Hi, Sahabat MyProtection!
Resah dan gundah karena gejala penyakit A, B, sampai Z? Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 bikin kamu waspada ketika gejala batuk, pilek, demam, dan sesak napas muncul. Eitts, jangan tanya sama gugel tapi langsung aja konsultasikan ke dokter terpercaya lewat fitur online doctor dari Perlindungan Kesehatan Prima. Kamu bisa bikin janji konsultasi dengan berbagai dokter dari ratusan rekanan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain fitur konsultasi dokter online, Perlindungan Kesehatan Prima juga punya fitur lainnya yang bisa kamu akses dari HP. Karena Perlindungan Kesehatan Prima lebih dari sekadar asuransi kesehatan individu dan keluarga biasa.
Miliki asuransi Perlindungan Kesehatan Prima sekarang juga! Informasi lebih lanjut klik tombol d bawah ini atau hubungi CS MyProtection di 0804 133 8888
MyProtection merupakan bagian dari PT Lippo General Insurance Tbk
For those of you who are adventure lovers, one of the most important things to consider is choosing the right camper van for the journey.
Due to their large size, camper vans can be modified according to your travel needs, such as adding a kitchen, bathroom, or even a sleeping area.

pexels
Although camper vans are still not very popular in Indonesia, there are several cars that you can consider if you want to start your adventures with camper vans. Here’s the full list:
One of the most popular and widely recommended camper vans is the Daihatsu Gran Max, which is known for its spacious cabin.
This particular vehicle measures 4,405 x 1,665 x 1,900 mm, accommodates up to 9 to 11 passengers, and comes with two engine options, the 2NR-VE 1500 cc and the K3-DE 1,300 cc.
The 2NR-VE engine produces 88 PS of power and 115 Nm of torque, while the K3-DE generates 97 PS and 134 Nm of torque.
Despite its large size and spacious cabin, this van is still easy to maneuver thanks to its capable engine.
The price for a new Daihatsu Gran Max currently starts at around IDR 205.2 million.
If you’re a fan of classic camper vans, the Volkswagen Combi could be the perfect choice. It has a body size of 4,712 mm in length, 1,985 mm in width, and 1,937 mm in height.
This iconic van features a spacious cabin that can be customized to suit your specific needs.
Although it’s been around since the 1950s, the Volkswagen Combi features a 1,600-cc engine. A used unit can typically be found for around IDR 60 million, depending on its condition.
For those who need something even larger, the Toyota HiAce Premio is a great option, with dimensions of 5,915 mm in length, 2,018 mm in width, and 2,280 mm in height.
It also features a high-performance engine, the 1GD-FTV, with a 2,800-cc capacity that delivers 176.8 PS of power and 42.8 Kgm of torque.
Because of its powerful engine and premium features, this camper van comes with a hefty price tag of around IDR 664.3 million.
The next one is the MPV that was first released in 2012, and could be another solid option, thanks to its large rear cabin, which makes it easy to convert into a camper van.
The Nissan Evalia has dimensions of 4,440 mm in length, 1,695 mm in width, and 1,850 mm in height. This MPV also comes with sliding doors for added convenience.
Despite its popularity, the vehicle ceased production in 2015, so you will have to look for used units, typically priced around IDR 79 million.
The Daihatsu Luxio is another camper van that’s perfect for your adventure needs. It has dimensions of 4,215 mm in length, 1,710 mm in width, and 1,915 mm in height.
Powered by the 3SZ-VE 1,495 cc engine, it delivers 97 PS of power and 13.7 Kgm of torque, ensuring a safe and comfortable ride.
Thanks to its spacious and comfortable cabin, sliding door, and fuel efficiency, this vehicle is available for around IDR 237.2 million.
Those are 5 camper van recommendations that might be perfect to kickstart your next great adventure!
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)
Jakarta, 2 Januari 2020 - MyProtection News
Setelah menikmati liburan panjang ke luar atau beristirahat di rumah, tubuh rasanya nyaman dengan mode liburan. Namun, memasuki akhir masa liburan, Anda harus kembali menjalani rutinitas sehari-hari. Simak caranya di bawah ini!
Baca juga: Money Management Tips, Penting untuk Pemula
Selamat beraktivitas kembali!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: 5 Langkah Mempersiapkan Tahun Baru
Jakarta, 17 Januari 2020 - MyProtection News
Dulu penyakit diabetes dan kolestrol dikaitkan dengan penyakit orang tua. Kini berdasarkan data, penderita diabetes tipe 2 di kalangan muda semakin bertambah. Obesitas dan gaya hidup tak sehat berkontribusi dalam peningkatan jumlah penderita penyakit ini.
Menurut WHO penderita diabetes tipe 2 terus bertambah setiap tahunnya. Pada 1980, sebanyak 108 juta penduduk dunia berusia di atas 18 tahun mengidap diabetes. Namun, pada 2014 lalu, penderita diabetes meningkat menjadi 422 juta orang.
Diabetes sendiri merupakan penyakit yang cukup mengerikan bila tidak ditangani dengan baik. Pasalnya, berdasarkan paparan World Health Organization, diabetes dapat menggangu kinerja jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, syaraf dan meningkatkan resiko kematian muda.
Lalu, mengapa diabetes bisa muncul di usia muda? Dilansir dalam CNN Indonesia, terdapat 7 faktor penyebab diabetes di kalangan dewasa muda.
Organ tubuh satu ini mempunyai peran penting untuk mengatur sekresi insulin ke aliran darah. Insulin juga berguna untuk memecah gula dalam karbohidrat makanan menjadi energy. Selain itu, insulin juga berperan menyimpan glukosa dalam tubuh sebagai cadangan energy. Bagi individu yang mengalami gangguan fungsi pancreas, biasanya kadar insulin yang diproduksi tidak normal. Sehingga kadar gula darah melonjak akibat tidak bisa dipecah menjadi energy. Akhirnya, hal inilah yang menyebabkan timbulnya diabetes.
Jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat diabetes, maka Anda berpotensi lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, dengan menjaga pola makan dan gaya hidup, Anda bisa terhindar dari diabetes.
Baca juga: Kembali ke Usia 25 dengan Olahraga
Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah stau pemicu utama timbulnya obesitas. Jika tubuh memiliki kelebihan lemak, khususnya di lingkar pinggang, disinyalir besaran visceral lemak semakin besar. Menurut WHO, semakin besar longkaran pinggang maka semakin besar potensi seseorang mengidap diabetes.
Kelebihan berat badan dapat mengacaukan kerja hormone pada tubuh dan menurunkan respons tubuh terhadap insulin.
Pola makan yang tidak sehat dan berantakan dapat meningkatkan resiko timbulnya diabetes. Sering mengonsumsi makanan/minuman instan, berlemak, daging yang diproses, serta mengandung gula menjadi penyebab utama obesitas yang akhirnya berujung pada diabetes. Selain makan sehat, Anda pun harus makan teratur. Lebih baik makan dengan porsi kecil tetapi sering.
Konsumsi alcohol berlebih serta merokok bisa mengganggu aktivitas metabolism dalam tubuh. Pada akhirnya, kadar insulin yang dihasilkan pun lebih sedikit. Kebiasaan mengonsumsi alcohol dan rokok merupakan hal yang umum di kalangan anak muda. Namun, selalu ingat bahwa mengonsumsi sesuatu secara berlebihan tidak akan baik.
Berdasarkan data, kurang dari setengah penduduk usia dewasa melakukan akvitias fisik selama 150 menit per minggu. Selebihnya, masih banyak orang yang malas berolahraga. Padahal obesitas dan rasa “mager” merupakan penyebab utama dari diabetes. Anda bisa mencoba untuk hidup lebih sehat & mulai berolahraga dengan melakukan brisk walking. Jangan sampai di usia muda Anda malah tidak bertenaga.
Salam,
sahabat MyProtection
Baca juga: Perlindungan Kesehatan Prima – Premi Mulai dari Rp 6ribuan per Hari