Home
/
Articles
/
All Category
/
Jangan Bingung, Ini Tips Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat | MyProtection

Jangan Bingung, Ini Tips Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat | MyProtection

6 January 2020 | MyProtection News Jakarta

Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Berbagai ancaman terhadap kesehatan bisa terjadi kapan dan dimana saja. Oleh karena itu, asuransi hadir untuk meminimalisir kerugian dan kekhawatiran Anda terhadap penyakit di masa depan.

Nah, apakah saat ini Sahabat MyProtection sedang mencari asuransi? Bagaimana, sih, menentukan asuransi yang tepat? MyProtection punya tips yang bisa membantu Anda.

  1. Kenali Kebutuhan Anda

Saat ingin membeli asuransi, langkah pertama yang dapat Anda ambil adalah mengetahui kebutuhan dengan jelas. Dengan begitu, Anda bisa mengerucutkan pilihan pada tawaran asuransi yang menawarkan manfaat sesuai dengan keinginan.

Misalnya, Anda ingin memiliki asuransi yang memiliki manfaat rawat jalan (out-patient) dan rawat inap & bedah (in-patient) Selain itu, mungkin Anda membutuhkan asuransi untuk seluruh anggota keluarga bukan hanya untuk individu. MyProtection menawarkan perlindungan kesehatan untuk individu maupun paket asuransi keluarga.

  1. Sesuaikan dengan Anggaran

Selain memilih asuransi yang tepat dengan kebutuhan, penting bagi Anda memilih asuransi dengan premi sesuai anggaran. Jangan sampai asuransi yang Anda beli malah memberatkan. Apalagi pembayaran asuransi biasanya berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui detail harga dan manfaat dari premi asuransi yang akan Anda beli.

Melalui website MyProtection, Anda bisa melihat simulasi harga asuransi sesuai dengan produk, manfaat, dan usia Anda. Bahkan, Anda juga bisa melakukan cicilan pembayaran premi selama 12 bulan dengan bunga 0%*

Baca juga: Perlindungan Kesehatan Prima – Premi Mulai dari Rp 6ribuan per Hari

  1. Kenali Sistem Asuransi

Salah satu hal terpenting dalam memilih asuransi adalah sistem dalam asuransi khususnya terkait klaim. Dalam asuransi, terdapat dua jenis klaim yaitu cashless dan reimbursement. Lewat cashless, seluruh biaya perawatan Anda ditanggung oleh pihak asuransi dengan syarat tertentu. Sedangkan klaim reimbursement, artinya Anda menanggung biaya perawatan kesehatan terlebih dahulu lalu mengajukan penggantian biaya kepada pihak asuransi.

Nah, produk asuransi di MyProtection seperti Perlindungan Kesehatan Prima dan HealthPlus Family menawarkan fitur klaim cashless dan cardless hingga 100%. Artinya Anda bisa berobat dengan lebih praktis tanpa harus membawa kartu atau uang tunai. Selain itu, Anda bisa menikmati fitur tambahan seperti Saldo Prima yaitu saldo untuk membeli obat/vitamin di apotek tanpa berobat.

  1. Bandingkan Tawaran Asuransi

Bingung memilih paket asuransi yang mana? Mungkin Anda bisa membandingkan dua atau lebih tawaran asuransi yang menarik bagi Anda. Lalu, Anda bisa membuat daftar keuntungan dan kekurangan dari tiap produk asuransi. Tentunya, premi terbaik bukanlah selalu yang paling murah, tetapi yang memiliki manfaat sesuai kebutuhan dan mudah untuk digunakan bagi Anda.

  1. Rumah Sakit Rekanan

Manfaat premi asuransi Anda mungkin menggiurkan, tapi jika pilihan rumah sakit rekanan yang tersedia jumlah terbatas, Anda tidak akan leluasa saat berobat. Tanyakan jika perusahaan asuransi Anda memiliki afiliasi dengan rumah sakit yang dekat dengan rumah Anda. Bila perlu, pasti jangkauan rumah sakit asuransi Anda juga meluas hingga ke luar kota di Indonesia. Contohnya seperti produk asuransi di MyProtection yang mempunyai jangkauan di lebih dari 900 rumah sakit di seluruh Indonesia. Sehingga saat Anda bepergian ke luar kota, Anda tetap bisa berobat dengan nyaman dan aman.

Selamat berasuransi dengan cerdas!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Asuransi Keluarga Mulai dari Rp 20ribuan per Hari

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyPro+ News Jakarta
MyPro+ is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
All Category
5 mins read • 18/06/2020
Cara Mengatur Keuangan di Era New Normal

Pandemi COVID-19 memang sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia. Banyak sektor bisnis yang porak-poranda akibat pandemi ini, hingga menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan. Itu sebabnya, cara mengatur keuangan kita juga harus diubah di masa-masa ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, Pemerintah Indonesia pun mulai menjajaki rencana adaptasi ke New Normal di awal Juni 2020. Salah satu tujuannya tentu saja untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan perputaran roda perekonomian pada umumnya.

Secara garis besar, pandemi COVID-19 memang menciptakan sebuah ketidakpastian. Beruntung bagi mereka yang tidak kehilangan pekerjaan karena pandemi ini. Namun, apa jadinya buat mereka yang kehilangan pekerjaan? Tentu penghasilan per bulan yang biasa diterima hilang begitu saja.

Penting sekali untuk memiliki cara mengatur keuangan yang baik demi terus memenuhi kebutuhan hidup kita di kala pandemi atau New Normal. Sebab, ketidakpastian ini masih akan berlanjut, lantaran belum ditemukannya vaksin Corona.

Apalagi jika ada lonjakan kasus COVID-19 gelombang kedua. Mungkin saja Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan. Hal itu tentu bisa memperpanjang ketidakpastian ekonomi.

Ingin tahu seperti apa cara mengatur keuangan di kala Pandemi atau New Normal? Mari simak ulasannya.

Pastikan aset lancar cukup

Aset lancar adalah aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat. Contohnya adalah kas atau setara kas (uang tunai), atau bisa juga berupa investasi jangka pendek yang likuid dan sangat mudah dikonversikan ke dalam uang.

Pernah dengar istilah cash is the king atau uang adalah segalanya? Tidak sedikit artikel di internet yang mengatakan bahwa Covid-19 membuat banyak orang untuk berjaga-jaga dengan memegang uang tunai dalam jumlah besar.

Mereka takut menempatkan uangnya di saham, atau instrumen lain akibat ketidakpastian ekonomi ini. Jadi, memegang uang tunai menjadi cara mengatur keuangan mereka. Namun bagaimana sih caranya untuk menjaga ketersediaan kas yang baik?

Siaga boleh, panik jangan

Jumlah aset lancar yang ideal adalah 15 hingga 20 persen dari kekayaan bersih. Itu artinya, jumlahnya memang tidak boleh terlalu banyak karena bisa menjadi dana mengendap yang tidak produktif, karena tidak diinvestasikan.

Sementara itu, aset lancar juga tidak boleh terlalu sedikit karena jika jumlahnya kurang, kita akan sulit dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Masih ingat peristiwa panic buying saat COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi? Banyak sekali orang yang memborong barang untuk persediaan dua atau tiga bulan ke depan. Namun hal itu juga kurang bijak karena belum tentu barang yang kita borong benar-benar kita butuhkan.

Dana darurat harus tersedia dalam jumlah yang pas

Walau aset lancar kita tersedia, belum tentu dana darurat kita berada dalam jumlah yang mencukupi. Dana darurat sangat penting karena akan sangat berguna untuk menambal kebutuhan-kebutuhan mendesak, salah satunya adalah ketika kehilangan pekerjaan.
Besaran dana darurat yang ideal adalah minimal enam kali pengeluaran bulanan bagi orang lajang. Namun untuk yang sudah menikah, 12 kali pengeluaran bulanan atau lebih.

Tidak ada salahnya pula untuk menyimpan setengah dari dana darurat kita ke instrumen investasi berupa reksadana pasar uang.

Ingat bahwa peluang menabung kita bisa lebih besar

Jika dipikir-pikir, risiko akan terjangkitnya Covid-19 juga masih besar di kala kita memasuki fase New Normal. Oleh karena itu, kita masih harus membatasi diri untuk bepergian kemanapun dan melakukan aktivitas yang memang memiliki risiko tinggi untuk terjangkit virus ini.

Jadi, bisa dikatakan bahwa ini adalah peluang emas buat kita untuk bisa menabung dan mengurangi konsumsi bukan?

Lindungi diri dan keluarga dari segala risiko

Dalam hidup, pasti ada risiko-risiko yang harus dihadapi. Risiko-risiko seperti kehilangan pekerjaan, kerusakan rumah ringan yang memerlukan renovasi, atau kerusakan suku cadang kendaraan tentu bisa ditalangi dengan dana darurat.

Namun, apa jadinya jika kita sebagai pencari nafkah tertimpa kecelakaan hingga meninggal dunia atau terserang penyakit kritis hingga gak lagi bisa bekerja? Tentu hal ini bisa berdampak besar bagi keuangan keluarga kita.

Tanpa disadari, risiko ini membutuhkan dana yang luar biasa besar dan bisa membuat anak-anak kita menjadi generasi sandwich karena harus menanggung biaya hidup orangtuanya yang gak bisa mencari nafkah, hidupnya, serta hidup keluarganya di masa depan.

Itulah sebabnya kita harus memiliki asuransi, baik asuransi kesehatan maupun asuransi rumah, mobil, dan lainnya. Di masa pandemi seperti ini, risiko hidup pun tentunya bertambah. Lakukan saja hal-hal di bawah ini guna melindungi diri kita dan keluarga kita.

Bila belum punya asuransi, pilih yang tepat guna

Tanpa adanya asuransi, risiko finansial yang kita tanggung tentu besar. Pilihlah asuransi sesuai dengan kondisimu saat ini, jika memang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan, pertimbangkanlah untuk memiliki asuransi jiwa.

Sesuaikan pula premi dengan penghasilan per bulanmu. Agar Anda bisa menerapkan cara mengatur keuangan yang baik, maka sisihkan saja 3 hingga 5 persen dari penghasilan per bulan untuk membayar premi.

Jika sudah punya asuransi, coba bedah polis

Seperti dijelaskan di atas, pandemi COVID-19 memang memunculkan risiko baru. Apakah manfaat polis asuransi yang Anda miliki sudah tepat? Misalnya, produk Perlindungan Kesehatan Prima memiliki jaminan yang luas, termasuk COVID-19. Sehingga keluarga tetap aman dan nyaman selama pandemi.

Tinjau ulang segala utang yang dimiliki

Keberadaan utang tentu bisa mengurangi kekayaan bersih kita. Oleh karena itu penting sekali untuk memastikan bahwa jumlah total cicilan utang kita per bulan, tidak lebih dari 35 persen pemasukan.

Jika memang kita menjadi korban PHK dan keberatan dalam mencicil utang ini, mintalah keringanan cicilan, refinance, dan lain sebagainya.

Tetap fokus pada masa depan

Pandemi Covid-19 memang terlihat sangat menakutkan, tapi ingatlah bahwa pandemi ini pasti berlalu. Jangan sampai pandemi ini merusak impian Anda di jangka panjang seperti ingin menyekolahkan anak di luar negeri, atau hidup tenang di masa tua nanti.

Berikut ini hal-hal yang mesti dilakukan dalam menyikapi investasi jangka panjang di masa pandemi.

Jangan cairkan investasi demi aset lancar

Jika memang jumlah aset lancar Anda masih ideal dan Anda juga sudah memiliki dana darurat cukup, salah besar jika kita memutuskan untuk menjual seluruh investasi kita saat ini.

Apa kabarnya jika investasi Anda ternyata ada di saham, dan ketika dijual nilai sahamnya sedang anjlok. Yang ada malah Anda mengalami kerugian.

Bila perlu, evaluasi toleransi risiko Anda

Banyak cerita sukses tentang orang yang berinvestasi saham di kala krisis. Namun apakah tepat untuk menaruh seluruh uang kita saat ini? Tentu saja tidak.

Masa pandemi ini belum bisa diprediksi sampai kapan berlangsungnya. Apa jadinya jika kita terlanjur menaruh seluruh uang kita di pasar modal dan pasar modal mengalami koreksi tajam lagi seperti pada Maret 2020?

Tidak ada salahnya untuk memindahkan sedikit uang yang kita miliki ke reksadana pasar uang sementara di masa pandemi atau new normal.


Itulah beberapa cara mengatur keuangan yang pas di era pandemi atau new normal nanti. Intinya jangan lupa untuk menjaga ketersediaan aset lancar, melindungi diri dari segala risiko finansial yang muncul, meninjau utang, dan fokus terhadap masa depan.

--

Sumber Artikel

Lifepal.co.id adalah rekan marketplace asuransi digital Lippo Insurance. Lifepal membantu pelanggan mencari asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Tim Lifepal menganalisa polis dan membantu merekomendasikan kepada individu dan keluarga di Indonesia.

Read Article
All Category
5 mins read • 18/12/2019
Suka Marah-marah Tanpa Sebab? Ini Alasannya!

Jakarta, 18 Desember 2019 - MyProtection News

Apakah Anda memiliki teman atau keluarga yang mendadak marah-marah tanpa sebab yang jelas? Atau bahkan Anda sendiri merasa sering marah dan kesal tanpa alasan. Berbeda dengan beberapa penyakit fisik yang mungkin gejalanya bisa dideteksi (dan tentunya bisa dicover oleh asuransi kesehatan Perlindungan Kesehatan Prima). Penyebab marah-marah ternyata bisa disebabkan beberapa kondisi fisik dan psikologis. Simak ulasannya dari MyProtection berikut ini!

  1. Anda Kelelahan atau Kurang Tidur

Dikutip dari HelloSehat.com, menurut Julie de Azevedo Hanks, Ph.D, LCSW, psikolog konseling keluarga, kurang tidur dapat mempengaruhi emosi seseorang. Saat Anda kelelahan karena kurang tidur, kinerja otak pun ikut menurun. Akhirnya anda jadi kurang fokus, mudah teralihkan, hingga mudah meledak. Bayangkan jika Anda sudah merasa lelah dan stress akibat deadline kerja mepet, rasanya kesalahan kecil bisa membuat anda merasa sangat kesal.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk istirahat cukup dan coba melakukan stretching ringan untuk membuat tubuh serta emosi kembali relaks!

  1. Anda Menderita Penyakit Tertentu

Tanpa disadari, terkadang emosi yang meledak bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. Contohnya hipertiroidisme yang sering diidap oleh wanita. Penyakit satu ini berkaitan erat dengan metabolism tubuh. Jika kadar hormone tiroid dalam tubuh berlebihan, maka bisa membuat anda merasa gelisah dan mudah marah.

Penyakit lain seperti kolestrol dan diabetes juga bisa mempengaruhi suasana hati Anda. Obat statin yang biasa digunakan untuk mengontrol kolestrol dapat mengurangi kadar hormone serotonin dalam tubuh. Sedangkan hormone serotonin sendiri bertugas untuk membuat Anda merasa senang. Jadi, ketika level hormone serotonin Anda rendah, bisa jadi anda merasa lebih murung dari biasanya.

  1. Anda Mengalami Depresi

Depresi juga bisa membuat emosi Anda meluap-luap. Hanks mengatakan bahwa seseorang yang suka marah tanpa alasan jelas mungkin mengidap depresi. Tidak jarang orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita depresi. Terlebih lagi, sebagian orang juga tidak familiar dengan gejala awal depresi.

Gejala depresi bisa meliputi rasa putus asa, emosi yang tidak stabil atau mudah meledak, hingga mendorong orang melakukan hal-hal beresiko. Karenanya, pastikan Anda mengenali kesehatan mental Anda. Apakah rasa amarah ini disebabkan penyakit fisik atau gangguan psikologis. Depresi dapat diatasi jika diberikan penanganan tepat sesegera mungkin. Semangat!

  1. Anda Mungkin Mengidap BPD atau Borderline Personality Disorder

Borderline personality disorder atau gangguang kepribadian ambang adalah keadaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati dan Citra diri secara dratis dan impulsive. Penderita BPD memiliki pola piker dan cara pandang yang sedikit berbeda dengan orang pada umumnya. Terkadang BPD membuat penderitanya sulit menjalin hubungan sehat dengan orang-orang di sekitarnya.

Salah satu gejala BPD adalah perubahan suasana hati yang tidak stabil. Dalam waktu tertentu penderita BPD mungkin merasa kosong dan hampa. Namun pada waktu yang berbeda ia bisa merasakan amarah yang kuat. Jika kamu merasakan gejala BPD, sebaiknya segera berkonsultasi dengan pihak yang tepat.

  1. Anda Sedang Mengalami PMDD atau Pre-Menstrual Dysphoric Disorder.

Para wanita pasti familiar dengan istilah yang satu ini. PMS atau pre-menstrual syndrome. Menjelang waktunya Anda kedatangan tamu bulanan, mungkin Anda merasa mudah lapar, emosional dan lebih mudah marah. Namun, sebagian wanita mengalami gejala depresi saat PMS yang lebih parah dari biasanya. Gejala ini disebut dengan Pre-menstrual Dysphoric Disorder. Seorang wanita yang mengalami PMDD mungkin akan merasakan kegelisahan, depresi akut, dan luapan emosi kira-kira 5 – 11 hari sebelum menstruasi terjadi.

Jangan lupa untuk selalu mengecek kembali keadaaan emosi Anda. Emosi negatif yang berlebihan bisa membuat tubuh ikut sakit.

Salam,
Sahabat MyProtection



Baca juga: Fitur baru asuransi kesehatan MyProtection, konsultasi dokter dari HPmu!

Read Article
All Category
5 mins read • 20/01/2020
Mengulik Bunga Saffron dan Segudang Manfaatnya

Jakarta, 20 Januari 2019 - MyProtection News

Akhir-akhirnya, banyak perbincangan mengenai Saffron dan manfaatnya. Saffron sendiri merupakan rempah berbentuk benang halus dari bunga Crocus sativus. Tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai rempah, bumbu penyedap masakan, sampai alternatif untuk kesehatan, lho!

Rempah berwarna merah ini dinobatkan sebagai salah satu tumbuhan termahal di dunia. Cara penanaman hingga panen Saffron cukup rumit dan membutuhkan teknik khusus. Untuk mendapatkan 1 gram benang Saffron, dibutuhkan 150 tangkai bunga.

Ternyata, menurut sejumlah penelitian, Saffron memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.

  1. Mencegah Gangguan Fungsi Otak

Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi otak seseorang bisa menurun. Menurut studi mengenai penyakit Alzheimer, mengonsumsi 15 mg Saffron sebanyak 2 kali sehari dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan cukup signifikan.

Saffron yang mengandung antioksidan dapat menjaga fungsi otak Anda dan mengurangi resiko Alzheimer. Saffron juga membantu mempertahankan kemampuan penglihatan Anda.

  1. Baik untuk Penderita Diabetes

Selain baik untuk otak, saffron juga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Saffron dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Sehingga kadar gula bisa lebih terjaga. Anda bisa mengonsumsi saffron dalam bentuk kapsul ataupun menyeduh benang saffron.

Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

  1. Memperbaiki Mood dan Membantu Mengatasi Depresi

Kegiatan sehari-hari dapat membuat seseorang merasa lelah baik secara fisik maupun mental. Saffron dikatakan dapat memperbaiki suasana hati dan membantu mengatasi depresi ringan hingga sedang. Efek samping yang didapatkan pun cenderung minimal. Saffron juga memiliki efek antioksidan dan neuroproteksi atau perlindungan bagi saraf.

  1. Mengandung Zat Anti-Kanker

Kandungan antioksidan tinggi bernama crocin dalam saffron bisa membantu menangkan radikal bebas penyebab timbulnya kanker dalam tubuh. Contohnya seperti kanker kulit, kanker serviks, kanker prostat, dan kanker lainnya.

Terdapat juga penelitian yang menyatakan bahwa saffron bisa membuat kanker lebih sensitif terhadap kemoterapi. Sehingga penyembuhan dari kanker bisa berjalan lebih efektif. Namun, korelasi antara keduanya masih perlu diteliti lebih lanjut.

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Agar tubuh tetap sehat, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi saffron. Tumbuhan ini mengandung antioksidan bernama crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol. Crocin dan crocetin dalam saffron berperan sebagai anti-depresan, menjaga kesehatan sel otak, dan menurunkan nafsu makan untuk menurunkan berat badan. Safranal dapat meningkatkan suasana hati dan kemampuan berpikir seseorang. Kaempferol berguna sebagai zat anti-kanker yang menekan perkembangan sel kanker dalam tubuh.

  1. Mengurangi Nyeri Haid

Para wanita dapat mengurangi rasa nyeri saat PMS dan haid dengan mengonsumsi 30 mg saffron. Bahkan, nyeri haid bisa berkurang hanya dengan menghirup aroma saffron selama 20 menit. Saffron juga baik untuk mengatasi inflamasi dalam tubuh, lho!

Nah, Sahabat MyProtection, apakah Anda tertarik untuk mengonsumsi saffron? Walaupun khasiatnya beragam, Anda tetap harus mengonsumsi tumbuhan ini sesuai takaran yang dianjurkan. Sesuatu yang berlebihan tidak akan baik untuuk tubuh.

Selamat hidup sehat!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Diet Bikin Moody, Ini Alasannya

Read Article