Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Olahraga Jalan Kaki, Sederhana Tapi Punya Segudang Manfaat!

Olahraga Jalan Kaki, Sederhana Tapi Punya Segudang Manfaat!

2 July 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 2 Juli 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Menjalani aktivitas di tengah pandemi ini memang perlu berhati-hati. Selain melengkapi diri dengan asuransi kesehatan online MyProtection, kamu juga perlu jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi dan olahraga.

Jika kamu mau berolahraga mudah, murah dan dari rumah, kamu bisa olahraga jalan kaki atau jalan cepat (speed walking)!

Jalan kaki secara rutin punya banyak manfaat, lho!

  1. Cegah kegemukan

Penelitian dari Harvard University menemukan bahwa orang-orang yang rutin jalan kaki atau jalan cepat selama 1 jam tiap hari bisa mengurangi gen penyebab kegemukan hingga setengahnya. Perlu diperhatikan bahwa penelitian ini mungkin bisa menghasilkan efek berbeda pada tiap orang.

  1. Menurunkan risiko kanker payudara

Berolahraga apapun, pada dasarnya bisa menurunkan risiko sakit dan kanker. Namun, American Cancer Society melaporkan hasil studi yang menyatakan wanita yang berolahraga jalan kaki minimal 7 jam seminggu dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 14 persen.

  1. Meredakan nyeri sendi

Jalan kaki setidaknya 1,5 km tiap minggu bisa membantu mengurangi nyeri sendi, lho! Apalagi dengan rutin berjalan, karena sendi-sendi tulang pinggul serta lutut jadi terlumas dengan lebih baik. Sehingga kamu bisa terhindar dari osteoartritis atau radang sendi kronis.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Jalan kaki ternyata juga berperan terhadap peningkatan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh kuat penting banget untuk menjaga kamu tidak mudah kalah melawan virus atau bakteri dan proses penyembuhan yang lebih cepat. Syaratnya gampang, rutin jalan kaki 20 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu.

  1. Kurangi keinginan ngemil makanan manis

University of Exeter menemukan hasil penelitian menarik, nih. Orang-orang yang berolahraga jalan kaki minimal 15 menit cenderung mengurangi rasa ngidam terhadap coklat dan makanan manis lainnya. Tertarik untuk membuktikannya?

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Otomotif
5 mins read 26/03/2026
4 Fungsi Camshaft yang Perlu Kamu Ketahui pada Mobil!

Keberadaan camshaft pada mobil memungkinkan mesin mengatur waktu buka-tutup katup hisap dan buang, yang berperan dalam mengatur masuknya campuran udara dan bahan bakar serta keluarnya gas sisa pembakaran. Proses ini sangat memengaruhi performa dan efisiensi mesin.

Namun, masih banyak orang yang belum memahami fungsi penting dari salah satu komponen mesin ini.

Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa fungsi utama camshaft yang mungkin belum kamu ketahui. Yuk, simak penjelasannya!

4 Fungsi Camshaft yang Perlu Kamu Ketahui pada Mobil!

Camshaft pada mobil menjadi salah satu komponen penting dalam proses pembakaran dan menjaga efisiensi mesin. Lalu apa saja fungsi utama dari camshaft pada mobil? Berikut penjelasannya!

1. Membuka dan Menutup Katup Sesuai dengan Firing Order

Fungsi camshaft yang pertama adalah membuka dan menutup katup sesuai dengan urutan waktu pengapian atau yang disebut juga dengan sebutan firing order.

Pada camshaft, bagian yang bertugas untuk membuka dan menutup katup ini disebut dengan cam lobe yang memiliki dua bentuk, bagian bulat untuk menutup dan bagian lonjong untuk menekan valve agar terbuka.

2. Memutar Poros Distributor

Camshaft juga memiliki fungsi lain, yaitu memutar poros distributor, yang berbeda tiap mobil tergantung tipe mesin yang digunakan dan umumnya terletak pada sistem pengapian.

Adanya camshaft yang berputar dapat memberikan sinyal kepada komponen poros distributor untuk memutar dan melakukan hal yang sama.

3. Menggerakkan Fuel Pump

Selain mengatur buka-tutup katup, camshaft juga memiliki fungsi lain, yaitu menggerakkan fuel pump pada mesin mobil.

Peran ini khusus terdapat pada kendaraan yang masih menggunakan fuel pump mekanikal. Pada sistem mesin lama, fuel pump mekanikal bekerja dengan dorongan camshaft untuk menyalurkan bahan bakar menuju karburator.

Mekanisme ini memastikan suplai bahan bakar tetap stabil sehingga mesin dapat menyala dengan baik.

Namun, seiring perkembangan teknologi otomotif, sistem tersebut mulai ditinggalkan. Kini, sebagian besar mobil modern sudah menggunakan fuel pump elektrik yang bekerja dengan tenaga listrik tanpa membutuhkan dorongan langsung dari camshaft.

Pergeseran ini terjadi karena fuel pump elektrik dinilai lebih praktis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan mesin injeksi yang banyak digunakan saat ini.

Dengan begitu, fungsi camshaft sebagai penggerak fuel pump mekanikal lebih relevan pada mesin lama, sementara sistem modern mengandalkan teknologi elektrik.

4. Tempat Sensor yang Mendeteksi Putaran

Fungsi terakhir dari poros nok atau camshaft adalah sebagai titik penyensoran untuk mendeteksi setiap putaran yang dilakukannya.

Peran ini memungkinkan camshaft memastikan sudut putaran secara akurat sehingga kinerjanya tetap stabil tanpa menimbulkan cacat maupun kerusakan pada komponen mesin lain.

Dengan adanya fungsi ini, sistem kerja mesin menjadi lebih presisi karena setiap sudut pergerakan dapat terdeteksi secara tepat.

Namun, tidak semua mesin mobil menggunakan fungsi ini. Camshaft dengan kemampuan penyensoran umumnya hanya terdapat pada mesin dengan teknologi EFI (Electronic Fuel Injection).

Pada mesin jenis ini, camshaft didesain khusus dengan gigi pokok yang berfungsi menyatukan blade sensor.

Desain tersebut memungkinkan camshaft bekerja sama dengan sensor untuk menentukan posisi dan sudut putarannya sendiri secara otomatis.

Cara kerjanya cukup sederhana namun efektif. Gigi-gigi pada mesin berperan penting dalam membantu camshaft mendeteksi setiap sudut dengan presisi. Saat camshaft berputar, sensor akan membaca pergerakan gigi tersebut sehingga data putaran bisa dipastikan dengan tepat.

Informasi ini kemudian digunakan sistem EFI untuk mengatur suplai bahan bakar maupun pengapian. Dengan demikian, fungsi penyensoran pada camshaft tidak hanya menjaga keakuratan rotasi, tetapi juga mendukung efisiensi serta performa mesin secara keseluruhan.

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Keuangan
5 mins read 05/03/2026
9 Tips Mengelola THR Lebih Bijak Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang Harus Diketahui!

Dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri saat ini, tips mengelola THR atau Tunjangan Hari Raya yang baik sangatlah krusial. Umumnya, tunjangan ini akan digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, namun beberapa orang juga ada yang memilih menyisihkannya untuk ditabung.

Dalam Peraturan Pemerintah juga dijelaskan seputar tujuan pemberian THR secara umum, yaitu mempertahankan tingkat daya beli masyarakat dalam rangka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan pembelajaran Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Untuk membantu sahabat MyPro+, berbagai tips mengelola THR yang baik dan bijak akan kita bahas di bawah ini. Simak berbagai tips mengelola THR berikut ini.

9 Tips Mengelola THR Lebih Bijak Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang Harus Diketahui!

tips mengelola thr

Agar uang THR yang didapatkan bisa digunakan secara maksimal, berikut ini beberapa tips mengelola THR yang dapat kamu terapkan dan jadikan sebagai contoh. Simak selengkapnya!

1. Membuat Daftar Prioritas Pengeluaran

Tips mengelola THR pertama, yaitu membuat daftar prioritas pengeluaran atau anggaran pengeluaran sedetail mungkin agar uang TH yang didapatkan dapat dialokasikan sesuai dengan tujuan.

Umumnya, kamu harus memprioritaskan pengeluaran rutin serta berbagai keperluan Lebaran dalam anggaran yang telah dibuat dengan nominal yang realistis.

Setelah semua kebutuhan terpenuhi, sisa uang THR yang ada dapat dialokasikan untuk berbagai hal, mulai dari tabungan, investasi, dan pemenuhan kebutuhan lainnya seperti membayar premi asuransi kesehatan yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi dirimu dan anggota keluargamu.

2. Menyisihkan Uang THR untuk Tabungan

Tips mengelola THR selanjutnya adalah menyisihkan sekitar 5 hingga 20 persen dari uang THR yang kamu terima untuk ditabung. Besaran persentase ini sebenarnya bersifat fleksibel, artinya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Jika kebutuhanmu sedang cukup banyak, kamu bisa menyisihkan dalam jumlah yang lebih kecil. Namun, jika memungkinkan, tidak ada salahnya menabung lebih besar agar manfaatnya semakin terasa di kemudian hari.

Yang terpenting bukan hanya soal berapa besar uang yang ditabung, tetapi juga di mana kamu menyimpannya. Pastikan kamu memilih produk tabungan yang tepat dan sesuai tujuan keuanganmu.

Misalnya, kamu bisa mempertimbangkan menabung dalam bentuk deposito atau tabungan berjangka lainnya. Produk seperti ini biasanya memiliki sistem penguncian dana untuk jangka waktu tertentu, sehingga uang tidak bisa diambil kapan saja.

Cara ini efektif untuk membantu kamu menjadi lebih disiplin menabung dan menghindari godaan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif. Bukan hanya itu, kamu juga dapat mendapatkan banyak manfaat menabung jika dilakukan dengan tepat.

Dengan memilih instrumen tabungan yang sesuai, uang THR yang kamu sisihkan bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar di masa depan.

Kebiasaan menabung dari THR juga bisa menjadi langkah awal untuk membangun perencanaan keuangan yang lebih sehat dan teratur setiap tahunnya.

3. Hindari Menghamburkan Uang THR untuk Hal yang Tidak Penting

Jika anggaran atau daftar prioritas telah dibuat, uang THR sudah dapat kamu gunakan dan alokasikan. Namun, hal yang harus diingat adalah untuk tidak menghamburkannya untuk hal-hal yang tidak perlu dan mubazir.

Bukan hanya itu, kamu juga harus dapat membedakan dan mampu menahan diri atas hasrat untuk berbelanja secara berlebihan atau yang sering disebut juga dengan impulsive buying khususnya menjelang Lebaran.

Jika kamu menemukan produk atau barang yang ingin dibeli, hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan urgensi atau kebutuhan dari barang tersebut untuk memastikan impulsive buying tidak terjadi.

4. Melunasi Hutang yang Dimiliki

Selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk melunasi kewajiban, seperti hutang ataupun cicilan yang kamu miliki.

Hal ini dilakukan untuk menghindari membayar utang terlambat atau bahkan lewat dari tenggat waktu yang diberikan yang dapat membuat bunga yang dikenakan semakin besar.

5. Menggunakan Uang THR untuk Investasi

Setelah berbagai kewajiban dan kebutuhan dipenuhi, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk mulai berinvestasi.

Sebelum memulai investasi, pastikan juga instrumen investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko investasi kamu.

Untuk menentukan hal tersebut, kamu dapat mulai dari mencari informasi yang akurat dan terpercaya, mempelajari hal-hal seputar investasi lebih dalam, membaca berita media sosial hingga buku seputar keuangan untuk memastikan investasi yang kamu pilih aman dan paling sesuai denganmu.

6. Tetap Disiplin dan Konsisten

Setelah membuat perencanaan untuk uang THR, kamu juga harus tetap disiplin dan konsisten menjalankannya agar tujuan keuangan yang kamu inginkan dapat tercapai.

Hindari membeli hal-hal di luar rencana atau anggaran dengan berkomitmen dan berjanji untuk tidak membelanjakan uang THR di luar daftar prioritas yang ada.

7. Berbagi dengan Orang Lain

Selain untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dengan orang lain. Sisihkan sebagian uang Tunjangan Hari Raya atau THR untuk membayar zakat atau berbagi kepada anggota keluarga, seperti adik ataupun keponakan.

Untuk dapat menentukan pengeluaran dengan baik, kamu juga dapat membuat daftar nama penerima THR disertai dengan nominal yang akan mereka terima.

Dengan begitu, kamu dapat menghindari berbagai masalah, seperti kekurangan uang THR ataupun memberikan terlalu banyak kepada orang yang tidak masuk ke dalam daftar.

8. Membuat Asuransi

Bukan hanya kebutuhan saat ini, uang THR juga dapat dimanfaatkan untuk membuat asuransi yang menjadi salah satu langkah pengelolaan risiko yang mungkin timbul di masa depan.

Oleh sebab itu, menyisihkan sebagian uang THR dan mengalokasikannya untuk membayar premi asuransi dapat menjadi pilihan yang tepat agar kamu merasa lebih aman dan terlindungi dari berbagai risiko yang dapat terjadi.

Hal yang harus diperhatikan dalam memiliki asuransi adalah manfaat apa saja yang kamu terima, syarat dan ketentuan yang ada.

Faktor tersebut harus dipertimbangkan dengan baik dengan membandingkan biaya premi yang harus dikeluarkan setiap bulannya agar uang yang kamu keluarkan tidak terbuang sia-sia. Cek Premi Asuransi Kesehatan-Mu dengan mudah melalui FiturTAMI di sini!

Asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima memiliki banyak keunggulan produk yang harus kamu ketahui, antara lain:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

9. Menyisihkan Dana Darurat

Tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan menyisihkannya sebagai dana darurat. Persentasenya juga dapat disesuaikan, mulai dari 10%, 20%, ataupun 30% dari total THR berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Dana darurat sendiri dapat digunakan untuk berbagai hal dan umumnya penting untuk dimiliki oleh setiap orang untuk menghindari risiko finansial yang tidak diinginkan.

Adanya dana darurat untuk berbagai situasi, seperti kecelakaan, kehilangan pekerjaan, hingga masalah kesehatan, dapat membuat diri merasa lebih aman.

Kesalahan Mengelola THR yang Harus Dihindari

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan uang THR habis secara sia-sia, terdapat beberapa kesalahan mengelola THR yang harus kamu hindari, antara lain:

  • Menghabiskan uang THR tanpa rencana.

  • Menganggap uang THR sebagai ekstra tanpa memperhatikan konsekuensinya.

  • Memaksakan uang THR menjadi investasi agresif tanpa mempersiapkan diri dari segi mental ataupun finansial.

Dalam artikel berjudul 9 Smart Things to do with Your Annual Bonus yang ditulis oleh James Royal, Ph.D., pastikan segala bonus yang didapatkan, seperti salah satunya uang THR, digunakan untuk suatu hal yang bermakna.

Ia melanjutkan bahwa uang tambahan yang didapat menjadi lebih masuk akal jika digunakan untuk suatu hal yang dapat meningkatkan masa depan, mengurangi stres, dan membuatmu merasa lebih baik.

Sejarah dan Perkembangan THR di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan THR di Indonesia 

THR atau Tunjangan Hari Raya pertama kali ada pada tahun 1951 yang diberikan pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Hingga pada akhirnya, resmi diberikan dengan besaran yang lebih spesifik di tahun 1954 sebesar Rp 125 per orang.

Di tahun 1994 berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 04/1994 seputar Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan menetapkan bahwa setiap pengusaha memiliki kewajiban membayarkan THR Keagamaan bagi pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan, antara lain:

  • Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang memiliki Agama Islam

  • Hari Raya Natal bagi pekerja yang memiliki Agama Kristen Katolik dan Protestan

  • Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang memiliki Agama Hindu

  • Hari Raya Waisak bagi pekerja yang memiliki Agama Budha

Di tahun 2000-an, pemberian THR juga semakin terstruktur dan diatur melalui regulasi resmi dengan adanya Peraturan Pemerintah setiap tahunnya yang mengatur mengenai penerima hak, penjadwalan, dan besaran THR. Berikut besaran THR dari tahun ke tahun.

  • Di tahun 2020, THR hanya diberikan kepada ASN dengan jabatan di bawah eselon II dan pensiunannya. Komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum.

  • Di tahun 2021, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok.

  • Di tahun 2022, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2023, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji pokok, dan 50% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2024, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

  • Di tahun 2025, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan 100% tunjangan kinerja.

Cara Menghitung THR dengan Benar

Cara Menghitung THR dengan Benar 

Perhitungan uang THR juga secara umum cukup sederhana, namun kembali lagi tergantung pada masa kerja dan gaji pokok yang diterima oleh seorang karyawan. Simak cara menghitung THR dengan benar yang harus kamu ketahui.

1. Karyawan dengan Masa Kerja Lebih dari 1 Tahun

Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja lebih dari satu tahun, umumnya perhitungan THR akan menyesuaikan dengan gaji pokok yang diterima setiap bulannya. Hal ini dikarenakan besaran THR umumnya satu kali gaji pokok.

Contohnya, jika gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka jumlah THR yang akan kamu terima juga sebesar Rp 10 juta.

2. Karyawan dengan Masa Kerja Kurang dari 1 Tahun

Bagi karyawan perusahaan dengan masa kerja kurang dari satu tahun, perhitungan THR menjadi pro rata. Yang berarti, THR yang kamu terima akan dihitung berdasarkan masa kerjamu di perusahaan.

Berikut rumus perhitungannya: THR= (gaji pokok x masa kerja):12

Contohnya, jika kamu sudah bekerja selama 8 bulan dengan gaji pokok yang kamu terima setiap bulannya sebesar Rp 10 juta, maka perhitungan menggunakan rumusnya akan seperti berikut.

THR= (10.000.000 x 8):12= 6.666.667

Jadi, THR yang akan kamu terima adalah Rp6.666.667.

3. Karyawan yang Gajinya Di Perhitungan dari Komponen Lain

Kebijakan perusahaan berbeda-beda, di mana gaji tiap karyawan dapat terdiri dari beberapa komponen, mulai dari tunjangan, insentif, hingga uang lembur.

Jika kondisinya seperti ini, jumlah THR dapat dihitung berdasarkan total gaji yang diterima oleh karyawan tersebut, termasuk dengan tunjangan ataupun komponen lain di luar gaji pokok.

Jadi, pada beberapa perusahaan, komponen penghasilan tambahan yang dimiliki karyawan dapat menjadi bagian dari perhitungan THR.

Siapa yang Berhak Mendapatkan THR?

Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan uang THR? Simak beberapa kelompok berikut yang wajib mendapatkan THR menjelang Hari Raya Keagamaan.

  • Karyawan tetap di sebuah perusahaan dengan status hubungan kerja yang jelas berhak mendapatkan THR dengan minimal lama kerja satu bulan. Umumnya, karyawan tetap yang paling utama mendapatkan THR berdasarkan ketentuan yang berlaku.

  • Karyawan kontrak dengan masa kerja lebih dari satu bulan, berhak mendapatkan THR asalkan tidak ada ketentuan di dalam kontraknya yang menyatakan sebaliknya. Walaupun statusnya belum menjadi karyawan tetap, jika mereka memenuhi syarat yang ada, maka akan mendapatkan THR juga.

  • Karyawan magang atau praktik kerja dengan syarat tertentu, pada beberapa perusahaan, karyawan magang atau praktik yang sudah bekerja lebih dari satu bulan dapat menerima THR. Namun, hal ini tergantung pada kebijakan perusahaan yang ada terkait komitmen dan kontribusi signifikan selama masa magang.

  • Pekerja Paruh Waktu atau Part-Time, karyawan paruh waktu juga dapat menerima uang THR tergantung pada kebijakan perusahaan dan perjanjian yang telah dibuat antara pekerja dan perusahaan. Jika karyawan telah bekerja lebih dari satu bulan, maka mereka dapat menerima uang THR sebesar proporsi gaji mereka.

  • Karyawan cuti sakit atau cuti hamil, perusahaan juga berhak membayarkan karyawan yang sedang cuti sakit ataupun hamil, dengan syarat mereka tidak dalam status CTD atau cuti tidak dibayar. Cuti yang telah disetujui perusahaan tidak menghilangkan hak karyawan untuk menerima THR.

Nah, itulah beberapa tips mengelola THR yang harus kamu ketahui, bukan hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan saat ini, tetapi juga di depan jadikan sebagai sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Walaupun begitu, berbagai tips mengelola THR di atas juga membantu mengingatkan untuk melakukan setiap tindakan finansial dengan perencanaan yang matang untuk memastikan uang yang dikeluarkan digunakan dengan bijak. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 23/01/2020
Perlindungan Kesehatan Prima - Klaim Asuransi Bisa Cashless & Cardless!

Hi, Sahabat MyProtection!

Selain menjaga Anda dan keluarga dari kejadian tak terduga di masa depan, Perlindungan Kesehatan Prima juga mempermudah proses berobat Anda! Fitur klaim cashless & cardless membuat kunjungan ke rumah sakit lebih mudah dan praktis. Fitur cashless & cardless artinya Anda tidak perlu mengeluarkan uang tunai atau repot membawa kartu fisik untuk berobat di rumah sakit rekanan MyProtection. Wah, praktis sekali, kan?

Perlindungan Kesehatan Prima juga memiliki satu fitur unggulan yaitu Saldo Prima. Melalui Saldo Prima, Anda bisa membeli obat atau vitamin tanpa perlu berobat ke dokter. Sehingga pembelian obat atau vitamin Anda bisa digantikan.

Kabar baiknya, premi Perlindungan Kesehatan Prima hanya mulai dari Rp 6 ribuan/hari atau Rp 3,5 jutaan/tahun. Anda bisa mendapatkan manfaat rawat inap & bedah hingga Rp 100 juta. Terdapat juga pilihan cicilan 12 bulan dengan bunga 0% dengan kartu kredit tertentu.

Tunggu apalagi?

Anda bisa pelajari lebih lanjut untuk melihat brosur produk dan simulasi harga atau beli sekarang

Butuh informasi lebih lanjut? Silakan menghubungi Call Center MyProtection di 0804-133-888 atau email ke cs@myprotection.com

Baca Artikel