Jakarta, 6 Maret 2020 - MyProtection News
Dilansir dari CNN, Ikatan Dokter Indonesia atau IDI meminta masyarakat tak perlu panik berlebihan akibat wabah Corona baru atau SARS Cov-19. IDI menyatakan bahwa kemungkinan pasien penderita corona untuk sembuh bisa mencapai angka 97%. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tak perlu sampai menimbun masker atau sembako.
Dokter Erlina Burhan dari IDI juga berpendapat bahwa penyakit akibat virus corona berbeda dengan virus flu burung yang memakan banyak korban jiwa. Pun selain virus corona, ada penyakit lain yang memiliki tingkat fatalitas lebih besar dan perlu diberikan perhatian juga.
WHO menunjukkan data tingkat kematian akibat corona kini berada di titik 3,4 persen. Sedangkan dari 95.784 kasus corona, 56% di antaranya atau lebih dari setengah total pengidap virus corona dinyatakan sembuh.
Dokter Erlina menambahkan bahwa virus corona ada self-limiting disease, artinya virus bisa mati dengan sendirinya selama imun tubuh bekerja dengan maksimal. Oleh karena itu, walaupun belum ditemukan obat atau antivirus untuk mengatasi corona, pasien positif corona akan diberikan perawatan terapi simtomatik dan suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pengidap virus corona yang telah sembuh pun tidak bisa menularkan virus lagi kepada orang yang sehat.
Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Caranya adalah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, makan makanan sehat, berolahraga rutin, minum vitamin jika perlu, menghindari kontak dengan pasien tertular virus, dan tidak merokok atau mengonsumsi alcohol.
Semoga Anda sehat selalu!
Salam,
Sahabat MyProtection
Hi, Sahabat MyProtection,
Ada kabar super baik, nih! Sekarang bayar cicilan premi asuransi di MyProtection tidak perlu kartu kredit! Anda bisa memilih fasilitas cicilan 0 – 12 bulan bulan dengan Kredivo. Sekarang, punya asuransi makin praktis dan mudah bayarnya.
Berikut ini cara menggunakan Kredivo untuk mencicil premi asuransimu:
Salam,
Sahabat MyProtection
Dengan kondisi pasar saat ini, di mana berbagai jenis mobil bermunculan dengan harga yang kompetitif, terdapat beberapa rekomendasi mobil matic murah yang dapat kamu jadikan pilihan dengan harga di bawah 50 jutaan.
Mobilnya juga tersedia dalam berbagai merek, mulai dari Toyota hingga mobil keluaran produsen Eropa yang bisa kamu dapatkan dengan harga terjangkau. Khususnya mobil bekas yang berada di kisaran usia lima hingga delapan tahun.
Apa saja pilihannya? Simak rekomendasi mobil matic murah yang bisa kamu dapatkan mulai dari harga Rp 50 jutaan saja!

Salah satu mobil matic murah yang cukup populer dan memang banyak diminati masyarakat Indonesia adalah Kia Picanto, mobil kecil murah yang saat ini sudah tidak lagi diproduksi secara resmi.
Walaupun begitu, kamu tetap bisa mendapatkan unit bekasnya yang saat ini masih diperjualbelikan dengan harga terjangkau.
Dengan desainnya yang futuristik, mobil Kia Picanto pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2007, yang menjadi Picanto generasi pertama, dan untuk mobil bekasnya saat ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 50 jutaan.

Mobil matic murah selanjutnya adalah Toyota Corolla Cross yang juga sudah cukup lama beredar di pasaran dan tidak lagi diproduksi secara resmi.
Walaupun sudah ada sejak lama, umumnya tipe yang saat ini masih banyak diminati adalah New Corolla generasi kedelapan yang unit bekasnya umumnya dibanderol dengan harga Rp 50 jutaan.

Berbeda dengan rekomendasi sebelumnya, Suzuki Baleno yang sudah ada sejak tahun 1995 hingga saat ini masih diproduksi dan terus diperbarui.
Dibanderol dengan harga Rp 50 jutaan, umumnya Suzuki Baleno yang bisa kamu dapatkan adalah model generasi dua dan tiga yang dikeluarkan pada tahun 2003 yang sudah lebih modern dibandingkan dengan keluaran generasi pertama.
Peugeot, yang dikenal sebagai salah satu merek mobil tertua di dunia, menawarkan desain yang khas dan modern, umumnya identik dengan harganya yang cenderung mahal.
Mobil hasil produksi Eropa yang satu ini bisa kamu dapatkan dengan harga di kisaran Rp 50 jutaan, secara khusus untuk model Peugeot 206 keluaran pertama di Indonesia di tahun 2003.
Hadir sejak tahun 1992, Toyota Corona sangatlah populer dan sempat mendominasi pasar mobil sedan. Hingga saat ini, peminatnya juga masih cukup banyak.
Oleh karena itu, walaupun saat ini sudah tidak lagi diproduksi secara resmi oleh Toyota, unit bekasnya masih diminati dan tersedia di berbagai situs jual beli dengan harga sekitar Rp 50 jutaan.

Mitsubishi Kuda yang sempat populer pada tahun 1999 hingga 2005 juga menjadi rekomendasi selanjutnya.
Karena kapasitasnya yang cukup luas, mobil ini juga sering kali menjadi pilihan banyak keluarga sebelum muncul model-model lain, seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki APV.
Bisa didapatkan dengan harga terjangkau, mobil Mitsubishi Kuda bekas yang dikeluarkan tahun 2000-an umumnya dibanderol di harga Rp 50 jutaan juga.
Nah, itulah 6 rekomendasi mobil matic murah yang bisa kamu dapatkan di harga Rp 50 jutaan aja loh!
Walaupun umumnya mobil keluaran lama, mobil-mobil di atas dirancang untuk bertahan lama dengan suku cadang yang mudah diganti dan jauh lebih murah.
Bagi kamu yang memiliki budget pas-pasan, mobil-mobil di atas dapat mendukung kebutuhan mobilitasmu. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Voltase aki mobil memiliki peran penting dalam performa sistem kelistrikan kendaraan yang memegang peran sebagai sumber utama daya listrik.
Oleh karena itu, menjaga voltase aki tetap stabil sangatlah penting yang dapat dilakukan dengan pengecekan dan perawatan rutin agar mobil dapat bekerja dengan optimal.
Lalu, berapa voltase aki mobil yang normal dan baik, serta cara menjaga voltasenya? Simak pembahasannya berikut ini!
Untuk memastikan sistem kelistrikan kendaraan berfungsi dengan baik, mengetahui berapa voltase aki mobil sangatlah penting. Berikut ini beberapa standar voltase aki mobil dalam berbagai kondisi:
Ketika mesin mati, voltase aki mobil normal berada di angka 12,6 volt yang menunjukkan bahwa aki dalam kondisi penuh. Jika sudah mulai menurun di bawah 12 volt, kamu harus segera melakukan pengecekan dan perawatan.
Ketika mesin menyala, voltase aki mobil akan meningkat karena adanya alternator yang mengisi daya ke aki. Umumnya, voltase yang normal akan berada di kisaran angka 13,5 hingga 14,5 volt yang menunjukkan sistem pengisian masih bekerja dengan baik.
Ketika voltase turun hingga 12 volt dalam kondisi menyala, kemungkinan besar terjadi masalah di bagian alternator maupun aki mobil itu sendiri. Jika angka voltase telah turun hingga 11 volt atau lebih rendah, dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada kinerja mobil, khususnya pada bagian mesin dan perangkat elektronik di dalamnya.
Jika voltase aki mobil sudah berada di bawah 12 volt, maka kinerja sistem kelistrikan mobil akan terganggu.
Oleh sebab itu, menjaga dan merawat aki mobil secara berkala sangat lah penting, berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengoptimalkan kondisi aki mobil:
Memperhatikan kondisi air aki, jika air di dalam aki telah mencapai batas minimal, maka harus segera dipenuhi sesuai kebutuhan di dalam wadah akinya.
Menghindari pemakaian aksesori tambahan yang berlebihan, seperti lampu neon, sistem audio dengan kekuatan tinggi, hingga perangkat pengisi daya yang dapat memberikan beban tambahan pada aki dan menyebabkan penurunan voltasenya.
Servis berkala, yang bukan hanya penting untuk menjaga performa mesin, namun juga memastikan sistem kelistrikan dalam mobil, khususnya aki bekerja dengan baik. Dengan melakukan pemeriksaan pada aki, masalah seperti tegangan tidak stabil ataupun daya yang menurun dapat dicegah dan segera diperbaiki.
Mengemudi dengan baik, hindari akselerasi mendadak dan menjaga kecepatan stabil juga dapat membantu dalam menjaga voltase aki. Perjalanan pendek dengan banyak berhenti dapat membuat aki tidak terisi secara optimal, yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan voltase.
Kesimpulannya, voltase aki mobil yang sehat umumnya berada di kisaran 12,6 volt saat mesin mati dan 13,5 – 14,5 volt saat mesin menyala.
Jika voltase turun di bawah angka tersebut, artinya ada masalah pada aki atau sistem pengisian yang perlu segera dicek.
Merawat aki mobil tidaklah sulit, cukup dengan rutin memeriksa air aki, menghindari penggunaan aksesoris berlebihan, melakukan servis berkala, dan menjaga pola mengemudi.
Dengan perawatan sederhana ini, voltase aki akan tetap stabil sehingga sistem kelistrikan mobil berfungsi optimal dan usia pakai aki bisa lebih panjang.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan