merupakan susunan 8 digit terakhir disebut VIS.
Seperti contohnya, MH8AA1D42JK123456 yang berarti:
Karakter 1-3 menunjukkan negara asal dan pabrikan kendaraan. Seperti MH8 untuk mobil buatan Suzuki di India.
Karakter 4-9 menunjukkan tipe kendaraan, jenis mesin, tipe bodi, dan sebagainya.
Karakter 10 menunjukkan tahu produksi kendaraan yang diwakili oleh kode huruf maupun angka.
Karakter 11 menunjukkan pabrik tempat kendaraan dari merek tertentu dirakit.
Karakter 12-17 menunjukkan nomor seri produksi yang dibuat secara unik untuk setiap kendaraan.
Selain dapat melakukan pengecekan secara offline dengan dapat ke kantor SAMSAT langsung.
Saat ini, khususnya bagi pengguna kendaraan dengan pelat B atau berasal dari DKI Jakarta, nomor rangka mobil juga bisa dicek secara online melalui aplikasi Cek Ranmor & Pajak DKI Jakarta. Berikut langkah-langkahnya.
Unduh aplikasi Cek Ranmor & Pajak DKI Jakarta yang bisa kamu dapatkan melalui Google Play Store.
Buka aplikasi dan masuk menggunakan akun Google yang dimiliki, atau membuat akun secara manual.
Setelah masuk, isi data yang diperlukan seperti NIK atau Nomor Induk Kependudukan dan data kendaraan lainnya. Pastikan NIK yang dimasukkan sesuai dengan data pemilik kendaraan yang tercatat.
Klik tombol cari untuk memulai pencarian nomor rangka mobil
Jika data yang dimasukkan benar, maka informasi lengkap kendaraan terkait akan segera muncul. Mulai dari nomor rangka kendaraan, nomor polisi, pajak kendaraan, catatan servis, dan masih banyak lagi.
Nah, itulah pembahasan singkat seputar nomor rangka mobil, mulai dari kegunaannya hingga cara cek nomor rangka kendaraan secara online melalui aplikasi.
Bagi pemilik mobil, nomor ini sangatlah penting yang dapat digunakan untuk memastikan keaslian kendaraan, khususnya ketika ingin membeli mobil bekas atau menjual mobil yang kamu miliki. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Gaya kepemimpinan seseorang ternyata dapat mempengaruhi seberapa sukses sebuah bisnis dan usaha yang dijalankan.
Dengan kemampuan yang tepat, mulai dari membimbing, memotivasi, hingga mengarahkan karyawan dengan benar, kamu dapat mencapai tujuan bisnis yang diimpikan.
Gaya kepemimpinan sendiri bukan hanya dapat dilihat dari cara seseorang mampu mengelola tim, tapi bagaimana orang tersebut menciptakan dasar bagi budaya tempat kerja yang kuat.
Untuk lebih memahami apa itu gaya kepemimpinan serta apa saja gaya yang dapat memengaruhi keberhasilan dan kesuksesan sebuah bisnis, simak selengkapnya di sini!

pexels
Gaya kepemimpinan adalah bagaimana cara seseorang sebagai pemimpin dalam mengelola timnya guna mencapai tujuan perusahaan, yang di dalamnya mencakup perilaku, nilai, hingga metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Namun, hal yang harus diperhatikan adalah kamu tidak hanya mampu menguasai satu gaya kepemimpinan saja untuk mencapai kesuksesan. Di mana, dalam menjalankan sebuah bisnis sendiri masalahnya bervariasi dengan solusi yang variatif pula.
Pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat dalam pemecahan sebuah masalah dan pengambilan keputusan mampu mempengaruhi budaya lingkungan kerja serta produktivitas karyawan dengan signifikan.
Dengan memahami gaya kepemimpinan yang berbeda dan mampu menerapkannya dengan sesuai situasi yang dihadapi, maka sahabat MyProtection memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai tujuan dan kesuksesan yang diinginkan dalam menjalani bisnis dan usaha.
Untuk menjadi seorang pemimpin dan pengusaha yang baik, kamu perlu mengetahui berbagai gaya kepemimpinan yang ada, simak selengkapnya.

pexels
Gaya kepemimpinan pertama, yaitu gaya demokratis yang juga dikenal dengan partisipasi aktif dari semua pihak dalam proses pengambilan keputusan sebuah perusahaan maupun bisnis.
Pemimpin dengan gaya demokratis juga mampu menghargai perspektif berbeda dan masukan dari karyawan dan anggota timnya, di mana semakin banyak sudut pandang berbeda mampu mendatangkan solusi yang lebih baik dan efektif.
Dengan gaya demokratis juga yang berwenang bukan hanya pemimpinnya saja, namun semua orang ikut terlibat dan adanya dorongan untuk melakukan diskusi terbuka, kolaborasi antar tim, serta brainstorming.
Penggunaan gaya kepemimpinan ini juga dapat membuat semua anggota tim yang ada di dalam perusahaan merasa dihargai dan memiliki kontribusinya masing-masing. Dengan adanya sense of belonging tersebut, dapat meningkatkan motivasi serta keterlibatannya dalam mencapai tujuan perusahaan bersama.
Karena mendorong dan mengedepankan diskusi serta partisipasi dari setiap anggota timnya, gaya demokratis menjadi sangat efektif pada organisasi dan perusahaan yang berfokus di bidang kreativitas dan inovasi.
Terdapat beberapa ciri khas pemimpin demokratis, seperti memberikan segala informasi ke setiap anggota saat mengambil keputusan, menjadikan tempat kerja tempat di mana setiap orang dapat menuangkan ide mereka, serta pandai melakukan mediasi.
Gaya selanjutnya, gaya visioner yang menekankan pada gaya kepemimpinan seseorang yang memiliki visi dan misi yang kuat untuk mencapai tujuan sebuah bisnis dan menjaga masa depan bisnis tersebut.
Bukan hanya mampu melihat masa depan, pemimpin visioner juga mampu memberikan inspirasi pada anggota tim melalui visi dan misi yang mereka miliki.
Pemimpin dengan gaya ini juga mampu menjadi agen perubahan yang kuat, di mana mereka akan terus mendorong anggota timnya untuk terus berpikir out-of-the-box, menemukan solusi inovatif, serta mencapai tujuan bisnis bersama.
Jika karyawan yang ada di dalamnya mampu terhubung dengan visi tersebut, maka mereka juga akan lebih bermotivasi, bersemangat, dan memiliki komitmen untuk berjuang mencapai tujuan bersama.
Pimpinan gaya visioner juga mampu melihat peluang di tengah banyaknya tantangan dan mampu mengarahkan perusahaan ke masa depan yang lebih cerah melalui visi dan misinya.
Oleh sebab itu, gaya visioner dapat sangat efektif bagi perusahaan kecil untuk mengembangkan usaha dengan pesat, serta perusahaan besar yang dapat membantu mentransformasi perusahaan.
Pada umumnya, pemimpin visioner memiliki beberapa ciri khas, seperti gigih dan pemberani, strategis, berani dalam mengambil risiko, inspiratif, optimis, serta inovatif.
Dengan adanya globalisasi saat ini, gaya kepemimpinan juga ikut dipengaruhi dengan kemunculan gaya multikultural yang lebih relevan dengan tren yang ada saat ini.
Pemimpin multikultural mampu memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai nilai-nilai keberagaman budaya dan mampu menyesuaikan keberagaman tersebut untuk keuntungan perusahaan.
Dengan mengadopsi gaya ini, seorang pemimpin memiliki kesadaran akan adanya perbedaan budaya, bahasa, norma, serta nilai dari anggota tim yang ada dan mampu menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa dihargai dan dihormati.
Bukan hanya menyadari adanya perbedaan tersebut, namun pemimpin multikultural juga dapat memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan yang lebih baik dan menghargai kontribusi setiap orang dalam proses pengambilan keputusan dan pencapaian.
Selanjutnya, gaya strategis di mana seorang pemimpin yang memiliki fokus untuk perencanaan jangka panjang serta pengambilan keputusan yang didasarkan pada data serta hasil analisis yang mereka miliki.
Pemimpin strategis memiliki kemampuan untuk melihat gambaran besar serta menentukan strategi paling efektif yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Gaya strategis juga menuntut pemimpin untuk menjadi seseorang yang visioner serta analitis, bagaimana mereka mampu mempertimbangkan faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi perusahaan.
Mereka juga harus mampu memahami apa yang terjadi di pasar, persaingan yang dihadapi, serta sumber daya yang dimiliki. Pemimpin strategis mampu memiliki pemahaman mendalam mengenai hal tersebut dan nantinya dapat digunakan untuk memaksimalkan kinerja tim serta sumber daya yang dimiliki menjadi lebih produktif.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemimpin juga harus dapat menyampaikan visi yang dimiliki dengan baik kepada tiap anggota timnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memiliki daya saing di pasaran.
Pemimpin dengan gaya suportif pada umumnya merupakan seorang pendengar yang baik dan selalu memberikan dukungan emosional kepada anggota timnya.
Menurut sudut pandang mereka, pemimpin yang suportif dan mampu memiliki rasa peduli dan empati dapat memengaruhi motivasi serta kinerja anggota timnya menjadi lebih positif.
Dengan gaya kepemimpinan ini, kamu dapat menciptakan lingkungan kerja yang suportif, di mana setiap karyawan merasa diterima dan dimengerti sehingga segala permasalahan maupun tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik dan terpecahkan.
Gaya kepimpinan otokratis yang dikenal dengan gaya yang pendekatannya berpusat pada pemimpinnya dan mengarah pada gaya otoriter. Pemimpin otokratis biasanya memiliki keputusan tunggal yang mutlak serta memberikan arahan jelas untuk setiap anggota timnya.
Pemimpin gaya ini juga biasanya mengendalikan segala aspek pekerjaan di perusahaan, mulai dari awal perencanaan hingga pada akhirnya pelaksanaan.
Hal ini didasarkan pada kepercayaan mereka dengan kemampuan yang dimiliki untuk mengambil keputusan terbaik.
Pada beberapa situasi tertentu dan kasus khusus gaya otokratis dapat menjadi efektif, di mana ketika perusahaan dihadapkan dengan pengambilan keputusan atau situasi darurat dengan durasi waktu yang singkat, pemimpin otokratis yang memiliki kendali penuh dapat memutuskan dengan cepat.
Pemimpin otokratis sendiri biasanya memiliki ciri khasnya tersendiri, seperti rasa percaya diri yang tinggi, mampu memotivasi diri, memiliki komunikasi yang jelas dan konsisten, mengikuti aturan, mampu diandalkan, memiliki nilai lingkungan yang terstruktur, serta memiliki kepercayaan pada lingkungan kerja yang diawasi.
Gaya transaksional merupakan gaya pemimpin yang memfokuskan pada penggunaan rewards and punishment atau insentif dan hukuman yang digunakan untuk memotivasi anggota timnya.
Pemimpin transaksional menetapkan aturan serta target yang harus dicapai dalam tenggat waktu tertentu, dan dari hasilnya tersebut ia akan memberikan insentif ataupun hukuman yang pantas.
Pada gaya kepemimpinan transaksional, pengukuran atas pencapaian kerja sangatlah penting dan pada umumnya menggunakan kontrak maupun perjanjian kerja untuk dapat mengukurnya secara jelas.
Hal ini dikarenakan, pemimpin transaksional pada umumnya memiliki ekspektasi tinggi pada anggota timnya untuk dapat mencapai target yang telah ditentukan dan mematuhi aturan yang ada.
Walaupun terkesan efektif, gaya transaksional pada umumnya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek, di mana pendekatan ini sendiri dapat memberikan dorongan singkat pada seseorang untuk mencapai tujuan.
Namun, jika penggunaan sistem rewards and punishment digunakan terus menerus, dapat mengarah pada motivasi sementara saja, tanpa adanya pengembangan jangka panjang serta pertumbuhan pribadi.
Selanjutnya gaya delegatif yang merupakan pendekatan kepemimpinan dengan memberikan otonomi signifikan pada anggota timnya untuk mengambil sebuah keputusan karena adanya kepercayaan yang tinggi pada kemampuan serta kompetensi karyawannya.
Pada gaya delegatif, pemimpin memiliki peran sebagai fasilitator bagi anggota timnya, di mana ia akan memberikan dukungan serta saran jika diperlukan saja dan tidak mengontrol penuh setiap pekerjaan yang dilakukan.
Pimpinan ini memiliki kepercayaan atas anggota timnya, di mana dengan memberikan kebebasan para karyawan mampu mengambil inisiatif dan berkolaborasi dengan kreatif yang dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik.
Pendekatan gaya ini juga dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan individu serta keseluruhan tim karena setiap orang memiliki tanggung jawab dan rasa kepemilikan atas keputusan yang diambil.
Gaya delegatif juga dapat membantu dalam terbentuknya lingkungan kerja inklusif serta mendukung pengembangan potensi dan kemampuan yang dimiliki setiap karyawan.
Selanjutnya gaya transformasional, di mana pada gaya kepemimpinan ini pemimpin mampu memberikan inspirasi kepada anggota timnya untuk mencapai potensi maksimal yang dimiliki.
Pimpinan transformasional biasanya memiliki visi yang kuat serta mampu mengomunikasikan hal tersebut kepada karyawannya serta memberikan motivasi dan menggerakkan mereka.
Seperti namanya, gaya ini mampu menciptakan lingkungan kerja yang terus berinovasi dan bersemangat, di mana para anggota timnya memiliki rasa tanggung jawab atas tujuan perusahaan yang ingin dicapai.
Pimpinan transformasional yang berperan sebagai role model bagi para karyawannya juga dapat memberikan dorongan kreativitas, pemikiran out-of-the-box serta memberikan perubahan positif bagi para anggota timnya.
Pimpinan dengan gaya transformasional juga dapat dilihat berdasarkan beberapa kriteria, seperti:
Memiliki rasa saling hormat pada anggota timnya
Mampu memberikan dorongan
Memberikan inspirasi ke orang lain dalam mencapai tujuan organisasi
Mampu memikirkan gambaran besar
Menempatkan nilai pada tantangan intelektual anggota tim
Tingkat kreativitas yang tinggi
Memiliki pemahaman baik terkait kebutuhan untuk mencapai tujuan
Gaya kepemimpinan liberal merupakan pendekatan pemimpin yang memberikan kebebasan bagi para anggota timnya untuk mengambil keputusan terbaik.
Pemimpin yang menganut gaya ini menjunjung tinggi eksperimen, inovasi, dan kreativitas serta mampu memberikan ruang bagi para karyawannya untuk berkembang dan menghasilkan karya inovatif.
Pada gaya liberal, pimpinan memegang peranan sebagai fasilitator yang mampu memberikan dukungan atas gagasan serta inisiatif anggota timnya.
Pendekatan ini menjadi sangat efektif khususnya pada tujuan yang berfokus ke inovasi serta kreativitas dan dapat menjadi kunci keberhasilan dari sebuah perusahaan.
Namun, perlu diperhatikan pula bahwa untuk menjamin kesuksesan mencapai tujuan, pemimpin juga tetap perlu untuk melakukan supervisi dan memberikan panduan selama proses berjalannya agar tetap terarah sesuai dengan visi dan misi yang ada.
Untuk mendapatkan hasil paling cepat, gaya penentu kecepatan atau pacesetter leadership dapat menjadi pilihan yang paling efektif.
Di mana, pemimpin pacesetter memiliki fokus pada kinerja, menetapkan standar yang tinggi, serta menuntut setiap anggota timnya bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi.
Hal yang harus diperhatikan jika menggunakan gaya kepemimpinan ini terus menerus adalah mampu menimbulkan stres pada anggota tim karena adanya tekanan untuk mencapai tujuan organisasi dalam tenggat waktu tertentu.
Pemimpin pacesetter pada umumnya memiliki fokus pada tujuan yang ingin dicapai, melakukan berbagai hal yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut, dan pada umumnya sangatlah komponen di posisinya.
Gaya kepemimpinan birokrasi mengacu pada pendekatan di mana setiap anggota tim harus mengikuti aturan serta prosedur sebagaimana yang tertulis.
Kepemimpinan ini menekankan agar setiap karyawan menjalankan tanggung jawab berdasarkan daftar yang telah ada dan ditetapkan.
Gaya birokrasi dapat menjadi efektif khususnya pada industri yang menuntut keteraturan, seperti departemen keuangan, kesehatan, maupun pemerintahan.
Terdapat beberapa kriteria yang dapat menunjukkan gaya kepemimpinan ini, seperti:
Fokus pada detail
Fokus pada tugas yang dijalankan
Memiliki aturan dan struktur nilai
Memiliki etos kerja yang baik
Memiliki kemauan yang keras
Memiliki komitmen terhadap organisasi
Memiliki disiplin diri
Nah, itulah ulasan seputar berbagai jenis gaya kepemimpinan yang ada serta kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya. Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa setiap gaya dapat menjadi bermanfaat jika digunakan dengan tepat.
Seorang pemimpin yang baik juga harus mampu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan gaya yang paling sesuai dengan situasi yang dihadapi untuk mencapai tujuan bersama seefektif mungkin.
Namun hal yang harus diperhatikan juga adalah anggota tim juga memegang peranan besar dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk pihak karyawan dan pihak perusahaan saling menghargai satu sama lain.
Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan memberdayakan sumber daya manusianya adalah dengan memberikan asuransi yang tepat sebagai perlindungan kesehatan yang tepat, seperti Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection yang memiliki banyak keunggulan produk, seperti:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 11 Desember 2019 - MyProtection News
Sahabat MyProtection, apakah Anda punya rencana mengunjungi Korea Selatan akhir tahun ini? Negara yang terkenal dengan K-Popnya ini memang punya segudang pesona. Mulai dari makanan, pusat perbelanjaan, hingga musim yang berbeda dengan Indonesia. Kabar baiknya, dilansir dari Klook.com (10/19), Pemerintah Korea memberlakukan program bebas biaya pembuatan visa Korea Selatan mulai dari 1 Oktober 2019 – 31 Desember 2019!
Menurut situs resmi Korea Visa Application Center (KVAC), pembebasan biaya pembuatan visa Korea Selatan ini berlaku untuk pengajuan Single Entry Visa C-3. Normalnya, pembuatan visa Korea Single Entry ini adalah $40 atau sekitar Rp 562.460 (per tanggal 4 Desember 2019). Jika ditambahkan dengan biaya administrasi pembuatan visa, total biaya yang harus Anda keluarkan sekitar Rp 758.460.
Hanya saja, kamu tetap akan dikenakan biaya administrasi pengurusan visa sebesar Rp 196.000/orang. Jika dihitung-hitung, maka Anda bisa menghemat banyak dengan mengikuti program dari Pemerintah Korea ini.
Hal yang Harus Disiapkan Untuk Mengajukan Visa Korea
Jika Anda berencana membuat visa Korea Selatan, kini Anda bisa mengurusnya di kantor KVAC di Lantai 5 Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan. Jadi, Anda tidak perlu ke Kedutaan Besar Korea Selatan lagi.
Dokumen wajib yang harus Anda siapkan adalah sebagai berikut:
Selain itu, Anda juga harus membawa dua buah dokumen keuangan dari pilihan di bawah ini:
Terakhir, jangan lupa untuk melengkapi diri Anda dengan asuransi perjalanan seperti MyTravel Protection – Asia Specialist untuk melindungi diri Anda dari kejadian tak menyenangkan saat bepergian ke luar negeri. Asuransi perjalanan MyTravel Protection berkisar mulai Rp 53.557* dengan berbagai manfaat asuransi seperti rawat inap jalan sebesar US$ 25.000, biaya pembatalan perjalanan S1.500, hingga proteksi untuk evakuasi darurat & repatriasi.
Selamat berlibur dengan aman!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 10 Juni 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Sejak pandemi COVID-19 menyebar di Indonesia, kita sudah menjalani karantina kurang lebih 2 bulan lamanya. Saat ini skema new normal sudah mulai dijalankan. Artinya kegiatan perekonomian, pendidikan, dan lainnya mulai kembali berjalan tetapi dengan batasan tertentu agar penyebaran virus tak meluas.
Bagi Anda yang sudah kembali ngantor atau beraktivitas di luar selama pandemi, ada tips penting dari dr. Anandika Pawitri, medical editor SehatQ yang dikutip oleh Kompas.com agar keselamatan tetap terjaga:
Salam,
Sahabat MyProtection