Hi, Sahabat MyProtection!
Resah dan gundah karena gejala penyakit A, B, sampai Z? Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19 bikin kamu waspada ketika gejala batuk, pilek, demam, dan sesak napas muncul. Eitts, jangan tanya sama gugel tapi langsung aja konsultasikan ke dokter terpercaya lewat fitur online doctor dari Perlindungan Kesehatan Prima. Kamu bisa bikin janji konsultasi dengan berbagai dokter dari ratusan rekanan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Selain fitur konsultasi dokter online, Perlindungan Kesehatan Prima juga punya fitur lainnya yang bisa kamu akses dari HP. Karena Perlindungan Kesehatan Prima lebih dari sekadar asuransi kesehatan individu dan keluarga biasa.
Miliki asuransi Perlindungan Kesehatan Prima sekarang juga! Informasi lebih lanjut klik tombol d bawah ini atau hubungi CS MyProtection di 0804 133 8888
MyProtection merupakan bagian dari PT Lippo General Insurance Tbk
Jakarta, 10 Desember 2019 - MyProtection News
Menyangkut masalah liburan, tidak melulu harus ke luar negeri, lho. Destinasi wisata lokal di Indonesia juga tidak kalah keren dan pastinya tetap bisa dilindungi dengan asuransi perjalanan MyTravel Domestic lho! Ada banyak titik destinasi hidden gem yang kecantikannya masih belum terekspos. Sahabat MyProtection punya 5 destinasi wisata local hidden gem yang bisa Anda kunjungi pada liburan kali. Tentunya juga bisa memanjakan indera tubuh dengan panorama menawan. Yuk, langsung lihat daftarnya!
Pengalaman Diving Seru di Tulamben, Bali

Jika Anda ke Bali, pasti Anda akan lebih familiar dengan spot dan kegiatan turis mainstream seperti jajaran pantai di Kuta dan Jimbaran, wisata alam di Ubud, dan water sport. Namun, terdapat satu daerah di Bali Timur yaitu Tulamben yang merupakan hiddem gem bagi para pecinta diving. Anda bisa menikmati pemandangan laut sejernih Kristal di Pantai Amed, Tulamben. Tentu saja pantainya yang bersih membuat Anda bisa melihat berbagai makhluk laut secara jelas.
Surga Dunia di Kepulauan Derawan, Kalimantan

Destinasi kedua masih berkisar seputar pulau dan keindahan lautnya. Kepulauan Derawan yang berada di Kalimantan menawarkan pengalaman romantis di pulau tropis dengan birunya laut dan hembusan angin lembut di sepanjang pantainya. Anda bisa berlibur bersama pasangan, keluarga, atau teman dengan menyewa villa atau cottage.
Baca juga: Cek Kesehatan Mobilmu Dulu Sebelum Liburan Naik Mobil
Pengalaman Eksotik Ke Gua Gong atau Wisata Bukti Pelalangan

Titik destinasi satu ini menawarkan atraksi yang berbeda dari biasanya. Anda bisa berpetualang seperti di film dan menyaksikan keindahan Gua Gong di Pacitan, Jawa Timur yang terbentuk dari stalaktit dan stalakmit. Gua Gong sendiri digadang sebagai gua terindah se-Asia Tenggara. Anda bisa mendengarkan gaung suara dari tetesan air yang jatuh ke gua yang memiliki kedalaman 256 meter ini. Pengalaman visual Anda juga akan dimanjakan dengan permainan lampu di dalam Gua Gong.
Danau Labuan Cermin, Sebening dan Sejernih Kaca

Apakah Anda pernah menyusuri danau yang begitu jernih dan bening sampai rasanya Anda mengayuh perahu di atas kaca transparan? Jika belum, maka Anda dijamin akan terpukau melihat hidden gem Danau Labuan Cermin di Kalimantan Timur. Seperti namanya, Anda seakan-akan mengapung di atas sebuah cermin. Anda bisa melihat dasar dari danau ini. Bahkan Anda bisa melihat pantulan diri Anda di angle tertentu dan saat cahaya memantul ke danau di waktu yang tepat.
Danau 3 Warna di Gunung Kelimutu, NTT

Gunung Kelimutu merupakan “rumah” bagi tiga danau ceruk vulkanik yang memiliki warna danau berbeda-beda, mulai dari biru terang hingga kecoklatan. Bagi para pecinta hiking, mungkin spot pendakian ini sudah tidak asing lagi. Bayangkan indahnya menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari ketinggian ditemani indahnya danau vulkanik. Gunung Kelimutu juga bisa menjadi titik pendakian yang tepat bagi pendaki pemula. Apakah Anda tertantang untuk menaklukan gunung yang satu ini? Kesempatan ini bisa menjadi pengalaman menarik, lho!
Selamat berlibur dan menikmati indahnya alam Indonesia!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Ini Pentingnya Punya Asuransi Perjalanan Saat Liburan
Jakarta, 24 Juni 2020 - MyProtection News
Investasi apa sih yang bagus? Cara investasi saham gimana sih? Kalau emas katanya bagus, ya? Ketika membahas seputar investasi untuk pemula, maka pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan kita dengar.
Pemula tentu bisa diartikan dalam dua hal. Bisa saja, pemula merupakan orang awam yang belum pernah berinvestasi namun sudah tertarik untuk mencobanya. Atau, bisa juga berarti seorang yang sudah berinvestasi tapi belum memahami seluk-beluk produk investasi dengan mantap.
Terlepas dari dua pemahaman itu, bisa jadi sebutan “pemula” cocok dialamatkan kepada mereka yang salah pilih produk investasi karena pemahaman yang minim. Sebelum kita membahas instrumen investasi apa yang pas buat pemula, maka ada baiknya kita bahas dulu yuk seperti apa tips investasi untuk pemula agar Anda bisa memahami investasi secara menyeluruh.
Investasi tidak sama dengan menabung
Investasi adalah kegiatan menempatkan dana di satu atau lebih aset selama periode tertentu dengan harapan mendapat penghasilan lebih. Sementara itu, menabung adalah kegiatan menyimpan uang di bank agar uang itu bisa digunakan keperluan sehari-hari atau yang sifatnya mendadak.
Dari definisi di atas terlihat jelas bahwa investasi memiliki definisi yang berbeda dengan menabung. Seorang yang ingin “mendapat penghasilan lebih” dari investasi, tentu memiliki tujuan yang berbeda dalam menggunakan uangnya di masa depan.
Berdasarkan tujuannya, investasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Mari ketahui lebih lanjut seputar tujuan investasi di poin selanjutnya.
Kenali tujuan investasi dengan baik
Jadi, seandainya ada yang bertanya bahwa investasi apa yang bagus dan menguntungkan? Jawabannya adalah tergantung dari tujuan investasinya.
Tujuan investasi secara garis besar adalah untuk mengalahkan inflasi. Kita semua tahu bahwa seiring dengan berjalannya waktu, akan ada kenaikan harga atau biaya atas layanan yang sering kita gunakan sehari-hari.
Jika kita menyimpan uang di tabungan, tentu saja kita gak akan pernah bisa mengalahkan inflasi. Lantaran bunga simpanan bank cuma 1 persen setahun, sedangkan inflasi per tahun di Indonesia bisa lebih dari 4 persen untuk barang tertentu.
Untuk lebih jelasnya, mari kita kenali investasi berdasarkan dengan tujuannya.
Apa saja tujuan jangka pendek kita? Mau bayar dp rumah atau beli mobil? Menambah jumlah aset lancar, atau mungkin mau mempersiapkan biaya pernikahan?
Jika memang tujuan-tujuan ini ingin Anda capai dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, maka keuntungan investasi itu sudah harus bisa didapat dalam jangka waktu tersebut. Maka pilihlah investasi yang fluktuasinya rendah dan cenderung stabil dalam imbal hasil.
Karena jika fluktuasinya tinggi, maka tidak ada jaminan investasimu sudah untung. Bisa jadi malah sebaliknya.
Selain memiliki fluktuasi rendah, ada baiknya juga memilih instrumen yang likuid atau mudah dikonversikan dalam bentuk uang dengan cepat. Contohnya adalah reksadana pasar uang, obligasi pemerintah, dan deposito.
Beberapa di antara Anda mungkin punya tujuan mengumpulkan biaya sekolah anak dalam tiga atau lima tahun ke depan, lanjut sekolah S2, atau mungkin memberangkatkan orangtua pergi ke tanah suci.
Maka, untuk memenuhi tujuan itu, pilihan investasinya memang sedikit lebih fleksibel ketimbang jangka pendek. Artinya, bisa saja Anda memilih investasi dengan tingkat fluktuasi moderat dan imbal hasil yang sedikit lebih tinggi ketimbang investasi jangka pendek. Namun tetap saja, instrumen ini juga harus bersifat likuid atau cepat cair.
Pilihan investasi untuk tujuan jangka menengah bisa saja berupa reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, P2P lending atau Dollar Amerika Serikat bagi mereka yang punya ambisi lanjut sekolah atau menyekolahkan anak di luar negeri.
Nah untuk yang satu ini, pilihan investasinya sangat fleksibel dalam hal fluktuasi nilai dan likuiditas. Hal itu disebabkan karena hasil investasi ini baru akan Anda nikmati 6 tahun, 10 tahun, atau bahkan 20 tahun ke depan.
Bisa dibilang, seluruh instrumen investasi jangka pendek atau menengah bisa dipilih untuk jangka panjang. Namun selain itu, ada tiga instrumen penting yang dinilai pas untuk jangka panjang yaitu, saham, reksa dana saham, ETF, properti, dan emas.
Jangan takut untuk memilih saham sebagai pilihan investasi jangka panjang. Saham memang sangat fluktuatif dalam jangka pendek, namun keuntungannya bisa saja mencapai 1.000 persen dalam setahun. Bila Anda masih bingung memilih saham yang bagus, maka pilihlah reksa dana saham atau Exchange Traded Fund (ETF).
Selain saham, properti juga bisa menjadi salah satu instrumen investasi jangka panjang karena nilainya terus naik meski aset ini tidak mudah dijual dalam jangka waktu cepat.
Ada pula emas yang juga mengalami fluktuasi harga secara harian, namun nilainya pasti naik seiring dengan berjalannya waktu meski tidak secepat saham.
Cocokkan instrumen investasi dengan psikologi kita
Lantas, instrumen investasi mana yang cocok untuk Anda? Satu orang dengan lainnya tentu berbeda. Kecocokan seseorang dengan instrumen investasi tertentu itu erat kaitannya dengan risiko atau fluktuasi nilai.
Tidak semua orang cukup kuat mental untuk melihat nilai investasi mereka minus atau berkurang karena volatilitas pasar.
Kuat atau tidaknya, tentu bergantung pada kondisi psikis investor itu sendiri. Oleh karena itu, muncul beberapa klasifikasi investor berdasarkan dari profil risikonya.
Investor ini memiliki toleransi rendah terhadap investasi. Pilihan instrumen investasi yang mereka pilih umumnya adalah yang memiliki volatilitas rendah atau bisa juga mereka mencari investasi yang sama sekali tak berisiko, dan tentunya likuid.
Meski pilihan investasi para investor konservatif adalah instrumen dengan imbal hasil kecil, bukan berarti peluang mereka untuk kaya jadi minim. Investor konservatif cenderung berhati-hati dalam memilih produk, dan pilihannya pun akan sangat berguna bagi investasi jangka panjang.
Beberapa pilihan instrumen investasi bagi investor konservatif antara lain adalah, deposito, reksa dana pasar uang, dan emas.
Investor tipe moderat siap menerima produk investasi yang fluktuasinya sedikit lebih tinggi ketimbang konservatif. Hanya saja, mereka masih belum tertarik untuk berinvestasi di instrumen tinggi risiko.
Pilihan investasi yang umumnya mereka pilih adalah reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan P2P lending.
Investor ini bisa dikatakan sangat agresif untuk menjadi orang yang kaya raya dan memiliki mental kuat untuk kehilangan uang sebagai bentuk risiko investasi yang dia lakukan.
Investor agresif tentu senang dengan instrumen saham, reksa dana saham, ETF, atau bahkan berani berinvestasi dengan membeli mata uang asing. Mereka juga cukup berani untuk membeli aset yang tidak likuid atau susah dijual.
Sisihkan uang 10% hingga 30% per bulan untuk investasi
Investor pemula tentu harus tahu bahwa modal investasi tidaklah besar. Banyak sekali cara untuk berinvestasi secara rutin per bulan, demi tercapainya tujuan-tujuan kita di masa depan.
Mulailah untuk menyisihkan uang sebesar 10 hingga 30 persen dari penghasilan per bulan untuk investasi. Namun jangan lupa, sebelum memilih instrumen investasinya, ketahui dulu tujuan investasinya untuk apa dan tentunya pahami pula psikologis pribadi, apakah Anda adalah investor tipe konservatif, moderat, atau agresif?
Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan soal investasi untuk pemula. Sudah siap berinvestasi? Yuk, mulai sekarang juga!
Salam,
Sahabat MyProtection
--
Sumber Artikel
Lifepal.co.id adalah rekan marketplace asuransi digital Lippo Insurance. Lifepal membantu pelanggan mencari asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Tim Lifepal menganalisa polis dan membantu merekomendasikan kepada individu dan keluarga di Indonesia.
A properly functioning car AC can provide comfort to the driver while driving, making the air cooler and improving air circulation.
To perform its function, a car's AC consists of various components that work together and support each other.

pexels
To perform its job properly, the car's AC system consists of various components that work together for optimal results.
But do you know the functions of each car's AC component and what parts make up the system? Let’s take a closer look!
The first component in a car AC system is the compressor, which pumps freon gas so it can circulate to other AC parts.
In addition, the compressor compresses the refrigerant, changing it from a gas into liquid form.
The AC compressor is divided into two sections that both work to pump refrigerant toward the condenser. The first one is the suction line (low pressure), connecting the refrigerant from the evaporator, and the discharge line (high pressure), connecting the refrigerant to the condenser.
The next car's AC component is the condenser, which helps regulate the AC temperature inside the car.
The condenser works by releasing heat from the freon, which is then cooled down with the help of the cooling fan.
The next and most familiar component in car AC is freon, a chemical refrigerant that absorbs heat from the cabin air and releases it outside.
Because of this function, if your car's AC no longer blows cold air, one of the possible causes is low or empty freon.
The receiver dryer filters dirt and moisture from the AC system. It is located between the condenser and the expansion valve.
This component helps protect the AC system from issues such as clogged expansion valves or compressor corrosion, which can reduce the overall performance of the AC.
The expansion valve changes liquid freon into gas through a spraying process.
This process makes the refrigerant colder before it flows into the evaporator to absorb heat and produce cool air inside the car cabin.
The evaporator plays a vital role in cooling. Its main job is to absorb heat inside the cabin and convert it into cool air.
Sometimes referred to as the AC filter, the refrigerant in the evaporator is cooled first before it flows into the cabin to provide cold air.
The cooling fan helps lower the condenser’s temperature by blowing air over it. This process cools the freon more effectively, making the AC system more efficient.
Without the cooling fan, the freon would not cool properly, the AC system would be less effective, and its performance could drop significantly.
The magnetic clutch in a car's AC is an electrical component that stops the freon pressure when it gets too high.
Even though the engine pulley keeps spinning, the magnetic clutch controls when the compressor turns on and off.
When the compressor is active, freon pressure rises, especially when the engine is revved.
The magnetic clutch uses magnetic force to connect or disconnect the compressor pulley and shaft, protecting the AC system from damage.
In addition to the car AC components above, there are some other important components as well, including the thermistor, high-pressure hose, low-pressure hose, blower, pressure switch, relay, and cabin filter.
*PT Lippo General Insurance Tbk is licensed and supervised by Financial Services Authority (OJK)