Jakarta, 17 Februari 2020 - MyProtection News
Kutu buku atau bookworm merupakan sebutan bagi orang-orang yang gemar membaca. Bagi Anda yang sering menghabiskan waktu tenggelam dalam dunia bacaan ternyata ada berbagai manfaat kesehatan yang bisa Anda petik, lho!
Kegiatan membaca buku atau novel secara berkala dapat membuat Anda lebih cerdas, apalagi jika kebiasaan ini dimulai sejak kecil. Anak-anak bisa menemukan banyak kosa kata baru, mendapatkan informasi lebih banyak, membaca dengan lebih cepat, dan biasanya memiliki skor kecerdasan yang lebih tinggi. Hal ini tentunya berpengaruh hingga Anda dewasa.
Beberapa ilmuwan mecoba membuktikan dampak membaca terhadap aktivitas otak dengan mesin MRI scan. Partisipan percobaan diminta untuk membaca novel “Pompeii” selama 9 hari berturut-turut. Berdasarkan hasil MRI scan, partisipan yang rutin membaca terbukti memiliki tingkat konektivitas otak yang lebih tinggi.
Sama seperti saat kita melakukan olahraga untuk menguatkan tubuh, kegiatan membaca punya dampak yang sama terhadap otak. Membaca mirip seperti workout untuk otak Anda. Semakin aktif otak Anda, maka risiko terkena penyakit yang menyerang ingatan atau proses kognitif Anda bisa semakin berkurang.
Lalu, buku seperti apa yang sebaiknya Anda baca? Jawabannya adalah buku atau novel apapun yang bisa Anda nikmati. Buku yang baik adalah buku yang dapat membuat Anda terlarut di dalamnya. Novel non-fiksi, buku self-improvement, hingga sejarah bisa menjadi pilihan Anda.
Bukan rahasia lagi bahwa dengan bertambahnya umur, maka fungsi dalam tubuh bisa berkurang. Kegiatan seperti membaca, bermain puzzle, dan catur menurunkan potensi berkembangnya Alzheimer pada seseorang hingga 2,5 kali dibanding individu yang menghabiskan waktunya dengan kegiatan yang kurang menstimulasi otak. Semakin muda Anda membiasakan diri membaca, maka semakin baik!
Membaca dapat membuat Anda memahami perasaan oraang dengan lebih baik. Khususnya, literasi fiksi dapat membantu pembacanya menangkap pemikiran atau perasaan orang dengan lebih baik dalam dunia nyata.
Dalam dunia sains, istilah ini disebut sebagai “theory of mind”, sekumpulan kemampuan yang berguna untuk membangun dan menjaga hubungan social antar individu.
Penikmat cerita fiksi jangka panjang dapat merasakan manfaat ini lebih baik dibanding para pembaca literasi non-fiksi atau individu yang jarang membaca.
Hasil riset membuktikan bahwa membaca selama 30 menit dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan mengurangi stress yang efeknya hampir sama dengan yoga dan tertawa. Selain itu, kebiasaan membaca sebelum tidur dapat membuat tubuh lebih rileks dan mengirimkan sinyal kepada otak Anda untuk beristirahat. Namun, disarankan untuk membaca buku konvensional dibandingkan e-book atau membaca menggunakan gawai. Sinar yang dipancarkan oleh layar gawai Anda malah bisa membuat jam tidur Anda berantakan.
Ingin membuat si kecil gemar membaca? Berdasarkan penelitian, kebiasaan membaca dapat menular. Oleh karena itu, orang tua dapat menjadi contoh untuk membangun kebiasaan baik pada anak. Anda bisa memulainya dengan membacakan buku cerita kepada anak sebelum tidur. Atau Anda bisa membaca saat waktu luang sambil mengajak anak berdiskusi mengenai isi buku yang dibaca. Sehingga anak memiliki pengalaman menyenangkan saat membaca.
Mulai rutin membaca, yuk!
Salam,
Sahabat MyProtection
Hi, Sahabat MyProtection!
Sebagian besar dari kita pasti sudah pernah mendengar kata asuransi. Namun, tidak semuanya menyadari pentingnya berasuransi dan cara memilih asuransi kesehatan keluarga yang tepat. MyProtection punya beberapa tips untuk kamu yang ingin memberikan perlindungan kesehatan terbaik bagi keluarga dan menjaga mereka dari risiko penyakit di masa depan.
Seberapa pentingnya berasuransi? Jawabannya sangat penting jika kamu memerlukan hal berikut:
Ketika kita sudah berkeluarga, maka risiko yang kita tanggung tentunya bukan hanya untuk diri sendiri melainkan seluruh anggota keluarga. Kenali kebutuhan diri & keluarga sebelum membeli asuransi. Misalnya, kamu dan pasangan baru saja memiliki anak. Maka, kebutuhan perlindunganmu bukan hanya untuk rawat inap saja tetapi juga rawat jalan karena anak-anak cenderung lebih sering membutuhkan kunjungan ke dokter. Contohnya, Perlindungan Kesehatan Prima menyediakan pilihan perlindungan rawat inap saja serta rawat inap, bedah dan rawat jalan. Atau HealthPlus Family menawarkan paket perlindungan untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 polis dan 1 premi.
Bukan hanya manfaat yang harus pas dengan kebutuhan, tetapi premi asuransi kesehatan pun harus pas dengan keuangan. Kamu bisa mencari tahu beberapa asuransi kesehatan dan membandingkan premi serta manfaat yang bisa kamu dapatkan. Beberapa ahli keuangan menyarankan kamu menyisihkan sekitar 10% - 15% pendapatanmu untuk asuransi.
MyProtection juga memiliki berbagai pilihan perlindungan kesehatan seperti SIGAP dengan premi mulai dari Rp 325,000/tahun dan Perlindungan Kesehatan Prima dengan premi mulai dari Rp 2,5 jutaan/tahun untuk manfaat rawat inap dan bedah Rp 100 juta/tahun. Pembayaran premi di MyProtection juga bisa kamu cicil hingga 12 bulan, lho!
Sebelum membeli asuransi kesehatan, pastikan kamu memahami dengan baik manfaat yang akan kamu terima termasuk pengecualian manfaat, tata cara klaim, serta rumah sakit rekanan. Namun, biasanya nasabah ogah berasuransi akibat proses klaim yang ribet dan memakan waktu lama. Jangan sampai kamu jadi terhalang berobat karena proses klaim rumit!
Salah satu keunggulan dari asuransi kesehatan dari MyProtection adalah kamu bisa menikmati klaim cashless tanpa kartu. Sehingga kamu hanya perlu scan barcode atau tunjukan e-card saat ingin berobat. Laporan klaim pun bisa kamu monitor & dikirim melalui email. Bye-bye klaim ribet!
Memilih asuransi bukan hanya sekadar memilih manfaat dan premi, tetapi memilih pemyedia asuransi yang terpercaya. Jangan sampai kamu mempercayakan perlindungan kesehatanmu dengan penyedia asuransi yang meragukan atau tergiur premi murah.
Tags: asuransi kesehatan, asuransi kesehatan keluarga, asuransi kesehatan premi murah, asuransi rawat jalan, asuransi murah, asuransi jiwa, asuransi terbaik di Indonesia
Some of the oldest countries in the world are believed to have existed and developed since 6500 BC, marked by the growth of settled communities and the development of these regions.
These ancient countries have been established for hundreds or even thousands of years, making them some of the oldest nations in the world with long histories in human civilization, such as India and China.
MyProtection Friends must be curious about which countries are considered the oldest in the world, along with their history and influence on human civilization. Check out the information below!
Hi, Sahabat MyProtection!
Kami mengerti kebutuhan Anda akan perlindungan kesehatan semakin penting. Apalagi di tengah bulan puasa yang sayangnya harus kita rayakan di tengah pandemi Covid-19.
Apapun tantangannya, ada MyProtection yang siap menjaga Anda dan keluarga dari risiko berbagai penyakit di masa depan. Nikmati DISKON 10% untuk pembelian SELURUH ASURANSI KESEHATAN dari MyProtection selamai Mei 2021, yaitu:
Jangan lupa, MyProtection juga punya keunggulan fitur lainnya seperti:
Untuk informasi lebih lengkap & simulasi premi, klik tombol ini atau hubungi tim CS kami di 0804 133 8888 & cs@myprotection.id
Selamat menjalankan ibadah puasa & beraktivitas nyaman sama MyProtection!
*Syarat dan Ketentuan: