Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Liburan Bareng ke Korea, Gratis Biaya Visanya Sampai Desember 2019!

Liburan Bareng ke Korea, Gratis Biaya Visanya Sampai Desember 2019!

11 December 2019 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 11 Desember 2019 - MyProtection News

Sahabat MyProtection, apakah Anda punya rencana mengunjungi Korea Selatan akhir tahun ini? Negara yang terkenal dengan K-Popnya ini memang punya segudang pesona. Mulai dari makanan, pusat perbelanjaan, hingga musim yang berbeda dengan Indonesia. Kabar baiknya, dilansir dari Klook.com (10/19), Pemerintah Korea memberlakukan program bebas biaya pembuatan visa Korea Selatan mulai dari 1 Oktober 2019 – 31 Desember 2019!

Menurut situs resmi Korea Visa Application Center (KVAC), pembebasan biaya pembuatan visa Korea Selatan ini berlaku untuk pengajuan Single Entry Visa C-3. Normalnya, pembuatan visa Korea Single Entry ini adalah $40 atau sekitar Rp 562.460 (per tanggal 4 Desember 2019). Jika ditambahkan dengan biaya administrasi pembuatan visa, total biaya yang harus Anda keluarkan sekitar Rp 758.460.

Hanya saja, kamu tetap akan dikenakan biaya administrasi pengurusan visa sebesar Rp 196.000/orang. Jika dihitung-hitung, maka Anda bisa menghemat banyak dengan mengikuti program dari Pemerintah Korea ini.

Hal yang Harus Disiapkan Untuk Mengajukan Visa Korea

Jika Anda berencana membuat visa Korea Selatan, kini Anda bisa mengurusnya di kantor KVAC di Lantai 5 Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan. Jadi, Anda tidak perlu ke Kedutaan Besar Korea Selatan lagi.

Dokumen wajib yang harus Anda siapkan adalah sebagai berikut:

  1. Formulir permohonan visa yang telah diisi. Kamu bisa mengunduhnya di sini.
  2. Pas foto 1 lembar (ukuran 3,5cm x 4,5cm) latar putih dan ditempel di formulir
  3. Paspor asli dan 1 lembar fotokopi bagian identitas paspor
  4. Surat Keterangan Kerja asli (jika bekerja), Surat Keterangan Pelajar asli (jika pelajar), fotokopi SIUP (jika wiraswasta)
  5. Kartu Keluarga

Selain itu, Anda juga harus membawa dua buah dokumen keuangan dari pilihan di bawah ini:

  1. Rekening koran asli 3 bulan terakhir
  2. Slip gaji 3 bulan terakhir
  3. Bukti pajak tahunan terakhir
  4. Bukti kepemilikan kendaraan (STNK) roda empat
  5. Daftar transaksi penggunaan kartu kredit 3 bulan terakhir
  6. Dokumen bukti pembayaran pajak terbaru selama 1 tahun

Terakhir, jangan lupa untuk melengkapi diri Anda dengan asuransi perjalanan seperti MyTravel Protection – Asia Specialist untuk melindungi diri Anda dari kejadian tak menyenangkan saat bepergian ke luar negeri. Asuransi perjalanan MyTravel Protection berkisar mulai Rp 53.557* dengan berbagai manfaat asuransi seperti rawat inap jalan sebesar US$ 25.000, biaya pembatalan perjalanan S1.500, hingga proteksi untuk evakuasi darurat & repatriasi.

Selamat berlibur dengan aman!

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 20/01/2025
Apa Itu Olahraga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Olaraga adalah sebuah kegiatan tubuh yang sangat populer di seluruh dunia termasuk pula Indonesia.

Selain dapat menyehatkan badan, olahraga juga seringkali menjadi sarana bagi individu berbakat untuk meraih prestasi.

Olahraga sendiri berbeda dari aktivitas fisik biasa. Aktivitas fisik pada umumnya merujuk pada Gerakan yang membutuhkan kontraksi otot.

Contoh dari kegiatan fisik yang dapat kita lakukan setiap harinya seperti naik tangga, berkebun, hingga membereskan rumah.

Sedangkan, olahraga sendiri merupakan bentuk khusus dari sebuah aktivitas fisik yang telah direncanakan dan disengaja dengan tujuan untuk menyehatkan badan.

Contoh dari kegiatan olahraga sendiri seperti senam, renang, sepak bola, sepeda, dan masih banyak lagi.

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan olahraga beserta manfaatnya bagi tubuh manusia, simak ulasan dibawah ini!

Apa Itu Olahraga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh!

Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, olahraga merupakan kegiatan gerak badan yang bertujuan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Contohnya termasuk sepak bola, lempar lembing, hingga berenang.

Selain itu, olahraga juga dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas yang berkaitan dengan ifsik serta keterampilan individu maupun tim yang dilakukan untuk hiburan.

Manfaat Olahraga

Olahraga sendiri terdiri dari berbagai jenis aktivitas fisik, mulai dari berjalan, berlari, berenang, dan masih banyak lagi.

Dengan berolahraga dan melakukan banyak kegiatan aktif sendiri telah terbukti memiliki banyak manfaat baik dari segi fisik maupun mental.

Berikut ini beberapa manfaat olahraga yang bisa kamu rasakan dan dapatkan jika dilakukan secara rutin, sebagai berikut.

1. Menjaga berat badan ideal dan mengatasi obesitas

Menjaga berat badan ideal dan mengatasi obesitas dengan olahraga

Pexels

Olahraga terkenal karena kemampuannya menjaga berat badan tetap ideal. Dengan rutin berolahraga, kamu bisa mengurangi lemak tubuh, menurunkan berat badan, dan mempertahankannya. Oleh karena itu, olahraga efektif untuk mencegah dan mengatasi obesitas.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga, penting juga untuk menjaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan tubuh.

2. Menumbuhkan rasa percaya diri

Menumbuhkan rasa percaya diri dengan olahraga

Pexels

Dengan berolahraga,percaya diri kamu juga akan meningkat. Hal ini dikarenakan dengan berolahraga secara rutin kamu dapat mengontrol berat badan dan membentuk otot tubuh sehingga penampilan fisikmu juga akan meningkat.

Aktivitas ini dapat meningkatkan rasa percaya diri terhadap penampilan dan menumbuhkan harga diri.

3. Memperbaiki suasana hati

Memperbaiki suasana hati dengan olahraga

Pexels

Olahraga dapat merangsang produksi zat kimia di otak, seperti serotonin dan endorfin, yang membuat seseorang merasa lebih bahagia dan rileks.

Jadi, ketika kamu merasa stres atau memiliki suasana hati yang buruk setelah hari yang penuh tekanan, cobalah berolahraga untuk memperbaiki mood.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan minat kamu.

Selain itu, olahraga juga membantu mengontrol berat badan, menjaga penampilan, dan meningkatkan rasa percaya diri serta harga diri.

Dengan rutin berolahraga, Anda bisa mengurangi lemak tubuh, menurunkan berat badan, dan mempertahankannya, sehingga efektif untuk mencegah dan mengatasi obesitas.

4. Membuat tidur lebih nyenyak

Membuat tidur lebih nyenyak dengan olahraga

Pexels

Jika kamu sering merasa sulit tidur atau terbangun di tengah malam, olahraga teratur bisa menjadi solusinya.

Aktivitas ini membantu kamu untuk tidur lebih cepat dan nyenyak. Namun, untuk mendapatkan manfaat ini, penting untuk menjaga sleep hygiene atau serangkaian kegiatan untuk memaksimalkan kualitas tidur dan menghindari olahraga menjelang waktu tidur.

5. Mengatasi stres

Manfaat lain dari olahraga adalah mengurangi stres dan mencegah depresi. Rutin berolahraga dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin.

Selain itu, olahraga juga meningkatkan kadar hormon serotonin dan dopamin yang dapat memperbaiki suasana hati, membuat kamu merasa lebih rileks dan bahagia.

6. Meringankan gejala menstruasi

Untuk wanita, olahraga dapat membantu meringankan gejala menstruasi seperti kram perut dan perubahan suasana hati.

Rutin berolahraga juga menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh, sehingga siklus menstruasi lebih teratur dan aliran darah tidak terlalu deras.

Jenis olahraga yang disarankan saat menstruasi adalah olahraga ringan, seperti aerobik.

7. Mengembalikan gairah seksual

Jika kamu sering merasa lelah atau kurang bergairah saat berhubungan intim, cobalah untuk lebih sering berolahraga.

Dengan berolahraga maupun beraktivitas fisik secara rutin, telah terbukti mampu meningkatkan gairah seksual atau libido. Selain itu, berolahraga juga mampu mengurangi resiko disfungsi ereksi.

8. Mencegah dan meringankan sakit atau nyeri punggung

Salah satu masalah paling umum dialami oleh orang dewasa serta lansia adalah nyeri punggung.

Masalah kesehatan ini sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti saraf terjepit, cedera, posisi tidur salah, atau bahkan karena jarang bergerak.

Tapi tahukah kamu, kalau dengan berolahraga dapat mencegah dan menghilangkan rasa sakit atau nyeri pada punggung tersebut.

Dengan secara rutin beraktivitas fisik, maka otot tubuh mulai dari otot punggung, perut, serta kaki akan menjadi lebih kuat dan mampu menopang sendi serta tulang belakang dengan baik.

Untuk mendapatkan manfaat ini sendiri, terdapat olahraga yang dianjurkan, seperti yoga, bersepeda, pilates, jalan kaki, atau berenang.

9. Menjaga tekanan darah untuk tetap stabil

Dengan berolahraga, orang yang sehat dapat mencegah dan menjaga terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sedangkan, bagi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, biasanya berolahraga secara rutin juga dapat membantu dalam menurunkan tekanan darah serta menjaganya agar tetap stabil.

Beberapa olahraga yang cocok dan tepat untuk menjaga tekanan darah untuk tetap stabil seperti berenang, bersepeda, jalan santai, atau bahkan yoga.

10. Mengontrol kadar gula darah

Berolahraga secara rutin juga dapat mengontrol kadar gula darah menjadi lebh stabil, khususnya bagi para penderita diabetes tipe 2.

Dengan beraktivitas fisik atau berolahraga secara rutin juga mampu mencegah terjadinya resistensi insulin yang bisa memicu terkena diabetes.

11. Menjaga tubuh tetap kuat dan bugar di lanjut usia

Olahraga juga memberikan untuk berbagai kalangan usia bukan hanya anak muda saja. Dengan berolahraga orang-orang yang sudah lanjut usia juga dapat merasakan manfaatnya.

Olahraga ringan seperti berenang, bersepeda, jalan santai, hingga senam lansia telah terbukti memberikan kebugaran bagi orang-orang yang sudah lanjut usia.

Bukan cuma itu, olahraga juga dapat memperkuat otot, tulang, sendi, serta jika dilakukan secara rutin olahraga juga dapat mencegah pikun atau demensia pada lansia.

12. Mengurangi resiko osteoporosis

Dengan berolahraga secara rutin, kamu juga dapat mencegah dan mengurangi resiko terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Olahraga yang dapat dilakukan sendiri beragam, mulai dari jalan kaki, bola basket, sepak bola, atau bahkan aerobik.

Namun, untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan tulang dan sendi agar tetap kuat olahraga saja tidak cukup, pastikan pula kamu mengkonsumsi makanan bernutrisi seperti vitamin D dan kalsium yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang.

13. Mencegah penyakit jantung

Olahraga secara rutin setidaknya 3 kali dalam seminggu juga bisa memberikan manfaat untuk mencegah penyakit jantung atau kardiovaskular dengan memperkuat ototnya.

Selain itu, olahraga juga dapat melancarkan aliran darah, meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL hingga menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL.

14. Mengurangi resiko stroke

Salah satu faktor penyebab stroke sendiri adalah tekanan darah yang tinggi. Seperti yang dibahas di poin sebelumnya bahwa olahraga dapat membantu dalam menjaga kestabilan tekanan darah yang ada di dalam tubuh.

Oleh sebab itu, olahraga secara rutin dapat memberikan manfaat untuk mencegah dan mengurangi resiko terkena penyakit stroke.

Jenis Olahraga

Secara umum, banyak jenis olahraga yang seirng dilakukan sehari-hari. Mulai dari berlari, jogging, sepeda, renang, hingga senam.

Bukan hanya untuk menjadi lebih sehat, olahraga juga semakin populer karena banyaknya kompetisi di berbagai cabang olahraga baik secara nasional maupun internasional.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa cabang olahraga yang populer, mulai dari bulu tangkis, basket, speak bola, tenis meja, dan masih banyak lagi. Simak penjelasannya!

1. Lari

Jenis pertama, yaitu lari. Lari merupakan olahraga kardiovaskular yang efektif dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta kebugaran jantung.

Selain itu, olahraga jenis ini juga mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat dan dapat dilakukan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Di dalam ruangan sendiri dapat dilakukan di gym ataupun rumah menggunakan treadmill. Sedangkan, di luar ruangan bisa dilakukan dengan berlari di lingkungan rumah atau bahkan lapangan.

2. Bersepeda

Jenis kedua, yaitu bersepeda. Serupa dengan berlari, bersepeda juga dapat dilakukan baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan seperti gym memanfaatkan sepeda statis.

Olahraga sepeda sendiri memiliki manfaat dan bertujuan dalam meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, serta melatih sistem kardiovaskular.

3. Berenang

Jenis ketiga, yaitu berenang. Renang merupakan olahraga yang memanfaatkan gerakan di seluruh tubuh sehingga mampu melatih kekuatan otot dan daya tahan.

Jenis olahraga ini juga memiliki sifat rendah dampak sehingga cocok bagi semua kelompok usia bagi yang ingin mencoba olahraga ini!

4. Yoga

Jenis keempat, yaitu yoga yang menggabungkan gerakan tubuh, pernapasan, hingga meditasi. Dengan melakukan olahraga jenis ini sendiri juga dapat membantu dalam meningkatkan fleksibilitas, kekuatan inti, relaksasi, hingga keseimbangan.

5. Angkat Beban

Selanjutnya, angkat beban atau jenis olahraga yang melibatkan penggunaan beban maupun beban tubuh dengan tujuan untuk melatih serta menguatkan otot.

Dengan melakukan olahraga ini secara rutin, kamu akan mendapatkan manfaat berupa meningkatkan kekuatan, kepadatan tulang, hingga metabolisme.

6. Aerobik

Ada pula jenis berikutnya adalah aerobik yang merupakan jenis olahraga yang melibatkan gerakan kardiovaskular secara berulang dengan intensitas yang tinggi.

Aerobik sendiri dapat bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran jantung, membakar kalori, serta meningkatkan kekuatan otot.

Tujuan Olahraga

Seperti yang sudah dijelaskan, banyak orang sendiri berolahraga untuk memiliki tubuh yang lebih sehat dan bugar. Namun bukan hanya itu, olahraga juga bisa bertujuan lain bagi beberapa orang.

Tujuan olahraga sendiri dapat dibagi menjadi empat, mulai dari olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga rehabilitasi, hingga olahraga prestasi.

  • Olahraga pendidikan merupakan materi olahraga yang digunakan dan diberikan di dalam kurikulum pendidikan. Seperti yang pada umumnya diterima anak sekolah di Indonesia melalui Pelajaran seperti PJOK atau Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
  • Olahraga rekreasi merupakan aktivitas olahraga dengan tujuan bersenang-senang serta bergembira.
  • Olahraga rehabilitasi merupakan aktivitas olahraga yang memiliki tujuan memperbaiki kondisi tubuh seseorang.
  • Olahraga prestasi merupakan aktivitas olahraga dengan tujuan mendapatkan prestasi melalui partisipasi di pertandingan atau kompetisi yang ada.

Waktu Tepat untuk Olahraga

Pada umumnya, waktu yang tepat untuk berolahraga setiap harinya adalah 30 menit, dengan total setidaknya 150 menit melakukan pergerakan sedang setiap minggunya.

Namun, bagi para pembaca yang ingin menjadikan olahraga sebagai rutinitas harian dapat menambahkan 75 menit latihan intens di setiap minggunya.

Hal yang harus diperhatikan juga adalah untuk tidak memaksakan tubuh untuk berolahraga terutama ketika sedang dalam keadaan sakit maupun cedera.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berolahraga

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tetap menjaga diri dari segara resiko yang bisa saja terjadi, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan baik sebelum dan olahraga. Simak selengkapnya!

1. Pemanasan yang Cukup

Sebelum berolahraga, penting untuk melakukan pemasan yang cukup yang bermanfaat untuk mempersiapkan tubuh baik secara fisik maupun mental.

Pemanasan yang dilakukan sendiri dapat beragam, mulai dari stretching, senam ringan, maupun gerakan dinamis yang berguna untuk mengencangkan otot serta meningkatkan sirkulasi darah.

2. Pakaian yang Sesuai

Selanjutnya, sebelum olahraga pastikan kamu menggunakan pakaian yang nyaman serta sesuai berdasarkan jenis olahraga atau latihan fisik yang akan dilakukan.

Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat maupun longgar yang nantinya dapat mengganggu gerakan dan meningkatkan resiko terluka atau cedera yang tidak diinginkan.

3. Mengonsumsi makanan ringan

Sekitar satu hingga dua jam sebelum berolahraga juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat.

Hindari juga makanan yang terlalu berat yang sekiranya dapat mengganggu pencernaan selama berolahraga ataupun beraktivitas fisik.

4. Minum air yang cukup

Pastikan tubuh terhidrasi dengan meminum air yang cukup sebelum melakukan olahraga atau latihan fisik.

Hal ini sendiri dilakukan untuk menghindari dehidrasi selama berolahraga yang dapat menghilangkan cairan dalam tubuh melalui keringat yang dikeluarkan.

5. Memperhatikan kondisi kesehatan

Terutama bagi yang memiliki kondisi kesehatan khusus maupun sedang masa pemulihan, pastikan bahwa kondisi kesehatan diri sendiri dan melakukan konsultasi dengan dokter maupun ahli kebugaran sebelum melakukan kegiatan fisik maupun berolahraga.

Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Berolahraga

Terdapat pula hal-hal yang harus diperhatikan setelah berolahraga. Hal ini dikarenakan ketika seseorang lupa melakukan pendinginan setelah berolahraga dapat terkena keram. Simak hal yang harus diperhatikan setelah berolahraga berikut ini.

1. Melakukan pendinginan yang tepat

Setelah beraktivitas fisik atau berolahraga, melakukan tahap pendinginan yang tepat bisa membantu mempercepat dalam proses penurunan suhu tubuh.

Proses pendinginan sendiri bisa dilakukan melalui gerakan senam ringan maupun stretching yang dapat membantu mengembalikan keadaan otot ke normal.

2. Beristirahat dengan cukup

Mendapatkan istirahat yang cukup juga penting setelah berolahraga atua melakukan aktivitas fisik agar tubuh dapat pulih.

Dengan beristirahat yang cukup dapat memperbaiki otot dalam tubuh serta mengembalikan energi yang hilang setelah berolahraga. Oleh sebab itu, tidur yang cukup dan berkualitas menjadi penting.

3. Mengonsumsi nutrisi yang cukup

Selain itu, setelah berolahraga juga sangat penting untuk mengonsumsi makanan bergizi dan bernutrisi.

Dengan pemenuhan kebutuhan protein dan karbohidrat yang dianjurkan dapat membantu dalam memulihkan otot serta memperbaiki jaringan tubuh setelah berolahraga.

4. Minum air yang cukup

Setelah berolahraga, penting juga untuk tetap menjaga cairan dalam tubuh yang hilang dengan meminum air yang cukup.

5. Mengevaluasi dan mencatat progres

Catatlah kemajuan setelah melakukan olahraga. Dengan mengevaluasi dan mencatat progres tersebut maka kamu dapat mengukur dan menetapkan target yang ingin kamu capai selama berolahraga.

Nah, itulah penjelasan terkait apa yang dimaksud dengan olahraga, manfaatnya bagi tubuh, hingga tujuan dari melakukan kegiatan olahraga tersebut.

Seperti yang sudah dibahas di atas, dengan berolahraga kamu akan memiliki tubuh yang lebih sehat hingga mengurangi resiko terkena penyakit berbahaya.

Namun begitu, seberapa besar upaya yang dikeluarkan seringkali hal-hal tidak terduga dapat terjadi.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk memiliki asuransi kesehatan seperti Perlindungan Kesehatan Prima yang dapat menjadi salah satu solusi asuransi kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah, hingga rawat jalan. Simak selengkapnya disini! Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untukmu!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 13/02/2025
7 Jenis Kecelakaan Kerja yang Sering Terjadi dan Apa Penyebabnya

Agar dapat memberikan pencegahan yang tepat, mengenali jenis kecelakaan kerja juga menjadi krusial bagi pihak perusahaan di tempat kerja. Perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 sendiri wajib diterapkan oleh semua jenis perusahaan di berbagai sektornya.

Penerapannya sendiri dapat dilihat melalui penggunaan APD atau alat pelindung diri hingga menaati petunjuk keselamatan kerja yang ada berdasarkan Pasal 86 dan Pasal 87 Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Untuk lebih mengetahui apa saja jenis kecelakaan kerja dan penerapan manajemen K3 yang tepat, berikut ini penjelasan lengkapnya!

7 Jenis Kecelakaan Kerja yang Sering Terjadi dan Apa Penyebabnya

Jenis Kecelakaan Kerja

Pexels

Kecelakaan kerja merupakan sebuah kejadian atau insiden yang dapat terjadi di tempat kerja maupun berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. Yang dimana kecelakaan tersebut dapat mengakibatkan PAK atau penyakit akibat kerja, cedera, atau hingga kematian.

Selain itu, berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2021, kecelakaan kerja juga dapat diartikan sebagai kecelakaan yang terjadi di dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi di perjalanan rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, hingga penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan kerja.

Agar dapat membedakan jenis-jenis yang ada, berikut beberapa jenis kecelakaan kerja yang dapat terjadi.

1. Tertimpa Objek di Tempat Kerja

Jenis pertama, tertimpa objek di tempat kerja. Kecelakaan ini pada umumnya paling sering terjadi di pabrik maupun proyek lapangan yang banyak menggunakan material.

Banyaknya material tersebut sering kali membuat banyak pekerja tidak dapat mengantisipasi jika ada objek yang terjatuh dan dapat membahayakan dirinya.

Pada umumnya, objek jatuh ini dapat disebabkan berbagai hal, mulai dari mesin yang bermasalah atau bahkan human error yang tidak menempatkan objek dengan benar di tempatnya.

Untuk menghindari hal tersebut, inspeksi berkala menjadi sangat penting dan krusial untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja jenis ini menjadi seminimal mungkin yang dapat membuat pekerja cedera hingga mengalami kematian.

2. Terpeleset atau Terjatuh

Selanjutnya, terpeleset atau terjatuh yang dapat terjadi di lokasi kerja dengan permukaan tidak rata maupun licin. Jenis kecelakaan ini dapat terjadi di perkantoran maupun area pabrik.

Walaupun dianggap bukan sesuatu hal besar, terpeleset atau terjatuh dapat berdampak serius dan memiliki risiko tinggi bagi para pekerja yang ruang lingkup kerjanya berada di ketinggian.

Seperti proyek pembangunan, pertukangan, atau bahkan perbaikan instalasi kabel listrik.

Jenis kecelakaan ini pada para pekerja yang bekerja di sektor tersebut dapat berakibat fatal, apabila mereka terpeleset dan jatuh tanpa menggunakan alat pengaman yang tepat.

Dimana, keselamatan nyawa juga menjadi terancam dan memiliki potensi membahayakan, seperti cacat atau bahkan kehilangan nyawa.

3. Kecelakaan Lalu Lintas

jenis kecelakaan kerja kecelakaan lalu lintas

pexels

Kecelakaan lalu lintas juga termasuk ke dalam jenis kecelakaan kerja jika kejadiannya terjadi selama perjalanan berangkat maupun pulang dari lokasi kerja. Pernyataan ini diatur pada Undang-Undang No.3 tahun 1992 di pasal 1 poin 6.

Jenis ini juga terjadi pada perusahaan yang berada di bidang perniagaan maupun pengangkutan yang harus terus menerus melakukan perjalanan.

Dimana, dalam proses dari satu titik ke titik lainnya memiliki potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan.

Oleh sebab itu, menjadi sangat krusial bagi sebuah perusahaan untuk memberikan tanggung jawab kepada pekerja untuk memberikan pelatihan atau training yang tepat dan memadai terlebih dahulu.

Dengan begitu, perusahaan juga tidak mengalami kerugian dan pekerja yang diturunkan tanggung jawab tersebut telah memenuhi standar dan syarat yang ada, baik dari sisi kemampuan berkendara dan mengemudi dengan baik.

4. Terkena Benda Tajam atau Mesin

Terkena Benda Tajam atau Mesin

pexels

Selanjutnya, kecelakaan kerja yang disebabkan terkena benda tajam maupun mesin yang dapat terjadi di berbagai sektor pekerjaan yang proses operasionalnya memanfaatkan mesin maupun benda tajam.

Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan di sektor tersebut untuk memperhatikan kondisi dan melakukan perawatan secara rutin dengan baik.

Peralatan atau mesin yang digunakan juga harus lolos uji sertifikasi mutu, melakukan inspeksi secara mendalam serta menyusun K3 dengan matang sebelum nantinya diterapkan.

Bukan hanya itu, perusahaan juga harus dapat menyediakan APD atau alat pelindung diri yang sesuai untuk para pekerjanya untuk mengurangi risiko cedera yang diakibatkan penggunaan alat operasional tersebut.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, penggunaan mesin yang lebih aman juga dapat menjadi solusi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mesin yang bisa berhenti jika ada benda asing atau tidak dikenal masuk ke dalamnya.

5. Menghirup Gas Beracun

Selanjutnya, para karyawan yang sering kali melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan bahan dan zat kimia juga memiliki risiko menghirup gas beracun.

Kecelakaan jenis ini dapat dengan mudah terjadi dan membahayakan para karyawan jika sebuah perusahaan tidak memastikan dengan baik APD yang dikenakan sudah sesuai standar dan aman dari paparan zat kimia.

Menghirup zat kimia atau gas beracun memiliki dampak yang berbeda-beda bagi tubuh, mulai dari keluhan medis seperti fibrosis di paru-paru, reaksi alergi di kulit atau bahkan gangguan mata yang dapat disebabkan karena terlalu sering terpapar gas beracun.

Dengan adanya alat pelindung diri yang tepat dan sesuai dengan standar yang ada, maka para pekerja dapat terhindar dari risiko kecelakaan ini.

6. Cedera Otot

Cedera otot dapat terjadi pada banyak orang secara umum, begitu pula dalam dunia kerja. Secara khusus, cedera otot terutama leher dan punggung bisa disebabkan karena membawa barang yang terlalu berat di luar kapasitas.

Untuk menghindari jenis kecelakaan kerja ini terjadi, perusahaan dapat menyediakan atau mempertimbangkan penggunaan alat yang dapat membantu mengurangi beban saat proses pemindahan barang.

Jika hal tersebut tidaklah memungkinkan, perusahaan dan karyawan juga dapat lebih memperhatikan kapasitasnya sendiri, mulai dari berat yang mampu diangkat berdasarkan jarak yang akan ditempuh untuk menghindari cedera otot.

7. Polusi Suara

polusi suara

pexels

Polusi suara yang juga termasuk ke dalam kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh penggunaan mesin yang mengeluarkan suara besar dan mampu mengancam kesehatan telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.

Walaupun dianggap sepele, jenis kecelakaan ini ternyata sering terjadi hingga membahayakan para pekerjanya dan memiliki istilah industrial deafness yang merupakan gangguan pendengaran yang disebabkan paparan kebisingan tingkat tinggi.

Para pekerja yang terus menerus terpapar polusi udara ini memiliki risiko mengalami kerusakan gendang telinga dan kehilangan kemampuannya untuk mendengar.

Oleh sebab itu, menjadi sangat krusial bagi perusahaan yang secara rutin dalam operasionalnya menyebabkan polusi udara untuk menyediakan alat pelindung telinga bagi para pekerjanya agar terhindar dari kerusakan pendengaran.

Selain itu, para pekerja juga dapat mengelola gejala industrial deafness ini, seperti melakukan meditasi, penggunaan alat bantu dengar, serta mengubah pola gaya hidup dan mengonsumsi bahan makanan yang lebih sehat.

Jenis Kecelakaan Kerja Berdasarkan Klasifikasinya

Jenis Kecelakaan Kerja Berdasarkan Klasifikasinya

Pexels

Kecelakaan kerja juga dapat dibedakan berdasarkan klasifikasinya yang terbagi menjadi 3, yaitu berdasarkan jenis, penyebab, serta sifatnya. Simak penjelasan lengkapnya!

1. Kecelakaan Kerja berdasarkan Jenis

Kecelakaan kerja dapat dibedakan berdasarkan jenis insidennya, mulai dari kecelakaan fisik yang melibatkan peralatan, lingkungan fisik, atau bahkan aktivitas yang dilakukan. Ada pula kecelakaan kimia, insiden yang timbul karena paparan bahan kimia berbahaya.

Selanjutnya kecelakaan kerja biologis yang ditimbulkan akibat paparan agen biologis mulai dari virus, bakteri, maupun jamur yang dapat menimbulkan potensi terkena penyakit.

Dan yang terakhir, kecelakaan ergonomis merupakan kecelakaan yang ditimbulkan postur tubuh yang salah atau gerakan yang terus menerus dilakukan tanpa adanya prosedur ergonomis yang benar.

Kecelakaan kerja berdasarkan jenis dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis kecelakaan yang dialami karyawan, sebagai berikut.

  • Tersandung, jatuh serta terpeleset

  • Tertumbuk, terjepit, maupun terhantam, dan tertabrak objek maupun oleh pekerja lainnya

  • Tersengat listrik tegangan tinggi

  • Terpotong maupun teriris benda tajam

  • Terkena suhu ekstrem baik suhu rendah maupun tinggi

  • Terkena efek racun radiasi ataupun efek produk berbahan kimia

  • Melakukan kegiatan yang membebani fisik secara berlebihan dan dapat menyebabkan cedera otot

Jenis kecelakaan kerja yang ada di atas pada umumnya sering terjadi pada lingkungan kerja, oleh sebab itu sangat disarankan bagi sahabat MyProtection untuk lebih berhati-hati.

Jika sebuah perusahaan telah memberikan fasilitas dan kepastian untuk kenyamanan proses kerja para karyawannya, maka kembali lagi kepada kita sebagai karyawan apakah menjalani pekerjaan sesuai dengan regulasi yang ada agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Kecelakaan Kerja berdasarkan Penyebab

Selanjutnya, kecelakaan kerja juga dapat dibedakan berdasarkan penyebab yang menimbulkan insiden tersebut. Ada apa saja? Simak di sini!

  • Kecelakaan kerja disebabkan alat kerja atau mesin, seperti alat pengolahan produk, mesin pertambangan, alat tukang, serta berbagai jenis mesin lainnya di lingkungan kerja.

  • Kecelakaan kerja disebabkan alat angkutan, seperti kendaraan pendukung pekerjaan yang digunakan untuk kegiatan produksi serta mesin angkut.

  • Kecelakaan kerja disebabkan lingkungan kerja, seperti contohnya pekerjaan yang ada di ketinggian atau bawah tanah. Ruang lingkup ekstrem tersebut juga dapat membahayakan diri karena pada umumnya memiliki suhu yang ekstrem pula hingga bertekanan tinggi.

  • Kecelakaan kerja yang terjadi diakibatkan hal tertentu, seperti bahan berbahaya, zat kimia, radiasi, logam berak atau juga sejuk.

  • Kecelakaan kerja yang disebabkan sumber arus listrik, seperti contohnya gardu listrik, komponen elektronik, serta kabel bertekanan tinggi.

Kecelakaan tersebut sering kali dapat terjadi oleh karyawan berdasarkan tempat kerjanya. Untuk tingkat keparahannya sendiri beragam tergantung pada penyebab kecelakaannya bisa dari ringan hingga berat.

3. Kecelakaan Kerja berdasarkan Sifat

Kecelakaan kerja yang dibedakan berdasarkan sifatnya dapat dilihat dari cedera yang dialami oleh pekerja. Bukan hanya itu, cedera tersebut bisa berupa luka maupun kelainan pada tubuh yang disebabkan kecelakaan. Simak ada apa saja:

  • Tulang retak, bergeser maupun patah

  • Memar, terkilir tegang otot hingga nyeri

  • Pendarahan yang diakibatkan tusukan, goresan serta tikaman

  • Kerusakan tubuh, seperti hilangnya fungsi pada bagian tubuh tertentu

  • Keracunan kronis

  • Luka dalam

  • Penurunan fungsi bagian tubuh karena bahan kimia secara langsung maupun terkena radiasi

  • Luka bakar yang disebabkan oleh uap panas, benda cair, api, hingga ledakan

  • Mati lemas atau kehabisan nafas

  • Terpapar racun, sampah biologis, bisa berbahaya, bahan organik serta bakteri

Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Berdasarkan Teori

Faktor penyebab kecelakaan kerja dapat dilihat melalui 2 teori di bidang ilmu K3, berdasarkan faktor kelalaian manusia, penggunaan alat, material, atau hingga faktor alam. Penjelasan lengkapnya simak di sini!

1. Teori Domino

Teori domino yang dicetuskan oleh Heinrich, membagi penyebab kecelakaan kerja menjadi 5 faktor utama yang saling berkaitan satu sama lain.

Mulai dari kondisi kerja, kelalaian manusia, kondisi kerja tidak aman, kecelakaan atau insiden, hingga cedera.

Berdasarkan teorinya tersebut, kelima faktor tersebut saling berkaitan antara satu sama lain dan jika satu faktor terjadi, maka faktor lainnya akan menerima dampak dan mengalami efek domino.

Seperti contohnya, jika faktor kondisi kerja tidak aman, maka pada akhirnya dapat menimbulkan kelalaian manusia karena tindakan kerja yang tidak aman, kemudian menyebabkan kecelakaan hingga cedera.

2. Teori Multiple Factor

Teori Multiple Factor mengungkapkan bahwa faktor kecelakaan kerja dapat dikontribusi ke dalam 4M, yang terdiri Man atau manusia, Machine atau mesin dan peralatan, Media atau lingkungan kerja, serta management atau manajemen kerja.

Faktor manusia pada umumnya meliputi usia, jenis kelamin, keterbatasan kemampuan, kekuatan, motivasi, kondisi emosi, dan sebagainya. Sedangkan mesin merupakan segala peralatan yang dimanfaatkan untuk menunjang proses operasional dari pekerjaan yang dijalankan.

Faktor media merupakan segala faktor yang dipengaruhi oleh lingkungan kerja, seperti suhu, kebisingan, atau hingga getaran.

Dan, yang terakhir faktor manajemen merupakan segala komunikasi, kebijakan, serta hal sebagainya yang menyangkut dengan lingkungan pekerjaan tempat karyawan menjalankan tugasnya.

Tips Menghindari Kecelakaan Kerja

Agar sahabat MyProtection terhindar dari kecelakaan kerja, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan, seperti:

  • Menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri yang lengkap serta sesuai dengan ketentuan, regulasi, serta standarisasi yang telah ditetapkan K3 dengan begitu kecelakaan kerja yang tidak diinginkan dapat terhindar.

  • Mengikuti pelatihan atau training yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dijalankan untuk mendapatkan informasi terkait keselamatan selama melakukan pekerjaan.

  • Menaati aturan serta menggunakan APD sesuai dan lengkap, bukan hanya alat pelindung diri saja, tapi segala peralatan dan mesin yang digunakan juga harus berada dalam kondisi prima dan sesuai dengan standarisasi yang ada.

  • Monitoring secara rutin untuk memastikan bahwa ruang lingkup dan tempat kerja sudah menerapkan dan menjalankan regulasi serta standarisasi yang tepat sesuai prosedur yang ada.

Nah, itulah berbagai jenis kecelakaan kerja yang dapat terjadi dan dialami para pekerja di ruang lingkup kerja yang dapat membahayakan diri, menyebabkan cedera, atau bahkan potensi kematian.

Hal-hal tersebut dapat menjerat perusahaan berdasarkan hukum yang ada. Terlebih lagi, jika kecelakaan yang terjadi terbukti bentuk kelalaian perusahaan dalam manajemen keselamatan serta kesehatan kerja para karyawannya.

Seperti kurangnya pelatihan yang diberikan ataupun kelalaian merawat mesin atau peralatan operasional yang digunakan, APD yang tidak memadai dan masih banyak lagi. Agar sahabat MyProtection selalu terlindungi, Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan yang tepat.

Keunggulan dari Perlindungan Kesehatan Prima meliputi:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan rawat inap atau rawat jalan.

  • Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan.

  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan.

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 16/04/2020
Cara Meredakan Rasa Cemas Secara Alami

Jakarta, 16 April 2020 - MyProtection News

Merasa cemas merupakan reaksi alami yang pernah dihadapi semua orang. Namun rasa cemas berlebihan bisa mengganggu kegiatan sehari-sehari serta kesehatan mental. Apalagi di tengah situasi serba tak pasti sekarang ini, mungkin Anda mulai merasa cemas.

Mengutip dari Healthline, terdapat beberapa cara alami untuk mengatasi rasa cemas

  1. Kurangi kafein

Kafein bisa menimbulkan rasa cemas bagi sebagian orang. Oleh karena itu, jika Anda sensitive terhadap kafein, maka hindari minuman seperti kopi.

  1. Hindari alcohol

Ketika rasa cemas dan stress memuncak, beberapa orang beralih untuk mengonsumsi alcohol dengan tujuan menenangkan diri. Efek relaks pada tubuh ini sayangnya hanya bertahan sementara. Dalam jangka panjang, mengonsumsi alcohol malah akan membuat Anda merasa lebih cemas dan lebih buruk.

  1. Cerita kepada orang lain

Ketika Anda merasa cemas, Anda bisa bercerita kepada orang yang Anda percaya seperti keluarga, kerabat, atau bercerita dalam jurnal. Jika Anda membutuhkan pertolongan professional, maka tak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan terapi dan solusi yang tepat.

  1. Matikan ponsel dan hindari media social sementara

Melihat berita tak menyenangkan di ponsel, membandingkan diri dengan orang lain di media social, dan menatap ponsel sepanjang hari bisa menambah rasa cemas. Sesekali, matikan ponsel Anda dan isi ketenangan dengan bermeditasi, menulis jurnal, atau refleksi.

  1. Olahraga ringan

Saat Anda merasa cemas, bisa jadi level hormon adrenalin Anda memuncak dalam tubuh. Berjalan di sekitar rumah, melakukan stretching dan olahraga ringan bisa membantu mengurangi level adrenalin berlebih.

  1. Gunakan aromaterapi

Wewangian seperti lavender bisa membantu tubuh Anda menjadi lebih rileks dan membuat tidur lebih nyenyak. Anda bisa menikmati wangi aromaterapi di lilin, minyak esensial, atau bahkan krim pelembap.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel