Some of the oldest countries in the world are believed to have existed and developed since 6500 BC, marked by the growth of settled communities and the development of these regions.
These ancient countries have been established for hundreds or even thousands of years, making them some of the oldest nations in the world with long histories in human civilization, such as India and China.
MyProtection Friends must be curious about which countries are considered the oldest in the world, along with their history and influence on human civilization. Check out the information below!
Hi, Sahabat MyProtection!
Memilih asuransi kesehatan yang terbaik memang bukanlah perihal mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti manfaat yang ditawarkan, harga premi, sistem klaim asuransi dan rumah sakit rekanan.
Mungkin Anda pernah menemukan asuransi kesehatan dengan premi murah, tapi sistem klaim asuransi rumit? Atau bahkan, polis asuransi Anda hanya bisa digunakan di wilayah terbatas. Pastinya akan merepotkan Anda.
Perlindungan Kesehatan Prima menawarkan asuransi kesehatan individu maupun keluarga dengan premi terjangkau, sistem klaim cashless dan cardless, serta memiliki lebih dari 900 Rumah Sakit Rekanan yang tersebar di Seluruh Indonesia! Anda juga bisa cek daftar rumah sakitnya di sini. Sehingga, kapanpun dan dimanapun, Anda bisa berobat dengan tenang. Sakit saat pergi dinas atau liburan ke luar kota? Tidak masalah!
Sudah siap #DijagainTerus sama Perlindungan Kesehatan Prima?
Kalau jawabannya iya, Anda bisa memulai perjalanan aman paling nyaman bersama Perlindungan Kesehatan Prima dan mendapatkan DISKON 10% dengan menggunakan kode promo ‘DIJAGAINPRO’ selama April 2020!
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id
Jakarta, 25 September 2020 - MyProtection News
Penyebaran COVID-19 dapat terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa kita sadari. Khususnya, ruang publik meningkatkan potensi seseorang terpapar virus. Oleh karena itu, beberapa daerah menerapkan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan dan mengurangi angka penularan COVID-19.
Menurut Andrew Roszak, direktur eksekutif Institute for Childhood Preparedness, berpendapat bahwa menghadapi pandemi COVID-19 hampir sama dengan cara membatasi paparan radiasi nuklir. Terdapat tiga hal utama yaitu waktu, jarak, dan perlindungan. Semakin jarang kita menghabiskan waktu di tengah kerumuman orang dalam ruang publik atau ruang tertutup, semakin baik.
Begitu pula dengan jarak. Pastikan Anda menjaga jarak aman dengan orang lain saat bepergian ke luar. Jangan lupa menggunakan perlindungan diri seperti masker medis atau masker kain 3 lapis sebelum pergi dari rumah, membawa hand sanitizer, dan melengkapi diri dengan asuransi kesehatan seperti Perlindungan Kesehatan Prima yang menjamin berbagai penyakit termasuk COVID-19.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari CDC dan Healthline, berikut ini lokasi yang rawan penyebaran COVID-19 serta langkah yang dapat Anda lakukan sebelum bepergian ke lokasi tersebut.
Transportasi seperti bus, busway, kereta, maupun pesawat merupakan tempat yang lebih sulit untuk menerapkan physical distancing. Apalagi terkadang kereta dan bus dipenuhi dengan orang-orang pada jam sibuk. Sehingga penularan COVID-19 bisa terjadi ketika seorang penumpang bersin, batuk, atau bahkan berbicara.
Disarankan bagi pengguna transportasi umum untuk waspada terhadap benda yang sering disentuh seperti pegangan pintu. Selalu gunakan masker, hindari menyentuh wajah, dan langsung cuci tangan dengan air dan sabun/hand sanitizer.
Sebuah studi penyebaran virus COVID-19 di Korea Selatan membuktikan bahwa penularan virus rawan terjadi di cluster perkantoran. Hal ini disebabkan karena ruang kantor biasanya tertutup dan diisi banyak orang dalam jangka waktu cukup lama.
Kasus penyebaran virus terjadi di sebuah gedung setinggi 62 meter di pusat bisnis Seoul, Korea Selatan pada Maret 2020 lalu. Lantai 1 – 11 gedung tersebut digunakan sebagai ruang perkantoran, terdapat kantor Call Center di lantai 7 – 9 dan 11. Sedangkan lantai 13 – 19 difungsikan sebagai hunian apartemen. Pemerintah Korea Selatan melakukan PCR test terhadap 1,145 penghuni gedung yang merupakan gabungan atas karyawan, penghuni apartemen, dan pengunjung. Hasilnya, 97 orang dinyatakan positif COVID-19 dan 94 pengidap positif COVID-19 bekerja di Call Center yang berada di lantai 11.
Oleh karena itu, jika Anda bekerja di kantor, keberadaan masker dan kebersihan ruang kerja menjadi sangat vital. Beberapa kantor pun menerapkan skema kerja dari rumah untuk mengurangi angka penularan virus.
Pasar tradisional merupakan salah satu klaster penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Oleh karena itu beberapa pasar pun terpaksa ditutup untuk mengurangi angka penyebaran virus. Selain pasar, lokasi belanja seperti supermarket pun berpotensi untuk menularkan virus, khususnya melalui keranjang belanja. Keranjang belanja digunakan oleh banyak orang setiap harinya. Droplet yang keluar dari mulut atau hidung pengunjung dapat menempel pada barang dan permukaan lainnya. Penggunaan masker dan hand sanitizer sangat penting ketika ingin bepergian ke tempat umum. Hindari berkunjung ke tempat ramai dan jaga jarak dengan pengunjung lain.
Bila Anda suka menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga di akhir pekan, maka disarankan untuk mencari lokasi alternative selan restoran atau bar. Biasanya dalam restoran atau bar, Anda akan membuka masker untuk makan, minum, dan mengobrol. Jika restoran atau bar memiliki sirkulasi udara yang buruk dan padat pengunjung, maka penyebaran virus mungkin saja terjadi.
Untuk sementara ini, kurangi aktivitas di luar rumah yang non-esensial ya, Sahabat MyProtection. Anda dan keluarga bisa memesan makanan takeaway dan mengonsumsinya di rumah saja. Jika harus makan di restoran, pilih tempat yang tidak terlalu ramai, mempunya sirkulasi udara baik, dan kalau bisa memiliki ruangan outdoor.
Pusat kebugaran menyediakan berbagai fasilitas dan alat olahraga yang disentuh oleh berbagai macam orang. Jika tidak rutin dibersihkan, virus ataupun kuman bisa menempel pada alat olahraga lalu menempel pada individu yang menggunakan peralatan tersebut. Jika Anda ingin tetap bugar selama pandemi COVID-19, Anda bisa mencoba berolahraga dari rumah. Apalagi ketika Anda berolahraga di pusat kebugaran, penggunaan masker akan terasa kurang nyaman. Sehingga pastikan pusat kebugaran yang Anda kunjungi sudah mengaplikasikan protocol kesehatan yang ketat atau berolahraga di rumah saja.
Salam,
Sahabat MyProtection
Technological advancements today have also improved services for official documents, such as driving licenses or SIM, which can now be processed online.
The Digital Korlantas Polri application, issued by the Indonesian National Police Traffic Corps or Korlantas, makes it easier for users to extend or apply for a SIM online.
So, how can you apply for a driving license online in a simple way? Here are the step-by-step instructions!
To make it easier to get an online driver’s license (SIM), here are the steps you can follow using the Korlantas Polri digital app. Hope you find it helpful!
The first step in applying for a SIM online is to download the Digital Korlantas Polri application, which is available on both Android and iOS.
After downloading, you need to complete the registration process as follows:
Open the downloaded application and register using your active phone number.
Verify your identity using your National Identification Number or NIK as stated on your e-KTP.
Make sure to enter an active email address so that you can receive notifications and confirmation messages.
In addition to registration and verification, you must prepare several required documents to apply for a SIM, such as:
e-KTP or electronic ID card.
A medical certificate or physical and mental health, available at public health centers, clinics, or other services partnered with Korlantas.
A psychological test result or psychotest, which can be taken online via registered platforms.
A passport photo with a blue background.
A digital signature.
Once your account is active and verified, follow these steps:
Click the SIM menu in the application.
Select the New SIM Registration.
Choose the type of SIM you want to apply for. SIM A for cars or SIM C for motorcycles.
Fill in your personal and vehicle information accurately.
Upload the required documents you prepared earlier.
Select the SIM administration office or SATPAS where you will take the driving test.
Complete the payment for the SIM application using one of the available methods.
After completing the payment, the next step is to take the theory test through the application. To complete it successfully, keep these tips in mind:
Study the basic materials on traffic signs, road markings, proper driving etiquette, and traffic violation penalties.
Answer the test questions carefully and pay attention to the allotted time.
Once you pass the theory test, you can choose a date for the practical driving test.
If you pass the theory test, the next step is to schedule a practical test at the selected SATPAS location.
Open the Digital Korlantas Polri application to choose an available date for the test.
Arrive at the SATPAS office on the appointed date and time.
Bring the required documents, such as online payment proof, original ID card or KTP, medical certificate, and psychotest result.
During the practical test, you will be assessed on specific driving skills depending on the SIM type:
SIM C test for a motorcycle usually includes zig-zag routes, figure-eight turns, sudden braking, and balance control.
SIM A test for a car usually includes reverse parking, uphill driving, narrow roads, and braking.
Once you successfully pass both the theory and practical tests, the online SIM application process is complete.
The final step is to wait for the printing process of your driving license, then collect your physical SIM directly at the designated SATPAS office.
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)