Middle-distance running is one of the track and field events, covering distances between 800 and 3,000 meters. It requires a balance of speed and endurance to perform well.
Unlike sprinting or long-distance running, middle-distance running involves different techniques and starting positions.
This track and field event has been around since the 18th century and is regularly contested in various competitions, from local to international events, including those held in Indonesia.
To help you better understand the rules, techniques, and how it differs from other running events, here's everything you need to know about middle-distance running. Read on to learn more!
Jakarta, 24 Februari 2020 - MyProtection News
Anda punya rencana untuk jalan-jalan ke Semarang? Kota satu ini mempunyai banyak daya tarik. Mulai dari pilihan titik wisata yang unik hingga warisan kuliner legendaris!
Jika Anda berkunjung ke Kota Lama, Semarang Anda bisa melihat jejeran gedung-gedung tua nan kokoh peninggalan dari zaman Belanda. Bukan hanya gedung berusia ratusan tahun, lho, yang masih bisa Anda temui. Jajaran kuliner legendaris pun bisa Anda nikmati di Semarang. Ini daftarnya!
Nasi Koyor Kota Lama
Pernah mendengar menu satu ini? Nasi Koyor merupakan hidangan yang bisa Anda temui di sekitar lokasi Kota Lama. Nasi Koyor sendiri berisi nasi, koyor (urat sapi), oseng kacang panjang, dan sambal. Menu legendaris ini sudah ada sejak 1955, lho! Pemiliknya meracik menu koyor dengan resep turun temurun yang diwariskan sejak dulu. Harganya pun murah, hanya sekitar Rp 25.000 sepiring saja dan Anda dipastikan kenyang.

(Sumber: https://ramahtraveler.com/kuliner-semarang/)
Loenpia Mbak Lien
Kota Semarang cukup identic dengan lumpianya yang unik. Makanan yang menjadi oleh-oleh favorit khas Semarang ini berisi rebung, daging ayam, dan telur. Anda bisa mencoba Loenpia Mbak Lien yang telah berdiri sejak 1980. Toko lumpia ini pun terkenal di kalangan penduduk lokal maupun wisatawan. Anda tertarik mencobanya?

(Sumber: Instagram @bukanrastaman)
Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar
Pecinta daging kambing tak perlu khawatir saat berkunjung ke Semarang. Pasalnya Anda bisa menikmati Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar yang berada di dekat Gereja Blenduk. Perpaduan bumbu dan rempah dari Jawa dan Arab menyatu untuk memanjakan lidah Anda. Ditambah dengan kuah gulai yang gurih dari santan membuat Gulai Kambing Bustama menjadi spot kulineran yang diincar turis ataupun penduduk sekitar. Kuliner yang satu ini juga sudah berusia sepuh, karena telah ada sejak 1969. Yuk, cobain!

(Sumber: https://www.goodindonesianfood.com/story/semarang-sate-gule-kambing-29/)
Sate dan Gule Kambing 29
Jika gulai kambing belum cukup untuk memuaskan rasa ngidam Anda, maka kedai makan Sate & Gule Kambing 29 yang berdiri dari 1945-an patut dicoba. Anda bisa menemukan berbagai olahan daging kambing seperti sate buntel dan gulai. Bumbu sate meresepan hingga ke dalam daging menjadikan makanan satu ini “buruan wajib” bagi para pecinta kuliner. Wah, rasanya ingin langsung ke Semarang dan mencoba hidangan satu ini.

(Sumber: TokoOen.com)
Toko Oen
Toko yang menjaga kekentalan arsitektur Belanda ini sudah dikenal masyarakat sejak 1936. Anda bisa menikmati pengalaman makan sambil kembali ke tempo dulu yang membangkitkan rasa nostalgia.
Ketika Anda masuk ke Toko Oen, Anda bisa melihat potret Kota Semarang di zaman dahulu yang terpajang di dinding. Untuk semakin meresapi nuansa tempo dulu yang otentik, Anda bisa merasakan berbagai hidangan yang terkenal di jamannya seperti lumpia, bistik daging, es krim, dan banyak lagi.
Toko Oen juga memadukan cita rasa Eropa, Jawa, dan Tiongkok ke dalam seluruh hhidangannya. Menarik untuk dicoba, bukan?
Salam,
Sahabat MyProtection
Jakarta, 15 Januari 2020 - MyProtection News
Kesibukan saat bekerja di kantor mungkin menyita sebagian besar tenagamu. Jam pulang merupakan waktu beristirahat dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Memangnya, masih sempat untuk berbisnis dan menjadi entrepreneur?
Jawabannya adalah bisa. Dengan catatan Anda harus bisa mengatur waktu dan memilih jenis usaha yang tepat. Coba simak ulasan satu ini sebelum Anda mengambil keputusan!
Coba ingat-ingat kembali, dalam sehari berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk bekerja dan untuk beristirahat? Jika Anda bekerja dari pagi hingga larut malam di kantor, atau bahkan harus masuk saat weekend, maka Anda harus mempertimbangkan matang-matang pilihan untuk membuka bisnis. Jangan sampai Anda menyerah setelah satu atau dua bulan berbisnis karena tidak memiliki waktu. Beristirahat juga penting, lho setelah bekerja seharian.
Nah, kalau Anda punya waktu luang yang cukup banyak setelah bekerja, Anda bisa memanfaatkannya untuk mulai merintis bisnis. Namun, kembali lagi pada pribadi masing-masing. Jika ada kemauan, maka pasti ada jalan. Walaupun sibuk, selama Anda memiliki kemauan kuat untuk berbisnis, pasti bisa!
Ada banyak ide bisnis yang bisa Anda lakukan. Dalam tahapan ini, Anda bisa memilih bisnis yang sesuai dengan kemampuan atau ketertarikan. Misalnya, Anda suka membuat kue kering atau cookies, maka Anda bisa mencoba bisnis kuliner kecil-kecilan di lingkungan kantor. Atau Anda tertarik dengan fashion? Bisnis fashion online shop ini juga banyak digeluti orang. Salah satu ide bisnis sederhana lainnya adalah menjual barang-barang bekas atau preloved. Anda hanya perlu memilah barang yang tidak terpakai namun dalam kondisi baik untuk dijual kembali. Mudah, bukan?
Baca juga: Money Management Tips, Penting untuk Pemula
Faktor penting lainnya dalam memulai bisnis adalah modal. Tergantung dari jenis bisnis yang Anda pilih, modal usaha yang dibutuh bisa jadi cukup besar. Ada baiknya Anda mulai menabung untuk mempersiapkan modal bisnis. Jika dana yang dibutuhkan cukup besar, saat ini banyak bank yang menawarkan pinjaman dengan bunga rendah.
Tapi, memulai bisnis tidak harus selalu bermodal besar, kok. Mulai dengan bisnis sederhana dan kecil untuk melihat potensi pasar. Siapa tahu, bisnis dengan modal 0 rupiahmu bisa berkembang pesat!
Jika terasa berat sendirian, maka Anda bisa mengajak keluarga atau orang yang bisa dipercayai untuk memulai bisnis bersama. Selain sumber ide dan modal yang didapatkan akan lebih banyak, beban pekerjaan juga bisa berkurang. Pastikan rekan bisnis atau bawahan Anda ini bisa “melengkapi” kekurangan Anda. Apalagi, saat bekerja dengan orang lain, komunikasi dan kerja sama sangat dibutuhkan. Jangan sampai tim bisnis ada banyak, tetapi orang yang benar-benar bisa bekerja hanya sedikit.
Mencari uang dengan berbisnis memang sah-sah saja. Namun, ada juga harus memperhatikan kesehatan tubuh. Uang banyak tidak akan bisa membeli kesehatan fisik ataupun mental. Maka setelah sibuk bekerja di kantor dan mengurus bisnis, selalu luangkan waktu untuk bersantai. Tidur yang cukup bisa membantu Anda tetap enerjik dan berpikiran tajam untuk menangkap peluang bisnis yang ada.
Saat menjalankan bisnis, pasti ada berbagai masalah yang harus dihadapi. Namun, jangan pantang menyerah dan belajar dari pengalaman. Jadikan pengalaman berbisnis ini sebagai bekal untuk Anda menjalankan bisnis lain atau yang lebih besar lagi. Jangan sungkan untuk bertanya pada keluarga atau teman sesame pebisnis untuk mengatur usaha Anda.
Selamat menjalani bisnis yang baru!
Salam,
Sahabat MyProtection
Baca juga: Tidak Semangat Kerja? Mungkin Anda Mengalami Burnout
Jakarta, 17 Januari 2020 - MyProtection News
Dulu penyakit diabetes dan kolestrol dikaitkan dengan penyakit orang tua. Kini berdasarkan data, penderita diabetes tipe 2 di kalangan muda semakin bertambah. Obesitas dan gaya hidup tak sehat berkontribusi dalam peningkatan jumlah penderita penyakit ini.
Menurut WHO penderita diabetes tipe 2 terus bertambah setiap tahunnya. Pada 1980, sebanyak 108 juta penduduk dunia berusia di atas 18 tahun mengidap diabetes. Namun, pada 2014 lalu, penderita diabetes meningkat menjadi 422 juta orang.
Diabetes sendiri merupakan penyakit yang cukup mengerikan bila tidak ditangani dengan baik. Pasalnya, berdasarkan paparan World Health Organization, diabetes dapat menggangu kinerja jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, syaraf dan meningkatkan resiko kematian muda.
Lalu, mengapa diabetes bisa muncul di usia muda? Dilansir dalam CNN Indonesia, terdapat 7 faktor penyebab diabetes di kalangan dewasa muda.
Organ tubuh satu ini mempunyai peran penting untuk mengatur sekresi insulin ke aliran darah. Insulin juga berguna untuk memecah gula dalam karbohidrat makanan menjadi energy. Selain itu, insulin juga berperan menyimpan glukosa dalam tubuh sebagai cadangan energy. Bagi individu yang mengalami gangguan fungsi pancreas, biasanya kadar insulin yang diproduksi tidak normal. Sehingga kadar gula darah melonjak akibat tidak bisa dipecah menjadi energy. Akhirnya, hal inilah yang menyebabkan timbulnya diabetes.
Jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat diabetes, maka Anda berpotensi lebih tinggi untuk mengidap penyakit yang sama. Namun, dengan menjaga pola makan dan gaya hidup, Anda bisa terhindar dari diabetes.
Baca juga: Kembali ke Usia 25 dengan Olahraga
Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah stau pemicu utama timbulnya obesitas. Jika tubuh memiliki kelebihan lemak, khususnya di lingkar pinggang, disinyalir besaran visceral lemak semakin besar. Menurut WHO, semakin besar longkaran pinggang maka semakin besar potensi seseorang mengidap diabetes.
Kelebihan berat badan dapat mengacaukan kerja hormone pada tubuh dan menurunkan respons tubuh terhadap insulin.
Pola makan yang tidak sehat dan berantakan dapat meningkatkan resiko timbulnya diabetes. Sering mengonsumsi makanan/minuman instan, berlemak, daging yang diproses, serta mengandung gula menjadi penyebab utama obesitas yang akhirnya berujung pada diabetes. Selain makan sehat, Anda pun harus makan teratur. Lebih baik makan dengan porsi kecil tetapi sering.
Konsumsi alcohol berlebih serta merokok bisa mengganggu aktivitas metabolism dalam tubuh. Pada akhirnya, kadar insulin yang dihasilkan pun lebih sedikit. Kebiasaan mengonsumsi alcohol dan rokok merupakan hal yang umum di kalangan anak muda. Namun, selalu ingat bahwa mengonsumsi sesuatu secara berlebihan tidak akan baik.
Berdasarkan data, kurang dari setengah penduduk usia dewasa melakukan akvitias fisik selama 150 menit per minggu. Selebihnya, masih banyak orang yang malas berolahraga. Padahal obesitas dan rasa “mager” merupakan penyebab utama dari diabetes. Anda bisa mencoba untuk hidup lebih sehat & mulai berolahraga dengan melakukan brisk walking. Jangan sampai di usia muda Anda malah tidak bertenaga.
Salam,
sahabat MyProtection
Baca juga: Perlindungan Kesehatan Prima – Premi Mulai dari Rp 6ribuan per Hari