Home
/
Articles
/
All Category
/
Kerja Kantoran Sambil Bisnis, Bisakah?

Kerja Kantoran Sambil Bisnis, Bisakah?

15 January 2020 | MyProtection News Jakarta

Jakarta, 15 Januari 2020 - MyProtection News

Kesibukan saat bekerja di kantor mungkin menyita sebagian besar tenagamu. Jam pulang merupakan waktu beristirahat dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Memangnya, masih sempat untuk berbisnis dan menjadi entrepreneur?

Jawabannya adalah bisa. Dengan catatan Anda harus bisa mengatur waktu dan memilih jenis usaha yang tepat. Coba simak ulasan satu ini sebelum Anda mengambil keputusan!

  • Catat Waktu Luang

Coba ingat-ingat kembali, dalam sehari berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk bekerja dan untuk beristirahat? Jika Anda bekerja dari pagi hingga larut malam di kantor, atau bahkan harus masuk saat weekend, maka Anda harus mempertimbangkan matang-matang pilihan untuk membuka bisnis. Jangan sampai Anda menyerah setelah satu atau dua bulan berbisnis karena tidak memiliki waktu. Beristirahat juga penting, lho setelah bekerja seharian.

Nah, kalau Anda punya waktu luang yang cukup banyak setelah bekerja, Anda bisa memanfaatkannya untuk mulai merintis bisnis. Namun, kembali lagi pada pribadi masing-masing. Jika ada kemauan, maka pasti ada jalan. Walaupun sibuk, selama Anda memiliki kemauan kuat untuk berbisnis, pasti bisa!

  • Pilih Bisnis yang Sesuai

Ada banyak ide bisnis yang bisa Anda lakukan. Dalam tahapan ini, Anda bisa memilih bisnis yang sesuai dengan kemampuan atau ketertarikan. Misalnya, Anda suka membuat kue kering atau cookies, maka Anda bisa mencoba bisnis kuliner kecil-kecilan di lingkungan kantor. Atau Anda tertarik dengan fashion? Bisnis fashion online shop ini juga banyak digeluti orang. Salah satu ide bisnis sederhana lainnya adalah menjual barang-barang bekas atau preloved. Anda hanya perlu memilah barang yang tidak terpakai namun dalam kondisi baik untuk dijual kembali. Mudah, bukan?

Baca juga: Money Management Tips, Penting untuk Pemula

  • Persiapkan Modal

Faktor penting lainnya dalam memulai bisnis adalah modal. Tergantung dari jenis bisnis yang Anda pilih, modal usaha yang dibutuh bisa jadi cukup besar. Ada baiknya Anda mulai menabung untuk mempersiapkan modal bisnis. Jika dana yang dibutuhkan cukup besar, saat ini banyak bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga rendah.

Tapi, memulai bisnis tidak harus selalu bermodal besar, kok. Mulai dengan bisnis sederhana dan kecil untuk melihat potensi pasar. Siapa tahu, bisnis dengan modal 0 rupiahmu bisa berkembang pesat!

  • Pilih Partner Bisnis

Jika terasa berat sendirian, maka Anda bisa mengajak keluarga atau orang yang bisa dipercayai untuk memulai bisnis bersama. Selain sumber ide dan modal yang didapatkan akan lebih banyak, beban pekerjaan juga bisa berkurang. Pastikan rekan bisnis atau bawahan Anda ini bisa “melengkapi” kekurangan Anda. Apalagi, saat bekerja dengan orang lain, komunikasi dan kerja sama sangat dibutuhkan. Jangan sampai tim bisnis ada banyak, tetapi orang yang benar-benar bisa bekerja hanya sedikit.

  • Jangan Lupa Istirahat dan Jaga Kesehatan!

Mencari uang dengan berbisnis memang sah-sah saja. Namun, ada juga harus memperhatikan kesehatan tubuh. Uang banyak tidak akan bisa membeli kesehatan fisik ataupun mental. Maka setelah sibuk bekerja di kantor dan mengurus bisnis, selalu luangkan waktu untuk bersantai. Tidur yang cukup bisa membantu Anda tetap enerjik dan berpikiran tajam untuk menangkap peluang bisnis yang ada.

  • Belajar Dari Pengalaman

Saat menjalankan bisnis, pasti ada berbagai masalah yang harus dihadapi. Namun, jangan pantang menyerah dan belajar dari pengalaman. Jadikan pengalaman berbisnis ini sebagai bekal untuk Anda menjalankan bisnis lain atau yang lebih besar lagi. Jangan sungkan untuk bertanya pada keluarga atau teman sesame pebisnis untuk mengatur usaha Anda.

Selamat menjalani bisnis yang baru!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Tidak Semangat Kerja? Mungkin Anda Mengalami Burnout

Was this article helpful?
Subscribe to our newsletter
Click subscribe to subscribe to our article newsletter
Share MyPro on
facebook
twitter
instagram
About MyProtection News Jakarta
MyProtection is one of the pioneer portals for purchasing health insurance and general insurance online which can be accessed via website and application platforms since 2017.
Recommended Articles
Automotive
5 mins read 02/02/2026
Can a Dry Battery Be Recharged and How to Do It?

As one of the essential components in a car, the battery functions to store electrical energy needed to start the vehicle.

Due to its easy maintenance, many people today prefer using dry batteries compared to wet batteries. Moreover, there are several advantages of using a rechargeable dry battery, such as:

  • Longer durability compared to conventional batteries, thanks to the technology inside that ensures good electrical performance over a long period.

  • Easy to maintain compared to conventional batteries, which usually require regular electrolyte refills.

  • Easy and faster recharging capability.

  • Environmentally friendly as it can be recharged, reducing the number of discarded batteries and providing efficiency in resource management.

  • Optimal performance in various conditions, whether in extreme temperatures or for vehicles that are rarely used.

apakah aki kering bisa di cas

Can a Dry Battery Be Recharged and How to Do It?

Since it can be recharged, the use of a dry battery also becomes a practical solution for users. However, doing so requires the correct steps and extra caution. So, how do you recharge a dry battery? Check out the following guide!

1. Removing the Dry Battery from the Vehicle

To ensure proper charging, the first step is to remove the dry battery from the vehicle to avoid potential risks or issues with the car.

2. Choosing the Right Charger for the Dry Battery

To prevent overcharging, it is crucial to choose the type of charger that matches the specifications of the dry battery.

3. Connecting the Dry Battery to the Charger

The next step is connecting the dry battery to the charger. Make sure the polarity is correct, then connect the charger’s positive clamp to the positive terminal and the negative clamp to the negative terminal.

apakah aki kering bisa di cas

4. Adjusting the Charger Settings for the Dry Battery

With today’s modern technology, charging a dry battery is easier, as most chargers can automatically adjust the settings and the amount of charge needed by the battery.

5. Choosing the Right Location for Charging

Ensuring the right location when charging is also crucial. Typically, a well-ventilated area is the best choice.

Also, avoid charging near flames or flammable materials since batteries can produce hydrogen gas, which is highly flammable.

6. Waiting Until Charging is Complete

It is important to disconnect the dry battery immediately once charging is finished. Additionally, make sure to follow the charger’s instructions carefully throughout the process.

7. Testing the Condition of the Dry Battery

After charging is complete, the final step is to test the battery to ensure that the electrical capacity and voltage have returned to normal.

So, that’s the discussion regarding whether a dry battery can be recharged, the benefits of using it in vehicles, and the proper steps for recharging it. Hopefully, this guide is helpful!

*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)

Read Article
All Category
5 mins read 02/06/2020
Cara Pakai dan Cuci Masker Kain

Jakarta, 2 Juni 2020 - MyProtection News

Hi, Sahabat MyProtection!

Bagi Anda yang harus bepergian ke luar rumah atau mulai bekerja di kantor, menggunakan masker adalah hal yang tak boleh terlewatkan. Masker ini wajib dipakai semua orang, baik masker kain ataupun masker sekali pakai.

Jika Anda menggunakan masker kain, maka simak cara menggunakan serta mencuci masker kain yang benar.

Jangan lupa untuk mengurangi menyentuh wajah dan masker, ya. Dalam keadaan Anda tidak bisa mencuci masker secara langsung, maka Anda bisa meletakan masker kain ke dalam plastik. Lalu cuci masker segera setelah Anda sampai di rumah.

Salam,

Sahabat MyProtection

Read Article
All Category
5 mins read 17/12/2019
Beda Paspor Biasa dan Elektronik, Lebih Untung yang Mana?

Jakarta, 20 Maret 2025 - MyProtection News

Sebelum memulai perjalanan ke luar negeri, terdapat hal yang harus Anda persiapkan sebelum pergi. Seperti pentingnya memiliki asuransi perjalanan MyTravel Protection untuk pengalaman liburan yang aman dan nyaman.

Lalu, Anda juga harus menyiapkan paspor. Jika sebelumnya Anda hanya bisa membuat paspor. Kini, Anda diberikan dua pilihan oleh Badan Imigrasi Nasional yaitu membuat paspor biasa atau e-paspor.

Beda Paspor Biasa dan Elektronik, Lebih Untung Mana?

Beda Paspor Biasa dan Elektronik

https://jogja.imigrasi.go.id/perbedaan-paspor-biasa-dan-elektronik-mana-yang-tepat-untukmu/

Lalu, apa beda paspor biasa dan elektronik serta bagaimana cara membuat paspor? MyProtection merangkumkan perbedaan keduanya untuk Anda.

1. Wujud Fisik

Dilihat dari segi fisik, paspor maupun e-paspor memiliki tampilan yang sama. Cover depan paspor pun tetap berwarna hijau. Hanya saja terdapat tanda chip di bagian bawah halaman depan paspor elektronik.

2. Fungsi

Baik paspor biasa maupun e-paspor memiliki fungsi yang sama. Kegunaannya adalah membuktikan identitas sah bagi pemegang paspor yang ingin bepergian.

Hanya saja, dari segi kelengkapan data, teentu saja paspor elektronik bisa menyimpan data yang lebih akurat dan banyak. Dalam e-paspor Anda terdapat hasil pindaian biometric wajah dan sidik jari. Selain itu, resiko pemalsuan e-paspor lebih kecil karena kompleksitas yang terdapat dalam rancangan chip.

Baca juga: 16 Oleh-Oleh Singapura yang Khas dan Wajib Dibeli Para Wisatawan!

3. Pemeriksaan Paspor

Biasanya, untuk mengecek paspor biasa, petugas akan membuka paspor Anda, mengecek tiap halaman lalu memberi cap. Sedangkan, pemiliki paspor elektronik hanya perlu melakukan scan data pada gate otomatis (autogate) di bandara.

Sehingga proses verifikasi data menjadi lebih singkat dan cepat. Bandara di Indonesia yang telah memiliki autogate sementara hanya tersedia di Jakarta dan Bali. Anda juga harus lebih berhati-hati dalam menyimpan paspor elektronik Anda. Karena jika paspor Anda dan chip di dalamnya rusak, maka Anda tidak bisa memindai data paspor.

4. Pengurusan Visa

Kalau Anda memiliki paspor elektronik, kesempatan Anda untuk mendapatkan persetujuan pengajuan visa menjadi lebih besar. Alasannya, karena data yang tersimpan dalam chip e-paspor lebih akurat dan lengkap dibanding paspor biasa.

Artinya, proses verifikasi data pemegang paspor pun berlangsung dengan lebih cepat dan mudah. Beberapa negara bahkan memberikan fasilitas bebas visa bagi pemilik paspor elektronik. Contohnya, Jepang memberi fasilitas bebas visa selama 15 hari kepada Warga Negara Indonesia pemegang e-paspor.

5. Harga

Salah satu beda paspor biasa dan elektronik yang paling mencolok adalah harga yang harus dibayarkan yang sering kali menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan oleh pemohon.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2024 berkaitan dengan Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM, berikut biaya paspor berdasarkan jenis dan masa berlakunya.

  • Paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 5 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 350.000.
  • Paspor biasa dengan masa berlaku paling lama 10 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 650.000.
  • Paspor elektornik dengan masa berlaku paling lama 5 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 650.000.
  • Paspor elektronik dengan masa berlaku paling lama 10 tahun dikenakan tarif sebesar Rp 950.000.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan beda paspor biasa dan elektronik yang ternyata memiliki beberapa perbedaan dan keuntungannya masing-masing. Bagi sahabat MyProtection yang ingin membuat paspor harus mengetahui dulu kegunaan dari masing-masing jenis agar dapat memilih dengan tepat.

Sebelum memulai perjalanan, kamu juga harus memiliki perlindungan bagi diri sendiri dan anggota keluarga dari berbagai risiko ketidaknyamanan perjalanan seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, penundaan dan ketidaknyamanan lainnya.

Oleh sebab itu, MyTravel Protection Domestic hadir memberikan perlindungan selama periode asuransi, yang artinya selama perjalanan dan bukan hanya di dalam pesawat/kereta api/bus saja.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Ini Pentingnya Punya Asuransi Perjalanan Saat Liburan

Read Article