Jakarta, 16 Desember 2019 - MyProtection News
Banyak cara untuk mendapatkan rupiah. Salah satunya dengan menjalankan bisnis barang preloved atau barang bekas. Ide bisnis satu ini sangat sederhana dan membutuhkan modal hampir 0 rupiah. Jika Anda memiliki banyak barang yang menganggur di pojok ruangan Anda, atau pakaian lama yang menumpuk di lemari, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya.
Akhir-akhir ini tren untuk menjual produk preloved juga semakin meningkat. Pemilik barang bisa meraup keuntungan sekaligus mengurangi space yang terpakai untuk barang preloved. Pembeli juga bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah dan kualitas yang cukup baik. Selain itu, dengan membeli barang bekas bisa mengurangi sampah dan sifat konsumerisme berlebih.
Pilihlah barang yang akan Anda jual
Memilih barang bekas yang akan Anda jual bisa jadi susah-susah gampang. Barang yang bisa Anda jual sangat beragam seperti pakaian layak pakai, mainan bekas, furnitur rumah, pajangan atau barang antik, hingga barang yang besar seperti mobil atau motor. Jangan lupa, Anda hanya bisa menjual barang yang memiliki value atau layak pakai.
Tentukan harga yang sesuai
Biasanya, produk preloved akan memiliki harga yang lebih rendah dari harga beli aslinya. Pertimbangan dalam memberikan harga dapat dilihat dari kebaruan produk, masa pakai dan intensitas penggunaan produk, dan kualitas produk. Misalnya, Anda memiliki baju yang belum pernah terpakai. Anda bisa menjual baju tersebut sebesar 75% - 80% dari harga aslinya. Namun, tidak jarang juga lho terdapat produk preloved yang memiliki harga lebih tinggi daripada harga beli. Contohnya, barang antik dan vintage seperti motor vespa kini memiliki harga tinggi di pasaran.
Pasarkan produk Anda
Setelah menentukan produk yang akan Anda jual beserta harganya, maka langkah terakhir adalah memasarkan produk tersebut. Kini, Anda bisa menjual produk bekas melalui e-commerce atau social media. Jangan lupa untuk mengambil foto terbaik dan produk yang akan Anda jual. Berikan informasi memadai tentang produk bekas yang Anda jual.
Apakah Anda tertarik untuk mencoba berjualan barang bekas?
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 10 Februari 2020 - MyProtection News
Ketika memasuki musim hujan, sering kali kita mendengar atau melihat iklan yang memasarkan produk suplemen kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh. Perubahan cuaca memang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Namun, apakah suplemen yang ditawarkan di pasaran, baik berupa multivitamin, probiotik, atau kandungan lainnya benar-benar mendorong kinerja imun dalam tubuh?
Artikel yang diterbitkan oleh Harvad Health Publishing berjudul “Can Supplements Boost Your Immune System?” membahas mengenai peran suplemen bagi tubuh. Michael Starnbach, seorang profesor bidang cicrobiologi dari Harvard Univerity menyatakan bahwa suplemen yang beredar di pasaran tidak menawarkan banyak manfaat kesehatan. Apalagi belum ditemukan bukti bahwa suplemen dapat melawan penyakit.
Sistem imunitas dalam tubuh merupakan proses yang kompleks dan saling menyeimbangi. Oleh karena itu, sebenarnya sistem imun sendiri sudah cukup untuk “memagari” tubuh dari berbagai penyakit. Dengan catatan kinerja imun tubuh akan maksimal dengan asupan gizi yang cukup dari sayur, buah, dan daging. Sehingga peran suplemen tak terlalu berarti jika Anda memang sudah sehat.
Produk suplemen yang dipasarkan dapat mendorong imunitas tubuh biasanya jatuh ke dalam dua kategori utama; vitamin dan probiotik. Suplemen berupa vitamin bisa membantu menghindarkan tubuh dari penyakit jika seseorang mengalami malnutrisi (kekurangan gizi), sedang sakit, atau membutuhkan suplemen tertentu. Sedangkan mengenai probiotik, Starnbach setuju bahwa bakteri dan organisme baik dalam tubuh bisa berkontribusi terhadap fungsi imunitas tubuh. namun, diperlukan riset lebih lanjut mengenai hal ini.
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen tertentu. Khususnya jika Anda memiliki sensitivitas terhadap zat tertentu, berusia di bawah 19 tahun, sedang hamil, atau mengidap kondisi tertentu. Anda bisa mengonsumsi suplemen jika memang dibutuhkan.
Tips Menjaga Kesehatan
Lalu, jika suplemen tidak berperan banyak untuk menodorng imunitas tubuh, bagaimana cara kita tetap sehat di segala keadaan? Starnbach berpendapat bahwa kesehatan dipengaruhi oleh kebiasaan yang kita lakukan. Terdapat beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan:
Selamat hidup sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
As one of the most popular travel destinations, Singapore offers a variety of souvenirs with their own unique characteristics. So, what are some souvenirs worth considering for MyProtection friends visiting Singapore? Check out the recommendations below.
Luxury items are often sought after to showcase economic status. One way to do this is to own a luxury car.
With today’s technological advancements, various innovations from premium car manufacturers have their own unique appeal.
Especially for automotive enthusiasts, owning a luxury car has become a symbol of status and a lifestyle in itself.
So, what are the most popular and sought-after luxury car brands among automotive enthusiasts in Indonesia today? Are there any things that you know of or consider your dream car? Check out the following review!
The first luxury car brand is Lamborghini, especially the Lamborghini Aventador, a mid-engine sports car powered by a naturally aspirated V12 engine.
Featuring an iconic design, this car offers a sharp and aggressive silhouette and comes in several variants and colors, including white, arancio argos, blue, red, green, and yellow.
Capable of reaching a top speed of 350 km/h, the Lamborghini Aventador uses lightweight carbon fiber material and an advanced suspension system.
In Indonesia, this luxury car is priced starting from IDR 6.4 billion up to IDR 8.7 billion.
The next luxury car brand is the Mercedes-Benz G-Class, a type of SUV known not only for its attractive design but also for its powerful performance, like military-grade vehicles.
First released in 1979, this SUV is often portrayed as a symbol of luxury and adventure.
Despite its rugged heritage, the G-Class continues to receive updated features and comes in various variants, such as:
G 500 Professional Line, a top gasoline-powered variant priced at around IDR 5.8 billion.
AMG G 63, offering higher performance with a V8 twin-turbo engine priced at around IDR 7.575 billion.
An electric variant with an all-wheel drive system priced at IDR 5.9 billion.
The BMW 3 Series is one of the most popular luxury car models in Indonesia and is part of BMW’s legendary lineup available in multiple variants.
Known for its sporty yet elegant design, this car also delivers responsive engine performance and represents the pinnacle of automotive excellence.
For 2025, BMW offers the following latest 3 Series models:
320i M Sport Sedan, the base variant, priced at IDR 1.205 billion.
330i M Sport Pro Sedan, a higher variant, priced at IDR 1.315 billion.
3 Series Touring, a 5-seater station wagon model, priced at IDR 1.515 billion.
The MINI Cabrio is the convertible or open-top variant of the MINI lineup, combining a luxurious lifestyle with the sporty driving performance MINI is known for.
With its iconic design, this model also offers impressive driving performance, especially with the JCW variant featuring a 2.0L TwinPower Turbo engine for greater power.
Here are the MINI Cabrio variants available in Indonesia:
MINI Cooper Convertible F67S, priced at around IDR 1.258 billion.
MINI John Cooper Works (JCW) Convertible F67JCW, priced at around IDR 1.386 billion.
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)