Jakarta, 17 Juli 2020 - MyProtection News
Membawa dan menggunakan hand sanitizer merupakan suatu kewajiban saat beraktivitas di tengah pandemin COVID-19. Sama halnya dengan mencuci tangan, ternyata menggunakan hand sanitizer pun ada aturannya. Apakah Anda sudah menggunakannya dengan benar? Cek di bawah ini!
Saat menggunakan hand sanitizer, penting untuk mengeluarkan isi produk hingga kedua telapak Anda terkena cairan sanitizer dengan sempurna. Lebih baik menggunakan terlalu banyak hand sanitizer dibanding terlalu sedikit.
Menurut WHO, hand sanitizer harus digosok di tangan selama 20 – 30 detik agar seluruh bagian telapak tangan dan bagian atas tangan terkena cairan dengan baik. Tunggu hingga hang sanitizer kering sebelum menyentuh barang atau permukaan lain. Sehingga hand sanitizer punya waktu untuk bekerja membunuh virus dan kuman yang menempel pada tangan.
Ketika bepergian, akses terhadap air dan sabun mungkin saja lebih terbatas. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan hand sanitizer. Namun, hand sanitizer bukanlah pengganti cuci tangan. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun lebih efektif dalam membunuh kuman dan lebih disarankan oleh petugas kesehatan.
Jangan lupa, dalam pencegahan penyebaran COVID-19, menggunakan hand sanitizer saja tidak cukup. Anda wajib memperhatikan protocol kesehatan lainnya seperti menggunakan masker dan senantiasa menjaga jarak.
Menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol memang bisa membuat tangan terasa kering dan perih. Jika tangan Anda terasa sangat kering, maka gunakan lotion pelembap. Tangan yang kering dan perih rentan terhadap luka. Sedangkan luka bisa menjadi jalan masuk bagi kuman dan virus ke dalam tubuh. Jadi, jaga kebersihan serta kelembapan tangan Anda.
Salam,
Sahabat MyProtection
When driving on the road, traffic signs play a crucial role in keeping drivers and pedestrians safe and orderly.
These signs use various symbols, letters, and numbers to provide warnings, prohibitions, instructions, or directions that are easy to recognize for all road users.
In Indonesia, traffic signs are regulated under Minister of Transportation Regulation No. 13 of 2014, ensuring that all parties properly apply their functions.
To help you understand better, here are 7 traffic signs and their meanings that every driver should know!

The stop sign is one of the most common traffic signs, typically displayed with a red background and the word "STOP" at the top.
This sign indicates that drivers must come to a complete stop and are not allowed to proceed until the road is safe. The purpose is to prevent potential traffic conflicts or accidents.

A red circle with a horizontal white stripe symbolizes the No Entry sign. It indicates that vehicles or pedestrians are not allowed to enter a particular area.
However, certain exceptions may apply to authorized parties as specified by local regulations.
A white background with the letter "S" crossed by a red line is used to indicate that stopping is not allowed.
If you see this sign, it means you cannot stop your vehicle at all, even for a short moment. Violating this rule may result in a traffic ticket based on Indonesia’s traffic law.
The No Parking sign is displayed as a large letter “P” with a red slash across it.
When this sign is placed on the road, it means vehicles cannot be parked or stopped in that area.
This sign typically has a white background with a red border and a picture of a vehicle crossed out.
If the symbol depicts a car, motorcycle, or truck, it indicates that vehicles of that specific type are not permitted to pass through the road.
For example, heavy trucks are often prohibited from entering residential areas.
The yellow triangle sign with a curved arrow warns drivers of a sharp turn, either to the left or right.
It serves as a reminder to slow down and drive carefully to avoid accidents. The signs are commonly found in hilly areas, mountain roads, or near residential zones.
A blue rectangular sign with a bridge symbol indicates that there is a bridge ahead.
Drivers are advised to reduce their speed and stay alert, as not all bridges are large or in perfect condition. Some may even have specific load restrictions that vehicles must follow.
The yellow triangular sign with a steep slope symbol warns drivers that a steep downhill road is coming.
Drivers should slow down and shift to a lower gear. This sign is usually found in mountainous or hilly regions. Before passing a steep descent, it’s essential to check your brakes to avoid brake failure.
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Since gaining independence on August 17, 1945, the number of provinces in Indonesia has continued to grow, and up to now, it has reached 38 provinces spread from Sabang to Merauke.
In 2022, there were 4 newest provinces officially established by the government, namely Central Papua, South Papua, Highland Papua, and Southwest Papua.
These four new provinces are the result of the expansion of the previous provinces in Papua, which were ratified by the DPR or the House of Representatives through Laws:
Each province in Indonesia has its own distinctive characteristics, ranging from ethnic groups, religion, race, language, culture, and customs that offer their own diversity.
So, what are the 38 provinces in Indonesia, along with their capitals and unique traits? Check out the review here!
Jakarta, 26 Mei 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Ketika Anda makan, metabolisme tubuh akan berperan untuk mengubah makanan yang masuk ke tubuh menjadi energi. Sehingga Anda memiliki tenaga untuk beraktivitas sehari-hari.
Proses metabolisme dalam tubuh biasanya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Salah satu dampak dari menurunnya proses metabolisme tubuh adalah penambahan berat badan. Selain usia, ada gejala lain yang menandakan bahwa metabolisme dalam tubuh bermasalah dan harus segera di atas. Berikut ini lima gejala yang mungkin Anda alami.
Salah satu tanda bahwa metabolism dalam tubuh bermasalah adalah berat badan terus bertambah walaupun Anda sudah mengatur pola makan. Apalagi jika makanan yang Anda konsumsi cenderung rendah lemah atau rendah gula. Walaupun memang metabolism akan melambat seiring bertambahnya usia, jika Anda mencurigai penambahan berat badan tak normal, segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Proses metabolisme, selain menghasilkan energi, juga menghasilkan panas alami dalam tubuh. Jika Anda merasa lebih mudah atau sering merasa kedinginan daripada biasanya, maka bisa jadi Anda mengalami gangguan metabolisme.
Ada banyak hal yang bisa membuat Anda lelah. Misalnya olahraga secara intens, kurang tidur, atau kegiatan fisik lainnya yang membuat tubuh harus banyak bergerak. Namun, jika Anda merasa lebih mudah lelah, mungkin saja proses metabolisme dalam tubuh tidak mengubah asupan makanan menjadi energi secara sempurna.
Tubuh sering kali mengirimkan sinyal kepada tubuh lewat rasa “ngidam” atau cravings. Contohnya jika Anda sering “ngidam” atau menginginkan makanan manis dan bertepung padahal asupan gizi & istirahat harian telah tercukupi. Kemungkinan asupan gizi dari makanan yang Anda konsumsi tidak terserap secara efektif sehingga Anda terus menerus memiliki hasrat untuk makan, khususnya yang mengandung gula dan tepung.
Penampilan luar tubuh merupakan cerminan dari kesehatan dalam tubuh. Ketika metabolisme tubuh terganggu, proses perbaikan sel kulit dan rambut tidak bekerja secepat biasanya. Sehingga kulit dan rambut terasa kering. Namun gejala ini juga bisa disebabkan asupan gizi yang buruk.
Salam,
Sahabat MyProtection