Home
/
Articles
/
All Category
/
Bahaya Konsumsi Gorengan: Bikin Cepat Tua Hingga Picu Kanker

Bahaya Konsumsi Gorengan: Bikin Cepat Tua Hingga Picu Kanker

14 May 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 14 Mei 2020 - MyProtection News

Gorengan merupakan cemilan yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Berbagai jenis gorengan pun bisa ditemukan di sekitar rumah seperti bakwan, gorengan tempe, dan pisang molen. Apalagi setelah seharian berpuasa, rasanya pasti nikmat menyantap gorengan panas nan renyah. Namun, konsumsi gorengan dalam jumlah besar bisa menimbulkan resiko pada tubuh.

Dikutip dari CNN Indonesia, menurut dokter spesialis kulit Arini Astasari Widodo, makanan gorengan bisa mempengaruhi kondisi kulit. Proses menggoreng bisa meningkatkan molekul AGE (advanced glycation end products) yang mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin, sehingga memicu penuaan kulit.

Molekul AGE ini juga bisa dipicu akibat makanan manis. Sehingga kulit terlihat tak segar, wajah menjadi puffy, serta lebih cepat kehilangan elastisitas kulit. Oleh karena itu konsumsi gorengan, MSG, serta gula perlu diperhatikan setiap waktu karena jaringan terbesar tubuh atau kulit bisa dipengaruhi dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Selain itu, penggorengan bisa menghasilkan senyawa acrylamide yang bisa meningkatkan risiko kanker.

Lemak trans yang terdapat pada gorengan jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan inflamasi (peradangan) pada kulit. Akibatnya, kulit jadi lebih sensitif, berpotensi timbul eksim dan autoimun. Konsumsi gorengan berlebih juga bisa memicu resiko kesehatan lainnya seperti radang tenggorokan, kolestrol, diabetes, dan resiko lainnya.

Upaya menjaga kesehatan Anda bisa dimulai dengan menjaga pola makan & pola hidup. Jangan lupa untuk menambahkan proteksi ekstra agar keamanan dan kenyamanan keluarga selalu prima dengan Perlindungan Kesehatan Prima.

Anda bisa menikmati berbagai manfaat paling prima untuk menjalani Ramadan #AmanPalingNyaman yaitu:

  • Fitur Saldo Prima untuk beli oat/vitamin tanpa resep dokter dan diganti asuransi.
  • Klaim praktis cashless tanpa kartu di lebih dari 900 Rumah Sakit di seluruh Indonesia
  • Cek status klaim dari HP
  • Fitur Live Chat
  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring
  • Layanan eksklusif Personal Medicare Assistance
  • Promo special Ramadan, bonus diskon 10% selama Mei 2020
  • Menjamin COVID-19

Salam,
Sahabat MyProtection

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyPro+ News Jakarta
MyPro+ is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read • 01/07/2020
Perencanaan Keuangan buat Karyawan Milenial? Begini Cara Melakukannya

Jakarta, 1 Juli 2020 - MyProtection News

Fenomena “gaji numpang lewat” tentu saja bukan hal baru di kehidupan para karyawan kantoran. Maklum saja, banyak karyawan yang pengeluarannya lebih besar ketimbang pemasukan. Tak sedikit pula yang berutang lebih dari kemampuan. Singkatnya, mereka belum memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Lantas, seperti apa perencanaan keuangan yang pas untuk para karyawan terutama yang berasal dari generasi milenial?

Salah satu keuntungan menjadi karyawan adalah memiliki penghasilan tetap per bulan dalam jumlah yang sama. Keuntungan ini tentu gak semerta-merta bisa dinikmati pengusaha, yang terkadang harus menerima penghasilan yang tidak terprediksi. Kadang naik, kadang juga turun.Akan tetapi, rasa nyaman karena penghasilan tetap itu terkadang menjadi bumerang.

Banyak alasan yang diutarakan para karyawan ketika gaji mereka ludes begitu saja. Sebagian mengatakan bahwa pengeluaran pokok sehari-hari sangat berat. Sementara itu, sebagian lainnya mengatakan kalau hal itu disebabkan karena pengeluaran sekunder atau cicilan utang yang menumpuk.

Ingin tahu lebih lanjut seputar perencanaan keuangan buat para karyawan milenial? Yuk simak ulasannya.

Sadari dulu bahwa semua orang punya tujuan dalam hidup

Hal pertama yang harus disadari adalah banyak tujuan yang harus kita capai, baik itu tujuan jangka waktu pendek, menengah, maupun panjang. Setelah tahu apa tujuannya, Anda harus mulai membuat perencanaan keuangan yang baik. Suka tidak suka, mau tidak mau, hal-hal yang tidak berkaitan dengan tujuan Anda, tentu harus dieliminasi.

Perencanaan keuangan adalah metode mengelola keuangan dengan bijak yang dalam prosesnya membawa siapa saja mencapai tujuan keuangannya. Perencanaan keuangan bisa pula diartikan sebagai proses manajemen keuangan terencana dan terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Perencanaan keuangan memiliki cakupan yang cukup luas. Dimulai dari pemeriksaan kesehatan finansial, perencanaan investasi, asuransi, perencanaan pensiun, distribusi kekayaan, hingga pemenuhan kewajiban membayar pajak.

Jaga kesehatan arus kas

Laporan arus kas atau neraca mengindikasikan jumlah pengeluaran dan pemasukan kita dalam periode tertentu, umumnya bulanan. Laporan ini menunjukkan sumber pendapatan sekaligus menjadi gambaran pola pengeluaran, tabungan, serta investasi dari seorang individu.

Nilai arus kas bersih didapat dari hasil pengurangan antara total arus kas masuk (penghasilan) dan total kas keluar (pengeluaran). Apabila hasilnya minus, maka jelas sekali itu menunjukkan bahwa Anda sudah besar pasak daripada tiang (pengeluaran lebih besar dari pemasukan).

Arus kas minus cukup berbahaya jika dibiarkan karena bisa menguras kekayaan bersih kita seiring dengan berjalannya waktu.

Sediakan dana darurat sesuai dengan risiko pekerjaan

Dana darurat akan berperan penting untuk menghadapi risiko seperti kehilangan pekerjaan karena PHK, membayar renovasi rumah, atau membeli suku cadang kendaraan yang sudah waktunya diganti.

Para pakar keuangan seringkali menyebut besaran ideal dana darurat pada umumnya adalah tiga kali pengeluaran bulanan untuk para karyawan lajang. Sementara itu, untuk yang sudah menikah adalah enam kali pengeluaran bulanan, dan yang sudah punya momongan, 12 kali pengeluaran bulanan.

Namun ada baiknya pula jika besaran dana darurat disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan. Semakin tinggi risiko PHK yang berpotensi kita alami, maka makin besar pula dana darurat yang harus disimpan.

Sebut saja, Anda masih berada dalam probation (masa percobaan) kerja di sebuah perusahaan. Secara tidak langsung, kontrak kerjamu bisa saja tidak diperpanjang. Oleh karena itu, mereka yang masih berada dalam masa ini wajib menyediakan dana darurat yang lebih besar.

Semakin bertambah usia, Anda harus makin kaya

Investasi itu penting, dan seiring dengan bertambahnya usia sudah sepantasnya kekayaan bersih Anda semakin bertambah. Untuk mempermudah proses pertambahan kekayaan ini, caranya tidak sulit. Anda hanya harus rutin berinvestasi di saat usia masih produktif.

Tentukan dari sekarang, berapa uang yang ingin Anda miliki di saat masa pensiun nanti. Setelah itu, hitung berapa jangka waktu yang harus ditempuh untuk menabung, berapa uang yang akan disisihkan untuk investasi per bulan, dan berapa pula besaran imbal hasil dari produk investasi yang Anda miliki.

Untuk mengetahui berapa kekayaan bersih kita saat ini, caranya mudah. Anda hanya perlu menjumlahkan total aset yang Anda miliki, baik aset riil (investasi atau aset yang mengalami depresiasi) maupun aset keuangan, lalu dikurangi dengan total utang.

Jangan lupa juga, hitunglah seberapa ideal jumlah investasi dengan cara membandingkan seluruh aset investasi Anda dengan nilai kekayaan bersih. Jika nilai aset investasi Anda di atas 50 persen dari nilai kekayaan bersih, itu tandanya Anda sudah cukup baik dalam menggandakan kekayaan di masa depan.

Utang boleh, asal…

Berutang itu boleh-boleh saja kok. Asalkan Anda memanfaatkan ini untuk membeli aset investasi, bukan aset yang mengalami depresiasi nilai di kemudian hari.

Jumlah dari utang itu sendiri, harus disesuaikan dengan pemasukan dan total nilai aset.

Untuk mengetahui kesanggupan kita membayar cicilan per bulan, kita bisa melihatnya dengan melakukan perbandingan antara total cicilan utang dan pemasukan per bulan. Idealnya, total cicilan utang per bulan tidak melebihi 35 persen dari pemasukan. Jika persentasenya di bawah itu tentu jauh lebih baik. Sebaliknya, jika sudah berlebih tentu semakin berisiko.

Sementara itu, untuk mengetahui kemampuan pelunasan utang, kita bisa menggunakan perbandingan antara jumlah total utang yang kita miliki dengan aset. Apabila nilainya masih di bawah 50 persen, maka utang kita masih sehat.

Tapi jika di atas 50 persen, tandanya nilai utang kita telah melebihi aset. Jika suatu saat kita kehilangan penghasilan, maka kita akan sangat sulit untuk melunasi seluruh aset itu.

Patut diketahui bahwa kedua komponen ini sangat penting diperhatikan. Pasalnya, utang akan mengurangi besaran kekayaan bersih.

Bayangkan jika seseorang terlalu sering menggunakan kartu kredit atau fasilitas untuk belanja, makan, traveling, atau membeli aset yang terus mengalami depresiasi. Di samping utang mereka bertambah, kekayaan bersih mereka tergerus.

Jangan biarkan dirimu tak terlindungi

PHK merupakan risiko yang bisa diatasi dengan dana darurat, namun tidak demikian halnya dengan meninggal dunia, terserang penyakit kritis, jadi korban kecelakaan, atau mungkin kehilangan aset yang harganya mahal.

Bayangkan saja, risiko-risiko di atas tentu sangat menguras biaya. Tidak menutup kemungkinan, kita akan membebani keluarga kita karena risiko yang kita alami ini.

Itulah sebabnya kita wajib memiliki asuransi.

Sebagai karyawan, kita tentu mendapatkan fasilitas BPJS. Namun apakah santunan dari BPJS cukup menghidupi keluarga yang kita tinggali kelak apabila kita meninggal dunia?

Untuk memastikan keluarga tetap mendapatkan nafkah sepeninggal kita meninggal dunia, pilihlah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan yang tepat dalam hal manfaat. Pelajari baik-baik polisnya, dan jangan gegabah dalam memilih.

Itulah tips perencanaan keuangan yang bisa diaplikasikan oleh para karyawan milenial. Intinya, kenali saja dengan baik tujuan-tujuanmu, aturlah pengeluaran sebaik mungkin, akumulasikan kekayaan, dan jangan sampai membiarkan diri kita dan keluarga tidak terlindungi sama sekali.

Salam,
Sahabat MyProtection

--

Sumber artikel

Lifepal.co.id adalah rekan marketplace asuransi digital Lippo Insurance. Lifepal membantu pelanggan mencari asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Tim Lifepal menganalisa polis dan membantu merekomendasikan kepada individu dan keluarga di Indonesia.

Read Article
All Category
5 mins read • 31/08/2020
HARI BELANJA ASURANSI ONLINE NASIONAL - DISKON SPESIAL SEPTEMBER

Hi, Sahabat MyProtection!

Promo HARBALNAS 9.9 alias Hari Belanja Asuransi Online Nasional spesial untuk kamu! Nikmati diskon 9% khusus untuk 99 orang pembeli pertama produk Perlindungan Kesehatan PRIMA.

Kini, Anda bisa beraktivitas #amanpalingnyaman bahkan di tengah pandemi karena ada Perlindungan Kesehatan Prima yang setia jagain kamu dan keluarga!

Dapatkan asuransi kesehatan online dengan manfaat rawat inap dan bedah hingga Rp 100 juta/tahun. Premi terjangkau dimulai dari Rp 6 ribuan/hari aja dan bisa dicicil dengan atau tanpa kartu kredit.

Bukan cuma terjangkau, asuransi kesehatan online Perlindungan Kesehatan Prima juga punya segudang fitur unggulan yang bikin aktivitasmu makin mudah! Contohnya online doctor consultation. Kamu bisa konsultasi dengan dokter terpercaya lewat aplikasi ponselmu.

  • Klaim cashless tanpa kartu
  • Telemedicine
  • Online doctor consultation
  • Cek status klaim langsung dari HP Anda
  • Fitur live chat
  • Manfaat tambahan SALDO PRIMA untuk beli vitamin/obat tanpa resep Dokter & diganti asuransi (khusus Perlindungan Kesehatan Prima)
  • Menjamin COVID-19

Syarat dan Ketentuan:

  • Periode promo adalah 1 September – 30 September 2020
  • Promo khusus untuk produk Perlindungan Kesehatan PRIMA
  • Diskon yang diberikan sebesar 9% dengan kode HARBALNAS99
  • Diskon hanya bisa digunakan 1x per pengguna dan tidak bisa digabung dengan promo lainnya
  • Diskon hanya berlaku untuk 99 pembeli pertama
Read Article
Health
5 mins read • 20/05/2025
Causes of Uterine Fibroids, Risk Factors, and Treatments

Uterine fibroids, also known as leiomyomas, fibroids, or myomas, are a medical condition where benign tumors grow in the muscles or connective tissues of the uterus.

Although non-cancerous, uterine fibroids can lead to several complications if not properly managed. These include anemia, restricted fetal growth during pregnancy, miscarriage, impaired blood circulation, and many others.

To better understand this condition, let’s take a closer look at the causes, symptoms, risk factors, and available treatments for uterine fibroids in the following discussion.

Read Article