Dampak positif perdagangan internasional dapat dirasakan baik oleh individu maupun sebuah negara. Proses transaksi jual beli barang atau jasa ini dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya mampu membuka lebih luas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara sederhana, perdagangan internasional merupakan kegiatan yang melibatkan ekspor, yaitu menjual barang ke luar negeri, dan impor, yaitu membeli barang dari luar negeri.
Adanya kegiatan ini sendiri memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan, memperluas pasar, memperoleh barang atau jasa yang tidak tersedia, atau, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Bukan hanya itu, dampak positif perdagangan internasional sangat banyak dan akan kita bahas secara mendalam di bawah ini. Simak selengkapnya!

Kegiatan ekspor dan impor antar negara memiliki banyak manfaat bukan hanya bagi sektor pemerintah, namun juga untuk warga yang ada di dalamnya, antara lain:
Dampak positif perdagangan internasional yang pertama adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi sebuah negara.
Adanya perdagangan internasional antarnegara membuat permintaan serta penawaran ekspor produk ke negara lain meningkat, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian negara tersebut.
Contoh yang dapat kita lihat adalah perkembangan pada industri tekstil, kerajinan, udang, kopi, karet, dan masih banyak lagi.
Perdagangan internasional juga menjadi sumber devisa negara yang vital, khususnya melalui proses ekspor, di mana pembayaran diterima melalui mata uang asing yang kemudian menjadi aset negara atau devisa untuk membayar impor, membangun infrastruktur, hingga membiayai pembangunan.
Adanya proses transaksi perdagangan internasional seperti ekspor dan impor, baik dalam bentuk produk maupun jasa seperti TKI atau Tenaga Kerja Indonesia, mampu meningkatkan cadangan valuta asing, memperkuat ekonomi negara, membuka lapangan kerja, serta memfasilitasi transfer teknologi.
Seorang TKI yang bekerja di negara asing dapat mendatangkan devisa bagi negara melalui remitansi. Oleh karena itu, TKI juga mendapatkan program perlindungan wajib pemerintah yang meliputi perlindungan asuransi, mencakup JKK, JKM, JHT, dan JKN.
Namun, sering kali perlindungan dasar tersebut tidak mencakup seluruh risiko, yang membuat produk asuransi tambahan, seperti Perlindungan Kesehatan Prima dari MyPro+ dapat menjadi solusi yang tepat bagimu!
Apa saja keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima?
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Perdagangan internasional yang terjadi di sebuah negara juga dapat membantu meningkatkan kemakmuran negara dan masyarakatnya.
Proses perdagangan tersebut membuat aktivitas ekonomi di dalam sebuah negara meningkat dan dapat dijadikan sebagai indikator bahwa tingkat kemakmuran negara tersebut meningkat.
Hal ini dikarenakan prosesnya yang melibatkan setiap pelaku ekonomi, mulai dari produsen yang makmur dengan profit yang meningkat dengan menjual barang atau jasa ke negara lain, hingga konsumen yang mampu mendapatkan barang yang dibutuhkan dan tidak diproduksi secara langsung di negara asalnya.
Bukan hanya itu, pemerintah juga menjadi makmur dengan adanya devisa negara yang bertambah akibat adanya perdagangan internasional tersebut.
Dampak positif perdagangan internasional selanjutnya juga dapat menambah lapangan kerja. Semakin tinggi aktivitas ekspor, maka tenaga kerja yang dibutuhkan juga semakin banyak agar aktivitas industri lebih cepat bergerak.
Dengan begitu, masyarakat yang dipekerjakan juga menjadi lebih makmur dengan semakin banyaknya lapangan kerja yang dibutuhkan, yang berarti mengurangi tingkat pengangguran di negara tersebut.
Perdagangan internasional juga dapat membantu dalam menjaga relasi dan mempererat hubungan antarnegara satu dengan negara lainnya.
Terjalinnya hubungan baik tersebut bukan hanya menguntungkan bagi sektor perdagangan, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai sektor lain dan pada akhirnya mampu membantu menumbuhkan perekonomian negara.
Hubungan baik yang terjalin dengan negara lain mampu mendorong adanya kemungkinan bentuk kerja sama di berbagai bidang lain, mulai dari politik, budaya, militer, pendidikan, hingga teknologi.
Perdagangan internasional yang terus bertumbuh juga dapat mendatangkan investor dari luar negeri yang memberi kesempatan bagi pengusaha untuk menambah modal usaha untuk mengembangkan dan menumbuhkan bisnisnya lebih besar lagi.
Adanya tambahan dukungan dari investor asing ini dapat membantu dalam efisiensi produksi yang lebih tinggi melalui produksi skala besar yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi negara.
Persaingan dalam perdagangan internasional juga dapat membantu para produsen barang dan jasa meningkatkan kualitas produk mereka agar unggul dalam industri masing-masing.
Khususnya pada perdagangan internasional, di mana persaingan menjadi lebih banyak akibat globalisasi yang terjadi. Produsen akan berlomba meningkatkan kualitas produk agar lebih baik, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kuantitas ekspor barang karena lebih banyak diminati.
Selanjutnya, adanya perdagangan internasional juga dapat mendorong terjadinya transfer teknologi, khususnya dari negara maju ke negara berkembang.
Negara maju yang umumnya memiliki teknologi mutakhir di berbagai sektor, misalnya seperti mesin untuk industri, ataupun teknologi pribadi seperti gadget dapat mengekspor barang-barang tersebut ke negara yang membutuhkan.
Dengan begitu, kedua belah pihak juga bisa mendapatkan keuntungan. Negara maju yang mengekspor barang akan mengalami pertumbuhan ekonomi, sedangkan negara berkembang yang mengimpor barang tersebut juga akan bertumbuh dengan adanya teknologi baru canggih.
Dampak positif perdagangan internasional selanjutnya adalah menstabilkan dan mengendalikan harga barang yang ada di pasar domestik.
Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kelangkaan barang di pasar melalui kegiatan impor guna menambah stok barang yang dibutuhkan.
Begitu juga dengan sebaliknya, jika suatu negara memiliki jumlah barang yang berlebih, solusi agar barang tersebut tidak turun harga adalah melakukan kegiatan ekspor guna mengurangi barang di pasar domestik.
Bukan hanya itu, terdapat beberapa alasan lain mengapa dengan adanya perdagangan internasional mampu menstabilkan harga, antara lain:
Kompetisi, banyaknya pemasok untuk pasar yang sama dapat membuat harga sebuah produk menjadi lebih stabil dan mengurangi tingkat inflasi jika dibandingkan dengan pasar tanpa kompetisi.
Spesialisasi, suatu negara atau wilayah yang meningkatkan spesialisasi produksi tertentu dengan skala produksi yang lebih besar hingga efisiensi menggunakan teknologi dapat membantu dapat menstabilkan harga produk dan meningkatkan daya saing perdagangan.
Efisiensi, adanya peningkatan pasokan serta permintaan barang dan jasa di pasar juga dapat membantu mencegah harga suatu produk naik ataupun turun secara fluktuatif.
Adanya perdagangan internasional juga dapat membantu dalam memajukan lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, karena proses transaksinya yang akan terus melibatkan lembaga-lembaga tersebut.
Proses perdagangan internasional ini pada akhirnya dapat membantu memajukan lembaga keuangan dalam negeri untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembiayaan, asuransi, hingga valas.
Perdagangan internasional juga dapat membantu dalam menciptakan spesialisasi bagi sebuah negara, di mana negara tersebut memiliki produk andalan untuk di ekspor ke berbagai negara lainnya,
Umumnya, hal ini dapat terjadi karena produk tersebut sudah dipercaya negara lain dapat memberikan manfaat atau memiliki kualitas yang baik.
Sebagai contoh, Indonesia menjadi salah satu produsen karet terbesar di dunia dan hasilnya telah diekspor ke berbagai negara yang sejak lama telah menjadi pelanggan setia dari produk tersebut.
Sebagai fungsi awalnya, perdagangan internasional dilakukan untuk memenuhi kebutuhan negara yang tidak bisa didapatkan di dalam negeri dan memerlukan bantuan dari negara lain.
Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal dan faktor, mulai dari produk yang dimiliki, teknologi yang digunakan, dan masih banyak lagi.
Dampak positif perdagangan internasional selanjutnya adalah adanya diversifikasi ekonomi sebuah negara yang mampu menciptakan fondasi kokoh, khususnya dalam perekonomian.
Hal ini dikarenakan dengan adanya partisipasi pada perdagangan internasional, dapat membuat sebuah negara mengurangi atau menghilangkan ketergantungannya pada satu sektor ekonomi saja.
Dengan begitu, ekonomi sebuah negara dapat menjadi lebih kuat dan tahan terhadap guncangan eksternal, mulai dari fluktuasi pasar, perubahan kebijakan perdagangan, hingga harga komoditas yang lebih tinggi.
Terdapat manfaat lain bagi sebuah negara dengan adanya diversifikasi ekonomi, antara lain:
Ketahanan ekonomi yang lebih baik, mengurangi risiko ketidakstabilan akibat fluktuasi harga komoditas atau perubahan yang secara tiba-tiba dapat terjadi.
Pertumbuhan yang berkelanjutan, adanya sektor-sektor alternatif, sebuah negara juga dapat mendorong terus pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang.
Penciptaan lapangan kerja, adanya diversifikasi ekonomi sebuah negara juga dapat menciptakan peluang kerja di berbagai faktor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan produktivitas dan inovasi, adanya persaingan di berbagai sektor juga dapat mendorong terjadinya pengembangan teknologi baru, proses produksi yang lebih efisien, hingga upaya mencapai standar kualitas yang lebih tinggi.
Keberlanjutan lingkungan, diversifikasi ekonomi juga dapat membantu mengurangi tekanan sumber daya alam dari sektor tertentu sehingga mengalihkan fokus dari berbagai sektor yang memiliki potensi merusak lingkungan.
Diversifikasi pendapatan negara, melalui pengumpulan pajak dan penerimaan dari berbagai sektor yang mengurangi risiko ketergantungan pada pendapatan tertentu.
Meningkatkan daya tawar negosiasi, khususnya dalam negosiasi internasional.
Peningkatan keamanan pangan, diversifikasi sektor pertanian mampu membantu negara mengurangi risiko kekurangan pangan akibat perubahan iklim ataupun bencana alam.

Perdagangan internasional yang melibatkan kegiatan transaksi barang maupun jasa antar satu negara dengan negara lain juga dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
Pertama, ekspor merupakan kegiatan transaksi dengan menjual produk ataupun jasa ke negara lain dengan fungsi untuk meningkatkan pemasukan serta memperluas pasar.
Jenis perdagangan selanjutnya adalah impor yang merupakan aktivitas transaksi membeli sebuah produk atau jasa dari negara lain, baik untuk pribadi maupun diperjualbelikan kembali di dalam negeri.
Kegiatan impor sendiri dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang tidak diproduksi atau tidak dapat diproduksi secara efektif di dalam negeri.
Konsinyasi merupakan kerja sama yang dibentuk dalam bisnis di mana satu pihak menitipkan barang untuk dijual kepada pihak lain yang bekerja sebagai agen atau perantara dengan sistem bagi hasil atau komisi.
Jenis perdagangan internasional ini paling umum ditemukan pada industri ritel, di mana hal ini dapat membantu para penjual mengurangi risiko kerugian dari barang yang tidak terjual.
Jika barang atau jasa yang ditawarkan terjual, praktik yang diterapkan umumnya dapat berupa pembagian profit ataupun ketentuan lain yang telah ditetapkan bersama.
Border crossing, yang merupakan bentuk perdagangan yang dilakukan di wilayah perbatasan antara dua negara dengan adanya perjanjian tertentu.
Proses pengiriman barangnya sendiri juga lebih bebas karena melibatkan barang-barang pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari sayur, buah, dan berbagai bahan pokok lain.
Umumnya perdagangan jenis ini dapat dilakukan melalui berbagai jalur transportasi, mulai dari truk, kapal, hingga pesawat.
Bentuk perdagangan internasional yang memungkinkan sebuah negara melakukan kegiatan ekspor dan impor melalui jalur darat di wilayah perbatasan antara dua negara.
Contohnya, perdagangan internasional yang terjadi antara Indonesia dan Timor Leste yang umumnya menggunakan transportasi darat untuk mengirim barang.
Jenis selanjutnya, bentuk perdagangan internasional yang memanfaatkan jalur perairan internasional untuk melakukan kegiatan impor ataupun ekspor barang dalam jumlah besar.
Umumnya, jenis perdagangan ini melibatkan kapal kargo yang digunakan untuk mengangkut barang kebutuhan sehari-hari dalam jumlah besar. Contohnya, perdagangan antara Indonesia dan Malaysia di perairan Kalimantan.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perdagangan internasional sebuah negara, antara lain:
Inflasi, tingkat inflasi yang meningkat pada sebuah negara dibandingkan dengan negara tujuan perdagangannya, dapat membuat transaksi yang ada menurun. Hal ini dikarenakan konsumen dan perusahaan di negara tersebut akan membeli lebih banyak barang luar negeri karena inflasi lokal yang tinggi, sementara ekspor negara tersebut akan menurun.
Adanya pasar bebas, kebebasan ekonomi, atau liberalisme di mana siapa saja berhak meningkatkan dan memperluas pasarnya untuk melakukan kegiatan jual beli produk ataupun jasa antarnegera.
Perbedaan kondisi geografis yang dimiliki setiap negara juga menyebabkan perbedaan sumber daya yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing, pertukaran antarnegara dilakukan.
Perbedaan teknologi, bukan hanya dapat dilihat melalui perbedaan sumber daya alam saja, perbedaan sumber daya manusia setiap negara juga dapat mempengaruhi kemajuan teknologi negara tersebut.
Kebijakan pemerintah, yang dapat berpengaruh pada neraca perdagangan, mulai dari kebijakan seputar subsidi eksportir, pembatasan impor, hingga kurangnya penegakan hukum terhadap pembajakan.
Nah, itulah pembahasan seputar dampak positif perdagangan internasional, bukan hanya bagi sebuah negara, tetapi juga bagi para individu di dalamnya.
Kegiatan perdagangan internasional di Indonesia sendiri dapat kita rasakan mendatangkan banyak keuntungan, mulai dari pertumbuhan ekonomi negara dan masyarakatnya, lapangan kerja yang semakin luas, hingga kualitas produk yang semakin meningkat.
Walaupun begitu, agar dapat terus bertumbuh dan dimaksimalkan, Indonesia juga harus tetap meningkatkan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, hingga kebijakan perdagangan yang mendukung. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Generasi sandwich, istilah yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat dan menjadi fenomena di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.
Sandwich generation sendiri sering kali dikaitkan dengan seorang anak di dalam sebuah keluarga yang harus menghidupi orang tua, keluarga, hingga anak-anaknya di waktu bersamaan.
Karena itu, mereka sering kali memiliki banyak tekanan secara psikis yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas di tahun 2022, sandwich generation di Indonesia menyentuh angka 67 persen atau sekitar 56.000.000 jiwa penduduk usia produktif.
Oleh sebab itu, sandwich generation telah menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi di tengah masyarakat saat ini. Untuk memahami lebih mendalam terkait apa yang dimaksud dengan generasi ini, dalam artikel ini kita akan bahas mendalam seputar generasi sandwich. Simak informasinya!
Generasi sandwich merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya, termasuk orang tua, diri sendiri, hingga anaknya.
Sandwich generation merupakan sebuah istilah yang pertama kali dibuat oleh Dorothy A. Miller, profesor asal Kentucky University, dalam bukunya Social Work di tahun 1981.
Menurutnya fenomena ini dapat dianalogikan sebagai sebuah roti sandwich, di mana orang tua dan anak disebut sebagai roti lapisan atas dan bawah dengan orang yang berada di posisi generasi sandwich sebagai isi atau daging roti tersebut yang terhimpit di antara dua roti tersebut.
(instagram: katadatacoid)
Generasi sandwich sendiri sangat umum dan sering terjadi di Indonesia. Di mana, berdasarkan data statistik dari Badan Pusat Statistik atau BPS di tahun 2017, terdapat 77,82 persen keluarga yang mengalami fenomena ini dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menopang kehidupannya sendiri melalui investasi atau uang pensiun.
Selain itu, data juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen lansia memilih tinggal bersama anak, menantu, dan cucu di satu rumah yang sama.
Dan hanya 20 persen lansia yang tinggal dengan pasangannya. Sedangkan 9 persen dari usia lansia memutuskan hidup sendiri dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Sandwich Generation sendiri dapat dibagi ke tiga tipe, yang terdiri dari traditional sandwich generation, club sandwich generation, dan open-faced generation. Apa perbedaannya? Simak penjelasan berikut.
Tipe yang pertama merupakan golongan yang umum terjadi dalam masyarakat. Lingkup keuangan dari generasi sandwich tradisional mencakup tanggung jawab finansial terhadap orang tua yang sudah lanjut usia, pasangan, dan anak-anak mereka.
Individu yang termasuk dalam kategori ini sering kali harus mengelola keuangan untuk tiga generasi sekaligus, yang bisa menjadi beban yang cukup berat.
Besar kemungkinan orang yang termasuk dalam jenis ini akan mewariskan status ini kepada anak-anak mereka.
Hal ini terjadi karena anak-anak mereka melihat dan mengalami langsung bagaimana orang tua mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar.
Akibatnya, mereka mungkin merasa berkewajiban untuk melakukan hal yang sama ketika mereka dewasa nanti.
Dengan demikian, mereka terjebak dalam rantai ini, yang bisa berlanjut dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan keuangan keluarga.
Selain itu, tekanan finansial yang dihadapi oleh generasi sandwich ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga, yang bisa menyebabkan stres dan kelelahan.
Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mencari cara untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan mencari dukungan jika diperlukan, agar tidak terus-menerus terjebak dalam siklus yang sama.
Beban yang ditanggung oleh tipe club sandwich generation jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tipe traditional sandwich generation.
Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas keuangan anak-anak dan orang tua mereka, tetapi juga harus menanggung biaya hidup kakek dan nenek mereka.
Hal ini membuat tekanan finansial yang mereka hadapi menjadi lebih berat dan kompleks. Jenis ini biasanya berasal dari keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama atau saling bergantung satu sama lain.
Dalam situasi ini, anggota keluarga dari berbagai usia hidup bersama di bawah satu atap atau dalam jaringan dukungan yang sangat erat.
Mereka harus mengelola kebutuhan finansial yang beragam, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, perawatan kesehatan orang tua, hingga kebutuhan sehari-hari kakek-nenek.
Selain itu, club sandwich generation sering kali harus menghadapi tantangan tambahan seperti biaya perawatan kesehatan yang tinggi untuk anggota keluarga yang lebih tua, serta kebutuhan untuk menyediakan dukungan emosional dan fisik.
Mereka mungkin harus mengorbankan waktu pribadi dan karier mereka untuk memastikan semua anggota keluarga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Tekanan ini bisa berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mencari cara untuk mengelola stres dan mencari dukungan dari luar, seperti bantuan profesional atau komunitas yang memahami situasi mereka.
Dengan demikian, mereka dapat menemukan keseimbangan yang lebih baik antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan pribadi mereka.
Yang terakhir, tipe open-faced sandwich generation, yang merupakan jenis generasi sandwich yang unik. Generasi ini terdiri dari individu yang sudah berpasangan, tetapi belum memiliki anak.
Meskipun mereka belum memiliki tanggungan anak-anak, mereka tetap memiliki tanggung jawab finansial yang signifikan. Tanggungan keuangan utama mereka, selain untuk kebutuhan keluarga inti mereka sendiri, adalah orang tua mereka.
Mereka harus memastikan bahwa orang tua mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan, baik dari segi finansial maupun emosional.
Ini bisa mencakup biaya perawatan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan mungkin juga biaya perawatan jangka panjang jika orang tua mereka memerlukan bantuan tambahan.
Meskipun beban finansial mereka mungkin tidak seberat generasi sandwich lainnya yang harus mengurus anak-anak dan kakek nenek, open-faced sandwich generation tetap menghadapi tantangan tersendiri.
Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan pasangan dan orang tua mereka, sambil juga mempersiapkan masa depan mereka sendiri, termasuk perencanaan keuangan untuk kemungkinan memiliki anak di masa depan.
Selain itu, mereka juga harus mengelola waktu dan energi mereka dengan bijak, karena mereka mungkin harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, dan orang tua.
Tekanan ini bisa berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik mereka, sehingga penting bagi mereka untuk mencari dukungan dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola tanggung jawab ini dengan lebih efektif.
Dengan demikian, meskipun open-faced sandwich generation mungkin tampak memiliki beban yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis sandwich generation lainnya, mereka tetap menghadapi tantangan yang kompleks dan memerlukan strategi yang baik untuk mengelola tanggung jawab mereka.

pexels
Setelah memahami dan mengetahui lebih dalam terkait pengertian sandwich generation, berikut ini dampak negatif yang dapat dialami seseorang yang mengalami fenomena ini.
Dampak pertama yang dapat dirasakan seseorang di posisi generasi sandwich adalah memiliki tingkat stres yang tinggi.
Hal ini dapat terjadi karena orang tersebut akan selalu memiliki rasa khawatir akan kondisi finansial dan bagaimana cara membiayai dan memberi makan keluarganya.
Dengan begitu, penghasilan yang didapatkan tidak dapat ditabung atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, semua pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang tua dan anaknya yang dijadikan prioritas hidupnya.
Kelelahan fisik dan mental atau yang disebut juga sebagai burnout juga bisa terjadi dari stres terus menerus yang berkepanjangan, ditambah beban di tempat kerja, sehingga seseorang yang berada di posisi tersebut terus menerus merasa lelah secara fisik dan mental.
Stres yang terus menerus juga memiliki dampak besar bagi tubuh, mulai dari penyakit fisik seperti pusing, kelelahan, hingga kebotakan dini. Maupun penyakit mental seperti depresi hingga panic attack.
Perasaan tidak puas dan merasa bersalah juga sering kali dialami oleh orang yang berada di posisi sandwich generation. Rasa bersalah muncul pada seseorang jika mengalami kegagalan atau tidak mencapai suatu tujuan.
Hal ini dikarenakan orang tersebut merasa ia ada di posisi dengan tanggung jawab yang besar sebagai tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu, kegagalan tidak boleh terjadi karena dapat berpotensi mengurangi sumber penghasilan dan mengurangi peluangnya dalam perkembangan karier.
Walaupun begitu, seseorang di posisi generasi sandwich sering kali tidak akan pernah merasa puas walau sudah sukses dan cemerlang dalam karier.
Salah satu alasannya adalah perasaan rasa takut akan kondisi finansial yang belum stabil. Karena ia akan memiliki ketakutan terus menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarganya yang membuat mereka tertekan terus menerus yang dapat membuatnya stres serta depresi.
Perasaan khawatir dapat dengan mudah muncul pada seseorang yang berada di posisi sandwich generation terutama jika sesuatu hal tidak berjalan sesuai rencananya.
Contohnya, jika ada pengeluaran mendadak yang tidak terduga, seperti orang tua dan anak-anak sakit sehingga harus mengeluarkan biaya besar.
Di mana, kondisi keuangan yang pas-pasan yang dapat menimbulkan rasa cemas dan khawatir untuk memilih keputusan yang tepat.
Untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan memiliki perlindungan secara finansial, asuransi Perlindungan Kesehatan Prima bisa menjadi solusi yang dapat memberikan perlindungan kesehatan online terbaik dengan pilihan manfaat rawat inap, bedah dan rawat bagi individu dan keluarga.
Terdapat berbagai keuntungan yang dimiliki produk Perlindungan Kesehatan Prima:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan lainnya tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan tunai harian rawat inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Kemunculan banyaknya generasi sandwich sendiri bukan tanpa penyebab, terdapat beberapa faktor yang membuat sandwich generation terjadi, seperti:
Penyebab pertama terjadinya generasi sandwich adalah kurangnya kemampuan seseorang untuk mengatur kondisi finansial yang baik.
Hal ini dapat disebabkan karena seseorang yang tidak mempersiapkan tabungan untuk masa depan atau ketika pensiun sehingga tidak lagi memiliki cadangan dana di saat hal darurat atau tak terduga terjadi.
Itulah sebabnya ketika orang tersebut pada akhirnya pensiun, mereka tidak lagi memiliki simpanan dana yang cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri dan harus bergantung pada orang lain, seperti anaknya, yang menyebabkan terjadinya sandwich generation.
Faktor kedua yang dapat menyebabkan seseorang terjebak di generasi sandwich adalah kebiasaan menghabiskan uang untuk barang-barang tidak penting.
Hal ini dapat terjadi ketika seseorang tidak mampu menetapkan prioritas finansial yang harus didahulukan dan terus menerus membeli barang yang kurang bermanfaat untuk hiburan semata dibandingkan dengan barang yang diperlukan.
Salah satu permasalahan yang dihadapi banyak negara berkembang adalah banyaknya kasus generasi sandwich generation yang harus segera diberantas.
Hal ini dikarenakan banyak pihak keluarga yang menganggap bahwa seorang anggota keluarga yang bekerja keras untuk menghidupi kehidupan anggota keluarga lainnya merupakan sesuatu hal yang wajar dan lumrah.
Kejadian inilah yang membuat anak-anak di keluarga yang melihat hal ini menjadi berpikir bahwa fenomena ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan pada akhirnya menirukan sikap tersebut ke anak-anaknya kelak saat mereka tua.

pexels
Setelah mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan sandwich generation, berikut ini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi risikonya agar terhindar dari fenomena tersebut. Simak cara meminimalisir risiko generasi sandwich berikut ini.
Pertama, memonitor pengeluaran dan pemasukan saat membeli kebutuhan dasar maupun kebutuhan lainnya guna memonitor pengeluaran serta mencatat pemasukan yang didapatkan.
Dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan yang ada, kamu dapat dengan mudah memonitor finansial dengan lebih baik dan mengurangi pengeluaran yang dianggap kurang penting dan berlebihan ke depannya.
Agar memiliki tambahan penghasilan, kamu juga dapat mencari sumber penghasilan lain sehingga tidak mengandalkan satu sumber saja.
Salah satunya contohnya adalah membuat bisnis sampingan maupun memulai berinvestasi yang dapat bermanfaat sebagai dana tambahan jika suatu saat dibutuhkan untuk keperluan mendadak.
Langkah selanjutnya bagi sahabat MyProtection yang sedang terjebak di fenomena sandwich generation adalah mampu berbagi beban dengan orang lain atau kerabat dan jangan menanggung semuanya sendiri.
Kamu dapat berbagi beban dengan kerabat mulai dari saudara kandung maupun anggota keluarga lainnya. Dengan semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka beban finansial yang dipikul akan berkurang.
Nah, itulah penjelasan seputar generasi sandwich yang saat ini sering kali menjadi topik perbincangan di Indonesia sebagai negara berkembang. Banyak orang yang terjebak di posisi ini sedang berjuang untuk keluar dari keadaan tersebut.
Seperti yang dibahas di atas juga terdapat cara-cara yang dapat dijalankan guna meminimalisir risiko sahabat MyProtection terjebak di sandwich generation ini. Salah satunya adalah lebih bijak dalam membeli barang.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membeli perlindungan asuransi yang tepat sebagai langkah perencanaan keuangan yang lebih baik. Perlindungan Kesehatan Prima dapat menjadi solusi tepat bagi kamu maupun keluarga agar tetap merasa aman dan nyaman. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 28 Januari 2020 - MyProtection News
Sindrom pra-menstruasi atau sering disebut dengan PMS merupakan gejala yang dirasakan perempuan 1 – 2 minggu sebelum ia mengalami haid. Perubahan dalam tubuh ini bersifat hormonal. Efek yang dirasakan selama PMS pun beragam seperti perubahan mood, nafsu makan bertambah, nyeri pada bagian tubuh tertentu. Tingkat nyeri yang dirasakan pun beragam, mulai dari ringan hingga berat.
Sedari dulu, kunyit dianjurkan untuk diminum untuk mengatasi nyeri saat PMS maupun haid. Ternyata, berdasarkan penelitian, curcumin atau kunyit memang membantu mengatasi nyeri PMS, lho!
Menurut peneliti, terdapat kaitan antara konsumsi kunyit dengan pengurangan gejala PMS seperti perubahan suasana hati, kelelahan, cemas, sakit kepala, kram, dan lemas. Wah, ternyata rempah yang satu ini punya manfaat berlimpah lho, Sahabat MyProtection!
Untuk mengatasi nyeri PMS, maka Anda dianjurkan mengonsumsi kunyit tujuh hari sebelum memasuki masa menstruasi dan tiga hari setelah menstruasi selesai. Dosis yang dianjurkan adalah dua kali sehari. Anda bisa mengonsumsi suplemen curcumin sebanyak 200mg curcumin per hari.
Selamat mencoba!
Salam,
Sahabat MyProtection
Makanan Khas Tasikmalaya - Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri karena banyaknya pesantren maupun lembaga pendidikan Islam juga menjadi salah satu destinasi wisata kuliner para wisatawan.
Makanan khas Tasikmalaya yang unik dapat menjadi daya tariknya tersendiri, seperti nasi tutug oncom yang menggunakan bahan dasar oncom, hingga makanan ringan seperti wajit, citruk, opak, dan masih banyak lagi.
Apa saja makanan khas Tasikmalaya yang wajib kamu coba dan menjadi ciri khas yang banyak diminati wisatawan? Simak di sini!
Berikut ini beberapa makanan khas Tasikmalaya yang dapat menjadi rekomendasi ketika kamu berkunjung atau berwisata:

https://www.harapanrakyat.com/
Pertama, nasi cikur yang menjadi salah satu hidangan nasi khas Tasikmalaya yang dikenal karena bumbu yang digunakannya.
Nasi cikur menggunakan kencur sebagai bumbu utamanya yang memberikan rasa dan aroma khas pada hidangan ini. Selain itu, penggunaan kencur juga memberikan warna merah kecokelatan yang unik.
Umumnya, makanan khas Tasikmalaya ini disajikan dengan berbagai lauk, seperti telur dadar, ayam goreng, tahu, tempe, lalapan, hingga sambal.
Nasi Cikur biasanya dapat ditemukan di berbagai warung makan di area Dadaha, Tasikmalaya dan menjadi pilihan sarapan pagi bagi para warga lokal.

Istimewa, lupalibur.com
Makanan khas Tasikmalaya berikutnya adalah kolontong yang merupakan camilan yang sering dijadikan oleh-oleh khas para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.
Menggunakan bahan dasar beras ketan yang diolah dengan cara digoreng maupun disangrai dan kemudian dilapisi gula merah, kolontong menawarkan rasa manis dengan tekstur renyah yang unik.
Selain rasanya yang enak, kolontong juga menyimpan nilai budaya dan tradisi di dalamnya. Di mana dalam banyak kesempatan, kolontong dijadikan simbol keramahan dan rasa syukur masyarakat melalui acara adat maupun perayaan.
Mengikuti perkembangan zaman, variasi kolontong yang ditawarkan saat ini juga semakin beragam, mulai dari rasa cokelat, keju, hingga pandan yang dapat menarik minat konsumen.

https://kabartasikmalaya.pikiran-rakyat.com/
Soto ayam di Indonesia sangatlah beragam dan berbeda di setiap daerah, begitu pula dengan Soto Ayam Pataruman khas Tasikmalaya yang menjadi favorit banyak penduduk lokal.
Seperti namanya, soto ini berasal dari Jalan Pataruman yang ada di Kota Tasikmalaya dengan ciri khas topping telur muda serta rasa rempah yang kuat.
Kuliner ini sudah ada sejak tahun 1960-an dan biasanya dilengkapi dengan daging ayam kampung suwir, ati ampela, telur, ceker, daun bawang, dan kedelai goreng.

sajiansedap.com
Kuliner khas Tasikmalaya selanjutnya yang tak kalah populer adalah rengginang yang bukan hanya mudah ditemukan dan menjadi makanan khas Jawa Barat, namun juga di beberapa kota khususnya mendekati Lebaran.
Rengginang terbuat dari beras ketan ataupun singkong yang diolah secara tradisional, memberikan tekstur renyah serta rasa gurih yang khas.
Umumnya, proses pembuatan rengginang melibatkan perendaman serta fermentasi bahan bakunya, yaitu beras ketan yang kemudian dijemur dan akhirnya digoreng, yang memberikan rasa renyah.
Makanan ringan ini juga mudah disimpan dan relatif tahan lama, yang membuatnya pas untuk dijadikan oleh-oleh khas Tasikmalaya oleh para wisatawan.

https://budaya-indonesia.org/
Selanjutnya, kupat tahu khas Tasikmalaya yang dikenal dengan bumbu kacangnya yang khas ditambah daun bawang dan sambal yang kemudian dihidangkan dengan ketupat, tahu goreng, dan taoge.
Salah satu varian yang dikenal banyak warga Tasikmalaya adalah Kupat Tahu Singaparna yang memiliki rasa familiar dengan ciri khas rasa bumbu kacang yang kaya dan gurih. Ada pula Kupat Tahu Mangunreja yang memiliki ciri khas bumbu kacang yang ditumbuk kasar.
Makanan khas Tasikmalaya selanjutnya adalah citruk yang terbuat dari tepung kanji dan terigu yang dikenal karena kerenyahan dan rasanya yang khas.
Citruk yang merupakan singkatan dari aci ngagetruk yang berasal dari bahasa Sunda memiliki bentuk bundar pipih seperti pecahan uang koin yang dengan campuran rempah alami serta rasa gurih hingga pedas.
Sering dijadikan camilan, Citruk juga dapat ditemukan di berbagai tempat wisata maupun perbelanjaan oleh-oleh khas Tasikmalaya untuk dijadikan buah tangan oleh wisatawan.
Godeblag yang merupakan camilan berbahan dasar singkong yang dibuat ke bentuk bundar secara tipis menawarkan rasa gurih, renyah, dan asin.
Selain dapat dimakan secara langsung, camilan ini juga sering disajikan bersamaan dengan bakso, bubur, hingga pecel sebagai pendamping.
Godeblag dapat ditemukan di berbagai pasar tradisional maupun daerah Manojaya yang dikenal sebagai daerah penghasil Godeblag.
Karena proses pembuatannya yang cukup rumit, penjualnya sendiri tidak banyak. Di mana, dalam prosesnya memerlukan ketelatenan, dari mulai pencetakan hingga pemarutan.
Es bojong, yang merupakan minuman khas Tasikmalaya yang biasanya disajikan saat berbuka puasa, umumnya berisikan berbagai buah-buahan, kelapa muda, tape ketan, dan campuran sirop yang menjadikannya sempurna diminum saat cuaca panas.
Seperti namanya, es bojong berasal dari Kampung Bojong, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya yang dulunya dijual dengan cara berkeliling dan terkenal di kalangan masyarakat Tasikmalaya.
Kuliner khas Tasikmalaya selanjutnya adalah nasi tutug oncom yang juga cukup dikenal banyak orang. Makanan khas yang menggunakan bahan dasar nasi dan oncom yang digoreng maupun dibakar yang kemudian dicampur dan disajikan dalam keadaan hangat.
Kata tutug, yang dalam bahasa Sunda berarti tumbuk, merepresentasikan proses pengolahannya, di mana oncom ditumbuk hingga menjadi butiran yang kemudian dijemur di bawah sinar matahari.
Nasi tutug oncom dipercaya sudah ada sejak tahun 1940an dan menjadi santapan masyarakat kelas bawah di masa pemerintahan Orde Baru karena adanya kesulitan ekonomi yang membuat mereka tidak mampu membeli beras.
Walaupun begitu, saat ini nasi tutug oncom juga menjadi menu favorit banyak orang dan bukan hanya masyarakat Sunda saja. Menu ini dapat kamu temukan dengan mudah di berbagai restoran khas Sunda.
Umumnya disajikan secara hangat dan dibungkus daun pisang yang memberikan aroma khas serta lauk pauk lengkap seperti ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, telur dadar, sambal hingga lalapan.
Pecel oranye khas Tasikmalaya sedikit berbeda dari pecel pada umumnya dan sudah ada sejak tahun 1923 yang didirikan oleh Ibu Supinah sejak masa penjajahan Belanda
Sayuran yang digunakan pada pecel oranye adalah kol, kacang panjang, taoge, dan banyak lagi yang membuatnya mirip dengan karedok.
Bumbu kacang yang digunakannya sendiri juga unik dan memiliki ciri khasnya tersendiri, yaitu proses pembuatannya yang menggunakan blender yang membuat teksturnya halus dan kaya rasa.
Selanjutnya, Bubur Ayam Kalektoran H. Zenal yang terkenal karena kelezatannya dan cita rasa khas yang mampu membangkitkan selera.
Memiliki tekstur yang lembut dan kental, bubur ayam khas Tasikmalaya ini biasanya disajikan dengan pelengkap ayam yang empuk serta berbagai topping seperti cakwe, telur, daun bawang, hingga kerupuk.
Selain bubur ayam, restoran ini juga menawarkan menu tambahan, yaitu sate ayam bumbu kacang hingga mie ayam yang juga dapat menjadi menu pelengkap ketika menyantap Bubur Ayam Kalektoran H. Zenal.
Salah satu oleh-oleh khas Tasikmalaya dengan cita rasa khas yang tidak boleh para wisatawan lewatkan juga adalah kue aci khas Tasikmalaya.
Kue kering ini menggunakan bahan bakar tepung tapioka atau aci, gula, mentega, dan telur yang memberikan tekstur kenyal dan lembut di dalamnya.
Salah satu yang paling banyak digemari para wisatawan adalah Kue Aci Karya Ayu yang menawarkan berbagai jenis varian, mulai dari cokelat, susu, hingga kelapa yang dapat kamu pilih sesuai selera.
Wajit, camilan tradisional khas Tasikmalaya yang memiliki bentuk kecil yang menggunakan gula aren atau gula merah sebagai bahan utamanya.
Proses pembuatan Wajit juga cukup sederhana, di mana prosesnya dimulai dengan mencampurkan gula merah dan kelapa yang kemudian digabungkan dengan beras ketan dan dimasak bersama di atas api tungku hingga matang.
Camilan tradisional ini juga sudah ada sejak abad ke-15 Masehi yang dibuktikan melalui naskah Sunda kuno Sanghyang Siksakandang Karesian yang menyebutkan wajit sebagai makanan manis.
Dulunya, wajit hanya boleh dimakan oleh kalangan menak dan orang Belanda karena bahan utamanya, yaitu beras ketan, sulit didapatkan, yang menjadikannya makanan mewah.
Namun, seiring perkembangan zaman pembuat camilan ini semakin banyak hingga saat ini wajit dapat dengan mudah ditemui dalam acara umum.
Walaupun proses pembuatannya sederhana, agar berhasil membuat camilan ini membutuhkan kesabaran dari pembuatnya.
Mulai dari proses perendaman beras ketan yang memakan waktu 2 hingga 3 jam, pengukusan, hingga sesekali penyiraman menggunakan air panas.
Selain itu, proses pemasakan santan, gula merah, hingga kelapa parut juga membutuhkan proses yang cukup panjang. Setelah jadi, adonan juga harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dapat dipotong dan dibungkus kecil-kecil menggunakan daun jagung.
Comet yang menjadi singkatan dari oncom saemet merupakan makanan ringan khas Tasikmalaya yang menggunakan bahan dasar singkong.
Menyerupai comro, comet menggunakan bahan yang sama yaitu perpaduan antara singkong dan oncom yang menjadi salah satu camilan populer khususnya di kalangan masyarakat Sunda hingga oleh-oleh khas Tasikmalaya.
Proses pembuatannya juga relatif sederhana, di mana singkong sebagai bahan utama diparut dan dibumbui sebagai adonan. Setelah itu, proses pembentukan dimulai dengan cara mengambil adonan sebesar kelereng yang kemudian dipipihkan dan baru diberikan oncom di atasnya.
Setelah itu, adonan sudah siap untuk digoreng tanpa menambahkan apa-apa lagi. Hasilnya, comet akan terasa sedikit keras namun tetap renyah karena tidak menggunakan campuran bahan lain.
Sebagai orang Indonesia, pastinya banyak orang menyukai makanan pedas atau sambal-sambalan.
Sambal Goang merupakan sambal khas Tasikmalaya yang memiliki cita rasa pedas dilengkapi dengan aroma khas yang menjadi favorit para warga lokal.
Dibuat dari campuran cabai rawit yang memberikan tingkat kepedasan, bawang putih, garam, hingga kencur, sambal goang memiliki cita rasa yang seimbang antara pedas dan aromatik yang disukai para pecinta sambal.
Umumnya, sambal goang dibuat secara tradisional di mana masih memanfaatkan ulekan yang mampu mengeluarkan minyak alami di tiap sendokkan sambalnya serta membedakannya dengan jenis sambal lainnya.
Kemplang khas Tasikmalaya yang terbuat dari perpaduan antara adonan beras ketan dan kelapa.
Sekilas menyerupai kolontong dan opak, kemplang memiliki tekstur yang lebih renyah serta cita rasa khas dari kelapa yang memberikan rasa gurih.
Selain dapat dimakan secara langsung, kemplang juga sering kali disajikan dengan makanan berkuah, seperti soto maupun bakso sebagai pelengkap.
Seperti namanya, keripik sukun merupakan keripik yang dibuat menggunakan bahan utama yaitu buah sukun. Saat ini sendiri, keripik sukun juga sudah sulit ditemukan karena langkanya pohon sukun.
Memiliki bentuk seperti buah nangka, buah sukun memiliki ukuran kecil dan berbentuk bulat yang memiliki rasa hambar dengan getah yang pahit.
Untuk membuat keripik sukun, pertama-tama buah yang ada di iris tipis terlebih dahulu yang kemudian dicuci hingga getah yang ada hilang.
Setelah bersih, irisan buah sukun kemudian dijemur dan baru digoreng hingga mendapatkan tekstur renyah seperti yang diketahui banyak orang.
Untuk memberikan rasa, keripik sukun juga dapat diberikan bumbu yang meningkatkan cita rasanya. Dapat ditemukan dalam kemasan praktis, camilan ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan oleh-oleh khas Tasikmalaya.
Kalua jeruk atau manisan jeruk juga menjadi salah satu camilan khas Tasikmalaya yang dibuat menggunakan bahan dasar kulit jeruk bali yang diolah menggunakan proses perebusan dan pemberian rasa.
Untuk membuatnya kulit jeruk yang telah dipisahkan kemudian dicuci bersih dan setelah itu baru direndam ke dalam cairan kapur sirih semalaman.
Setelah selesai, selanjutnya kulit jeruk tersebut direbus dengan campuran air gula, pewarna, dan perasa yang diinginkan. Kemudian, kulit jeruk tersebut dijemur hingga kering setidaknya 2 hari.
Perasa yang digunakan sendiri bisa beragam, mulai dari durian, stroberi, jeruk, dan masih banyak lagi yang dapat disesuaikan takarannya sesuai selera masing-masing.
Nah, itulah beberapa rekomendasi makanan khas Tasikmalaya yang wajib kamu coba jika ingin merasakan cita rasa khas yang digemari warga lokal.
Walaupun sudah dapat dengan mudah ditemukan di berbagai restoran, menu-menu ini pastinya lebih enak jika di makan langsung di kota asalnya. Agar perjalananmu tetap terlindungi, jangan lupa gunakan MyTravel Protection Domestic untuk seluruh perjalanan domestikmu untuk pengalaman #AmanNyaman.
Dapatkan perlindungan diri dan keluarga dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, penundaan atau delay dan lainnya. Perlindungan 24 jam selama periode asuransi, yang berarti selama perjalanan dan bukan hanya saat di dalam pesawat, kereta api, atau bus saja.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.