Home
/
Articles
/
Finance
/
13 Positive Impacts of International Trade for Countries and Their Citizens!

13 Positive Impacts of International Trade for Countries and Their Citizens!

22 April 2026 | MyProtection News Jakarta

The positive impacts of international trade can be felt by both individuals and a country. This process of buying and selling goods or services helps accelerate economic growth, which ultimately creates more job opportunities and improves people’s welfare.

In simple terms, international trade is an activity that involves exports, which means selling goods abroad, and imports, which means purchasing goods from other countries.

The purpose of this activity is to gain profit, expand market reach, obtain goods or services that are not available domestically, and, as mentioned earlier, accelerate economic growth.

Not only that, the positive impacts of international trade are numerous, and we will discuss them in detail below. Keep reading to learn more!

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyPro+ News Jakarta
MyPro+ is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read • 30/12/2019
Money Management Tips, Penting untuk Pemula!

Setelah gajian, rasanya ada banyak hal yang ingin Anda beli. Baju baru, sepatu baru, hingga mulai mencicil rumah baru. Namun, sebelum Anda fokus untuk menghabiskan gaji, ada baiknya Anda melakukan money management. Bagi para pemula, mengatur keuangan mungkin terasa membingungkan. Oleh karena itu, MyProtection memberikan beberapa tips mengatur keuangan yang bisa Anda terapkan!

Cara termudah dalam mengatur keuangan adalah mengaplikasikan 50:30:20 rule. Apa itu aturan 50:30:20? Artinya, anda bisa membagi pengeluaran anda ke dalam tiga kategori utama. Setengah atau 50% dari pendapatan anda digunakan untuk membayar tagihan bulanan dan kebutuhan pokok. Misalnya seperti listrik, belanja bulanan, cicilan, serta biaya transportasi.

Kemudian 30% dari budget keuangan Anda dapat disisihkan sebagai dana fleksibel. Sehingga barang yang ada inginkan tetapi tidak esensial dapat dibeli dengan budget ini. Contohnya Anda bisa menggunakan dana fleksible untuk membeli baju, menonton bioskop, atau bepergian.

Terakhir, 20% dari penghasilkan Anda bisa dialokasikan untuk mencapai tujuan finansial Anda yaitu investasi, tabungan, dan asuransi. Sehingga Anda memiliki dana yang dapat dipakai saat keadaan terdesak atau memenuhi impian Anda. Contohnya, Anda bisa mengalokasikan dana dengan berinvestasi asuransi untuk Anda dan keluarga seperti Perlindungan Kesehatan Prima untuk mengantisipasi biaya perawatan medis di masa depan.

Selain menerapkan aturan 50:30:20 ini, Anda juga harus mengenali pola penggunaan uang Anda. Bisa jadi, Anda bisa mengalokasikan dana lebih banyak untuk menabung. Sebaliknya, pada bulan tertentu Anda harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk pengeluaran mendesak. Tentukan prioritas keuangan Anda dengan memilih tagihan/barang apa yang sangat diperlukan tiap harinya. Kurangi pengeluaran berlebihan pada barang atau jasa yang tidak esensial. Misalnya, Anda sering mengonsumsi kopi kekinian di kafe atau membeli camilan di minimarket. Pengeluaran "kecil" ini ternyata dampaknya lumayan, lho! Anda bisa melakukan penghematan dengan membeli kopi seminggu sekali saja atau mencoba membuat kopi sendiri.

Tips Money Management bagi Pemula

Agar dapat lebih memahami dan mengetahui berbagai tips money management bagi pemula, berikut ini hal-hal yang dapat kamu lakukan dengan mudah!

1. Mencatat Pendapatan dan Pengeluaran

Tips pertama, yaitu lebih peduli dan memulai mencatat pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan. Melakukan hal ini dapat membantu kamu untuk mengetahui dan melacak kondisi keuangan setiap bulannya.

Bagi sahabat MyProtection yang ingin memulainya, kamu dapat mencatat di notes kecil, ataupun memanfaatkan gadget yang kamu miliki dimana saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat mempermudah pencatatan keuangan.

2. Memperhatikan Hal Kecil

Selanjutnya, memperhatikan segala pengeluaran bahkan sekecil apapun dan tidak menganggap remeh hal tersebut. Biasanya, tipe pengeluaran ini lah yang awalnya dianggap kecil namun lama kelamaan dapat membuat pengeluaran tidak terkontrol.

Hal-hal seperti membeli kopi setiap hari hingga camilan di sore hari yang jika dilakukan setiap hari dapat mempengaruhi pengeluaran. Berbeda dengan ketika seseorang ingin membeli barang mahal yang harus dipikirkan dengan matang, hal-hal kecil di atas sering kali dianggap remeh dan membuat pengeluaran finansial tidak terkontrol.

Oleh sebab itu, penting untuk sahabat MyProtection untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan pengeluaran dan hal-hal kecil sekalipun.

3. Menghindari Pengeluaran Demi Gengsi

Membeli barang trending atau branded karena gengsi atau memenuhi gaya hidup juga harus dihindari untuk memiliki money management yang baik.

Sering kali, orang-orang membeli barang yang tidak benar-benar mereka butuhkan hanya karena perkembangan tren yang ada dan memenuhi gengsi sendiri.

Oleh sebab itu, penting untuk terlebih dahulu memikirkan secara matang apakah barang yang ingin dibeli benar-benar dibutuhkan atau tidak dan apakah uang tersebut lebih baik digunakan untuk menambah dana tabungan.

4. Membuat Prioritas Kebutuhan

Menyusun daftar prioritas kebutuhan juga penting untuk memiliki manajemen keuangan yang baik. Sahabat MyProtection dapat membuat dari mengurutkan kebutuhan dari yang sifatnya mendesak hingga kebutuhan yang dianggap masih dapat ditunda terlebih dahulu.

Membuat skala prioritas akan kebutuhan juga dapat membantu dalam mengatur pengeluaran dan mengajarkan kita untuk lebih hemat dan teratur.

5. Memasang Target Masa Depan

Tips efektif lainnya untuk mengatur keuangan adalah memiliki target yang ingin dicapai di masa depan. Baik target kecil maupun target besar yang ingin di raih dapat membantu dalam pengaturan finansial yang lebih baik.

Seperti contohnya, ketika sudah berusia 30 tahun kamu menginginkan untuk memiliki kendaraan pribadi atau bahkan rumah pribadi. Dengan memiliki target yang ingin dicapai, kamu juga akan lebih terpacu untuk menabung dan meraih keinginan tersebut.

6. Disiplin Menabung

Banyak orang memiliki persepsi yag salah tentang menabung. Dimana, mereka menganggap bahwa menabung dilakukan di akhir bulan tergantung sisa uang yang mereka miliki.

Seharusnya, menabung dilakukan di awal bulan dengan membuat target dan langsung menyisihkan uang yang ingin ditabung. Kamu dapat membuat tabungan atau rekening terpisah agar uang tersebut dipisahkan dari rekening yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

7. Mulai Berinvestasi

Selain menabung biasa, berinvestasi juga dapat memberikan potensi keuangan yang besar jika dilakukan dengan benar.

Walaupun begitu, tidak dapat dihindari pula bahwa berinvestasi juga datang dengan berbagai risiko. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mempelajari dan melatih kemampuan investasi yang kamu miliki agar strategi yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik.

Selamat mengatur uang dengan lebih cerdas!

Salam,
Sahabat Myprotection

Read Article
Automotive
5 mins read • 16/03/2026
What is the Ideal Car Battery Voltage and How to Maintain It!

The voltage of a car battery plays a vital role in the performance of the vehicle’s electrical system, serving as the main source of electrical power.

Therefore, keeping the battery voltage stable is essential; this can be achieved through regular inspections and maintenance to ensure the car runs optimally.

So, what is the normal and ideal car battery voltage, and how can you maintain it? Let’s take a look at the explanation below!

What is the Ideal Car Battery Voltage?

Aki Mobil Berapa Volt

To ensure the vehicle’s electrical system operates properly, knowing the standard car battery voltage is essential. Here are some standard voltage levels in different conditions:

  • When the engine is off, a healthy car battery voltage is around 12.6 volts, indicating the battery is fully charged. If it drops below 12 volts, it’s a sign you should inspect or service it.

  • When the engine is running, the voltage increases due to the alternator recharging the battery. Normally, it ranges between 13.5 and 14.5 volts, showing that the charging system is functioning correctly.

  • If the voltage drops to 12 volts while the engine is on, it may indicate an issue with either the alternator or the battery itself. When it drops to 11 volts or lower, it can cause disruptions in the car’s performance, especially in the engine and electronic components.

How to Maintain Car Battery Voltage

If the car’s battery voltage drops below 12 volts, the vehicle’s electrical system will start to experience problems.

That’s why it’s important to maintain your car’s battery regularly. Here are some ways to optimize its condition:

  • Check the battery water level. If it reaches the minimum mark, refill it according to the battery’s container requirements.

  • Avoid excessive use of additional accessories, such as neon lights, high-powered audio systems, or chargers that can overload the battery and cause voltage drops.

  • Routine servicing not only keeps the engine in good condition, but it also ensures the electrical system, especially the battery, functions properly. Regular checks help prevent unstable voltage or loss of power.

  • Drive wisely, avoid sudden acceleration, and maintain a steady speed. Short trips with frequent stops can prevent the battery from charging fully, potentially leading to a voltage drop.

In summary, a healthy car battery voltage is usually around 12.6 volts when the engine is off and 13.5 – 14.5 volts when the engine is running.

If the voltage falls below this range, it indicates a potential issue with the battery or the charging system that requires immediate inspection.

Maintaining a car battery is not difficult; you just need to check the water level, avoid excessive accessories, perform regular servicing, and drive properly.

With these simple steps, your car’s battery voltage will remain stable, ensuring the electrical system works optimally and extending the battery’s lifespan.

*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)

Read Article
Sport
5 mins read • 20/01/2025
What Is Exercise and Its Benefits for Body Health

Exercise is a physical activity that is extremely popular worldwide, including in Indonesia. In addition to improving physical health, exercise often becomes a pathway for talented individuals to achieve accomplishments at professional or competitive levels.

However, exercise is different from general physical activity. Physical activity typically refers to any movement that requires muscle contraction and results in energy expenditure.

Examples of daily physical activities include climbing stairs, gardening, and doing household chores.

Exercise, on the other hand, is a specific form of physical activity that is planned, structured, and performed intentionally intending to improve or maintain physical fitness and overall health.

Common examples of exercise include aerobics, swimming, football, cycling, and many other sports.

To better understand what exercise is and the benefits it provides for the human body, read the explanation below.

Read Article