Beranda
/
Artikel
/
Otomotif
/
4 Tanda Baterai Remote Mobil Habis dan Cara Tepat Menggantinya!

4 Tanda Baterai Remote Mobil Habis dan Cara Tepat Menggantinya!

2 February 2026 | MyProtection News Jakarta

Terdapat beberapa indikator baterai remote mobil habis yang harus kamu kenali, seperti lampu indikator redup atau mati, jangkauan berkurang, dan sebagainya.

Umumnya kamu dapat menggantinya sendiri melalui buku manual kendaraan yang sudah tersedia. Selain itu, kamu juga dapat memeriksa kode pada baterai lama untuk memastikan baterai yang digunakan.

Jenis paling umum yang digunakan pada baterai remote mobil sendiri adalah CR2032, CR2025 dan CR2016.

baterai remote mobil​

4 Tanda Baterai Remote Mobil Habis dan Cara Tepat Menggantinya!

Untuk mengetahui apa saja tanda-tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis, kamu harus mengetahui indikator-indikatornya berikut ini!

1. Remote Tidak Responsif

Tanda yang paling umum adalah tombol remote yang mulai tidak responsif, yang harus ditekan berkali-kali sebelum kendaraan merespons, yang menandakan baterai sudah mulai melemah.

2. Jangkauan Sinyal Pendek

Umumnya, jangkauan sinyal remote mobil mencapai 5 hingga 20 meter, atau pada beberapa model mobil, jangkauannya dapat hingga 30 sampai 50 meter.

Jika kendaraan tidak lagi merespons remote dari jarak jauh dan harus dilakukan dari jarak dekat, hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa baterai remote mobil sudah melemah atau mau habis.

3. Harus Tekan Tombol Berkali-kali

Tanda bahwa baterai remote mobil sudah melemah selanjutnya adalah kamu harus menekan tombol berkali-kali sebelum mendapatkan respons dari remote baterai.

Hal ini dikarenakan daya pada remote tidak cukup untuk mengirimkan sinyal yang kuat ke kendaraan, sehingga harus menekan tombol lebih dari satu kali.

4. Indikator Visual

Tanda baterai remote mobil habis juga dapat dilihat melalui aspek visualnya pada beberapa model yang memiliki lampu LED.

Umumnya, jika baterainya sudah habis, lampu indikator tersebut akan redup atau mati total ketika ditekan, yang menandakan daya di dalamnya sudah melemah atau habis.

Jika hal ini sudah terjadi, maka ada baiknya segera mengganti dengan baterai baru yang sesuai agar remote mobil dapat berfungsi dengan baik kembali.

Setelah mengenai tanda-tandanya, kamu juga harus mengetahui bagaimana cara yang tepat mengganti baterai remote mobil. Simak berikut langkah-langkahnya:

  1. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, mulai dari obeng kecil, pinset, hingga pisau lipat tipis jika dibutuhkan untuk membuka penutup remote.

  1. Membuka penutup remote, menggunakan alat yang telah disiapkan untuk membuka penutup remote dengan hati-hati. Terkadang, obeng dibutuhkan untuk melepas sekrup yang terpasang.

  1. Mengeluarkan baterai lama, menggunakan pinset yang telah disiapkan, keluarkan baterai perlahan dari tempatnya.

  1. Memasukkan baterai baru, dengan membaca buku petunjuk masukkan baterai pengganti yang telah disiapkan sesuai dengan anjuran yang ada.

  1. Menutup kembali casing remote, setelah terpasang sesuai, kamu dapat menutup kembali casing dan memastikan semua bagian telah terpasang dengan benar.

Nah, itulah pembahasan mengenai baterai remote mobil, mulai dari tanda-tandanya melemah hingga habis, dan langkah-langkah pemasangannya yang tepat.

Baiknya, jika tanda-tanda baterai melemah sudah muncul, akan lebih baik untuk segera mengganti baterai remote mobil agar tetap berfungsi secara optimal.

Hindari mengganti baterai hingga remote mati karena dapat mengganggu aktivitas dan mobilitas. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Kesehatan
5 mins read 04/11/2025
8 Faktor yang Memengaruhi Kebugaran Jasmani Seseorang dan Manfaatnya!

Penting bagi kualitas hidup seseorang, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang, seperti usia, jenis kelamin, asupan gizi, dan masih banyak lagi.

Untuk membantu sahabat MyProtection lebih memahami topik tersebut, melalui artikel ini kita akan membahas lebih mendalam mengenai apa saja faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Simak selengkapnya!

8 Faktor yang Memengaruhi Kebugaran Jasmani Seseorang dan Manfaatnya!

Faktor yang Memengaruhi Kebugaran Jasmani

pexels

Kebugaran jasmani dapat menjadi indikator apakah seseorang dalam keadaan sehat dan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan optimal atau tidak.

Bukan hanya melalui penampilan fisiknya, faktor-faktor lainnya seperti koordinasi tubuh, kelincahan, kekuatan, dan masih banyak lagi juga dapat mendukung dan memengaruhi kebugaran jasmani.

1. Usia

Usia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Hal ini dikarenakan dengan seiring bertambahnya usia, maka fungsi organ maupun daya tahan tubuh seseorang akan cenderung semakin menurun.

Bukan hanya itu, semakin bertambahnya usia seseorang juga dapat memengaruhi komposisi dan kelenturan tubuh yang disebabkan menurunnya elastisitas otot yang memegang peran penting pada kedua hal tersebut.

Dalam Jurnal Universitas Negeri Semarang, Heri Siswanto menyatakan bahwa setiap tingkatan umur memiliki tataran tingkat kebugaran jasmani yang berbeda.

Di mana, untuk puncak tenaga dicapai seseorang menjelang akhir umur dua puluh tahun dan puncak daya tahan tubuh dicapai seseorang di umur setengah baya.

Oleh sebab itu, untuk menjaga kebugaran jasmani seseorang, penting juga untuk mengadaptasi program olahraga maupun aktivitas fisik yang dilakukan dengan kondisi dan usia tubuh yang berbeda tiap individu.

Dengan rajin berolahraga, kecepatan penurunan kebugaran jasmani seseorang dapat diperlambat hingga setengahnya.

2. Genetik

Faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang selanjutnya yang dapat memengaruhi kebugaran jasmani seseorang adalah genetik atau keturunan, seperti postur tubuh, sel darah, metabolisme, hingga kapasitas jantung yang berkaitan erat dengan kesehatan tubuh seseorang.

Dalam Peran Kebugaran Jasmani bagi Tubuh dibahas juga mengenai pentingnya daya tahan cardiorespirasi atau cardiovasculer dalam kebugaran jasmani yang dapat dilihat melalui indikato VO2 max yang baik.

Melalui penjelasannya, terdapat beberapa faktor fisiologis yang dapat mempengaruhi daya tahan cardiorespirasi ini, salah satunya adalah faktor genetik yang menentukan 93,4% VO2 max.

Lebih lanjut, terdapat bukti-bukti kuat yang membuat genetik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani (Utari, 2007). Di mana, genotipe atau susunan genetik lengkap seseorang dan memengaruhi komponen kesegaran jasmani yang berbeda dengan berbagai jalan.

Pengaruh keturunan terhadap lemak tubuh sebesar 25%, kesegaran otot sebesar 20 hingga 40%, serta kesegaran kardiovaskuler sebesar 10 hingga 25% yang dibandingkan pada orang-orang yang tidak terlatih.

3. Jenis Kelamin

faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani - jenis kelamin

pexels

Jenis kelamin yang terbagi menjadi dua antara wanita dan pria juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki postur dan proporsi tubuh yang berbeda antara satu sama lain.

Dibandingkan wanita, kekuatan otot pria cenderung lebih besar jika dilihat melalui proporsi tubuhnya yang disebabkan perbedaan signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan ototnya selama masa pubertas.

Salah satu penentu utama yang membedakan tingkat kebugaran jasmani antara laki-laki dan perempuan adalah sekresi hormon testosteron dan estrogen.

Testosteron yang dihasilkan dapat meningkatkan jumlah dan ukuran serat otot serta memperbanyak mitokondria dalam sel sehingga jaringan aktif d dalam sel dapat meningkat dan ATP atau Adenosin Triposfat yang dihasilkan pun lebih banyak.

Banyaknya ATP yang berperan penting sebagai sumber energi utama dalam sel dapat menghasilkan energi yang lebih banyak pula dan dapat meningkatkan tingkat kebugaran jasmani seseorang.

Berbeda dengan perempuan yang memiliki lebih sedikit hormon testosteron yang menyebabkan ATP yang dihasilkan juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan laki-laki yang membuat tingkat kebugaran jasmaninya berbeda.

4. Konsumsi Makanan

Konsumsi makanan juga menjadi salah faktor pengaruh kebugaran jasmani yang penting. Untuk menjaga kebugaran tubuh, nutrisi yang cukup dan seimbang sangatlah krusial, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral.

Lubna, Al-Ghifari, dan Kosnayani (2023) menyatakan terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani, di mana dengan pola makan yang baik dapat mempengaruhi kemampuan aktivitas fisik seseorang.

Hasil penelitiannya membuktikan bahwa terdapat hubungan antara status gizi seseorang dengan tingkat kebugaran jasmaninya. Di mana, seseorang yang kekurangan gizi akan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih rendah dibandingkan dengan seseorang dengan gizi yang baik.

Seseorang dengan status gizi kurang juga akan memiliki nilai VO2 max yang lebih rendah dan mempengaruhi tingkat kebugaran jasmaninya karena tubuhnya tidak mampu menyediakan energi untuk melakukan aktivitas.

Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang sangatlah penting bagi kebugaran jasmani karena mampu menyediakan energi, nutrisi, serta menjaga fungsi organ tubuh lebih optimal.

5. Aktivitas Fisik

faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani - aktivitas fisik

pexels

Rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga dan meningkatkan kebugaran fisik seseorang, seperti berolahraga secara konsisten.

Melakukan aktivitas fisik mulai dari intensitas sedang hingga tinggi juga dapat membantu dalam membangun massa dan kelenturan otot yang menjadi salah satu indikasi kebugaran jasmani seseorang.

Menurut WHO atau World Health Organization yang termasuk aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang dihasilkan otot rangka dan memerlukan energi yang dapat dilakukan dengan intensitas yang berbeda (Adhianto & Arief, 2021).

Lebih lanjut, WHO juga menyatakan salah satu indikator kebugaran jasmani seseorang yang dapat diamati adalah daya tahan kardiovaskular yang berarti kemampuan seseorang dalam menahan beban pada sistem kardiovaskular.

Pernyataan tersebut kemudian juga didukung oleh National Institutes on Aging yang menjelaskan bahwa latihan daya tahan kardiovaskular dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran seseorang.

Dengan begitu, daya tahan kardiovaskular juga dapat menjadi tolak ukur dari kebugaran jasmani seseorang.

Beberapa olahraga yang dapat dilakukan bagi sahabat MyProtection yang ingin mengoptimalkan kebugaran jasmaninya adalah lari pagi, angkat beban, senam aerobik, hingga bersepeda.

6. Mendapatkan Istirahat yang Cukup

Mendapatkan tidur atau istirahat yang cukup juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani dan sering kali disepelekan.

Walaupun aktivitas fisik sangatlah krusial untuk kebugaran jasmani, melakukannya sangat menguras energi yang membuat waktu istirahat penting untuk memulihkan tenaga dan kekuatan tubuh.

Setiap harinya, disarankan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan minimal 7 hingga 9 jam sehari untuk menjaga kebugaran tubuh.

Seseorang yang tidak mendapatkan istirahat dengan cukup menurut Jhonson & Tulin dapat mengalami penurunan suasana hati, tenaga melemah, kesiapan mental yang berkurang, hingga mematikan kreativitas.

Ketika durasi tidur terpenuhi, terdapat dampak positif yang dapat diterima oleh kesehatan tubuh. Di mana, segala fungsi vital tubuh akan berkurang, aktivitas pada tingkat metabolisme juga akan diturunkan.

Oleh sebab itu, mendapatkan istirahat yang cukup menjadi krusial bukan hanya bagi aspek fisik seseorang, namun juga aspek psikologisnya.

7. Kesehatan Mental

Kesehatan mental juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Pengaruh psikologis seperti rasa stres, cemas, hingga berbagai masalah kesehatan mental lainnya juga dapat mempengaruhi keseimbangan fisik serta tingkat energi seseorang.

Di mana, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir menemukan adanya keterkaitan erat antara kebugaran jasmani seseorang dengan kondisi mentalnya.

Kebugaran jasmani seseorang yang baik mampu meningkatkan kesehatan mentalnya, begitu pula sebaliknya di mana kesehatan mental yang baik juga dapat mendukung terjadinya peningkatan kebugaran jasmani.

Pengaruh kesehatan mental seseorang terhadap kebugaran jasmaninya dapat dilihat melalui motivasi, disiplin, pemulihan, resiliensi, dan pengambilan keputusan yang tepat.

Dalam jurnal berjudul Hubungan antara Kesehatan Jasmani dan Kesehatan Mental juga dijelaskan bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik dapat terhindar dari gangguan mental karena kegiatannya aktif seperti berolahraga mampu merangsang produksi hormon dalam tubuh, seperti endorfin, serotonin, dan dopamin.

Berbagai hormon tersebut dikenal juga dengan sebutan hormon kebahagiaan yang mampu meningkatkan rasa senang, mengurangi ketegangan emosional, hingga menurunkan kadar kortisol dalam tubuh.

8. Lingkungan

Faktor lingkungan yang meliputi suhu, polusi, kualitas udara dan berbagai aspek lainnya yang juga mampu memengaruhi kebugaran jasmani dan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan.

Adanya kesehatan lingkungan yang merupakan kondisi optimum yang dapat memberikan pengaruh positif bagi status kesehatan seseorang sangat lah penting. Kesehatan lingkungan meliputi kesehatan air dan udara, keamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, hingga pengendalian faktor penyakit.

Sebagai faktor penting kehidupan sosial kemasyarakatan, kesehatan lingkungan juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh dan mampu meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.

Prof. Soedjatmo Soemowardoyo juga mengungkapkan bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk menyesuaikan alat-alat tubuhnya dalam batas-batas fisiologi terhadap lingkungan dan kerja fisik yang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan.

Kebugaran jasmani yang baik pada seseorang juga dapat memberikan banyak manfaat, seperti mencegah berbagai penyakit jantung, pembuluh darah, serta paru-paru yang juga mampu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Manfaat Kebugaran Jasmani

Setelah mengetahui berbagai faktor yang dapat memengaruhinya, berikut ini terdapat beberapa manfaat kebugaran jasmani bagi seseorang, antara lain:

1. Menjaga Kesehatan Tulang

Manfaat pertama dari kebugaran jasmani adalah menjaga dan memperkuat kesehatan tulang. Hal ini dikarenakan, umumnya orang tersebut rutin beraktivitas fisik, seperti olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang yang baik untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

Untuk meningkatkan kesehatan tulang sendiri, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berlari, naik turun tangga, hingga angkat beban.

2. Menjaga Berat Badan

Seseorang dengan kebugaran jasmani yang baik berarti rutin berolahraga atau beraktivitas yang juga dapat membantu dalam menjaga berat badan dan membakar kalori dalam tubuh.

Walaupun begitu, penting juga untuk memberangi olahraga dengan pola makan yang sehat agar tidak kehilangan badan yang berlebihan atau bahkan menimbulkan risiko penyakit lainnya.

3. Memperbaiki Suasana Hati

Melakukan kegiatan kebugaran jasmani tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap kondisi emosional seseorang.

Saat tubuh bergerak aktif, terjadi peningkatan produksi hormon endorfin, yaitu zat alami yang mampu menimbulkan rasa senang dan menekan stres. Kehadiran hormon ini membuat seseorang merasa lebih rileks, bersemangat, dan berpikir lebih positif.

Akibatnya, suasana hati yang semula buruk, seperti merasa cemas, jenuh, atau sedih dapat berubah menjadi lebih baik setelah berolahraga. Dengan tubuh yang lebih segar dan bugar, pikiran pun ikut terasa ringan sehingga tercipta keseimbangan antara kesehatan jasmani dan mental.

4. Mengontrol Kadar Gula Darah

Kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam membantu mengatur kadar gula darah di dalam tubuh.

Saat seseorang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, sel-sel tubuh akan menggunakan sebagian gula darah yang beredar untuk diubah menjadi energi. Proses ini membuat kadar gula darah menurun karena tubuh memanfaatkannya sebagai bahan bakar utama dalam beraktivitas.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika olahraga sering dijadikan salah satu cara alami untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.

Apabila kegiatan olahraga dilakukan secara teratur dan konsisten, tubuh akan lebih mudah mengendalikan kadar gula sehingga tetap stabil.

Kondisi ini bukan hanya bermanfaat bagi orang sehat, tetapi juga sangat penting bagi mereka yang memiliki risiko atau riwayat penyakit diabetes, karena kebugaran jasmani dapat membantu mencegah lonjakan gula darah sekaligus meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.

Dengan demikian, olahraga rutin berkontribusi besar terhadap terciptanya kesehatan tubuh yang lebih optimal serta mencegah gangguan metabolisme di masa mendatang.

5. Mengurangi Stres dan Depresi

Melakukan kebugaran jasmani secara rutin dapat menjadi cara efektif untuk menekan tingkat stres maupun depresi yang dialami seseorang. Aktivitas fisik terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur, sehingga tubuh menjadi lebih segar dan tingkat stres berkurang pada keesokan harinya.

Selain itu, olahraga juga berperan dalam menyeimbangkan kadar zat kimia tertentu di dalam tubuh, termasuk serotonin, yang berkaitan dengan suasana hati. Dengan kadar serotonin yang lebih terkendali, gejala depresi dapat berkurang secara signifikan.

Orang yang terbiasa menjaga rutinitas olahraga biasanya memiliki kondisi emosi yang lebih stabil serta kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini membuat mereka lebih terlindungi dari risiko munculnya gangguan psikologis atau penyakit mental lainnya.

Nah, itulah pembahasan seputar berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani yang saling berkaitan antara satu sama lain mulai dari faktor internal hingga eksternal. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan semuanya sangatlah krusial.

Dengan memperhatikan semua faktornya, maka kamu dapat meningkatkan kebugaran jasmani serta menjaga kesehatan secara optimal agar terhindar dari risiko kesehatan. Dapatkan pula perlindungan kesehatan terbaik bagi diri sendiri dan anggota keluarga melalui Perlindungan Kesehatan Prima.

Terdapat beberapa keunggulan produk yang bisa kamu dapatkan dari Perlindungan Kesehatan Prima, seperti:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Kesehatan
5 mins read 04/02/2025
Apa Itu Surat Keterangan Kesehatan dan Mengapa Penting untuk Pekerjaan?

Surat keterangan kesehatan sering kali menjadi syarat resmi bagi beberapa perusahaan yang mengharuskan para karyawannya untuk memenuhi regulasi yang cukup ketat berkaitan dengan riwayat kesehatan dan keamanan.

Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan sehat bagi semua karyawan agar mampu menjalankan pekerjaannya dengan rasa aman dan nyaman.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai surat keterangan kesehatan, sahabat MyProtection dapat membaca informasi di bawah ini mulai dari pengertian, jenis, hingga contoh suratnya! Semoga bermanfaat!

Apa Itu Surat Keterangan Kesehatan?

Surat keterangan kesehatan adalah dokumen resmi yang berisi pernyataan dari dokter mengenai kondisi kesehatan seseorang setelah menjalani pemeriksaan fisik dan mental.

Dokumen ini biasanya mencakup informasi tentang status kesehatan umum, termasuk adanya atau tidak adanya penyakit tertentu, serta kemampuan fisik dan mental individu tersebut.

Surat keterangan sehat ini sering kali menjadi persyaratan wajib ketika seseorang ingin melamar pekerjaan, mendaftar ke institusi pendidikan, atau mengikuti kegiatan tertentu yang memerlukan bukti kesehatan.

Selain itu, surat ini juga bisa dibutuhkan untuk keperluan administratif lainnya, seperti pengurusan visa atau asuransi.

Dokumen ini hanya dapat diterbitkan oleh tenaga medis yang memiliki izin praktik resmi, seperti dokter atau bidan.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan, seseorang harus menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas medis yang diakui, seperti klinik kesehatan, puskesmas, atau rumah sakit.

Pemeriksaan ini biasanya meliputi pengecekan tekanan darah, tes darah, pemeriksaan fisik umum, dan evaluasi kesehatan mental.

Dengan memiliki surat keterangan kesehatan, seseorang dapat membuktikan bahwa mereka dalam kondisi sehat dan mampu menjalani aktivitas yang diinginkan atau diperlukan.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa individu tersebut tidak memiliki kondisi kesehatan yang dapat mengganggu kinerja atau aktivitas yang akan dijalani.

Mengapa Surat Keterangan Sehat Penting saat Melamar Pekerjaan?

Pada umumnya, surat keterangan sehat menjadi salah satu pembuktian bagi perusahaan bahwa calon karyawan yang akan bergabung berada dalam kondisi yang sehat, baik secara fisik maupun mental.

Dengan adanya surat keterangan sehat ini juga, perusahaan juga dapat mengetahui riwayat kesehatan apa saja yang dimiliki pelamar serta penyakit yang di derita oleh calon karyawan tersebut.

Hasil dari check-up tersebut nantinya akan digunakan menjadi salah satu bahan evaluasi dan pertimbangan bagi divisi human resource untuk menentukan apakah pelamar cocok untuk posisi yang dilamar atau tidak.

Fungsinya yang penting tersebut, membuat banyak perusahaan yang mewajibkan para calon karyawan untuk melalui medical check-up terlebih dahulu dan menyerahkan hasilnya tersebut sebelum dapat bergabung menjadi karyawan di perusahaan mereka.

Fungsi Surat Keterangan Kesehatan

Surat keterangan sehat sendiri sering kali dijadikan acuan bagi perusahaan untuk menentukan apakah calon pekerja cocok untuk posisi yang dilamarnya tersebut. Selain itu, terdapat fungsi-fungsi penting lainnya dari surat keterangan sehat, seperti:

1. Persyaratan Administratif

Fungsi pertama dan yang paling umum surat keterangan sehat dijadikan sebagai bagian atau regulasi dari proses pendaftaran maupun lamaran kerja.

Baik ketika kamu melamar ke dalam sebuah perusahaan, sekolah, maupun universitas yang biasanya mewajibkan kamu untuk mengikuti serangkaian tes kesehatan tersebut.

2. Kelancaran Proses Pekerjaan

Kedua, memastikan kelancaran proses kerja. Hal ini dikarenakan, pada beberapa pekerjaan membutuhkan dan menuntut para pekerjanya untuk berada dalam kondisi fisik yang prima.

Oleh sebab itu, surat keterangan sehat ini menjadi penting guna memastikan bahwa sang pelamar mampu memenuhi kriteria kesehatan yang ada sehingga kendala yang mungkin terjadi terminimalisir.

3. Syarat Perjalanan

Surat keterangan sehat sendiri juga terkadang digunakan untuk syarat melakukan perjalanan tertentu.

Biasanya, jika kamu bepergian ke tempat atau wilayah yang memiliki risiko kesehatan tinggi serta terdapat kondisi kesehatan khusus, seperti contohnya pandemi yang mengharuskan seseorang dalam keadaan prima untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkompromi.

4. Izin Kegiatan atau Olahraga

Selanjutnya, surat ini juga biasanya digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti berbagai kegiatan, seperti lomba, aktivitas luar ruangan, maupun olahraga ekstrem.

Tujuan surat ini juga untuk memastikan bahwa seseorang dalam keadaan prima dan mampu berpartisipasi kegiatan tersebut.

5. Dokumen Pengajuan Asuransi maupun Klaim

Bukan hanya untuk pekerjaan maupun perjalanan, surat keterangan sehat juga dapat digunakan ketika seseorang ingin meng-klaim asuransi maupun menjadi dokumen pendukung ketika seseorang ingin mengajukan polis ke asuransi kesehatan tertentu.

Jenis Surat Keterangan Kesehatan

Jenis surat keterangan sehat sendiri secara umum dapat dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu surat keterangan sehat jasmani dan surat keterangan sehat rohani yang memiliki perbedaan sebagai berikut.

1. Surat Keterangan Sehat Jasmani atau Fisik

Pertama, surat keterangan sehat jasmani yang biasanya berisikan pernyataan dokter terkait kondisi fisik seseorang apakah sehat dan mampu mengikuti berbagai kegiatan dengan baik atau tidak.

Pernyataan tersebut biasanya diperoleh setelah sahabat MyProtection menjalani berbagai pemeriksaan fisik yang telah di standarisasi.

2. Surat Keterangan Sehat Rohani atau Mental

Selanjutnya, surat keterangan sehat rohani atau mental berkaitan dengan pernyataan dari dokter yang menyatakan bahwa seseorang berada dalam kondisi mental yang baik dan sehat.

Agar dapat mendapatkan surat keterangan sehat ini, seseorang harus melewati pemeriksaan kejiwaan dengan dokter spesialis, dan dari situ kita baru dapat mengetahui apakah orang tersebut memiliki gejala gangguan kejiwaan atau penyakit mental.

Prosedur Surat Keterangan Sehat

Pada umumnya, prosedur untuk mendapatkan surat keterangan sehat sendiri meliputi serangkaian tes penting yang harus dijalani, seperti:

1. Pemeriksaan Kesehatan Umum

Pemeriksaan kesehatan umum meliputi pemeriksaan tekanan darah, detak jantung, serta suhu tubuh.

Tujuan dari prosedur ini adalah memastikan kondisi fisik secara umum apakah orang tersebut dalam keadaan stabil dan sehat.

Rincian yang pada umumnya dilakukan di tahap ini sendiri meliputi beberapa pertanyaan, seperti:

  • Keluhan kesehatan yang mungkin dialami oleh pasien

  • Riwayat kesehatan pasien, seperti gangguan kesehatan yang pernah di derita baru-baru ini maupun di masa lalu

  • Riwayat operasi yang pernah dilakukan pasien

  • Obat-obatan atau vitamin yang dikonsumsi

  • Reaksi alergi atas obat atau makanan tertentu

  • Riwayat kesehatan di keluarga

  • Gaya hidup pasien sehari-hari

Selain itu, terdapat pemeriksaan tanda vital pada tahap ini yang dilakukan oleh dokter yang meliputi:

  • Frekuensi denyut jantung, pada umumnya denyut jantung normal seseorang adalah 60 hingga 100 kali per menit.

  • Frekuensi pernapasan, pada umumnya pernapasan normal berkisar di antara 12 hingga 20 kali per menit.

  • Suhu tubuh, pada umumnya rata-rata suhu tubuh normal berada di kisaran 36 hingga 37 derajat.

  • Tekanan darah yang digunakan untuk mendeteksi apakah pasien tersebut menderita hipertensi atau hipotensi dan memastikan tekanan darahnya normal berada di kisaran 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik biasanya melibatkan evaluasi tinggi serta berat badan seseorang, hal ini dilakukan untuk menilai kondisi fisik seseorang secara umum serta kebugaran dan postur tubuh orang tersebut.

Selain itu, pemeriksaan fisik juga terkadang melibatkan beberapa hal lainnya, meliputi:

  • Pemeriksaan kepala dan leher, dilakukan dengan mengarahkan pasien untuk membuka mulut dengan lebar agar dokter mampu melihat kondisi tenggorokan dan amandel. Selain itu, dokter juga mengecek kondisi gigi dan gusi, telinga, hidung, mata, kelenjar getah bening hingga kelenjar tiroid.

  • Pemeriksaan paru, dilakukan dokter menggunakan stetoskop untuk mengecek suara abnormal yang mungkin terjadi di organ paru-paru seseorang.

  • Pemeriksaan jantung yang dilakukan dengan tujuan mengecek detak jantung tidak beraturan atau tanda lain yang mungkin menjadi indikator adanya gangguan pada jantung.

  • Pemeriksaan perut, dilakukan oleh dokter dengan menekan bagian perut pasien guna memeriksa ukuran hati serta keberadaan cairan perut dan juga mendengar bunyi organ usus.

  • Pemeriksaan kulit dengan tujuan untuk melihat apakah ada gangguan di kulit serta kuku pasien.

  • Pemeriksaan saraf yang melibatkan pengukuran kekuatan otot, refleks tubuh, hingga keseimbangan yang mungkin terganggu.

3. Pemeriksaan Mata dan Pendengaran

Pemeriksaan mata dan pendengaran sendiri dilakukan guna menilai tingkat ketajaman penglihatan seseorang. Sedangkan, tes pendengaran melibatkan kemampuan seseorang apakah mampu mendengarkan dengan baik dan memadai.

4. Tes Laboratorium

Tes laboratorium sendiri termasuk tes darah dan tes urine yang digunakan untuk mendeteksi kondisi kesehatan tertentu seseorang, seperti infeksi maupun masalah metabolik.

  • Tes darah biasanya dilakukan guna menghitung jumlah sel darah, zat kimia penanda fungsi organ, gula darah, kolesterol, fungsi hati serta fungsi ginjal.

  • Tes urine dengan tujuan mengecek apakah adanya gangguan maupun infeksi pada saluran kemih, dan mendeteksi penyakit seperti diabetes.

  • Tes tinja atau feses yang bertujuan melihat kondisi sistem pencernaan pasien. Proses ini dapat membantu dokter untuk mendeteksi penyakit seperti gastroenteritis serta radang usus.

5. Tes Tambahan

Tes tambahan sering kali digunakan dan melibatkan tes kesehatan mental maupun tes spesifik lainnya berdasarkan kebutuhan institusi maupun perusahaan yang menerbitkan surat keterangan sehat.

Tes ini juga sering kali melibatkan tes alergi ataupun tes kondisi medis tertentu yang relevan dengan perusahaan atau institusi tersebut. Tes tambahan biasanya meliputi:

  • Foto Rontgen dan USG

Foto rontgen dan USG mampu menghasilkan gambar tubuh bagian dalam seseorang dengan detail.

Hasil foto rontgen tersebut dapat menunjukkan kondisi tulang serta sendi secara jelas. Selain itu, hasil rontgen juga mampu menunjukkan gambaran umum kondisi organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, hingga usus.

Berbeda dengan rontgen, USG dimanfaatkan untuk melihat kondisi organ secara detail, seperti hati, ginjal, pankreas, usus, hingga kandung kemih untuk memastikan apakah adanya infeksi maupun peradangan pada organ tubuh.

  • EKG atau Elektrokardiografi

EKG digunakan untuk memantau aktivitas listrik yang ada pada jantung serta mendeteksi gangguan jantung.

Proses ini dilakukan dokter dengan menempelkan 10 elektroda di bagian dada, lengan, serta tungkai pasien.

Elektrokardiografi juga dapat dilakukan pada pasien yang sedang melakukan aktivitas, seperti berjalan maupun berlari

  • Spirometry

Spirometri merupakan tes yang dilakukan guna mengecek fungsi paru-paru menggunakan alat spirometer. Tes ini mampu mendeteksi kondisi, seperti sama, COPD, serta penyakit paru restriktif.

Cara kerja alat ini sendiri melibatkan pencatatan jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan seseorang, dan mengukur kecepatan dari pasiennya tersebut.

  • Tes Buta Warna

Tes buta warna yang paling sering digunakan adalah metode ishihara. Metode ini biasanya dilakukan dengan meminta pasien untuk menyebutkan angka berwarna yang ada di antara titik berwarna.

Jika pasien tidak dapat membaca atau salah melihat, besar kemungkinan bahwa pasien tersebut menderita buta warna.

Cara Mengurus Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas

Untuk melakukan medical check-up sendiri kamu dapat melakukannya di rumah sakit, klinik, hingga puskesmas. Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), berikut langkah-langkah proses mengurus surat tersebut, sebagai berikut

  1. Petugas puskesmas meminta kartu identitas pengunjung.

  1. Petugas puskesmas melakukan pengisian identitas pengunjung pada lembar surat keterangan sehat.

  1. Pengunjung nantinya akan diarahkan menuju kasir dan melakukan urusan administrasi sesuai dengan biaya yang berlaku di puskesmas.

  1. Petugas puskesmas memberikan bukti pembayaran dan mengarahkan pengunjung untuk menunggu antrean.

  1. Pengunjung dipanggil berdasarkan antrean yang sudah ada.

  1. Pengunjung yang dipanggil, akan diarahkan ke poli umum.

  1. Petugas puskesmas terlebih dahulu akan melakukan pengecekan tanda vital serta antropometri pengunjung.

  1. Setelah selesai, petugas puskesmas mengarahkan pengunjung untuk menunggu panggilan untuk masuk ke ruang perawatan

  1. Pengunjung nantinya akan dipanggil sesuai antrean yang ada dan segera diarahkan ke ruang perawatan

  1. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, serta penunjang lainnya

  1. Setelah pemeriksaan selesai, pengunjung diarahkan untuk menunggu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan

  1. Dokter menentukan diagnosis yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan pengunjung

  1. Dokter memberikan rekomendasi pembuatan surat keterangan sehat ke divisi tata usaha puskesmas

  1. Petugas puskesmas yang menerima surat rekomendasi tersebut akan menyerahkannya ke petugas yang bertanggung jawab

  1. Petugas puskesmas yang bertanggung jawab akan melakukan pengisian surat dan meminta tanda tangan dokter pemeriksa sebagai bentuk keabsahan

  1. Petugas puskesmas nantinya akan memberikan cap resmi pada surat serta menuliskannya di buku laporan

  1. Surat keterangan kesehatan yang sudah jadi nantinya akan diberikan kepada pengunjung

  1. Pengunjung mendapatkan dan membaca hasil dari pemeriksaan yang dilakukan

Contoh Surat Keterangan Sehat

Nah, untuk mengetahui bagaimana bentuk surat keterangan sehat, berikut ini contoh bentuk dokumen keterangan sehat dari berbagai institusi, sebagai berikut.

1. Contoh Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas

contoh surat keterangan sehat dari puskesmas

https://www.scribd.com/document/426352526/CONTOH-SURAT-KETERANGAN-KESEHATAN-PUSKESMAS

2. Contoh Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit

Contoh Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit 

https://www.kitalulus.com/blog/seputar-kerja/surat-keterangan-sehat/

3. Contoh Surat Keterangan Sehat dari Klinik

contoh surat keterangan sehat dari klinik

https://www.kitalulus.com/blog/seputar-kerja/surat-keterangan-sehat/

4. Contoh Surat Keterangan Sehat dari Dinas Kesehatan

contoh surat keterangan sehat dari dinas kesehatan

https://www.scribd.com/document/413348418/Surat-Keterangan-Sehat

5. Contoh Surat Keterangan Sehat dari Dokter Praktik Mandiri

Contoh Surat Keterangan Sehat dari Dokter Praktik Mandiri

https://www.scribd.com/document/427316841/Surat-Dokter-2

Nah, itulah sedikit penjelasan terkait surat keterangan kesehatan yang sangat penting pengaplikasiannya, bukan hanya di dunia kerja saja tapi di kehidupan sehari-hari.

Artikel di atas membahas mulai dari definisi, fungsi, hingga contoh dari surat keterangan sehat tersebut untuk memastikan seseorang berada dalam kondisi sehat secara fisik dan mental.

Oleh sebab itu, menjadi krusial bagi seseorang untuk menjaga kesehatan mereka dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu caranya adalah dengan memiliki asuransi kesehatan yang memadai, seperti Prima Perlindungan Kesehatan yang memberikan perlindungan kesehatan bagi kamu dan keluarga serta manfaat tambahan Saldo Prima.

Saldo Prima sendiri dapat digunakan untuk memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap dan Rawat Jalan.

Prosedur penggunaan yang mudah juga menjadi salah satu keuntungan Saldo Prima yang harus kamu ketahui, simak langkah-langkahnya:

  • Membeli vitamin maupun obat di apotek atau toko obat

  • Foto struk atau kuitansi bukti pembelian vitamin atau obat melalui aplikasi e-Benefit

  • Penggantian biaya akan segera di verifikasi dan maksimal di bayarkan di hari kerja berikutnya

  • Penggantian biaya atas pembelian obat dan vitamin akan masuk ke rekening kamu

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read 05/03/2026
9 Tips Mengelola THR Lebih Bijak Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang Harus Diketahui!

Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri saat ini, tips mengelola THR atau Tunjangan Hari Raya yang baik sangatlah krusial. Umumnya, tunjangan ini akan digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, namun beberapa orang juga ada yang memilih menyisihkannya untuk ditabung.

Dalam Peraturan Pemerintah juga dijelaskan seputar tujuan pemberian THR secara umum, yaitu mempertahankan tingkat daya beli masyarakat dalam rangka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan pembelajaran Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Untuk membantu sahabat MyPro+, berbagai tips mengelola THR yang baik dan bijak akan kita bahas di bawah ini. Simak berbagai tips mengelola THR berikut ini.

9 Tips Mengelola THR Lebih Bijak Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang Harus Diketahui!

tips mengelola thr

Agar uang THR yang didapatkan bisa digunakan secara maksimal, berikut ini beberapa tips mengelola THR yang dapat kamu terapkan dan jadikan sebagai contoh. Simak selengkapnya!

1. Membuat Daftar Prioritas Pengeluaran

Tips mengelola THR pertama, yaitu membuat daftar prioritas pengeluaran atau anggaran pengeluaran sedetail mungkin agar uang TH yang didapatkan dapat dialokasikan sesuai dengan tujuan.

Umumnya, kamu harus memprioritaskan pengeluaran rutin serta berbagai keperluan Lebaran dalam anggaran yang telah dibuat dengan nominal yang realistis.

Setelah semua kebutuhan terpenuhi, sisa uang THR yang ada dapat dialokasikan untuk berbagai hal, mulai dari tabungan, investasi, dan pemenuhan kebutuhan lainnya seperti membayar premi asuransi kesehatan yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi dirimu dan anggota keluargamu.

2. Menyisihkan Uang THR untuk Tabungan

Tips mengelola THR selanjutnya adalah menyisihkan sekitar 5 hingga 20 persen dari uang THR yang kamu terima untuk ditabung. Besaran persentase ini sebenarnya bersifat fleksibel, artinya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Jika kebutuhanmu sedang cukup banyak, kamu bisa menyisihkan dalam jumlah yang lebih kecil. Namun, jika memungkinkan, tidak ada salahnya menabung lebih besar agar manfaatnya semakin terasa di kemudian hari.

Yang terpenting bukan hanya soal berapa besar uang yang ditabung, tetapi juga di mana kamu menyimpannya. Pastikan kamu memilih produk tabungan yang tepat dan sesuai tujuan keuanganmu.

Misalnya, kamu bisa mempertimbangkan menabung dalam bentuk deposito atau tabungan berjangka lainnya. Produk seperti ini biasanya memiliki sistem penguncian dana untuk jangka waktu tertentu, sehingga uang tidak bisa diambil kapan saja.

Cara ini efektif untuk membantu kamu menjadi lebih disiplin menabung dan menghindari godaan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif. Bukan hanya itu, kamu juga dapat mendapatkan banyak manfaat menabung jika dilakukan dengan tepat.

Dengan memilih instrumen tabungan yang sesuai, uang THR yang kamu sisihkan bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar di masa depan.

Kebiasaan menabung dari THR juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun perencanaan keuangan yang lebih sehat dan teratur setiap tahunnya.

3. Hindari Menghamburkan Uang THR untuk Hal yang Tidak Penting

Jika anggaran atau daftar prioritas telah dibuat, uang THR sudah dapat kamu gunakan dan alokasikan. Namun, hal yang harus diingat adalah untuk tidak menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak perlu dan mubazir.

Bukan hanya itu, kamu juga harus dapat membedakan dan mampu menahan diri atas hasrat untuk berbelanja secara berlebihan atau yang sering disebut juga dengan impulsive buying khususnya menjelang Lebaran.

Jika kamu menemukan produk atau barang yang ingin dibeli, hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan urgensi atau kebutuhan dari barang tersebut untuk memastikan impulsive buying tidak terjadi.

4. Melunasi Hutang yang Dimiliki

Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban, seperti hutang ataupun cicilan yang kamu miliki.

Hal ini dilakukan untuk menghindari membayar utang terlambat atau bahkan lewat dari tenggat waktu yang diberikan yang dapat membuat bunga yang dikenakan semakin besar.

5. Menggunakan Uang THR untuk Investasi

Setelah berbagai kewajiban dan kebutuhan dipenuhi, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk mulai berinvestasi.

Sebelum memulai investasi, pastikan juga instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko investasi kamu.

Untuk menentukan hal tersebut, kamu dapat mulai dari mencari informasi yang akurat dan terpercaya, mempelajari hal-hal seputar investasi lebih dalam, membaca berita media sosial hingga buku seputar keuangan untuk memastikan investasi yang kamu pilih aman dan paling sesuai denganmu.

6. Tetap Disiplin dan Konsisten

Setelah membuat perencanaan untuk uang THR, kamu juga harus tetap disiplin dan konsisten menjalankannya agar tujuan keuangan yang kamu inginkan dapat tercapai.

Hindari membeli hal-hal di luar rencana atau anggaran dengan berkomitmen dan berjanji untuk tidak membelanjakan uang THR di luar daftar prioritas yang ada.

7. Berbagi dengan Orang Lain

Selain untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dengan orang lain. Sisihkan sebagian uang Tunjangan Hari Raya atau THR untuk membayar zakat atau berbagi kepada anggota keluarga, seperti adik ataupun keponakan.

Untuk dapat menentukan pengeluaran dengan baik, kamu juga dapat membuat daftar nama penerima THR disertai dengan nominal yang akan mereka terima.

Dengan begitu, kamu dapat menghindari berbagai masalah, seperti kekurangan uang THR ataupun memberikan terlalu banyak kepada orang yang tidak masuk ke dalam daftar.

8. Membuat Asuransi

Bukan hanya kebutuhan saat ini, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk membuat asuransi yang menjadi salah satu langkah pengelolaan risiko yang mungkin timbul di masa depan.

Oleh sebab itu, menyisihkan sebagian uang THR dan mengalokasikannya untuk membayar premi asuransi dapat menjadi pilihan yang tepat agar kamu merasa lebih aman dan terlindungi dari berbagai risiko yang dapat terjadi.

Hal yang harus diperhatikan dalam memiliki asuransi adalah manfaat apa saja yang kamu terima, syarat dan ketentuan yang ada.

Faktor tersebut harus dipertimbangkan dengan baik dengan membandingkan biaya premi yang harus dikeluarkan setiap bulannya agar uang yang kamu keluarkan tidak terbuang sia-sia. Cek Premi Asuransi Kesehatan-Mu dengan mudah melalui FiturTAMI di sini!

Asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima memiliki banyak keunggulan produk yang harus kamu ketahui, antara lain:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

9. Menyisihkan Dana Darurat

Tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan menyisihkannya sebagai dana darurat. Persentasenya juga dapat disesuaikan, mulai dari 10%, 20%, ataupun 30% dari total THR berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Dana darurat sendiri dapat digunakan untuk berbagai hal dan umumnya penting untuk dimiliki oleh setiap orang untuk menghindari risiko finansial yang tidak diinginkan.

Adanya dana darurat untuk berbagai situasi, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga masalah kesehatan, dapat membuat diri merasa lebih aman.

Kesalahan Mengelola THR yang Harus Dihindari

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan uang THR habis secara sia-sia, terdapat beberapa kesalahan mengelola THR yang harus kamu hindari, antara lain:

  • Menghabiskan uang THR tanpa rencana.

  • Menganggap uang THR sebagai ekstra tanpa memperhatikan konsekuensinya.

  • Memaksakan uang THR menjadi investasi agresif tanpa mempersiapkan diri dari segi mental ataupun finansial.

Dalam artikel berjudul 9 Smart Things to do with Your Annual Bonus yang ditulis oleh James Royal, Ph.D., pastikan segala bonus yang didapatkan, seperti salah satunya uang THR, digunakan untuk suatu hal yang bermakna.

Ia melanjutkan bahwa uang tambahan yang didapat menjadi lebih masuk akal jika digunakan untuk suatu hal yang dapat meningkatkan masa depan, mengurangi stres, dan membuatmu merasa lebih baik.

Sejarah dan Perkembangan THR di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan THR di Indonesia 

THR atau Tunjangan Hari Raya pertama kali ada pada tahun 1951 yang diberikan pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga pada akhirnya, resmi diberikan dengan besaran yang lebih spesifik di tahun 1954 sebesar Rp 125 per orang.

Di tahun 1994 berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 04/1994 seputar Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa setiap pengusaha memiliki kewajiban membayarkan THR Keagamaan bagi pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan, antara lain:

  • Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang memiliki Agama Islam

  • Hari Raya Natal bagi pekerja yang memiliki Agama Kristen Katolik dan Protestan

  • Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang memiliki Agama Hindu

  • Hari Raya Waisak bagi pekerja yang memiliki Agama Budha

Di tahun 2000-an, pemberian THR juga semakin terstruktur dan diatur melalui regulasi resmi dengan adanya Peraturan Pemerintah setiap tahunnya yang mengatur mengenai penerima hak, penjadwalan, dan besaran THR. Berikut besaran THR dari tahun ke tahun.

  • Di tahun 2020, THR hanya diberikan kepada ASN dengan jabatan di bawah eselon II dan pensiunannya. Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum.

  • Di tahun 2021, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok.

  • Di tahun 2022, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2023, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2024, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2025, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

Cara Menghitung THR dengan Benar

Cara Menghitung THR dengan Benar 

Perhitungan uang THR juga secara umum cukup sederhana, namun kembali lagi tergantung pada masa kerja dan gaji pokok yang diterima oleh seorang karyawan. Simak cara menghitung THR dengan benar yang harus kamu ketahui.

1. Karyawan dengan Masa Kerja Lebih dari 1 Tahun

Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja lebih dari satu tahun, umumnya perhitungan THR akan menyesuaikan dengan gaji pokok yang diterima setiap bulannya. Hal ini dikarenakan besaran THR umumnya satu kali gaji pokok.

Contohnya, jika gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka jumlah THR yang akan kamu terima juga sebesar Rp 10 juta.

2. Karyawan dengan Masa Kerja Kurang dari 1 Tahun

Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja kurang dari satu tahun, perhitungan THR menjadi pro rata. Yang berarti, THR yang kamu terima akan dihitung berdasarkan masa kerjamu di perusahaan.

Berikut rumus perhitungannya: THR= (gaji pokok x masa kerja):12

Contohnya, jika kamu sudah bekerja selama 8 bulan dengan gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka perhitungan menggunakan rumusnya akan seperti berikut.

THR= (10.000.000 x 8):12= 6.666.667

Jadi, THR yang akan kamu terima adalah Rp6.666.667.

3. Karyawan yang Gajinya Di Perhitungan dari Komponen Lain

Kebijakan perusahaan berbeda-beda, di mana gaji tiap karyawan dapat terdiri dari beberapa komponen, mulai dari tunjangan, insentif, hingga uang lembur.

Jika kondisinya seperti ini, jumlah THR dapat dihitung berdasarkan total gaji yang diterima oleh karyawan tersebut, termasuk dengan tunjangan ataupun komponen lain di luar gaji pokok.

Jadi, pada beberapa perusahaan, komponen penghasilan tambahan yang dimiliki karyawan dapat menjadi bagian dari perhitungan THR.

Siapa yang Berhak Mendapatkan THR?

Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan uang THR? Simak beberapa kelompok berikut yang wajib mendapatkan THR menjelang Hari Raya Keagamaan.

  • Karyawan tetap di sebuah perusahaan dengan status hubungan kerja yang jelas berhak mendapatkan THR dengan minimal lama kerja satu bulan. Umumnya, karyawan tetap yang paling utama mendapatkan THR berdasarkan ketentuan yang berlaku.

  • Karyawan kontrak dengan masa kerja lebih dari satu bulan, berhak mendapatkan THR asalkan tidak ada ketentuan di dalam kontraknya yang menyatakan sebaliknya. Walaupun statusnya belum menjadi karyawan tetap, jika mereka memenuhi syarat yang ada, maka akan mendapatkan THR juga.

  • Karyawan magang atau praktik kerja dengan syarat tertentu, pada beberapa perusahaan, karyawan magang atau praktik yang sudah bekerja lebih dari satu bulan dapat menerima THR. Namun, hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan yang ada terkait komitmen dan kontribusi signifikan selama masa magang.

  • Pekerja Paruh Waktu atau Part-Time, karyawan paruh waktu juga dapat menerima uang THR tergantung pada kebijakan perusahaan dan perjanjian yang telah dibuat antara pekerja dan perusahaan. Jika karyawan telah bekerja lebih dari satu bulan, maka mereka dapat menerima uang THR sebesar proporsi gaji mereka.

  • Karyawan cuti sakit atau cuti hamil, perusahaan juga berhak membayarkan karyawan yang sedang cuti sakit ataupun hamil, dengan syarat mereka tidak dalam status CTD atau cuti tidak dibayar. Cuti yang telah disetujui perusahaan tidak menghilangkan hak karyawan untuk menerima THR.

Nah, itulah beberapa tips mengelola THR yang harus kamu ketahui, bukan hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan saat ini, tetapi juga di depan jadikan sebagai sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Walaupun begitu, berbagai tips mengelola THR di atas juga membantu mengingatkan untuk melakukan setiap tindakan finansial dengan perencanaan yang matang untuk memastikan uang yang dikeluarkan digunakan dengan bijak. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel