Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Agar Kacamatamu Tidak Berembun Saat Pakai Masker, Ini Caranya!

Agar Kacamatamu Tidak Berembun Saat Pakai Masker, Ini Caranya!

13 May 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 13 Mei 2020 - MyProtection News

Sesuai dengan imbauan pemerintah dan World Health Organization (WHO), kini seluruh masyarakat diwajibkan menggunakan masker saat bepergian ke luar. Hal ini berlaku bagi masyarakat yang sehat ataupun yang sedang sakit. Tak perlu masker medis, Anda bisa membuat masker kain sendiri di rumah.

Selama pandemi COVID-19 masih berlangsung, maka kita semua akan terus diimbau menggunakan masker. Namun, pemakaian masker ternyata membawa tantangan tersendiri bagi pengguna kacamata. Mungkin bagi Anda pengguna kacamata akan sering merasakan kacamata menjadi berembun karena menggunakan masker. Alhasil, penglihatan pun jadi terganggu. Hal ini bisa berbahaya bagi Anda yang harus menyetir atau mengoperasikan mesin.

Coba simak tips berikut ini agar Anda bisa menggunakan kacamata dan masker dengan nyaman!

  1. Gunakan masker yang pas dengan hidung

Dengan menggunakan masker yang menempel lekat dengan hidung, kemungkinan masker membuat kacamata jadi berembun semakin kecil. Oleh karena itu, penting membeli atau membuat masker yang sesuai dengan ukuran wajah. Anda pun jadi tak perlu repot memperbaiki posisi masker akibat menggunakan masker yang tak sesuai dengan ukuran wajah.

  1. Gunakan semprotan anti-embun atau anti-kabut

Semprotan anti-embun ini biasanya dipakai oleh atlit renang untuk mencegah kacamata renangnya berembun ketika harus berkompetisi. Anda juga bisa mencoba semprotan anti-kabut ini untuk mencegah gangguan penglihatan akibat kacamata yang berembun.

  1. Celupkan lensa kacamata ke larutan sabun

Trik satu ini bisa Anda coba karena bahannya bisa didapatkan di rumah. sebelum digunakan, usapkan shampoo bayi atau air sabun ke lensa kacamata Anda sehingga menghasilkan busa. Lalu jangan bilas lensa Anda dengan air bersih, tetapi biarkan busa mengering dan lap kacamata dengan kain lembut bebas serat.

Lapisan sabun ini diharapkan membentuk lapisan film tips yang bisa mengurangi tegangan permukaan, sehingga molekul air kecil dari pernapasan kita bisa tersebar lebih merata di permukaan lensa dan mengurangi terbentuknya embun.

  1. Tempatkan tisu di dalam masker

Kelembapan dari napas kita membuat kacamata jadi berembun. Dengan menyisipkan tisu di dalam masker, kelembapan tersebut bisa diserap oleh tisu. Lipat tisu agar sesuai dengan ukuran wajah lalu letakan dekat dengan posisi hidung.

Apakah Anda memiliki trik lainnya untuk mencegah kacamata berembun akibat masker?

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 29/04/2020
Cegah Panas Dalam Saat Berpuasa

Jakarta, 29 Maret 2020 - MyProtection News

Ketika berpuasa, ada berbagai tantangan yang bisa kita hadapi. Salah satunya menahan rasa lapa dan haus. Tubuh pun rentan mengalami kekurangan cairan dan nutrisi tubuh karena waktu makan terbatas. Gangguan kesehatan yang lazim terjadi saat berpuasa adalah panas dalam.

Aswin Pramono, dokter ahli penyakit dalam dari RS Carolus Jakarta menyatakan bahwa panas dalam bisa berhubungan dengan kekurangan cairan tubuh. Apalagi jika asupan hidrasi tidak dipenuhi ketika buka puasa dan tubuh.

Ketika tubuh panas dalam akibat dehidrasi saat berpuasa maka efek yang bisa dirasakan adalah demam ringan, air liur kering, kelenturan kulit terganggu serta bibir pecah-pecah. Jika dibiarkan terus menerus, tubuh akan mudah terserang flu dan penyakit lainnya.

Oleh karena itu penting untuk minum air putih yang cukup, bahkan saat puasa. Triknya adalah minum segelas air putih saat berbuka & setelah salat magrib. Dilanjutkan 2 gelas air putih setelah berbuka atau makan besar. Lalu 1 gelas air putih setelah tarawih dan 1 gelas lagi sebelum tidur. Kemudian Anda bisa meminum segelas air putih saat sahur dan 2 gelas air putih seusai sahur. Pastikan Anda minum setidaknya 8 gelas atau 2 liter air putih sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.

Anda juga bisa mengonsumsi beberapa makanan saat panas dalam mulai menyerang. Contohnya seperti jeruk yang kaya vitamin C, buah pisang untuk memperlancar pencernaan, susu & yoghurt yang bernutrisi. Berbagai buah-buahan ini bisa Anda olah menjadi takjil atau jus agar tak membosankan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Kesehatan
5 mins read • 13/12/2024
Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

Pengertian Kesehatan - Setiap manusia pasti menginginkan kebugaran tubuh dan terus menerus berusaha untuk menjaganya, baik secara fisik, mental, hingga sosial.

Namun, apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan kesehatan itu sendiri? Simak selengkapnya informasi di bawah ini terkait pengertian, jenis, faktor, dan cara menjaganya!

Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

Pengertian Kesehatan, Jenis, Faktor, dan Cara Menjaganya!

pexels

Definisi kesehatan berdasarkan laman resmi Kemkes dan berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, sehat merupakan suatu keadaan baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Selain itu, di tahun 2010 Fertman & Allensworth juga mengartikan kesehatan sebagai suatu kondisi fisik, mental, serta sosial yang sejahtera secara umum, bukan hanya bebas dari berbagai penyakit maupun kelemahan atau disabilitas.

Menurut WHO atau World Health Organization, pengertian sehat sendiri terdiri atas cakupan yang sangat luas, yaitu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, hingga sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan atau cacat.

Berdasarkan penjelasan pengertian yang sudah dijabarkan, WHO juga menjelaskan beberapa karakteristik yang perlu kamu ketahui dan pahami, sebagai berikut:

  • Sehat secara jasmani dan rohani tanpa melibatkan unsur eksternal

  • Sehat berkaitan dengan lingkungan internal maupun eksternal

  • Sehat secara spiritual

  • Sehat secara mental

  • Sehat sebagai individu kreatif dan produktif

Kesehatan juga dapat digambarkan sebagai sebuah bentuk keseimbangan individu sebagai inang, agen seperti bakteri, virus, serta toksin, serta lingkungan, sehingga interaksinya bukan hanya terjadi antara individu terhadap agen, namun juga dengan lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang sejahtera.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesehatan merupakan proses mempertahankan serta mendukung keutuhan integritas manusia dalam keseimbangan fisik serta mental dalam beradaptasi di lingkungan sekitar secara optimal.

Jenis Kesehatan

jenis kesehatan

pexels

Mengutip dari buku Ilmu Kesehatan: Untuk Sekolah Menengah Kejuruan yang ditulis oleh Heru Nurcahyo, jenis kesehatan sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu kesehatan fisik, kesehatan sosial, serta kesehatan mental. Simak penjelasan lengkapnya berikut!

1. Kesehatan Fisik

Jenis pertama adalah kesehatan fisik. Pengertian kesehatan fisik sendiri adalah kondisi seseorang ketika setiap organ maupun bagian tubuhnya dapat berfungsi dengan baik.

Seorang individu dapat dikatakan sehat jika mereka tidak merasakan rasa sakit atau keluhan, dan secara objektif juga tidak terlihat sakit.

Asuransi Kesehatan Cashless untuk Kamu & Keluarga
Dapatkan manfaat kamar hingga Rp2 juta/hari, annual limit rawat inap tanpa batas, dan akses cashless di 1.000+ rumah sakit & klinik rekanan.
Lihat Perlindungan Kesehatan Prima

2. Kesehatan Mental

Jenis kesehatan selanjutnya adalah kesehatan mental atau juga kadang disebut juga dengan kata kesehatan jiwa maupun kesehatan rohani.

Terdapat pula beberapa komponen yang ada di dalam kesehatan mental ataupun kesehatan jiwa seseorang, sebagai berikut.

  • Memiliki pemikiran yang sehat dan dapat dilihat melalui bagaimana cara berpikir serta jalan pemikirannya.

  • Memiliki sifat emosional yang sehat yang dapat dilihat melalui cara orang tersebut mampu mengekspresikan emosi dan juga perasaannya.

  • Memiliki sifat spiritual yang sehat dan dapat dilihat melalui cara individu menunjukkan perasaan syukur, pujian, kepercayaan, serta hal lain yang bersangkutan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Seperti contohnya, menjalankan ibadah berdasarkan agama serta kepercayaan yang dipegang.

3. Kesehatan Sosial

Ketiga, kesehatan sosial. Hal ini dapat digambarkan melalui keadaan individu yang mampu melakukan interaksi tanpa memandang atau membeda-bedakan suku, ras, hingga warna kulit yang dapat membentuk rasa toleransi dan kesatuan antara satu sama lain.

Kesehatan sosial seorang individu sendiri dapat terlihat melalui bagaimana caranya mampu melakukan interaksi serta mengambil sikap ketika berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain.

Determinan Sosial Kesehatan

Faktor yang memengaruhi perbedaan di dalam status kesehatan secara individu maupun kelompok dapat disebut sebagai determinan kesehatan.

Untuk menentukan hal ini sendiri, terdapat banyak dimensi yang dapat digunakan, seperti halnya karakteristik serta perilaku seseorang, lingkungan fisik, maupun lingkungan sosioekonomi.

Determinant sosial kesehatan, atau yang dapat disebut juga sebagai penentu sosial kesehatan, atau dalam bahasa Inggrisnya determinant of health, merupakan berbagai faktor nonmedis yang dapat memengaruhi kesehatan.

Faktor yang ada di dalamnya sendiri bisa berbagai macam, mulai dari kondisi kehidupan serta pekerjaan sehari-hari, dan juga tidak termasuk di dalamnya faktor risiko individual yang dapat memengaruhi risiko atau kerentanan terhadap penyakit maupun cedera.

Banyak penelitian dan laporan yang semakin menyoroti hubungan antara kesehatan dan berbagai faktor, seperti gaya hidup, lingkungan, fasilitas kesehatan, dan kebijakan kesehatan.

Salah satu kebijakan yang telah diterapkan oleh banyak negara dalam beberapa tahun terakhir adalah pengenaan pajak pada gula.

Minuman manis juga mulai dikenakan pajak dan menjadi target gerakan antiobesitas karena semakin banyak bukti yang menunjukkan kaitan antara minuman bergula tinggi dan obesitas.

Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup, termasuk pola makan dan aktivitas fisik, memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan individu.

Lingkungan tempat tinggal juga memainkan peran penting, dengan akses terhadap udara bersih, air bersih, dan fasilitas rekreasi yang memengaruhi kesejahteraan.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia dan mudah diakses juga merupakan faktor penting dalam menentukan status kesehatan masyarakat.

Kebijakan kesehatan, seperti pengenaan pajak pada gula, bertujuan untuk mengurangi konsumsi gula dan mendorong pilihan yang lebih sehat.

Pajak ini tidak hanya diterapkan pada gula murni, tetapi juga pada minuman manis yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Gerakan antiobesitas mendukung kebijakan ini karena bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi minuman bergula tinggi berkontribusi pada peningkatan angka obesitas, yang pada gilirannya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat meningkatkan kesehatannya dengan melakukan aktivitas fisik, mendapatkan tidur yang cukup, membatasi konsumsi alkohol, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, dan rutin sarapan.

Lingkungan sering dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi status kesehatan individu, termasuk lingkungan alami, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial.

WHO telah menerbitkan panduan tempat tinggal untuk memperbaiki kondisi hunian, yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan membantu mengatasi perubahan iklim.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kurangnya ruang rekreasi, termasuk akses ke lingkungan alam, dapat menurunkan tingkat kepuasan pribadi, meningkatkan tingkat obesitas, dan berhubungan dengan kesehatan serta kesejahteraan yang rendah secara umum.

Sebaliknya, menghabiskan lebih banyak waktu di lingkungan alam memiliki dampak positif pada kesehatan.

Faktor genetik, atau sifat yang diwariskan dari orang tua, juga memainkan peran penting dalam menentukan status kesehatan individu dan populasi.

Hal ini mencakup kecenderungan terhadap penyakit dan kondisi kesehatan tertentu, serta kebiasaan dan perilaku yang terbentuk dari gaya hidup keluarga.

Misalnya, faktor genetik dapat memengaruhi cara seseorang mengatasi stres, baik secara mental, emosional, maupun fisik.

Sebagai contoh, obesitas adalah masalah signifikan yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Orang yang mengalami obesitas sering menghadapi stigma sosial dan diskriminasi, yang dapat menyebabkan stres emosional dan mental.

Stres ini, pada gilirannya, dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka, menciptakan siklus yang sulit untuk dipecahkan.

Selain itu, faktor genetik juga dapat memengaruhi metabolisme seseorang, yang berarti bahwa beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap penambahan berat badan dibandingkan dengan yang lain, meskipun mereka memiliki pola makan dan tingkat aktivitas fisik yang sama.

Kebiasaan dan perilaku yang dipelajari dari keluarga juga memainkan peran penting. Misalnya, jika seseorang tumbuh dalam keluarga yang memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat dan kurang berolahraga, mereka mungkin lebih cenderung mengembangkan kebiasaan yang sama.

Sebaliknya, keluarga yang mendorong pola makan sehat dan aktivitas fisik dapat membantu anggotanya mengembangkan kebiasaan yang mendukung kesehatan yang baik.

Selain itu, faktor genetik dapat memengaruhi cara tubuh seseorang merespons pengobatan dan intervensi medis.

Misalnya, beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk merespons lebih baik terhadap obat tertentu atau mungkin lebih rentan terhadap efek samping tertentu.

Ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang dipersonalisasi dalam perawatan kesehatan, di mana intervensi medis disesuaikan dengan kebutuhan individu berdasarkan profil genetik mereka.

Secara keseluruhan, memahami peran faktor genetik dalam kesehatan dapat membantu individu dan profesional kesehatan membuat keputusan yang lebih baik tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit.

Dengan mempertimbangkan faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup minimalis, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan

Menurut WHO atau World Health Organization, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang, sebagai berikut.

  • Keadaan lingkungan sosial serta ekonomi, seperti halnya penghasilan maupun status sosial.

  • Keadaan lingkungan fisik, seperti halnya udara bersih, air bersih, tempat kerja yang baik, sistem perumahan yang aman, komunitas, serta berbagai hal lainnya.

  • Karakteristik seorang individu dan perilakunya.

  • Tingkat pendidikan yang dimilikinya.

  • Kontribusi genetik.

  • Memiliki pelayanan kesehatan yang dapat dengan mudah diakses

  • Jenis kelamin, terdapat beberapa penyakit yang dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin seseorang.

  • Jaringan dukungan sosial, seperti halnya tradisi serta kultur.

Cara Menjaga Kesehatan

cara menjaga kesehatan tubuh

pexels

Setelah mengetahui apa pengertian kesehatan, jenis, hingga faktor yang memengaruhi kesehatan, sekarang kita akan membahas bagaimana cara menjaga kesehatan tersebut!

1. Diet

Salah satu cara terpenting untuk menjaga kesehatan dari dalam tubuh adalah memiliki diet serta pola makan yang lebih sehat.

Diet yang sehat sendiri tidak selalu harus berkaitan dengan bahan makanan yang mahal, tetapi mencakup makanan yang dapat memberikan nutrisi pada tubuh seperti makanan nabati dan hewani.

Nutrien yang dicerna tersebut nantinya akan diubah di dalam tubuh menjadi energi yang dapat membantu dalam pertumbuhan, perkembangan, perbaikan, serta pemeliharaan tubuh.

Nutrien sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu nutrien makro dan nutrien mikro. Nutrien makro sendiri didapat dari protein, karbohidrat, serta lemak yang dikonsumsi oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar.

Sedangkan, nutrient mikro sendiri di dapat dari vitamin dan mineral dan pada umumnya dikonsumsi dalam jumlah yang relatif dalam jumlah yang lebih kecil namun krusial bagi proses tubuh.

Untuk menjaga kesehatan tubuh dengan diet yang baik, terdapat panduan gizi seimbang yang berisikan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat serta gizi untuk menjaga kesehatan tubuh yang dapat kamu ikuti.

Panduan gizi seimbang ini berbentuk piramida yang berisikan panduan gizi dan makanan yang diperlukan agar memiliki tubuh yang sehat, yang dibagi menjadi beberapa bagian.

Setiap bagiannya sendiri menggambarkan asupan yang disarankan untuk dikonsumsi di setiap kelompok makanan. Misalnya seperti protein, lemak, karbohidrat, hingga gula yang harus dikonsumsi.

Bukan hanya menjaga kesehatan saja, dengan menjaga pola makan kamu juga dapat menghindari dan menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah perkembangan dari beberapa jenis kanker, serta menjaga berat badan tubuh yang lebih sehat.

Terdapat pula diet yang dianjurkan, yaitu diet Mediterania yang merupakan salah satu diet yang lebih modern yang dinilai lebih baik dibandingkan dengan diet tradisional.

Hal ini dikarenakan diet ini berkaitan dengan peningkatan kesehatan yang berkaitan dengan mengonsumsi banyak makanan yang mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik, isoprenoid, serta alkaloid.

2. Latihan Fisik

Bukan hanya dari dalam, namun menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dari luar dengan melakukan latihan fisik yang dapat meningkatkan maupun mempertahankan kebugaran fisik serta kesehatan, hingga kesejahteraan secara keseluruhan.

Dengan melakukan latihan fisik yang tepat, maka kamu dapat memperkuat otot serta meningkatkan kinerja sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular.

Berdasarkan institusi kesehatan nasional sendiri, latihan fisik terbagi ke dalam empat jenis yang terdiri dari daya tahan, kekuatan, fleksibilitas, serta keseimbangan.

3. Tidur

Tahukah kamu, kalau tidur ternyata juga menjadi komponen penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Terutama bagi anak-anak di masa pertumbuhan, tidur yang cukup menjadi krusial dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Jika seseorang kekurangan tidur, maka meningkat pula risiko orang tersebut untuk terkena beberapa masalah kesehatan kronis.

Selain itu, kekurangan tidur juga telah terbukti memiliki kolerasi dengan adanya rentan seseorang terhadap penyakit dan juga waktu penyembuhan yang lebih lama jika seseorang terkena penyakit.

Untuk lebih memahami berapa jam yang diperlukan bagi seseorang per harinya, berikut ini simak jam tidur yang diperlukan untuk setiap kelompok usia.

  • Bayi yang baru lahir di usia 0 hingga 3 bulan membutuhkan 14 hingga 17 jam perhari

  • Bayi yang berusia 4 hingga 11 bulan membutuhkan 12 hingga 15 jam perhari

  • Batita yang berusia 1 hingga 2 tahun membutuhkan 11 hingga 14 jam perhari

  • Balita yang berusia 3 hingga 4 tahun membutuhkan 10 hingga 13 jam perhari

  • Anak usia sekolah berusia 5 hingga 12 tahun membutuhkan 9 hingga 11 jam perhari

  • Remaja berusia 13 hingga 17 tahun membutuhkan 8 hingga 10 jam perhari

  • Dewasa berusia 18 hingga 64 tahun membutuhkan 7 hingga 9 jam perhari

  • Lanjut usia berusia 65 tahun ke atas membutuhkan 7 hingga 8 jam perhari

Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang kekurangan tidur seperti halnya hanya tidur 6 jam atau bahkan kurang, ditemukan memiliki kemungkinan 4 kali lebih mudah terserang pilek dibandingkan dengan orang-orang yang memenuhi kebutuhan tidurnya.

Selain itu, tidur juga memiliki peran dalam mengatur metabolisme, oleh sebab itu kekurangan tidur juga dapat menjadi salah satu faktor penambahan berat badan pada seseorang, maupun sebaliknya dapat menghambat seseorang untuk menurunkan berat badan.

Di tahun 2007, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker sebagai Lembaga penelitian kanker untuk WHO juga mengungkapkan bahwa jam kerja yang dapat menyebabkan gangguan ritme sirkadian memiliki kemungkinan bersifat karsinogen (zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker) terhadap manusia,

Nah, itulah sedikit penjelasan terkait pengertian kesehatan, jenis kesehatan, hingga faktor yang dapat memengaruhi kesehatan.

Seperti yang sudah dijelaskan sendiri untuk menjaga kesehatan sendiri bukanlah hal yang mudah, dan seringkali hal-hal tak terduga dapat terjadi dan pada akhirnya membutuhkan pengorbanan finansial yang besar.

Sebagai bentuk preventif dan pencegahan hal tersebut, Perlindungan Kesehatan Prima hadir sebagai solusi asuransi kesehatan online terbaik bagi individu maupun keluarga dengan manfaat rawat inap, bedah dan rawat jalan.

Namun perlu diingat bahwa kesehatan bukan hanya masalah fisik, tapi juga dapat dilihat dari sisi kesehatan mental, hingga kesehatan sosial. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 03/09/2021
Mudah Lelah dan Ngantuk Seharian? Mungkin Ini Penyebabnya

Hi, Sahabat MyProtection!

Aktivitas fisik yang intens tentu saja akan membuat tubuhmu lelah. Namun, bagaimana jika kamu merasa lelah dan ngantuk seharian secara terus-menerus? Atau bagaimana jika kamu merasa lelah meskipun sudah beristirahat dan tidur yang cukup?

Menurut Healthline.com, ada beberapa alasan mengapa kamu mudah lelah dan ngantuk seharian.

Kurang Istirahat atau Salah Waktu Istirahat

Jika kamu kurang beristirahat, tentunya tubuh akan mudah lelah keesokan harinya. Tubuh akan mengeluarkan sinyal kelelahan seperti sering menguap, perasaan mengantuk pada jam produktif, hingga kualitas mood yang menurun. Hal yang sering kali kita lupakan adalah anak-anak maupun orang dewasa membutuhkan jadwal tidur teratur untuk berfungsi dengan baik keesokan harinya. Riset membuktikan jadwal tidur yang berantakan bisa memunculkan gejala kelelahan pada tubuh.

Kurang Bergerak dan Olahraga

Melakukan aktivitas fisik yang intens memang bisa membuat tubuh lelah, tetapi sekaligus membangun stamina tubuh serta imunitas terhadap penyakit. Sebaliknya, jika kamu kurang berolahraga maka tubuh akan menjadi lebih cepat lelah meskipun kamu tidak melakukan kegiatan berat seharian. Hal ini sering dirasakan oleh penganut sedentary lifestyle. Orang dengan sedentary lifestyle menghabiskan banyak waktu melakukan aktivitas yang membakar kalori sedikit, seperti duduk atau rebahan. Yuk, mulai sekarang biasakan diri berolahraga dengan rutin!

Stress dan Depresi

Kadar stress yang tinggi bisa membuat tubuh terasa mudah lelah. Studi membuktikan bahwa salah satu gejala stress berlebihan adalah kelelahan dan perubahan suasana hati. Ketika penyebab stress tidak segera diatasi, maka skor rasa lelah yang dialami seseorang cenderung makin tinggi.

Tentu saja dalam berkegiatan sehari-hari, stress adalah hal yang tak terhindarkan. Langkah yang bisa kamu ambil adalah meregulasi tingkat stress dengan meditasi, berolahraga, atau teknik lainnya. Menerapkan pola pikir sehat juga bisa membantu kamu mengatasi rasa stress dan khawatir berlebihan.

Sindrom Kelelahan Kronis

Sindrom kelelahan kronis atay chronic fatigue syndrome dapat diidentifikasi dengan rasa kelelahan yang luar biasa meskipun penderitanya mendapatkan istirahat yang cukup. Rasa kelelahan ini mengganggu kegiatan harian pengidapnya. Gejala lain yang timbul dari sindrom ini adalah nyeri otot dan sendi, radang tenggorokan yang terjadi secara berulang, dan sakit kepala.

Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami gejala ini selama kurang lebih 4 bulan terakhir, maka konsultasi ke dokter sangat disarankan.

Kurang Asupan Gizi

Beberapa kandungan gizi di bawah ini bisa menimbulkan gejala kelelahan jika tidak dipenuhi dengan baik:

  • Zat besi (bisa menyebabkan anemia dan kelelahan)
  • Protein
  • Hidrasi atau air mineral
  • Kekurangan asupan kalori akibat pola makan tak teratur atau porsi makan kurang tepat

Efek Samping Penyakit

Terdapat beberapa gejala penyakit yang bisa membuat kamu merasa lelah seharian, contohnya seperti diabetes, kelenjar tiroid, dan anemia. Jika kamu sudah mendapatkan istirahat cukup tetapi merasakan gejala kelelahan dalam waktu lama serta perubahan dalam tubuh lainnya, segera periksakan diri ke dokter. Jangan lupa kamu juga bisa gunakan fitur konsultasi dokter online dari Perlindungan Kesehatan Prima dan HealthPlus+ Family agar kamu mendapatkan pengarahan dari ahlinya!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel