Jakarta, 11 Februari 2020 - MyProtection News
Kenaikan gaji merupakan hal yang menyenangkan bagi banyak orang. Pertanyaannya, ketika pemasukan Anda bertambah, apakah tabungan Anda ikut “naik gaji”?
Saat pendapatan kita bertambah, gaya hidup pun bisa ikut berubah. Ketika kita merasa memiliki lebih banyak uang, mungkin kita akan berpikir bahwa kita bisa membeli lebih banyak barang. Bahkan kita pun lebih berani untuk mengeluarkan sejumlah uang besar untuk barang mahal seperti rumah, mobil, dan tiket liburan.
Pengeluaran yang makin besar kini terkadang tidak diiringi dengan peningkatkan jumlah uang yang ditabung. Misalnya, pendapatan per tahun Anda naik dari Rp 100 juta per tahun menjadi Rp 150 juta per tahun. Biasanya, Anda menabung 10% dari total pendapatan. Namun, setelah kenaikan gaji, Anda bisa mulai menaikan presentase uang yang bisa ditabung.
Penting sekali untuk menabung khususnya jika Anda ingin memiliki pensiun. Semakin dekat diri kita dengan usia pensiun, semakin besar dana yang harus disisihkan. Namun, kalangan muda masih bisa sedikit bernapas lega dalam menyiapkan dana pension.
Jika Anda ingin mulai mengelola keuangan, mungkin Anda bisa menerapkan 50-30-20 rule yang dibahas dalam artikel ini. Intinya, Anda bisa menyisihkan 50% pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30% dana untuk belanja kebutuhan tersier, dan 20% sisanya untuk ditabung, baik dalam tabungan biasa, deposito, hingga investasi.
Jangan lupa tabunganmu juga perlu naik gaji, ya!
Salam,
Sahabat MyProtection
Bagi para pencinta petualangan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan mobil camper van yang digunakan.
Karena ukurannya yang besar, mobil camper van dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan selama perjalanan. Mulai dari menambahkan dapur, kamar mandi, hingga tempat tidur.

pexels
Walaupun di Indonesia masih kurang populer, terdapat beberapa jenis mobil camper van yang dapat kamu pilih untuk memulai petualanganmu. Simak selengkapnya.
Salah satu mobil camper van yang paling populer dan banyak disetujui oleh banyak orang adalah Daihatsu Gran Max yang memiliki ciri khas ruang kabin yang luas.
Mobil ini memiliki ukuran dimensi 4405 x 1665 x 190 mm yang mampu menampung hingga 9 sampai 11 orang dan hadir dalam dua pilihan mesin, yaitu 2NR-VE dengan kapasitas 1.500 cc dan K3-DE dengan kapasitas 1.300 cc.
Mesin 2NR-VE mampu menghasilkan tenaga hingga 88 Ps dengan torsi 115 Nm. Sedangkan K3-DE mampu menghasilkan tenaga hingga 97 Ps dengan torsi 134 Nm.
Walaupun memiliki bobot yang besar dengan kabin luas, mobil ini tetap dapat bermanuver dengan baik karena mesin yang digunakan.
Harga Daihatsu Gran Max di pasaran saat ini sendiri umumnya dibanderol sekitar Rp 205,2 jutaan untuk unit baru.
Bagi kamu pecinta mobil camper van dengan desain klasik, mobil Volkswagen Combi dapat menjadi pilihan yang tepat dengan dimensi panjang 4712 mm, lebar 1985 mm, serta tinggi 1937 mm.
Bukan hanya itu, camper van ini juga telah dilengkapi dengan kabin yang luas sehingga dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhanmu.
Walaupun sudah ada sejak tahun 1950-an, Volkswagen Combi juga telah menggunakan mesin dengan kapasitas 1.600 cc dan saat ini dibanderol untuk unit bekas dengan harga Rp 60 jutaan tergantung kondisinya.
Buat kamu yang butuh mobil lebih besar lagi, Toyota HiAce Premio hadir dengan ukuran dimensi panjang 5915 mm, lebar 2018 mm, serta tinggi 2280 mm.
Bukan hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan mesin berperforma tinggi di kelasnya dengan 1GD-FTV yang memiliki kapasitas 2.800 cc dan mampu menghasilkan tenaga hingga 176,8 Ps dan tosi 42,8 Kgm.
Karena mesin dan fiturnya tersebut, harga mobil camper van satu ini menjadi sangat tinggi, mencapai Rp 664,3 juta di pasaran.
Mobil MPV yang dirilis tahun 2012 juga dapat menjadi pilihan untukmu karena bagian belakang mobil yang besar sehingga cocok untuk dimodifikasi menjadi camper van.
Mobil Nissan Evalia memiliki ukuran dimensi panjang 4.440 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.850 mm serta dilengkapi dengan fitur pintu geser yang mempermudah penggunanya.
Walaupun cukup tinggi peminatnya, sayangnya mobil ini sudah tidak diproduksi lagi sejak tahun 2015, sehingga untuk mendapatkannya kamu harus mencari unit bekas yang umumnya dibanderol dengan harga Rp 79 jutaan di pasaran.
Daihatsu Luxio juga merupakan mobil camper van yang cocok untuk digunakan berpetualang dengan dimensi panjang 4.215 mm, lebar 1.710 mm, dan tinggi 1.915 mm.
Menggunakan mesin 3SZ-VE dengan kapasitas 1.495 cc, mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 97 Ps dan torsi 13,7 kgm yang dapat membuat berkendara tetap aman.
Dengan kabin yang luas dan nyaman serta fitur pintu geser yang praktis, hingga penggunaan bahan bakar yang efisien, mobil ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 237,2 jutaan.
Itulah 5 rekomendasi mobil camper van yang mungkin cocok untuk memulai petualanganmu!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Hi, Sahabat MyProtection!
Selain menjaga Anda dan keluarga dari kejadian tak terduga di masa depan, Perlindungan Kesehatan Prima juga mempermudah proses berobat Anda! Fitur klaim cashless & cardless membuat kunjungan ke rumah sakit lebih mudah dan praktis. Fitur cashless & cardless artinya Anda tidak perlu mengeluarkan uang tunai atau repot membawa kartu fisik untuk berobat di rumah sakit rekanan MyProtection. Wah, praktis sekali, kan?
Perlindungan Kesehatan Prima juga memiliki satu fitur unggulan yaitu Saldo Prima. Melalui Saldo Prima, Anda bisa membeli obat atau vitamin tanpa perlu berobat ke dokter. Sehingga pembelian obat atau vitamin Anda bisa digantikan.
Kabar baiknya, premi Perlindungan Kesehatan Prima hanya mulai dari Rp 6 ribuan/hari atau Rp 3,5 jutaan/tahun. Anda bisa mendapatkan manfaat rawat inap & bedah hingga Rp 100 juta. Terdapat juga pilihan cicilan 12 bulan dengan bunga 0% dengan kartu kredit tertentu.
Tunggu apalagi?
Anda bisa pelajari lebih lanjut untuk melihat brosur produk dan simulasi harga atau beli sekarang
Butuh informasi lebih lanjut? Silakan menghubungi Call Center MyProtection di 0804-133-888 atau email ke cs@myprotection.com
Kehidupan perkotaan yang semakin modern dan konsumtif, penerapan frugal living dapat menjadi salah satu solusi untuk dapat mengelola keuangan lebih bijak dan baik.
Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) khususnya pada kelompok Gen M dan Gen Z berusia 15 hingga 44 tahun, menunjukkan adanya penurunan kontribusi terhadap total simpanan dari 18 persen di tahun 2022 menjadi 14,6 persen di tahun 2024.
Namun, apa yang dimaksud dengan frugal living dan bagaimana penerapannya dan tips apa saja yang dapat dilakukan hingga manfaat yang dapat dirasakan menerapkan gaya hidup ini. Simak informasi selengkapnya di sini!
pexels
Frugal Living dapat diartikan sebagai gaya hidup yang menekankan pada pengelolaan keuangan yang lebih bijak dan hemat.
Tujuan utama dari frugal living adalah untuk mengurangi pengeluaran dan menghindari pemborosan dengan membeli barang yang memang dibutuhkan saja.
Namun, hal yang harus diperhatikan adalah dengan menerapkan gaya hidup ini bukan berarti kamu hidup dalam keterbatasan atau kemiskinan, namun memilih pengeluaran mana yang harus diprioritaskan berdasarkan kebutuhan sehari-hari.
Walaupun frugal living baru mengalami peningkatan kepopuleran akhir-akhir ini, prinsip dari gaya hidup ini sudah ada sejak dulu dan menjadi bagian di berbagai budaya seluruh dunia.
Perkembangan gaya hidup hemat ini juga didorong oleh adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan perubahan iklim dan keberlanjutan.
Penerapannya dilakukan guna mengurangi dampak lingkungan, seperti pengurangan konsumsi plastik, mendukung produk lokal, hingga mendaur ulang.
Gaya hidup hemat sendiri bukanlah keharusan, melainkan sebuah opsi bagi para penggunanya. Berbeda dengan kemiskinan atau pelit, seseorang yang mengadopsi gaya hidup ini melakukannya guna mengelola uang secara efektif dan ekonomis.
Lebih lanjut berdasarkan buku Frugal Living for Dummies, seseorang dengan gaya hidup ini bukan tidak menikmati hidup atau kemewahan, namun mereka mementingkan pengeluaran uang yang sesuai dengan kebutuhan saja.
Saat ini, konsep gaya hidup hemat ini juga semakin populer dengan adanya sosial media, di mana banyak orang membagikan tips, trik, hingga pengalaman diri untuk mengadopsi gaya hidup ini.
Selain itu, adanya krisis ekonomi yang terjadi secara global, seperti resesi dan pandemi membuat banyak orang yang lebih peduli dan mempertimbangkan kembali pola konsumsi mereka.
pexels
Untuk dapat menerapkan gaya hidup ini, terdapat beberapa prinsip frugal living yang harus kamu ketahui dan pahami:
Prinsip pertama dan utama pada gaya hidup hemat adalah hanya membeli barang-barang yang memang diperlukan dan tidak dapat diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, penerapan gaya hidup ini juga dilakukan dengan cara menghindari pemborosan, seperti membeli barang mewah maupun menghabiskan uang untuk hal yang kurang penting.
Hal ini juga dapat dilakukan dengan cara mempertimbangkan nilai sebenarnya yang diperoleh dari sebuah barang yang dibeli.
Prinsip gaya hidup hemat juga mengajak untuk mencari alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengorbankan kualitas barangnya dengan memanfaatkan diskon atau membandingkan harga di beberapa teman sebelum melakukan pembelian.
Menerapkan frugal living sendiri bukan hanya seputar pengeluaran, namun juga membangun dan memperbaiki kebiasaan baik secara finansial, seperti pengelolaan hutang, menabung, atau melakukan investasi dengan bijak.
Menjaga keseimbangan keuangan antara pendapatan dan pengeluaran juga menjadi penting yang harus diperhatikan ketika menerapkan gaya hidup hemat.
Untuk melakukannya, dapat dilakukan dengan cara membuat anggaran, melacak pengeluaran dengan detail dan menyesuaikan pengeluaran dengan budget atau pendapatan.
Untuk menjalankan gaya hidup hemat, seseorang juga harus dapat menahan diri untuk pengeluaran yang kurang penting, seperti nongkrong atau membeli barang yang tidak benar-benar diperlukan.
Perlu diperhatikan, bahwa dengan menerapkan gaya hidup ini bukan berarti menghindari membeli barang, namun menilai barang tersebut apakah mampu mendatangkan value atau nilai bagi kehidupan dalam jangka panjang dan membantu menghemat.
Menganalisis kebutuhan akan sebuah barang maupun layanan juga krusial dalam prinsip frugal living. Sebelum membeli sesuatu, seseorang harus dapat melakukan penilaian apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan yang dapat ditunda.
Analisa ini yang menjadi penting dalam membedakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Dan jika memang dibutuhkan, apakah ada alternatif lain yang memiliki fungsi dan kualitas sama dengan harga yang lebih terjangkau.
Sebelum berbelanja, merencanakan dan mencatat daftar belanjaan juga krusial guna menghindari pembelian impulsif.
Dengan memiliki daftar tersebut, kamu dapat berfokus untuk memenuhi apa saja yang dibutuhkan dan membandingkan harga antar barang mana yang lebih murah atau ada penawaran khusus dengan fungsi yang sama.
Menghindari hutang konsumtif merupakan langkah cerdas dalam mengatur keuangan pribadi dan memulai gaya hidup hemat atau frugal living.
Gaya hidup ini dapat diterapkan dengan menahan diri untuk tidak mengambil pinjaman yang bersifat konsumtif, seperti untuk keperluan liburan, belanja barang yang tidak mendesak, atau aktivitas hiburan lainnya.
Fokus utama dari gaya hidup ini adalah menggunakan uang secara lebih bijak dan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting. Dengan demikian, keuangan tetap sehat dan risiko terjebak dalam utang yang tidak produktif pun bisa diminimalkan sejak dini.
FOMO atau Fear of Missing Out yang sering kali berkaitan dengan penggunaan sosial media saat ini membuat generasi muda memiliki sikap cemas atau takut ketinggalan jika menerapkan gaya hidup hemat.
Hal ini khususnya berkaitan dengan pandangan mereka tentang status sosial atau lingkungan pertemanan yang mengharuskan mereka untuk terus mengikuti tren yang sedang terjadi. Sehingga, secara tidak langsung mereka terus menerus mengikuti keinginan mereka.
Hal ini dapat diatasi dengan cara lebih membatasi penggunaan media sosial atau berfokus pada diri sendiri khususnya jika ingin mempertahankan gaya hidup hemat ini.
pexels
Walaupun sering disalahartikan sebagai hal yang sama, namun frugal living dan pelit merupakan dua hal yang berbeda.
Frugal living merupakan gaya hidup yang mengedepankan penghematan pengeluaran yang dapat dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran yang kurang penting dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian menyisihkan uang tersebut untuk hal yang lebih penting seperti menabung atau investasi.
Berbeda dengan gaya hidup hemat, pelit merupakan sikap di mana seseorang menolak untuk mengeluarkan uang sama sekali bahkan untuk hal-hal penting yang dibutuhkan. Sikap ini juga sering dikaitkan dengan ketidaktahuan seseorang untuk berbagi atau membantu orang lain.
Dalam penerapannya, gaya hidup hemat memiliki beberapa tujuan, seperti:
Tujuan pertama, yaitu menghemat pengeluaran dengan mengurangi membeli hal-hal yang kurang diperlukan, dan sisa uang yang ada dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting seperti berinvestasi atau tabungan.
Menerapkan gaya hidup ini juga bertujuan untuk meningkatkan tabungan. Dengan mengurangi pengeluaran, maka uang yang tersisa dapat dijadikan tabungan untuk masa depan.
Selain itu, tabungan yang ada dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti membeli rumah atau keperluan mendadak yang dapat memengaruhi kondisi finansial jika tidak dipersiapkan dengan baik.
Salah satunya adalah kondisi kesehatan yang tak terduga dan dapat memengaruhi kondisi finansial jika tidak memiliki tabungan ataupun perlindungan kesehatan yang tepat.
Asuransi Perlindungan Kesehatan Prima dari Lippo General Insurance (LGI) memberikan solusi perlindungan kesehatan bagi diri dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.
Beberapa keunggulan dari produk Perlindungan Kesehatan Prima, meliputi:
Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan
Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
Penerapan gaya hidup hemat juga dalam jangka panjang dapat mengurangi jumlah hutang yang dimiliki secara tidak langsung.
Hal ini dikarenakan dengan mengurangi pengeluaran dan lebih berhemat, kamu bukan hanya memiliki sisa uang untuk ditabung, namun juga dapat sebagai langkah cara melunasi hutang atau kewajiban lain yang harus diselesaikan.
Dengan menerapkan frugal living seseorang juga dapat lebih fokus pada kebutuhan utama. Di mana, mereka hanya membeli sebuah barang yang memang benar-benar dibutuhkan saja karena memiliki fokus pada pemenuhan kebutuhan utama yang lebih penting.
Dalam penerapannya, terdapat tips yang dapat dilakukan untuk memulai gaya hidup hemat dengan lebih mudah, simak selengkapnya!
Tips pertama dan salah satu kunci kesuksesan frugal living adalah membuat anggaran yang detail. Hal ini dilakukan agar kamu dapat memantau dan mengontrol setiap uang yang keluar.
Melakukan pencatatan ini juga dapat membantu dalam mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan utama dan tidak, sehingga ke depannya dapat lebih berfokus pada pengeluaran yang memang penting dan menghindari pemborosan.
Selanjutnya, agar penerapannya sukses dalam menjalankan gaya hidup hemat kamu juga haru mengurangi pengeluaran rutin, seperti makan di luar maupun pengeluaran rutin lainnya yang kurang penting.
Pengeluaran ini dapat dikurangi dengan cara lebih sering memasak di rumah, menghentikan pelayanan langganan yang sudah tidak lagi digunakan atau dapat digantikan dengan layanan streaming gratis.
Dengan begitu, pengeluaran rutin setiap bulannya juga akan berkurang dan kamu bisa lebih berhemat tanpa perlu mengorbankan gaya hidupmu.
Menerapkan gaya hidup hemat juga berarti mencari alternatif lebih murah untuk pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengorbankan kualitas.
Hal ini dapat dicapai dengan membeli barang bekas atau pakaian dengan cara thrifting baik secara online maupun offline, menggunakan transportasi umum, hingga memanfaatkan promosi atau diskon untuk membeli sebuah barang yang memang diperlukan.
Memperbaiki kebiasaan juga penting untuk menerapkan gaya hidup hemat dan lebih bertanggung jawab secara finansial. Kebiasaan seperti impulsive buying atau pembelian impulsif harus dihindari guna memiliki pengelolaan finansial yang baik.
Untuk melakukannya, kamu harus terlebih dahulu memahami nilai uang dan membatasi pemborosan guna memperbaiki kebiasaan tersebut. Selain itu, pengelolaan uang yang bijak juga berarti membayar tagihan tepat waktu untuk membangun kebiasaan yang lebih baik.
Menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan juga dapat membantu dalam memastikan pengeluaran yang kamu lakukan tidak melebihi pendapatannya.
Dengan begitu, kamu dapat menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk hal-hal mendesak yang dapat memengaruhi kondisi finansial di masa depan.
Agar penerapan frugal living dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa kriteria yang wajib yang harus dipenuhi:
Landasan utama dalam penerapan gaya hidup hemat adalah disiplin dalam mengatur pengeluaran agar dapat terkontrol dengan baik.
Mengatur pengeluaran, membuat anggaran mendetail, hingga mempertimbangkan setiap pembelian dengan baik dapat memastikan bahwa uang digunakan sebijak dan seefisien mungkin.
Selanjutnya, memiliki tujuan finansial yang jelas juga menjadi kriteria krusial dalam gaya hidup hemat. Adanya tujuan yang ingin dicapai dapat mendorong diri untuk lebih fokus dan menghindari pengeluaran impulsif.
Menetapkan tujuan, seperti membayar hutang, menabung jangka panjang, hingga dana pensiun dapat membantu kamu untuk memiliki motivasi untuk tetap disiplin dan memiliki pengelolaan uang yang lebih baik.
Mampu mengendalikan diri dengan baik juga menjadi kunci kesuksesan frugal living. Dengan memiliki pengendalian diri yang kuat, kamu juga dapat menghindari pembelian impulsif yang dapat memengaruhi kondisi finansial.
Karena memiliki hal yang ingin dicapai, kamu juga memiliki kesadaran untuk menentukan keputusan finansial yang lebih bijak dan menghindari membeli barang trendy atau mewah yang dalam jangka panjang tidak penting.
Gaya hidup konsumtif yang mendorong pengeluaran berlebih juga harus dihindari guna menjalankan frugal living.
Terutama saat ini dengan kemudahan sosial media, kita sering kali membandingkan diri dengan orang-orang lain atau bahkan melihat tren tertentu yang mendorong sikap konsumtif tersebut.
Untuk menerapkan gaya hidup hemat dengan baik, kamu harus tetap berfokus pada batas pengeluaran yang telah ditentukan sesuai dengan kemampuan finansialmu.
Perlu disadari juga kalau gaya hidup hemat membutuhkan komitmen yang kuat dengan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dan hal itu semua bukanlah hal yang mudah.
Oleh sebab itu, penerapannya membutuhkan komitmen yang tidak dapat dilakukan secara langsung dan membutuhkan tahapan-tahapan, mulai dari pembelajaran hingga pada akhirnya mampu menjalankannya dengan efektif dan baik.
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai frugal living atau gaya hidup hemat yang dijalankan dengan tujuan untuk mengurangi pengeluaran dan menghindari sikap konsumtif.
Namun, perlu diingat juga bahwa gaya hidup hemat dan pelit merupakan kedua hal yang berbeda dan tidak dapat disamakan.
Di mana, gaya hidup hemat mengajarkan untuk mengurangi pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan sehari-hari, namun kebutuhan tetap terpenuhi tanpa mengurangi kualitasnya.
Bagi para pembaca yang ingin memulai gaya hidup hemat, bacaan di atas dapat dijadikan acuan melalui prinsip, tips, hingga kriteria apa saja yang harus dipenuhi untuk memulainya. Semoga bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.