Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Tips Atasi Sakit Pinggang Setelah Duduk Seharian

Tips Atasi Sakit Pinggang Setelah Duduk Seharian

21 July 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 21 Juli 2020 - MyProtection News

Bekerja dari rumah memang tak selalu menyenangkan. Selain berkurangnya interaksi sosial, tidak semua tempat tinggal memiliki fasilitas memadai yang mendukung performa kerja. Salah satunya adalah tempat bekerja yang nyaman bagi karyawan.

Beberapa orang memanfaatkan ruang makan, sofa, hingga meja lipat untuk bekerja. Membuat postur tubuh tidak terjaga dangan maksimal. Sehingga menyebabkan nyeri pada bagian punggung bawah, yaitu pinggang serta pinggul.

Meskipun begitu, perihal nyeri punggung bawah juga bisa dirasakan setelah duduk dalam jangka waktu lama di kantor. Duduk secara terus menerus, menurut penelitian, bisa mengurangi aliran darah ke otak.

Anda bisa mengurangi nyeri punggung bawah dengan rutin mengganti posisi duduk. Misalnya duduk di pinggir kursi, duduk dengan menyilangkan kaki, lalu kembali duduk di tengah kursi. Biasakan mengambil jeda singkat, misalnya berjalan singkat atau regangkan tubuh setelah duduk selama 20 menit.

Kelly Starrett, ahli terapis, membagikan 6 tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah nyeri pinggang saat duduk:

  1. Duduk di pinggir kursi dan ganti posisi duduk secara berkala
  2. Jika Anda di rumah, cobalah sesekali berganti tempat duduk misalnya di lantai
  3. Ganti posisi kaki dengan rutin, misalnya menyilangkan kaki atau membuka kaki dengan lebar
  4. Bangun dari kursi setiap 20 menit
  5. Regangkan tubuh, berjalan singkat, atau angkat barang-barang di sekitar Anda secara berkala
  6. Cobalah yoga dan pilates untuk melatih kelenturan dan memperbaiki postur tubuh.

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Travel
5 mins read 06/02/2026
Letak Astronomis Indonesia Beserta 6 Pengaruh dan Keuntungan Posisinya!

Indonesia sebagai negara beriklim tropis yang kaya akan sumber daya alam serta keanekaragaman hayati disebabkan karena letak astronomis Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa.

Karena letak astronomis Indonesia tersebut, Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan karena sinar matahari yang terus diterima sepanjang tahun. Bukan hanya itu, Indonesia juga memiliki tiga zona waktu yang berbeda, yaitu WIB, WITA, dan WIT.

Lalu, apa yang dimaksud dengan letak astronomis dan di mana titik koordinat letak astronomis Indonesia hingga pengaruh letaknya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Letak Astronomis Indonesia Beserta 6 Pengaruh dan Keuntungan Posisinya!

letak astronomis indonesia

Letak astronomis sebuah negara dapat dilihat melalui posisi wilayahnya di Bumi berdasarkan titik koordinat garis lintang dan garis bujurnya.

Garis lintang digunakan untuk mengukur jarang dari garis khatulistiwa atau ekuator, sedangkan garis bujur digunakan untuk mengukur jarak dari garis meridian utama. Secara sederhananya, garis lintang mengukur secara horizontal, sedangkan garis bujur mengukur secara vertikal.

Berdasarkan koordinatnya, letak astronomis Indonesia adalah 6º Lintang Utara atau LU - 11º Lintang Selatan atau LS dan 95º Bujur Timur atau BT – 141º Bujur Timur atau BT.

Angka-angka yang ada pada garis lintang dan garis bujur tersebut menggambarkan masing-masing titik paling utara, selatan, timur, dan barat wilayah Indonesia.

Berdasarkan angka-angka tersebut, berikut wilayah Indonesia yang ada di dalam titik garis astronomis, antara lain:

  • Titik paling utara wilayah Indonesia yang ada pada 6º08’ Lintang Utara atau LU berada di wilayah Pulau We, Nanggroe Aceh Darussalam.

  • Titik paling selatan wilayah Indonesia yang ada pada 11º15’ Lintang Selatan atau LS berada di wilayah Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

  • Titik paling barat wilayah Indonesia yang ada pada 95º45’ Bujur Timur atau BT berada di wilayah Pulau Breueh, Nanggroe Aceh Darussalam.

  • Titik paling timur wilayah Indonesia yang ada pada 141º05’ Bujur Timur atau BT berada di wilayah Sungai Fly, Merauke, Papua.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

pengaruh letak astronomis negara indonesia

Letak astronomis Indonesia juga dapat memiliki beberapa pengaruh, seperti:

  • Wilayah Indonesia yang memiliki iklim tropis.

  • Kelembaban udara serta cerah hujan yang tinggi.

  • Keragaman flora dan fauna yang luas. Hal ini disebabkan arus hujan dan laut yang tinggi, sehingga penyebaran bibit-bibit flora dan fauna dapat lebih mudah terjadi di Indonesia.

  • Letak Indonesia bera di bagian timur planet bumi berdasarkan letak astronomisnya.

  • Indonesia memiliki 3 zona waktu, yaitu WIB atau Waktu Indonesia Barat, WITA atau Waktu Indonesia Tengah, dan WIT atau Waktu Indonesia Timur.

  • Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan dari pengaruh letak astronomis Indonesia, antara lain:

1. Indonesia Beriklim Tropis

Akibat letak astronomisnya, Indonesia menjadi negara dengan iklim tropis. Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang berarti wilayahnya akan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun.

Dengan begitu, wilayah sekitarnya juga akan memiliki suhu udara yang relatif lebih stabil dengan hanya memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan.

Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki curah hujan yang tinggi

  • Memiliki hutan hujan tropis yang luas

  • Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun

  • Memiliki tingkat kelembaban udara yang tinggi

2. Indonesia Memiliki Tiga Zona Waktu

Karena letak astronomis Indonesia yang ada di garis bujur 95º Bujur Timur atau BT – 141º Bujur Timur atau BT, Indonesia terbagi ke dalam tiga zona waktu, antara lain:

  • Waktu Indonesia Bagian Barat atau WIB, pada Indonesia bagian barat terdapat selisih waktu +7 terhadap GMT atau Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Madura, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.

  • Waktu Indonesia Bagian Tengah atau WITA, pada Indonesia bagian tengah terdapat selisih waktu +8 terhadap GMT atau Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.

  • Waktu Indonesia Bagian Timur atau WIT, pada Indonesia bagian timur terdapat selisih waktu +9 terhadap GMT ata Greenwich Mean Time. Wilayah yang termasuk ke dalamnya seperti Kepulauan Maluku, Papua, Papua Barat, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

3. Curah Hujan Tinggi

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia juga memperoleh curah hujan zenithal yang tinggi di sepanjang tahun. Hal ini berlaku di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Bogor, Manado, Padang, Pontianak, hingga Jayapura.

Terdapat setidaknya 5 kota di Indonesia yang memiliki curah hujan paling tinggi, antara lain:

  • Bogor di Jawa Barat yang dikenal sebagai kota hujan memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata sekitar 3.500 sampai 4.000 milimeter per tahun. Puncaknya terjadi di antara bulan November hingga Maret.

  • Manado di Sulawesi Utara, seperti yang banyak orang ketahui Manado juga menjadi salah satu kota dengan curah hujan tertinggi di Indonesia dengan rata-rata sekitar 3.500 milimeter per tahun. Hal ini disebabkan pengaruh angin muson dari Samudra Pasifik serta posisi Manado yang berada di pesisir.

  • Padang di Sumatra Barat, yang juga memiliki curah hujan tinggi dengan rata-rata 3.200 sampai 3.500 milimeter per tahun karena letaknya yang ada di pesisir barat Sumatra yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.

  • Pontianak, Kalimantan Barat yang berada di garis khatulistiwa juga memiliki curah hujan tinggi dengan rata-rata mulai dari 3.000 hingga 3.300 milimeter. Hal ini dikarenakan Pontianak berada di garis khatulistiwa yang menyebabkan kota ini menerima sinar matahari sepanjang tahun dan membuat penguapan air laut yang tinggi.

  • Jayapura, Papua memiliki curah hujan yang tinggi dengan rata-rata per tahun mulai dari 2.800 hingga 3.100 milimeter. Curah hujannya yang tinggi disebabkan letaknya yang ada di pantai utara Pulau Papua serta pengaruh angin pasat dari Samudra Pasifik.

4. Banyak Hutan Hujan Tropis

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki suhu dan tingkat kelembaban yang tinggi, kondisi inilah yang memungkinkan hutan hujan tropis tumbuh dengan subur di wilayah Indonesia.

Adanya hutan hujan tropis di Indonesia juga memegang peranan penting sebagai penyumbang pasokan oksigen kehidupan masyarakatnya.

Berdasarkan laporan KLHK atau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas hutan di Indonesia sendiri mencapai 125,76 hektare atau setara dengan 62,97% dari total luas daratan yang ada di Indonesia.

Di Indonesia, hutan hujan tropis bisa kamu temukan di berbagai wilayah, mulai dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.

Berikut ini beberapa lokasi hutan hujan tropis yang ada di Indonesia yang harus kamu ketahui:

  • Hutan Bowosie di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur dengan luas hingga 20.193 hektare yang dikelola BPOLBF atau Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores.

  • Taman Nasional Betung Kerihun di Kalimantan Barat yang telah berdiri sejak tahun 1992 dengan luas 8.000 kilometer persegi. Taman Nasional Betung Kerihun juga menjadi tempat tinggal bagi Suku Dayak Punan, Iban, Kayan, dan Suruk.

  • Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh yang di dalamnya meliputi ekosistem asli dari pantai hingga pegunungan tinggi dengan luas mencapai 830.268 hektare.

  • Taman Nasional Kerinci Seblat di Sumatra yang menjadi salah satu taman nasional terluas di Sumatra mencapai 1.389.509 hektare. Taman Nasional ini juga menjadi habitat alami harimau Sumatera.

  • Hutan Hujan Tropis Banjarbaru di Kalimantan Selatan yang di dalamnya menyimpan berbagai jenis tanaman langka dengan luas hingga 86,85 hektare.

  • Hutan Hujan Halmahera di Maluku yang di dalamnya menyimpan keanekaragaman hayati dan menjadi habitat asli dari burung cenderawasih.

5. Keragaman Flora dan Fauna

Sebagai negara kepulauan yang berada di antara Benua Asia dan Australia serta dikelilingi Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia juga menawarkan keragaman flora dan fauna.

Dilihat melalui pendekatan biogeografi, persebaran flora dan fauna juga dapat dibagi ke dalam tiga bagian berdasarkan wilayahnya, yaitu bagian barat, tengah, dan timur.

Persebaran flora yang ada di Indonesia terbagi sebagai berikut:

  • Flora di Bagian Barat Indonesia, yang dapat disebut juga sebagai flora Asiatis atau flora Sumatra-Kalimantan. Dulunya, wilayah ini pernah terhubung dengan daratan Asia selama zaman es. Pada wilayah ini, floranya juga dapat dikelompokkan, yaitu:

  • Hutan Hujan Tropis, yang terdiri dari tumbuhan beraneka ragam dengan daun lebar, pohon besar, serta cendawan yang banyak.

  • Hutan Musim, hutan yang menggugurkan daunnya di musim kemarau yang berisikan flora seperti pohon jati, pinus, dan cemara.

  • Hutan Mangrove, hutan yang sering dijumpai di daerah pantai dan umumnya berisikan tumbuhan seperti rumbia, nipah, dan bakau.

  • Sabana Tropis, yang merupakan padang rumput dengan pohon tegakan tinggi. Sabana Tropis dapat kamu temui di wilayah Pulau Bali, Jawa Timur, serta dataran tinggi Gayo.

  • Flora di Bagian Tengah Indonesia, yang dikelompokkan ke beberapa jenis, yaitu:

  • Sabana Tropik, yang dapat kamu jumpai di Nusa Tenggara Barat.

  • Stepa, yang merupakan padang rumput dengan semak-semak belukar dan dapat dijumpai di Nusa Tenggara Timur.

  • Hutan Mangrove, yang di dalamnya mencakup nipah dan bakau.

  • Hutan Pegunungan, yang di dalamnya mencakup cemara dan pinus.

  • Hutan Musim, yang dapat disebut juga dengan hutan homogen.

  • Flora di Bagian Timur Indonesia, memiliki banyak persamaan dengan wilayah Australia sehingga sering kali dinamakan flora Australis. Umumnya, flora ini umumnya dapat dijumpai di wilayah seperti Papua yang mencakup hutan hujan tropik, hutan Mangrove, dan hutan pegunungan.

Persebaran fauna yang ada di Indonesia terbagi sebagai berikut:

  • Fauna di Bagian Barat Indonesia, dikenal sebagai fauna Asiatis yang mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulau sekitarnya. Terdapat beberapa jenis fauna yang dapat ditemukan, yaitu:

  • Mamalia, seperti gajah, harimau Sumatra, badak bercula satu, tapir, rusa, dan masih banyak lagi.

  • Reptil, seperti buaya, kura-kura, ular, tokek, biawak, dan trenggiling.

  • Burung, seperti burung hantu, elang, jalak, merak, dan kutilang.

  • Berbagai macam unggas.

  • Berbagai macam serangga.

  • Berbagai jenis ikan tawar dan pesut. Contohnya lumba-lumba di Sungai Mahakam.

  • Fauna di Bagian Tengah Indonesia, dikenal sebagai wilayah fauna kawasan Wallacea serta peralihan antara fauna Asiatis dan fauna Australis. Wilayahnya mencakup Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, serta Kepulauan Maluku. Jenis fauna yang dapat ditemukan, antara lain:

  • Mamalia, seperti anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsius, kuda, sapi, serta banteng.

  • Reptil, seperti biawak, komodo, kura-kura, buaya, dan ular.

  • Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, serta katak air.

  • Berbagai jenis burung, seperti burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan angsa,

  • Fauna di Bagian Timur Indonesia, yang meliputi wilayah Papua dan pulau di sekitarnya. Dikenal sebagai fauna tipe Australis, berikut jenis-jenis fauna yang ada di dalamnya:

  • Mamalia, seperti kanguru, walabi, nokdiak, oposum layang, kuskus, dan kanguru pohon.

  • Reptil, seperti buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.

  • Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, dan katak air.

  • Burung, seperti nuri raja, cenderawasih, kasuari, dan kakaktua.

  • Berbagai jenis ikan

  • Berbagai macam serangga.

6. Lahan Pertanian yang Subur

Letak astronomis Indonesia juga memiliki pengaruh positif lain, yaitu memberikan lahan pertanian yang subur.

Hal ini dikarenakan pengaruh iklim tropis serta curah hujan yang tinggi di wilayahnya. Hal ini membuat tanah yang ada menjadi lebih mudah ditanami dan digunakan untuk mendukung komoditas pertanian.

Letak Geografis Negara Indonesia

Selain letak astronomis Indonesia, posisi Indonesia juga dapat dilihat melalui letak geografisnya berdasarkan kenyataannya di muka bumi, dilihat melalui fitur fisik serta hubungannya dengan wilayah lain.

Jika dilihat secara geografis, Indonesia terletak di antara Benua Australia dan Asia dan juga di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Di bagian utara, Indonesia berbatasan dengan Laut Cina Selatan serta Samudra Pasifik. Selain itu, di bagian timur Indonesia berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Sedangkan di sebelah Selatan maupun Barat, Indonesia berbatasan secara langsung dengan Samudra Hindia.

Karena letak geografisnya yang berada di cross position atau terletak di antara persilangan dua benua dan samudra, Indonesia menjadi lokasi yang strategis.

Selain memiliki banyak mitra dagang yang berasal dari negara-negara sekitar, kegiatan perdagangan di Indonesia juga ikut meningkat.

Karena letak geografisnya juga, Indonesia memiliki dua musim, yaitu kemarau dan hujan. Hal ini dipengaruhi karena pergerakan angin musim antar wilayah sekitar.

Bukan hanya itu, jika dilihat secara letak geologisnya, Indonesia berada di kawasan

Nah, itulah penjelasan mengenai letak astronomis Indonesia serta pengaruhnya terhadap wilayah tersebut. Letak negara Indonesia yang strategis memiliki banyak keuntungan, mulai dari sisi ekonomi hingga pariwisata.

Sebagai negara beriklim tropis, wilayah-wilayah di Indonesia sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Bukan hanya dari dalam negeri, berbagai kota di Indonesia juga digemari wisatawan luar karena keindahan alamnya.

Untuk melindungi kamu dan anggota keluargamu setiap saat, asuransi perjalanan MyTravel Protection Domestic maupun International hadir untuk menghindarimu dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti sakit, kecelakaan, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, penundaan dan ketidaknyamanan lainnya.

Apa saja keunggulan asuransi MyTravel?

  • Perlindungan diri dan barang bawaan, tanggungan biaya medis darurat serta risiko kehilangan, kerusakan, atau keterlambatan bagasi.

  • Proteksi perjalanan lengkap, memberikan kompensasi delay, pembatalan, dan gangguan perjalanan sejak berangkat hingga kembali ke rumah.

  • Bantuan darurat 24/7, menyediakan layanan emergency assistance selama 24 jam.

  • Klaim praktis, ajukan klaim dengan mudah kapan saja melalui aplikasi eBenefit General.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 21/01/2025
Kecelakaan Kerja dan Berbagai Faktor yang Dapat Menyebabkannya!

Kecelakaan kerja merupakan sesuatu hal yang dapat dialami oleh setiap orang di mana pun mereka berada selama berada di ruang lingkup kerja. Dari pekerjaan yang memiliki risiko tinggi, hingga pekerja kantoran.

Semua pekerjaan sendiri memiliki risikonya masing-masing yang harus diperhatikan. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dari kecelakaan kerja sendiri dan apa saja faktor yang menyebabkannya? Simak selengkapnya di sini!

Kecelakaan Kerja dan Berbagai Faktor yang Dapat Menyebabkannya!

Kecelakaan Kerja dan Faktor Apa Saja yang Menyebabkannya

pexels

Kecelakaan kerja sendiri dapat diartikan sebagai segala kejadian atau insiden yang terjadi di tempat kerja maupun ruang yang berhubungan dengan pekerjaan.

Di mana, segala kejadian atau insiden yang terjadi sendiri dapat mengakibatkan PAK atau penyakit akibat kerja, cedera, atau bahkan sampai meninggal dunia.

Selain itu, menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan atau Permenaker No. 5 Tahun 2021, menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan segala kecelakaan yang terjadi di dalam hubungan kerja.

Hal ini termasuk kecelakaan yang terjadi di dalam perjalanan dari rumah ke tempat kerja maupun sebaliknya hingga penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan kerja.

Terdapat pula UU No. 1 Tahun 1970 yang menyatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan sebuah kejadian yang tidak terduga dan tidak dikehendaki. Kejadian tersebut dapat mengacaukan proses serta menimbulkan kerugian baik harta benda maupun korban manusia.

OHSAS atau Occupational Health and Safety Assessment Series yang merupakan standar internasional pada penerapan sistem manajemen K3 atau keselamatan dan kesehatan kerja juga mendefinisikan kecelakaan kerja sebagai sebuah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesakitan, cedera, atau hingga kematian.

Jenis Kecelakaan Kerja

jenis kecelakaan kerja

pexels

Kecelakaan kerja yang sering terjadi juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut.

1. Tertimpa objek

Pertama, kecelakaan yang disebabkan tertimpa objek. Pada umumnya, kecelakaan jenis ini terjadi di pabrik maupun proyek lapangan yang dikelilingi banyak material.

Kecelakaan ini terjadi karena disebabkan sebuah objek yang sering kali tanpa sengaja jatuh karena adanya human eror maupun masalah pada objek hal tersebut.

2. Terjatuh dan terpeleset

Selanjutnya, terjatuh dan terpeleset yang dapat terjadi di area kerja dengan area licin dan tidak rata.

Walaupun di anggap sepele dan ringan, insiden ini dapat berdampak serius jika jatuh dari ketinggian yang tinggi ataupun risiko-risiko lainnya yang dapat menyebabkan dampak yang lebih parah.

3. Terkena benda tajam

Terkena benda tajam sendiri bukanlah sesuatu hal yang tak mungkin. Insiden ini dapat terjadi khususnya di sektor pekerjaan yang banyak menggunakan mesin dan benda tajam.

Oleh sebab itu, jika kamu bekerja di sektor pekerjaan ini akan sangat penting untuk berhati-hati saat bekerja dan terus memperhatikan sekita r.

Selain itu, memiliki perlindungan yang tepat juga bisa menjadi salah satu solusi efisien.

4. Kecelakaan lalu lintas

Keadaan lalu lintas tidak selalu aman. Di mana, sering kali terjadi hal-hal atau insiden yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah kemungkinan kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi kapan saja.

Jenis kecelakaan kerja ini terjadi ketika kamu sedang berada di perjalanan baik berangkat maupun pulang dari tempat kerja.

Klasifikasi serta Contoh Kecelakaan Kerja

Klasifikasi serta Contoh Kecelakaan Kerja

Menurut ILO atau International Labour Organization yang dapat disebut juga sebagai Organisasi Perburuhan Internasional, insiden dalam pekerjaan dapat dibedakan menjadi beberapa klasifikasi sebagai berikut.

1. Berdasarkan jenis pekerjaan

Yang pertama, klasifikasi berdasarkan jenis pekerjaannya terdiri dari, sebagai berikut

  • Terjatuh

  • Tertimpa benda jatuh

  • Tertumbuk maupun terkena benda atau peralatan kerja

  • Terjepit benda maupun peralatan kerja

  • Aktivitas atau gerakan yang melebihi kemampuan dan terlalu menekan fisik yang dapat menimbulkan cedera

  • Terpapar suhu ekstrem

  • Tersengat arus Listrik

  • Mengalami kontak dengan bahan berbahaya

  • Terkena efek radiasi

2. Berdasarkan penyebab

Yang kedua, klasifikasi berdasarkan penyebabnya terdiri dari, sebagai berikut

  • Kecelakaan disebabkan mesin atau alat kerja

  • Kecelakaan disebabkan kendaraan maupun alat pengangkut

  • Kecelakaan disebabkan kondisi lingkungan kerja yang kurang ideal

  • Kecelakaan disebabkan bahan serta zat berbahaya

  • Kecelakaan disebabkan instalasi listrik

3. Berdasarkan kelainan maupun sifat luka

Yang ketiga, klasifikasi berdasarkan kelainan maupun sifat luka terdiri dari, sebagai berikut

  • Patah tulang

  • Dislokasi atau keseleo

  • Regang otot

  • Memar

  • Amputasi

  • Luka luar atau luka di permukaan

  • Luka bakar

  • Keracunan

  • Mati lemas

  • Bekas sengatan arus Listrik

  • Bekas paparan radiasi

4. Berdasarkan letak kelainan maupun luka di tubuh

Yang terakhir, klasifikasi berdasarkan letak kelainan maupun luka di tubuh terdiri dari, sebagai berikut

  • Bagian kepala

  • Bagian leher

  • Bagian badan atau tubuh

  • Anggota tubuh bagian atas

  • Anggota tubuh bagian bawah

  • Kelainan atau luka di banyak area sekaligus

Penyebab Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja sendiri dapat terjadi kapan saja, namun terdapat beberapa hal yang dapat memicu kecelakaan tersebut terjadi. Simak di sini!

1. Mengabaikan prosedur keselamatan

Penyebab pertama yang sering menyebabkan kecelakaan adalah mengabaikan proses keselamatan. Terutama pada pekerjaan dengan risiko yang tinggi, prosedur keselamatan yang ada harus dan wajib ditaati selama proses bekerja.

Seperti halnya, ketika kamu bekerja di ketinggian, penggunaan APD atau Alat Pelindung Diri menjadi krusial. Di mana jika kamu tidak menaati aturan yang ada, kamu dapat membahayakan diri maupun rekan kerja-Mu!

2. Kurang pelatihan dan edukasi

Hal kedua yang sering kali menyebabkan kecelakaan adalah kurangnya pelatihan dan edukasi sebelum melakukan pekerjaan yang akan dilakukan.

Contohnya, ketika seorang pekerja diberikan tugas untuk menggunakan mesin maupun benda tajam di tempat kerja namun pelatihan dan edukasi yang diberikan kurang.

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja karena masih belum memahami cara kerja alat tersebut. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengikuti pelatihan yang dianjurkan terlebih dahulu.

3. Kondisi fisik yang kurang optimal

Kecelakaan juga dapat terjadi jika kondisi fisik kurang optimal dan tetap memaksakan melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan memiliki risiko yang tinggi.

Seperti contohnya, jika kamu sedang tidak enak badan akibat kurang tidur dan kelelahan yang dapat menyebabkan konsentrasi juga melemah. Hal-hal kecil seperti itulah yang dapat menyebabkan risiko kecelakaan dalam bekerja meningkat.

4. Peralatan yang kurang aman dan memadai

Dalam semua pekerjaan, khususnya pekerjaan dengan risiko tinggi pada umumnya memiliki standar keselamatan untuk peralatannya yang harus dipatuhi.

Seperti contohnya, peralatan dalam kondisi prima, perawatan pada jangka waktu tertentu, dan masih banyak lagi.

Jika aturan tersebut tidak dijalankan sesuai dengan standar yang ada, maka semakin besar pula risiko terjadi kecelakaan dalam bekerja.

Faktor Penyebab Kecelakaan selama Bekerja

Berdasarkan faktornya sendiri, penyebab kecelakaan juga dapat dibagi menjadi 3, baik secara internal maupun eksternal. Berikut ini 3 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dapat terjadi.

1. Faktor Manusia

Faktor manusia sendiri merupakan segala sikap, perilaku, hingga keterampilan seorang pekerja dalam melakukan pekerjaannya.

Sikap seorang pekerja yang kurang peduli, bermalas-malasan, atau bahkan terlalu percaya diri dapat mempengaruhi kinerjanya selama bekerja dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu perilaku seseorang, seperti tidak berkonsentrasi, mengabaikan keamanan, maupun mengonsumsi obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan kecelakaan selama bekerja.

Dan yang terakhir, ketika keterampilan yang dimiliki tidak mencukupi untuk mengoperasikan sebuah pekerjaan sering kali dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain di sekitarnya.

2. Faktor Kondisi Peralatan

Faktor selanjutnya adalah kondisi peralatan yang memiliki kaitannya dengan peralatan yang digunakan selama bekerja, baik kualitas, kelayakan, hingga pemeliharaannya.

Penggunaan alat yang tidak lagi prima atau dalam keadaan rusak, tidak berfungsi dengan baik, tidak memenuhi standar, maupun tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan kecelakaan.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk selalu memastikan kondisi mesin atau alat yang digunakan saat bekerja dalam kondisi yang layak sehingga risiko kecelakaan menurun.

Hal-hal seperti kabel yang mengelupas, komponen lepas, tangga yang patah, hingga APD yang tidak sesuai dapat mempengaruhi itu semua.

3. Faktor Lingkungan

Ada juga faktor lingkungan yang dapat menjadi penyebab kecelakaan selama bekerja. Faktor ini meliputi segala kondisi fisik, kimia, biologis, hingga psikologis yang ada di lingkungan tempat kerja.

Dengan kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai atau tidak mendukung untuk melakukan pekerjaan, sering kali kecelakaan dapat terjadi.

Seperti contohnya, suhu yang terlalu panas maupun dingin, kebisingan yang terlalu berlebihan, kurangnya cahaya, polusi udara sekitar, hingga tingkat kelembaban tinggi.

Bukan hanya itu, faktor lingkungan yang kurang memadai juga dapat mempengaruhi kondisi dan kesehatan mental seseorang , seperti terjadinya konflik, tekanan, hingga stres dari pekerjaan tersebut.

Adanya hal-hal tersebut pada akhirnya bukan hanya dapat mengurangi motivasi dan kinerja dari seseorang, namun juga dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di tempat kerja.

Faktor Penyebab Kecelakaan di Tempat Kerja Berdasarkan Teori

Banyaknya faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja mulai dari penggunaan alat dan material, faktor alam, atau bahkan kelalaian dan kurangnya kompetensi dari pekerja.

Oleh sebab itu, faktor penyebab kecelakaan di tempat kerja juga dapat dibagi berdasarkan teori di bidang ilmu K3, sebagai berikut.

1. Teori Domino

Teori domino yang dikemukakan oleh Heinrich mengatakan bahwa sebuah kecelakaan kerja dapat terjadi karena adanya 5 faktor utama yang berhubungan antara satu sama lain.

Mulai dari kondisi kerja, kelalaian manusia, tindakan kerja yang membahayakan, kecelakaan atau insiden, serta cedera.

Berdasarkan teori domino, jika ada salah satu faktor tersebut terjadi di tempat kerja, maka faktor lainnya juga akan terdampak dan munculnya efek domino antara faktor-faktor tersebut.

Hal yang dimaksud dari ini adalah, ketika kondisi kerja yang ada tidak memadai, maka akan muncul pula kelalaian pekerjanya, dan pada akhirnya tempat kerja menjadi tidak akan yang dapat mengakibatkan cedera atau bahkan kecelakaan.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait kelima elemen tersebut yang saling berhubungan dan membentuk rantai kecelakaan, sebagai berikut.

  1. Kondisi kerja atau social environment and ancestry, yang mengacu pada kondisi fisik serta psikologis lingkungan kerja yang dapat membahayakan kesehatan maupun keselamatan pekerja.

  1. Kelalaian manusia atau fault of the person or carelessness, yang merupakan kesalahan pekerja dalam menjalan pekerjaannya. Kelalaian ini sendiri pada umumnya bersifat internal, seperti kurangnya pengetahuan atau pengalaman, tekanan kerja yang berat, dll.

  1. Tindakan tidak aman atau unsafe act or unsafe condition, yang mengacu terhadap perilaku pekerja yang tidak sesuai prosedur yang seharusnya. Seperti penggunaan alat yang kurang tepat, mengabaikan peraturan keselamatan kerja, dsb.

  1. Kecelakaan atau accident, yang mengacu pada peristiwa atau kejadian tidak terduga maupun diinginkan. Peristiwa ini sendiri dapat terjadi akibat berbagai hal, mulai dari lingkungan kerja, kelalaian pekerja, atau bahkan tidak mengikuti protokol keamanan.

  1. Cedera atau injury, yang mengacu pada kerusakan atau cedera fisik pada tubuh seseorang akibat terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja.

2. Teori Multiple Factor

Teori Multiple Factor mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan di tempat kerja dapat didefinisikan menjadi 4M yang terdiri atas

  • Pertama, Man atau manusia

  • Kedua, Machine atau mesin dan peralatan

  • Ketiga, Media atau lingkungan kerja

  • Keempat, Management atau manajemen kerja.

Faktor pertama, yaitu manusia meliputi usia, gender, keterbatasan kemampuan, kekuatan, motivasi, kondisi emosi, dan sebagainya.

Faktor kedua yang seperti Namanya berkaitan dengan mesin dan peralatan yang digunakan selama proses kerja. Faktor ketiga, lingkungan kerja termasuk suhu hingga kebisingan di lingkungan kerja yang dapat mengganggu proses kerja.

Sedangkan, faktor terakhir yaitu manajemen meliputi komunikasi, kebijakan, dan sebagainya yang berkaitan dengan proses kerja.

Dampak Kecelakaan di Tempat Kerja

Kecelakaan di lingkungan kerja sendiri dapat menimbulkan berbagai dampak, bukan hanya dapat dilihat melalui luka fisik, namun juga secara psikis, atau bahkan hingga kematian.

Dibagi berdasarkan tingkat keparahannya, berikut ini dampak kecelakaan di tempat kerja, sebagai berikut.

  • Cedera fatal atau fatality yang dapat menyebabkan pekerja yang bersangkutan kehilangan nyawa

  • Cedera yang dapat menghilangkan waktu kerja produktif atau loss time injury

  • Cedera yang dapat menyebabkan karyawan tidak bisa masuk kerja atau loss time day

  • Cedera yang dapat membatasi kemampuan kerja atau restricted duty

  • Cedera yang membutuhkan perawatan medis atau medical treatment injury

  • Cedera ringan, yang pada umumnya lecet, mata kemasukan debu, dan sebagainya atau first aid injury

  • Tidak menimbulkan cedera atau non injury accident

Tips Menghindari Kecelakaan Ketika Bekerja

Dalam menghindari risiko insiden-insiden yang tidak diinginkan, berikut ini beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk menghindari kecelakaan saat kerja.

  • Menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri yang lengkap atau sesuai dengan standar dan regulasi yang telah ditetapkan. Dengan mengikuti aturan yang ada, maka kecelakaan yang tidak diinginkan juga dapat dihindari.

  • Mengikuti pelatihan maupun kelas yang dibutuhkan selama bekerja. Dengan begitu, kamu akan memiliki informasi yang cukup untuk bekerja dengan baik dan aman.

  • Menaati aturan yang ada, seperti menggunakan APD serta mengecek keadaan peralatan yang digunakan agar kondisinya tetap prima dan memenuhi standar yang ada.

  • Secara rutin melakukan pengecekan atau monitoring untuk memastikan segala hal yang berkaitan dengan regulasi serta standarisasi tetap dijalankan sesuai prosedur di tempat kerja.

Nah, itulah sekilas penjelasan terkait kecelakaan kerja dan hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat bekerja.

Tentu saja tidak ada orang yang ingin terkena musibah tersebut, namun untuk memastikan kamu sudah terlindungi dan memiliki perlindungan yang terpercaya, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk menjawab segala kekhawatiran-Mu!

Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat dan membuatmu lebih waspada akan hal-hal yang mungkin saja terjadi di tempat kerja. Semoga bermanfaat dan semangat bekerja!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 15/01/2020
Kerja Kantoran Sambil Bisnis, Bisakah?

Jakarta, 15 Januari 2020 - MyProtection News

Kesibukan saat bekerja di kantor mungkin menyita sebagian besar tenagamu. Jam pulang merupakan waktu beristirahat dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Memangnya, masih sempat untuk berbisnis dan menjadi entrepreneur?

Jawabannya adalah bisa. Dengan catatan Anda harus bisa mengatur waktu dan memilih jenis usaha yang tepat. Coba simak ulasan satu ini sebelum Anda mengambil keputusan!

  • Catat Waktu Luang

Coba ingat-ingat kembali, dalam sehari berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk bekerja dan untuk beristirahat? Jika Anda bekerja dari pagi hingga larut malam di kantor, atau bahkan harus masuk saat weekend, maka Anda harus mempertimbangkan matang-matang pilihan untuk membuka bisnis. Jangan sampai Anda menyerah setelah satu atau dua bulan berbisnis karena tidak memiliki waktu. Beristirahat juga penting, lho setelah bekerja seharian.

Nah, kalau Anda punya waktu luang yang cukup banyak setelah bekerja, Anda bisa memanfaatkannya untuk mulai merintis bisnis. Namun, kembali lagi pada pribadi masing-masing. Jika ada kemauan, maka pasti ada jalan. Walaupun sibuk, selama Anda memiliki kemauan kuat untuk berbisnis, pasti bisa!

  • Pilih Bisnis yang Sesuai

Ada banyak ide bisnis yang bisa Anda lakukan. Dalam tahapan ini, Anda bisa memilih bisnis yang sesuai dengan kemampuan atau ketertarikan. Misalnya, Anda suka membuat kue kering atau cookies, maka Anda bisa mencoba bisnis kuliner kecil-kecilan di lingkungan kantor. Atau Anda tertarik dengan fashion? Bisnis fashion online shop ini juga banyak digeluti orang. Salah satu ide bisnis sederhana lainnya adalah menjual barang-barang bekas atau preloved. Anda hanya perlu memilah barang yang tidak terpakai namun dalam kondisi baik untuk dijual kembali. Mudah, bukan?

Baca juga: Money Management Tips, Penting untuk Pemula

  • Persiapkan Modal

Faktor penting lainnya dalam memulai bisnis adalah modal. Tergantung dari jenis bisnis yang Anda pilih, modal usaha yang dibutuh bisa jadi cukup besar. Ada baiknya Anda mulai menabung untuk mempersiapkan modal bisnis. Jika dana yang dibutuhkan cukup besar, saat ini banyak bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga rendah.

Tapi, memulai bisnis tidak harus selalu bermodal besar, kok. Mulai dengan bisnis sederhana dan kecil untuk melihat potensi pasar. Siapa tahu, bisnis dengan modal 0 rupiahmu bisa berkembang pesat!

  • Pilih Partner Bisnis

Jika terasa berat sendirian, maka Anda bisa mengajak keluarga atau orang yang bisa dipercayai untuk memulai bisnis bersama. Selain sumber ide dan modal yang didapatkan akan lebih banyak, beban pekerjaan juga bisa berkurang. Pastikan rekan bisnis atau bawahan Anda ini bisa “melengkapi” kekurangan Anda. Apalagi, saat bekerja dengan orang lain, komunikasi dan kerja sama sangat dibutuhkan. Jangan sampai tim bisnis ada banyak, tetapi orang yang benar-benar bisa bekerja hanya sedikit.

  • Jangan Lupa Istirahat dan Jaga Kesehatan!

Mencari uang dengan berbisnis memang sah-sah saja. Namun, ada juga harus memperhatikan kesehatan tubuh. Uang banyak tidak akan bisa membeli kesehatan fisik ataupun mental. Maka setelah sibuk bekerja di kantor dan mengurus bisnis, selalu luangkan waktu untuk bersantai. Tidur yang cukup bisa membantu Anda tetap enerjik dan berpikiran tajam untuk menangkap peluang bisnis yang ada.

  • Belajar Dari Pengalaman

Saat menjalankan bisnis, pasti ada berbagai masalah yang harus dihadapi. Namun, jangan pantang menyerah dan belajar dari pengalaman. Jadikan pengalaman berbisnis ini sebagai bekal untuk Anda menjalankan bisnis lain atau yang lebih besar lagi. Jangan sungkan untuk bertanya pada keluarga atau teman sesame pebisnis untuk mengatur usaha Anda.

Selamat menjalani bisnis yang baru!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Tidak Semangat Kerja? Mungkin Anda Mengalami Burnout

Baca Artikel