Beranda
/
Artikel
/
Keuangan
/
Apa Itu Generasi Sandwich? Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Apa Itu Generasi Sandwich? Penyebab dan Cara Pencegahannya!

7 August 2025 | MyProtection News Jakarta

Generasi sandwich, istilah yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat dan menjadi fenomena di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Sandwich generation sendiri sering kali dikaitkan dengan seorang anak di dalam sebuah keluarga yang harus menghidupi orang tua, keluarga, hingga anak-anaknya di waktu bersamaan.

Karena itu, mereka sering kali memiliki banyak tekanan secara psikis yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas di tahun 2022, sandwich generation di Indonesia menyentuh angka 67 persen atau sekitar 56.000.000 jiwa penduduk usia produktif.

Oleh sebab itu, sandwich generation telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi di tengah masyarakat saat ini. Untuk memahami lebih mendalam terkait apa yang dimaksud dengan generasi ini, dalam artikel ini kita akan bahas mendalam seputar generasi sandwich. Simak informasinya!

Apa Itu Generasi Sandwich? Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Generasi sandwich merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya, termasuk orang tua, diri sendiri, hingga anaknya.

Sandwich generation merupakan sebuah istilah yang pertama kali dibuat oleh Dorothy A. Miller, profesor asal Kentucky University, dalam bukunya Social Work di tahun 1981.

Menurutnya fenomena ini dapat dianalogikan sebagai sebuah roti sandwich, di mana orang tua dan anak disebut sebagai roti lapisan atas dan bawah dengan orang yang berada di posisi generasi sandwich sebagai isi atau daging roti tersebut yang terhimpit di antara dua roti tersebut.

data sebaran generasi sandwich

(instagram: katadatacoid)

Generasi sandwich sendiri sangat umum dan sering terjadi di Indonesia. Di mana, berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS di tahun 2017, terdapat 77,82 persen keluarga yang mengalami fenomena ini dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menopang kehidupannya sendiri melalui investasi atau uang pensiun.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lansia memilih tinggal bersama anak, menantu, dan cucu di satu rumah yang sama.

Dan hanya 20 persen lansia yang tinggal dengan pasangannya. Sedangkan 9 persen dari usia lansia memutuskan hidup sendiri dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Tipe Generasi Sandwich

Sandwich Generation sendiri dapat dibagi ke tiga tipe, yang terdiri dari traditional sandwich generation, club sandwich generation, dan open-faced generation. Apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.

1. Traditional Sandwich Generation

Tipe yang pertama merupakan golongan yang umum terjadi dalam masyarakat. Lingkup keuangan dari generasi sandwich tradisional mencakup tanggung jawab finansial terhadap orang tua yang sudah lanjut usia, pasangan, dan anak-anak mereka.

Individu yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus mengelola keuangan untuk tiga generasi sekaligus, yang bisa menjadi beban yang cukup berat.

Besar kemungkinan orang yang termasuk dalam jenis ini akan mewariskan status ini kepada anak-anak mereka.

Hal ini terjadi karena anak-anak mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana orang tua mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar.

Akibatnya, mereka mungkin merasa berkewajiban untuk melakukan hal yang sama ketika mereka dewasa nanti.

Dengan demikian, mereka terjebak dalam rantai ini, yang bisa berlanjut dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan keluarga.

Selain itu, tekanan finansial yang dihadapi oleh generasi sandwich ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mencari cara untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan mencari dukungan jika diperlukan, agar tidak terus-menerus terjebak dalam siklus yang sama.

2. Club Sandwich Generation

Beban yang ditanggung oleh tipe club sandwich generation jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tipe traditional sandwich generation.

Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keuangan anak-anak dan orang tua mereka, tetapi juga harus menanggung biaya hidup kakek dan nenek mereka.

Hal ini membuat tekanan finansial yang mereka hadapi menjadi lebih berat dan kompleks. Jenis ini biasanya berasal dari keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama atau saling bergantung satu sama lain.

Dalam situasi ini, anggota keluarga dari berbagai usia hidup bersama di bawah satu atap atau dalam jaringan dukungan yang sangat erat.

Mereka harus mengelola kebutuhan finansial yang beragam, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan orang tua, hingga kebutuhan sehari-hari kakek-nenek.

Selain itu, club sandwich generation sering kali harus menghadapi tantangan tambahan seperti biaya perawatan kesehatan yang tinggi untuk anggota keluarga yang lebih tua, serta kebutuhan untuk menyediakan dukungan emosional dan fisik.

Mereka mungkin harus mengorbankan waktu pribadi dan karier mereka untuk memastikan semua anggota keluarga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Tekanan ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari cara untuk mengelola stres dan mencari dukungan dari luar, seperti bantuan profesional atau komunitas yang memahami situasi mereka.

Dengan demikian, mereka dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi mereka.

3. Open-Faced Sandwich Generation

Yang terakhir, tipe open-faced sandwich generation, yang merupakan jenis generasi sandwich yang unik. Generasi ini terdiri dari individu yang sudah berpasangan, tetapi belum memiliki anak.

Meskipun mereka belum memiliki tanggungan anak-anak, mereka tetap memiliki tanggung jawab finansial yang signifikan. Tanggungan keuangan utama mereka, selain untuk kebutuhan keluarga inti mereka sendiri, adalah orang tua mereka.

Mereka harus memastikan bahwa orang tua mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan, baik dari segi finansial maupun emosional.

Ini bisa mencakup biaya perawatan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan mungkin juga biaya perawatan jangka panjang jika orang tua mereka memerlukan bantuan tambahan.

Meskipun beban finansial mereka mungkin tidak seberat generasi sandwich lainnya yang harus mengurus anak-anak dan kakek nenek, open-faced sandwich generation tetap menghadapi tantangan tersendiri.

Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan pasangan dan orang tua mereka, sambil juga mempersiapkan masa depan mereka sendiri, termasuk perencanaan keuangan untuk kemungkinan memiliki anak di masa depan.

Selain itu, mereka juga harus mengelola waktu dan energi mereka dengan bijak, karena mereka mungkin harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, dan orang tua.

Tekanan ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik mereka, sehingga penting bagi mereka untuk mencari dukungan dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola tanggung jawab ini dengan lebih efektif.

Dengan demikian, meskipun open-faced sandwich generation mungkin tampak memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sandwich generation lainnya, mereka tetap menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan strategi yang baik untuk mengelola tanggung jawab mereka.

Dampak Generasi Sandwich

dampak generasi sandwich

pexels

Setelah memahami dan mengetahui lebih dalam terkait pengertian sandwich generation, berikut ini dampak negatif yang dapat dialami seseorang yang mengalami fenomena ini.

1. Tingkat stres yang tinggi

Dampak pertama yang dapat dirasakan seseorang di posisi generasi sandwich adalah memiliki tingkat stres yang tinggi.

Hal ini dapat terjadi karena orang tersebut akan selalu memiliki rasa khawatir akan kondisi finansial dan bagaimana cara membiayai dan memberi makan keluarganya.

Dengan begitu, penghasilan yang didapatkan tidak dapat ditabung atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, semua pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anaknya yang dijadikan prioritas hidupnya.

2. Kelelahan fisik dan mental atau burnout

Kelelahan fisik dan mental atau yang disebut juga sebagai burnout juga bisa terjadi dari stres terus menerus yang berkepanjangan, ditambah beban di tempat kerja, sehingga seseorang yang berada di posisi tersebut terus menerus merasa lelah secara fisik dan mental.

Stres yang terus menerus juga memiliki dampak besar bagi tubuh, mulai dari penyakit fisik seperti pusing, kelelahan, hingga kebotakan dini. Maupun penyakit mental seperti depresi hingga panic attack.

3. Perasaan tidak puas dan bersalah

Perasaan tidak puas dan merasa bersalah juga sering kali dialami oleh orang yang berada di posisi sandwich generation. Rasa bersalah muncul pada seseorang jika mengalami kegagalan atau tidak mencapai suatu tujuan.

Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa ia ada di posisi dengan tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, kegagalan tidak boleh terjadi karena dapat berpotensi mengurangi sumber penghasilan dan mengurangi peluangnya dalam perkembangan karier.

Walaupun begitu, seseorang di posisi generasi sandwich sering kali tidak akan pernah merasa puas walau sudah sukses dan cemerlang dalam karier.

Salah satu alasannya adalah perasaan rasa takut akan kondisi finansial yang belum stabil. Karena ia akan memiliki ketakutan terus menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarganya yang membuat mereka tertekan terus menerus yang dapat membuatnya stres serta depresi.

4. Mudah merasa khawatir

Perasaan khawatir dapat dengan mudah muncul pada seseorang yang berada di posisi sandwich generation terutama jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencananya.

Contohnya, jika ada pengeluaran mendadak yang tidak terduga, seperti orang tua dan anak-anak sakit sehingga harus mengeluarkan biaya besar.

Di mana, kondisi keuangan yang pas-pasan yang dapat menimbulkan rasa cemas dan khawatir untuk memilih keputusan yang tepat.

Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan memiliki perlindungan secara finansial, asuransi Perlindungan Kesehatan Prima bisa menjadi solusi yang dapat memberikan perlindungan kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat bagi individu dan keluarga.

Terdapat berbagai keuntungan yang dimiliki produk Perlindungan Kesehatan Prima:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

Penyebab Adanya Generasi Sandwich

Kemunculan banyaknya generasi sandwich sendiri bukan tanpa penyebab, terdapat beberapa faktor yang membuat sandwich generation terjadi, seperti:

1. Kurangnya kemampuan finansial

Penyebab pertama terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk mengatur kondisi finansial yang baik.

Hal ini dapat disebabkan karena seseorang yang tidak mempersiapkan tabungan untuk masa depan atau ketika pensiun sehingga tidak lagi memiliki cadangan dana di saat hal darurat atau tak terduga terjadi.

Itulah sebabnya ketika orang tersebut pada akhirnya pensiun, mereka tidak lagi memiliki simpanan dana yang cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri dan harus bergantung pada orang lain, seperti anaknya, yang menyebabkan terjadinya sandwich generation.

2. Membeli barang tidak penting

Faktor kedua yang dapat menyebabkan seseorang terjebak di generasi sandwich adalah kebiasaan menghabiskan uang untuk barang-barang tidak penting.

Hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak mampu menetapkan prioritas finansial yang harus didahulukan dan terus menerus membeli barang yang kurang bermanfaat untuk hiburan semata dibandingkan dengan barang yang diperlukan.

3. Generasi sandwich turun temurun

Salah satu permasalahan yang dihadapi banyak negara berkembang adalah banyaknya kasus generasi sandwich generation yang harus segera diberantas.

Hal ini dikarenakan banyak pihak keluarga yang menganggap bahwa seorang anggota keluarga yang bekerja keras untuk menghidupi kehidupan anggota keluarga lainnya merupakan sesuatu hal yang wajar dan lumrah.

Kejadian inilah yang membuat anak-anak di keluarga yang melihat hal ini menjadi berpikir bahwa fenomena ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan pada akhirnya menirukan sikap tersebut ke anak-anaknya kelak saat mereka tua.

Cara Mengurangi Risiko Generasi Sandwich

Cara Mengurangi Risiko Generasi Sandwich

pexels

Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan sandwich generation, berikut ini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi risikonya agar terhindar dari fenomena tersebut. Simak cara meminimalisir risiko generasi sandwich berikut ini.

1. Memonitor pengeluaran dan pemasukan

Pertama, memonitor pengeluaran dan pemasukan saat membeli kebutuhan dasar maupun kebutuhan lainnya guna memonitor pengeluaran serta mencatat pemasukan yang didapatkan.

2. Mengelola finansial dengan bijak

Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan yang ada, kamu dapat dengan mudah memonitor finansial dengan lebih baik dan mengurangi pengeluaran yang dianggap kurang penting dan berlebihan ke depannya.

3. Memiliki penghasilan yang mencukupi, lebih dari satu sumber

Agar memiliki tambahan penghasilan, kamu juga dapat mencari sumber penghasilan lain sehingga tidak mengandalkan satu sumber saja.

Salah satunya contohnya adalah membuat bisnis sampingan maupun memulai berinvestasi yang dapat bermanfaat sebagai dana tambahan jika suatu saat dibutuhkan untuk keperluan mendadak.

4. Melakukan komunikasi dengan kerabat

Langkah selanjutnya bagi sahabat MyProtection yang sedang terjebak di fenomena sandwich generation adalah mampu berbagi beban dengan orang lain atau kerabat dan jangan menanggung semuanya sendiri.

Kamu dapat berbagi beban dengan kerabat mulai dari saudara kandung maupun anggota keluarga lainnya. Dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka beban finansial yang dipikul akan berkurang.

Nah, itulah penjelasan seputar generasi sandwich yang saat ini sering kali menjadi topik perbincangan di Indonesia sebagai negara berkembang. Banyak orang yang terjebak di posisi ini sedang berjuang untuk keluar dari keadaan tersebut.

Seperti yang dibahas di atas juga terdapat cara-cara yang dapat dijalankan guna meminimalisir risiko sahabat MyProtection terjebak di sandwich generation ini. Salah satunya adalah lebih bijak dalam membeli barang.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli perlindungan asuransi yang tepat sebagai langkah perencanaan keuangan yang lebih baik. Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi tepat bagi kamu maupun keluarga agar tetap merasa aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Travel
5 mins read 17/02/2025
Cara Membuat Paspor dengan Mudah dan Syarat Lengkapnya!

Apa saja syarat dan cara membuat paspor bagi warga negara Indonesia? Saat ini terdapat 2 cara yang dapat kamu pilih berdasarkan preferensimu, yaitu secara online menggunakan aplikasi M-Paspor maupun datang langsung atau walk-in.

Nah, bagi sahabat MyProtection yang ingin berlibur ke luar negeri atau berbagai urusan lainnya, seperti pekerjaan, pendidikan, maupun liburan, memiliki sebuah paspor menjadi krusial sebagai bentuk dokumen identitas resmi.

Jika ingin mengetahui bagaimana cara lengkapnya hingga alur proses pembuatan paspor di kantor imigrasi, sahabat MyProtection dapat membaca informasi berikut ini!

Cara Membuat Paspor menggunakan M-Paspor

M-Paspor yang sudah ada sejak awal tahun 2022, merupakan aplikasi yang dirancang khusus untuk mempermudah proses pembuatan paspor serta mewajibkan warga Indonesia yang ingin membuat harus mengajukan permohonan paspor melalui aplikasi.

Simak alur lengkap permohonan paspor menggunakan aplikasi M-Paspor:

  1. Memastikan sudah men-download aplikasi M-Paspor

  1. Setelah daftar, memilih jadwal yang tersedia di aplikasi M-Paspor

  1. Melakukan pembayaran pembuatan paspor paling lambat 2 jam setelah memilih dan mendapatkan jadwal

  1. Mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, baik berkas asli maupun fotokopi yang diminta

  1. Mendatangi kantor imigrasi sesuai jadwal yang telah dipilih dan jangan lupa membawa berkas serta foto kopian sesuai dengan arahan

  1. Petugas loket yang bertanggung jawab akan melakukan pemeriksaan pada berkas dan memberikan nomor antrean

  1. Menunggu hingga nomor antrean dipanggil oleh petugas untuk di ambil biometri, cek cekal, BMS, serta wawancara

  1. Setelah semua proses selesai, paspor dapat diambil 4 hari kerja setelah semua persyaratan yang dibutuhkan terpenuhi dan dinyatakan telah lulus di tahap wawancara

Cara Membuat Paspor Walk-In

Cara Membuat Paspor

Travel kompas

Permohonan pembuatan paspor walk-in sendiri hanya dikhususkan bagi para pemohon yang memiliki riwayat penyakit, disabilitas, lanjut usia, atau balita.

Berikut alur lengkap permohonan paspor secara walk-in:

  1. Pemohon mengajukan permohonan dengan melampirkan persyaratan serta formulir yang sudah diisi terlebih dahulu

  1. Pemohon paspor antrean secara online menunjukkan bukti pendaftaran yang telah mereka lakukan kepada petugas

  1. Petugas loket menerima permohonan dan memeriksa kelengkapan dokumen, berkas, dan foto kopian yang dibutuhkan

  1. Setelah pemeriksaan selesai, petugas memberikan nomor antrean untuk sesi foto dan wawancara kepada pemohon

  1. Pemohon menunggu nomor panggilan berdasarkan antrean yang telah diberikan

  1. Pemohon yang dipanggil akan diarahkan ke ruang foto dan wawancara, di mana akan dilakukan entry data pemohon ke aplikasi DPRI, tahap wawancara, pengambilan data biometrik (foto dan sidik jari)

  1. Setelah data yang dibutuhkan diterima oleh petugas, data elektronik tersebut akan dikirimkan ke Pusat Data Keimigrasian atau PUSDAKIN

  1. Setelah semua proses yang diperlukan selesai, maka petugas akan mencetak bukti pengantar pembayaran ke pemohon paspor

  1. Pemohon harus membayarkan biaya pembuatan paspor

  1. Menunggu notifikasi pembayaran telah dikonfirmasi

  1. Setelah semua selesai, petugas akan mencetak dan melaminasi paspor dan melakukan pengesahan pada paspor

  1. Paspor yang sudah selesai akan diserahkan kepada pemohon setelah pemohon menunjukkan bukti pengantar pembayaran yang telah dibayarkan

Syarat Membuat Paspor

Bagi para sahabat MyProtection yang ingin membuat paspor, terdapat beberapa dokumen yang harus disiapkan dan diperhatikan.

1. Persyaratan Paspor Baru

  • KTP

  • Kartu Keluarga

  • Akta Kelahiran / Ijazah / Buku Nikah / Surat Baptis

2. Persyaratan Penggantian Paspor

  • KTP

  • Paspor Lama

3. Persyaratan Penggantian Paspor Hilang

  • KTP

  • Kartu Keluarga

  • Akta Kelahiran / Ijazah / Buku Nikah / Surat Baptis

  • Surat Lapor Kehilangan dari Polisi

4. Persyaratan Penggantian Paspor Hilang dalam Keadaan Kahar

  • KTP

  • Kartu Keluarga

  • Akta Kelahiran / Ijazah / Buku Nikah / Surat Baptis

  • Surat Lapor Kehilangan dari Polisi

  • Surat Keterangan Keadaan Kahar dari Pejabat Berwenang untuk Dibebaskan dari Beban Biaya Paspor Hilang

5. Persyaratan Penggantian Paspor Rusak

  • KTP

  • Kartu Keluarga

  • Akta Kelahiran / Ijazah / Buku Nikah / Surat Baptis

  • Paspor Lama

6. Persyaratan Penggantian Paspor Rusak dalam Keadaan Kahar

  • KTP

  • Kartu Keluarga

  • Akta Kelahiran / Ijazah / Buku Nikah / Surat Baptis

  • Paspor Lama

  • Surat Keterangan Keadaan Kahar dari Pejabat Berwenang untuk Dibebaskan dari Beban Biaya Paspor Hilang

7. Persyaratan Penggantian Paspor dengan Perubahan Nama

  • KTP

  • Kartu Keluarga

  • Akta Kelahiran / Ijazah / Buku Nikah / Surat Baptis

  • Paspor Lama

  • Surat Penetapan Ganti Nama dari Pejabat Berwenang bagi Pemohon yang Telah Mengubah Namanya

8. Persyaratan Paspor Anak Di bawah 17 Tahun

  • KTP Ayah atau Ibu

  • Kartu Keluarga

  • Akta Kelahiran

  • Fotokopi Paspor Ayah atau Ibu Bagi yang Memiliki

  • Paspor Biasa Lama (Khusus Anak yang sudah Memiliki Paspor Sebelumnya)

  • Surat Penetapan Ganti Nama dari Pejabat Berwenang bagi Pemohon yang Telah Mengubah Namanya

  • Surat Pernyataan Kedua Orang Tua yang Menyatakan Bertanggung Jawab atas Penggunaan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia dengan pertimbangan:

  • Kedua orang tua bercerai masih hidup, surat pernyataan perlu ditandatangani oleh orang tua yang memegang hak asuh anak berdasarkan penetapan pengadilan yang berwenang.

  • Kedua orang tua bercerai masih hidup dan permohonan diajukan oleh orang tua yang tidak mendapatkan hal asuh, maka surat pernyataan harus ditandatangani oleh kedua orang tua dari anak.

  • Kedua orang tua bercerai masih hidup dan perceraian terjadi tanpa adanya pemegang hak asuh yang ditetapkan, maka surat pernyataan harus ditandatangani oleh kedua orang tua anak.

  • Kedua orang tua bercerai hidup salah satunya tidak diketahui soal keberadaannya, maka surat pernyataan ditandatangani oleh orang tua yang diketahui keberadaannya dan disertai keterangan bahwa pihak orang tua lainnya tidak ditemukan atau diketahui letak keberadaannya.

  • Salah satu orang tua telah meninggal atau cerai mati, maka surat pernyataan dibuat dan ditandatangani oleh orang tua yang masih hidup dan wajib melampirkan surat kematian dari orang tua yang telah meninggal dunia.

  • Kedua orang tua telah meninggal dunia, maka surat pernyataan dapat dibuat keluarga sedarah yang masih berada dalam garis lurus kekeluargaan berdasarkan penetapan pengadilan terkait perwalian anak dengan melampirkan surat kematian dari kedua orang tua anak tersebut.

  • Seorang anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan atau dibesarkan oleh pihak negara, maka surat pernyataan dapat dibuat oleh yayasan maupun dinas sosial terkait.

  • Seorang anak yang diadopsi, maka surat pernyataan akan dibuat oleh orang tua asuh yang telah ditetapkan oleh pengadilan.

9. Persyaratan Permohonan Paspor Anak Berkewarganegaraan Ganda

Anak yang memiliki kewarganegaraan ganda dengan domisili di Indonesia memiliki persyaratan permohonan paspor yang sama dengan anak yang belum berusia 17 tahun dengan tambahan berkas-berkas berikut.

  • Akta Perkawinan atau Buku Nikah Orang Tua

  • Izin Tinggal Ayah atau Ibu Orang Asing

  • Fotokopi Paspor Biasa Ayah maupun Ibu

  • Bukti Affidavit (surat keterangan keimigrasian yang digunakan oleh anak berkewarganegaraan ganda untuk masuk dan keluar wilayah Indonesia) untuk anak yang sudah memiliki paspor kebangsaan atau bukti pendaftaran anak berkewarganegaraan ganda.

Biaya Pembuatan Paspor

Biaya pembuatan paspor berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 terkait Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebagai berikut.

  • Paspor biasa 48 halaman untuk Warga Negara Indonesia sebesar Rp 350.000,00

  • Paspor biasa 48 halaman elektronik atau e-paspor untuk Warga Negara Indonesia sebesar Rp 650.000,00

  • Surat perjalanan laksana paspor untuk Warga Negara Indonesia sebesar Rp 100.000,00

  • Surat perjalanan laksana paspor untuk orang asing sebesar Rp 150.000,00

  • Layanan percepatan paspor selesai di hari yang sama sebesar Rp 1.000.000,00

  • Paspor hilang sebesar Rp 1.000.000,00

  • Paspor rusak sebesar Rp 500.000,00

Jenis Paspor

wikipedia

Terdapat setidaknya 3 jenis paspor yang memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu paspor diplomatik, paspor dinas, hingga paspor biasa. Simak penjelasan berikut.

1. Paspor Diplomatik

Paspor diplomatik merupakan jenis paspor khusus yang diberikan kepada pejabat negara yang melaksanakan tugas diplomatik.

Paspor diplomatik ini pada umumnya diberikan kepada diplomat, pejabat tinggi pemerintah, dan individu lain yang mewakili negara mereka dalam kapasitas resmi di luar negeri.

Paspor jenis ini memberikan berbagai keuntungan, termasuk kekebalan diplomatik, yang melindungi pemegangnya dari penuntutan hukum di negara tuan rumah.

Selain itu, pemegang paspor diplomatik sering kali mendapatkan perlakuan istimewa di bandara dan perbatasan, seperti jalur cepat dan pengecualian dari beberapa pemeriksaan keamanan.

Paspor ini juga memungkinkan pemegangnya untuk menjalankan tugas-tugas diplomatik dengan lebih efektif, karena mereka dapat bergerak lebih bebas dan dengan lebih sedikit hambatan dibandingkan dengan pemegang paspor biasa.

Namun, penggunaan paspor diplomatik harus sesuai dengan tugas resmi dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

2. Paspor Dinas

Selanjutnya, paspor dinas yang merupakan jenis paspor yang diberikan kepada pegawai negeri atau pegawai pemerintah yang melaksanakan tugas kedinasan di luar negeri.

Paspor ini dirancang untuk memfasilitasi perjalanan resmi dan memastikan bahwa pegawai pemerintah dapat menjalankan tugas mereka dengan lancar dan efisien.

Pemegang paspor dinas pada umumnya merupakan seorang individu yang bekerja di berbagai kementerian, lembaga pemerintah, atau instansi negara lainnya yang memiliki urusan resmi di luar negeri.

Paspor ini memberikan beberapa keuntungan, seperti kemudahan dalam proses imigrasi dan bea cukai, serta akses ke jalur khusus di bandara.

Selain itu, paspor dinas juga memberikan perlindungan tertentu kepada pemegangnya, meskipun tidak sekuat kekebalan diplomatik yang diberikan oleh paspor diplomatik.

Penggunaan paspor dinas harus sesuai dengan tugas resmi yang diberikan dan tidak boleh digunakan untuk perjalanan pribadi atau non-dinas.

Dengan adanya paspor dinas, pegawai pemerintah dapat lebih mudah dan cepat dalam menjalankan tugas-tugas mereka di luar negeri, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja mereka dalam konteks internasional.

3. Paspor Biasa

Paspor biasa merupakan jenis paspor yang paling umum dan digunakan oleh masyarakat sebuah negara untuk keperluan perjalanan internasional.

Paspor ini diterbitkan oleh pemerintah kepada warga negara yang ingin bepergian ke luar negeri untuk berbagai tujuan, seperti liburan, studi, bekerja, atau mengunjungi keluarga dan teman.

Paspor biasa berfungsi sebagai dokumen identitas resmi yang diakui secara internasional. Di dalamnya terdapat informasi penting tentang pemegang paspor, seperti nama lengkap, tanggal lahir, foto, dan tanda tangan.

Paspor ini juga mencakup nomor paspor unik dan tanggal berlaku, yang biasanya berkisar antara lima hingga sepuluh tahun.

Pemegang paspor biasa harus mematuhi peraturan imigrasi dan bea cukai negara yang mereka kunjungi. Mereka juga harus memastikan bahwa paspor mereka masih berlaku dan memiliki visa yang diperlukan sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, paspor biasa memberikan akses ke layanan konsuler di luar negeri, yang dapat membantu dalam situasi darurat, seperti kehilangan paspor atau masalah hukum.

Dengan memiliki paspor biasa, masyarakat umum dapat menikmati kebebasan untuk menjelajahi dunia, belajar tentang budaya baru, dan memperluas wawasan mereka. Paspor ini adalah kunci untuk membuka pintu ke berbagai pengalaman internasional yang berharga.

Cara Membuat Paspor Kilat

Berbeda dengan paspor biasa yang pada umumnya memakan waktu 3 hingga 5 hari kerja, proses pembuatan paspor kilat sangatlah cepat, di mana paspor dapat dicetak di hari yang sama, bahkan hanya memakan waktu 1 jam saja.

Lalu, bagaimana langkah-langkah dan cara mengurus paspor kilat agar tidak membuang-buang waktu? Simak di sini!

1. Mempersiapkan Dokumen yang Diperlukan

Memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan, seperti KTP, KK, akta lahir atau ijazah atau buku nikah serta paspor lama jika melakukan permohonan penggantian dalam bentuk dokumen asli sudah siap.

2. Mendatangi Kantor Imigrasi dengan Layanan Kilat

Memastikan bahwa kantor imigrasi yang kamu datangi memiliki fasilitas layanan kilat, karena tidak semua kantor imigrasi memiliki layanan ini.

Jadi pastikan terlebih dahulu apakah kantor imigrasi tersebut menyediakan layanan atau tidak. Umumnya, layanan kilat dapat ditemukan di kota-kota besar.

3. Mengambil Antrean Paspor Kilat

Setelah memastikan kantor imigrasi memiliki layanan kilat, sesampainya di sana kamu bisa langsung mengambil nomor antrean khusus untuk paspor kilat ini yang berbeda dengan antrean reguler.

4. Melakukan Proses Wawancara dan Foto

Melakukan proses wawancara dan foto. Setelah dokumen yang kamu persiapkan diperiksa dan diverifikasi, nantinya kamu akan dipanggil untuk melakukan sesi wawancara serta foto seperti pada umumnya.

Proses ini pada umumnya tidak memakan waktu lama dan relatif cepat.

5. Membayar Biaya Layanan Paspor Kilat

Membayar biaya layanan paspor kilat. Seperti yang sudah disebutkan di poin sebelumnya, layanan paspor kilat sendiri memiliki biaya tambahan untuk layanannya.

Oleh sebab itu, sangat disarankan menggunakan layanan ini jika memang sudah tidak ada waktu lagi.

Harga biaya standar paspor sendiri berkisar pada Rp 350.000 hingga Rp 650.000 tergantung jenis dan banyak halamannya, entah 24 halaman maupun 48 halaman.

Di luar dari harga tersebut, jika sahabat MyProtection menggunakan layanan paspor kilat, maka akan ada biaya tambahan yang disetorkan ke negara dalam bentuk PNBP dengan harga Rp 1.000.000.

Nah, itulah penjelasan seputar cara membuat paspor dengan berbagai cara, syarat apa saja yang harus dipenuhi sebelum membuat paspor, hingga biaya yang harus dikeluarkan.

Bagi para sahabat MyProtection yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, jangan lupa untuk mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari ya!

Mulai dari paspor yang wajib dimiliki, hingga perlindungan asuransi perjalanan MyTravel International Protection dari LGI yang akan melindungi kamu dan keluarga dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti sakit, kecelakaan, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, penundaan atau delay dan ketidaknyamanan lainnya.

Perlindungan yang diberikan MyTravel International Protection sendiri meliputi:

  • Loss of Home Content due to Burglary atau Kehilangan Isi Rumah karena Pencurian

  • Travel Cancellation atau Pembatalan Perjalanan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 07/01/2020
Kasus Depresi dan Bunuh Diri Meningkat, Kenali Gejalanya

Saat ini, masyarakat mulai familiar dengan istilah depresi dan dampaknya. Depresi, mengutip dari World Health Organization, merupakan gangguan yang diderita oleh lebih dari 300 juta penduduk dalam segala usia. Intensitas dari depresi pun beragam mulai dari gangguan depresi ringan, hingga depresi berat yang dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Bahkan WHO juga memprediksikan depresi dan bunuh diri akan menjadi kasus penyakit terbanyak yang diidap masyarakat setelah penyakit jantung.

Walaupun bukan merupakan penyakit fisik, depresi dan tindakan bunuh diri dapat menular dan dikabarkan terus bertambah. Oleh karena itu, masyarakat harus mengenali gejala depresi sedari dini. Agar penderita depresi dapat segera mendapatkan pertolongan.

Mengutip dari artikel Kompas.com berjudul “Kenali Gejala Depresi, Pemicu Utama Bunuh Diri”, menurut penjelasan dr.Andri Sp.KJ, gejala depresi yang utama adalah gangguan mood atau perasaan hati yang menurun.

Orang yang mengidap depresi akan merasa putus asa terhadap hidupnya. Kondisi ini diikuti dengan gejala lainnya seperti susah berkonsentrasi, malas, tidak nafsu makan, bahkan memicu keinginan untuk bunuh diri. Gejala ini biasanya diidap setidaknya selama dua minggu berturut-turut. Tentu saja depresi dapat mengganggu kehidupan professional maupun social seseorang. Apalagi penderita depresi cenderung berubah menutup diri.

Hal terpenting yang harus diketahui masyarakat adalah depresi dapat diobati. Melalui pengobatan hingga terapi, seseorang diharapkan dapat merasa lebih baik seiring berjalannya waktu. Peran penting juga dipegang oleh keluarga dan relasi terdekat. Dukungan positif dapat membantu pengidap depresi kembali pulih.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 17/12/2019
Beda Paspor Biasa dan Elektronik, Lebih Untung yang Mana?

Jakarta, 20 Maret 2025 - MyProtection News

Sebelum memulai perjalanan ke luar negeri, terdapat hal yang harus Anda persiapkan sebelum pergi. Seperti pentingnya memiliki asuransi perjalanan MyTravel Protection untuk pengalaman liburan yang aman dan nyaman.

Lalu, Anda juga harus menyiapkan paspor. Jika sebelumnya Anda hanya bisa membuat paspor. Kini, Anda diberikan dua pilihan oleh Badan Imigrasi Nasional yaitu membuat paspor biasa atau e-paspor.

Beda Paspor Biasa dan Elektronik, Lebih Untung Mana?

Beda Paspor Biasa dan Elektronik

https://jogja.imigrasi.go.id/perbedaan-paspor-biasa-dan-elektronik-mana-yang-tepat-untukmu/

Lalu, apa beda paspor biasa dan elektronik serta bagaimana cara membuat paspor? MyProtection merangkumkan perbedaan keduanya untuk Anda.

1. Wujud Fisik

Dilihat dari segi fisik, paspor maupun e-paspor memiliki tampilan yang sama. Cover depan paspor pun tetap berwarna hijau. Hanya saja terdapat tanda chip di bagian bawah halaman depan paspor elektronik.

2. Fungsi

Baik paspor biasa maupun e-paspor memiliki fungsi yang sama. Kegunaannya adalah membuktikan identitas sah bagi pemegang paspor yang ingin bepergian.

Hanya saja, dari segi kelengkapan data, teentu saja paspor elektronik bisa menyimpan data yang lebih akurat dan banyak. Dalam e-paspor Anda terdapat hasil pindaian biometric wajah dan sidik jari. Selain itu, resiko pemalsuan e-paspor lebih kecil karena kompleksitas yang terdapat dalam rancangan chip.

Baca juga: 16 Oleh-Oleh Singapura yang Khas dan Wajib Dibeli Para Wisatawan!

3. Pemeriksaan Paspor

Biasanya, untuk mengecek paspor biasa, petugas akan membuka paspor Anda, mengecek tiap halaman lalu memberi cap. Sedangkan, pemiliki paspor elektronik hanya perlu melakukan scan data pada gate otomatis (autogate) di bandara.

Sehingga proses verifikasi data menjadi lebih singkat dan cepat. Bandara di Indonesia yang telah memiliki autogate sementara hanya tersedia di Jakarta dan Bali. Anda juga harus lebih berhati-hati dalam menyimpan paspor elektronik Anda. Karena jika paspor Anda dan chip di dalamnya rusak, maka Anda tidak bisa memindai data paspor.

4. Pengurusan Visa

Kalau Anda memiliki paspor elektronik, kesempatan Anda untuk mendapatkan persetujuan pengajuan visa menjadi lebih besar. Alasannya, karena data yang tersimpan dalam chip e-paspor lebih akurat dan lengkap dibanding paspor biasa.

Artinya, proses verifikasi data pemegang paspor pun berlangsung dengan lebih cepat dan mudah. Beberapa negara bahkan memberikan fasilitas bebas visa bagi pemilik paspor elektronik. Contohnya, Jepang memberi fasilitas bebas visa selama 15 hari kepada Warga Negara Indonesia pemegang e-paspor.

5. Harga

Salah satu beda paspor biasa dan elektronik yang paling mencolok adalah harga yang harus dibayarkan yang sering kali menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan oleh pemohon.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2024 berkaitan dengan Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM, berikut biaya paspor berdasarkan jenis dan masa berlakunya.

  • Paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 5 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 350.000.
  • Paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 10 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 650.000.
  • Paspor elektornik dengan masa berlaku paling lama 5 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 650.000.
  • Paspor elektronik dengan masa berlaku paling lama 10 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 950.000.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan beda paspor biasa dan elektronik yang ternyata memiliki beberapa perbedaan dan keuntungannya masing-masing. Bagi sahabat MyProtection yang ingin membuat paspor harus mengetahui dulu kegunaan dari masing-masing jenis agar dapat memilih dengan tepat.

Sebelum memulai perjalanan, kamu juga harus memiliki perlindungan bagi diri sendiri dan anggota keluarga dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, penundaan dan ketidaknyamanan lainnya.

Oleh sebab itu, MyTravel Protection Domestic hadir memberikan perlindungan selama periode asuransi, yang artinya selama perjalanan dan bukan hanya di dalam pesawat/kereta api/bus saja.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Ini Pentingnya Punya Asuransi Perjalanan Saat Libura

Baca Artikel