Generasi sandwich, istilah yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat dan menjadi fenomena di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.
Sandwich generation sendiri sering kali dikaitkan dengan seorang anak di dalam sebuah keluarga yang harus menghidupi orang tua, keluarga, hingga anak-anaknya di waktu bersamaan.
Karena itu, mereka sering kali memiliki banyak tekanan secara psikis yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas di tahun 2022, sandwich generation di Indonesia menyentuh angka 67 persen atau sekitar 56.000.000 jiwa penduduk usia produktif.
Oleh sebab itu, sandwich generation telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi di tengah masyarakat saat ini. Untuk memahami lebih mendalam terkait apa yang dimaksud dengan generasi ini, dalam artikel ini kita akan bahas mendalam seputar generasi sandwich. Simak informasinya!
Generasi sandwich merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya, termasuk orang tua, diri sendiri, hingga anaknya.
Sandwich generation merupakan sebuah istilah yang pertama kali dibuat oleh Dorothy A. Miller, profesor asal Kentucky University, dalam bukunya Social Work di tahun 1981.
Menurutnya fenomena ini dapat dianalogikan sebagai sebuah roti sandwich, di mana orang tua dan anak disebut sebagai roti lapisan atas dan bawah dengan orang yang berada di posisi generasi sandwich sebagai isi atau daging roti tersebut yang terhimpit di antara dua roti tersebut.
(instagram: katadatacoid)
Generasi sandwich sendiri sangat umum dan sering terjadi di Indonesia. Di mana, berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS di tahun 2017, terdapat 77,82 persen keluarga yang mengalami fenomena ini dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menopang kehidupannya sendiri melalui investasi atau uang pensiun.
Selain itu, data juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lansia memilih tinggal bersama anak, menantu, dan cucu di satu rumah yang sama.
Dan hanya 20 persen lansia yang tinggal dengan pasangannya. Sedangkan 9 persen dari usia lansia memutuskan hidup sendiri dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Sandwich Generation sendiri dapat dibagi ke tiga tipe, yang terdiri dari traditional sandwich generation, club sandwich generation, dan open-faced generation. Apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.
Tipe yang pertama merupakan golongan yang umum terjadi dalam masyarakat. Lingkup keuangan dari generasi sandwich tradisional mencakup tanggung jawab finansial terhadap orang tua yang sudah lanjut usia, pasangan, dan anak-anak mereka.
Individu yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus mengelola keuangan untuk tiga generasi sekaligus, yang bisa menjadi beban yang cukup berat.
Besar kemungkinan orang yang termasuk dalam jenis ini akan mewariskan status ini kepada anak-anak mereka.
Hal ini terjadi karena anak-anak mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana orang tua mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar.
Akibatnya, mereka mungkin merasa berkewajiban untuk melakukan hal yang sama ketika mereka dewasa nanti.
Dengan demikian, mereka terjebak dalam rantai ini, yang bisa berlanjut dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan keluarga.
Selain itu, tekanan finansial yang dihadapi oleh generasi sandwich ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan.
Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mencari cara untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan mencari dukungan jika diperlukan, agar tidak terus-menerus terjebak dalam siklus yang sama.
Beban yang ditanggung oleh tipe club sandwich generation jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tipe traditional sandwich generation.
Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keuangan anak-anak dan orang tua mereka, tetapi juga harus menanggung biaya hidup kakek dan nenek mereka.
Hal ini membuat tekanan finansial yang mereka hadapi menjadi lebih berat dan kompleks. Jenis ini biasanya berasal dari keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama atau saling bergantung satu sama lain.
Dalam situasi ini, anggota keluarga dari berbagai usia hidup bersama di bawah satu atap atau dalam jaringan dukungan yang sangat erat.
Mereka harus mengelola kebutuhan finansial yang beragam, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan orang tua, hingga kebutuhan sehari-hari kakek-nenek.
Selain itu, club sandwich generation sering kali harus menghadapi tantangan tambahan seperti biaya perawatan kesehatan yang tinggi untuk anggota keluarga yang lebih tua, serta kebutuhan untuk menyediakan dukungan emosional dan fisik.
Mereka mungkin harus mengorbankan waktu pribadi dan karier mereka untuk memastikan semua anggota keluarga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Tekanan ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari cara untuk mengelola stres dan mencari dukungan dari luar, seperti bantuan profesional atau komunitas yang memahami situasi mereka.
Dengan demikian, mereka dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi mereka.
Yang terakhir, tipe open-faced sandwich generation, yang merupakan jenis generasi sandwich yang unik. Generasi ini terdiri dari individu yang sudah berpasangan, tetapi belum memiliki anak.
Meskipun mereka belum memiliki tanggungan anak-anak, mereka tetap memiliki tanggung jawab finansial yang signifikan. Tanggungan keuangan utama mereka, selain untuk kebutuhan keluarga inti mereka sendiri, adalah orang tua mereka.
Mereka harus memastikan bahwa orang tua mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan, baik dari segi finansial maupun emosional.
Ini bisa mencakup biaya perawatan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan mungkin juga biaya perawatan jangka panjang jika orang tua mereka memerlukan bantuan tambahan.
Meskipun beban finansial mereka mungkin tidak seberat generasi sandwich lainnya yang harus mengurus anak-anak dan kakek nenek, open-faced sandwich generation tetap menghadapi tantangan tersendiri.
Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan pasangan dan orang tua mereka, sambil juga mempersiapkan masa depan mereka sendiri, termasuk perencanaan keuangan untuk kemungkinan memiliki anak di masa depan.
Selain itu, mereka juga harus mengelola waktu dan energi mereka dengan bijak, karena mereka mungkin harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, dan orang tua.
Tekanan ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik mereka, sehingga penting bagi mereka untuk mencari dukungan dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola tanggung jawab ini dengan lebih efektif.
Dengan demikian, meskipun open-faced sandwich generation mungkin tampak memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sandwich generation lainnya, mereka tetap menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan strategi yang baik untuk mengelola tanggung jawab mereka.

pexels
Setelah memahami dan mengetahui lebih dalam terkait pengertian sandwich generation, berikut ini dampak negatif yang dapat dialami seseorang yang mengalami fenomena ini.
Dampak pertama yang dapat dirasakan seseorang di posisi generasi sandwich adalah memiliki tingkat stres yang tinggi.
Hal ini dapat terjadi karena orang tersebut akan selalu memiliki rasa khawatir akan kondisi finansial dan bagaimana cara membiayai dan memberi makan keluarganya.
Dengan begitu, penghasilan yang didapatkan tidak dapat ditabung atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, semua pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anaknya yang dijadikan prioritas hidupnya.
Kelelahan fisik dan mental atau yang disebut juga sebagai burnout juga bisa terjadi dari stres terus menerus yang berkepanjangan, ditambah beban di tempat kerja, sehingga seseorang yang berada di posisi tersebut terus menerus merasa lelah secara fisik dan mental.
Stres yang terus menerus juga memiliki dampak besar bagi tubuh, mulai dari penyakit fisik seperti pusing, kelelahan, hingga kebotakan dini. Maupun penyakit mental seperti depresi hingga panic attack.
Perasaan tidak puas dan merasa bersalah juga sering kali dialami oleh orang yang berada di posisi sandwich generation. Rasa bersalah muncul pada seseorang jika mengalami kegagalan atau tidak mencapai suatu tujuan.
Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa ia ada di posisi dengan tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, kegagalan tidak boleh terjadi karena dapat berpotensi mengurangi sumber penghasilan dan mengurangi peluangnya dalam perkembangan karier.
Walaupun begitu, seseorang di posisi generasi sandwich sering kali tidak akan pernah merasa puas walau sudah sukses dan cemerlang dalam karier.
Salah satu alasannya adalah perasaan rasa takut akan kondisi finansial yang belum stabil. Karena ia akan memiliki ketakutan terus menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarganya yang membuat mereka tertekan terus menerus yang dapat membuatnya stres serta depresi.
Perasaan khawatir dapat dengan mudah muncul pada seseorang yang berada di posisi sandwich generation terutama jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencananya.
Contohnya, jika ada pengeluaran mendadak yang tidak terduga, seperti orang tua dan anak-anak sakit sehingga harus mengeluarkan biaya besar.
Di mana, kondisi keuangan yang pas-pasan yang dapat menimbulkan rasa cemas dan khawatir untuk memilih keputusan yang tepat.
Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan memiliki perlindungan secara finansial, asuransi Perlindungan Kesehatan Prima bisa menjadi solusi yang dapat memberikan perlindungan kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat bagi individu dan keluarga.
Terdapat berbagai keuntungan yang dimiliki produk Perlindungan Kesehatan Prima:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Kemunculan banyaknya generasi sandwich sendiri bukan tanpa penyebab, terdapat beberapa faktor yang membuat sandwich generation terjadi, seperti:
Penyebab pertama terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk mengatur kondisi finansial yang baik.
Hal ini dapat disebabkan karena seseorang yang tidak mempersiapkan tabungan untuk masa depan atau ketika pensiun sehingga tidak lagi memiliki cadangan dana di saat hal darurat atau tak terduga terjadi.
Itulah sebabnya ketika orang tersebut pada akhirnya pensiun, mereka tidak lagi memiliki simpanan dana yang cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri dan harus bergantung pada orang lain, seperti anaknya, yang menyebabkan terjadinya sandwich generation.
Faktor kedua yang dapat menyebabkan seseorang terjebak di generasi sandwich adalah kebiasaan menghabiskan uang untuk barang-barang tidak penting.
Hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak mampu menetapkan prioritas finansial yang harus didahulukan dan terus menerus membeli barang yang kurang bermanfaat untuk hiburan semata dibandingkan dengan barang yang diperlukan.
Salah satu permasalahan yang dihadapi banyak negara berkembang adalah banyaknya kasus generasi sandwich generation yang harus segera diberantas.
Hal ini dikarenakan banyak pihak keluarga yang menganggap bahwa seorang anggota keluarga yang bekerja keras untuk menghidupi kehidupan anggota keluarga lainnya merupakan sesuatu hal yang wajar dan lumrah.
Kejadian inilah yang membuat anak-anak di keluarga yang melihat hal ini menjadi berpikir bahwa fenomena ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan pada akhirnya menirukan sikap tersebut ke anak-anaknya kelak saat mereka tua.

pexels
Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan sandwich generation, berikut ini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi risikonya agar terhindar dari fenomena tersebut. Simak cara meminimalisir risiko generasi sandwich berikut ini.
Pertama, memonitor pengeluaran dan pemasukan saat membeli kebutuhan dasar maupun kebutuhan lainnya guna memonitor pengeluaran serta mencatat pemasukan yang didapatkan.
Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan yang ada, kamu dapat dengan mudah memonitor finansial dengan lebih baik dan mengurangi pengeluaran yang dianggap kurang penting dan berlebihan ke depannya.
Agar memiliki tambahan penghasilan, kamu juga dapat mencari sumber penghasilan lain sehingga tidak mengandalkan satu sumber saja.
Salah satunya contohnya adalah membuat bisnis sampingan maupun memulai berinvestasi yang dapat bermanfaat sebagai dana tambahan jika suatu saat dibutuhkan untuk keperluan mendadak.
Langkah selanjutnya bagi sahabat MyProtection yang sedang terjebak di fenomena sandwich generation adalah mampu berbagi beban dengan orang lain atau kerabat dan jangan menanggung semuanya sendiri.
Kamu dapat berbagi beban dengan kerabat mulai dari saudara kandung maupun anggota keluarga lainnya. Dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka beban finansial yang dipikul akan berkurang.
Nah, itulah penjelasan seputar generasi sandwich yang saat ini sering kali menjadi topik perbincangan di Indonesia sebagai negara berkembang. Banyak orang yang terjebak di posisi ini sedang berjuang untuk keluar dari keadaan tersebut.
Seperti yang dibahas di atas juga terdapat cara-cara yang dapat dijalankan guna meminimalisir risiko sahabat MyProtection terjebak di sandwich generation ini. Salah satunya adalah lebih bijak dalam membeli barang.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli perlindungan asuransi yang tepat sebagai langkah perencanaan keuangan yang lebih baik. Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi tepat bagi kamu maupun keluarga agar tetap merasa aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Voltase aki mobil memiliki peran penting dalam performa sistem kelistrikan kendaraan yang memegang peran sebagai sumber utama daya listrik.
Oleh karena itu, menjaga voltase aki tetap stabil sangatlah penting yang dapat dilakukan dengan pengecekan dan perawatan rutin agar mobil dapat bekerja dengan optimal.
Lalu, berapa voltase aki mobil yang normal dan baik, serta cara menjaga voltasenya? Simak pembahasannya berikut ini!
Untuk memastikan sistem kelistrikan kendaraan berfungsi dengan baik, mengetahui berapa voltase aki mobil sangatlah penting. Berikut ini beberapa standar voltase aki mobil dalam berbagai kondisi:
Ketika mesin mati, voltase aki mobil normal berada di angka 12,6 volt yang menunjukkan bahwa aki dalam kondisi penuh. Jika sudah mulai menurun di bawah 12 volt, kamu harus segera melakukan pengecekan dan perawatan.
Ketika mesin menyala, voltase aki mobil akan meningkat karena adanya alternator yang mengisi daya ke aki. Umumnya, voltase yang normal akan berada di kisaran angka 13,5 hingga 14,5 volt yang menunjukkan sistem pengisian masih bekerja dengan baik.
Ketika voltase turun hingga 12 volt dalam kondisi menyala, kemungkinan besar terjadi masalah di bagian alternator maupun aki mobil itu sendiri. Jika angka voltase telah turun hingga 11 volt atau lebih rendah, dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada kinerja mobil, khususnya pada bagian mesin dan perangkat elektronik di dalamnya.
Jika voltase aki mobil sudah berada di bawah 12 volt, maka kinerja sistem kelistrikan mobil akan terganggu.
Oleh sebab itu, menjaga dan merawat aki mobil secara berkala sangat lah penting, berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengoptimalkan kondisi aki mobil:
Memperhatikan kondisi air aki, jika air di dalam aki telah mencapai batas minimal, maka harus segera dipenuhi sesuai kebutuhan di dalam wadah akinya.
Menghindari pemakaian aksesori tambahan yang berlebihan, seperti lampu neon, sistem audio dengan kekuatan tinggi, hingga perangkat pengisi daya yang dapat memberikan beban tambahan pada aki dan menyebabkan penurunan voltasenya.
Servis berkala, yang bukan hanya penting untuk menjaga performa mesin, namun juga memastikan sistem kelistrikan dalam mobil, khususnya aki bekerja dengan baik. Dengan melakukan pemeriksaan pada aki, masalah seperti tegangan tidak stabil ataupun daya yang menurun dapat dicegah dan segera diperbaiki.
Mengemudi dengan baik, hindari akselerasi mendadak dan menjaga kecepatan stabil juga dapat membantu dalam menjaga voltase aki. Perjalanan pendek dengan banyak berhenti dapat membuat aki tidak terisi secara optimal, yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan voltase.
Kesimpulannya, voltase aki mobil yang sehat umumnya berada di kisaran 12,6 volt saat mesin mati dan 13,5 – 14,5 volt saat mesin menyala.
Jika voltase turun di bawah angka tersebut, artinya ada masalah pada aki atau sistem pengisian yang perlu segera dicek.
Merawat aki mobil tidaklah sulit, cukup dengan rutin memeriksa air aki, menghindari penggunaan aksesoris berlebihan, melakukan servis berkala, dan menjaga pola mengemudi.
Dengan perawatan sederhana ini, voltase aki akan tetap stabil sehingga sistem kelistrikan mobil berfungsi optimal dan usia pakai aki bisa lebih panjang.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Begitu banyak manfaat jogging bagi sahabat MyPro+ yang ingin memulai gaya hidup dan rutinitas sehat. Jogging saat ini juga sangatlah populer dan menjadi pilihan banyak orang karena manfaatnya yang beragam.
Selain karena mudah dilakukan, jogging juga tidak memerlukan peralatan khusus yang mahal, jadi setiap orang dapat melakukannya. Apa saja manfaat jogging jika dilakukan secara rutin bagi kesehatan? Simak di sini!

pexels
Bukan hanya untuk kesehatan fisik, namun jogging juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental, apa saja manfaatnya?
Pertama, jogging dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan kardiovaskular. Hal ini dikarenakan organ paru-paru harus bekerja lebih keras saat berlari untuk memenuhi kebutuhan oksigen tambahan yang dibutuhkan otot.
Dengan secara rutin melakukan jogging, olahraga ini mampu memperkuat paru-paru dan meningkatkan kapasitas paru-paru yang dapat membuat pernapasan menjadi lebih efisien.
Selanjutnya, jogging juga dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit jantung. Ketika seseorang lari, organ jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Dengan begitu, aliran oksigen yang mengalir ke seluruh tubuh seseorang juga menjadi lebih lancar, yang dapat membantu dalam menurunkan risiko penyakit jantung.
Berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 2014 juga menemukan hasil bahwa seorang pelari memiliki 45% kemungkinan lebih kecil meninggal yang diakibatkan serangan jantung jika dibandingkan dengan orang yang tidak berlari
Manfaat jogging lainnya adalah membantu dalam menjaga dan mencegah berat badan menjadi berlebih. Jogging sendiri dapat membantu dalam proses pembakaran lemak yang menjadi salah satu kunci mengurangi berat badan dan menjaga tubuh yang ideal.
Kalori yang dibakar sendiri bervariasi, tergantung pada durasi, jarak tempuh, hingga kecepatannya selama lari. Secara rata-rata, melakukan jogging dengan durasi setengah jam dapat membakar sekitar 300 kalori.
Namun, hasil ini tidak dapat sama pada setiap orang, di mana hasilnya bergantung pada faktor-faktor yang ada di atas yang disebut juga sebagai intensitas lari.
Di mana pada orang dewasa yang dengan berat 70 kg, melakukan jogging selama satu jam dengan jarak 5 kg dapat membakar 444 kalori. Sedangkan, orang dewasa dengan berat 84 kg dan jarak dan waktu yang sama mampu membakar hingga 533 kalori.
Jogging juga dapat membantu dalam meningkatkan kekuatan tulang dan massa otot. Dengan berlari, tulang di dalam tubuh dipersiapkan untuk menahan tekanan tambahan yang dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan mencegah cedera.
Bukan hanya itu, jogging juga dapat membantu dalam meningkatkan massa otot dan mengencangkan tubuh karena dalam prosesnya melibatkan banyak otot besar. Mulai dari otot paha belakang, betis, hingga bokong.
Cara kerjanya sendiri, ketika berlari otot di dalam tubuh akan mengalami stres fisik, yang jika secara rutin dilakukan terus menerus akan meningkatkan kekuatannya.
Pada struktur tulang belakang seseorang, terdapat diskus atau cakram tulang belakang yang merupakan bantalan lunak yang berfungsi sebagai peredam guncangan dan getaran. Bagian ini juga yang memungkinkan seseorang dapat menekuk dan membengkok.
Diskus tulang belakang ini dapat menyusut seiring bertambahnya umur seseorang. Hal ini dapat disebabkan karena kebiasaan duduk terlalu lama yang meningkatkan tekanan pada bagian tersebut.
Dengan secara rutin bergerak dan melakukan aktivitas fisik seperti jogging, bagian diskus akan tetap terlatih dan fleksibel.
Hasil studi juga menunjukkan bahwa seorang pelari atau seseorang yang jogging secara konsisten juga memiliki hidrasi diskus yang lebih baik dibandingkan non-pelari.
Melakukan olahraga jogging juga dapat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan rajin dan secara rutin melakukan olahraga ini, tubuh akan memiliki respons yang lebih baik terhadap penyakit maupun gangguan kesehatan.
Jogging juga dapat membantu merangsang produksi sel darah putih dalam tubuh yang berguna dalam melawan infeksi bakteri serta virus.
Olahraga jogging secara rutin dan konsisten mampu membuat tubuh menjadi lebih bugar dan lebih kuat, sehingga tidak mudah sakit.
Selain untuk kesehatan tubuh, jogging juga memberikan manfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit loh! Dengan jogging, kulit mendapatkan asupan oksigen dan darah yang lebih banyak yang mampu membuat kulit tampak lebih segar dan awet muda.
Bagi sahabat MyPro+ yang ingin merasakan manfaat ini, penting untuk menggunakan tabir surya jika jogging di luar ruangan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UVA dan UVB serta efek buruk lainnya dari sinar matahari.
Resistensi insulin merupakan kondisi di mana sel tubuh, seperti otot, lemak serta hati tidak dapat merespons hormon insulin dengan baik yang menyebabkan penyerapan glukosa dari darah tidak dapat bekerja dengan baik guna menghasilkan energi.
Dengan melakukan jogging secara rutin dan konsisten, mampu membantu dalam menurunkan resistensi insulin. Hal ini dapat diakibatkan karena adanya penurunan lemak dalam tubuh yang menjadi pemicunya.
Selain bagi kesehatan fisik, manfaat jogging juga dapat dirasakan bagi sahabat MyPro+ yang memiliki gangguan tidur seperti insomnia.
Hal ini dikarenakan, jogging dapat meningkatkan kualitas tidur seseorang serta aktivitas aerobik yang terlibat di dalamnya mampu membantu dalam mengurangi risiko sleep apnea atau gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur.
Bagi kamu yang menderita stres dan kecemasan, olahraga jogging juga mungkin dapat menjadi solusi untuk meringankannya.
Jogging yang termasuk olahraga aerobik dapat melindungi otak dari efek negatif stres dan jika dilakukan secara rutin mampu dalam meningkatkan fungsi eksekutif otak.
Hal ini berkaitan dengan perlindungan organ otak dari adanya penurunan fungsi yang berkaitan erat dengan penuaan dan stres.
Manfaat jogging lainnya adalah meningkatkan mood dan perasaan bahagia seseorang yang diakibatkan oleh peningkatan aliran darah ke bagian otak yang mengatur suasana hati.
Untuk merasakan manfaatnya sendiri, kamu dapat memulai dengan 10 menit setiap harinya yang lama kelamaan dapat ditingkatkan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Tsubaka di tahun 2021 menemukan bahwa dengan berlari hanya 10 menit secara rutin, dapat membantu dalam meningkatkan proses aliran darah ke bagian otak yang memainkan peran penting dalam pengaturan mood dan fungsi eksekutif lainnya.
Untuk kamu yang ingin meningkatkan energi dan konsentrasi, jogging secara konsisten juga bisa menjadi jawaban.
Olahraga ini mampu membantu untuk meningkatkan energi sepanjang hari serta tingkat konsentrasi seseorang agar dapat fokus menjalani aktivitas keseharian.
Dengan menjadikan jogging sebagai rutinitas seharinya, kamu juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan penghargaan diri.
Hal ini dikarenakan dengan adanya rutinitas tersebut kamu telah berhasil mencapai target tertentu yang telah kamu tentukan, dengan begitu kamu bisa merasa lebih percaya diri dan menghargai diri sendiri karena telah melakukan kebiasaan tersebut.
Jika dilakukan secara rutin, jogging juga dapat mengurangi risiko depresi serta meningkatkan kesejahteraan mental.
Selama berlari, hormon endorfin akan dilepaskan yang membantu untuk meningkatkan suasana hati serta membantu dalam mengurangi dan mengatasi perasaan negatif.

pexels
Untuk merasakan manfaatnya secara keseluruhan, kamu harus melakukannya secara rutin. Namun, bagaimana caranya? Simak selengkapnya terkait tips untuk memulai dan merasakan manfaat jogging.
Sebelum melakukan jogging, penting untuk terlebih dahulu mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri.
Untuk melakukan ini, kamu dapat melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu dan memastikan apakah kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu ataupun cedera.
Hal ini menjadi penting untuk merasakan manfaat secara keseluruhan dari jogging. Dengan berkonsultasi, kamu jadi mengetahui program yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh.
Tips lainnya bagi sahabat MyPro+ yang ingin memulai jogging adalah memilih sepatu lari yang tepat dan nyaman agar terhindar dari cedera.
Memilih sepatu yang tepat bukan berarti membeli sepatu mahal, tapi menggunakan sepatu yang ukurannya pas, tidak terlalu kecil maupun terlalu besar yang dapat mengurangi efisiensi saat berlari.
Menggunakan kaus kaki untuk menghindari gesekan antara bagian telapak kaki dengan bagian dalam sepatu yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga lecet saat berlari.
Langkah selanjutnya adalah dengan melatih kebiasaan dan membangun rutinitas secara perlahan.
Kamu dapat memulainya dengan waktu dan intensitas yang rendah dan membangunnya seiring berjalannya waktu.
Dengan menumbuhkan kebiasaan dan rutinitas tersebut, lama kelamaan kamu akan dapat meningkatkan intensitas serta jarak berlari dan meningkatkan kondisi kebugaran tubuh.
Tips yang harus diperhatikan berikutnya saat jogging adalah tetap menjaga hidrasi tubuh. Berlari juga mengeluarkan banyak keringat yang dapat menyebabkan dehidrasi tubuh dan mempengaruhi kinerja tubuh.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk tetap menjaga hidrasi tubuh baik sebelum, selama, hingga setelah jogging agar tetap bugar.
Melakukan pemanasan dan pendinginan selama beberapa menit saat sebelum dan sesudah jogging juga krusial dalam mempersiapkan otot.
Pemanasan dapat membantu dalam proses transisi tubuh dari keadaan istirahat ke aktivitas olahraga.
Sedangkan, pendinginan dapat membantu dalam menenangkan tubuh setelah berolahraga dan membantu menstabilkan detak jantung serta tekanan darah, hingga mengurangi risiko otot cedera.
Menentukan jadwal rutin untuk jogging juga dapat membantu dan melatih sahabat MyPro+ untuk teratur dan memiliki rutinitas dalam hidup.
Waktu terbaik untuk jogging adalah di pagi dan sore hari dengan durasi sekitar 1 hingga 2 jam yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Mulai dari meningkatkan metabolisme tubuh, membakar kalori, hingga melatih kekuatan otot.

pexels
Walaupun terdengar mudah, terdapat beberapa tantangan yang dapat dihadapi saat jogging terutama jika ingin dijadikan sebuah rutinitas. Kenali apa saja tantangannya dan solusi yang dapat dilakukan untuk menghindari hal tersebut.
Tantangan pertama yang mungkin dihadapi saat jogging adalah mengatasi kebosanan. Hal ini dapat timbul ketika ingin memulai kebiasaan baru, di mana jika dilakukan setiap hari rasa bosan dapat timbul.
Rasa bosan saat jogging dapat datang akibat rute yang sama terus menerus dan tidak adanya hal yang membuat bahagia saat berlari.
Untuk mengatasi tantangan ini, coba mengubah rute secara rutin untuk memberikan variasi serta berolahraga sambil mendengarkan musik yang dapat meningkatkan dan menjaga semangat dalam diri.
Tantangan selanjutnya yang dapat dihadapi saat jogging adalah berbagai jenis cedera. Oleh sebab itu, sangat penting untuk terlebih dahulu melakukan pemanasan dan peregangan sebelum berlari serta pendinginan setelahnya.
Hal ini dilakukan untuk mencegah cedera otot yang dapat ditimbulkan baik sebelum dan sesudah berlari.
Solusi lainnya, kamu juga dapat menambahkan latihan kekuatan otot secara rutin yang dapat meningkatkan stabilitas serta ketahanan tubuh.
Jogging merupakan olahraga luar ruangan yang sering kali juga dihadapi dengan tantangan dan kendala cuaca yang dapat menghambat melakukan olahraga ini secara rutin.
Solusi dari masalah ini adalah mempertimbangkan alternatif dalam ruangan, seperti treadmill yang dapat dilakukan di dalam ruangan ataupun pergi ke gym atau pusat kebugaran dengan alat yang lebih lengkap.
Tantangan selanjutnya yang sering timbul saat berolahraga adalah kelelahan, terutama bagi para pemula yang sedang ingin membentuk kebiasaan.
Untuk mengatasi permasalahan kelelahan ini, solusinya adalah dengan mendapatkan istirahat yang cukup. Selain itu, untuk mempercepat pemulihan pada otot yang lebih cepat, kamu dapat memberikan kompres hangat maupun dingin pada bagian yang nyeri.
Tantangan yang banyak dihadapi oleh para pemula adalah hilangnya motivasi untuk membangun kebiasaan rutin ini.
Hal ini dapat timbul karena belum merasakan manfaatnya ataupun tidak memiliki teman yang dapat memberikan motivasi maupun menginspirasi.
Solusi dari tantangan ini adalah mencari dan bergabung dengan komunitas ataupun kelompok yang dapat membantu dalam meningkatkan motivasi dan menginspirasi untuk membangun rutinitas.
Nah, itulah penjelasan sekitar terkait manfaat jogging bagi kesehatan tubuh secara fisik maupun mental. Hanya dengan berlari ternyata mampu memberikan banyak manfaat bagi tubuh.
Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hingga mengurangi risiko depresi yang sering kali dialami oleh banyak orang. Walaupun begitu, jogging juga memiliki tantangan dan risikonya sendiri.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk secara perlahan membangun kebiasaan serta melakukan pemanasan dan pendinginan saat sebelum dan sesudah berolahraga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti cedera maupun luka yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan.
Bagi sahabat MyPro+ yang membutuhkan solusi perlindungan kesehatan terbaik, Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi jawaban untuk menghindari diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apa saja keuntungan dan keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima?
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap maupun Rawat Jalan
Santunan tunai harian rawat inap di rumah sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 rumah sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Selain kopi dan teh, ternyata terdapat beberapa minuman yang mengandung kafein lainnya. Umumnya, kafein dimanfaatkan untuk meredakan rasa kantuk yang dialami seseorang yang bekerja sebagai stimulan alami.
Dengan mengonsumsi zat kafein, otak dapat terstimulasi untuk tetap fokus dan waspada serta menekan rasa kantuk yang dirasakan seseorang.
Kafein, yang merupakan bahan kimia alami, dapat ditemukan pada daun, kacang-kacangan, hingga buah-buahan dan bekerja sebagai stimulan saraf pusat yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah seseorang.
Senyawa ini bekerja dengan cara menghalangi efek neurotransmiter yang disebut adenosin yang menumpuk sepanjang hari dan membuat tubuh terasa lelah.
Lalu apa saja minuman yang mengandung kafein? Simak selengkapnya!
Untuk mengetahui minuman yang mengandung kafein, berikut ini beberapa daftar minumannya:

pexels
Salah satu minuman yang mengandung kafein paling populer adalah kopi yang banyak digemari orang-orang karena aromanya yang khas dan rasanya yang nikmat.
Karena kemampuannya untuk menahan rasa kantuk, banyak orang mengonsumsi kopi secara rutin agar tetap terjaga dan fokus ketika ingin menyelesaikan pekerjaannya.
Walaupun begitu, meminum kopi atau kadar kafein yang berlebihan juga berbahaya bagi tubuh. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui jumlah kafein yang ada di dalamnya.
Berbeda jenis kopi, umumnya jumlah kafein yang ada di dalamnya juga berbeda. Seperti contohnya, pada secangkir kopi hitam terdapat kandungan kafein sebesar 95 miligram, sedangkan terdapat sekitar 60 miligram kafein pada kopi instan.
Dengan semakin banyaknya proses pengolahan pada kopi, dimulai dari biji kopi hingga menjadi minuman siap saji kadar kafein di dalamnya juga akan semakin menurun.
Terutama saat proses perebusan, di mana panas yang ada dapat menghancurkan rangkaian kimiawi kafein yang membuat kadar kafein di dalamnya semakin berkurang.
Bagi para pencinta kopi, saat ini juga ada pilihan kopi decaf yang walaupun masih memiliki kandungan kafein, kadar kafeinnya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis kopi lainnya.
Selain itu, meminum kopi decaf juga dipercaya lebih efektif dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2 seseorang.

pexels
Minuman yang mengandung kafein selanjutnya adalah teh yang tergantung jenisnya juga memiliki jumlah kandungan kafein yang berbeda di dalamnya.
Pada secangkir teh hitam terdapat kandungan kafein sebesar 47 miligram, jika dibandingkan dengan teh hijau yang memiliki kandungan kafein lebih sedikit, yaitu 28 miligram.
Kafein yang terkandung di dalam teh diperoleh dari daun camellia sinensis yang kadarnya dapat berbeda tergantung dari umur daun yang digunakan. Semakin tua umurnya, maka kandungan kafeinnya akan lebih rendah.
Selain dapat mencegah kantuk, meminum teh hitam juga dapat membantu seseorang untuk lebih fokus dan menjaga kesehatan jantung, usus, hingga tubuh secara keseluruhan.
Sedangkan kandungan kafein pada teh hijau serta asam amino L-theanine di dalamnya mampu membantu dalam mengurangi stres dan rasa cemas hingga meningkatkan fungsi otak dan kognisi.
Kedua senyawa ini juga bekerja secara sinergis bersamaan, sehingga bagi seseorang yang ingin meningkatkan kewaspadaan serta fokus, meminum teh hijau dapat menjadi pilihan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kopi.
Berbeda dengan teh hijau, teh hitam memiliki kandungan theaflavin yang juga menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, seperti:
Baca juga: Manfaat Chia Seed

pexels
Walaupun terbuat dari teh hijau, matcha memiliki kandungan kafein yang berbeda karena proses pengolahan hingga budidaya yang dapat memengaruhi rasa, kandungan, hingga bentuk penyajiannya.
Berbeda dengan teh hijau yang umumnya ditanam secara langsung di bawah sinar matahari, sekitar dua seminggu sebelumnya daun teh yang akan digunakan akan dilindungi dari paparan sinar matahari langsung.
Proses ini membuat kandungan klorofil yang ada meningkat dan menghasilkan warna daun yang lebih gelap. Bukan hanya itu, kandungan kafein, asam amino, hingga antioksidannya juga ikut meningkat.
Proses pengolahannya juga berbeda, setelah dikeringkan, matcha kemudian akan dihaluskan hingga menjadi bubuk yang membuat seluruh bagian daun teh dan nutrisi di dalamnya dapat masuk ke dalam tubuh dibandingkan teh dengan ampas.
Dikenal dengan warna hijau pekatnya, minuman ini umumnya memiliki kandungan sekitar 20 hingga 45 miligram kafein dalam satu cangkir tergantung variannya.
Beberapa varian tertentu juga dapat memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi hingga 70 miligram dalam satu cangkir.
Bukan hanya kafein, pada 2 sendok teh bubuk matcha terdapat 14 kalori dan nutrisi lainnya, seperti kalsium, zat besi, serat, dan antioksidan termasuk katekin, theanine, polifenol, dan quercetin.
Karena kandungan kafeinnya yang tinggi, mengonsumsi bubuk matcha juga dianjurkan tidak boleh lebih dari 4 sendok teh per hari.

pexels
Masih banyak orang yang tidak mengetahui bahwa minuman cokelat juga mengandung kafein di dalamnya.
Kafein pada cokelat berasal dari biji kakao, di mana pada proses pembuatannya biji kakao dikupas dari cangkang, yang kemudian akan difermentasi, dikeringkan, hingga akhirnya dicairkan untuk dibentuk menjadi cokelat batang.
Pada cairan tersebut terdapat kandungan lemak kakao dan cocoa solids yang mengandung kafein di dalamnya.
Dengan begitu, semakin banyak cocoa solids di dalam sebuah produk cokelat, maka jumlah kafeinnya akan meningkat.
Seperti halnya pada dark chocolate yang memiliki kadar kafein paling tinggi jika dibandingkan dengan cokelat susu maupun cokelat putih.
Pada satu cangkir minuman cokelat yang dapat dinikmati dalam kondisi hangat maupun dingin terdapat kandungan kafein sebesar 240 miligram. Sedangkan pada satu gelas cokelat susu umumnya memiliki kandungan kafein sebesar 45 miligram.
Selain kafein, kakao juga memiliki kandungan flavonol dan methylxanthines yang merupakan senyawa dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

pexels
Selanjutnya, minuman bersoda juga menjadi salah satu minuman yang mengandung kafein. Contohnya, pada satu kaleng minuman rasa kola terdapat 22 miligram kafein.
Namun, tidak semua minuman bersoda memiliki kandungan kafein. Minuman root beer ataupun minuman bersoda rasa jeruk tidak memiliki kandungan kafein di dalamnya.
Karena kandungan kafein dan asam fosfat yang bersifat diuretik dalam minuman bersoda, hal tersebut dapat menyebabkan kandungan vitamin dan mineral dalam tubuh berkurang.
Hal tersebut berarti, jika seseorang meminum soda secara rutin setiap hari dapat mempengaruhi hingga mengurangi jumlah kadar vitamin yang ada dalam tubuh.
Minuman energi yang umumnya dikonsumsi untuk meningkatkan atau membangkitkan tenaga ketika harus beraktivitas juga memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi.
Dalam satu kemasan botol atau kaleng minuman energi terdapat kandungan kafein mulai dari 71 hingga 200 miligram.
Bubble tea yang sempat populer di kalangan masyarakat juga memiliki kandungan kafein di dalamnya. Minuman yang dikenal karena rasanya yang manis dan tekstur bobanya yang kenyal memiliki daya tariknya tersendiri.
Kafein pada bubble tea sendiri beragam, yang bergantung pada jenis teh yang digunakan. Umumnya, jika minuman boba menggunakan teh hijau, kandungan kafein yang terdapat dalam satu gelas sekitar 30 hingga 50 miligram.
Jika menggunakan teh hitam, kandungan kafein di dalamnya sekitar 47 miligram. Berbeda jika bubble tea tersebut kemudian dicampur lagi dengan kopi maupun cokelat, yang dapat membuat kandungan kafeinnya semakin tinggi.
Dalam beberapa smoothies terkadang juga ada kandungan kafein di dalamnya yang bermanfaat untuk memberikan dorongan energi tambahan.
Umumnya, tambahan kafein pada smoothies sendiri berasal dari tambahan bubuk kopi maupun ekstrak teh hijau yang dimasukkan guna memberikan energi tambahan dan peningkatan fokus tanpa mengorbankan rasanya.
Minuman dengan kandungan kafein selanjutnya adalah teh oolong yang memiliki kandungan kafein yang cukup besar, di mana pada 240 ml atau satu cangkir teh oolong terdapat kandungan kafein sebesar 37 hingga 55 miligram.
Selanjutnya, kamomil yang umumnya diminum untuk memberikan rasa tenang juga memiliki kandungan kafein walaupun jumlahnya kecil.
Di mana, pada satu cangkir atau 240 ml teh kamomil terdapat kandungan kafein sebesar 2 miligram.
Selain dapat mengurangi rasa kantuk, terdapat beberapa manfaat lainnya yang dapat kamu rasakan dari mengonsumsi kafein, simak selengkapnya!
Seperti yang sudah dibahas di atas, salah satu manfaat kafein yang paling umum adalah kemampuannya untuk meningkatkan energi dalam tubuh.
Kafein yang bertindak sebagai stimulan dapat membantu meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik, meningkatkan kewaspadaan seseorang, serta mengurangi rasa lelah.
Kafein dalam tubuh juga dapat memberikan efek stimulan yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh.
Dengan mengonsumsi kafein yang terdapat dalam satu cangkir kopi, dipercaya dapat membantu dalam meningkatkan jumlah kalori yang dibakar seseorang dalam satu hari.
Namun, efek ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, di mana adanya peningkatan metabolisme ini terjadi dengan sendirinya atau karena adanya efek kafein yang mampu mengurangi rasa lelah hingga mendorong seseorang untuk lebih banyak bergerak.
Mengonsumsi kafein juga dapat memberikan manfaat berupa peningkatan produktivitas karena mampu mengurangi rasa kantuk dan lelah.
Berdasarkan studi yang ada, mengonsumsi kafein dengan jumlah sedang mampu mengurangi rasa lelah yang dialami selama berolahraga serta membantu meningkatkan kinerja atletik seseorang.
Dengan meminum kafein, olahraga yang dilakukan juga dapat terasa lebih mudah untuk dilakukan sehingga kamu lebih dapat menikmati prosesnya dan rutin berolahraga.
Kandungan kafein yang ada pada kopi juga dapat memberikan efek positif seperti halnya dibahas dalam riset dengan judul Impact of Coffee Consumption on Cardiovascular Health.
Dijabarkan bahwa meminum kafein dalam batas wajar dapat menurunkan risiko hipertensi, gagal jantung, atrial fibrillation, hingga kolesterol.
Namun, perlu diingat juga bahwa mengonsumsi kopi secara berlebihan juga dapat memberikan risiko negatif bagi kesehatan jantung, seperti membuat jantung berdebar cepat yang meningkatkan risiko aritmia hingga peningkatan tekanan darah.
Berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, jumlah kafein yang aman untuk dikonsumsi orang dewasa setiap harinya adalah 400 miligram atau sekitar 4 cangkir kopi.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, terdapat efek negatif yang bisa dirasakan seperti:
Efek kafein yang pertama adalah kecanduan atau ketagihan jika terus menerus dilakukan. Jika konsumsi kafein dalam jumlah besar terus berlangsung dan menjadi sebuah kebiasaan, dapat menyebabkan perasaan putus asa, sakit kepala, hingga mudah marah kepada orang lain.
Kafein yang berlebih juga dapat menimbulkan rasa sakit kepala dan migrain yang umumnya sering dirasakan oleh seseorang yang telah kecanduan kafein.
Jika tidak mengonsumsi kafein, orang tersebut dapat merasakan rasa sakit kepala. Namun begitu juga sebaliknya, meminum kafein dalam jumlah besar juga dapat memberikan migrain.
Kafein yang ada pada kopi juga dapat bereaksi dengan sejumlah obat yang dapat memberikan interaksi obat yang negatif.
Obat seperti antidepresan, antipsikotik, antiaritmia, hingga obat untuk psoriasis memiliki potensi interaksi obat negatif jika dikonsumsi bersamaan dengan minuman yang mengandung kafein.
Meminum kafein juga dapat menimbulkan rasa cemas yang lebih besar dari biasanya pada beberapa orang.
Khususnya jika meminum kafein secara berlebihan yang mampu memicu produksi senyawa yang berkaitan erat dengan perasaan cemas seseorang.
Asupan kafein hingga 10 gram dapat menyebabkan seseorang mengalami kejang hingga muntah. Pada beberapa orang, asupan rendah kafein juga dapat menimbulkan berbagai gejala keracunan, seperti gelisah, mudah marah, gugup, tremor, hingga detak jantung lebih cepat.
Walaupun aman untuk dikonsumsi sehari-hari, terdapat batasan jumlah kafein yang dianjurkan, yaitu tidak melebihi 400 miligram dalam satu hari.
Jumlah kafein tersebut setara dengan 2 hingga 3 gelas kopi hitam atau sekitar 4 cangkir teh hitam.
Selain itu, konsumsi kafein juga harus dikurangi bagi ibu hamil maupun yang sedang menyusui. Untuk ibu hamil, konsumsi kafein harian tidak boleh melebihi 200 miligram, sedangkan ibu menyusui tidak boleh melebihi 300 miligram.
Nah, itulah beberapa minuman yang mengandung minuman kafein dan dapat membantu mengatasi rasa kantuk yang dilanda, memberikan fokus, hingga energi untuk menuntaskan kegiatan sehari-hari.
Walaupun begitu, tidak dianjurkan pula mengonsumsi kafein secara berlebihan dan tetap dibatasi sesuai anjuran yang ada.
Hal ini dikarenakan terdapat efek samping yang dapat dirasakan dari pengonsumsian kafein berlebih yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
Tetap jaga kesehatan dengan memiliki pola hidup yang baik serta perlindungan kesehatan yang tepat seperti Perlindungan Kesehatan Prima yang memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Berikut ini beberapa keunggulan produk PKP:
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.