Jakarta, 19 Desember 2019 - MyProtection News
Ternyata olahraga bisa jadi kunci untuk awet muda, lho! Terbukti dari riset yang dilakukan pada atlet berusia lanjut yang tetap aktif berolahraga. Dikutip oleh New York Times, ditemukan bahwa sel-sel otot pria usia lanjut yang aktif berolahraga mirip dengan sel otot pria berusia 25 tahun. Tidak hanya itu, tingkat inflamasi otot akibat perubahan cuaca relatif lebih rendah daripada pria seusia mereka.
Otot merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan dalam proses penuaan. Sebagian besar manusia kehilangan massa dan kekuatan ototnya mendekati usia 50 tahun. Penurunan performa otot akan semakin cepat setelah usia 50 tahun. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai kegiatan olahraga sedini mungkin untuk menjaga massa otot. Namun, tak menutup kemungkinan bagi orang-orang yang baru memulai olahrga di usia lebih tua untuk menjadi sehat.
Banyak riset yang telah menghubungkan pengaruh antara massa otot dengan tingkat inflamasi dalam tubuh. Atlet dan komunitas yang aktif berolahrga memiliki tingkat inflamasi yang lebih rendah dibanding orang yang jarang berolahraga. Inflamasi atau peradangan dalam tubuh juga terkait erat dengan berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang terkait dengan peradangan kronis adalah inflamasi jantung, inflamasi ginjal, dan inflamasi kulit.
Olahraga selama 20 menit per harinya dikatakan dapat membantu mengurasi tingkat inflamasi dalam tubuh. Ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan, bahkan saat Anda sibuk. Misalnya melakukan pemanasan selama 15 menit setelah Anda bangun pagi, bersepeda ke kantor, menggunakan tangga di kantor atau kampus untuk naik-turun lantai. Bahkan, beberapa orang memanfaatkan malam hari untuk pergi ke gym.
Nah, walaupun tanpa mesin waktu, rasanya kembali ke usia 25 lagi bisa diwujudkan dengan olahraga, ya? Selamat kembali muda!
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 6 Mei 2020 - MyProtection News
Melakukan karantina diri di rumah memang penting. Selain mengurangi resiko terpapar virus, Anda juga bisa meminimalkan resiko menularkan virus kepada orang lain. Namun, berdiam diri di rumah dalam jangka waktu panjang bisa jadi membosankan. Rencana liburan pun jadi buyar akibat pandemi. Akibatnya, hiburan dan relaksasi yang Anda rencanakan harus berubah haluan.
Bagi sebagian orang yang terbiasa melakukan kegiatan di luar atau bepergian mungkin merasa “terkurung” di rumah sendiri. Sebagian orang juga mulai merindukan pemandangan alam menakjubkan yang pastinya berbeda dengan suasana rumah.
Saat ini, mulai bermunculan tren wisata baru yaitu tur virtual. Tren ini muncul karena pandemic COVID-19 memaksa banyak orang untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat bisa mengobati sedikit rasa rindu mereka untuk liburan lewat virtual tour.
Anda akan diajak berkeliling di titik destinasi wisata yang disiarkan secara langsung. Sehingga pengalaman virtual Anda dimanjakan di sini tanpa harus beranjak dari rumah. Beberapa penyedia tur virtual ini juga menggunakan kamera 360 derajat sehingga Anda bisa melihat seluruh sudut pemandangan di tempat wisata.
Anda bisa mengikuti beberapa tur virtual menarik yang sudah dilakukan di dalam maupun luar negeri. Contohnya, Bandung Good Guide meluncurkan pengalaman tur virtual di sekitar Bandung. Wisata online ini akan mengajak Anda terjun ke dalam cerita & titik ikonik seperti Gedung Sate dan Bandoeng Stad Centrum. Jadi, sambil berwisata, Anda juga bisa menambah pengetahuan.
Museum Nasional juga menyediakan tur virtual & edukasional yang diadakan mulai 5 Mei 2020. Anda akan dipandu oleh tim pemamndu melalui aplikasi Zoom tiap Selasa dan Rabu pukul 13.00 – 14.30 WIB. Anda bisa mendaftarkan diri lewat link berikut ini. Tur ini cocok diikuti oleh para pelajar yang ingin mengenal sejarah nasional lebih dalam.
Kemudian, Anda bisa mengobati rasa rindu terhadap kota Semarang & Surabaya dengan BersukariaTour. Anda akan diajak mengunjungi spot wisata terkenal di masing-masing kota. Biaya untuk tur virtual ini bisa dibayar sesuai keinginan Anda. Menarik, bukan?
Pernah membayangkan dunia di masa depan? Teknologi maju seperti apa yang telah dicapai manusia? ArtScience Museum Singapore akan mengajak Anda melihat dunia di masa depan. Anda bisa mengunjungi ArtScience at Home untuk menikmati karya seni secara virtual.
Apakah Sahabat MyProtection juga tertarik untuk mengikuti tur virtual?
Salam,
Sahabat MyProtection
Hi, Sahabat MyProtection,
Ada kabar super baik, nih! Sekarang bayar cicilan premi asuransi di MyProtection tidak perlu kartu kredit! Anda bisa memilih fasilitas cicilan 0 – 12 bulan bulan dengan Kredivo. Sekarang, punya asuransi makin praktis dan mudah bayarnya.
Berikut ini cara menggunakan Kredivo untuk mencicil premi asuransimu:
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 24 Juli 2020 – MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Pasti Anda sudah familiar dengan istilah karbohidrat. Tubuh memerlukan karbohidrat untuk berfungsi dengan baik. Salah satu peran karbohidrat dalam tubuh adalah memberikan tenaga untuk pergerakan otot, mendukung kinerja otak, fungsi ingatan serta memperbaiki suasana hati.
Makanan seperti roti, pasta, nasi, dan sereal merupakan salah satu sumber karbohidrat. Namun, segala sesuatunya yang berlebih tidak baik, termasuk karbohidrat. Konsumsi karbohidrat berlebih bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan resistansi insulin.
Oleh karena itu, setiap orang wajib menjaga asupan karbohidrat harian. Salah-salah, bukannya menambah energi, kelebihan karbohidrat malah membawa penyakit.
Dikutip dari Kompas.com, berikut ini empat tanda seseorang kelebihan konsumsi karbohidrat:
Kunci menurunkan berat badan adalah energi yang dibakar harus lebih besar daripada kalori yang masuk. Jika Anda rutin berolahraga tetapi berat badan tak kunjung turun, bisa jadi pola makan Anda masih bermasalah. Konsumsi karbohidrat berlebih bisa membuat Anda sulit turun berat badan. Oleh karena itu, sesuaikan asupan karbohidrat dengan jumlah kalori yang disarankan sesuai dengan ukuran tubuh masing-masing.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Word Health Organization, orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak gula dan karbohidrat sederhana umumnya memiliki lebih banyak gigi berlubang. Makronutrien, terutama dari makanan bertepung, merupakan sumber makanan bagi bakteri penyebab gigi berlubang.
Studi menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan karbohidrat olahan dan lemak jenuh seperti roti, susu, dan gula dapat membuat kulit berjerawat dan terjadi peradangan.
Ketika karbohidrat masuk dalam jumlah yang besar, maka tubuh akan melepaskan glukosa dalam jumlah besar ke pembuluh darah. Sehingga Anda akan mengalami ledakan energi sementara. Namun, setelah itu, tubuh akan terasa kurang berenergi daripada sebelum mengonsumsi makanan. Jika Anda merasa lamban dan lelah setelah makan, mungkin hal itu merupakan pertanda Anda mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat, terutama yang cepat dicerna.
Salam,
Sahabat MyProtection