Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
5 Tanaman Ini Bantu Saring Udara di Rumah

5 Tanaman Ini Bantu Saring Udara di Rumah

16 April 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 16 April 2020 - MyProtection News

Udara yang segar memang dibutuhkan bagi semua orang. Selain pernapasan menjadi lancar, produktivitas dan suasana hati pun bisa meningkat. Salah satu hal yang bisa membantu membersihkan udara adalah tanaman.

Selain punya banyak manfaat, Anda pun bisa menghias rumah dengan berbagai jenis tanaman. Merapikan taman dan menanam pohon bisa jadi ide aktivitas Anda selama karantina diri di rumah. Berikut ini 5 tanaman yang bantu menyaring udara di rumah.

  1. Lidah Buaya

Manfaat lidah buaya tentunya tidak diragukan lagi untuk kulit, rambut, hingga makanan menyehatkan. Ternyata, lidah buaya bisa membantu membersihkan udara kotor di rumah. Letakan lidah buaya di taman atau dekat dengan jendela yang terkena paparan sinar matahari. Sehingga tanaman bisa berfotosintesis dengan baik.

  1. Lidah Mertua

Tumbuhan berdaun agak tajam satu ini punya fungsi anti-polutan. Lidah mertua akan menyerap polusi yang ada dan menggantinya dengan oksigen. Menurut penelitian, lidah mertua bisa membantu menyaring polutan berbahaya seperti formaldehyde, xylene, benzene, toluene, dan trichloroethylene. Perawatannya pun tergolong mudah karena tak perlu sering disiraam air.

  1. Lili Paris

Bukan hanya berpenampilan elok, lili paris atau spider plants juga punya kemampuan untuk membersihkan udara dengan baik. Selain itu, ukurannya yang relatif kecil membuat tanaman ini mudah diletakan di sekitar rumah. Contohnya digantung dengan pot, diletakan di atas meja, atau depan jendela rumah.

  1. Peace Lily

Peace lily sering kali digunakan untuk mendekorasi rumah karena keelokan penampilan bunganya. Namun, tahukah Anda peace lily juga bisa menyaring udara, mengurangi spora jamur di udara serta menghambat pertumbuhan jamur di kamar mandi.

  1. Bunga Krisan

Dilansir dalam BHG, bunga krisan merupakan salah satu penyaring udara terbaik. Bunganya yang indah dan berwarna-warni memang tak semudah 4 tanaman di atas untuk dirawat. Tanaman satu ini juga bisa dikonsumsi dalam bentuk teh. Teh krisan digadang memiliki manfaat untuk membuat saraf menjadi rileks dan meningkatkan imunitas tubuh.

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 19/12/2019
Kembali ke Usia 25 Lagi dengan Olahraga!

Jakarta, 19 Desember 2019 - MyProtection News

Ternyata olahraga bisa jadi kunci untuk awet muda, lho! Terbukti dari riset yang dilakukan pada atlet berusia lanjut yang tetap aktif berolahraga. Dikutip oleh New York Times, ditemukan bahwa sel-sel otot pria usia lanjut yang aktif berolahraga mirip dengan sel otot pria berusia 25 tahun. Tidak hanya itu, tingkat inflamasi otot akibat perubahan cuaca relatif lebih rendah daripada pria seusia mereka.

Otot merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan dalam proses penuaan. Sebagian besar manusia kehilangan massa dan kekuatan ototnya mendekati usia 50 tahun. Penurunan performa otot akan semakin cepat setelah usia 50 tahun. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai kegiatan olahraga sedini mungkin untuk menjaga massa otot. Namun, tak menutup kemungkinan bagi orang-orang yang baru memulai olahrga di usia lebih tua untuk menjadi sehat.

Banyak riset yang telah menghubungkan pengaruh antara massa otot dengan tingkat inflamasi dalam tubuh. Atlet dan komunitas yang aktif berolahrga memiliki tingkat inflamasi yang lebih rendah dibanding orang yang jarang berolahraga. Inflamasi atau peradangan dalam tubuh juga terkait erat dengan berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang terkait dengan peradangan kronis adalah inflamasi jantung, inflamasi ginjal, dan inflamasi kulit.

Olahraga selama 20 menit per harinya dikatakan dapat membantu mengurasi tingkat inflamasi dalam tubuh. Ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan, bahkan saat Anda sibuk. Misalnya melakukan pemanasan selama 15 menit setelah Anda bangun pagi, bersepeda ke kantor, menggunakan tangga di kantor atau kampus untuk naik-turun lantai. Bahkan, beberapa orang memanfaatkan malam hari untuk pergi ke gym.

Nah, walaupun tanpa mesin waktu, rasanya kembali ke usia 25 lagi bisa diwujudkan dengan olahraga, ya? Selamat kembali muda!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 28/02/2025
12 Gaya Kepemimpinan Paling Efektif Mencapai Tujuan Perusahaan!

Gaya kepemimpinan seseorang ternyata dapat mempengaruhi seberapa sukses sebuah bisnis dan usaha yang dijalankan.

Dengan kemampuan yang tepat, mulai dari membimbing, memotivasi, hingga mengarahkan karyawan dengan benar, kamu dapat mencapai tujuan bisnis yang diimpikan.

Gaya kepemimpinan sendiri bukan hanya dapat dilihat dari cara seseorang mampu mengelola tim, tapi bagaimana orang tersebut menciptakan dasar bagi budaya tempat kerja yang kuat.

Untuk lebih memahami apa itu gaya kepemimpinan serta apa saja gaya yang dapat memengaruhi keberhasilan dan kesuksesan sebuah bisnis, simak selengkapnya di sini!

12 Gaya Kepemimpinan Paling Efektif Mencapai Tujuan Perusahaan!

definisi gaya kepemimpinan

pexels

Gaya kepemimpinan adalah bagaimana cara seseorang sebagai pemimpin dalam mengelola timnya guna mencapai tujuan perusahaan, yang di dalamnya mencakup perilaku, nilai, hingga metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, hal yang harus diperhatikan adalah kamu tidak hanya mampu menguasai satu gaya kepemimpinan saja untuk mencapai kesuksesan. Di mana, dalam menjalankan sebuah bisnis sendiri masalahnya bervariasi dengan solusi yang variatif pula.

Pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat dalam pemecahan sebuah masalah dan pengambilan keputusan mampu mempengaruhi budaya lingkungan kerja serta produktivitas karyawan dengan signifikan.

Dengan memahami gaya kepemimpinan yang berbeda dan mampu menerapkannya dengan sesuai situasi yang dihadapi, maka sahabat MyProtection memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai tujuan dan kesuksesan yang diinginkan dalam menjalani bisnis dan usaha.

Jenis Gaya Kepemimpinan

Untuk menjadi seorang pemimpin dan pengusaha yang baik, kamu perlu mengetahui berbagai gaya kepemimpinan yang ada, simak selengkapnya.

1. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Gaya Kepemimpinan Demokratis

pexels

Gaya kepemimpinan pertama, yaitu gaya demokratis yang juga dikenal dengan partisipasi aktif dari semua pihak dalam proses pengambilan keputusan sebuah perusahaan maupun bisnis.

Pemimpin dengan gaya demokratis juga mampu menghargai perspektif berbeda dan masukan dari karyawan dan anggota timnya, di mana semakin banyak sudut pandang berbeda mampu mendatangkan solusi yang lebih baik dan efektif.

Dengan gaya demokratis juga yang berwenang bukan hanya pemimpinnya saja, namun semua orang ikut terlibat dan adanya dorongan untuk melakukan diskusi terbuka, kolaborasi antar tim, serta brainstorming.

Penggunaan gaya kepemimpinan ini juga dapat membuat semua anggota tim yang ada di dalam perusahaan merasa dihargai dan memiliki kontribusinya masing-masing. Dengan adanya sense of belonging tersebut, dapat meningkatkan motivasi serta keterlibatannya dalam mencapai tujuan perusahaan bersama.

Karena mendorong dan mengedepankan diskusi serta partisipasi dari setiap anggota timnya, gaya demokratis menjadi sangat efektif pada organisasi dan perusahaan yang berfokus di bidang kreativitas dan inovasi.

Terdapat beberapa ciri khas pemimpin demokratis, seperti memberikan segala informasi ke setiap anggota saat mengambil keputusan, menjadikan tempat kerja tempat di mana setiap orang dapat menuangkan ide mereka, serta pandai melakukan mediasi.

2. Gaya Visioner

Gaya selanjutnya, gaya visioner yang menekankan pada gaya kepemimpinan seseorang yang memiliki visi dan misi yang kuat untuk mencapai tujuan sebuah bisnis dan menjaga masa depan bisnis tersebut.

Bukan hanya mampu melihat masa depan, pemimpin visioner juga mampu memberikan inspirasi pada anggota tim melalui visi dan misi yang mereka miliki.

Pemimpin dengan gaya ini juga mampu menjadi agen perubahan yang kuat, di mana mereka akan terus mendorong anggota timnya untuk terus berpikir out-of-the-box, menemukan solusi inovatif, serta mencapai tujuan bisnis bersama.

Jika karyawan yang ada di dalamnya mampu terhubung dengan visi tersebut, maka mereka juga akan lebih bermotivasi, bersemangat, dan memiliki komitmen untuk berjuang mencapai tujuan bersama.

Pimpinan gaya visioner juga mampu melihat peluang di tengah banyaknya tantangan dan mampu mengarahkan perusahaan ke masa depan yang lebih cerah melalui visi dan misinya.

Oleh sebab itu, gaya visioner dapat sangat efektif bagi perusahaan kecil untuk mengembangkan usaha dengan pesat, serta perusahaan besar yang dapat membantu mentransformasi perusahaan.

Pada umumnya, pemimpin visioner memiliki beberapa ciri khas, seperti gigih dan pemberani, strategis, berani dalam mengambil risiko, inspiratif, optimis, serta inovatif.

3. Gaya Multikultural

Dengan adanya globalisasi saat ini, gaya kepemimpinan juga ikut dipengaruhi dengan kemunculan gaya multikultural yang lebih relevan dengan tren yang ada saat ini.

Pemimpin multikultural mampu memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai nilai-nilai keberagaman budaya dan mampu menyesuaikan keberagaman tersebut untuk keuntungan perusahaan.

Dengan mengadopsi gaya ini, seorang pemimpin memiliki kesadaran akan adanya perbedaan budaya, bahasa, norma, serta nilai dari anggota tim yang ada dan mampu menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa dihargai dan dihormati.

Bukan hanya menyadari adanya perbedaan tersebut, namun pemimpin multikultural juga dapat memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan yang lebih baik dan menghargai kontribusi setiap orang dalam proses pengambilan keputusan dan pencapaian.

4. Gaya Strategis

Selanjutnya, gaya strategis di mana seorang pemimpin yang memiliki fokus untuk perencanaan jangka panjang serta pengambilan keputusan yang didasarkan pada data serta hasil analisis yang mereka miliki.

Pemimpin strategis memiliki kemampuan untuk melihat gambaran besar serta menentukan strategi paling efektif yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Gaya strategis juga menuntut pemimpin untuk menjadi seseorang yang visioner serta analitis, bagaimana mereka mampu mempertimbangkan faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi perusahaan.

Mereka juga harus mampu memahami apa yang terjadi di pasar, persaingan yang dihadapi, serta sumber daya yang dimiliki. Pemimpin strategis mampu memiliki pemahaman mendalam mengenai hal tersebut dan nantinya dapat digunakan untuk memaksimalkan kinerja tim serta sumber daya yang dimiliki menjadi lebih produktif.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pemimpin juga harus dapat menyampaikan visi yang dimiliki dengan baik kepada tiap anggota timnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memiliki daya saing di pasaran.

5. Gaya Suportif

Pemimpin dengan gaya suportif pada umumnya merupakan seorang pendengar yang baik dan selalu memberikan dukungan emosional kepada anggota timnya.

Menurut sudut pandang mereka, pemimpin yang suportif dan mampu memiliki rasa peduli dan empati dapat memengaruhi motivasi serta kinerja anggota timnya menjadi lebih positif.

Dengan gaya kepemimpinan ini, kamu dapat menciptakan lingkungan kerja yang suportif, di mana setiap karyawan merasa diterima dan dimengerti sehingga segala permasalahan maupun tantangan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik dan terpecahkan.

6. Gaya Otokratis

Gaya kepimpinan otokratis yang dikenal dengan gaya yang pendekatannya berpusat pada pemimpinnya dan mengarah pada gaya otoriter. Pemimpin otokratis biasanya memiliki keputusan tunggal yang mutlak serta memberikan arahan jelas untuk setiap anggota timnya.

Pemimpin gaya ini juga biasanya mengendalikan segala aspek pekerjaan di perusahaan, mulai dari awal perencanaan hingga pada akhirnya pelaksanaan.

Hal ini didasarkan pada kepercayaan mereka dengan kemampuan yang dimiliki untuk mengambil keputusan terbaik.

Pada beberapa situasi tertentu dan kasus khusus gaya otokratis dapat menjadi efektif, di mana ketika perusahaan dihadapkan dengan pengambilan keputusan atau situasi darurat dengan durasi waktu yang singkat, pemimpin otokratis yang memiliki kendali penuh dapat memutuskan dengan cepat.

Pemimpin otokratis sendiri biasanya memiliki ciri khasnya tersendiri, seperti rasa percaya diri yang tinggi, mampu memotivasi diri, memiliki komunikasi yang jelas dan konsisten, mengikuti aturan, mampu diandalkan, memiliki nilai lingkungan yang terstruktur, serta memiliki kepercayaan pada lingkungan kerja yang diawasi.

7. Gaya Transaksional

Gaya transaksional merupakan gaya pemimpin yang memfokuskan pada penggunaan rewards and punishment atau insentif dan hukuman yang digunakan untuk memotivasi anggota timnya.

Pemimpin transaksional menetapkan aturan serta target yang harus dicapai dalam tenggat waktu tertentu, dan dari hasilnya tersebut ia akan memberikan insentif ataupun hukuman yang pantas.

Pada gaya kepemimpinan transaksional, pengukuran atas pencapaian kerja sangatlah penting dan pada umumnya menggunakan kontrak maupun perjanjian kerja untuk dapat mengukurnya secara jelas.

Hal ini dikarenakan, pemimpin transaksional pada umumnya memiliki ekspektasi tinggi pada anggota timnya untuk dapat mencapai target yang telah ditentukan dan mematuhi aturan yang ada.

Walaupun terkesan efektif, gaya transaksional pada umumnya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek, di mana pendekatan ini sendiri dapat memberikan dorongan singkat pada seseorang untuk mencapai tujuan.

Namun, jika penggunaan sistem rewards and punishment digunakan terus menerus, dapat mengarah pada motivasi sementara saja, tanpa adanya pengembangan jangka panjang serta pertumbuhan pribadi.

8. Gaya Delegatif

Selanjutnya gaya delegatif yang merupakan pendekatan kepemimpinan dengan memberikan otonomi signifikan pada anggota timnya untuk mengambil sebuah keputusan karena adanya kepercayaan yang tinggi pada kemampuan serta kompetensi karyawannya.

Pada gaya delegatif, pemimpin memiliki peran sebagai fasilitator bagi anggota timnya, di mana ia akan memberikan dukungan serta saran jika diperlukan saja dan tidak mengontrol penuh setiap pekerjaan yang dilakukan.

Pimpinan ini memiliki kepercayaan atas anggota timnya, di mana dengan memberikan kebebasan para karyawan mampu mengambil inisiatif dan berkolaborasi dengan kreatif yang dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik.

Pendekatan gaya ini juga dapat memberikan dorongan untuk pertumbuhan individu serta keseluruhan tim karena setiap orang memiliki tanggung jawab dan rasa kepemilikan atas keputusan yang diambil.

Gaya delegatif juga dapat membantu dalam terbentuknya lingkungan kerja inklusif serta mendukung pengembangan potensi dan kemampuan yang dimiliki setiap karyawan.

9. Gaya Transformasional

Selanjutnya gaya transformasional, di mana pada gaya kepemimpinan ini pemimpin mampu memberikan inspirasi kepada anggota timnya untuk mencapai potensi maksimal yang dimiliki.

Pimpinan transformasional biasanya memiliki visi yang kuat serta mampu mengomunikasikan hal tersebut kepada karyawannya serta memberikan motivasi dan menggerakkan mereka.

Seperti namanya, gaya ini mampu menciptakan lingkungan kerja yang terus berinovasi dan bersemangat, di mana para anggota timnya memiliki rasa tanggung jawab atas tujuan perusahaan yang ingin dicapai.

Pimpinan transformasional yang berperan sebagai role model bagi para karyawannya juga dapat memberikan dorongan kreativitas, pemikiran out-of-the-box serta memberikan perubahan positif bagi para anggota timnya.

Pimpinan dengan gaya transformasional juga dapat dilihat berdasarkan beberapa kriteria, seperti:

  • Memiliki rasa saling hormat pada anggota timnya

  • Mampu memberikan dorongan

  • Memberikan inspirasi ke orang lain dalam mencapai tujuan organisasi

  • Mampu memikirkan gambaran besar

  • Menempatkan nilai pada tantangan intelektual anggota tim

  • Tingkat kreativitas yang tinggi

  • Memiliki pemahaman baik terkait kebutuhan untuk mencapai tujuan

10. Gaya Liberal

Gaya kepemimpinan liberal merupakan pendekatan pemimpin yang memberikan kebebasan bagi para anggota timnya untuk mengambil keputusan terbaik.

Pemimpin yang menganut gaya ini menjunjung tinggi eksperimen, inovasi, dan kreativitas serta mampu memberikan ruang bagi para karyawannya untuk berkembang dan menghasilkan karya inovatif.

Pada gaya liberal, pimpinan memegang peranan sebagai fasilitator yang mampu memberikan dukungan atas gagasan serta inisiatif anggota timnya.

Pendekatan ini menjadi sangat efektif khususnya pada tujuan yang berfokus ke inovasi serta kreativitas dan dapat menjadi kunci keberhasilan dari sebuah perusahaan.

Namun, perlu diperhatikan pula bahwa untuk menjamin kesuksesan mencapai tujuan, pemimpin juga tetap perlu untuk melakukan supervisi dan memberikan panduan selama proses berjalannya agar tetap terarah sesuai dengan visi dan misi yang ada.

11. Gaya Penentu Kecepatan

Untuk mendapatkan hasil paling cepat, gaya penentu kecepatan atau pacesetter leadership dapat menjadi pilihan yang paling efektif.

Di mana, pemimpin pacesetter memiliki fokus pada kinerja, menetapkan standar yang tinggi, serta menuntut setiap anggota timnya bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi.

Hal yang harus diperhatikan jika menggunakan gaya kepemimpinan ini terus menerus adalah mampu menimbulkan stres pada anggota tim karena adanya tekanan untuk mencapai tujuan organisasi dalam tenggat waktu tertentu.

Pemimpin pacesetter pada umumnya memiliki fokus pada tujuan yang ingin dicapai, melakukan berbagai hal yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut, dan pada umumnya sangatlah komponen di posisinya.

12. Gaya Birokrasi

Gaya kepemimpinan birokrasi mengacu pada pendekatan di mana setiap anggota tim harus mengikuti aturan serta prosedur sebagaimana yang tertulis.

Kepemimpinan ini menekankan agar setiap karyawan menjalankan tanggung jawab berdasarkan daftar yang telah ada dan ditetapkan.

Gaya birokrasi dapat menjadi efektif khususnya pada industri yang menuntut keteraturan, seperti departemen keuangan, kesehatan, maupun pemerintahan.

Terdapat beberapa kriteria yang dapat menunjukkan gaya kepemimpinan ini, seperti:

  • Fokus pada detail

  • Fokus pada tugas yang dijalankan

  • Memiliki aturan dan struktur nilai

  • Memiliki etos kerja yang baik

  • Memiliki kemauan yang keras

  • Memiliki komitmen terhadap organisasi

  • Memiliki disiplin diri

Nah, itulah ulasan seputar berbagai jenis gaya kepemimpinan yang ada serta kelebihan dan kelemahan yang dimilikinya. Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa setiap gaya dapat menjadi bermanfaat jika digunakan dengan tepat.

Seorang pemimpin yang baik juga harus mampu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan gaya yang paling sesuai dengan situasi yang dihadapi untuk mencapai tujuan bersama seefektif mungkin.

Namun hal yang harus diperhatikan juga adalah anggota tim juga memegang peranan besar dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk pihak karyawan dan pihak perusahaan saling menghargai satu sama lain.

Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan memberdayakan sumber daya manusianya adalah dengan memberikan asuransi yang tepat sebagai perlindungan kesehatan yang tepat, seperti Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection yang memiliki banyak keunggulan produk, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Otomotif
5 mins read 20/02/2026
8 Rambu Rambu Lalu Lintas Lengkap dengan Gambar dan Artinya!

Ketika berkendara di jalan, rambu rambu lalu lintas yang ada dapat membantu para pengendara untuk tetap aman dan tertib.

Beragam simbol, huruf, hingga angka tertentu digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah, hingga petunjuk yang mudah dikenali kepada pengguna jalan baik pengendara maupun pejalan kaki.

Rambu-rambu ini juga diatur dalam ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 agar fungsinya dijalankan dengan baik oleh setiap orang. Berikut rambu rambu lalu lintas lengkap dengan artinya yang harus kamu pahami!

8 Rambu Rambu Lalu Lintas Lengkap dengan Gambar dan Artinya!

1. Stop atau Berhenti

rambu lalu lintas stop

Rambu lalu lintas pertama adalah stop atau berhenti yang di jalan ditandakan dengan rambu tanda stop dengan latar berwarna merah.

Rambu ini digunakan untuk melarang pengendara melaju atau berkendara di jalur tertentu. Jika ada tanda ini, pengendara diharuskan untuk berhenti hingga kondisi lebih aman untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas.

2. Dilarang Masuk

rambu lalu lintas dilarang masuk

Dilarang masuk biasanya ditandai dengan simbol strip berlatar warna merah yang digunakan untuk melarang pengendara atau pejalan kaki untuk memasuki suatu tempat.

Rambu ini dapat dilanggar oleh pihak-pihak yang memang memiliki pengecualian dan telah ditentukan.

3. Dilarang Berhenti

Gambar S berlatar putih yang dicoret dengan garis merah ditunjukkan bagi pengendara untuk tidak atau dilarang berhenti.

Jika kamu melihat rambu ini di jalan, hal tersebut menandakan bahwa pengendara tidak boleh parkir atau berhenti walaupun sejenak.

Jika dilanggar, maka pengendara tersebut akan dikenakan tilang sesuai dengan peraturan yang telah diatur oleh Undang-Undang dan berlaku di Indonesia.

4. Dilarang Parkir

Rambu dilarang parkir dapat kamu temukan di jalanan dengan tanda huruf P besar yang dicoret dengan garis merah.

Jika kamu menemukan rambu ini, berarti kendaraan tidak dapat berhenti atau diparkirkan di tempat tersebut.

5. Dilarang Melintas

Rambu dilarang melintas umumnya memiliki bentuk gambar kendaraan tertentu yang memiliki warna dasar putih, dilengkapi lingkaran dan garis merah melintang.

Jika gambar kendaraannya mobil, motor, ataupun truk, berarti jenis kendaraan tersebut tidak boleh melintasi jalan yang ada karena ketentuan yang telah ditetapkan, seperti truk yang tidak boleh melewati daerah permukiman warga dan sebagainya.

6. Tikungan Tajam ke Kanan dan Kiri

Rambu berbentuk segitiga kuning dengan gambar tikungan tajam, baik ke kiri maupun ke kanan, di tengahnya menandakan bahwa jalan di depan memiliki tikungan tajam.

Rambu ini digunakan untuk memperingati pengemudi untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan guna mengurangi risiko kecelakaan.

Tanda ini umumnya digunakan pada jalanan curam seperti pegunungan, ataupun daerah pemukiman warga sekitar, dan sebagainya.

7. Jembatan

Rambu berbentuk persegi panjang berwarna biru dengan gambar jembatan di tengah menandakan adanya jembatan di depan.

Karena itu, pengemudi disarankan untuk mengurangi kecepatan dan tetap waspada. Hal ini penting sebab tidak semua jembatan berukuran besar, beberapa bahkan dapat membahayakan.

Selain itu, setiap jembatan biasanya memiliki ketentuan mengenai batas beban kendaraan yang diperbolehkan melintas.

8. Turunan Curam

Rambu berbentuk segitiga berwarna kuning dengan simbol turunan curam di tengah memberikan peringatan bahwa jalan di depan memiliki medan menurun tajam.

Karena itu, pengemudi perlu menurunkan kecepatan dan berpindah ke gigi rendah. Rambu ini umumnya dipasang di wilayah dengan kontur tidak rata, seperti pegunungan atau perbukitan.

Sebelum melewati turunan tersebut, pengendara juga dianjurkan untuk memastikan kondisi rem dalam keadaan baik guna menghindari risiko rem blong.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel