Sebelum membuat garasi, penting untuk terlebih dahulu menentukan ukuran parkir mobil yang memenuhi standar untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikanmu.
Seperti ukuran garasi yang kurang besar dan membuat mobil tergores hingga harus membongkar ulang kembali yang membutuhkan banyak biaya.
Lalu, berapa ukuran parkir mobil yang ideal berdasarkan jenis mobil yang kamu miliki? Simak informasinya di sini!

Berikut ini 5 ukuran parkir mobil ideal yang harus dibuat berdasarkan jenis kendaraan yang kamu miliki!
Untuk mobil berukuran kecil seperti Toyota Agya yang memiliki ukuran panjang sekitar 3,66 meter, lebar 1,6 meter, dan tinggi 1,52 meter, maka ukuran lahan parkir yang dibutuhkan adalah sekitar 3 x 5 meter.
Bagi kamu yang memiliki jenis mobil lain, rumus sederhana yang dapat diterapkan adalah dengan menambahkan setidaknya 60 cm di setiap sisi lahan parkir, khususnya di sisi kiri dan kanan.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan mobilitas pengendara dan penumpang untuk membuka dan menutup pintu mobil tanpa harus takut kesempitan.
Selain itu, adanya lahan tambahan ini juga dapat memudahkan pengemudi ketika melakukan proses parkir dan mengurangi risiko kecelakaan.
Selanjutnya, mobil berukuran sedang seperti Toyota Avanza, Toyota Yaris, hingga Toyota Raize yang juga populer di kalangan masyarakat Indonesia membutuhkan lahan parkir yang lebih besar.
Contohnya, Toyota Avanza memiliki spesifikasi panjang 4,19 meter, lebar 1,66 meter, serta tinggi sekitar 1,7 meter.
Berbeda dengan Toyota Agya yang relatif lebih kecil, mobil-mobil ini membutuhkan ukuran parkir yang lebih besar, sekitar 1,2 meter dari total luas parkiran untuk mobil kecil.
Hal ini berarti, lahan parkir yang dibutuhkan setidaknya sebesar 3 x 5,5 meter untuk mobil berukuran sedang seperti Avanza, Yaris, dan Raize.
Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, mobil besar tentunya membutuhkan lahan parkir yang lebih besar pula. Mobil seperti Toyota Fortuner, Pajero Sport, Daihatsu Gran Max, dan Isuzu Elf masuk ke dalam jenis mobil ini.
Toyota Fortuner memiliki spesifikasi panjang sekitar 4,8 meter, lebar sekitar 1,85 meter, dan tinggi 1,83 meter yang pastinya membutuhkan lahan parkir yang lebih luas dibandingkan Toyota Agya.
Jika menggunakan rumus awal ukuran parkir mobil, di mana setiap sisi ditambahkan 60 cm, maka lahan parkir yang tepat untuk mobil besar membutuhkan panjang lahan setidaknya 6 meter.
Umumnya, lahan parkir atau garasi untuk satu mobil LCGC, citycar, hingga hatchback yang ideal memiliki panjang sekitar 4,5 meter, lebar 2 meter, dengan tinggi 2 hingga 3 meter.
Sedangkan mobil yang memiliki dimensi lebih besar membutuhkan ukuran lahan parkir atau garasi yang lebih luas juga dan umumnya berukuran panjang 6 meter, lebar 2,6 meter, dengan tinggi 3 meter yang memberikan kemudahan bagi pengemudi ketika parkir.
Untuk kamu yang memiliki dua mobil dan ingin menyiapkan lahan parkir atau garasi yang sesuai, umumnya ukuran yang ideal sebesar 6 x 6 meter atau 6,5 meter x 6,5 meter yang membentuk persegi.
Dengan ukuran lahan parkir tersebut, pemilik kendaraan tidak perlu khawatir akan kemungkinan mobil saling tergores atau menabrak satu sama lain.
Bukan hanya itu, saat ini sendiri semakin banyak opsi mobil berdimensi kecil yang memberikan kemudahan bagi pemiliknya ketika parkir, khususnya bagi mereka yang memiliki lahan terbatas.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Indonesia sebagai negara beriklim tropis yang kaya akan sumber daya alam serta keanekaragaman hayati disebabkan karena letak astronomis Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa.
Karena letak astronomis Indonesia tersebut, Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan karena sinar matahari yang terus diterima sepanjang tahun. Bukan hanya itu, Indonesia juga memiliki tiga zona waktu yang berbeda, yaitu WIB, WITA, dan WIT.
Lalu, apa yang dimaksud dengan letak astronomis dan di mana titik koordinat letak astronomis Indonesia hingga pengaruh letaknya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Letak astronomis sebuah negara dapat dilihat melalui posisi wilayahnya di Bumi berdasarkan titik koordinat garis lintang dan garis bujurnya.
Garis lintang digunakan untuk mengukur jarang dari garis khatulistiwa atau ekuator, sedangkan garis bujur digunakan untuk mengukur jarak dari garis meridian utama. Secara sederhananya, garis lintang mengukur secara horizontal, sedangkan garis bujur mengukur secara vertikal.
Berdasarkan koordinatnya, letak astronomis Indonesia adalah 6º Lintang Utara atau LU - 11º Lintang Selatan atau LS dan 95º Bujur Timur atau BT – 141º Bujur Timur atau BT.
Angka-angka yang ada pada garis lintang dan garis bujur tersebut menggambarkan masing-masing titik paling utara, selatan, timur, dan barat wilayah Indonesia.
Berdasarkan angka-angka tersebut, berikut wilayah Indonesia yang ada di dalam titik garis astronomis, antara lain:
Titik paling utara wilayah Indonesia yang ada pada 6º08’ Lintang Utara atau LU berada di wilayah Pulau We, Nanggroe Aceh Darussalam.
Titik paling selatan wilayah Indonesia yang ada pada 11º15’ Lintang Selatan atau LS berada di wilayah Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Titik paling barat wilayah Indonesia yang ada pada 95º45’ Bujur Timur atau BT berada di wilayah Pulau Breueh, Nanggroe Aceh Darussalam.
Titik paling timur wilayah Indonesia yang ada pada 141º05’ Bujur Timur atau BT berada di wilayah Sungai Fly, Merauke, Papua.

Letak astronomis Indonesia juga dapat memiliki beberapa pengaruh, seperti:
Wilayah Indonesia yang memiliki iklim tropis.
Kelembaban udara serta cerah hujan yang tinggi.
Keragaman flora dan fauna yang luas. Hal ini disebabkan arus hujan dan laut yang tinggi, sehingga penyebaran bibit-bibit flora dan fauna dapat lebih mudah terjadi di Indonesia.
Letak Indonesia bera di bagian timur planet bumi berdasarkan letak astronomisnya.
Indonesia memiliki 3 zona waktu, yaitu WIB atau Waktu Indonesia Barat, WITA atau Waktu Indonesia Tengah, dan WIT atau Waktu Indonesia Timur.
Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.
Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan dari pengaruh letak astronomis Indonesia, antara lain:
Akibat letak astronomisnya, Indonesia menjadi negara dengan iklim tropis. Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang berarti wilayahnya akan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.
Dengan begitu, wilayah sekitarnya juga akan memiliki suhu udara yang relatif lebih stabil dengan hanya memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan.
Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Memiliki curah hujan yang tinggi
Memiliki hutan hujan tropis yang luas
Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun
Memiliki tingkat kelembaban udara yang tinggi
Karena letak astronomis Indonesia yang ada di garis bujur 95º Bujur Timur atau BT – 141º Bujur Timur atau BT, Indonesia terbagi ke dalam tiga zona waktu, antara lain:
Waktu Indonesia Bagian Barat atau WIB, pada Indonesia bagian barat terdapat selisih waktu +7 terhadap GMT atau Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Madura, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.
Waktu Indonesia Bagian Tengah atau WITA, pada Indonesia bagian tengah terdapat selisih waktu +8 terhadap GMT atau Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.
Waktu Indonesia Bagian Timur atau WIT, pada Indonesia bagian timur terdapat selisih waktu +9 terhadap GMT ata Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Kepulauan Maluku, Papua, Papua Barat, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia juga memperoleh curah hujan zenithal yang tinggi di sepanjang tahun. Hal ini berlaku di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Bogor, Manado, Padang, Pontianak, hingga Jayapura.
Terdapat setidaknya 5 kota di Indonesia yang memiliki curah hujan paling tinggi, antara lain:
Bogor di Jawa Barat yang dikenal sebagai kota hujan memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata sekitar 3.500 sampai 4.000 milimeter per tahun. Puncaknya terjadi di antara bulan November hingga Maret.
Manado di Sulawesi Utara, seperti yang banyak orang ketahui Manado juga menjadi salah satu kota dengan curah hujan tertinggi di Indonesia dengan rata-rata sekitar 3.500 milimeter per tahun. Hal ini disebabkan pengaruh angin muson dari Samudra Pasifik serta posisi Manado yang berada di pesisir.
Padang di Sumatra Barat, yang juga memiliki curah hujan tinggi dengan rata-rata 3.200 sampai 3.500 milimeter per tahun karena letaknya yang ada di pesisir barat Sumatra yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.
Pontianak, Kalimantan Barat yang berada di garis khatulistiwa juga memiliki curah hujan tinggi dengan rata-rata mulai dari 3.000 hingga 3.300 milimeter. Hal ini dikarenakan Pontianak berada di garis khatulistiwa yang menyebabkan kota ini menerima sinar matahari sepanjang tahun dan membuat penguapan air laut yang tinggi.
Jayapura, Papua memiliki curah hujan yang tinggi dengan rata-rata per tahun mulai dari 2.800 hingga 3.100 milimeter. Curah hujannya yang tinggi disebabkan letaknya yang ada di pantai utara Pulau Papua serta pengaruh angin pasat dari Samudra Pasifik.
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki suhu dan tingkat kelembaban yang tinggi, kondisi inilah yang memungkinkan hutan hujan tropis tumbuh dengan subur di wilayah Indonesia.
Adanya hutan hujan tropis di Indonesia juga memegang peranan penting sebagai penyumbang pasokan oksigen kehidupan masyarakatnya.
Berdasarkan laporan KLHK atau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas hutan di Indonesia sendiri mencapai 125,76 hektare atau setara dengan 62,97% dari total luas daratan yang ada di Indonesia.
Di Indonesia, hutan hujan tropis bisa kamu temukan di berbagai wilayah, mulai dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.
Berikut ini beberapa lokasi hutan hujan tropis yang ada di Indonesia yang harus kamu ketahui:
Hutan Bowosie di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dengan luas hingga 20.193 hektare yang dikelola BPOLBF atau Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores.
Taman Nasional Betung Kerihun di Kalimantan Barat yang telah berdiri sejak tahun 1992 dengan luas 8.000 kilometer persegi. Taman Nasional Betung Kerihun juga menjadi tempat tinggal bagi Suku Dayak Punan, Iban, Kayan, dan Suruk.
Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh yang di dalamnya meliputi ekosistem asli dari pantai hingga pegunungan tinggi dengan luas mencapai 830.268 hektare.
Taman Nasional Kerinci Seblat di Sumatra yang menjadi salah satu taman nasional terluas di Sumatra mencapai 1.389.509 hektare. Taman Nasional ini juga menjadi habitat alami harimau Sumatera.
Hutan Hujan Tropis Banjarbaru di Kalimantan Selatan yang di dalamnya menyimpan berbagai jenis tanaman langka dengan luas hingga 86,85 hektare.
Hutan Hujan Halmahera di Maluku yang di dalamnya menyimpan keanekaragaman hayati dan menjadi habitat asli dari burung cenderawasih.
Sebagai negara kepulauan yang berada di antara Benua Asia dan Australia serta dikelilingi Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia juga menawarkan keragaman flora dan fauna.
Dilihat melalui pendekatan biogeografi, persebaran flora dan fauna juga dapat dibagi ke dalam tiga bagian berdasarkan wilayahnya, yaitu bagian barat, tengah, dan timur.
Persebaran flora yang ada di Indonesia terbagi sebagai berikut:
Flora di Bagian Barat Indonesia, yang dapat disebut juga sebagai flora Asiatis atau flora Sumatra-Kalimantan. Dulunya, wilayah ini pernah terhubung dengan daratan Asia selama zaman es. Pada wilayah ini, floranya juga dapat dikelompokkan, yaitu:
Hutan Hujan Tropis, yang terdiri dari tumbuhan beraneka ragam dengan daun lebar, pohon besar, serta cendawan yang banyak.
Hutan Musim, hutan yang menggugurkan daunnya di musim kemarau yang berisikan flora seperti pohon jati, pinus, dan cemara.
Hutan Mangrove, hutan yang sering dijumpai di daerah pantai dan umumnya berisikan tumbuhan seperti rumbia, nipah, dan bakau.
Sabana Tropis, yang merupakan padang rumput dengan pohon tegakan tinggi. Sabana Tropis dapat kamu temui di wilayah Pulau Bali, Jawa Timur, serta dataran tinggi Gayo.
Flora di Bagian Tengah Indonesia, yang dikelompokkan ke beberapa jenis, yaitu:
Sabana Tropik, yang dapat kamu jumpai di Nusa Tenggara Barat.
Stepa, yang merupakan padang rumput dengan semak-semak belukar dan dapat dijumpai di Nusa Tenggara Timur.
Hutan Mangrove, yang di dalamnya mencakup nipah dan bakau.
Hutan Pegunungan, yang di dalamnya mencakup cemara dan pinus.
Hutan Musim, yang dapat disebut juga dengan hutan homogen.
Flora di Bagian Timur Indonesia, memiliki banyak persamaan dengan wilayah Australia sehingga sering kali dinamakan flora Australis. Umumnya, flora ini umumnya dapat dijumpai di wilayah seperti Papua yang mencakup hutan hujan tropik, hutan Mangrove, dan hutan pegunungan.
Persebaran fauna yang ada di Indonesia terbagi sebagai berikut:
Fauna di Bagian Barat Indonesia, dikenal sebagai fauna Asiatis yang mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulau sekitarnya. Terdapat beberapa jenis fauna yang dapat ditemukan, yaitu:
Mamalia, seperti gajah, harimau Sumatra, badak bercula satu, tapir, rusa, dan masih banyak lagi.
Reptil, seperti buaya, kura-kura, ular, tokek, biawak, dan trenggiling.
Burung, seperti burung hantu, elang, jalak, merak, dan kutilang.
Berbagai macam unggas.
Berbagai macam serangga.
Berbagai jenis ikan tawar dan pesut. Contohnya lumba-lumba di Sungai Mahakam.
Fauna di Bagian Tengah Indonesia, dikenal sebagai wilayah fauna kawasan Wallacea serta peralihan antara fauna Asiatis dan fauna Australis. Wilayahnya mencakup Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, serta Kepulauan Maluku. Jenis fauna yang dapat ditemukan, antara lain:
Mamalia, seperti anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsius, kuda, sapi, serta banteng.
Reptil, seperti biawak, komodo, kura-kura, buaya, dan ular.
Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, serta katak air.
Berbagai jenis burung, seperti burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan angsa,
Fauna di Bagian Timur Indonesia, yang meliputi wilayah Papua dan pulau di sekitarnya. Dikenal sebagai fauna tipe Australis, berikut jenis-jenis fauna yang ada di dalamnya:
Mamalia, seperti kanguru, walabi, nokdiak, oposum layang, kuskus, dan kanguru pohon.
Reptil, seperti buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.
Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, dan katak air.
Burung, seperti nuri raja, cenderawasih, kasuari, dan kakaktua.
Berbagai jenis ikan
Berbagai macam serangga.
Letak astronomis Indonesia juga memiliki pengaruh positif lain, yaitu memberikan lahan pertanian yang subur.
Hal ini dikarenakan pengaruh iklim tropis serta curah hujan yang tinggi di wilayahnya. Hal ini membuat tanah yang ada menjadi lebih mudah ditanami dan digunakan untuk mendukung komoditas pertanian.
Selain letak astronomis Indonesia, posisi Indonesia juga dapat dilihat melalui letak geografisnya berdasarkan kenyataannya di muka bumi, dilihat melalui fitur fisik serta hubungannya dengan wilayah lain.
Jika dilihat secara geografis, Indonesia terletak di antara Benua Australia dan Asia dan juga di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Di bagian utara, Indonesia berbatasan dengan Laut Cina Selatan serta Samudra Pasifik. Selain itu, di bagian timur Indonesia berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Sedangkan di sebelah Selatan maupun Barat, Indonesia berbatasan secara langsung dengan Samudra Hindia.
Karena letak geografisnya yang berada di cross position atau terletak di antara persilangan dua benua dan samudra, Indonesia menjadi lokasi yang strategis.
Selain memiliki banyak mitra dagang yang berasal dari negara-negara sekitar, kegiatan perdagangan di Indonesia juga ikut meningkat.
Karena letak geografisnya juga, Indonesia memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan. Hal ini dipengaruhi karena pergerakan angin musim antar wilayah sekitar.
Bukan hanya itu, jika dilihat secara letak geologisnya, Indonesia berada di kawasan
Nah, itulah penjelasan mengenai letak astronomis Indonesia serta pengaruhnya terhadap wilayah tersebut. Letak negara Indonesia yang strategis memiliki banyak keuntungan, mulai dari sisi ekonomi hingga pariwisata.
Sebagai negara beriklim tropis, wilayah-wilayah di Indonesia sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Bukan hanya dari dalam negeri, berbagai kota di Indonesia juga digemari wisatawan luar karena keindahan alamnya.
Untuk melindungi kamu dan anggota keluargamu setiap saat, asuransi perjalanan MyTravel Protection Domestic maupun International hadir untuk menghindarimu dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti sakit, kecelakaan, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, penundaan dan ketidaknyamanan lainnya.
Apa saja keunggulan asuransi MyTravel?
Perlindungan diri dan barang bawaan, tanggungan biaya medis darurat serta risiko kehilangan, kerusakan, atau keterlambatan bagasi.
Proteksi perjalanan lengkap, memberikan kompensasi delay, pembatalan, dan gangguan perjalanan sejak berangkat hingga kembali ke rumah.
Bantuan darurat 24/7, menyediakan layanan emergency assistance selama 24 jam.
Klaim praktis, ajukan klaim dengan mudah kapan saja melalui aplikasi eBenefit General.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 14 September - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Akhir-akhir ini mungkin Anda pernah mendengar happy hypoxia. Apa itu hypoxia dan apa hubungannya dengan COVID-19?
Dalam penelitian yang dilakukan Loyola University Health System, penderita COVID-19 yang memiliki gejala happy hypoxia memiliki kadar oksigen dalam tubuh yang sangat rendah, tetapi tidak mengalami dyspnea atau kesulitan bernafas. Dalam beberapa kasus, penderita COVID-19 bisa beraktivitas dengan normal. Padahal kadar oksigen yang sangat rendah bisa mengancam nyawa.
Hipoksemia sendiri bukanlah fenomena baru. Hipoksemia sendiri didefinisikan sebagai penurunan kadar oksigen dalam darah. Ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah, tubuh akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sesak napas, pusing hingga pingsan, napas pendek dan cepat, denyut jantung lebih cepat, kulit pada ujung jari dan sekitar bibir membiru.
Namun, pada kasus happy hypoxia ini, penderita hampir tidak menunjukan gejala fisik apapun. Bahkan penderita bisa beaktivitas cukup normal. Hal ini lah yang menjadikan happy hypoxia berbahaya. Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa penderita COVID-19 tanpa gejala umumnya tidak segera menerima penangan medis. Sehingga infeksi makin meluas dan kadar oksigen terus menurun. Sampai akhirnya penderita tiba-tiba merasa sesak napas tapi kadar oksigen dalam darah sudah terlalu rendah dan bisa menyebabkan kematian.
Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan terdapat dua langkah untuk mendeteksi dini gejala happy hypoxia.
Seperti yang disebutkan di atas, untuk mengecek kadar oksigen dalam darah secara lebih akurat, Anda harus menggunakan oxymeter atau oksimetri. Perhatikan apakah kadar oksigen dalam darah tetap wajar. Jika dalam pemeriksaan yang Anda lakukan, hasil pada alat oksimeter tersebut menunjukkan angka saturasi 95 ke atas, maka berarti Anda kemungkinan tidak mengalami hypoxemia atau hypoxia. Anda bisa membeli oksimeter sendiri atau melakukan pengecekan di rumah sakit.
Selain happy hypoxia, terdapat beberapa gejala umum COVID-19 menurut World Health Organization:
Beberapa orang juga mengalami gejala lain seperti;
Bagi individu yang mengalami gejala deman dan/atau batuk disertai kesulitan bernapas, napas pendek, nyeri dada/tekanan pada dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera menghubungi bantuan tenaga medis atau mengunjungi rumah sakit. Untuk bantuan dan penanganan COVID-19, silakan menghubungi Hotline COVID-19 di 119.
Kalau Anda tidak yakin kapan harus beribat ke dokter atau ingin berkonsultasi mengenai gejala yang Anda alami, asuransi kesehatan dari MyProtection memiliki fitur online doctor consultation. Sehingga Anda bisa berkonsultasi lewat ponsel dengan dokter pilihan.
Salam,
Sahabat MyProtection
Hi, Sahabat MyProtection!
Memilih asuransi kesehatan yang terbaik memang bukanlah perihal mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti manfaat yang ditawarkan, harga premi, sistem klaim asuransi dan rumah sakit rekanan.
Mungkin Anda pernah menemukan asuransi kesehatan dengan premi murah, tapi sistem klaim asuransi rumit? Atau bahkan, polis asuransi Anda hanya bisa digunakan di wilayah terbatas. Pastinya akan merepotkan Anda.
Perlindungan Kesehatan Prima menawarkan asuransi kesehatan individu maupun keluarga dengan premi terjangkau, sistem klaim cashless dan cardless, serta memiliki lebih dari 900 Rumah Sakit Rekanan yang tersebar di Seluruh Indonesia! Anda juga bisa cek daftar rumah sakitnya di sini. Sehingga, kapanpun dan dimanapun, Anda bisa berobat dengan tenang. Sakit saat pergi dinas atau liburan ke luar kota? Tidak masalah!
Sudah siap #DijagainTerus sama Perlindungan Kesehatan Prima?
Kalau jawabannya iya, Anda bisa memulai perjalanan aman paling nyaman bersama Perlindungan Kesehatan Prima dan mendapatkan DISKON 10% dengan menggunakan kode promo ‘DIJAGAINPRO’ selama April 2020!
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id