Beranda
/
Artikel
/
Otomotif
/
Cara Membuat SIM Online dengan Mudah dan Cepat dari Rumah!

Cara Membuat SIM Online dengan Mudah dan Cepat dari Rumah!

23 January 2026 | MyProtection News Jakarta

Kemajuan teknologi saat ini juga berpengaruh pada pelayanan pembuatan dokumen seperti SIM yang saat ini juga dapat dilakukan secara online.

Aplikasi digital Korlantas Polri yang dikeluarkan oleh korlantas sekarang memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk melakukan perpanjangan SIM secara online.

Lalu, bagaimana cara membuat SIM online dengan mudah? Simak langkah-langkahnya berikut ini!

Cara Membuat SIM Online dengan Mudah dan Cepat dari Rumah!

Cara Membuat SIM Online

Agar dapat membuat SIM Online dengan mudah, berikut langkah-langkah yang dapat kamu ikuti melalui Aplikasi digital Korlantas Polri, semoga bermanfaat!

1. Mengunduh Aplikasi Digital Korlantas Polri

Tahapan pertama yang harus dilakukan untuk membuat SIM online adalah mengunduh aplikasi Digital Korlantas Polri yang sudah tersedia di Android dan iOS.

Setelah memastikan aplikasi telah terunduh, langkah selanjutnya adalah melakukan tahap registrasi, seperti berikut:

  • Membuka aplikasi yang telah terunduh dan melakukan registrasi dengan memasukkan nomor ponsel aktif.

  • Selanjutnya, melakukan verifikasi identitas diri menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau NIK sesuai dengan yang tertera pada e-KTP.

  • Pastikan juga kamu memasukkan alamat email aktif yang dapat menerima notifikasi dan konfirmasi yang akan dikirimkan ke sana.

2. Mempersiapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Selain tahapan registrasi dan verifikasi, terdapat beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan ketika ingin membuat SIM, seperti:

  • e-KTP atau KTP elektronik.

  • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani yang bisa didapatkan dari puskesmas, klinik, dan layanan lainnya yang bekerja sama dengan Korlantas.

  • Hasil psikotes yang dapat dilakukan secara online melalui platform yang terdaftar.

  • Pas foto dengan latar belakang biru.

  • Tanda tangan digital.

3. Klik Pendaftaran SIM Baru

Setelah memastikan akun telah aktif dan ter verifikasi, berikut langkah-langkah yang dapat kamu ikuti:

  • Klik menu SIM yang ada pada aplikasi.

  • Memilih opsi Pendaftaran SIM Baru

  • Memilih jenis SIM yang ingin dibuat, SIM A untuk mobil dan SIM C untuk motor.

  • Mengisi data diri dan kendaraan dengan lengkap dan akurat.

  • Mengunggah dokumen persyaratan yang telah disiapkan sebelumnya.

  • Menentukan SATPAS atau Satuan Penyelenggara Administrasi SIM untuk mengikuti ujian praktik sebagai salah satu syarat.

  • Menyelesaikan pembayaran biaya pembuatan SIM melalui berbagai metode yang tersedia.

4. Mengikuti Ujian Teori Secara Online

Setelah menyelesaikan proses pembayaran, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengikuti ujian teori melalui aplikasi yang dapat kamu kuasai dengan mengetahui tips-tips berikut.

  • Mempelajari materi dasar seputar rambu lalu lintas, marka jalan, etika berkendara yang baik, serta sanksi pelanggaran lalu lintas.

  • Menjawab soal ujian dengan cermat dan pastikan memperhatikan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pengerjaan.

  • Jika ujian teori sudah lulus, kamu baru dapat memilih tanggal untuk melakukan ujian praktik.

5. Mengikuti Ujian Praktik di SATPAS

Jika kamu lulus ujian teori, maka langkah selanjutnya adalah menentukan jadwal ujian praktik yang akan berlangsung di lokasi SATPAS yang telah ditentukan.

  • Membuka aplikasi Digital Korlantas Polri untuk memilih tanggal untuk mengikuti ujian praktik yang tersedia.

  • Datang sesuai dengan tanggal dan lokasi SATPAS yang telah ditentukan.

  • Membawa dokumen yang diperlukan, seperti bukti pembayaran online, bukti pembayaran, KTP asli, serta surat keterangan sehat dan hasil psikotes.

Saat ujian praktik, terdapat beberapa keterampilan mengemudi yang harus kamu kuasai berdasarkan jenis SIM nya, seperti:

  • Ujian SIM C yang meliputi rute zig zag, angka 8, pengereman mendadak, serta keseimbangan.

  • Ujian SIM A yang meliputi parkir mundur, tanjakan, jalan sempit, serta pengereman.

6. Pengambilan SIM

Setelah berhasil menyelesaikan dan lulus ujian teori dan praktik, maka proses pembuatan SIM online sudah selesai.

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah menunggu proses pencetakan SIM dan kemudian mengambil SIM fisik secara langsung di SATPAS yang telah ditentukan.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Kesehatan
5 mins read • 16/10/2025
10 Minuman yang Mengandung Kafein dan Efeknya Konsumsi Berlebih!

Selain kopi dan teh, ternyata terdapat beberapa minuman yang mengandung kafein lainnya. Umumnya, kafein dimanfaatkan untuk meredakan rasa kantuk yang dialami seseorang yang bekerja sebagai stimulan alami.

Dengan mengonsumsi zat kafein, otak dapat terstimulasi untuk tetap fokus dan waspada serta menekan rasa kantuk yang dirasakan seseorang.

Kafein, yang merupakan bahan kimia alami, dapat ditemukan pada daun, kacang-kacangan, hingga buah-buahan dan bekerja sebagai stimulan saraf pusat yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah seseorang.

Senyawa ini bekerja dengan cara menghalangi efek neurotransmiter yang disebut adenosin yang menumpuk sepanjang hari dan membuat tubuh terasa lelah.

Lalu apa saja minuman yang mengandung kafein? Simak selengkapnya!

10 Minuman yang Mengandung Kafein dan Efek Konsumsi Berlebih!

Untuk mengetahui minuman yang mengandung kafein, berikut ini beberapa daftar minumannya:

1. Kopi

kopi minuman yang mengandung kafein

pexels

Salah satu minuman yang mengandung kafein paling populer adalah kopi yang banyak digemari orang-orang karena aromanya yang khas dan rasanya yang nikmat.

Karena kemampuannya untuk menahan rasa kantuk, banyak orang mengonsumsi kopi secara rutin agar tetap terjaga dan fokus ketika ingin menyelesaikan pekerjaannya.

Walaupun begitu, meminum kopi atau kadar kafein yang berlebihan juga berbahaya bagi tubuh. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui jumlah kafein yang ada di dalamnya.

Berbeda jenis kopi, umumnya jumlah kafein yang ada di dalamnya juga berbeda. Seperti contohnya, pada secangkir kopi hitam terdapat kandungan kafein sebesar 95 miligram, sedangkan terdapat sekitar 60 miligram kafein pada kopi instan.

Dengan semakin banyaknya proses pengolahan pada kopi, dimulai dari biji kopi hingga menjadi minuman siap saji kadar kafein di dalamnya juga akan semakin menurun.

Terutama saat proses perebusan, di mana panas yang ada dapat menghancurkan rangkaian kimiawi kafein yang membuat kadar kafein di dalamnya semakin berkurang.

Bagi para pencinta kopi, saat ini juga ada pilihan kopi decaf yang walaupun masih memiliki kandungan kafein, kadar kafeinnya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis kopi lainnya.

Selain itu, meminum kopi decaf juga dipercaya lebih efektif dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2 seseorang.

2. Teh Hijau dan Hitam

teh hijau dan hitam minuman yang mengandung kafein

pexels

Minuman yang mengandung kafein selanjutnya adalah teh yang tergantung jenisnya juga memiliki jumlah kandungan kafein yang berbeda di dalamnya.

Pada secangkir teh hitam terdapat kandungan kafein sebesar 47 miligram, jika dibandingkan dengan teh hijau yang memiliki kandungan kafein lebih sedikit, yaitu 28 miligram.

Kafein yang terkandung di dalam teh diperoleh dari daun camellia sinensis yang kadarnya dapat berbeda tergantung dari umur daun yang digunakan. Semakin tua umurnya, maka kandungan kafeinnya akan lebih rendah.

Selain dapat mencegah kantuk, meminum teh hitam juga dapat membantu seseorang untuk lebih fokus dan menjaga kesehatan jantung, usus, hingga tubuh secara keseluruhan.

Sedangkan kandungan kafein pada teh hijau serta asam amino L-theanine di dalamnya mampu membantu dalam mengurangi stres dan rasa cemas hingga meningkatkan fungsi otak dan kognisi.

Kedua senyawa ini juga bekerja secara sinergis bersamaan, sehingga bagi seseorang yang ingin meningkatkan kewaspadaan serta fokus, meminum teh hijau dapat menjadi pilihan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kopi.

Berbeda dengan teh hijau, teh hitam memiliki kandungan theaflavin yang juga menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, seperti:

  • Melindungi sel lemak dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan mendukung produksi antioksidan dalam tubuh.
  • Theaflavin juga dapat menurunkan risiko pembentukan plak pada pembuluh darah dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan ketersediaan oksida nitrat.
  • Theaflavin juga dapat mengurangi kadar kolesterol dan gula darah.

Baca juga: Manfaat Chia Seed

3. Matcha

matcha minuman yang mengandung kafein

pexels

Walaupun terbuat dari teh hijau, matcha memiliki kandungan kafein yang berbeda karena proses pengolahan hingga budidaya yang dapat memengaruhi rasa, kandungan, hingga bentuk penyajiannya.

Berbeda dengan teh hijau yang umumnya ditanam secara langsung di bawah sinar matahari, sekitar dua seminggu sebelumnya daun teh yang akan digunakan akan dilindungi dari paparan sinar matahari langsung.

Proses ini membuat kandungan klorofil yang ada meningkat dan menghasilkan warna daun yang lebih gelap. Bukan hanya itu, kandungan kafein, asam amino, hingga antioksidannya juga ikut meningkat.

Proses pengolahannya juga berbeda, setelah dikeringkan, matcha kemudian akan dihaluskan hingga menjadi bubuk yang membuat seluruh bagian daun teh dan nutrisi di dalamnya dapat masuk ke dalam tubuh dibandingkan teh dengan ampas.

Dikenal dengan warna hijau pekatnya, minuman ini umumnya memiliki kandungan sekitar 20 hingga 45 miligram kafein dalam satu cangkir tergantung variannya.

Beberapa varian tertentu juga dapat memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi hingga 70 miligram dalam satu cangkir.

Bukan hanya kafein, pada 2 sendok teh bubuk matcha terdapat 14 kalori dan nutrisi lainnya, seperti kalsium, zat besi, serat, dan antioksidan termasuk katekin, theanine, polifenol, dan quercetin.

Karena kandungan kafeinnya yang tinggi, mengonsumsi bubuk matcha juga dianjurkan tidak boleh lebih dari 4 sendok teh per hari.

4. Minuman Cokelat

minuman cokelat minuman yang mengandung kafein

pexels

Masih banyak orang yang tidak mengetahui bahwa minuman cokelat juga mengandung kafein di dalamnya.

Kafein pada cokelat berasal dari biji kakao, di mana pada proses pembuatannya biji kakao dikupas dari cangkang, yang kemudian akan difermentasi, dikeringkan, hingga akhirnya dicairkan untuk dibentuk menjadi cokelat batang.

Pada cairan tersebut terdapat kandungan lemak kakao dan cocoa solids yang mengandung kafein di dalamnya.

Dengan begitu, semakin banyak cocoa solids di dalam sebuah produk cokelat, maka jumlah kafeinnya akan meningkat.

Seperti halnya pada dark chocolate yang memiliki kadar kafein paling tinggi jika dibandingkan dengan cokelat susu maupun cokelat putih.

Pada satu cangkir minuman cokelat yang dapat dinikmati dalam kondisi hangat maupun dingin terdapat kandungan kafein sebesar 240 miligram. Sedangkan pada satu gelas cokelat susu umumnya memiliki kandungan kafein sebesar 45 miligram.

Selain kafein, kakao juga memiliki kandungan flavonol dan methylxanthines yang merupakan senyawa dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

5. Minuman Bersoda

minuman bersoda minuman yang mengandung kafein

pexels

Selanjutnya, minuman bersoda juga menjadi salah satu minuman yang mengandung kafein. Contohnya, pada satu kaleng minuman rasa kola terdapat 22 miligram kafein.

Namun, tidak semua minuman bersoda memiliki kandungan kafein. Minuman root beer ataupun minuman bersoda rasa jeruk tidak memiliki kandungan kafein di dalamnya.

Karena kandungan kafein dan asam fosfat yang bersifat diuretik dalam minuman bersoda, hal tersebut dapat menyebabkan kandungan vitamin dan mineral dalam tubuh berkurang.

Hal tersebut berarti, jika seseorang meminum soda secara rutin setiap hari dapat mempengaruhi hingga mengurangi jumlah kadar vitamin yang ada dalam tubuh.

6. Minuman Berenergi

Minuman energi yang umumnya dikonsumsi untuk meningkatkan atau membangkitkan tenaga ketika harus beraktivitas juga memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi.

Dalam satu kemasan botol atau kaleng minuman energi terdapat kandungan kafein mulai dari 71 hingga 200 miligram.

7. Bubble Tea

Bubble tea yang sempat populer di kalangan masyarakat juga memiliki kandungan kafein di dalamnya. Minuman yang dikenal karena rasanya yang manis dan tekstur bobanya yang kenyal memiliki daya tariknya tersendiri.

Kafein pada bubble tea sendiri beragam, yang bergantung pada jenis teh yang digunakan. Umumnya, jika minuman boba menggunakan teh hijau, kandungan kafein yang terdapat dalam satu gelas sekitar 30 hingga 50 miligram.

Jika menggunakan teh hitam, kandungan kafein di dalamnya sekitar 47 miligram. Berbeda jika bubble tea tersebut kemudian dicampur lagi dengan kopi maupun cokelat, yang dapat membuat kandungan kafeinnya semakin tinggi.

8. Smoothies

Dalam beberapa smoothies terkadang juga ada kandungan kafein di dalamnya yang bermanfaat untuk memberikan dorongan energi tambahan.

Umumnya, tambahan kafein pada smoothies sendiri berasal dari tambahan bubuk kopi maupun ekstrak teh hijau yang dimasukkan guna memberikan energi tambahan dan peningkatan fokus tanpa mengorbankan rasanya.

9. Teh Oolong dan Kamomil

Minuman dengan kandungan kafein selanjutnya adalah teh oolong yang memiliki kandungan kafein yang cukup besar, di mana pada 240 ml atau satu cangkir teh oolong terdapat kandungan kafein sebesar 37 hingga 55 miligram.

Selanjutnya, kamomil yang umumnya diminum untuk memberikan rasa tenang juga memiliki kandungan kafein walaupun jumlahnya kecil.

Di mana, pada satu cangkir atau 240 ml teh kamomil terdapat kandungan kafein sebesar 2 miligram.

Manfaat Kafein Bagi Tubuh

Selain dapat mengurangi rasa kantuk, terdapat beberapa manfaat lainnya yang dapat kamu rasakan dari mengonsumsi kafein, simak selengkapnya!

1. Meningkatkan Energi

Seperti yang sudah dibahas di atas, salah satu manfaat kafein yang paling umum adalah kemampuannya untuk meningkatkan energi dalam tubuh.

Kafein yang bertindak sebagai stimulan dapat membantu meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik, meningkatkan kewaspadaan seseorang, serta mengurangi rasa lelah.

2. Peningkatan Metabolisme

Kafein dalam tubuh juga dapat memberikan efek stimulan yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Dengan mengonsumsi kafein yang terdapat dalam satu cangkir kopi, dipercaya dapat membantu dalam meningkatkan jumlah kalori yang dibakar seseorang dalam satu hari.

Namun, efek ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, di mana adanya peningkatan metabolisme ini terjadi dengan sendirinya atau karena adanya efek kafein yang mampu mengurangi rasa lelah hingga mendorong seseorang untuk lebih banyak bergerak.

3. Meningkatkan Produktivitas

Mengonsumsi kafein juga dapat memberikan manfaat berupa peningkatan produktivitas karena mampu mengurangi rasa kantuk dan lelah.

Berdasarkan studi yang ada, mengonsumsi kafein dengan jumlah sedang mampu mengurangi rasa lelah yang dialami selama berolahraga serta membantu meningkatkan kinerja atletik seseorang.

Dengan meminum kafein, olahraga yang dilakukan juga dapat terasa lebih mudah untuk dilakukan sehingga kamu lebih dapat menikmati prosesnya dan rutin berolahraga.

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kandungan kafein yang ada pada kopi juga dapat memberikan efek positif seperti halnya dibahas dalam riset dengan judul Impact of Coffee Consumption on Cardiovascular Health.

Dijabarkan bahwa meminum kafein dalam batas wajar dapat menurunkan risiko hipertensi, gagal jantung, atrial fibrillation, hingga kolesterol.

Namun, perlu diingat juga bahwa mengonsumsi kopi secara berlebihan juga dapat memberikan risiko negatif bagi kesehatan jantung, seperti membuat jantung berdebar cepat yang meningkatkan risiko aritmia hingga peningkatan tekanan darah.

Efek Kafein Berlebih

Berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, jumlah kafein yang aman untuk dikonsumsi orang dewasa setiap harinya adalah 400 miligram atau sekitar 4 cangkir kopi.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, terdapat efek negatif yang bisa dirasakan seperti:

1. Kecanduan

Efek kafein yang pertama adalah kecanduan atau ketagihan jika terus menerus dilakukan. Jika konsumsi kafein dalam jumlah besar terus berlangsung dan menjadi sebuah kebiasaan, dapat menyebabkan perasaan putus asa, sakit kepala, hingga mudah marah kepada orang lain.

2. Menyebabkan Sakit Kepala

Kafein yang berlebih juga dapat menimbulkan rasa sakit kepala dan migrain yang umumnya sering dirasakan oleh seseorang yang telah kecanduan kafein.

Jika tidak mengonsumsi kafein, orang tersebut dapat merasakan rasa sakit kepala. Namun begitu juga sebaliknya, meminum kafein dalam jumlah besar juga dapat memberikan migrain.

3. Interaksi Obat

Kafein yang ada pada kopi juga dapat bereaksi dengan sejumlah obat yang dapat memberikan interaksi obat yang negatif.

Obat seperti antidepresan, antipsikotik, antiaritmia, hingga obat untuk psoriasis memiliki potensi interaksi obat negatif jika dikonsumsi bersamaan dengan minuman yang mengandung kafein.

4. Menyebabkan Kecemasan

Meminum kafein juga dapat menimbulkan rasa cemas yang lebih besar dari biasanya pada beberapa orang.

Khususnya jika meminum kafein secara berlebihan yang mampu memicu produksi senyawa yang berkaitan erat dengan perasaan cemas seseorang.

5. Gejala Keracunan

Asupan kafein hingga 10 gram dapat menyebabkan seseorang mengalami kejang hingga muntah. Pada beberapa orang, asupan rendah kafein juga dapat menimbulkan berbagai gejala keracunan, seperti gelisah, mudah marah, gugup, tremor, hingga detak jantung lebih cepat.

Aturan dalam Mengonsumsi Minuman yang Mengandung Kafein

Walaupun aman untuk dikonsumsi sehari-hari, terdapat batasan jumlah kafein yang dianjurkan, yaitu tidak melebihi 400 miligram dalam satu hari.

Jumlah kafein tersebut setara dengan 2 hingga 3 gelas kopi hitam atau sekitar 4 cangkir teh hitam.

Selain itu, konsumsi kafein juga harus dikurangi bagi ibu hamil maupun yang sedang menyusui. Untuk ibu hamil, konsumsi kafein harian tidak boleh melebihi 200 miligram, sedangkan ibu menyusui tidak boleh melebihi 300 miligram.

Nah, itulah beberapa minuman yang mengandung minuman kafein dan dapat membantu mengatasi rasa kantuk yang dilanda, memberikan fokus, hingga energi untuk menuntaskan kegiatan sehari-hari.

Walaupun begitu, tidak dianjurkan pula mengonsumsi kafein secara berlebihan dan tetap dibatasi sesuai anjuran yang ada.

Hal ini dikarenakan terdapat efek samping yang dapat dirasakan dari pengonsumsian kafein berlebih yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Tetap jaga kesehatan dengan memiliki pola hidup yang baik serta perlindungan kesehatan yang tepat seperti Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Berikut ini beberapa keunggulan produk PKP:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Otomotif
5 mins read • 18/02/2026
6 Mobil Irit BBM Super Hemat, Mulai dari 100 Jutaan Aja!

Mobil irit BBM sering kali menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia, khususnya di perkotaan seperti Jakarta dengan tingkat kemacetan yang tinggi yang dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih besar.

Memilih mobil irit BBM yang tepat dapat membantu dalam mengurangi pengeluaran tanpa mengorbankan performa mesinnya.

6 Mobil Irit BBM Super Hemat, Mulai dari 100 Jutaan Aja!

mobil irit bbm

Berikut beberapa rekomendasi mobil irit BBM yang bisa kamu dapatkan di Indonesia, keuntungannya, hingga perbandingannya di antara berbagai pilihan yang ada!

1. Honda Brio

Rekomendasi mobil irit BBM pertama adalah Honda Brio, mobil jenis city car yang cukup populer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Pada jalan tol, angka konsumsi bahan bakar Honda Brio sendiri cukup impresif, di mana mobil ini mampu mencapai 24 km/liter dibandingkan dengan regulasi mobil LCGC yang ada di angka 20 km/liter.

Bukan hanya karena hemat bahan bakar, Honda Brio juga menawarkan kabin yang cukup luas dan nyaman, serta pilihan transmisi manual ataupun otomatis (CVT).

Harganya yang cukup terjangkau mulai dari Rp 170,4 juta untuk tipe Satya S M/T juga menjadi daya tarik tersendiri.

2. Suzuki All New Ertiga

Suzuki All New Ertiga juga termasuk ke dalam mobil irit BBM dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 10-13 km/liter dalam kota dan 18-21 km/liter untuk luar kota.

Hal ini dikarenakan mesin di dalamnya yang menggunakan kode K15B dengan kapasitas 1.462 cc, 4 silinder bertenaga 103,2 hp pada 6.000 rpm dan torsi puncak 138 Nm pada 4.400 rpm.

Bukan hanya itu, mobil ini juga menggunakan platform baru, yaitu HEARTECT, yang memungkinkan untuk membuat bobot mobil lebih ringan hingga 15%, yang membantu dalam penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.

Harganya di pasaran juga beragam, untuk unit bekas mobil ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 230 jutaan. Sedangkan untuk unit baru dibanderol dengan harga Rp 228,4 juta hingga Rp 262,8 juta.

3. Toyota Avanza

Toyota Avanza yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2003 dan dikenali oleh hampir semua orang juga menjadi pilihan banyak orang yang mencari mobil irit BBM dengan harga terjangkau.

Memiliki kapasitas hingga 43 liter, mobil ini mampu menempuh perjalanan jauh dengan rata-rata konsumsi bahan bakar sekitar 17,6 km/liter.

Mobil Toyota Avanza bekas pada pasaran dibanderol dengan harga mulai dari Rp 127 juta hingga RP 227 juta. Sedangkan untuk unit baru dibanderol dengan harga mulai dari Rp 233,1 juta hingga Rp 272,5 juta.

4. Honda All New BR-V

Honda All New BR-V juga termasuk ke dalam mobil hemat bahan bakar, di mana konsumsi BBM-nya mencapai 11,7 km/liter di perkotaan dan 14 km/liter dalam perjalanan luar kota.

Bukan hanya itu, mobil ini juga menawarkan fitur eco-indikator yang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk menerapkan gaya berkendara yang lebih efisien.

Honda All New BR-V bisa kamu dapatkan dengan harga mulai dari Rp 292 jutaan hingga Rp 385 jutaan tergantung tipe dan daerahnya.

5. Daihatsu Sigra & Toyota Calya

Mobil irit BBM selanjutnya adalah Daihatsu Sigra dan Toyota Calya yang termasuk ke dalam mobil LCGC dengan dua pilihan kapasitas yang terdiri dari 1.000 cc dan 1.200 cc.

Toyota Calya dapat menempuh sejauh 20 km/liter jika berada di kecepatan konstan 100 km/jam. Sedangkan pada kecepatan 60 km/jam, pengonsumsian bahan bakarnya sekitar 25 km/liter.

Untuk mendapatkan mobil Toyota Calya, unit bekasnya di pasaran berada di angka Rp 101 juta hingga Rp 142 juta, dan untuk unit baru dimulai dari harga Rp 167,6 juta hingga Rp 187,4 juta.

Nah, itulah beberapa rekomendasi mobil irit BBM yang bisa jadi pilihan untukmu yang menawarkan efisiensi berkendara tanpa mengorbankan performa mengemudi. Semoga pembahasan di atas bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 17/01/2020
Penyebab Timbulnya Diabetes di Usia Muda

Jakarta, 17 Januari 2020 - MyProtection News

Dulu penyakit diabetes dan kolestrol dikaitkan dengan penyakit orang tua. Kini berdasarkan data, penderita diabetes tipe 2 di kalangan muda semakin bertambah. Obesitas dan gaya hidup tak sehat berkontribusi dalam peningkatan jumlah penderita penyakit ini.

Menurut WHO penderita diabetes tipe 2 terus bertambah setiap tahunnya. Pada 1980, sebanyak 108 juta penduduk dunia berusia di atas 18 tahun mengidap diabetes. Namun, pada 2014 lalu, penderita diabetes meningkat menjadi 422 juta orang.

Diabetes sendiri merupakan penyakit yang cukup mengerikan bila tidak ditangani dengan baik. Pasalnya, berdasarkan paparan World Health Organization, diabetes dapat menggangu kinerja jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, syaraf dan meningkatkan resiko kematian muda.

Lalu, mengapa diabetes bisa muncul di usia muda? Dilansir dalam CNN Indonesia, terdapat 7 faktor penyebab diabetes di kalangan dewasa muda.

  1. Gangguan fungsi pancreas

Organ tubuh satu ini mempunyai peran penting untuk mengatur sekresi insulin ke aliran darah. Insulin juga berguna untuk memecah gula dalam karbohidrat makanan menjadi energy. Selain itu, insulin juga berperan menyimpan glukosa dalam tubuh sebagai cadangan energy. Bagi individu yang mengalami gangguan fungsi pancreas, biasanya kadar insulin yang diproduksi tidak normal. Sehingga kadar gula darah melonjak akibat tidak bisa dipecah menjadi energy. Akhirnya, hal inilah yang menyebabkan timbulnya diabetes.

  1. Riwayat keluarga

Jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat diabetes, maka Anda berpotensi lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, dengan menjaga pola makan dan gaya hidup, Anda bisa terhindar dari diabetes.

Baca juga: Kembali ke Usia 25 dengan Olahraga

  1. Obesitas

Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah stau pemicu utama timbulnya obesitas. Jika tubuh memiliki kelebihan lemak, khususnya di lingkar pinggang, disinyalir besaran visceral lemak semakin besar. Menurut WHO, semakin besar longkaran pinggang maka semakin besar potensi seseorang mengidap diabetes.

Kelebihan berat badan dapat mengacaukan kerja hormone pada tubuh dan menurunkan respons tubuh terhadap insulin.

  1. Pola makan berantakan

Pola makan yang tidak sehat dan berantakan dapat meningkatkan resiko timbulnya diabetes. Sering mengonsumsi makanan/minuman instan, berlemak, daging yang diproses, serta mengandung gula menjadi penyebab utama obesitas yang akhirnya berujung pada diabetes. Selain makan sehat, Anda pun harus makan teratur. Lebih baik makan dengan porsi kecil tetapi sering.

  1. Konsumsi alcohol

Konsumsi alcohol berlebih serta merokok bisa mengganggu aktivitas metabolism dalam tubuh. Pada akhirnya, kadar insulin yang dihasilkan pun lebih sedikit. Kebiasaan mengonsumsi alcohol dan rokok merupakan hal yang umum di kalangan anak muda. Namun, selalu ingat bahwa mengonsumsi sesuatu secara berlebihan tidak akan baik.

  1. Malas bergerak

Berdasarkan data, kurang dari setengah penduduk usia dewasa melakukan akvitias fisik selama 150 menit per minggu. Selebihnya, masih banyak orang yang malas berolahraga. Padahal obesitas dan rasa “mager” merupakan penyebab utama dari diabetes. Anda bisa mencoba untuk hidup lebih sehat & mulai berolahraga dengan melakukan brisk walking. Jangan sampai di usia muda Anda malah tidak bertenaga.

Salam,
sahabat MyProtection

Baca juga: Perlindungan Kesehatan Prima – Premi Mulai dari Rp 6ribuan per Hari

Baca Artikel