Jakarta, 6 Mei 2020 - MyProtection News
Melakukan karantina diri di rumah memang penting. Selain mengurangi resiko terpapar virus, Anda juga bisa meminimalkan resiko menularkan virus kepada orang lain. Namun, berdiam diri di rumah dalam jangka waktu panjang bisa jadi membosankan. Rencana liburan pun jadi buyar akibat pandemi. Akibatnya, hiburan dan relaksasi yang Anda rencanakan harus berubah haluan.
Bagi sebagian orang yang terbiasa melakukan kegiatan di luar atau bepergian mungkin merasa “terkurung” di rumah sendiri. Sebagian orang juga mulai merindukan pemandangan alam menakjubkan yang pastinya berbeda dengan suasana rumah.
Saat ini, mulai bermunculan tren wisata baru yaitu tur virtual. Tren ini muncul karena pandemic COVID-19 memaksa banyak orang untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat bisa mengobati sedikit rasa rindu mereka untuk liburan lewat virtual tour.
Anda akan diajak berkeliling di titik destinasi wisata yang disiarkan secara langsung. Sehingga pengalaman virtual Anda dimanjakan di sini tanpa harus beranjak dari rumah. Beberapa penyedia tur virtual ini juga menggunakan kamera 360 derajat sehingga Anda bisa melihat seluruh sudut pemandangan di tempat wisata.
Anda bisa mengikuti beberapa tur virtual menarik yang sudah dilakukan di dalam maupun luar negeri. Contohnya, Bandung Good Guide meluncurkan pengalaman tur virtual di sekitar Bandung. Wisata online ini akan mengajak Anda terjun ke dalam cerita & titik ikonik seperti Gedung Sate dan Bandoeng Stad Centrum. Jadi, sambil berwisata, Anda juga bisa menambah pengetahuan.
Museum Nasional juga menyediakan tur virtual & edukasional yang diadakan mulai 5 Mei 2020. Anda akan dipandu oleh tim pemamndu melalui aplikasi Zoom tiap Selasa dan Rabu pukul 13.00 – 14.30 WIB. Anda bisa mendaftarkan diri lewat link berikut ini. Tur ini cocok diikuti oleh para pelajar yang ingin mengenal sejarah nasional lebih dalam.
Kemudian, Anda bisa mengobati rasa rindu terhadap kota Semarang & Surabaya dengan BersukariaTour. Anda akan diajak mengunjungi spot wisata terkenal di masing-masing kota. Biaya untuk tur virtual ini bisa dibayar sesuai keinginan Anda. Menarik, bukan?
Pernah membayangkan dunia di masa depan? Teknologi maju seperti apa yang telah dicapai manusia? ArtScience Museum Singapore akan mengajak Anda melihat dunia di masa depan. Anda bisa mengunjungi ArtScience at Home untuk menikmati karya seni secara virtual.
Apakah Sahabat MyProtection juga tertarik untuk mengikuti tur virtual?
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 20 Januari 2019 - MyProtection News
Akhir-akhirnya, banyak perbincangan mengenai Saffron dan manfaatnya. Saffron sendiri merupakan rempah berbentuk benang halus dari bunga Crocus sativus. Tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai rempah, bumbu penyedap masakan, sampai alternatif untuk kesehatan, lho!
Rempah berwarna merah ini dinobatkan sebagai salah satu tumbuhan termahal di dunia. Cara penanaman hingga panen Saffron cukup rumit dan membutuhkan teknik khusus. Untuk mendapatkan 1 gram benang Saffron, dibutuhkan 150 tangkai bunga.
Ternyata, menurut sejumlah penelitian, Saffron memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.
Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi otak seseorang bisa menurun. Menurut studi mengenai penyakit Alzheimer, mengonsumsi 15 mg Saffron sebanyak 2 kali sehari dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan cukup signifikan.
Saffron yang mengandung antioksidan dapat menjaga fungsi otak Anda dan mengurangi resiko Alzheimer. Saffron juga membantu mempertahankan kemampuan penglihatan Anda.
Selain baik untuk otak, saffron juga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Saffron dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Sehingga kadar gula bisa lebih terjaga. Anda bisa mengonsumsi saffron dalam bentuk kapsul ataupun menyeduh benang saffron.
Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Kegiatan sehari-hari dapat membuat seseorang merasa lelah baik secara fisik maupun mental. Saffron dikatakan dapat memperbaiki suasana hati dan membantu mengatasi depresi ringan hingga sedang. Efek samping yang didapatkan pun cenderung minimal. Saffron juga memiliki efek antioksidan dan neuroproteksi atau perlindungan bagi saraf.
Kandungan antioksidan tinggi bernama crocin dalam saffron bisa membantu menangkan radikal bebas penyebab timbulnya kanker dalam tubuh. Contohnya seperti kanker kulit, kanker serviks, kanker prostat, dan kanker lainnya.
Terdapat juga penelitian yang menyatakan bahwa saffron bisa membuat kanker lebih sensitif terhadap kemoterapi. Sehingga penyembuhan dari kanker bisa berjalan lebih efektif. Namun, korelasi antara keduanya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Agar tubuh tetap sehat, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi saffron. Tumbuhan ini mengandung antioksidan bernama crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol. Crocin dan crocetin dalam saffron berperan sebagai anti-depresan, menjaga kesehatan sel otak, dan menurunkan nafsu makan untuk menurunkan berat badan. Safranal dapat meningkatkan suasana hati dan kemampuan berpikir seseorang. Kaempferol berguna sebagai zat anti-kanker yang menekan perkembangan sel kanker dalam tubuh.
Para wanita dapat mengurangi rasa nyeri saat PMS dan haid dengan mengonsumsi 30 mg saffron. Bahkan, nyeri haid bisa berkurang hanya dengan menghirup aroma saffron selama 20 menit. Saffron juga baik untuk mengatasi inflamasi dalam tubuh, lho!
Nah, Sahabat MyProtection, apakah Anda tertarik untuk mengonsumsi saffron? Walaupun khasiatnya beragam, Anda tetap harus mengonsumsi tumbuhan ini sesuai takaran yang dianjurkan. Sesuatu yang berlebihan tidak akan baik untuuk tubuh.
Selamat hidup sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Diet Bikin Moody, Ini Alasannya