Jakarta, 26 Desember 2019 - MyProtection News
Sahabat MyProtection, apakah Anda sering mendengarkan musik saat berkendara? Ternyata, dilansir dari The Jakarta Post, mendengarkan musik instrumental bisa menurunkan kadar stress saat berkendara, lho!
Beberapa periset di Brazil melakukan percobaan kecil mengenai dampak musik terhadap kadar stress terhadap pengendara mobil. Eksperimen dilakukan terhadap 5 wanita berusia 18 hingga 23 tahun. Partisipan juga berkarakterisik sehat secara jasmani, menyetir kendaraan setidaknya 1 – 2 kali dalam seminggu, dan memiliki ijin mengendara 1 – 7 tahun sebelumnya.
Pada percobaan pertama, kelima partisipan diminta untuk menyetir mobil selama 20 menit saat puncak kepadatan lalu lintas berlangsung (pukul 17:30 – 18:30). Saat eksperimen ini berlangsung, partisipan berkendara di pusat paling ramai di kota Marilia, Sao Paolo, Brazil tanpa mendengarkan musik apapun.
Keesokan harinya, partisipan yang sama diminta untuk berkendara dalam waktu yang sama dan rute yang sama. Namun kali ini, partisipan berkendara sambil mendengarkan musik. Untuk menambah tingkat stress berkendara, partisipan tidak boleh menyetir mobil yang biasa mereka gunakan.
Setelah dilakukan dua percobaan, peneliti menemukan hasil sebagai berikut:
Pengendara yang menyetir tanpa mendengarkan musik mengalami penurunan variabilitas denyut jantung, yang berkontribusi terhadap penurunan level saraf parasimpatik disertai peningkatan aktivitas saraf simpatik.
Kebalikannya, partisipan yang berkendara sambil mendengarkan musik mengalami peningkatan variabilitas denyut jantung yang berujung pada peningkatan kegiatan saraf parasimpatik. Perlu diketahui bahwa syaraf parasimpatik berperan untuk membuat tubuh Anda lebih rileks dan tenang. Sedangkan saraf simpatik akan mengambil alih tubuh saat Anda berada di kondisi berbahaya.
Nah, berdasarkan data temuan, peneliti pun menyimpulkan musik dapat mengurangi stress saat berkendara. Apakah Anda juga suka mendengarkan musik saat berkendara?
Salam,
Sahabat MyProtection
SPPT or Surat Pemberitahuan Pajak Terutang is a letter or document that plays an important role in PBB or Land and Building Tax.
This letter is used by the Regional Revenue Agency to inform how much PBB is owed by the Taxpayer.
SPPT is also considered one of the proofs of land or building ownership besides IMB and certificates.
To help readers better understand what SPPT means and its important role in PBB, this article will discuss the key things that must be known. Check out the information!
Jakarta, 21 Januari 2020 - MyProtection News. Diperbaharui pada 29 Januari 2020
Beberapa waktu ini, masyarakat dihebohkan dengan penyebaran coronavirus yang mirip pneumonia di China. Pasalnya, virus yang menyerang bagian pernapasan manusia ini telah menjangkit 3.000 orang di China dan terus bertambah setiap harinya. Menurut NY Times, 106 orang di antaranya meninggal dunia akibat virus tersebut.
Lalu, sebenarnya apa itu coronavirus?
WHO menginformasikan bahwa coronavirus merupakan sekelompok virus yang menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu hingga SARS (Severe Acture Respiratory Syndrome). Saat ini coronavirus yang menyerang China dan negara lainnya disebut sebagai Novel 201 Coronavirus atau 2019-nCov.
Penyebaran virus ini umumnya terjadi melalui binatang kepada manusia. Jika manusia terjangkit virus ini, barulah ia bisa terdeteksi. Namun, penyebaran antar manusia pada manusia lainnya mungkin terjadi.
Profesor Jonathan Ball, pakar virologi dari Universitas Nottingham, berpendapat jika berkaca dari penyebaran wabah di masa lalu, maka coronavirus yang baru ini pasti datang dari binatang. Contohnya, di Timur Tengah sempat terjadi wabah MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Sebanyak 858 dari total 2.945 penderitanya meninggal akibat virus MERS. Diketahui penyebaran virus ini berasal dari unta Somalia.
Pemerintah China memastikan Senin bahwa penularan virus misterius ini dapat terjadi antar manusia. Setidaknya 14 petugas medis yang merawat pasien yang terjangkit virus corona, juga tertular. Maka, dikhawatirnya wabah coronavirus yang mirip pneumonia ini bisa meluas karena jutaan orang keluar masuk dari China.
Apa gejala dari coronavirus?
Gejala coronavirus sendiri beragam seperti demam di atas 38 derajat Celcius, tubuh menggigil, kesulitan bernapas atau napas pendek, tubuh terasa sakit, hingga berujung pada kematian. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera hubungi tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan instruksi lebih lanjut.
Perlukah kita waspada?
Sampai saat ini, penyebaran wabah coronavirus terus meluas di China bahkan negara di luar China seperti Jepang, Thailand, Australia, hingga Amerika Serikat. Hingga saat ini, pemeriintah China tetap berusaha untuk mencegah penyebaran virus dengan melakukan isolasi. Indonesia sendiri belum mencatat adanya korban dari coronavirus ini. Beberapa turis yang dicurigai mengidap virus dan warga negara Indonesia yang dicurigai mengalami gejala mirip coronavirus telah domonitor secara intensif. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan dan saluran pernapasan atas.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi negara yang terjangkit wabah, maka disarankan agar Anda mengurangi kontak dengan binatang atau dengan korban terjangkit wabah. Jika bisa, Anda bisa mengubah jadwal keberangkatan. Anda dapat memperlengkapi diri dengan asuransi perjalanan atau asuransi kesehatan untuk melindungi diri dari kejadian tak diinginkan di masa depan.
Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.
Salam,
Sahabat MyProtection
Hi, Sahabat MyProtection!
Kita tahu HPmu merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan sehari-hari. Mulai dari belajar, kerja, hingga berkomunikasi. Makanya, sekarang kita bawa fitur Perlindungan Kesehatan Prima untuk dinikmati dari HP!
Fitur unggulannya bikin aktivitas kamu selalu #amanpalingnyaman bahkan di tengah pandemi. Ini dia keuntungan asuransi kesehatan keluarga PKP yang bisa kamu nikmati dari HP:
Mau tahu lebih lanjut soal Perlindungan Kesehatan Prima dan manfaatnya?
Salam,
Sahabat MyProtection