Fuel-efficient cars are often the top choice for many Indonesians, especially in big cities like Jakarta, where heavy traffic can significantly increase fuel consumption.
Choosing the right car can help reduce expenses without sacrificing engine performance.

Here are some recommendations for fuel-efficient cars available in Indonesia, their advantages, and comparisons among different options. Check it out!
The first recommendation for a fuel-efficient car is the Honda Brio, a city car that has become quite popular in Indonesia over the past few years.
On highways, Honda Brio’s fuel consumption is impressive, as it can reach 24 km/liter compared to the LCGC regulation standard of 20 km/liter.
Aside from being fuel-efficient, the Honda Brio also offers a spacious and comfortable cabin, as well as a choice between a manual or automatic CVT transmission.
Its affordable price, starting from Rp 170.4 million for the Satya M/T type, is also a strong appeal.
The Suzuki All New Ertiga is also considered a fuel-efficient car, with an average fuel consumption of 10 – 13 km/liter in the city and 18 – 21 km/liter on highways.
This is thanks to its K15 B-coded engine with a capacity of 1.462 cc, 4 cylinders producing 103.2 hp at 6.000 rpm, and peak torque of 138 Nm at 4.400 rpm.
Additionally, this car utilizes a new platform called HEARTECT, which reduces the car’s weight by up to 15%, thereby improving fuel efficiency.
Its market price varies, with used units priced from Rp 100 million to Rp 230 million, while new units are priced between Rp 228.4 million and Rp 262.8 million.
Launched in 2003, the Toyota Avanza has become a household name and a popular choice for those seeking an affordable, fuel-efficient car.
With a tank capacity of 43 liters, the Avanza can travel long distances, achieving an average fuel consumption of approximately 17.6 km/liter.
In the market, used Toyota Avanza units are priced from Rp 127 million to Rp 227 million, while new units range from Rp 233.1 million to Rp 272.5 million.
The Honda All New BR-V is another fuel-efficient option, with fuel consumption reaching 11.7 km/liter in city driving and 14 km/liter on highways.
It also features an eco-indicator, which helps drivers adopt a more efficient driving style.
The Honda All New BR-V is available at prices ranging from Rp 292 million to Rp 385 million, depending on the type and region.
Next are the Daihatsu Sigra and Toyota Calya, both classified as LCGC cars with two engine capacity options, 1000 cc and 1200 cc.
The Toyota Calya can achieve up to 20 km/liter when driving at a constant speed of 100 km/h. At 60 km/h, fuel consumption improves to around 25 km/liter.
In terms of pricing, used Toyota Calya units range from Rp 101 million to Rp 142 million, while new units are priced from Rp 167.6 million to Rp 187.4 million.
So, those are some recommendations for fuel-efficient cars that could be your choice, offering driving efficiency without sacrificing performance. Hopefully, this guide is useful!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Aplikasi MyGo+ - Mengendarai kendaraan baik roda dua maupun empat bukanlah hal yang mudah. Di mana, sering kali terdapat kendala baik dari faktor internal maupun eksternal yang dapat menyebabkan kejadian-kejadian tak terduga terjadi. Mulai dari mogok kendaraan atau hingga kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan diri.
Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas di tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) Inspektur Jenderal Aan menyatakan bahwa setidaknya 3 hingga 4 orang tewas karena kecelakaan setiap jamnya sepanjang tahun ini.
Ia juga melanjutkan, bahwa dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2024, terdapat 1.150.000 kecelakaan lalu lintas yang terjadi dan nyaris 8 kali lipat dari jumlah kecelakaan di tahun 2023.
Kecelakaan lalu lintas sendiri dapat terjadi karena banyak hal, mulai dari kelalaian manusia, kondisi kendaraan, jalan, dan masih banyak lagi. Dalam upaya mengurangi tingginya angka ini, aplikasi MyGo+ hadir untuk memicu kesadaran pengendara atas perilaku berkendara yang lebih aman.
MyGo+ merupakan sebuah aplikasi yang memanfaatkan teknologi telematika yang memberikan rewards atas perilaku berkendara yang aman.
Aplikasi ini dikembangkan oleh PT Lippo General Insurance (LGI) yang dirancang secara khusus untuk mendorong perilaku berkendara yang aman dengan memberikan insentif berupa poin reward yang dapat ditukarkan dengan berbagai voucher menarik.
MyGo+ menganalisis data berkendara secara real-time yang mampu memberikan penilaian terkait perilaku berkendara serta memanfaatkan sistem reward untuk memotivasi para penggunanya untuk mengadopsi perilaku berkendara yang lebih aman dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.
Aplikasi MyGo+ menawarkan berbagai fitur menarik yang dapat membantu dalam membentuk dan mengembangkan kebiasaan berkendara lebih aman.
Melalui proses analisis data yang dilakukan menggunakan pengukuran berbagai aspek berkendara, mulai dari jarak tempuh hingga pola akselerasi, nantinya pengguna akan mendapatkan skor berkendara yang dikonversi menjadi poin secara real-time.
Poin-poin yang telah dikumpulkan dan diakumulasi dapat diubah menjadi berbagai voucher menarik secara langsung dan dapat digunakan berdasarkan syarat dan ketentuan yang tertera.
Bukan hanya itu, aplikasi MyGo+ juga mengajak para penggunanya untuk berpartisipasi dalam tantangan berkendara bulanan yang akan diadakan guna mendapatkan poin dan penawaran menarik lainnya dalam jangka waktu tertentu.

Bagi sahabat MyProtection, berikut ini beberapa keuntungan menggunakan aplikasi MyGo+, sebagai berikut.
Keuntungan pertama, yaitu analisis berkendara dan raih poin. Seperti yang sudah dibahas di atas, MyGo+ memanfaatkan teknologi telematika yang dirancang sedemikian rupa untuk membantu dalam proses analisis berkendara menjadi skor berkendara melalui pengukuran jarak tempuh hingga pola akselerasi.
Berdasarkan hasil yang didapatkan oleh pengguna, skor berkendara kemudian dikonversi menjadi poin rewards secara real-time. Semakin tinggi skor maka poin yang didapatkan akan lebih besar, begitu pula sebaliknya.
Bukan hanya dengan menyelesaikan perjalanan, terdapat tantangan berkendara bulanan atau monthly driving challenges yang dapat diikuti oleh semua pengguna MyGo+ untuk mendapatkan keuntungan tambahan.
Dari poin rewards yang didapatkan secara real-time kamu dapat menukarkannya dengan berbagai voucher menarik.
Beberapa voucher yang dapat ditukarkan, seperti E-wallet, F&B, bioskop, hingga berbagai pilihan voucher menarik dari franchise favorit-mu!
Selain mengumpulkan poin dan menukarkannya dengan berbagai voucher menarik, di aplikasi MyGo+ kamu juga bisa mendapatkan berbagai penawaran asuransi eksklusif MyProtection yang hanya bisa didapatkan di dalamnya.
Langkah pertama untuk menggunakan MyGo+ adalah dengan menyelesaikan tahap registrasi dan verifikasi ID. Untuk menyelesaikan tahapan ini, kamu harus memasukkan email, PIN, nomor HP, serta KTP.
Dalam melakukan tahapan ini sangat penting untuk memasukkan informasi yang akurat untuk terhindar dari permasalahan data di kemudian hari.
Setelah melakukan registrasi dan verifikasi, langkah berikutnya adalah mendaftarkan mobil ke aplikasi MyGo+. Untuk menyelesaikan tahapan ini sendiri terdapat dua cara, sebagai berikut.
Bagi pemilik nomor polis LGI, kamu dapat dengan mudah menghubungkan kendaraan dengan aplikasi MyGo+ dengan memasukkan nomor polis yang dapat secara otomatis mengisi informasi kendaraan.
Bagi pengguna yang tidak memiliki nomor polis LGI, kamu dapat mendaftarkan kendaraan secara manual dengan memasukkan nomor plat kendaraan, merek, serta model mobil.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghubungkan aplikasi MyGo+ ke sistem audio mobil dengan menggunakan koneksi bluetooth. Proses inilah yang memungkinkan aplikasi untuk memantau dan menganalisis perilaku berkendara secara real-time.
Hubungkan aplikasi dengan sistem audio mobil setiap sebelum berkendara untuk memastikan perjalanan kamu tercatat dan raih poin sebesar-besarnya.
Setelah berhasil menyelesaikan langkah-langkah di atas, pengguna dapat memulai untuk mengumpulkan poin MyGo+ setiap kali berkendara. Untuk mendapatkan poin lebih banyak, pastikan untuk selalu berkendara aman dan mematuhi aturan lalu lintas yang ada.
Selain itu, kamu juga dapat mengikuti tantangan berkendara bulanan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik dan poin tambahan. Akumulasi poin yang dikumpulkan, dapat ditukarkan menjadi voucher maupun benefit exclusive yang ditawarkan MyGo+.

Bukan hanya sekedar untuk mendapatkan reward, aplikasi MyGo+ memiliki berbagai manfaat khususnya dalam membantu meningkatkan kesadaran para pengemudi pentingnya keselamatan berkendara.
Melalui berbagai fitur canggih yang ada di dalamnya, MyGo+ berharap dapat membantu dalam memberikan perubahan positif bagi para penggunanya. Untuk memahami apa saja keunggulan dari aplikasi MyGo+, simak berikut ini.
Aplikasi MyGo+ memanfaatkan teknologi telematika yang digunakan untuk memantau perilaku pengguna dalam berkendara secara real-time. Data yang dihasilkan mencakup informasi jarak tempuh, kecepatan rata-rata, pola akselerasi, dan masih banyak lagi.
Dengan adanya pemantauan real-time ini juga dapat membantu dalam memberikan umpan balik secara langsung kepada pengguna mengenai cara mereka berkendara dan evaluasi perbaikan apa saja yang dapat dilakukan untuk mendapatkan score yang lebih baik.
Dengan adanya penilaian dalam bentuk score berkendara yang diberikan secara dalam waktu real-time, para pengguna juga dapat memiliki kesadaran untuk mengubah dan memperbaiki kebiasaan berkendara.
Skor yang diberikan mencerminkan seberapa aman serta efisien pengguna mengemudi kendaraan mereka. Dengan adanya penilaian tersebut, dapat mendorong dan meningkatkan kesadaran untuk selalu berhati-hati dalam berkendara.
Bukan hanya melalui poin yang dikumpulkan melalui berkendara, para pengguna aplikasi MyGo+ juga dapat mengumpulkan poin reward melalui cara lainnya, mulai dari tantangan bulanan hingga referral code.
MyGo+ juga dapat menjadi sarana edukatif bagi para penggunanya. Melalui aplikasi MyGo+ para pengguna dapat mengakses artikel yang mampu memberikan informasi dan memperluas pengetahuan seputar topik-topik menarik, khususnya cara berkendara yang aman serta efisien.
Para pengguna aplikasi MyGo+ juga dapat berpartisipasi dalam tantangan dan kompetisi yang diadakan untuk memenangkan poin tambahan dan berbagai hadiah menarik.
Adanya tantangan dan kompetisi ini diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan semangat para pengguna untuk terus berkendara dengan aman.
Melalui fitur-fitur yang ada di MyGo+ yang telah dikembangkan sedemikian rupa untuk mempermudah pengguna, pengembangan juga akan terus dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik dan pengalaman berkendara aman seiring berjalannya waktu.
Nah, itulah pembahasan seputar aplikasi MyGo+ yang diluncurkan oleh PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) sebagai salah satu perusahaan asuransi umum terkemuka di Indonesia yang dirancang untuk mendorong kebiasaan berkendara yang lebih aman.
Berbagai fitur yang ada di aplikasi MyGo+ dirancang sedemikian rupa untuk membantu para pengemudi untuk mengembangkan kebiasaan berkendara aman.
Dengan analisa data mulai dari jarak tempuh hingga pola akselerasi, aplikasi ini memberikan skor berkendara yang dapat dikonversi menjadi poin rewards secara real-time yang dapat ditukarkan dengan berbagai voucher menarik dari merchant pilihan-mu! Download sekarang!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 19 Desember 2019 - MyProtection News
Ternyata olahraga bisa jadi kunci untuk awet muda, lho! Terbukti dari riset yang dilakukan pada atlet berusia lanjut yang tetap aktif berolahraga. Dikutip oleh New York Times, ditemukan bahwa sel-sel otot pria usia lanjut yang aktif berolahraga mirip dengan sel otot pria berusia 25 tahun. Tidak hanya itu, tingkat inflamasi otot akibat perubahan cuaca relatif lebih rendah daripada pria seusia mereka.
Otot merupakan salah satu bagian tubuh yang paling rentan dalam proses penuaan. Sebagian besar manusia kehilangan massa dan kekuatan ototnya mendekati usia 50 tahun. Penurunan performa otot akan semakin cepat setelah usia 50 tahun. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai kegiatan olahraga sedini mungkin untuk menjaga massa otot. Namun, tak menutup kemungkinan bagi orang-orang yang baru memulai olahrga di usia lebih tua untuk menjadi sehat.
Banyak riset yang telah menghubungkan pengaruh antara massa otot dengan tingkat inflamasi dalam tubuh. Atlet dan komunitas yang aktif berolahrga memiliki tingkat inflamasi yang lebih rendah dibanding orang yang jarang berolahraga. Inflamasi atau peradangan dalam tubuh juga terkait erat dengan berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang terkait dengan peradangan kronis adalah inflamasi jantung, inflamasi ginjal, dan inflamasi kulit.
Olahraga selama 20 menit per harinya dikatakan dapat membantu mengurasi tingkat inflamasi dalam tubuh. Ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan, bahkan saat Anda sibuk. Misalnya melakukan pemanasan selama 15 menit setelah Anda bangun pagi, bersepeda ke kantor, menggunakan tangga di kantor atau kampus untuk naik-turun lantai. Bahkan, beberapa orang memanfaatkan malam hari untuk pergi ke gym.
Nah, walaupun tanpa mesin waktu, rasanya kembali ke usia 25 lagi bisa diwujudkan dengan olahraga, ya? Selamat kembali muda!
Salam,
Sahabat MyProtection
With today’s competitive car market, where new models keep emerging at various price ranges, there are still several affordable automatic cars worth considering.
These cars come from various brands, including Toyota and European manufacturers, and are available at reasonable prices, especially used cars that are 5 to 8 years old.
So, what are the options? Check out some recommendations for these affordable automatic cars you can get starting from just 50 million Rupiah!
One of the most popular and affordable automatic cars in Indonesia is the Kia Picanto, which is no longer in production.
Even so, you can still find used units on the market these days at very reasonable prices.
With its futuristic design, the Kia Picanto first entered the Indonesian market in 2007 as the first-generation model. Today, used Picanto units are available and can be bought starting from around 50 million rupiah.
Next on the list is the Toyota New Corolla, a long-time favorite that’s also no longer officially in production.
Although it’s been around for quite a while, the eighth-generation New Corolla model remains one of the most sought-after versions. Used units are typically priced at around 50 million rupiah.
Unlike the previous recommendations, the Suzuki Baleno has been around since 1995 and continues to be updated and produced today.
For around 50 million rupiah, you can find a second- or third-generation Baleno model from the early 2000s, which features a more modern design compared to the first-generation version.
Known as one of the oldest car brands in the world, Peugeot offers uniquely stylish and modern designs, often associated with premium prices.
However, you can get the Peugeot 206, one of the earliest models launched in Indonesia in 2003, for around 50 million rupiah in the used car market.
First introduced in 1992, the Toyota Corona became a popular sedan and dominated the market for years.
Although it’s no longer officially produced by Toyota, its used models are still in demand and available on various car marketplaces for around 50 million rupiah.
Produced between 1999 and 2005, Mitsubishi Kuda also deserves a spot on this list.
With its spacious cabin, it was once a top choice for families before newer models like the Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, and Suzuki APV took over the market.
You can find used Mitsubishi Kuda units from the early 2000s priced at around 50 million rupiah as well.
So, those are the 6 most affordable automatic cars you can get for around 50 million rupiah.
While most of them are older models, these cars are known for their durability, easy-to-replace parts, and relatively low maintenance costs.
If you’re on a tight budget, these options can be a great solution to support your daily mobility needs. Hope this helps!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)