The sandwich generation is a term that has recently become popular in society and is now a phenomenon in several developing countries, including Indonesia.
The sandwich generation is often associated with children in a family who must financially support their parents, their own family, and their children all at the same time.
Because of this, they often experience a lot of psychological pressure, which can have negative impacts on both mental and physical health.
Based on a survey conducted by Litbang Kompas in 2022, the sandwich generation in Indonesia reached 67 percent, or around 56,000,000 people of productive age.
Therefore, the sandwich generation has become one of the major issues faced by society today. To gain a deeper understanding of what this generation actually means, in this article we will discuss the sandwich generation in detail. Keep reading to learn more!
Jakarta, 16 Maret 2020 - MyProtection News
Mendidik anak untuk menjad cerdas tidak cukup dengan memasukan anak ke sekolah, mendaftarkannya mengikuti segudang les, ataupun terbatas pada ukuran akademik.
Sebaliknya, anak yang cerdas lahir dari pola didikan orang tua yang tepat serta efektif dan dibutuhkan proses panjang serta kompleks.
Berikut ini beberapa tips parenting rekomendasi psikolog yang bisa Anda tiru:
Sebagai orang tua, tentunya Anda ingin memberikan yang terbaik kepada anak. Anda mungkin tergoda untuk mengatur jadwal anak dan memilihkan sekolah atau les untuk anak Anda agar ia bisa tumbuh dengan skill yang dibutuhkan.
Namun, kecerdasan anak tumbuh dari imajinasi, eksplorasi, dan bermain sesuka hati. Berikan anak Anda kesempatan untuk mencoba banyak hal dan belajar dari pengalamannya. Wajar bagi anak kecil untuk merasa penasaran dan cepat bosan,terutama jika disodorkan dengan jadwal padat dengan kegiatan yang belum tentu ia sukai.
Teknologi dapat membantu Anda serta anak dalam lingkup edukasi. Berbagai tontonan serta permainan interaktif bisa merangsang kognitif anak.
Misalnya penggunaan virtual reality bisa mengajarkan anak terhadap kejadian di masa lalu atau masa depan seperti kehidupan zaman pra sejarah atau permainan petualangan. SehinggaAnak bisa ikut merasakan kejadian di dalamnya.
Soal pertemanan, tentu saja memiliki banyak teman bisa jadi hal yang baik untuk anak. Melalui teman, si kecil belajar bersosialisasi, beradaptasi, dan bernegosiasi. Hanya saja, Anda tetap harus memperhatikan dengan siapa saja anak berteman. Berikan pengertian kepada anak untuk menghindari teman yang membawa pengaruh buruk seperti mengajak berbohong, suka memukul, atau sering melawan guru. Karena pertemanan yang buruk bisa merusak kebiasaan baik.
Gaya parenting Anda yang sudah baik harus didukung dengan sekolah dan guru yang baik pula. Ketika anak mulai bersekolah, maka setidaknya anak akan menghabiskan 4 – 6 jam di sekolah. Sehingga kebiasaan baik yang ada di rumah harus didukung dengan guru dan sistem pendidikan memadai. Anda juga harus mempertimbangkan minat dan bakat anak. Sehingga Anda bisa membantu mempersiapkan rencana pendidikan yang tepat untuk anak.
Setiap anak memiliki karakter dan keunggulannya masing-masing. Orang tua memang menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Namun, peran orang tua adalah mengarahkan minat dan bakat anak dan memberi fasilitas sebaik mungkin.
Misalnya, mungkin Anda ingin sang buah hati terlibat dengan banyak kegiatan sosial dan punya banyak teman, tetapi bisa jadi si kecil lebih pendiam dan introvert. Sehingga ketika dipaksa bersosialisasi, anak malah akan menjadi gugup dan pemalu. Contoh lainnya adalah ketika si kecil lebih suka bermain atau berolahraga dibanding belajar atau mengikuti les akademik. Coba untuk memahami keinginan dan karakter anak. Selama kebiasaan atau perilaku anak tidak menyimpang, maka Anda cukup mengawasi sambil memberikan arahan yang tepat bagi anak.
Salam,
Sahabat MyProtection
Car brake pads are one of the most vital components in the braking system. Their main function is to create friction with the brake disc, allowing the vehicle to stop or slow down.
Because of this crucial role, it’s important to check your car’s brake pads regularly to ensure optimal performance and maintain driving safety.
Here’s a complete guide about the car brake pads to help you better understand how they work, their types, and how to check them properly.
To understand how brake pads work and function within the braking system, here’s the process:
When the brake pedal is pressed, the pressure is transmitted through the brake fluid to the caliper.
The caliper then pushes the brake pads against both sides of the brake disc, which rotates with the wheels.
This creates friction against the wheel’s rotation, causing the vehicle to slow down and stop.
Semi-Metallic, known for durability and excellent heat transfer. These brake pads are usually made from synthetic organic materials mixed with processed metals, giving them high heat resistance.
Organic, made from a blend of resin, carbon, glass, rubber, and other materials. Vehicles using this type are typically free from squeaking sounds. However, regular inspections are needed to ensure the pads don’t wear out completely.
Non-Asbestos Organic or NAO, offers better performance compared to brake pads that are made of metal. They provide reliable performance and improved safety while driving.
Ceramic, considered the best performing type, is often found in luxury cars due to its higher price. Ceramic brake pads don’t leave residue or produce annoying noises, making them highly efficient.
Generally, the right time to replace car brake pads is when you hear a squeaking or squealing sound during braking.
The physical condition of the brake pads can also indicate when they need replacement. That’s why it’s highly recommended to check their condition regularly.
Most disc brake pads are equipped with a thin metal plate that serves as a wear indicator.
When this small plate rubs against the brake disc, it produces a squeaking sound as a warning sign.
If the plate is already touching the brake disc, it means the brake pads must be replaced immediately.
Before replacing them, make sure the caliper and brake disc are cleaned properly to avoid dirt buildup, such as debris or residue from worn brake pads.
This step is essential to optimize braking performance, especially since dirt mixed with water can disrupt the braking process.
That’s the complete discussion about car brake pads, including their function, how they work, different types, how to check them, and the right time for replacement. Hope it helps!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 9 Desember 2019 - MyProtection News
Sebagian dari kita mungkin merasa nyaman sebagai pekerja kantor. Walaupun pekerjaannya mungkin mengasyikan, tapi ada juga resiko bekerja kantoran. Terutama jika Anda adalah pekerja atau individu yang harus menggunakan komputer seharian. Mungkin Anda pernah merasakan ketiga kondisi ini. Leher pegal, mata perih, dan tubuh yang kaku karena harus duduk dengan posisi yang sama selama berjam-jam.
Menurut riset, terlalu lama duduk bisa mempengaruhi kesehatan seperti gangguan tulang leher, pengingkatan resiko obesitas, melemahnya otot, dan gangguan pada kaki. Belum lagi sempitnya ruang bekerja mungkin mempengaruhi kebebasan bergerak Anda. Stres dan tekanan kerja juga bisa menambah rasa tidak nyaman pada tubuh maupun psikis. Padahal jika tubuh tidak fit, rasanya konsentrasi bekerja pun akan terganggu.
Karenanya, agar badan bisa kembali segar dan fokus kembali maksimal, Anda bisa mencoba gerakan stretching ringan di bawah ini!
Selain melakukan stretching ringan seperti di atas, Anda juga bisa memanfaatkan ruang kantor untuk bergerak. Misalnya, biasakan menggunakan tangga daripada lift untuk naik ke lantai atas yang tidak terlalu tinggi. Anda juga bisa sering bergerak mengambil minum dari cubicle ke pantry. Manfaatkan juga waktu istirahat untuk melakukan peregangan tubuh.
Selamat mencoba!
Salam,
Sahabat MyProtection