Home
/
Articles
/
All Category
/
Diskon Asuransi Kesehatan Hingga 15% dengan Fitur TA

Diskon Asuransi Kesehatan Hingga 15% dengan Fitur TA

4 March 2022 | MyProtection News Jakarta

Hi, Sahabat MyProtection!

Kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan untuk individu dan keluarga dengan premi murah, mulai dari Rp 3 ribuan/hari/orang. Caranya gampang, coba #FiturTAMI atau Tanya Kami di link ini, isi datanya dan dapatkan rekomendasi produk asuransi kesehatan dan diskon premi hingga 15%!

Diskon premi asuransi kesehatan hingga 15% dapat kamu gunakan untuk membeli proteksi kesehatan pertamamu & berlaku khusus untuk produk Perlindungan Kesehatan Prima. Semakin banyak anggota keluarga yang kamu daftarkan, makin besar juga diskon yang bisa didapatkan!

Perlindungan Kesehatan Prima juga menawarkan berbagai fitur andalan yang membuat pengalaman berasuransi makin praktis!

  • Klaim asuransi cashless dan tanpa kartu
  • Online doctor konsultasi & telemedicine, kamu bisa konsultasi dokter & beli obat online!
  • Menjamin Covid-19
  • Terdapat lebih dari 900 RS Rekanan di seluruh Indonesia
  • Bonus Saldo Prima, untuk beli obat, vitamin, masker dan hand sanitizer tanpa resep dan diganti asuransi
  • Manfaat lengkap rawat inap & jalan hingga Rp 200 juta/tahun, kamu yang atur sendiri manfaatnya!

Coba #FiturTAMI sekarang!

Salam,
Sahabat MyProtection

Asuransi kesehatan murah, asuransi kesehatan Allianz, asuransi prudential, asuransi bca, asuransi kesehatan keluarga, asuransi rawat jalan, asuransi kesehatan individu, asuransi jiwa, asuransi cashless, asuransi unitlink

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyPro+ News Jakarta
MyPro+ is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
Sport
5 mins read • 30/01/2025
16 Best Exercises to Grow Taller Quickly and Effectively

Height-increasing exercises involve many movements and stretching workouts that may help. However, the main factor that often determines a person’s height is genetics.

But, for those of you who want to grow taller, don’t be discouraged. It is believed that with proper nutrition, the right types of food, and doing the right exercises, you can also increase your height. Find out more here!

Read Article
All Category
5 mins read • 10/01/2020
Mitos Seputar Asma yang Keliru

Rasanya mendengar nama penyakit Asma pasti tidak asing di teling anda. Penyakit satu ini merupakah salah satu penyakit tak menular yang banyak diderita penduduk Indonesia. Kementrian Kesehatan menyebutkan bawa sekitar 4,5% penduduk Indonesia mengidap Asma.

Jika berbicara tentang asma, kita seringkali mendengar beberapa informasi. Ternyata ada beberapa mitos seputar asma yang tidak benar sama sekali, lho, Sahabat MyProtection. Simak ulasannya di bawah ini!

  1. Mitos: Asma merupakan penyakit keturunan

Asma memang bisa saja diturunkan oleh keluarga. Namun, perlu diingat bahwa asma bisa muncul akibat pengaruh lingkungan. Jika salah satu dari orang tua Anda mengidap asma, maka Anda belum tentu akan mengidap penyakit yang sama. Paparan dari lingkungan luar seperti debu, serbuk bunga, makanan, serangga, dan alergi bisa memicu timbulnya asma.

  1. Penyakit Asma bisa menghilang dengan sendirinya

Baik dengan mengonsumsi obat ataupun tidak, seorang pengidap asma tidak akan pernah benar-benar sembuh. Kondisi seseorang mungkin saja membaik seiring berjalannya waktu. Serangan asma yang dialami pun bisa saja jauh berkurang. Suatu saat, gejala asma mungkin saja muncul secara tiba-tiba walaupun Anda tidak pernah mengalami asma dalam jangka waktu yang lama. Kabar baiknya, gejala asma bisa dikontrol dan diminimalisir dengan penanganan tepat.

  1. Penderita asma tidak boleh berolahraga

Mitos yang satu ini mungkin familiar dengan kita. Apalagi, olahraga identik dengan kegiatan fisik yang cukup berat. Namun, bukan olahraga yang harus dihindari oleh penderita asma, tetapi pemicu asma itu sendiri. Contohnya debu, makanan, dan stress. Jika olahraga berat memicu kambuhnya asma, maka Anda disarankan untuk mengunjungi dokter dan mengganti rutinitas olahraga Anda. Misalnya yoga, pilates, dan berenang bisa membantu memperlancar pernapasan!

Nah, Sahabat Myprotection, sekarang kita tahu mana mitos dan fakta terkait asma. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda dan memperlengkapi diri dengan proteksi lebih dari MyProtection

Salam,
Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read • 16/01/2020
Malas Olahraga? Mulai dengan Langkah Kecil, Yuk!

Jakarta, 16 Januari 2020 - MyProtection News

Tahun baru waktunya menciptakan kebiasaan baru yang lebih sehat. Salah satunya, resolusi untuk lebih sering olahraga. Mungkin sebagian dari Anda tertarik untuk menjadi member dari fitness gym tertentu. Sebagian lagi berjanji untuk rutin lari pagi tiap weekend. Namun, 80% dari resolusi tahun baru ini ditinggalkan begitu memasuki Februari.

Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan agar orang dewasa beraktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu. Kenyataannya, hanya sebagian dari kita yang rutin berolahraga. Padahal, kita tahu bahwa berolahraga membawa banyak manfaat. Individu yang aktif bergerak mempunyai imunitas yang lebih kuat, kualitas tidur yang lebih baik, mood yang positif, bahkan lebih awet muda.

Lalu, bagaimana cara agar kita bisa aktif walaupun sibuk bekerja atau malas berolahraga? Triknya adalah membagi 150 menit tersebut di sela-sela kegiatan kita. Selain itu, sehat juga tidak perlu mahal. Tanpa membayar biaya keanggotaan gym, Anda pun bisa sehat!

Baca juga: Berkunjung ke Museum Bisa Memperpanjang Umur

Dilansir dalam The Jakarta Post, brisk walking direkomendasikan bagi orang-orang yang ingin mulai hidup sehat. Brisk walking adalah jenis latihan berjalan cepat, tetapi tidak secepat berlari. Anda bisa berlatih berjalan 1,5 kilometer dalam 20 menit.

Brisk walking ternyata punya manfaat yang sama dengan berlari, bahkan lebih. Selain lebih mudah dilakukan, resiko terluka saat berolahraga pun lebih kecil. Kita pun bisa melakukan brisk walking dimana saja. Saat mengantar anak ke sekolah, saat jam istirahat kantor, atau pagi hari sebelum beraktivitas. Dengan begitu, Anda bisa mencapai “kuota minimal” berolahraga 2,5 jam tiap minggunya.

Tips yang bisa Anda lakukan untuk mulai hidup sehat tahun ini adalah sebagai berikut.

  • Buat target spesifik

Sebaiknya, Anda membuat resolusi yang lebih spesifik daripada sekadar menulis ingin mengurangi konsumsi gula atau berolahraga lebih rajin. Anda bisa menyertakan solusi/kegiatan yang akan Anda lakukan untuk mencapai target tersebut. Misalnya, Anda ingin melakukan brisk walking 2 jam tiap minggunya. Lalu, Anda juga akan naik tangga setiap hari di kantor.

  • Pastikan target Anda terukur

Terkadang, melihat sejauh mana progress yang kita lakukan dapat memotivasi diri kita untuk bekerja lebih baik. Misalnya, Anda berjanji untuk berjalan cepat selama 15 menit setelah makan siang. Maka Anda bisa memasang timer dan pencatat jarak untuk melihat sejauh mana Anda sudah berjalan.

  • Tentukan target yang realistis dan bisa dicapai

Lagi-lagi, memulai kebiasaan baik bisa dimulai dari langkah kecil. Mungkin berolahraga 2,5 jam tiap minggu terdengar berat. Bagaimana dengan memulai bergerak setidaknya 1 jam tiap minggu? Anda bisa me-review kembali target Anda tiap bulannya. Jika target lama bergerak 1 jam/minggu sudah tercapai, perlahan-lahan Anda bisa menambah jam olahraga Anda.

Selamat hidup lebih sehat! Jangan lupa untuk tambahkan proteksi kesehatanmu dengan berbagai pilihan manfaat asuransi Jalan Prima, Perlindungan Kesehatan Prima, HealthPlus Family, dan MyPersonal Protection untuk melindungi Anda dan orang yang Anda sayangi.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Atasi Otot Kaku Setelah Seharian Duduk Depan Komputer

Read Article