Home
/
Articles
/
Health
/
8 Penyebab Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya Sejak Dini!

8 Penyebab Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya Sejak Dini!

21 April 2025 | MyProtection News Jakarta

Penyebab Darah Tinggi atau yang juga dikenal dengan istilah hipertensi dapat datang dari berbagai faktor risiko, dimulai dari pola makan, faktor keturunan, hingga beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan dan diwaspadai.

Tekanan darah tinggi merupakan sebuah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di angka 130/80 mmHg atau bahkan lebih. Jika tidak ditangani dengan tepat, darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit lain, seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kebutaan.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia pada tahun 2023, menunjukkan bahwa prevalensi atau tekanan darah tinggi pada penduduk Indonesia dengan usia di atas 18 tahun berdasarkan diagnosis dokter sebesar 8.6% dan angka berdasarkan pengukuran tekanan darah sebesar 30.8%.

Penyebab Darah Tinggi yang Harus Kamu Ketahui

penyebab darah tinggi

pexels

Penyebab darah tinggi belum diketahui secara pasti dalam beberapa kasus. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi, yaitu:

1. Keturunan

Faktor pertama, yaitu keturunan yang berkaitan dengan faktor genetik seseorang. Orang tersebut dapat menjadi lebih rentan terkena hipertensi jika orang tua maupun anggota keluarga dekatnya menderita darah tinggi.

2. Usia

Penyebab kedua, yaitu bertambahnya usia seseorang. Hal ini dikarenakan organ dan pembuluh darah di dalam tubuh seseorang akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.

Perubahan organ, seperti ginjal akan memiliki dampak pada menurunnya kinerja dari organ tersebut yang dapat mengganggu keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh.

Selain itu, perubahan yang terjadi pada pembunuh darah akibat bertambahnya usia dapat memberikan dampak dinding pembuluh darah menjadi kaku.

Bertambahnya usia yang menyebabkan kondisi-kondisi tersebut mengakibatkan tekanan darah dalam tubuh meningkat dan pada umumnya orang-orang yang berusia lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih besar mengalami darah tinggi.

3. Pola Makan Tidak Sehat

Pola makan yang tidak sehat juga dapat menjadi salah satu penyebab darah tinggi. Makanan tidak sehat seperti makanan yang terlalu asin, termasuk sayur, makanan berlemak hingga tinggi kolesterol.

Kekurangan kalium juga dapat menjadi meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi. Perbanyak konsumsi makanan tinggi kalsium, seperti bayam, salmon, serta kacang-kacangan.

4. Obesitas

Penyebab darah tinggi lainnya adalah obesitas atau memiliki berat badan berlebih yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi.

Hal ini dikarenakan semakin gemuk tubuh seseorang, maka akan semakin banyak darah yang diperlukan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh.

Ketika volume darah yang dibutuhkan seseorang meningkat, tekanan dalam pembuluh darah juga akan mengalami peningkatan.

5. Jarang Berolahraga

Seseorang yang jarang berolahraga juga memiliki risiko terkena darah tinggi karena cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi serta rentan terkena obesitas.

Hal tersebut dapat membuat organ jantung untuk bekerja lebih keras dibandingkan dengan orang-orang yang rajin berolahraga dan meningkatkan risiko terjadinya darah tinggi atau hipertensi.

6. Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Zat kimia yang ada di dalam tembakau dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah serta beban kerja organ jantung. Kondisi ini bukan hanya dialami oleh perokok aktif, namun juga perokok pasif yang terpapar asap rokok.

Penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, termasuk juga penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, mengonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari tujuh kali per minggu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hipertensi.

Alkohol, termasuk juga wine dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi lebih keras dan kaku. Hal tersebut dapat mengakibatkan organ jantung untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Kombinasi dari merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, penting untuk mengurangi dan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, dan mengurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan maka dapat membantu dalam menjaga tekanan darah dalam batas normal.

7. Stres

Stres, rasa cemas, dan kurang tidur juga dapat menjadi faktor penyebab darah tinggi pada seseorang. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya hormon stres dalam tubuh, seperti kortisol dan adrenalin ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan.

8. Kondisi Medis Tertentu

Terdapat pula beberapa kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi muncul, apa saja itu? Simak di sini!

  • Penyakit ginjal

  • Obstructive sleep apnea

  • Cacat jantung bawaan

  • Masalah tiroid

  • Efek samping konsumsi obat

  • Penggunaan obat-obatan terlarang

  • Penyalahgunaan alkohol

  • Masalah kelenjar adrenal

  • Tumor endokrin tertentu

Gejala Darah Tinggi

Gejala Darah Tinggi

pexels

Untuk mengenali gejala tekanan darah tinggi, terdapat beberapa ciri-ciri atau gejala yang harus kamu ketahui pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi secara umum, sebagai berikut.

  • Sakit kepala parah

  • Sesak napas

  • Mimisan

  • Kulit memerah yang terjadi terutama pada daerah wajah dan leher

  • Pusing

  • Nyeri dada

  • Gangguan penglihatan

  • Darah pada urine

Cara Mengobati Darah Tinggi

Cara Mengobati Darah Tinggi

pexels

Pengobatan hipertensi yang direkomendasi dokter pada umumnya disesuaikan dengan usia serta kondisi pasien, dan tingkat tekanan darah tingginya. Selain itu, terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengobati darah tinggi, sebagai berikut.

1. Mengurangi Asupan Garam

Salah satu cara mengobati hipertensi yang paling efektif adalah dengan mengurangi asupan makanan yang mengandung garam atau natrium yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena sifatnya yang mengikat air, sehingga meningkatkan volume darah dan tekanan di dalam pembuluh darah.

Menurut WHO sebagai organisasi kesehatan dunia merekomendasikan agar pengonsumsian garam dibatasi hingga di bawah 5 gram per hari yang setara dengan kurang dari satu sendok teh garam.

Dengan mengurangi asupan garam, hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi risiko hipertensi dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.

Sahabat MyProtection juga harus memperhatikan sumber-sumber garam tersembunyi yang ada di dalam makanan olahan, makanan instan, serta makanan siap saji.

Saat ini sendiri, kamu dapat mencari alternatif garam dengan bumbu atau rempah-rempah lain dan garam rendah natrium yang dapat menjadi opsi yang lebih sehat dan aman.

2. Berhenti Merokok

Cara kedua, adalah dengan berhenti dan mengurangi rokok yang bukan hanya dapat meningkatkan faktor risiko hipertensi, tapi juga berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Zat-zat kimia berbahaya yang ada di dalam rokok, mulai dari nikotin, tar, serta karbon monoksida dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, meningkatkan detak jantung, serta menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Dengan berhenti kebiasaan merokok, kamu bukan hanya menghindari risiko hipertensi namun juga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta keseluruhan kualitas hidup yang akan meningkat.

3. Rutin Berolahraga

Beraktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu dalam mencegah hipertensi jika dilakukan secara teratur.

Berdasarkan rekomendasi WHO, melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit setiap minggu dengan intensitas sedang yang dapat dibagi per hari sebanyak 30 menit dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

Aktivitas yang dipilih dan dilakukan juga tidak perlu rumit maupun berat. Beberapa contoh yang dapat kamu lakukan dengan mudah dengan hasil maksimal adalah berjalan kaki, joging, bersepeda, serta berenang.

Bukan hanya untuk mencegah hipertensi, melakukan aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu dalam mengurangi stres yang juga menjadi salah satu penyebab hipertensi.

Dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, tubuh akan melepaskan endorfin yang dapat membantu dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi tingkat stres.

Oleh sebab itu, penting untuk memulai untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas harian yang dapat membantu dalam menjaga tekanan darah dan mencegah tekanan darah tinggi.

4. Mengelola Stres

Menghindari dan mempelajari bagaimana cara mengelola stres dapat membantu dalam mengendalikan tekanan darah tinggi. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memicu peningkatan tekanan darah. Untuk mengelolanya, berikut ini beberapa cara paling efektif untuk meredakannya, sebagai berikut.

  • Meditasi, meditasi yang dilakukan secara rutin dapat membantu dalam menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Selain itu, meditasi juga dapat membantu dalam meningkatkan fokus dan kesejahteraan emosional.

  • Yoga, yang menggabungkan latihan fisik dengan teknik pernapasan serta meditasi mampu membantu dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh.

  • Hobi, melakukan hobi yang digemari dan disukai dapat membantu mengelola stres. Mulai dari membaca, menanam, berkebun, atau bahkan melukis dapat membantu mengalihkan pikiran dari stres dan memberikan rasa kepuasan.

  • Spa, mengunjungi spa untuk pijat maupun perawatan tubuh lainnya dalam membantu dalam memberikan perasaan rileks serta meregangkan otot-otot yang tegang dan mampu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu menurunkan tekanan darah.

  • Olahraga, melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan, lari, maupun berenang dapat membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan jantung.

  • Pengaturan waktu, membuat jadwal teratur agar dapat mengatur prioritas yang dapat membantu untuk mengurangi tekanan dan kecemasan yang disebabkan oleh kegiatan yang harus dilakukan setiap harinya.

5. Menghindari Alkohol

Mengonsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat berkontribusi dalam meningkatnya risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi pada seseorang.

Hal ini dikarenakan alkohol dapat mempengaruhi sistem sarat pusat seseorang dan menyebabkan peningkatan tekanan darah secara signifikan.

Oleh sebab itu, bagi para penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi sangat dianjurkan untuk menghindari konsumsi alkohol atau setidaknya membatasi kadar asupan alkohol yang masuk ke dalam tubuh.

6. Pola Makan Seimbang

Seseorang yang menderita hipertensi juga perlu menerapkan pola makan seimbang agar nutrisi yang masuk ke tubuh lebih terukur dan dapat mendukung kesehatan jantung.

Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menerapkan pola makan yang lebih seimbang dan sehat, sebagai berikut:

  • Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang baik dan penting bagi kesehatan. Buah dan sayur juga rendah kalori dan mampu membantu menurunkan tekanan darah. Contohnya seperti jeruk, apel, bayam, serta brokoli.

  • Sumber protein yang sehat, mengonsumsi ikan tuna dan salmon yang kaya akan omega 3 dan baik untuk kesehatan jantung. Sumber protein yang baik dan rendah lemak jenuh juga bisa didapatkan melalui kacang-kacangan dan biji-bijian.

  • Mengonsumsi gandum utuh, beberapa makanan seperti oatmeal, quinoa, serta roti gandum kaya akan serat yang dapat membantu menjaga tekanan darah seseorang.

  • Menghindari makanan berminyak dan berlemak, hindari makanan yang digoreng dan makanan cepat saji yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

  • Menghindari garam, garam dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah.

  • Minum air yang cukup, air dapat membantu dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mendukung fungsi organ yang optimal.

7. Menjaga Berat Badan

Sangat penting bagi sahabat MyProtection untuk menjaga berat badan ideal demi kesehatan jantung dan tekanan darah yang stabil. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Untuk mencapai dan menjaga berat badan ideal, penderita hipertensi dapat mengadopsi pola makan sehat, berolahraga teratur, mengatur porsi makan, menghindari kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, serta mengelola stres.

Konsultasi dengan profesional kesehatan juga penting untuk mendapatkan panduan yang sesuai. Dengan menjaga berat badan ideal, risiko komplikasi serius dapat dikurangi.

8. Meminum Obat Penurunan Tekanan Darah

Jika perubahan pola hidup tidak cukup untuk mengendalikan hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun tekanan darah. Penggunaan obat ini disesuaikan dengan usia, kondisi pasien, dan tingkat hipertensi yang dialami.

Beberapa jenis obat penurun tekanan darah yang umum digunakan untuk mengobati hipertensi meliputi:

  • Obat Diuretik, seperti hydrochlorothiazide, yang membantu tubuh mengeluarkan kelebihan garam dan air melalui urine, sehingga mengurangi volume darah dan tekanan pada dinding arteri.

  • Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) Inhibitor, seperti lisinopril dan captopril, yang bekerja dengan menghambat enzim yang mempersempit pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih lancar.

  • Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs), seperti candesartan dan losartan, yang menghalangi efek hormon angiotensin II, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit.

  • Calcium Channel Blocker atau Antagonis Kalsium, seperti amlodipine dan diltiazem, yang mencegah kalsium masuk ke dalam sel otot jantung dan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah dapat rileks dan melebar.

  • Beta Blockers atau Penghambat Beta, seperti atenolol dan bisoprolol, yang mengurangi beban kerja jantung dan membantu jantung berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan yang lebih sedikit.

Pengobatan hipertensi sering kali memerlukan kombinasi beberapa jenis obat untuk mencapai hasil yang optimal. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk dokter dan rutin memeriksa tekanan darah untuk memastikan pengobatan berjalan efektif.

Nah, itulah pembahasan terkait apa saja penyebab darah tinggi yang dapat terjadi pada seseorang. Harus diingat pula, bahwa tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit lain, mulai dari penyakit jantung dan stroke.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencegah dan menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya hipertensi tersebut. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti menerapkan pola hidup sehat mampu mengurangi risiko terjadinya darah tinggi.

Bagi kamu yang memiliki risiko darah tinggi dan berbagai penyakit serius lainnya, Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi kamu dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Berikut ini beberapa keunggulan produk asuransi Perlindungan Kesehatan Prima yang bisa kamu dapatkan, sebagai berikut.

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read 27/08/2021
Pilih Asuransi Kesehatan Keluarga, Jangan Sembarangan!

Hi, Sahabat MyProtection!

Sebagian besar dari kita pasti sudah pernah mendengar kata asuransi. Namun, tidak semuanya menyadari pentingnya berasuransi dan cara memilih asuransi kesehatan keluarga yang tepat. MyProtection punya beberapa tips untuk kamu yang ingin memberikan perlindungan kesehatan terbaik bagi keluarga dan menjaga mereka dari risiko penyakit di masa depan.

Kegunaan Asuransi Kesehatan Keluarga

Seberapa pentingnya berasuransi? Jawabannya sangat penting jika kamu memerlukan hal berikut:

  • Ketenangan, karena kamu memindahkan sebagian risiko kesehatan dan finansial yang harus kamu tanggung kepada pihak asuransi kesehatan maupun asuransi lainnya. Ketika kamu ataupun anggota keluarga sakit, kamu pun tidak perlu ragu berobat dan berkonsultasi dengan dokter
  • Meminimalkan kerugian di masa depan yang berpotensi untuk kamu tanggung akibat biaya perawatan medis. Badan serta dompen kamu menjadi lebih aman untuk masa depan
  • Membantu kamu dan keluarga mendapatkan perawatan kesehatan terbaik. Apalagi beberapa asuransi kesehatan seperti Perlindungan Kesehatan Prima, memberikan fitur tambahan seperti online doctor consultation dan telemedicine. Sehingga kamu bisa konsultasi dokter dan beli obat dari rumah
  • Asuransi kesehatan bisa membuatkan fokus menjalani pemulihan, bukan pada tagihan.
  • Beberapa jenis asuransi dapat kamu gunakan sebagai alat investasi keuangan. Namun, MyProtection percaya asuransi kesehatan adalah bentuk investasi terbaik yang bisa kamu berikan untuk diri sendiri dan keluarga.

Tips Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga

Kenali Kebutuhan Keluarga

Ketika kita sudah berkeluarga, maka risiko yang kita tanggung tentunya bukan hanya untuk diri sendiri melainkan seluruh anggota keluarga. Kenali kebutuhan diri & keluarga sebelum membeli asuransi. Misalnya, kamu dan pasangan baru saja memiliki anak. Maka, kebutuhan perlindunganmu bukan hanya untuk rawat inap saja tetapi juga rawat jalan karena anak-anak cenderung lebih sering membutuhkan kunjungan ke dokter. Contohnya, Perlindungan Kesehatan Prima menyediakan pilihan perlindungan rawat inap saja serta rawat inap, bedah dan rawat jalan. Atau HealthPlus Family menawarkan paket perlindungan untuk seluruh anggota keluarga dalam 1 polis dan 1 premi.

Bugdet Asuransi yang Sesuai

Bukan hanya manfaat yang harus pas dengan kebutuhan, tetapi premi asuransi kesehatan pun harus pas dengan keuangan. Kamu bisa mencari tahu beberapa asuransi kesehatan dan membandingkan premi serta manfaat yang bisa kamu dapatkan. Beberapa ahli keuangan menyarankan kamu menyisihkan sekitar 10% - 15% pendapatanmu untuk asuransi.

MyProtection juga memiliki berbagai pilihan perlindungan kesehatan seperti SIGAP dengan premi mulai dari Rp 325,000/tahun dan Perlindungan Kesehatan Prima dengan premi mulai dari Rp 2,5 jutaan/tahun untuk manfaat rawat inap dan bedah Rp 100 juta/tahun. Pembayaran premi di MyProtection juga bisa kamu cicil hingga 12 bulan, lho!

Hindari Proses Klaim Ribet

Sebelum membeli asuransi kesehatan, pastikan kamu memahami dengan baik manfaat yang akan kamu terima termasuk pengecualian manfaat, tata cara klaim, serta rumah sakit rekanan. Namun, biasanya nasabah ogah berasuransi akibat proses klaim yang ribet dan memakan waktu lama. Jangan sampai kamu jadi terhalang berobat karena proses klaim rumit!

Salah satu keunggulan dari asuransi kesehatan dari MyProtection adalah kamu bisa menikmati klaim cashless tanpa kartu. Sehingga kamu hanya perlu scan barcode atau tunjukan e-card saat ingin berobat. Laporan klaim pun bisa kamu monitor & dikirim melalui email. Bye-bye klaim ribet!

Pilih Penyedia Asuransi yang Terpercaya

Memilih asuransi bukan hanya sekadar memilih manfaat dan premi, tetapi memilih pemyedia asuransi yang terpercaya. Jangan sampai kamu mempercayakan perlindungan kesehatanmu dengan penyedia asuransi yang meragukan atau tergiur premi murah.

  • Pastikan penyedia asuransimu secara sah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Perhatikan track record dari perusahaan asuransi serta ulasan dari nasabah penyedia asuransi
  • Pahami baik-baik polis yang kamu terima, jika kamu menemukan hal mencurigakan atau tidak mendapatkan manfaat yang telah dijanjikan dalam polis, kamu bisa lapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Tags: asuransi kesehatan, asuransi kesehatan keluarga, asuransi kesehatan premi murah, asuransi rawat jalan, asuransi murah, asuransi jiwa, asuransi terbaik di Indonesia

Read Article
All Category
5 mins read 14/04/2020
Lebih Berenergi Setelah Bangun Pagi

jakarta, 14 April 2020 - MyProtection News

Bangun pagi hari malah jadi moody? Bagian sebagian orang yang bekekrja atau belajar dari rumah, bisa jadi jadwal tidur menjadi lebih kacau daripada biasanya. Akhirnya, ketika bangun, tubuh malah terasa lebih lelah.

MyProtection punya tips agar Anda lebih berenergi setelah bangun tidur!

  1. Punya jadwal tidur tetap

Jika Anda bekerja dari rumah ataupun tetap pergi ke kantor seperti biasa, sebaiknya atur jadwal tidur yang tetap tiap harinya. sehingga siklus tidur tubuh terbentuk alami dan Anda terbiasa untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama. Jika sudah terbiasa, Anda tak perlu lagi bergantung pada alarm untuk terbangun di pagi hari.

  1. Punya alarm? Hindari pencet snooze

Memencet snooze_berulang kali malah membuat Anda merasa tak segar karena Anda berulang kali tidur dan terbangun dalam waktu singkat. Akhirnya tubuh menjadi groggy. Jadi, upayakan untuk langsung bangun setelah alarm berbunyi.

  1. Stretching singkat dan ambil napas dalam

Berkeliling taman selama 10 menit atau melakukan pemanasan dan latihan pernapasan bisa membuat tubuh jadi lebih rileks dan aliran tubuh menjadi lancar. Anda pun bisa melakukan beberapa gerakan olahraga ringan selama karantina di rumah.

  1. Minum air putih

Pernahkan Anda merasa lelah setelah bangun tidur? Bisa jadi Anda mengalami dehidrasi. Tidur di ruangan ber-AC atau dengan kelembapan rendah bisa membuat tubuh kehilangan cairan. Biasakan meminum minimal segelas air putih tiap pagi.

  1. Mandi dengan air dingin agar tubuh kembali segar!

Selain membuat tubuh lebih segar, mandi dengan air dingin bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki suasana hati. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan kondisi tubuh, ya.

  1. Berjemur atau terkena paparan sinar matahari

Sinar matahari merupakan sinyal alami bagi tubuh untuk terbangun. Jangan lupa buka jendela kamarmu dan jika perlu berjemur 10 – 30 menit di pagi hari. Selain memperbaiki mood, berjemur juga bisa mencukup kebutuhan vitamin D harian Anda.

  1. Minum teh atau kopi

Kafein dalam kopi dan teh membantu tubuh tetap terjaga. Seduh kopi atau teh kesukaan di pagi hari untuk membantu pikiran jadi on dan fokus kembali. Jika Anda bosan meminum teh coklat biasa, Anda bisa mencoba beberapa variasi teh seperti oolong tea dan matcha beserta segudang manfaatnya.

  1. Dengarkan musik kesukaan untuk membuatmu lebih semangat!

Mendengarkan musik memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah memperbaiki suasana hati hingga mengurangi stress. Pasang lagu kesukaan Anda di pagi hari. Irama yang ceria bisa membantu membuat pagi jadi lebih menyenangkan.

Sudah semangat menjalani hari ini, belum?

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
Automotive
5 mins read 13/02/2026
8 Car Indicator Lights and Their Meanings You Must Know as a Driver!

Car indicator lights serve to provide drivers with information about the vehicle's and engine's condition while driving.

With indicator lights located on the car dashboard, drivers can also detect damaged components that must be replaced immediately to avoid more serious damage to the vehicle.

8 Car Indicator Lights and Their Meanings You Must Know as a Driver!

In general, indicator lights are represented through symbols that illustrate specific problems. Therefore, it is important to understand the meaning behind these symbols. Check out the following list!

1. Engine Temperature Warning

A light shaped like a thermometer or radiator, usually glowing red, indicates that the engine temperature has exceeded the normal limit or is overheating.

If this happens, you can check the car’s cooling components, such as the coolant and the radiator fan.

2. Battery Warning

If a battery icon appears on the dashboard, this light may indicate a problem with the car's battery, such as a broken connection, a weak battery, or a short circuit in the cables.

When this light comes on, it is essential to visit a repair shop immediately to ensure the electrical system is functioning properly. If ignored, the car may shut down and fail to start.

3. Oil Pressure Warning

The old-fashioned oil can recognize the oil pressure warning light symbol with oil dripping from its spout.

This light indicates insufficient engine lubrication or that the oil needs to be replaced soon.

It may also signal a leak or damage to the oil pump that requires immediate repair.

4. Engine Temperature Warning

The brake warning light, marked with an exclamation mark inside a circle, usually lights up when the handbrake is still engaged.

If the handbrake is released but the light remains on, it could indicate a problem in the braking system, such as low hydraulic pressure or brake fluid that is nearly empty.

5. Check Engine Light

Next, if an engine symbol appears on the dashboard, it may indicate a problem with the car’s vital engine system.

What you need to do is keep calm and don’t need to be panic. This light indicator can also turn on due to minor issues, such as a loose fuel cap. To be sure, have the car checked at the nearest repair shop.

6. Steering Lock Indicator

A steering lock wheel symbol usually comes with a glowing red color, indicating that the steering is locked. When this light comes on, the steering wheel cannot be moved.

This could be caused by several factors, such as the key not being in the proper position, an issue with the steering lock system, or simply forgetting to turn the key to the ignition position.

7. Seat Belt Indicator

The seat belt indicator, depicted by an icon of a person wearing a seat belt, indicates that the driver or passengers have not properly fastened their seatbelts.

The solution for this is simple: just fasten the seatbelt correctly to turn off the warning light.

8. Power Steering Indicator

The power steering indicator light, illustrated with a steering wheel and an exclamation mark beside it, signals a problem with the car’s power steering system that must be resolved immediately.

When this light turns on, the steering wheel will feel heavier, indicating it’s time to take the car to the nearest repair shop for inspection.

Apart from the 8 indicator lights above, there are still many other dashboard warning lights you may encounter, such as the parking brake indicator, master warning indicator, distance warning, and even the airbag warning light. Hopefully, this information is useful!

*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)

Read Article