Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
JANJI – JAJAN ASURANSI DI JANUARI

JANJI – JAJAN ASURANSI DI JANUARI

31 December 2020 | MyProtection News Jakarta

JANJI – JAJAN ASURANSI DI JANUARI

Awali tahun barumu dengan janji pasti dari MyProtection!

Soalnya memang cuma MyProtection yang janji untuk jagain kamu 24/7 kapanpun, dimanapun. Dalam promo JANJI atau Jajan Asuransi di Januari, Anda bisa mendapatkan potongan harga 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima khusus Januari 2021!

Biar makin yakin untuk beralih ke Perlindungan Kesehatan Prima, ada berbagai fitur dan manfaat yang bisa Anda nikmati. Karena Perlindungan Kesehatan Prima lebih dari sekadar asuransi kesehatan biasa.

  • Beli asuransi dan ajukan klaim dari HP
  • Klaim cashless tanpa kartu
  • Premi dapat dicicil hingga 12x dengan atau TANPA kartu kredit
  • Telemedicine, beli obat diantar ke rumahmu
  • Online doctor consultation, konsultasi dengan dokter terpecaya dari HP
  • Cek status klaim langsung dari HP Anda
  • Manfaat tambahan SALDO PRIMA untuk beli vitamin/obat tanpa resep Dokter & diganti asuransi
  • Menjamin COVID-19

Sudah siap jalanin janji pasti dari Perlindungan Kesehatan Prima?

*Syarat dan Ketentuan:

  • Periode promo adalah 1 – 31 Januari 2021
  • Promo khusus untuk produk Perlindungan Kesehatan PRIMA
  • Diskon yang diberikan sebesar 10% dengan kode JANJIPASTI
  • Diskon hanya bisa digunakan 1x per nasabah dan tidak bisa digabung dengan promo lainnya

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 06/12/2019
Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Jakarta, 6 Desember 2019 - MyProtection News

Sampai saat ini, kasus penyakit jantung dan kanker merupakan penyebab kematian terbesar di kalangan dewasa lanjut usia menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDCP).

Kabar baiknya, sebuah studi oleh Vital Study menemukan bahwa vitamin D dan minyak ikan nampaknya beperan dalam mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker, khususnya bagi individu yang tidak pernah mengidap kedua penyakit tersebut.

Vital Study melakukan riset terhadap 26.000 pria dan wanita di Amerika. Tujuan utama dari riset ini adalah mengindentifikasi dampak dari mengonsumsi suplemen vitamin D dan minyak ikan setiap hari. Periset menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi minyak ikan atau Omega-3 mengalami penurunan signifikan terhadap resiko penyakit jantung.

Sebelumnya, minyak ikan memang telah dikenal untuk mencegah perkembangan penyakit jantung. Minyak ikan bisa didapatkan dari ikan seperti salmon dan mackerel. Kandungan minyak ikan sendiri terdiri dari lemak Omega-3, kunci dari pencegahan perkembangan penyakit jantung atau cardiovascular disease.

Saat ini, masyarakat bisa mendapatkan suplemen minyak ikan di rumah sakit, apotek, hingga mall. Jika Anda memiliki polis asuransi Perlindungan Kesehatan Prima tentunya Anda bisa memanfaatkan Saldo Prima
Lewat Saldo Prima, Anda bisa membeli suplemen atau obat di apotek resmi tanpa harus berobat*. Hanya saja, perlu diingat bahwa dosis yang dapat Anda ambil sangat beragam sesuai kebutuhan. Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau pihak berwenang sebelum mengonsumsi minyak ikan. Pastikan selalu jaga kesehatan Anda sedari dini!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Otomotif
5 mins read • 11/08/2026
5 Fungsi Kunci Shock untuk Mobil dan Berbagai Jenisnya!

Salah satu alat yang wajib dimiliki oleh mekanik, pencinta otomotif, ataupun pemilik kendaraan adalah kunci shock yang dapat mempermudah proses pemasangan ataupun pelepasan baut.

Kunci shock atau socket wrench ini umumnya banyak digunakan pada area shockbreaker dengan bentuk tabung yang di bagian tengahnya berongga segi enam di ujungnya dan segi dua belas di sisi ujung lainnya.

Untuk lebih memahami fungsi kunci shock khususnya pada kendaraan, simak penjelasannya berikut ini!

fungsi kunci shock

5 Fungsi Kunci Shock untuk Mobil dan Berbagai Jenisnya!

1. Melepas dan Memasang Baut dan Mur

Fungsi kunci shock yang pertama dan utama adalah melepas serta memasang mur dan baut yang ada di berbagai bagian kendaraan.

Mulai dari roda, rem, shockbreaker, hingga berbagai komponen mesin kendaraan lainnya yang jauh di dalam permukaan dan sulit dijangkau sekalipun.

2. Melonggarkan dan Mengencangkan Baut dan Mur

Fungsi selanjutnya adalah melonggarkan dan mengencangkan baut dan mur. Kunci shock dapat dimanfaatkan untuk mengatur tingkat keketatan yang diinginkan dan dibutuhkan.

3. Memperbaiki Suspensi

Kunci shock juga sering kali digunakan untuk memperbaiki suspensi komponen shock breaker atau shock absorber, per, serta pegas.

4. Menjangkau Area Sempit

Karena bentuknya, kunci shock juga dapat dimanfaatkan untuk menjangkau hingga area yang sempit, yang memudahkan ketika memutar mur ataupun baut.

Selain itu, pada area yang sulit dijangkau, penambahan gagang atau sambungan pada kunci shock juga dapat mempermudah melepas, memasang, melonggarkan hingga mengencangkan baut dan mur.

5. Lebih Fleksibel

Tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, kunci shock juga memberikan fleksibilitas bagi mekanik ataupun pemilik kendaraan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan sesuai dengan mur dan baut yang ada sehingga pengerjaan lebih efisien.

Berdasarkan ukurran drive hole atau lubangnya, kunci shock tersedia dalam empat ukuran, yaitu:

  • Kunci shock berukuran 1/4 inci atau 0,6 cm

  • Kunci shock berukuran 3/8 inci atau 0,9 cm

  • Kunci shock berukuran 1/2 inci atau 1,3 cm

  • Kunci shock ukuran 3/4 inci atau 1,9 cm

Selanjutnya, berdasarkan bentuk tabungnya kunci shock dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Kunci shock standar atau pendek umumnya berfungsi untuk mengencangkan maupun melepas mur dan baut dengan momen pengencangan besar.

  • Kunci shock deep atau panjang berfungsi untuk mengencangkan dan melepaskan mur dan baut dengan momen pengencangan sedang.

Jenis kunci shock yang terakhir dapat dibedakan melalui jumlah titik yang ada pada lubang kunci, yaitu:

  • Kunci shock 6 pt yang umumnya digunakan untuk pengencangan besar.

  • Kunci shock 12 pt yang digunakan pada sudut geser kecil.

  • Kunci shock 8 pt yang digunakan untuk pengencangan.

Nah, itulah pembahasan seputar kunci shock yang harus kamu ketahui. Mulai dari fungsinya hingga macam-macam jenisnya.

Karena kegunaannya tersebut, kunci shock menjadi salah satu peralatan penting yang harus dimiliki pemilik kendaraan jika menghadapi situasi darurat, seperti ban kempes, komponen mobil longgar, dan berbagai masalah teknis berkendara lainnya.

Dengan begitu, pengemudi mobil dapat melakukan penanganan darurat terlebih dahulu sebelum dibawa ke bengkel atau mekanik terdekat untuk segera menyelesaikan masalah yang dihadapi. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 09/04/2025
Piramida Kecelakaan Kerja: Pengertian hingga Langkah Pencegahannya

Piramida kecelakaan kerja merupakan sebuah teori yang dibuat pada tahun 1931 oleh Herbert William Heinrich yang mengemukakan bahwa jika di sebuah tempat kerja terjadi 1 kecelakaan kerja yang sifatnya fatality, maka sebanding dengan 30 kecelakaan kerja yang sifatnya mayor, 300 cedera ringan, 3.000 near-misses, dan 30.000 bersifat unsafe acts.

Jika dilihat secara sederhana hal tersebut dapat diartikan bahwa dalam sebuah tempat kerja yang terjadi 1 kecelakaan fatality, maka di tempat tersebut juga terdapat 30.000 perilaku serta kondisi tidak aman.

Untuk memahami lebih mendalam mengenai piramida kecelakaan kerja serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi tingkat kecelakaan, simak ulasan berikut ini!

Piramida Kecelakaan Kerja: Pengertian hingga Langkah Pencegahannya

Piramida Kecelakaan Kerja

https://www.plnepi.co.id/media-informasi/ruang-media/epi-news/piramida-kecelakaan-kerja

Piramida kecelakaan kerja merupakan sebuah konsep grafis yang digunakan untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara berbagai tingkatan kejadian kecelakaan di ruang lingkup kerja.

Piramida tersebut menyajikan struktur hierarkis yang secara sederhana mencakup tiga tingkatan utama, yang terdiri dari insiden yang hampir terjadi atau near misses, kecelakaan minor, hingga kecelakaan fatal.

Adanya piramida kecelakaan kerja memiliki tujuan untuk memberikan gambaran terkait proporsi insiden kecelakaan pada setiap tingkat dan memberikan pemahaman bahwa setiap insiden near miss maupun kecelakaan minor terdapat potensi untuk menjadi insiden yang lebih serius dan fatal.

Asuransi Kesehatan Cashless untuk Kamu & Keluarga
Dapatkan manfaat kamar hingga Rp2 juta/hari, annual limit rawat inap tanpa batas, dan akses cashless di 1.000+ rumah sakit & klinik rekanan.
Lihat Perlindungan Kesehatan Prima

Berikut penjelasan lebih mendalam terkait 3 tingkatan di piramida kecelakaan kerja, sebagai berikut.

1. Near Misses atau Insiden yang Hampir Terjadi

Near Misses merupakan sebuah peristiwa yang hampir menyebabkan kecelakaan, namun pada akhirnya tidak menimbulkan cedera maupun kerusakan serius.

Pemahaman dan pelaporan terkait insiden yang hampir terjadi di ruang lingkup kerja juga adalah hal yang penting untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut yang lebih fatal.

2. Kecelakaan Minor

Kecelakaan minor pada umumnya melibatkan cedera maupun kerusakan dalam ruang lingkup kerja yang tidak fatal maupun signifikan.

Walaupun tidak menimbulkan kerugian besar dan fatal, namun terjadinya insiden tersebut dapat menjadi sebuah indikasi bahwa adanya masalah keselamatan kerja yang harus segera diselesaikan dan diatasi.

3. Kecelakaan Fatal

Kecelakaan fatal melibatkan kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan dan mengakibatkan kematian.

Walaupun jenis kecelakaan ini memiliki tingkat kejadian yang rendah, namun dapat menimbulkan dampak serius dan memerlukan tindakan pencegahan yang ketat.

Penerapan Piramida Keselamatan di Tempat Kerja

Penerapan Piramida Keselamatan di tempat kerja berkaitan dengan serangkaian langkah serta strategi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mencegah, serta mengelola risiko kecelakaan.

Simak langkah-langkah penerapan piramida kesehatan, berikut ini:

1. Pemahaman Piramida Keselamatan

  • Edukasi karyawan berkaitan dengan konsep Piramida Keselamatan serta pentingnya melaporkan segala insiden near misses.

  • Penekanan pada fakta bahwa sebuah insiden kecil yang terjadi memiliki potensi dan dapat berkembang menjadi sebuah insiden kecelakaan yang lebih serius.

2. Pelaporan Near Misses

  • Membangun budaya dalam ruang lingkup kerja yang mendorong setiap orangnya untuk membuat laporan terkait insiden near misses,

  • Mengimplementasikan sistem pelaporan yang mudah diakses serta anonim yang dapat mendorong partisipasi dari semua karyawan.

3. Analisis Kejadian

  • Mengumpulkan serta menganalisis data berkaitan dengan insiden near misses, kecelakaan minor, serta fatal yang terjadi.

  • Melakukan identifikasi tren serta pola yang dapat digunakan untuk menentukan area risiko potensial terjadinya insiden.

4. Pelatihan dan Kesadaran Keselamatan

  • Membuat pelatihan keselamatan rutin yang dapat membantu meningkatkan kesadaran karyawan akan risiko insiden yang dapat terjadi dan tindakan pencegahannya.

  • Meminta karyawan untuk berpartisipasi dan terlibat dalam pelatihan dan simulasi keselamatan yang dilakukan agar memiliki gambaran terkait tanggapan yang harus dilakukan di situasi darurat.

5. Perbaikan Lingkungan Kerja

  • Memastikan lingkungan kerja yang ada dirancang dan dibuat sedemikian rupa guna meminimalkan risiko kecelakaan di ruang lingkup kerja.

  • Melakukan pemeriksaan dan pengecekan secara rutin pada peralatan, alat kerja, serta infrastruktur guna mencegah dan mendeteksi potensi bahaya yang dapat terjadi.

6. Manajemen Risiko

  • Melibatkan partisipasi setiap karyawan pada proses identifikasi risiko kecelakaan kerja.

  • Melakukan pengembangan dan penerapan strategi manajemen risiko untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.

7. Pelatihan Darurat

  • Melaksanakan pelatihan darurat dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap karyawan mengetahui bagaimana cara merespons situasi darurat dengan cepat dan efektif jika suatu saat terjadi.

8. Audit Keselamatan Rutin

  • Melakukan audit keselamatan dalam waktu berkala yang digunakan untuk melakukan evaluasi seberapa efektif program keselamatan yang telah dijalankan.

  • Melibatkan partisipasi pihak yang berkepentingan dalam evaluasi agar memiliki sudut pandang yang lebih beragam.

9. Penerapan Peraturan Keselamatan

  • Memastikan setiap orang yang terlibat mematuhi setiap peraturan keselamatan yang ada dan berlaku.

  • Menjalankan sanksi maupun insentif berdasarkan tingkat kepatuhan serta kinerja keselamatan.

10. Komunikasi dan Keterlibatan Karyawan

  • Membangun saluran komunikasi terbuka di antara pihak manajemen dan karyawan.

  • Merangkul setiap karyawan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan serta perbaikan keselamatan.

Piramida Kecelakaan Kerja Menurut Frank Bird

Selain Herbert William Heinrich, Frank Bird juga melakukan riset yang melibatkan analisis 1.753.498 laporan kecelakaan yang ada di 21 industri. Berdasarkan hasil penelitiannya, ia menghasilkan komposisi baru dalam segitiga piramida kecelakaan, yaitu 1:10:30:600:1200.

Piramida Kecelakaan Kerja Menurut Frank Bird

https://saptasarana.co.id/piramida-segitiga-kecelakaan-kerja-dan-kritiknya/

Namun, karena banyaknya pembuatan segitiga kecelakaan kerja seperti di atas tersebut, terdapat banyak program kecelakaan yang berfokus pada bagian dasar kecelakaan saja,

Di mana, kecelakaan yang terjadi tidak menimbulkan luka. Hal ini dikarenakan, banyak yang menganggap jika kecelakaan yang tidak menimbulkan luka saja tidak dapat dikendalikan, bagaimana dengan kecelakaan besar.

Konsep dan Teori Kecelakaan Kerja Menurut OHSAS

Terdapat beberapa konsep dan teori kecelakaan kerja yang beredar saat ini. Salah satunya adalah OHSAS atau Occupational Health and Safety Assessment Series yang merupakan standar internasional untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang saat ini telah diganti ke ISO 45001 berkaitan dengan SMK3 atau Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Walaupun begitu, konsep dan teori yang dimiliki OHSAS masih dijadikan acuan oleh banyak orang dalam penerapan K3 baik di perusahaan maupun organisasi, khususnya konsep dan teori kecelakaan kerjanya.

Menurut pendapat OHSAS, kecelakaan kerja merupakan sebuah insiden maupun kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan maupun segala hal yang terjadi di ruang lingkup kerja, dan dapat menimbulkan dampak mulai dari cedera, sakit, atau bahkan kematian pada seseorang.

Konsep dan Teori Kecelakaan Kerja Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami seputar kecelakaan kerja, terdapat setidaknya beberapa pendekatan dan implementasi populer yang diutarakan oleh ahli, sebagai berikut.

1. Konsep dan Teori Domino Heinrich

Teori Domino Heinrich merupakan teori yang pertama kali dikemukakan oleh Herbert William Heinrich yang mengibaratkannya sebagai efek domino.

Salah satu karya Heinrich yang paling terkenal adalah bukunya dengan judul Accident Prevention: A Scientific Approach yang diterbitkan ke dalam 3 edisi. Melalui buku tersebut, terdapat banyak konsep keselamatan kerja yang hingga sekarang masih diterapkan, salah satunya teori domino.

Hal yang dimaksud dalam Heinrich adalah bahwa setiap kecelakaan kerja yang terjadi diakibatkan oleh serangkaian peristiwa yang saling berkaitan antara satu sama lain, serupa dengan efek domino jatuh.

Teori ini juga memiliki prinsip, di mana jika salah satu domino jatuh maka juga akan menjatuhkan dan mempengaruhi 4 domino lain yang ada di depannya. Untuk mencegah hal tersebut, maka salah satu domino harus dicabut.

Menurutnya, cara termudah dan langkah paling efektif untuk melakukannya adalah dengan menghilangkan elemen bagian tengah, yaitu “unsafe act or condition” sebagai bentuk preventasi di lapangan.

Teori Domino dalam Buku Accident Prevention

Terdapat 5 elemen maupun level yang membentuk rantai kecelakaan pada Teori Domino Heinrich, yang terdiri dari:

  • Kondisi kerja atau Social Environment and Ancestry, elemen yang mengacu pada kondisi fisik maupun psikologis di tempat kerja yang memiliki kemungkinan membahayakan kondisi kesehatan serta keselamatan karyawan. Seperti contohnya, peralatan kerja yang dalam kondisi tidak baik, rusak, maupun tidak terawat. Lingkungan kerja yang tidak sehat serta tata letak fasilitas yang tidak ergonomis.

  • Kelalaian manusia atau Fault of the Person or Carelessness, merupakan kesalahan yang dilakukan oleh karyawan dalam menjalankan pekerjaan dan tugasnya. Kelalaian yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang pada umumnya bersifat internal. Seperti contohnya, kekurangan pengetahuan dan pengalaman, kurang perhatian, maupun tekanan kerja yang terlalu besar.

  • Tindakan tidak aman atau Unsafe Act or Unsafe Condition, berhubungan dengan tindakan atau perilaku karyawan yang tidak sesuai dengan prosedur pekerjaan yang ada untuk menjaga kondisi aman. Seperti contohnya, penggunaan alat kerja yang tidak sesuai prosedur, mengabaikan aturan keselamatan kerja, hingga menyepelekan risiko kecelakaan yang dapat terjadi.

  • Kecelakaan atau Accident, merupakan peristiwa maupun kejadian yang terjadi secara tidak terduga yang dapat menimbulkan kerusakan fisik maupun kehilangan harta benda. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan terjadi di lingkungan kerja, mulai dari kondisi kerja yang buruk, kelalaian faktor manusia, maupun tindakan tidak aman, berdasarkan efek domino.

  • Cedera atau Injury, berhubungan dengan kerusakan fisik yang terjadi pada seseorang yang diakibatkan oleh kecelakaan maupun insiden yang terjadi. Cedera termasuk luka ringan, cedera serius, hingga kematian yang dapat terjadi dikarenakan elemen-elemen di atas.

Dalam mencegah kecelakaan kerja, terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan menurut konsep dan teori domino Heinrich, seperti:

  • Memperbaiki kondisi kerja, memastikan tempat kerja dilengkapi dengan penerangan yang memadai, standar peralatan yang layak, serta sistem ventilasi ruang kerja yang baik.

  • Pelatihan keselamatan, memberikan pelatihan kepala setiap pekerja yang terlibat dalam sistem operasional kerja secara berkala untuk memastikan keselamatan mereka tetap terjaga.

  • Penerapan prosedur, menetapkan dan menentukan prosedur kerja yang jelas dan pastikan setiap pekerja menjalankan prosedur yang telah ditetapkan untuk dipatuhi.

  • Pengawasan, melakukan pengawasan secara rutin agar tindakan pencegahan yang telah ditetapkan berjalan dan dilaksanakan dengan baik dilingkungan kerja.

2. Konsep dan Teori Frank E. Bird Petersen

Didasarkan oleh teori domino Heinrich, konsep dan teori kecelakaan kerja menurut Frank E. Bird Petersen menyatakan bahwa kecelakaan dapat terjadi karena adanya kesalahan pada manajemen sistem.

Berdasarkan teori ini, terdapat lima faktor yang dapat memengaruhi terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja, sebagai berikut.

  • Kurang Kontrol dan Manajemen atau Lack of Control and Management, yang berkaitan dengan kelemahan pada fungsi manajemen, seperti faktor manajemen kepemimpinan, pengawasan, standar kerja, standar kerja, sampai koreksi kesalahan atau correction error.

  • Konsep Dasar dan Sumber atau Basic Concepts and Origins, yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, motivasi, hingga kemampuan fisik serta masalah kerja. Berdasarkan namanya, faktor ini juga mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan karyawan dan pekerjaan yang dilakukan.

  • Gejala Penyebab Langsung atau Immediate Causes and Symptoms, yang seperti namanya meliputi berbagai perilaku tidak aman atau unsafe act serta kondisi tidak aman atau unsafe condition. Contohnya, seperti mengambaikan aturan keselamatan prosedur, menghindari prosedur kerja yang aman, serta kurang memperhatikan ruang lingkup kerja.

  • Kontak Peristiwa atau Accident and Contact, berhubungan dengan kejadian yang secara langsung menyebabkan kecelakaan terjadi. Contohnya, kontak peristiwa atau kejadian mulai dari jatuh, terpapar bahan kimia, maupun tertimpa benda berat yang dapat terjadi akibat gejala penyebab langsung dan sering kali dapat disebabkan oleh dari satu faktor.

  • Kerugian atau Injury Damage and Loss, kerugian yang ditimbulkan cedera maupun kecelakaan di ruang lingkup kerja dapat secara fisik maupun harta benda. Kerugian yang terjadi juga dapat mempengaruhi karyawan maupun pihak perusahaan mulai dari jangka waktu pendek hingga panjang.

Berdasarkan penjelasan di atas, konsep dan teori Frank E. Bird Petersen terkait kecelakaan kerja adalah sebuah kejadian yang terjadi bukan secara acak maupun tiba-tiba, dan kejadian tersebut dapat dicegah melalui upaya yang diterapkan berdasarkan faktor penyebabnya.

Nah, itulah pembahasan mengenai piramida kecelakaan kerja sebuah teori yang dibuat pada tahun 1931 oleh Herbert William Heinrich yang mengemukakan bahwa jika di sebuah tempat kerja terjadi 1 kecelakaan kerja yang sifatnya fatality, maka sebanding dengan 30 kecelakaan kerja yang sifatnya mayor, 300 cedera ringan, 3.000 near-misses, dan 30.000 bersifat unsafe acts.

Berdasarkan penjelasan tersebut menandakan bahwa unsafe acts atau perilaku tidak aman yang ada di lingkungan kerja memiliki potensi menjadi kecelakaan fatal. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memulai pencegahan dari awal untuk mengurangi potensi tersebut.

Melalui artikel ini, kita juga sudah membahas mengenai penerapan piramida keselamatan di tempat kerja yang dapat digunakan sebagai langkah pencegahan dan pengelolaan risiko kecelakaan.

Bagi sahabat MyProtection, Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir sebagai solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi kamu dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima, dengan berbagai keunggulan produk seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap maupun Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel