Jakarta, 18 Maret 2020 - MyProtection News
Masyarakat kini semakin waspada terhadap penyebaran virus corona. Terhitung sampai saat ini (18/3/20) sudah terdapat 172 pasien positif di Indonesia. Berbagai langkah pun dilakukan untuk mencegah bertambahnya korban.
Virus corona sendiri ditularkan melalui kontak antara manusia dengan manusia. Virus tersebut terbawa saat pasien positif corona batuk atau bersin. Dilansir dalam BBC, ketika seseorang bersin maka terdapat menghasilkan 3.000 partikel liur kecil atau droplets. Partikel ini akan menempel ke benda yang ada di sekitarnya. Namun partikel yang kecil bisa bertahan di udara.
Penelitian pada virus SARS membuktikan bahwa virus bisa tetap hidup dalam cairan partikel liur selama 3 jam. Sedangkan virus bisa menyebar melalui partikel liur yang bertahan di udara selama beberapa jam. Hanya saja, bagi COVID-19, penyebaran virusnya bukan melalui udara tetapi sentuhan/droplets.
Virus juga bisa menempel pada kain, serta halus, serta rambut. Virus COVID-19 bisa bertahan pada permukaan tembaga selama 4 jam, kertas kardus selama 24 jam, dan stainless steel atau plastic selama 72 jam.
Langkah terbaik untuk membunuh kuman yang menempel pada permukaan benda adalah menggunakan cairan disinfektan berbasis allkohol, cairan alcohol sebesar 70%, dan zat pemutih.
Cairan disinfektan bisa disemprotkan pada gagang pintu, laptop, tombol lift, ponsel, atau benda lain yang sering disentuh. Sedangkan untuk pakaian dan benda bermaterial kain disarankan untuk dicuci rutin dengan sabun. Jika Anda menggunakan mesiun cuci, pastikan Anda tidak memasukan baju terlalu penuh sehingga tiap baju bisa terpapar sabun dengan benar.
Salam,
sahabat MyProtection
Jakarta, 5 Agustus 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Anda pasti sudah tahu bahwa kamu harus menggunakan masker saat bepergian keluar rumah. Fungsinya mencegah Anda tertular atau menularkan virus. Nah, tapi ada kesalahan umum yang sering kita lakukan tanpa kita sadari. Cek dulu gambar yang satu ini!

Jangan lupa, dimana pun Anda berada, ada MyProtection yang setia jagain 24/7. Untuk info lebih lanjut seputar info produk asuransi, kamu bisa mengunjungi halaman produk di sini!
Atau hubungi tim kami di cs@myprotection.id dan 0804 133 8888
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 13 Mei 2020 - MyProtection News
Sesuai dengan imbauan pemerintah dan World Health Organization (WHO), kini seluruh masyarakat diwajibkan menggunakan masker saat bepergian ke luar. Hal ini berlaku bagi masyarakat yang sehat ataupun yang sedang sakit. Tak perlu masker medis, Anda bisa membuat masker kain sendiri di rumah.
Selama pandemi COVID-19 masih berlangsung, maka kita semua akan terus diimbau menggunakan masker. Namun, pemakaian masker ternyata membawa tantangan tersendiri bagi pengguna kacamata. Mungkin bagi Anda pengguna kacamata akan sering merasakan kacamata menjadi berembun karena menggunakan masker. Alhasil, penglihatan pun jadi terganggu. Hal ini bisa berbahaya bagi Anda yang harus menyetir atau mengoperasikan mesin.
Coba simak tips berikut ini agar Anda bisa menggunakan kacamata dan masker dengan nyaman!
Dengan menggunakan masker yang menempel lekat dengan hidung, kemungkinan masker membuat kacamata jadi berembun semakin kecil. Oleh karena itu, penting membeli atau membuat masker yang sesuai dengan ukuran wajah. Anda pun jadi tak perlu repot memperbaiki posisi masker akibat menggunakan masker yang tak sesuai dengan ukuran wajah.
Semprotan anti-embun ini biasanya dipakai oleh atlit renang untuk mencegah kacamata renangnya berembun ketika harus berkompetisi. Anda juga bisa mencoba semprotan anti-kabut ini untuk mencegah gangguan penglihatan akibat kacamata yang berembun.
Trik satu ini bisa Anda coba karena bahannya bisa didapatkan di rumah. sebelum digunakan, usapkan shampoo bayi atau air sabun ke lensa kacamata Anda sehingga menghasilkan busa. Lalu jangan bilas lensa Anda dengan air bersih, tetapi biarkan busa mengering dan lap kacamata dengan kain lembut bebas serat.
Lapisan sabun ini diharapkan membentuk lapisan film tips yang bisa mengurangi tegangan permukaan, sehingga molekul air kecil dari pernapasan kita bisa tersebar lebih merata di permukaan lensa dan mengurangi terbentuknya embun.
Kelembapan dari napas kita membuat kacamata jadi berembun. Dengan menyisipkan tisu di dalam masker, kelembapan tersebut bisa diserap oleh tisu. Lipat tisu agar sesuai dengan ukuran wajah lalu letakan dekat dengan posisi hidung.
Apakah Anda memiliki trik lainnya untuk mencegah kacamata berembun akibat masker?
Salam,
Sahabat MyProtection
There are several indicators that your car's remote battery is running low, such as a dim or dead indicator of light, shorter range, and more.
In most cases, you can replace it yourself by following the vehicle’s manual. You can also check the code on the old battery to ensure you buy the right replacement.
The most common types of car remote batteries are CR2032, CR2025, and CR 2016.

To help you recognize the warning signs that your car's remote battery is weakening or about to run out, here are the main indicators you should know!
The most common sign your car's remote battery is dying is when the remote buttons start becoming unresponsive, where you need to press them multiple times before the car responds. This indicates that the battery is already running low.
Normally, a car remote signal can reach from 5 to 20 meters, and on some car models, it can even work up to 30 to 50 meters.
If your vehicle only responds when you are very close, it could be a strong indicator that the remote battery is weak or nearly dead.
Another sign of a weak car remote battery is when you have to press the buttons several times before it works.
This happens because the power is not strong enough to send a proper signal to the vehicle, so the buttons need to be pressed more than once.
Some car remotes come with a small LED light. If the battery is weak, this indicator light will become dim or stop lighting up entirely when pressed, showing that the power inside is already drained.
If this happens, it’s best to replace the battery immediately with a new one that matches the specifications to restore your car’s remote function.
After learning about the signs, you also need to know the right steps to replace the car remote battery. Here’s how:
Prepare the tools, such as a small screwdriver, tweezers, or a thin pocket knife, if needed to open the remote cover.
Open the remote cover and use the prepared tools carefully. Some remotes may have screws that need to be removed first.
Remove the old battery. Carefully take out the battery using tweezers.
Insert the new battery, check the manual, and insert the replacement battery according to the recommended type and direction.
Close the remote casing after installation, close the casing, and make sure everything is securely in place.
Those are the key signs of a weak car remote battery and the proper steps to replace it. Ideally, once you notice the early signs of a weak battery, you should replace it right away to ensure your car's remote works optimally.
Avoid waiting until the battery is completely dead, as this can disrupt your daily activities and mobility.
Hopefully, this guide helps you keep your car's remote functioning at its best!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)