Hi, Sahabat MyProtection.
Selamat memasuki bulan suci Ramadan.
Kami mengerti puasa tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Kebiasaan ngabuburit dan tarawih bersama jadi berkurang. Kegiatan di luar rumah pun terbatas. Namun, di tengah situasi serba tak pasti, jangan sampai kesehatan keluarga dikompromi.
Jalani Ramadan #AmanPalingNyaman bersama Perlindungan Kesehatan Prima untuk Anda dan keluarga. Nikmati manfaat unggulan dari asuransi kesehatan Anda seperti:
Dapatkan juga tambahan DISKON 10% selama Bulan Ramadan dengan memasukan kode promo “PUASASEHAT” ketika melakukan pembelian di website MyProtection.
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id
Jakarta, 5 Februari 2020 - MyProtection News
Hi, moms & dads! Pastinya Anda senang jika si kecil dapat bertumbuh kembang secara optimal. Oleh karena itu, ada banyak usaha yang dilakukan orang tua untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak dengan berbagai cara.
Ternyata, ada kegiatan seru yang bisa Anda lakukan bersama anak balita Anda sambil membantu meningkatkan kecerdasan anak. Intip caranya, yuk!
Kegiatan sederhana seperti menanyakan warna kesukaan atau makanan favorit anak dapat membantu mengembangkan kecerdasan mereka. Melalui komunikasi sehari-hari, anak akan belajar banyak kata baru dan mengekspresikan emosi mereka dengan lebih baik.
Saat Anda berinteraksi dengan anak, maka mereka akan belajar bersosialisasi, berbagi, bekerja sama, dan menghormati sesame. Sehingga ketika bertemu dengan orang baru, anak Anda bisa berkomunikasi dengan lebih mudah.
Perkembangan tubuh dan mental merupakan satu kesatuan lho, moms & dads. Oleh karena itu, kita bisa melatih fisik anak dengan aktivitas luar ruangan atau bahkan kegiatan indoor yang menyenangkan. Seperti bermain di playground, ajak olahraga ringan bersama, bermain petak umpet, atau mencari harta kartu.
Tubuh yang sehat dan kuat membantu anak mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik. Bahkan bisa melatih anak lebih “tahan banting”. Sehingga anak tidak mudah menangis saat terjatuh.
Melatih kecerdasan anak. Khususnya balita yang mulai aktif memang membutuhkan kreativitas. Salah satunya dengan menghadirkan permainan interaktif yang menghibur sekaligus mengedukasi. Misalnya bermain boneka, puzzle, atau Lego. Bahkan, saat ini permainan di gadget juga bisa digunakan untuk mengedukasi anak. Jadi, manfaatkan sarana dan gadget yang ada di sekitar Anda untuk memaksimalkan tumbuh kembang buah hati.
Salah satu kebiasaan baik yang bisa Anda mulai dengan anak adalah membacakan dongeng sebelum tidur. Kegiatan ini bisa merangsang imajinasi anak untuk ikut “merasakan” kejadian dalam dongeng. Sambil membaca cerita, Anda dan anak bisa menirukan suara-suara atau gerakan tokoh dalam cerita. Bonusnya, Anda bisa merekatkan hubungan dengan anak. Siapa tahu kegiatan ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi anak Anda.
Anak dapat belajar dari pengalaman baru yang ia rasakan. Selain mencoba kegiatan baru, mengunjungi tempat baru bisa membuka wawasan anak Anda. Mengunjungi dunia luar bisa mengasah kemampuan persepsi dan pengetahuannya.
Anda bisa mengunjungi tempat seperti taman, kebun binatang, mall, pasar, atau wisata edukatif seperti mencoba berkebun di sawah.
Nah, Sahabat MyProtection, apa kegiatan favorit Anda untuk meningkatkan kecerdasan anak?
Salam,
Sahabat MyProtection
There are several indicators that your car's remote battery is running low, such as a dim or dead indicator of light, shorter range, and more.
In most cases, you can replace it yourself by following the vehicle’s manual. You can also check the code on the old battery to ensure you buy the right replacement.
The most common types of car remote batteries are CR2032, CR2025, and CR 2016.

To help you recognize the warning signs that your car's remote battery is weakening or about to run out, here are the main indicators you should know!
The most common sign your car's remote battery is dying is when the remote buttons start becoming unresponsive, where you need to press them multiple times before the car responds. This indicates that the battery is already running low.
Normally, a car remote signal can reach from 5 to 20 meters, and on some car models, it can even work up to 30 to 50 meters.
If your vehicle only responds when you are very close, it could be a strong indicator that the remote battery is weak or nearly dead.
Another sign of a weak car remote battery is when you have to press the buttons several times before it works.
This happens because the power is not strong enough to send a proper signal to the vehicle, so the buttons need to be pressed more than once.
Some car remotes come with a small LED light. If the battery is weak, this indicator light will become dim or stop lighting up entirely when pressed, showing that the power inside is already drained.
If this happens, it’s best to replace the battery immediately with a new one that matches the specifications to restore your car’s remote function.
After learning about the signs, you also need to know the right steps to replace the car remote battery. Here’s how:
Prepare the tools, such as a small screwdriver, tweezers, or a thin pocket knife, if needed to open the remote cover.
Open the remote cover and use the prepared tools carefully. Some remotes may have screws that need to be removed first.
Remove the old battery. Carefully take out the battery using tweezers.
Insert the new battery, check the manual, and insert the replacement battery according to the recommended type and direction.
Close the remote casing after installation, close the casing, and make sure everything is securely in place.
Those are the key signs of a weak car remote battery and the proper steps to replace it. Ideally, once you notice the early signs of a weak battery, you should replace it right away to ensure your car's remote works optimally.
Avoid waiting until the battery is completely dead, as this can disrupt your daily activities and mobility.
Hopefully, this guide helps you keep your car's remote functioning at its best!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Rasanya mendengar nama penyakit Asma pasti tidak asing di teling anda. Penyakit satu ini merupakah salah satu penyakit tak menular yang banyak diderita penduduk Indonesia. Kementrian Kesehatan menyebutkan bawa sekitar 4,5% penduduk Indonesia mengidap Asma.
Jika berbicara tentang asma, kita seringkali mendengar beberapa informasi. Ternyata ada beberapa mitos seputar asma yang tidak benar sama sekali, lho, Sahabat MyProtection. Simak ulasannya di bawah ini!
Asma memang bisa saja diturunkan oleh keluarga. Namun, perlu diingat bahwa asma bisa muncul akibat pengaruh lingkungan. Jika salah satu dari orang tua Anda mengidap asma, maka Anda belum tentu akan mengidap penyakit yang sama. Paparan dari lingkungan luar seperti debu, serbuk bunga, makanan, serangga, dan alergi bisa memicu timbulnya asma.
Baik dengan mengonsumsi obat ataupun tidak, seorang pengidap asma tidak akan pernah benar-benar sembuh. Kondisi seseorang mungkin saja membaik seiring berjalannya waktu. Serangan asma yang dialami pun bisa saja jauh berkurang. Suatu saat, gejala asma mungkin saja muncul secara tiba-tiba walaupun Anda tidak pernah mengalami asma dalam jangka waktu yang lama. Kabar baiknya, gejala asma bisa dikontrol dan diminimalisir dengan penanganan tepat.
Mitos yang satu ini mungkin familiar dengan kita. Apalagi, olahraga identik dengan kegiatan fisik yang cukup berat. Namun, bukan olahraga yang harus dihindari oleh penderita asma, tetapi pemicu asma itu sendiri. Contohnya debu, makanan, dan stress. Jika olahraga berat memicu kambuhnya asma, maka Anda disarankan untuk mengunjungi dokter dan mengganti rutinitas olahraga Anda. Misalnya yoga, pilates, dan berenang bisa membantu memperlancar pernapasan!
Nah, Sahabat Myprotection, sekarang kita tahu mana mitos dan fakta terkait asma. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda dan memperlengkapi diri dengan proteksi lebih dari MyProtection
Salam,
Sahabat MyProtection