Beranda
/
Artikel
/
Keuangan
/
7 Contoh Literasi Finansial di Kehidupan Sehari-hari serta Manfaatnya!

7 Contoh Literasi Finansial di Kehidupan Sehari-hari serta Manfaatnya!

6 February 2025 | MyProtection News Jakarta

Apa saja contoh literasi finansial? Sebelum memulai pembahasan tersebut, tahukah kamu yang dimaksud dengan literasi finansial atau keuangan?

Literasi keuangan sendiri mengacu pada kemampuan maupun pemahaman yang dimiliki seseorang guna memiliki skills untuk mengelola finansialnya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memiliki ilmu literasi finansial, maka kamu dapat dengan baik memanfaatkan serta mengelola keuangan dengan lebih bijak yang termasuk di dalamnya seperti pengelolaan uang pribadi, penganggaran, investasi, hingga perencanaan keuangan.

Untuk memiliki gambaran apa saja contoh literasi finansial, simak di bawah ini beberapa penerapan literasi keuangan yang harus kamu ketahui!

7 Contoh Literasi Finansial di Kehidupan Sehari-hari serta Manfaatnya!

Berikut ini beberapa contoh literasi keuangan dan penerapannya di kehidupan sehari-hari:

1. Hadir di Berbagai Jenis Tabungan

Contoh Literasi Finansial

pexels

Berbeda dengan sekarang, dulu ketika seseorang ingin menabung, yang harus dilakukan adalah pergi ke bank dan membuka rekening.

Kemudian, di bank tersebut akan ditawarkan tabungan dengan limit kecil, menengah, hingga besar dengan pilihan terbatas yang pada umumnya diterapkan di semua bank.

Namun, dengan perkembangan teknologi, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan merasa bahwa selama beberapa tahun terakhir, tingkat literasi finansial masyarakat Indonesia sudah mengalami perkembangan.

Oleh sebab itu, banyak lembaga keuangan yang mulai lebih percaya diri untuk memberikan dan menawarkan jenis tabungan berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing.

2. Partisipasi Aktif Masyarakat di Sektor Keuangan

contoh literasi finansial Partisipasi Aktif Masyarakat di Sektor Keuangan

pexels

Dengan adanya perkembangan teknologi dan serba digital saat ini menjadi sangat krusial dalam perkembangan literasi keuangan masyarakat. Di mana, segala informasi terkait finansial dapat dengan mudah didapatkan melalui internet.

Selain itu, informasi-informasi tersebut juga tidak harus berasal dari pemerintah maupun perusahaan saja.

Tapi, dengan mudahnya akses media sosial saat ini, setiap orang dapat dengan mudah membagikan opini dan pengetahuan mereka terkait keuangan dengan mudah.

Dengan banyaknya partisipasi masyarakat tersebut juga menjadi penanda bahwa tingkat literasi keuangan sebuah negara semakin membaik.

Informasi tersebut dapat dengan mudah di akses melalui berbagai platform media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan sebagainya.

3. Kesadaran untuk Menabung sejak Dini

contoh literasi finansial Kesadaran untuk Menabung sejak Dini

pexels

Selanjutnya, kesadaran untuk menabung sejak dini oleh masyarakat. Hal ini menjadi sangat krusial untuk mempopularkan pengetahuan untuk mulai menabung walaupun masih anak-anak untuk masa depan.

Proses ini sendiri juga mendorong anak tersebut untuk mampu memiliki pola pikir bahwa menabung itu penting dan dapat dimulai dari nominal sekecil apa pun.

Tujuan menabung sendiri berbeda pada tiap orang. Namun, dengan menabung maka akan adanya pengelolaan uang surplus guna mencapai tujuan tersebut.

4. Investasi

investasi - contoh literasi finansial

pexels

Di tengah masyarakat, investasi sendiri memiliki stigma, di mana banyak orang menganggap bahwa investasi hanya dapat dilakukan oleh orang kaya saja dan memiliki aset yang besar.

Padahal, saat ini sendiri investasi dapat dilakukan oleh semua orang dan tidak memerlukan nominal yang besar.

Seperti saat ini, di mana semakin banyaknya produk investasi dengan modal awal yang lebih terjangkau sampai bahkan hanya sebesar Rp 10.000 saja.

Banyak lembaga keuangan pula yang juga berlomba-lomba membuat program investasi yang lebih aman guna menargetkan para investor pemula.

5. Memutar Uang Pinjaman untuk Hal Produktif

Contoh literasi finansial selanjutnya sendiri dapat dilihat dari kemampuan seseorang untuk memutar uang pinjaman.

Meminjam uang sering kali memiliki stigma yang buruk di tengah masyarakat, padahal pada situasi tertentu guna mengembangkan kondisi finansial pribadi, proses ini menjadi salah satu faktor penting jika dimanfaatkan dengan baik.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya untuk hal yang produktif dan bukan untuk keperluan yang sifatnya konsumtif.

Seperti contohnya, ketika bisnis yang kamu jalani sedang berada di titik puncak, namun kamu belum memiliki modal yang cukup untuk melakukan ekspansi. Proses meminjam uang bisa menjadi solusi yang tepat guna memajukan bisnis yang kamu jalani.

6. Produk Keuangan Digital menjadi Gaya Hidup

Salah satu bentuk literasi keuangan digital dapat dilihat melalui produk keuangan digital yang sering kita gunakan setiap harinya. Mulai dari e-money, pay later, hingga pinjaman online.

Adanya pandemi Covid-19 mendorong kemajuan teknologi di banyak bidang, tidak terkecuali keuangan digital yang membuat masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya transaksi non-tunai yang dapat diakses dengan mudah melalui gadget.

Karena meningkatnya literasi keuangan masyarakat, banyak instansi jasa keuangan yang muncul mengeluarkan produknya masing-masing.

Penggunaan produk keuangan digital sendiri juga memiliki keuntungannya tersendiri, yaitu kemudahan untuk melakukan pelacakan proses keluar masuknya uang.

7. Memilih Lembaga Keuangan Syariah secara Selektif bagi Umat Muslim

Berdasarkan data hasil survei OJK, literasi keuangan syariah dari masyarakat Indonesia di tahun 2022 sendiri masih berada di angka 9,14%. Walaupun angkanya masih belum memuaskan, namun jika dibandingkan dengan tahun 2019 sudah mengalami peningkatan.

Peningkatan ini sendiri bukan tanpa alasan, salah satunya adalah karena semakin banyaknya lembaga dan juga masyarakat yang aktif mengampanyekan hal-hal seputar keuangan syariah.

Salah satu contoh literasi keuangan syariah adalah masyarakat muslim yang memiliki preferensi untuk memilih layanan perbankan maupun pembiayaan dengan basis syariah.

Aspek Literasi Finansial

Setelah mengetahui apa saja contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini ada aspek literasi keuangan yang masing-masing memiliki tujuan serta penjelasannya tersendiri.

1. Basic Personal File

Aspek pertama, yaitu dasar keuangan pribadi atau basic personal finance. Aspek ini sendiri meliputi berbagai hal yang bersangkutan dengan pemahaman dasar seseorang mengenai sistem keuangan.

Seperti contohnya, perhitungan bunga sederhana, bunga majemuk, inflasi, opportunity cost, time value of money atau nilai waktu, likuiditas aset, dan masih banyak lagi.

2. Money Management

Aspek selanjutnya, pengelolaan keuangan atau money management yang berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu mengelola keuangannya sendiri.

Hal ini yang berarti bahwa semakin tinggi kemampuan literasi finansial seseorang, maka secara langsung juga semakin baik pula kemampuan seseorang untuk mengelola keuangannya sendiri atau bahkan perusahaan.

3. Saving and Investment

Selanjutnya saving atau tabungan yang merupakan penyisihan sebagian dari pendapatan yang kamu miliki untuk mencapai tujuan yang di miliki dan tidak digunakan untuk kegiatan konsumsi.

Sedangkan, investasi atau investment sendiri merupakan bagian dari tabungan yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi guna menghasilkan barang serta jasa.

Seperti contohnya, investasi saham, reksadana, deposito, obligasi, P2P atau Peer to Peer Lending, dan sebagainya.

4. Risk Management

Aspek selanjutnya, yaitu risk management atau manajemen risiko. Risiko bukanlah sesuatu yang dapat diprediksi dan dapat muncul akibat adanya ketidakpastian.

Oleh sebab itu, memiliki manajemen risiko yang baik dapat membantu dalam meminimalisir risiko yang mungkin saja dialami serta mengoptimalkan keuntungan yang bisa didapatkan.

5. Credit and Debt Management

Aspek terakhir dari literasi keuangan adalah pengelolaan kredit dan pinjaman. Ini mencakup berbagai kegiatan yang saling berhubungan untuk mengelola kredit dengan baik.

Pengelolaan kredit melibatkan beberapa langkah penting, seperti menilai kelayakan kredit, menyusun kebijakan kredit, dan memantau serta mengendalikan kredit.

Penilaian kelayakan kredit adalah proses di mana bank menilai apakah calon peminjam mampu membayar kembali pinjaman berdasarkan riwayat kredit, pendapatan, dan aset.

Kebijakan ini harus dirancang dengan hati-hati untuk memastikan bahwa pinjaman yang diberikan aman dan menguntungkan.

Pemantauan dan pengendalian kredit adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pinjaman dikelola dengan baik dan mengambil tindakan jika ada masalah.

Manfaat Mempelajari Literasi Finansial

Setelah mengetahui contoh dan aspeknya yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Berikut ini manfaat mempelajari literasi keuangan, sebagai berikut.

1. Pengelolaan Uang yang Baik

Dengan memiliki literasi finansial yang baik, maka seseorang juga dapat mengelola uang dengan lebih baik.

Termasuk dalam pengaturan cash flow bulanan, mempersiapkan dana darurat, asuransi, hingga investasi.

Secara sederhana, jika seseorang memiliki literasi finansial yang baik, maka ia tidak akan mengalami kesulitan untuk membuat keputusan terkait strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dan mengembangkan kondisi finansial yang dimiliki.

2. Pemilihan Bijak Membelanjakan Uang

Manfaat selanjutnya, seseorang dapat dengan bijak membelanjakan uang jika memiliki keterampilan dalam literasi finansial, seperti membeli produk maupun jasa keuangan.

Pemilihan yang bijak mampu meningkatkan taraf hidup secara signifikan karena orang tersebut mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan baik.

3. Pendistribusian Kekayaan yang Lebih Merata

Selanjutnya, dengan adanya literasi keuangan yang baik maka dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Pada umumnya, banyak orang kaya melakukan investasi melalui lembaga keuangan terpercaya yang akan memberikan dampak positif pada ekonomi sekitar.

4. Terhindar dari Penipuan

Terakhir, ilmu literasi finansial juga mampu menghindari seseorang dari risiko penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Dengan memiliki ilmu literasi keuangan yang cukup, kamu akan terhindar dari pihak-pihak yang ingin menipu dan merugikan dirimu secara finansial menggunakan cara apa pun.

Meningkatnya teknologi saat ini juga bukan hanya memberikan dampak positif, tapi juga dampak negatif karena semakin mudahnya pihak tidak bertanggung jawab melakukan penipuan via online, mulai dari pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan masih banyak lagi.

Cara Meningkatkan Literasi Finansial

Tingkat literasi finansial yang tinggi dapat membantu seseorang mencapai tujuannya dengan lebih cepat khususnya dalam aspek keuangan. Namun, bagaimana cara meningkatkan literasi keuangan? Simak di sini!

  • Menyediakan waktu dan berkomitmen untuk terus belajar seputar keuangan.

  • Membuat serta mengevaluasi catatan finansial secara rutin setidaknya seminggu sekali.

  • Berdiskusi dengan orang lain yang memiliki pemahaman lebih mendalam seputar literasi finansial.

  • Mampu belajar dari pengalaman serta uji coba dan belajar dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

  • Melakukan konsultasi secara langsung dengan pakar perencana finansial.

  • Memiliki tekad dan menunjukkan sikap yang kuat untuk meraih tujuan finansial yang ingin dicapai.

Langkah Meningkatkan Literasi Finansial

Untuk membantu sahabat MyProtection dalam proses meningkatkan ilmu literasi finansialnya, berikut ini langkah-langkah dalam meningkatkan literasi keuangan.

1. Pendidikan & Pengetahuan

Langkah pertama, adalah memiliki pendidikan dan pengetahuan seputar literasi finansial yang bisa di dapat melalui buku, artikel, kursus, maupun seminar.

Topik-topik yang berkaitan dengan keuangan, mulai dari anggaran, tabungan, investasi, hutang hingga asuransi yang dapat membantu kamu lebih memahami proses finansial dan istilah-istilah keuangan.

2. Membuat Anggaran

Selanjutnya, membuat anggaran yang menjadi tahapan penting di proses pengelolaan finansial seseorang.

Dengan membuat anggaran yang baik, kamu dapat dengan mudah melakukan analisis pada setiap pengeluaran dan pendapatan milikmu serta mengalokasikan dana dengan lebih bijak.

Pencatatan ini juga dapat membantu sahabat MyProtection menyisihkan sisa pendapatan untuk ditabung dan berbagai keperluan darurat lainnya.

3. Pengelolaan Hutang

Pengelolaan hutang melibatkan pemahaman mendalam jenis serta bunga hutang yang kamu miliki.

Setelah itu, membuat rencana untuk membayarnya secara teratur dan menghindari menambah hutang jika tidak mendesak. Dahulukan hutang dengan suku bunga yang lebih tinggi terlebih dahulu untuk mengurangi beban.

Selanjutnya, menabung serta investasi yang dapat dilakukan guna mencapai tujuan tabungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Memiliki pemahaman seputar investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu, dan konsultasikan bersama ahli keuangan jika kamu ingin menggunakan opsi investasi yang lebih kompleks.

4. Asuransi & Proteksi

Literasi finansial juga dapat dilihat bagaimana seseorang memiliki pemahaman tentang kebutuhan asuransinya dan jenis asuransi apa saja yang tersedia.

Asuransi bermanfaat untuk memberikan perlindungan bagi diri dan juga aset yang dimiliki berdasarkan ketentuan polis asuransi yang tersedia.

5. Pemantauan & Evaluasi

Melakukan pemantauan dan evaluasi finansial secara berkala. Hal ini termasuk anggaran, tabungan, hingga investasi yang kamu miliki secara rutin.

Menyesuaikan rencana finansial yang kamu miliki melalui perubahan gaya hidup maupun tujuan yang ingin dicapai.

Selanjutnya, melakukan pengamatan perkembangan keuangan yang kamu miliki secara teratur dan jika perlu lakukan evaluasi dan perbaikan.

6. Menggunakan Teknologi Keuangan

Perkembangan teknologi juga berdampak pada sektor keuangan, untuk dapat membantu dapat proses pengelolaan uang, platform serta aplikasi keuangan saat ini dapat mempermudah proses tersebut.

Melalui aplikasi ini, kamu dapat memiliki banyak fitur mulai dari pemantauan pengeluaran, reminder untuk tagihan serta manajemen portofolio investasi sehingga semuanya dilakukan secara otomatis.

7. Diskusi & Kolaborasi

Terakhir, proses diskusi serta kolaborasi. Dalam pengelolaan keuangan yang baik, berdiskusi bersama keluarga maupun pasangan hidup dapat menyelesaikan banyak masalah guna mencapai kesepakatan finansial bersama.

Selain itu, kamu juga dapat bergabung dengan berbagai komunitas maupun forum online yang membahas seputar finansial dan literasi keuangan untuk memiliki pemahaman mendalam seputar topik tersebut.

Nah, itulah berbagai contoh literasi finansial dalam kehidupan sehari-hari dan mengapa literasi keuangan sendiri menjadi penting dan krusial bagi diri sendiri dan juga negara.

Dengan tingginya literasi finansial yang dimiliki, maka pengelolaan uang yang dimiliki seseorang juga akan menjadi lebih baik. Seseorang juga akan menjadi lebih bijak dalam mengatur keuangannya.

Seperti salah satunya dengan berinvestasi yang hasilnya tidak dapat dirasakan secara langsung. Namun, investasi akan sangat bermanfaat di masa depan. Sama dengan asuransi yang dapat menjadi solusi perlindungan kesehatan yang tepat.

Salah satu rekomendasinya adalah Perlindungan Kesehatan Prima yang memiliki banyak keunggulan produk, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 09/12/2019
Seharian Kerja Depan Komputer? Stretching Dulu, Yuk!

Jakarta, 9 Desember 2019 - MyProtection News

Sebagian dari kita mungkin merasa nyaman sebagai pekerja kantor. Walaupun pekerjaannya mungkin mengasyikan, tapi ada juga resiko bekerja kantoran. Terutama jika Anda adalah pekerja atau individu yang harus menggunakan komputer seharian. Mungkin Anda pernah merasakan ketiga kondisi ini. Leher pegal, mata perih, dan tubuh yang kaku karena harus duduk dengan posisi yang sama selama berjam-jam.

Menurut riset, terlalu lama duduk bisa mempengaruhi kesehatan seperti gangguan tulang leher, pengingkatan resiko obesitas, melemahnya otot, dan gangguan pada kaki. Belum lagi sempitnya ruang bekerja mungkin mempengaruhi kebebasan bergerak Anda. Stres dan tekanan kerja juga bisa menambah rasa tidak nyaman pada tubuh maupun psikis. Padahal jika tubuh tidak fit, rasanya konsentrasi bekerja pun akan terganggu.

Karenanya, agar badan bisa kembali segar dan fokus kembali maksimal, Anda bisa mencoba gerakan stretching ringan di bawah ini!

  1. Peregangan atau stretching leher: Putar leher Anda menghadap kanan, tahan 10 detik, lalu ganti posisi leher menghadap kiri dan ulangi step selanjutnya.
  2. Peregangan atau stretching bahu: putar bahu Anda ke arah depan 10 kali dan ke arah belakang 10 kali dan ulangi secukupnya untuk mengurangi rasa pegal.
  3. Peregangan atau stretching pinggang: putar badan bagian atas Anda ke arah kanan, tahan 10 detik, lalu ulangi step yang sama dengan menghadap ke kiri
  4. Peregangan atau stretching tangan: putar pergelangan tangan Anda ke atas dan ke bawah lalu lakukan kibas-kibaskan telapak tangan selama 1 menit agar kembali siap mengetik di keyboard
  5. Peregangan atau stretching kaki: sambul duduk di kursi Anda, angkat kaki dari lantai dan luruskan, gerakan pergelangan kaki Anda ke atas dan ke bawah.

Selain melakukan stretching ringan seperti di atas, Anda juga bisa memanfaatkan ruang kantor untuk bergerak. Misalnya, biasakan menggunakan tangga daripada lift untuk naik ke lantai atas yang tidak terlalu tinggi. Anda juga bisa sering bergerak mengambil minum dari cubicle ke pantry. Manfaatkan juga waktu istirahat untuk melakukan peregangan tubuh.

Selamat mencoba!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read 07/08/2025
Apa Itu Generasi Sandwich? Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Generasi sandwich, istilah yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat dan menjadi fenomena di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Sandwich generation sendiri sering kali dikaitkan dengan seorang anak di dalam sebuah keluarga yang harus menghidupi orang tua, keluarga, hingga anak-anaknya di waktu bersamaan.

Karena itu, mereka sering kali memiliki banyak tekanan secara psikis yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas di tahun 2022, sandwich generation di Indonesia menyentuh angka 67 persen atau sekitar 56.000.000 jiwa penduduk usia produktif.

Oleh sebab itu, sandwich generation telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi di tengah masyarakat saat ini. Untuk memahami lebih mendalam terkait apa yang dimaksud dengan generasi ini, dalam artikel ini kita akan bahas mendalam seputar generasi sandwich. Simak informasinya!

Apa Itu Generasi Sandwich? Penyebab dan Cara Pencegahannya!

Generasi sandwich merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya, termasuk orang tua, diri sendiri, hingga anaknya.

Sandwich generation merupakan sebuah istilah yang pertama kali dibuat oleh Dorothy A. Miller, profesor asal Kentucky University, dalam bukunya Social Work di tahun 1981.

Menurutnya fenomena ini dapat dianalogikan sebagai sebuah roti sandwich, di mana orang tua dan anak disebut sebagai roti lapisan atas dan bawah dengan orang yang berada di posisi generasi sandwich sebagai isi atau daging roti tersebut yang terhimpit di antara dua roti tersebut.

data sebaran generasi sandwich

(instagram: katadatacoid)

Generasi sandwich sendiri sangat umum dan sering terjadi di Indonesia. Di mana, berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS di tahun 2017, terdapat 77,82 persen keluarga yang mengalami fenomena ini dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menopang kehidupannya sendiri melalui investasi atau uang pensiun.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lansia memilih tinggal bersama anak, menantu, dan cucu di satu rumah yang sama.

Dan hanya 20 persen lansia yang tinggal dengan pasangannya. Sedangkan 9 persen dari usia lansia memutuskan hidup sendiri dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Tipe Generasi Sandwich

Sandwich Generation sendiri dapat dibagi ke tiga tipe, yang terdiri dari traditional sandwich generation, club sandwich generation, dan open-faced generation. Apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.

1. Traditional Sandwich Generation

Tipe yang pertama merupakan golongan yang umum terjadi dalam masyarakat. Lingkup keuangan dari generasi sandwich tradisional mencakup tanggung jawab finansial terhadap orang tua yang sudah lanjut usia, pasangan, dan anak-anak mereka.

Individu yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus mengelola keuangan untuk tiga generasi sekaligus, yang bisa menjadi beban yang cukup berat.

Besar kemungkinan orang yang termasuk dalam jenis ini akan mewariskan status ini kepada anak-anak mereka.

Hal ini terjadi karena anak-anak mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana orang tua mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar.

Akibatnya, mereka mungkin merasa berkewajiban untuk melakukan hal yang sama ketika mereka dewasa nanti.

Dengan demikian, mereka terjebak dalam rantai ini, yang bisa berlanjut dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan keluarga.

Selain itu, tekanan finansial yang dihadapi oleh generasi sandwich ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mencari cara untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan mencari dukungan jika diperlukan, agar tidak terus-menerus terjebak dalam siklus yang sama.

2. Club Sandwich Generation

Beban yang ditanggung oleh tipe club sandwich generation jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tipe traditional sandwich generation.

Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keuangan anak-anak dan orang tua mereka, tetapi juga harus menanggung biaya hidup kakek dan nenek mereka.

Hal ini membuat tekanan finansial yang mereka hadapi menjadi lebih berat dan kompleks. Jenis ini biasanya berasal dari keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama atau saling bergantung satu sama lain.

Dalam situasi ini, anggota keluarga dari berbagai usia hidup bersama di bawah satu atap atau dalam jaringan dukungan yang sangat erat.

Mereka harus mengelola kebutuhan finansial yang beragam, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan orang tua, hingga kebutuhan sehari-hari kakek-nenek.

Selain itu, club sandwich generation sering kali harus menghadapi tantangan tambahan seperti biaya perawatan kesehatan yang tinggi untuk anggota keluarga yang lebih tua, serta kebutuhan untuk menyediakan dukungan emosional dan fisik.

Mereka mungkin harus mengorbankan waktu pribadi dan karier mereka untuk memastikan semua anggota keluarga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Tekanan ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari cara untuk mengelola stres dan mencari dukungan dari luar, seperti bantuan profesional atau komunitas yang memahami situasi mereka.

Dengan demikian, mereka dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi mereka.

3. Open-Faced Sandwich Generation

Yang terakhir, tipe open-faced sandwich generation, yang merupakan jenis generasi sandwich yang unik. Generasi ini terdiri dari individu yang sudah berpasangan, tetapi belum memiliki anak.

Meskipun mereka belum memiliki tanggungan anak-anak, mereka tetap memiliki tanggung jawab finansial yang signifikan. Tanggungan keuangan utama mereka, selain untuk kebutuhan keluarga inti mereka sendiri, adalah orang tua mereka.

Mereka harus memastikan bahwa orang tua mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan, baik dari segi finansial maupun emosional.

Ini bisa mencakup biaya perawatan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan mungkin juga biaya perawatan jangka panjang jika orang tua mereka memerlukan bantuan tambahan.

Meskipun beban finansial mereka mungkin tidak seberat generasi sandwich lainnya yang harus mengurus anak-anak dan kakek nenek, open-faced sandwich generation tetap menghadapi tantangan tersendiri.

Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan pasangan dan orang tua mereka, sambil juga mempersiapkan masa depan mereka sendiri, termasuk perencanaan keuangan untuk kemungkinan memiliki anak di masa depan.

Selain itu, mereka juga harus mengelola waktu dan energi mereka dengan bijak, karena mereka mungkin harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, dan orang tua.

Tekanan ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik mereka, sehingga penting bagi mereka untuk mencari dukungan dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola tanggung jawab ini dengan lebih efektif.

Dengan demikian, meskipun open-faced sandwich generation mungkin tampak memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sandwich generation lainnya, mereka tetap menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan strategi yang baik untuk mengelola tanggung jawab mereka.

Dampak Generasi Sandwich

dampak generasi sandwich

pexels

Setelah memahami dan mengetahui lebih dalam terkait pengertian sandwich generation, berikut ini dampak negatif yang dapat dialami seseorang yang mengalami fenomena ini.

1. Tingkat stres yang tinggi

Dampak pertama yang dapat dirasakan seseorang di posisi generasi sandwich adalah memiliki tingkat stres yang tinggi.

Hal ini dapat terjadi karena orang tersebut akan selalu memiliki rasa khawatir akan kondisi finansial dan bagaimana cara membiayai dan memberi makan keluarganya.

Dengan begitu, penghasilan yang didapatkan tidak dapat ditabung atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, semua pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anaknya yang dijadikan prioritas hidupnya.

2. Kelelahan fisik dan mental atau burnout

Kelelahan fisik dan mental atau yang disebut juga sebagai burnout juga bisa terjadi dari stres terus menerus yang berkepanjangan, ditambah beban di tempat kerja, sehingga seseorang yang berada di posisi tersebut terus menerus merasa lelah secara fisik dan mental.

Stres yang terus menerus juga memiliki dampak besar bagi tubuh, mulai dari penyakit fisik seperti pusing, kelelahan, hingga kebotakan dini. Maupun penyakit mental seperti depresi hingga panic attack.

3. Perasaan tidak puas dan bersalah

Perasaan tidak puas dan merasa bersalah juga sering kali dialami oleh orang yang berada di posisi sandwich generation. Rasa bersalah muncul pada seseorang jika mengalami kegagalan atau tidak mencapai suatu tujuan.

Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa ia ada di posisi dengan tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, kegagalan tidak boleh terjadi karena dapat berpotensi mengurangi sumber penghasilan dan mengurangi peluangnya dalam perkembangan karier.

Walaupun begitu, seseorang di posisi generasi sandwich sering kali tidak akan pernah merasa puas walau sudah sukses dan cemerlang dalam karier.

Salah satu alasannya adalah perasaan rasa takut akan kondisi finansial yang belum stabil. Karena ia akan memiliki ketakutan terus menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarganya yang membuat mereka tertekan terus menerus yang dapat membuatnya stres serta depresi.

4. Mudah merasa khawatir

Perasaan khawatir dapat dengan mudah muncul pada seseorang yang berada di posisi sandwich generation terutama jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencananya.

Contohnya, jika ada pengeluaran mendadak yang tidak terduga, seperti orang tua dan anak-anak sakit sehingga harus mengeluarkan biaya besar.

Di mana, kondisi keuangan yang pas-pasan yang dapat menimbulkan rasa cemas dan khawatir untuk memilih keputusan yang tepat.

Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan memiliki perlindungan secara finansial, asuransi Perlindungan Kesehatan Prima bisa menjadi solusi yang dapat memberikan perlindungan kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat bagi individu dan keluarga.

Terdapat berbagai keuntungan yang dimiliki produk Perlindungan Kesehatan Prima:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

Penyebab Adanya Generasi Sandwich

Kemunculan banyaknya generasi sandwich sendiri bukan tanpa penyebab, terdapat beberapa faktor yang membuat sandwich generation terjadi, seperti:

1. Kurangnya kemampuan finansial

Penyebab pertama terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk mengatur kondisi finansial yang baik.

Hal ini dapat disebabkan karena seseorang yang tidak mempersiapkan tabungan untuk masa depan atau ketika pensiun sehingga tidak lagi memiliki cadangan dana di saat hal darurat atau tak terduga terjadi.

Itulah sebabnya ketika orang tersebut pada akhirnya pensiun, mereka tidak lagi memiliki simpanan dana yang cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri dan harus bergantung pada orang lain, seperti anaknya, yang menyebabkan terjadinya sandwich generation.

2. Membeli barang tidak penting

Faktor kedua yang dapat menyebabkan seseorang terjebak di generasi sandwich adalah kebiasaan menghabiskan uang untuk barang-barang tidak penting.

Hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak mampu menetapkan prioritas finansial yang harus didahulukan dan terus menerus membeli barang yang kurang bermanfaat untuk hiburan semata dibandingkan dengan barang yang diperlukan.

3. Generasi sandwich turun temurun

Salah satu permasalahan yang dihadapi banyak negara berkembang adalah banyaknya kasus generasi sandwich generation yang harus segera diberantas.

Hal ini dikarenakan banyak pihak keluarga yang menganggap bahwa seorang anggota keluarga yang bekerja keras untuk menghidupi kehidupan anggota keluarga lainnya merupakan sesuatu hal yang wajar dan lumrah.

Kejadian inilah yang membuat anak-anak di keluarga yang melihat hal ini menjadi berpikir bahwa fenomena ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan pada akhirnya menirukan sikap tersebut ke anak-anaknya kelak saat mereka tua.

Cara Mengurangi Risiko Generasi Sandwich

Cara Mengurangi Risiko Generasi Sandwich

pexels

Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan sandwich generation, berikut ini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi risikonya agar terhindar dari fenomena tersebut. Simak cara meminimalisir risiko generasi sandwich berikut ini.

1. Memonitor pengeluaran dan pemasukan

Pertama, memonitor pengeluaran dan pemasukan saat membeli kebutuhan dasar maupun kebutuhan lainnya guna memonitor pengeluaran serta mencatat pemasukan yang didapatkan.

2. Mengelola finansial dengan bijak

Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan yang ada, kamu dapat dengan mudah memonitor finansial dengan lebih baik dan mengurangi pengeluaran yang dianggap kurang penting dan berlebihan ke depannya.

3. Memiliki penghasilan yang mencukupi, lebih dari satu sumber

Agar memiliki tambahan penghasilan, kamu juga dapat mencari sumber penghasilan lain sehingga tidak mengandalkan satu sumber saja.

Salah satunya contohnya adalah membuat bisnis sampingan maupun memulai berinvestasi yang dapat bermanfaat sebagai dana tambahan jika suatu saat dibutuhkan untuk keperluan mendadak.

4. Melakukan komunikasi dengan kerabat

Langkah selanjutnya bagi sahabat MyProtection yang sedang terjebak di fenomena sandwich generation adalah mampu berbagi beban dengan orang lain atau kerabat dan jangan menanggung semuanya sendiri.

Kamu dapat berbagi beban dengan kerabat mulai dari saudara kandung maupun anggota keluarga lainnya. Dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka beban finansial yang dipikul akan berkurang.

Nah, itulah penjelasan seputar generasi sandwich yang saat ini sering kali menjadi topik perbincangan di Indonesia sebagai negara berkembang. Banyak orang yang terjebak di posisi ini sedang berjuang untuk keluar dari keadaan tersebut.

Seperti yang dibahas di atas juga terdapat cara-cara yang dapat dijalankan guna meminimalisir risiko sahabat MyProtection terjebak di sandwich generation ini. Salah satunya adalah lebih bijak dalam membeli barang.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli perlindungan asuransi yang tepat sebagai langkah perencanaan keuangan yang lebih baik. Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi tepat bagi kamu maupun keluarga agar tetap merasa aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. 

Baca Artikel
Travel
5 mins read 05/03/2025
16 Oleh-Oleh Singapura yang Khas dan Wajib Dibeli Para Wisatawan!

Oleh-oleh Singapura sering kali menjadi incaran para wisatawan yang berkunjung. Bukan hanya makanan, tetapi terdapat berbagai barang menarik lainnya yang dapat dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke negeri singa ini.

Sebagai salah satu negara yang paling banyak diminati sebagai destinasi wisata, oleh-oleh Singapura juga memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri. Lalu apa saja oleh-oleh yang dapat dijadikan referensi bagi sahabat MyProtection yang berkunjung? Simak di sini!

16 Oleh-Oleh Singapura yang Khas dan Wajib Dibeli Para Wisatawan!

Berikut ini adalah beberapa referensi oleh-oleh Singapura yang khas dan unik buat para wisatawan yang berkunjung, sebagai berikut.

1. Suvenir Merlion

suvenir merlion - oleh-oleh singapura

pexels

Oleh-oleh Singapura pertama adalah suvenir dengan bentuk Merlion yang menjadi lambang khas dari negara Singapura.

Merlion yang memiliki bentuk kepala singa dengan badan yang terdiri dari sirip dan ekor ikan, menjadikan Merlion menjadi ciri khas tersendiri dari Singapura dan daya tarik wisatawan dari berbagai negara.

Suvenir Merlion juga ada dalam berbagai bentuk untuk dibeli para wisatawan, seperti gantungan kunci, miniatur atau patung kecil, kaos, dan masih banyak lagi.

Karena bentuknya yang unik dan harganya yang terjangkau, suvenir ini sangat digemari oleh para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh bagi kerabat dan keluarga.

Sahabat MyProtection dapat menemukan suvenir Merlion ini di berbagai tempat wisata seperti Mustafa Center, Chinatown, Bugis Street, Lucky Plaza, maupun Peninsula Plaza.

2. Tembikar Tradisional

Tembikar Tradisional - oleh-oleh singapura

Selanjutnya, tembikar tradisional juga menjadi salah satu oleh-oleh Singapura yang banyak diminati oleh para wisatawan yang hadir dalam berbagai bentuk.

Bentuknya yang cantik dan unik juga menjadi salah satu daya tariknya tersendiri, para wisatawan dalam membelinya dalam bentuk vas, lampu, mangkuk, pot, atau hingga piring.

Salah satu destinasi yang harus dikunjungi untuk membeli oleh-oleh ini adalah Thow Kwang Pottery Jungle yang sudah ada sejak tahun 1965 yang menjadi salah satu destinasi wisata di Singapura.

3. Kaos Singapura

kaos singapura - oleh-oleh singapura

Oleh-oleh yang digemari para wisatawan selanjutnya adalah kaos Singapura karena hadir dengan berbagai jenis model dan warna yang dapat dipilih sesuai selera masing-masing.

Pada umumnya, desain dari kaosnya sendiri meliputi gambar lambang merlion yang menjadi ciri khas dari Singapura. Kaos diminati karena bentuk dan penyimpanannya yang mudah, serta sifatnya yang fungsional.

Untuk membeli kaos Singapura sendiri, wisatawan dapat menemukannya di berbagai spot wisata dengan kualitas dan kisaran harga yang beragam dari terjangkau hingga kisaran harga tinggi.

4. Parfum Anggrek

parfum anggrek - oleh-oleh singapura

pexels

Parfum anggrek atau orchid perfume juga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Singapura bagi para wisatawan.

Hal ini dikarenakan Singapura juga dikenal dengan Kota Taman dengan bunga yang beragam di dalamnya. Salah satunya adalah bunga anggrek yang menjadi salah satu jenis bunga paling ikonik.

Harga parfum anggrek yang ada sendiri juga beragam. Mulai dari yang termurah, mulai dari 28 dolar Singapura atau sekitar Rp 310.000, atau bahkan hingga 106 dolar Singapura atau sekitar Rp 1.200.000, yang bervariatif tergantung kualitas dan ukuran parfumnya.

5. Tiger Balm

Tiger Balm - oleh-oleh singapura

https://id.wikipedia.org/wiki/Tiger_Balm

Selanjutnya, tiger balm yang menjadi salah satu oleh-oleh Singapura yang paling banyak diminati oleh para wisatawan dan direkomendasikan di berbagai sumber.

Tiger balm merupakan olesan herbal legendaris yang dipercaya memiliki banyak manfaat untuk menyembuhkan penyakit dan sudah ada sejak jaman istana kaisar Tiongkok kuno.

Dipercaya, produk olesan ini memiliki banyak khasiat, mulai dari meredakan sakit kepala, nyeri otot, hingga rasa gatal pada tubuh.

Karena bentuknya yang kecil, Tiger Balm dapat dengan mudah dibawa saat perjalanan dan mampu dibeli oleh para wisatawan di berbagai tempat, mulai dari toko suvenir hingga apotek.

Liburan ke Luar Negeri Jadi Lebih Tenang
Manfaat pembatalan perjalanan hingga USD 5.000 dan perlindungan lainnya.
Dapatkan Diskon 20% di MyTravel Protection International

6. Cokelat Singapura

Salah satu oleh-oleh makanan dari Singapura yang banyak diminati wisatawan adalah cokelat Singapura yang beragam mulai dari jenis bahannya hingga bentuk.

Sahabat MyProtection dapat dengan mudah menemukan cokelat ini di berbagai toko cokelat yang menyuguhkan berbagai variasi dan merek yang berbeda.

Terdapat jenis cokelat yang digemari oleh para wisatawan, yaitu cokelat Merlion yang memiliki bentuk unik dan cocok untuk dijadikan buah tangan bagi kerabat dan keluarga terdekat.

7. Bak Kwa

Bak Kwa

https://www.sharefood.sg/wp-content/uploads/2020/01/Beauty-shot-3-3-640x360.jpg

Bagi kamu pencinta makanan, Bak Kwa juga menjadi oleh-oleh yang tidak boleh terlewatkan. Bak Kwa merupakan olahan daging asap yang dikenal karena perpaduan rasanya yang unik, cita rasa manis, gurih, serta smoky yang menggugah selera.

Pada umumnya, Bak Kwa dibuat menggunakan daging babi. Namun, bagi para wisatawan yang tidak bisa memakan daging babi, terdapat juga pilihan daging ayam dan sapi.

Bak Kwa bisa dimakan secara langsung maupun dijadikan menu pendamping untuk dimakan bersama nasi tergantung selera dengan harga kisaran 52 dolar Singapura atau setara Rp 600.000an.

8. Salted Egg Fish Skin

Oleh-oleh khas Singapura selanjutnya adalah salted egg fish skin, camilan yang terbuat dari kulit ikan salmon dan dilapisi bumbu kuning telur yang mengunggah selera dan rasanya tidak perlu diragukan kembali.

Karena kepopularitasannya di tengah para wisatawan, camilan yang satu ini juga banyak diminati oleh para wisatawan dengan harga per bungkusnya berada di kisaran harga Rp 115.000.

Dan, merek yang paling terkenal adalah Irvins dan The Golden Duck yang wajib dibeli saat kamu berlibur ke Singapura!

9. Selai Kaya

Selanjutnya, selai kaya yang terbuat dari bahan dasar buah srikaya, santan, gula dan telur serta sering kali dijadikan topping di roti lapis yang memberikan cita rasa unik dan menarik.

Rasanya yang lembut serta manis membuat selai kaya banyak diminati oleh banyak wisatawan. Di Singapura juga harga dari buah srikaya relatif mahal karena penyebaran buahnya tidak sebanyak di Indonesia.

Untuk mendapatkan selai kaya di Singapura, para wisatawan dapat mengunjungi Ya Kun maupun Kiliney yang memang sudah dikenal menjual selai kaya yang enak dan berkualitas.

10. Pasta Laksa

Laksa yang menjadi salah satu hidangan khas Singapura yang merupakan hidangan mie berkuah santan pedas dan kaya akan rempah-rempah yang juga dapat dijadikan oleh-oleh.

Laksa di Singapura sendiri hadir dalam berbagai merek yang dapat dipilih oleh para wisatawan dengan kisaran harga mulai dari 5 hingga 10 dolar singapura atau sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

11. Snack Khas Singapura

Camilan digemari oleh banyak orang karena selainnya rasanya yang enak, camilan biasanya terasa ringan dan mudah di kunyah di mulut.

Begitu pula dengan snack Singapura yang memiliki camilan unik dengan rasa khas yang banyak diminati oleh para wisatawan. Mulai dari keripik rasa laksa, kari ikan, nasi ayam, dan masih banyak lagi.

Untuk mendapatkan camilan-camilan ini, sahabat MyProtection dapat membelinya di berbagai pusat perbelanjaan yang kamu temui.

12. Sling

Selain makanan, Singapura juga memiliki minuman khas yang sering dijadikan oleh-oleh, yaitu Singapore Sling.

Minuman ini merupakan koktail yang pertama kali dibuat pada tahun 1915 di Long Bar, Raffles Hotel, Singapura. Berbahan dasar gin, Singapore Sling adalah minuman beralkohol yang memiliki rasa manis dan segar, dengan campuran jus nanas, jus lemon, grenadine, dan sedikit soda.

Karena kandungan alkoholnya, penting untuk berhati-hati saat mengonsumsinya dan memastikan bahwa kamu mematuhi peraturan setempat mengenai minuman beralkohol.

Singapore Sling biasanya dijual dalam botol siap minum, sehingga memudahkan wisatawan untuk membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Sahabat MyProtection dapat menemukan Singapore Sling di berbagai pusat perbelanjaan dan toko oleh-oleh di Singapura, seperti di Changi Airport, Mustafa Centre, dan berbagai supermarket besar.

Beberapa merek terkenal yang menawarkan Singapore Sling dalam kemasan botol antara lain Raffles Hotel dan The Original Singapore Sling.

Dengan membawa pulang Singapore Sling, kamu tidak hanya membawa rasa khas Singapura, tetapi juga sepotong sejarah dan budaya dari negara tersebut.

Minuman ini bisa menjadi cara yang sempurna untuk mengenang perjalananmu ke Singapura dan berbagi pengalaman unik dengan keluarga dan teman-teman di rumah.

Jadi, jika kamu mencari oleh-oleh yang berbeda dari Singapura, jangan lupa untuk mencoba dan membawa pulang Singapore Sling.

Nikmati minuman ini dengan bijak dan rasakan sensasi rasa yang telah menjadi bagian dari warisan kuliner Singapura selama lebih dari satu abad.

13. Durian Puffs

Bagi kamu penggemar kuliner, durian puffs dari Singapura adalah salah satu oleh-oleh yang tidak boleh dilewatkan. Durian puff adalah kue yang berisikan fla dari buah durian, tanpa tambahan krim atau gula, sehingga rasa durian yang khas benar-benar terasa.

Tekstur kue yang lembut berpadu dengan fla durian yang creamy, menciptakan sensasi rasa yang unik dan lezat.

Durian puffs ini sangat populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal. Harganya pun cukup terjangkau, berkisar antara 2 hingga 5 dolar Singapura, atau sekitar Rp 20.000 hingga Rp 60.000.

Beberapa tempat terkenal yang menjual durian puffs di Singapura antara lain Goodwood Park Hotel dan Four Seasons Durians. Kedua tempat ini dikenal dengan kualitas durian puffs mereka yang tinggi dan rasa yang autentik.

Durian puffs biasanya dikemas dengan praktis, sehingga mudah dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Selain itu, durian puffs juga bisa menjadi pilihan yang sempurna untuk berbagi kenikmatan kuliner Singapura dengan keluarga dan teman-teman di rumah.

Dengan membawa pulang durian puffs, kamu tidak hanya membawa rasa khas Singapura, tetapi juga pengalaman kuliner yang unik dan tak terlupakan.

Jadi, jika kamu berkunjung ke Singapura, jangan lupa untuk mencoba dan membawa pulang durian puffs sebagai oleh-oleh. Rasakan sendiri kelezatan kue ini dan bagikan dengan orang-orang terdekatmu!

14. Garrett Popcorn

Garret Popcorn yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat telah ada sejak tahun 1949. Walaupun bukan berasal dari Singapura, banyak wisatawan Indonesia membeli dan menjadikan Garret Popcorn sebagai oleh-oleh karena menjadi gerai terdekat dari Indonesia.

Dengan berbagai rasa yang ditawarkan serta tekstur popcorn yang lembut, tebal, serta renyah Garret Popcorn menjadi pilihan banyak wisatawan untuk di bawa pulang. Harga dari Garret Popcorn sendiri berada di kisaran 7 hingga 50 dolar Singapura atau sekitar Rp 95.000 hingga Rp 600.000.

Terdapat beberapa gerai di Singapura yang dapat kamu kunjungi, seperti Orchard Road, Vivo City, CityLink Mall, Wisma Atria Shopping Center, atau bahkan di Changi International Airport.

15. Teh Tarik dan Kopi

Singapura memiliki tradisi minum teh tarik dan kopi yang kuat, yang menjadi bagian penting dari budaya kuliner mereka. Oleh karena itu, teh tarik dan kopi sering menjadi pilihan oleh-oleh populer bagi wisatawan yang berkunjung ke negara ini.

Teh tarik, yang berarti "teh yang ditarik", adalah minuman teh susu yang dibuat dengan cara menuangkan teh dan susu dari satu cangkir ke cangkir lainnya secara berulang-ulang hingga menghasilkan busa yang khas.

Sementara itu, kopi Singapura terkenal dengan rasa yang kuat dan aroma yang khas, sering kali disajikan dengan susu kental manis.

Untuk memudahkan wisatawan membawa pulang kenikmatan ini, banyak merek lokal yang menawarkan teh tarik dan kopi dalam bentuk paket instan.

Produk-produk ini dikemas dengan praktis, sehingga mudah dibawa dan disimpan. Beberapa merek terkenal seperti Owl, Gold Kili, dan Super menawarkan berbagai varian teh tarik dan kopi instan yang bisa dipilih sesuai selera.

Dengan membeli teh tarik dan kopi instan sebagai oleh-oleh, kamu tidak hanya membawa pulang rasa khas Singapura, tetapi juga berbagi pengalaman budaya dengan keluarga dan teman-teman di rumah. Oleh-oleh ini menjadi pilihan yang sempurna untuk mengenang perjalanan kamu ke Singapura.

16. Chili Crab Sauce

Chilli Crab adalah salah satu hidangan paling terkenal dari Singapura, yang dikenal dengan rasa pedas dan manisnya yang khas.

Hidangan ini biasanya terdiri dari kepiting yang dimasak dalam saus tomat pedas yang kental, menciptakan perpaduan rasa yang menggugah selera.

Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang kenikmatan Chilli Crab, saus Chilli Crab siap pakai menjadi pilihan oleh-oleh yang sempurna.

Dengan saus ini, kamu dapat mencoba membuat hidangan ikonik ini di rumah tanpa perlu repot meracik bumbu dari awal. Saus chili crab siap pakai ini biasanya sudah mengandung semua bahan utama yang diperlukan, seperti cabai, tomat, dan rempah-rempah, sehingga Anda hanya perlu menambahkan kepiting segar.

Saus chilli crab tersedia di berbagai supermarket dan toko oleh-oleh di Singapura, seperti NTUC FairPrice, Cold Storage, dan Mustafa Centre. Beberapa merek lokal yang terkenal dengan saus chilli crab mereka antara lain Prima Taste dan Dancing Chef.

Produk-produk ini dikemas dengan praktis, sehingga mudah dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Dengan membawa pulang saus chilli crab, Anda tidak hanya membawa rasa khas Singapura, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pengalaman kuliner yang unik dengan keluarga dan teman-teman di rumah.

Oleh-oleh ini menjadi cara yang sempurna untuk mengenang perjalanan Anda ke Singapura dan menikmati hidangan lezat kapan saja.

Nah, itulah rekomendasi oleh-oleh Singapura yang khas dan wajib para wisatawan bawa untuk kerabat dan keluarga terdekat. Selain karena unik dan sulit ditemukan di luar Singapura, oleh-oleh tersebut dapat menjadi cendera mata bagi para wisatawan.

Bagi sahabat MyProtection yang ingin bepergian dan melakukan perjalanan ke luar negeri penting untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan asuransi MyTravel Protection International dari LGI yang akan memberikan perlindungan bagi kamu dan keluarga dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan.

Hal ini termasuk sakit, kecelakaan, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, penundaan atau delay serta ketidaknyamanan lainnya. Perlindungan juga berlaku selama periode asuransi, artinya kamu akan dilindungi oleh jaminan asuransi selama perjalanan.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel