Jakarta, 11 Februari 2020 - MyProtection News
Kenaikan gaji merupakan hal yang menyenangkan bagi banyak orang. Pertanyaannya, ketika pemasukan Anda bertambah, apakah tabungan Anda ikut “naik gaji”?
Saat pendapatan kita bertambah, gaya hidup pun bisa ikut berubah. Ketika kita merasa memiliki lebih banyak uang, mungkin kita akan berpikir bahwa kita bisa membeli lebih banyak barang. Bahkan kita pun lebih berani untuk mengeluarkan sejumlah uang besar untuk barang mahal seperti rumah, mobil, dan tiket liburan.
Pengeluaran yang makin besar kini terkadang tidak diiringi dengan peningkatkan jumlah uang yang ditabung. Misalnya, pendapatan per tahun Anda naik dari Rp 100 juta per tahun menjadi Rp 150 juta per tahun. Biasanya, Anda menabung 10% dari total pendapatan. Namun, setelah kenaikan gaji, Anda bisa mulai menaikan presentase uang yang bisa ditabung.
Penting sekali untuk menabung khususnya jika Anda ingin memiliki pensiun. Semakin dekat diri kita dengan usia pensiun, semakin besar dana yang harus disisihkan. Namun, kalangan muda masih bisa sedikit bernapas lega dalam menyiapkan dana pension.
Jika Anda ingin mulai mengelola keuangan, mungkin Anda bisa menerapkan 50-30-20 rule yang dibahas dalam artikel ini. Intinya, Anda bisa menyisihkan 50% pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30% dana untuk belanja kebutuhan tersier, dan 20% sisanya untuk ditabung, baik dalam tabungan biasa, deposito, hingga investasi.
Jangan lupa tabunganmu juga perlu naik gaji, ya!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 29 Mei 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat Myprotection!
Sebagian dari kita sudah mulai kembali ke kantor mulai Juni nanti. Tentu saja selama beraktivitas di luar rumah, penting untuk selalu menjaga jarak, kesehatan serta keamanan diri dan orang lain. Anda juga bisa membaca tips ngantor sehat selama pandemi.
Maka dari itu, Anda perlu memperlengkapi diri dengan masker, hand sanitizer, dan yang terpenting asuransi kesehatan sebelum jalani new normal. Karena beraktivitas di tengah pandemi tidak bisa sembarang seperti biasanya.
Untuk Anda yang siap kembali beraktivitas di luar ruangan selama pandemi, ada Perlindungan Kesehatan Prima yang siap menjaga.
Perlindungan Kesehatan Prima memberikan proteksi rawat jalan, inap dan bedah untukmu dan keluarga. Anda juga bisa menikmati berbagai fasilitas seperti:
Anda juga bisa menikmati promo #DiasikinAja dan dapatkan DISKON 10% untuk pembelian Perlindungan Kesehatan Prima selama Juni 2020. Aktivitas di luar rumah jadi aman dan nyaman. Jangan lupa untuk tetap menjalankan peraturan PSBB agar Anda dan orang-orang di sekitar terhindar dari penularan COVID-19.
Syarat dan ketentuan:
Anda bisa Pelajari Lebih Lanjut atau Beli Sekarang
Informasi & pertanyaan mengenai produk silakan menghubungi Contact Center: 0804 133 8888 atau cs@myprotection.id
Kabar baik untuk Anda yang sering berkunjung ke museum seni! Menurut studi yang dilakukan oleh periset di University College London, mengunjungi museum, galeri seni, dan teater bisa membuat Anda hidup lebih lama. Menarik, bukan?
Dilansir oleh The Jakarta Post, beberapa peneliti di University College London melakukan riset terhadap kurang lebih 6.700 partisipan dalam rentang usia 50 tahun yang mengaku sering terlibat dalam kegiatan seni seperti festival, museum, opera, dan pameran seni.
Setelah melakukan observasi selama 12 tahun, ditemukan data yang menarik. Dari hasil observasi, partisipan yang terlibat dengan kegiatan aristik seperti mengunjungi teater 1 – 2 kali dalam setahun memiliki kemungkinan lebih rendah untuk meninggal sebesar 14% dibanding partisipan yang tidak pernah mengikuti pameran seni apapun.
Baca juga: Mendengarkan Musik Turunkan Stress Saat Berkendara
Tidak hanya itu, Sahabat MyProtection. Ditemukan bahwa partisipan yang makin sering berpartisipasi dalam acara kesenian mempunyai kemungkinan untuk meninggal lebih rendah sebesar 31% atau lebih. Namun, perlu diingat bahwa terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi angka harapan hidup seseorang.
Selain menikmati seni berpotensi memperpanjang umur Anda, terlibat dalam pembuatan seni juga baik untuk otak Anda. Dikutip dari Harvard Health Publishing, terlibat dalam kegiatan seni seperti membuat lukisan atau mengunjungi dapat meningkatkan performa otak, nengurangi stress dan memberikan ketenangan bagi individu yang menjalani perawatan di rumah atau rumah sakit.
Bahkan, kegiatan melukis sering kali direkomendasikan kepada penderita Dementia karena membantu penderita mengingat hal dengan lebih baik. Kalau Anda, kegiatan seni apa, sih yang paling diminati?
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Jakarta, 20 Mei 2020 - MyProtection News
Sambil menjalankan karantina dan social distancing, ada berbagai kegiatan yang bisa Anda lakukan di rumah. Salah satunya berkebun. Tanaman yang Anda rawat pun bervariasi. Mulai dari tanaman hias hingga tanaman obat yang bermanfaat untuk kesehatan.
Berikut ini beberapa tumbuhan obat yang bisa Anda tanam sendiri di rumah dan perawatannya pun relative mudah.
Tanaman yang identic dengan bunga berwarna ungu ini terkenal dengan aromanya yang membuat tubuh menjadi rileks. Sering kali minyak beraroma lavender digunakan untuk orang-orang yang mengalami gangguan tidur. Selain wangi, lavender juga bisa dioleskan ke bagian tubuh yang luka atau tergores untuk mengurangi rasa sakitnya.
Sering kali kemangi disantap sebagai pelengkap hidangan karena wanginya yang harum. Penggemar menu pecel dan lalapan pastinya tidak asing dengan tumbuhan satu ini. Kemangi sendiri punya berbagai manfaat bagi kesehatan yang jarang diketahui orang. Kemangi bisa membantu meningkatkan nafsu makan, mengobati perut kembung, dan mengurangi sakit akibat luka gores.
Rasanya tumbuhan ini sering dibahas dalam artikel MyProtection. Bunga chamomile memang sering digunakan dalam ramuan teh herbal karena punya efek untuk menenangkan saraf dan mengurangi stress. Sehingga teh ini bagus dikonsumsi di malam hari sebelum tidur atau sore hari untuk merilekskan tubuh setelah seharian bekerja.
Minyak tumbuhan thyme dikatakan memiliki manfaat antiseptik dan antibakteri serta mampu meringankan gejala flu dan batuk. Selain itu, di Pakistan, tumbuhan thyme pun digunakan untuk menurunkan kadar kolestrol. Anda pun bisa menanamnya dalam pot berisi tanah dan pastikan tumbuhan ini terkena paparan sinar matahari.
Nah, Sahabat MyProtection sudah tahu mau menanam apa di kebun nanti? Jangan lupa, sebelum menggunakan tanaman sebagai obat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter/ahli agar terhindar dari risiko kesehatan.
Salam,
Sahabat MyProtection