Hi, Sahabat MyProtection!
Selamat memasuki dekade yang baru dan perjalanan yang baru!
Namun, seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Sebelum memasuki perjalanan yang baru, ada baiknya kita memperlengkapi diri dengan "payung" berupa proteksi kesehatan. Perlindungan Kesehatan Prima menawarkan berbagai manfaat untuk Anda dan keluarga mulai dari rawat jalan, rawat inap & bedah. Premi dimulai dari Rp 2,5juta/tahun kini Rp 2,2 juta/tahun untuk perlindungan rawat inap & bedah hingga Rp 100 juta. Proses klaimnya juga praktis karena menggunakan sistem cardless & cashless di >900 Rumah Sakit* di Indonesia. Selain itu, PKP juga menawarkan fitur tambahan Saldo Prima sebesar Rp 250 ribu untuk membeli obat/vitamin tanpa berobat. Untuk mengawali perjalanan Anda di 2020, dapatkan diskon 10% dengan memasukan kode AWALPRIMA untuk pembelian produk Perlindungan Kesehatan Prima
Apakah Anda sudah siap mengawali perjalanan baru dengan Prima?
Klik untuk Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Syarat & Ketentuan Promo:
Jakarta, 6 Februari 2020 - MyProtection News
Dilema yang sering kali kita alami saat berdiet adalah harus berhati-hati dalam memilih makanan yang bisa dikonsumsi. Jangan sampai diet berakhir tidak baik karena asupan gizi yang kita terima tidak seimbang. Jangan lupa, nutrisi yang tepat takaran adalah kunci dari diet sehat.
Berikut ini 5 rekomendasi makanan yang mudah didapat, sehat, dan cocok untuk dimasukan dalam menu dietmu. Yuk, intip daftarnya!
Telur mengandung banyak protein dan lemak sehat, lho! Khususnya di bagian kuning telur. Dalam studi berjudul “Egg Breakfast Enhances Weight Loss” ternyata menyantap telur sebagai menu sarapan bisa menurunkan berat badan. Apalagi, sangat mudah mendapatkan dan mengolah telur. Saat dalam masa diet, Anda dianjurkan mengonsumsi telur rebus.
Nah, memang bukan rahasia lagi sayur-sayuran hijau memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Selain cukup mengenyangkan, sayuran hijau kaya akan serat dan rendah kalori serta karbohidrat. Sayuran seperti bayam, brokoli, dan kale bisa membantu menurunkan berat badan dan memaksimalkan pembakaran lemak dalam tubuh.
Ikan yang mengandung lemak sehat seperti salmon bisa jadi alternative menu saat diet. Alasannya adalah ikan salmon kaya akan protein serta rendah kalori. Sehingga Anda bisa kenyang dalam waktu berjam-jam tanpa perlu makan dengan porsi banyak. Kapan lagi menyantap menu sehat dan nikmat seperti ikan salmon ini.
Pengganti nasi yang menjadi “staple food” bagi masyarakat Indonesia memang gampang-gampang susah. Namun, jangan khawatir. Anda bisa mengonsumsi kentang rebus untuk mendapat asupan karbohidrat dan bonusnya, mengenyangkan! Kentang yang telah direbus bisa dibumbui dengan sedikit garam dan lada untuk menambah cita rasa.
Buah yang satu ini mengandung lemak tak jenuh yang sama dengan kandungan buah zaitun. Teksturnya yang lembut dan creamy membuat alpukat digemari banyak orang. Alpukat mengandung banyak kandungan air dan serat yang membantu penurunan berat badan. Apalagi buah ini bisa dipadukan dengan makanan lain seperti roti gandum dan salad.
Sudah siap diet sehat?
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 17 Juli 2020 - MyProtection News
Mencari pekerjaan memang bukanlah hal yang mudah. Belum lagi keadaan serba tak kondusif akibat pandemi COVID-19 membuat beberapa usaha dan perkantoran harus terkena dampak ekonomi yang cukup berat.
Jika Anda adalah lulusan baru (fresh graduate) atau terpaksa kehilangan pekerjaan akibat COVID-19, Anda tetap memiliki kesempatan untuk memulai karier yang baru.
Simak beberapa tips di bawah ini untuk mempersiapkan diri Anda menjadi karyawan baru dan menemukan pekerjaan baru, bahkan di tengah pandemi.
Sambil mencari pekerjaan tetap, tak ada salahnya jika Anda mencari pekerjaan jangka pendek seperti penulis lepas, karyawan magang, atau pekerjaan dengan kontrak singkat lainnya.
Anda bisa belajar terbiasa dengan tanggung jawab, disiplin, sikap professional, dan bekerja dalam tim. Sehingga Anda mempunyai nilai tambah saat bersaing mencari pekerjaan di perusahaan lainnya. Selain menambah pengalaman, Anda tetap bisa mendapatkan pemasukan.
Bukan rahasia lagi bahwa koneksi penting untuk membantu karier serta bisnis Anda. Jika Anda mempunyai kerabat yang telah bekerja di perusahaan atau bisnis lainnya, maka Anda bisa menanyakan lowongan pekerjaan apa yang sedang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan koneksi untuk mendapatkan rekomendasi kerja.
Mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Jika belum diterima di satu perusahaan, maka jangan patah semangat. Tetap kirimkan lamaran ke berbagai perusahaan dan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi Anda. Karena proses rekrutmen karyawan membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya Anda bisa menunggu 1 – 3 bulan untuk dipanggil wawancara dengan perusahaan. Jadi, jangan mengharapkan hasil yang instan.
Jika Anda belum bisa mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan tetap, mungkin Anda bisa mencoba menjadi karyawan lepas/freelance dan karyawan magang.
Belum menerima panggilan wawancara? Anda bisa mengisi waktu luang dengan mempelajari berbagai skill baru yang akan berguna untuk karier professional. Saat ini terdapat banyak kelas online gratis maupun berbayar untuk berbagai macam kebutuhan. Seperti belajar Google Ads, tips wawancara kerja, kelas mengedit, atau skill lainnya.
Skill yang dimiliki oleh individu bisa menjadi “nilai jual lebih” bagi perusahaan. Kemampuan Anda bisa dipamerkan melalui CV atau portfolio kerja. Lagipula, tak selamanya Anda harus bekerja kantoran untuk mendapatkan uang.
Setelah melamar pekerjaan, Anda pun mendapatkan undangan untuk wawancara virtual. Maka Anda harus mempersiapkan beberapa hal. Pertama, persiapkan laptop dengan kamera yang memadai serta jaringan internet yang baik. Sehingga wawancara bisa berjalan dengan lancar.
Selanjutnya, persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dengan recruiter. Jaga agar pandangan Anda tetap fokus kepada pewawancara. Hindari menggunakan ponsel saat proses wawancara. Terakhir, jangan lupa untuk tetap berpakaian sopan dan professional walaupun hanya menjalani wawancara virtual.
Selamat mencari kerja!
Salam,
Sahabat MyProtection
In today’s fast-paced, modern, and consumer-driven urban lifestyle, frugal living has emerged as a practical solution for those who want to manage their finances more wisely and effectively. By adopting this lifestyle, individuals can make smarter spending decisions, save more, and work towards long-term financial stability.
Recent data from the Indonesia Deposit Insurance Corporation (LPS) reveals a concerning trend: among Millennials and Gen Z aged 15 to 44, their contribution to total national savings dropped from 18% in 2022 to 14.6% in 2024. This indicates that younger generations may be saving less, making frugal living an even more relevant and necessary approach.
So, what is frugal living exactly? How can you start applying it in daily life? And what are the benefits of living frugally in the long run? Let’s dive into the principles, practical tips, and advantages of this smart lifestyle choice.