Dampak positif perdagangan internasional dapat dirasakan baik oleh individu maupun sebuah negara. Proses transaksi jual beli barang atau jasa ini dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya mampu membuka lebih luas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara sederhana, perdagangan internasional merupakan kegiatan yang melibatkan ekspor, yaitu menjual barang ke luar negeri, dan impor, yaitu membeli barang dari luar negeri.
Adanya kegiatan ini sendiri memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan, memperluas pasar, memperoleh barang atau jasa yang tidak tersedia, atau, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Bukan hanya itu, dampak positif perdagangan internasional sangat banyak dan akan kita bahas secara mendalam di bawah ini. Simak selengkapnya!

Kegiatan ekspor dan impor antar negara memiliki banyak manfaat bukan hanya bagi sektor pemerintah, namun juga untuk warga yang ada di dalamnya, antara lain:
Dampak positif perdagangan internasional yang pertama adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi sebuah negara.
Adanya perdagangan internasional antarnegara membuat permintaan serta penawaran ekspor produk ke negara lain meningkat, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian negara tersebut.
Contoh yang dapat kita lihat adalah perkembangan pada industri tekstil, kerajinan, udang, kopi, karet, dan masih banyak lagi.
Perdagangan internasional juga menjadi sumber devisa negara yang vital, khususnya melalui proses ekspor, di mana pembayaran diterima melalui mata uang asing yang kemudian menjadi aset negara atau devisa untuk membayar impor, membangun infrastruktur, hingga membiayai pembangunan.
Adanya proses transaksi perdagangan internasional seperti ekspor dan impor, baik dalam bentuk produk maupun jasa seperti TKI atau Tenaga Kerja Indonesia, mampu meningkatkan cadangan valuta asing, memperkuat ekonomi negara, membuka lapangan kerja, serta memfasilitasi transfer teknologi.
Seorang TKI yang bekerja di negara asing dapat mendatangkan devisa bagi negara melalui remitansi. Oleh karena itu, TKI juga mendapatkan program perlindungan wajib pemerintah yang meliputi perlindungan asuransi, mencakup JKK, JKM, JHT, dan JKN.
Namun, sering kali perlindungan dasar tersebut tidak mencakup seluruh risiko, yang membuat produk asuransi tambahan, seperti Perlindungan Kesehatan Prima dari MyPro+ dapat menjadi solusi yang tepat bagimu!
Apa saja keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima?
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Perdagangan internasional yang terjadi di sebuah negara juga dapat membantu meningkatkan kemakmuran negara dan masyarakatnya.
Proses perdagangan tersebut membuat aktivitas ekonomi di dalam sebuah negara meningkat dan dapat dijadikan sebagai indikator bahwa tingkat kemakmuran negara tersebut meningkat.
Hal ini dikarenakan prosesnya yang melibatkan setiap pelaku ekonomi, mulai dari produsen yang makmur dengan profit yang meningkat dengan menjual barang atau jasa ke negara lain, hingga konsumen yang mampu mendapatkan barang yang dibutuhkan dan tidak diproduksi secara langsung di negara asalnya.
Bukan hanya itu, pemerintah juga menjadi makmur dengan adanya devisa negara yang bertambah akibat adanya perdagangan internasional tersebut.
Dampak positif perdagangan internasional selanjutnya juga dapat menambah lapangan kerja. Semakin tinggi aktivitas ekspor, maka tenaga kerja yang dibutuhkan juga semakin banyak agar aktivitas industri lebih cepat bergerak.
Dengan begitu, masyarakat yang dipekerjakan juga menjadi lebih makmur dengan semakin banyaknya lapangan kerja yang dibutuhkan, yang berarti mengurangi tingkat pengangguran di negara tersebut.
Perdagangan internasional juga dapat membantu dalam menjaga relasi dan mempererat hubungan antarnegara satu dengan negara lainnya.
Terjalinnya hubungan baik tersebut bukan hanya menguntungkan bagi sektor perdagangan, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai sektor lain dan pada akhirnya mampu membantu menumbuhkan perekonomian negara.
Hubungan baik yang terjalin dengan negara lain mampu mendorong adanya kemungkinan bentuk kerja sama di berbagai bidang lain, mulai dari politik, budaya, militer, pendidikan, hingga teknologi.
Perdagangan internasional yang terus bertumbuh juga dapat mendatangkan investor dari luar negeri yang memberi kesempatan bagi pengusaha untuk menambah modal usaha untuk mengembangkan dan menumbuhkan bisnisnya lebih besar lagi.
Adanya tambahan dukungan dari investor asing ini dapat membantu dalam efisiensi produksi yang lebih tinggi melalui produksi skala besar yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi negara.
Persaingan dalam perdagangan internasional juga dapat membantu para produsen barang dan jasa meningkatkan kualitas produk mereka agar unggul dalam industri masing-masing.
Khususnya pada perdagangan internasional, di mana persaingan menjadi lebih banyak akibat globalisasi yang terjadi. Produsen akan berlomba meningkatkan kualitas produk agar lebih baik, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kuantitas ekspor barang karena lebih banyak diminati.
Selanjutnya, adanya perdagangan internasional juga dapat mendorong terjadinya transfer teknologi, khususnya dari negara maju ke negara berkembang.
Negara maju yang umumnya memiliki teknologi mutakhir di berbagai sektor, misalnya seperti mesin untuk industri, ataupun teknologi pribadi seperti gadget dapat mengekspor barang-barang tersebut ke negara yang membutuhkan.
Dengan begitu, kedua belah pihak juga bisa mendapatkan keuntungan. Negara maju yang mengekspor barang akan mengalami pertumbuhan ekonomi, sedangkan negara berkembang yang mengimpor barang tersebut juga akan bertumbuh dengan adanya teknologi baru canggih.
Dampak positif perdagangan internasional selanjutnya adalah menstabilkan dan mengendalikan harga barang yang ada di pasar domestik.
Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kelangkaan barang di pasar melalui kegiatan impor guna menambah stok barang yang dibutuhkan.
Begitu juga dengan sebaliknya, jika suatu negara memiliki jumlah barang yang berlebih, solusi agar barang tersebut tidak turun harga adalah melakukan kegiatan ekspor guna mengurangi barang di pasar domestik.
Bukan hanya itu, terdapat beberapa alasan lain mengapa dengan adanya perdagangan internasional mampu menstabilkan harga, antara lain:
Kompetisi, banyaknya pemasok untuk pasar yang sama dapat membuat harga sebuah produk menjadi lebih stabil dan mengurangi tingkat inflasi jika dibandingkan dengan pasar tanpa kompetisi.
Spesialisasi, suatu negara atau wilayah yang meningkatkan spesialisasi produksi tertentu dengan skala produksi yang lebih besar hingga efisiensi menggunakan teknologi dapat membantu dapat menstabilkan harga produk dan meningkatkan daya saing perdagangan.
Efisiensi, adanya peningkatan pasokan serta permintaan barang dan jasa di pasar juga dapat membantu mencegah harga suatu produk naik ataupun turun secara fluktuatif.
Adanya perdagangan internasional juga dapat membantu dalam memajukan lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, karena proses transaksinya yang akan terus melibatkan lembaga-lembaga tersebut.
Proses perdagangan internasional ini pada akhirnya dapat membantu memajukan lembaga keuangan dalam negeri untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembiayaan, asuransi, hingga valas.
Perdagangan internasional juga dapat membantu dalam menciptakan spesialisasi bagi sebuah negara, di mana negara tersebut memiliki produk andalan untuk di ekspor ke berbagai negara lainnya,
Umumnya, hal ini dapat terjadi karena produk tersebut sudah dipercaya negara lain dapat memberikan manfaat atau memiliki kualitas yang baik.
Sebagai contoh, Indonesia menjadi salah satu produsen karet terbesar di dunia dan hasilnya telah diekspor ke berbagai negara yang sejak lama telah menjadi pelanggan setia dari produk tersebut.
Sebagai fungsi awalnya, perdagangan internasional dilakukan untuk memenuhi kebutuhan negara yang tidak bisa didapatkan di dalam negeri dan memerlukan bantuan dari negara lain.
Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal dan faktor, mulai dari produk yang dimiliki, teknologi yang digunakan, dan masih banyak lagi.
Dampak positif perdagangan internasional selanjutnya adalah adanya diversifikasi ekonomi sebuah negara yang mampu menciptakan fondasi kokoh, khususnya dalam perekonomian.
Hal ini dikarenakan dengan adanya partisipasi pada perdagangan internasional, dapat membuat sebuah negara mengurangi atau menghilangkan ketergantungannya pada satu sektor ekonomi saja.
Dengan begitu, ekonomi sebuah negara dapat menjadi lebih kuat dan tahan terhadap guncangan eksternal, mulai dari fluktuasi pasar, perubahan kebijakan perdagangan, hingga harga komoditas yang lebih tinggi.
Terdapat manfaat lain bagi sebuah negara dengan adanya diversifikasi ekonomi, antara lain:
Ketahanan ekonomi yang lebih baik, mengurangi risiko ketidakstabilan akibat fluktuasi harga komoditas atau perubahan yang secara tiba-tiba dapat terjadi.
Pertumbuhan yang berkelanjutan, adanya sektor-sektor alternatif, sebuah negara juga dapat mendorong terus pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang.
Penciptaan lapangan kerja, adanya diversifikasi ekonomi sebuah negara juga dapat menciptakan peluang kerja di berbagai faktor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan produktivitas dan inovasi, adanya persaingan di berbagai sektor juga dapat mendorong terjadinya pengembangan teknologi baru, proses produksi yang lebih efisien, hingga upaya mencapai standar kualitas yang lebih tinggi.
Keberlanjutan lingkungan, diversifikasi ekonomi juga dapat membantu mengurangi tekanan sumber daya alam dari sektor tertentu sehingga mengalihkan fokus dari berbagai sektor yang memiliki potensi merusak lingkungan.
Diversifikasi pendapatan negara, melalui pengumpulan pajak dan penerimaan dari berbagai sektor yang mengurangi risiko ketergantungan pada pendapatan tertentu.
Meningkatkan daya tawar negosiasi, khususnya dalam negosiasi internasional.
Peningkatan keamanan pangan, diversifikasi sektor pertanian mampu membantu negara mengurangi risiko kekurangan pangan akibat perubahan iklim ataupun bencana alam.

Perdagangan internasional yang melibatkan kegiatan transaksi barang maupun jasa antar satu negara dengan negara lain juga dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
Pertama, ekspor merupakan kegiatan transaksi dengan menjual produk ataupun jasa ke negara lain dengan fungsi untuk meningkatkan pemasukan serta memperluas pasar.
Jenis perdagangan selanjutnya adalah impor yang merupakan aktivitas transaksi membeli sebuah produk atau jasa dari negara lain, baik untuk pribadi maupun diperjualbelikan kembali di dalam negeri.
Kegiatan impor sendiri dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang tidak diproduksi atau tidak dapat diproduksi secara efektif di dalam negeri.
Konsinyasi merupakan kerja sama yang dibentuk dalam bisnis di mana satu pihak menitipkan barang untuk dijual kepada pihak lain yang bekerja sebagai agen atau perantara dengan sistem bagi hasil atau komisi.
Jenis perdagangan internasional ini paling umum ditemukan pada industri ritel, di mana hal ini dapat membantu para penjual mengurangi risiko kerugian dari barang yang tidak terjual.
Jika barang atau jasa yang ditawarkan terjual, praktik yang diterapkan umumnya dapat berupa pembagian profit ataupun ketentuan lain yang telah ditetapkan bersama.
Border crossing, yang merupakan bentuk perdagangan yang dilakukan di wilayah perbatasan antara dua negara dengan adanya perjanjian tertentu.
Proses pengiriman barangnya sendiri juga lebih bebas karena melibatkan barang-barang pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari sayur, buah, dan berbagai bahan pokok lain.
Umumnya perdagangan jenis ini dapat dilakukan melalui berbagai jalur transportasi, mulai dari truk, kapal, hingga pesawat.
Bentuk perdagangan internasional yang memungkinkan sebuah negara melakukan kegiatan ekspor dan impor melalui jalur darat di wilayah perbatasan antara dua negara.
Contohnya, perdagangan internasional yang terjadi antara Indonesia dan Timor Leste yang umumnya menggunakan transportasi darat untuk mengirim barang.
Jenis selanjutnya, bentuk perdagangan internasional yang memanfaatkan jalur perairan internasional untuk melakukan kegiatan impor ataupun ekspor barang dalam jumlah besar.
Umumnya, jenis perdagangan ini melibatkan kapal kargo yang digunakan untuk mengangkut barang kebutuhan sehari-hari dalam jumlah besar. Contohnya, perdagangan antara Indonesia dan Malaysia di perairan Kalimantan.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perdagangan internasional sebuah negara, antara lain:
Inflasi, tingkat inflasi yang meningkat pada sebuah negara dibandingkan dengan negara tujuan perdagangannya, dapat membuat transaksi yang ada menurun. Hal ini dikarenakan konsumen dan perusahaan di negara tersebut akan membeli lebih banyak barang luar negeri karena inflasi lokal yang tinggi, sementara ekspor negara tersebut akan menurun.
Adanya pasar bebas, kebebasan ekonomi, atau liberalisme di mana siapa saja berhak meningkatkan dan memperluas pasarnya untuk melakukan kegiatan jual beli produk ataupun jasa antarnegera.
Perbedaan kondisi geografis yang dimiliki setiap negara juga menyebabkan perbedaan sumber daya yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing, pertukaran antarnegara dilakukan.
Perbedaan teknologi, bukan hanya dapat dilihat melalui perbedaan sumber daya alam saja, perbedaan sumber daya manusia setiap negara juga dapat mempengaruhi kemajuan teknologi negara tersebut.
Kebijakan pemerintah, yang dapat berpengaruh pada neraca perdagangan, mulai dari kebijakan seputar subsidi eksportir, pembatasan impor, hingga kurangnya penegakan hukum terhadap pembajakan.
Nah, itulah pembahasan seputar dampak positif perdagangan internasional, bukan hanya bagi sebuah negara, tetapi juga bagi para individu di dalamnya.
Kegiatan perdagangan internasional di Indonesia sendiri dapat kita rasakan mendatangkan banyak keuntungan, mulai dari pertumbuhan ekonomi negara dan masyarakatnya, lapangan kerja yang semakin luas, hingga kualitas produk yang semakin meningkat.
Walaupun begitu, agar dapat terus bertumbuh dan dimaksimalkan, Indonesia juga harus tetap meningkatkan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, hingga kebijakan perdagangan yang mendukung. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Sebelum membuat garasi, penting untuk terlebih dahulu menentukan ukuran parkir mobil yang memenuhi standar untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikanmu.
Seperti ukuran garasi yang kurang besar dan membuat mobil tergores hingga harus membongkar ulang kembali yang membutuhkan banyak biaya.
Lalu, berapa ukuran parkir mobil yang ideal berdasarkan jenis mobil yang kamu miliki? Simak informasinya di sini!

Berikut ini 5 ukuran parkir mobil ideal yang harus dibuat berdasarkan jenis kendaraan yang kamu miliki!
Untuk mobil berukuran kecil seperti Toyota Agya yang memiliki ukuran panjang sekitar 3,66 meter, lebar 1,6 meter, dan tinggi 1,52 meter, maka ukuran lahan parkir yang dibutuhkan adalah sekitar 3 x 5 meter.
Bagi kamu yang memiliki jenis mobil lain, rumus sederhana yang dapat diterapkan adalah dengan menambahkan setidaknya 60 cm di setiap sisi lahan parkir, khususnya di sisi kiri dan kanan.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan mobilitas pengendara dan penumpang untuk membuka dan menutup pintu mobil tanpa harus takut kesempitan.
Selain itu, adanya lahan tambahan ini juga dapat memudahkan pengemudi ketika melakukan proses parkir dan mengurangi risiko kecelakaan.
Selanjutnya, mobil berukuran sedang seperti Toyota Avanza, Toyota Yaris, hingga Toyota Raize yang juga populer di kalangan masyarakat Indonesia membutuhkan lahan parkir yang lebih besar.
Contohnya, Toyota Avanza memiliki spesifikasi panjang 4,19 meter, lebar 1,66 meter, serta tinggi sekitar 1,7 meter.
Berbeda dengan Toyota Agya yang relatif lebih kecil, mobil-mobil ini membutuhkan ukuran parkir yang lebih besar, sekitar 1,2 meter dari total luas parkiran untuk mobil kecil.
Hal ini berarti, lahan parkir yang dibutuhkan setidaknya sebesar 3 x 5,5 meter untuk mobil berukuran sedang seperti Avanza, Yaris, dan Raize.
Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, mobil besar tentunya membutuhkan lahan parkir yang lebih besar pula. Mobil seperti Toyota Fortuner, Pajero Sport, Daihatsu Gran Max, dan Isuzu Elf masuk ke dalam jenis mobil ini.
Toyota Fortuner memiliki spesifikasi panjang sekitar 4,8 meter, lebar sekitar 1,85 meter, dan tinggi 1,83 meter yang pastinya membutuhkan lahan parkir yang lebih luas dibandingkan Toyota Agya.
Jika menggunakan rumus awal ukuran parkir mobil, di mana setiap sisi ditambahkan 60 cm, maka lahan parkir yang tepat untuk mobil besar membutuhkan panjang lahan setidaknya 6 meter.
Umumnya, lahan parkir atau garasi untuk satu mobil LCGC, citycar, hingga hatchback yang ideal memiliki panjang sekitar 4,5 meter, lebar 2 meter, dengan tinggi 2 hingga 3 meter.
Sedangkan mobil yang memiliki dimensi lebih besar membutuhkan ukuran lahan parkir atau garasi yang lebih luas juga dan umumnya berukuran panjang 6 meter, lebar 2,6 meter, dengan tinggi 3 meter yang memberikan kemudahan bagi pengemudi ketika parkir.
Untuk kamu yang memiliki dua mobil dan ingin menyiapkan lahan parkir atau garasi yang sesuai, umumnya ukuran yang ideal sebesar 6 x 6 meter atau 6,5 meter x 6,5 meter yang membentuk persegi.
Dengan ukuran lahan parkir tersebut, pemilik kendaraan tidak perlu khawatir akan kemungkinan mobil saling tergores atau menabrak satu sama lain.
Bukan hanya itu, saat ini sendiri semakin banyak opsi mobil berdimensi kecil yang memberikan kemudahan bagi pemiliknya ketika parkir, khususnya bagi mereka yang memiliki lahan terbatas.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 3 Maret 2020 - MyProtection News
Sejak pemerintah mengumumkan bahwa terdapat 2 kasus positif Corona atau COVID-19 di Indonesia, masyarakat mulai berlomba-lomba membeli masker. Namun, apakah menggunakan masker benar-benar efektif untuk mencegah virus Corona?
Dilansir dalam CNBC.com, menurut Eli Perencevich, MD seorang professor kedokteran dan epidemologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, Amerika Serikat ternyata menggunakan masker belum tentu dapat mencegah penularan COVID-19 yang mirip dengan SARS ini.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun menegaskan bahwa penggunaan masker hanya berlaku bagi orang sakit. Sehingga penderita tidak menyebarkan cairan saat bersin/batuk kepada orang lain yang berpotensi membawa virus di dalamnya. Sedangkan, bagi masyarakat yang sehat tidak perlu menggunakan masker. Apalagi hingga memakai masker N-95 yang dikhususkan bagi petugas kesehatan rumah sakit. Perlu diingat bahwa penyebaran virus Corona adalah melalui cairan tubuh bukan melalui udara.
Penggunaan masker yang tidak tepat malah beresiko menyebarkan penyakit pada penggunanya. Contohnya, menggunakan masker yang sama berulang kali memicu pertumbuhan bakteri dan virus. Apalagi, saat mengenakan masker, seseorang bisa lebih sering menyentuh wajahnya untuk memperbaiki posisi masker.
Langkah terbaik untuk mencegah penyebaran virus Corona adalah menjaga jarak atau mengurangi kontak dengan penderita virus. Hal penting lainnya adalah sering mencuci tangan atau setidaknya memakai hand sanitizer setelah menyentuh barang di tempat umum. Hindari menyentuh wajah, mata, mulut, dan bagian tubuh yang terluka jika Anda bepergian ke tempat umum dan menyentuh barang-barang yang kemungkinan telah disentuh banyak orang. Misalnya seperti pintu toilet dan tombol lift. Masker dapat digunakan saat Anda berada di tempat umum yang padat untuk mencegah cairan mengandung virus mengenai wajah Anda.
Jangan lupa untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengurangi kunjungan ke tempat ramai, makan dan minum yang cukup, rutin berolahraga, serta menjaga kebersihan tubuh.
Semoga Anda sehat selalu!
Salam,
Sahabat MyProtection
Hi, Sahabat MyProtection!
Memilih asuransi kesehatan yang terbaik memang bukanlah perihal mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti manfaat yang ditawarkan, harga premi, sistem klaim asuransi dan rumah sakit rekanan.
Mungkin Anda pernah menemukan asuransi kesehatan dengan premi murah, tapi sistem klaim asuransi rumit? Atau bahkan, polis asuransi Anda hanya bisa digunakan di wilayah terbatas. Pastinya akan merepotkan Anda.
Perlindungan Kesehatan Prima menawarkan asuransi kesehatan individu maupun keluarga dengan premi terjangkau, sistem klaim cashless dan cardless, serta memiliki lebih dari 900 Rumah Sakit Rekanan yang tersebar di Seluruh Indonesia! Anda juga bisa cek daftar rumah sakitnya di sini. Sehingga, kapanpun dan dimanapun, Anda bisa berobat dengan tenang. Sakit saat pergi dinas atau liburan ke luar kota? Tidak masalah!
Sudah siap #DijagainTerus sama Perlindungan Kesehatan Prima?
Kalau jawabannya iya, Anda bisa memulai perjalanan aman paling nyaman bersama Perlindungan Kesehatan Prima dan mendapatkan DISKON 10% dengan menggunakan kode promo ‘DIJAGAINPRO’ selama April 2020!
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id