Workplace accidents can be triggered by many factors, which is why companies need to understand their root causes. At the same time, employees themselves should also be aware of these risks.
In many cases, accidents occur due to negligence or a lack of attention to things that are often considered minor or unimportant. In reality, these issues can be crucial for both employee safety and overall productivity.
In this article, we’ll take a closer look at the three main causes of workplace accidents: environmental factors, human factors, and equipment-related factors. Keep reading to learn more and find out how to prevent them effectively!
One of the must-have tools for mechanics, automotive enthusiasts, or vehicle owners is the socket wrench, which makes it easier to install or remove bolts.
A socket wrench is commonly used in the shock absorber area. It comes in the form of a tube, with a hollow hexagonal shape on one end and a twelve-point opening on the other.
To better understand the functions of a socket wrench, especially for vehicles, check out the explanation below!
The primary function of a socket wrench is to remove and install nuts and bolts in various parts of the vehicle.
From wheels, brakes, and shock absorbers to other engine components that are located deep inside and hard to reach, a socket wrench makes the job much easier.
Another function for socket wrenches is to loosen and tighten bolts and nuts. A socket wrench can be used to adjust the desired level of tightness based on the needs of the repair or installation.
A socket wrench is also frequently used for repairing suspension components such as shock absorbers, springs, and coils.
Because of its shape, a socket wrench can be used to access tight spaces, making it easier to turn nuts or bolts.
In addition, in areas that are hard to reach, adding an extension bar or handle to the socket wrench helps in removing, installing, loosening, or tightening bolts and nuts with greater convenience.
Available in various sizes and designs, a socket wrench offers flexibility for mechanics or vehicle owners to adjust according to the nuts and bolts being worked on, making the process more efficient.
Based on the size of the drive hole, socket wrenches are available in four types:
1/4 inch or 0.6 cm socket wrench
3/8 inch or 0.9 cm socket wrench
1/2 inch or 1.3 cm socket wrench
3/4 inch or 1/9 cm socket wrench
Next, based on the tube length, socket wrenches are divided into two types:
Standard or short socket wrench, generally used for tightening or loosening nuts and bolts with high torque.
Deep or long socket wrench, used for tightening or loosening nuts and bolts with medium torque.
Finally, socket wrenches can also be distinguished by the number of points in the socket:
6-point socket, commonly used for high torque tightening.
12-point socket wrench, designed for smaller turning angles.
8-point socket wrench, often used for specific tightening needs.
So, that’s the discussion about socket wrenches you need to know. From their functions to the different types available.
Thanks to their usefulness, socket wrenches are one of the essential tools that vehicle owners should have, especially for emergencies such as flat tires, loose car components, or other technical issues on the road.
With this tool, drivers can handle urgent problems first before taking their car to the nearest workshop or mechanic. Hopefully, this information is useful!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 29 Mei 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat Myprotection!
Sebagian dari kita sudah mulai kembali ke kantor mulai Juni nanti. Tentu saja selama beraktivitas di luar rumah, penting untuk selalu menjaga jarak, kesehatan serta keamanan diri dan orang lain. Anda juga bisa membaca tips ngantor sehat selama pandemi.
Maka dari itu, Anda perlu memperlengkapi diri dengan masker, hand sanitizer, dan yang terpenting asuransi kesehatan sebelum jalani new normal. Karena beraktivitas di tengah pandemi tidak bisa sembarang seperti biasanya.
Untuk Anda yang siap kembali beraktivitas di luar ruangan selama pandemi, ada Perlindungan Kesehatan Prima yang siap menjaga.
Perlindungan Kesehatan Prima memberikan proteksi rawat jalan, inap dan bedah untukmu dan keluarga. Anda juga bisa menikmati berbagai fasilitas seperti:
Anda juga bisa menikmati promo #DiasikinAja dan dapatkan DISKON 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima selama Juni 2020. Aktivitas di luar rumah jadi aman dan nyaman. Jangan lupa untuk tetap menjalankan peraturan PSBB agar Anda dan orang-orang di sekitar terhindar dari penularan COVID-19.
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id
Jakarta, 6 Desember 2019 - MyProtection News
Ketika menjalani diet, sering kali kita merasa lebih moody daripada biasanya. Tubuh menjadi lebih cepat lelah. Bahkan terkadang membuat kita malas beraktivitas seperti biasanya. Mengapa diet sering kali dikaitkan dengan perubahan suasana hati dan energi? Alasan utamanya adalah tubuh kita ikut menjalani perubahan komposisi saat berdiet.
Hormon dalam tubuh ikut harus beradaptasi dengan perubahan pola makan yang kita lakukan. Fenomena ini juga bisa berlangsung dalam jangka waktu berbeda, membuat tubuh serta emosi terpengaruh dengan perubahan yang ada. Berikut 5 alasan kita menjadi moody saat berdiet.
Pertama, ketika sedang menjalani diet, kita biasanya merasakan tiga gejala utama yaitu dorongan rasa lapar, pusing, dan lemas. Pengurangan porsi makan bisa berpengaruh terhadap kadar gula dan jumlah energi yang kita miliki. Karena tubuh kekurangan energi, kita cenderung menjadi kurang bertenaga dan moody.
Alasan kedua adalah ngidam. Tentu saja kita tidak bisa mengonsumsi makanan secara sembarangan saat diet. Mungkin Anda membayangkan nikmatnya red velvet cake kesukaan Anda. Ketika kita tidak bisa memuaskan cravings, kita cenderung menjadi lebih sensitif dan moody. Salah satu trik untuk mengatasi rasa ngidam adalah dengan membatasi diri untuk mengonsumsi makanan kesukaan saat weekend saja.
Baca juga: Suka Marah-marah Tanpa Alasan Jelas Mungkin Ini Sebabnya
Selanjutnya, saat masa diet, kita terkadang menghindari ajakan teman untuk berkumpul bersama, datang ke pesta, atau mencoba menu makanan baru. Kita takut tergiur dengan makanan yang disajikan. Sehingga intensitas kita bertemu dengan orang lain jadi berkurang. Padahal, berinteraksi dengan orang lain bisa membantu mengembalikan mood kita. Batasi porsi makanan akan lebih baik daripada menghindari situasi sosial.
Untuk memaksimalkan diet, sering kali kita dianjurkan untuk berolahraga. Setelah tubuh harus beradaptasi dengan pola makan yang berubah, olahraga bisa ikut menambah rasa lelah. Rasa lelah inilah yang bisa mendorong rasa moody. Siasati rasa lelah dengan beristirahat cukup selama 8 jam per hari dan minum air putih.
Terakhir, ketika timbangan rasanya tak kunjung turun membuat semangat kita memudar. Padahal diet yang baik adalah ketika berat badan kita turun perlahan. Sehingga lebih memungkinkan kita mempertahankan berat badan ideal. Diet yang dilakukandengan benar juga menjaga kesehatan tubuh, seperti MyProtection yang turut menjaga Anda dari kekhawatiran akan kesehatan Anda di masa depan.
Persiapkan diri untuk menghadapi timbangan yang fluktuatif. Tetap jaga pola makan dan gaya hidup sehat.
Selamat menjalani diet sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung