Beranda
/
Artikel
/
Olahraga
/
Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Manfaat, dan Metode Latihannya!

Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Manfaat, dan Metode Latihannya!

13 July 2026 | MyProtection News Jakarta

Lari jarak menengah menjadi salah satu cabang olahraga atletik dengan jarak tempuh antara 800 dan 3000 meter. Untuk melakukannya, dibutuhkan keseimbangan antara kecepatan dan daya tahan tubuh seseorang.

Berbeda dengan lari jarak jauh ataupun pendek, lari jarak menengah menggunakan teknik hingga posisi start yang berbeda.

Cabang olahraga ini juga telah ada sejak abad ke-18 dan rutin dipertandingkan pada berbagai ajang kompetisi lokal hingga internasional, termasuk di Indonesia.

Untuk dapat lebih memahami apa saja peraturan hingga perbedaannya dengan cabang olahraga lain, berikut penjelasan seputar lari jarak menengah yang harus kamu ketahui untuk menambah wawasanmu! Simak selengkapnya!

Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Manfaat, dan Metode Latihannya!

lari jarak menengah

Lari jarak menengah yang merupakan salah satu cabang olahraga atletik dengan jarak tempuh 800 meter, 1.500 meter, dan 3.000 meter.

Berbeda dengan lari jarak pendek ataupun panjang, pada lari jarak menengah kaki harus menapak pada ujung kaki atau tumit dan menolak dengan ujung kaki.

Selain itu, lari jarak menengah juga menggunakan teknik start yang berbeda, yaitu start berdiri, yang umumnya digunakan pada lari maraton.

Aktif berolahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi risiko cedera tetap bisa terjadi. Pastikan memiliki perlindungan kesehatan agar biaya pengobatan tidak menjadi beban.

Kategori Nomor Lari Jarak Menengah

Nomor lari jarak menengah merupakan nomor lari atletik bagi para pelari yang menempuh jarak masing-masing 800 meter, 1500 meter, hingga 3000 meter.

Walaupun jarak larinya tidak sejauh cabang lari jarak jauh, olahraga ini tetap menuntut pesertanya untuk memiliki stamina serta daya tahan tubuh yang prima.

Hal ini dikarenakan para pelari harus dapat mempertahankan kecepatan larinya dalam kurun waktu yang cukup lama. Lari jarak menengah dapat dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan jarak tempuhnya, antara lain:

1. Nomor 800 Meter

Nomor lari atletik 800 meter membutuhkan kombinasi antara kecepatan lari cepat dan daya tahan tubuh. 800 meter juga menjadi jarak menengah terpendek yang umumnya ditandingkan menggunakan lintasan standar 400 meter sebanyak 2 putaran.

Umumnya, pelari harus berlari dengan kecepatan tinggi di awal pertandingan untuk mendapatkan posisi terbaik di bagian depan, yang kemudian harus dibarengi dengan kemampuan untuk mempertahankan kecepatan tersebut hingga mencapai garis finish.

2. Nomor 1500 Meter

Nomor lari atletik 1500 meter merupakan jarak yang paling umum dipertandingkan di cabang olahraga satu ini, yang menantang para pelari untuk berlari dengan kecepatan konstan untuk mencapai garis finish.

Umumnya, nomor lari ini menggunakan lintasan 400 meter yang ditempuh sebanyak 3,5 putaran. Berbeda dengan lari 800 meter, dalam lari 1500 meter dibutuhkan taktik dan pengaturan kecepatan yang matang.

Fokuskan pada sprint kuat khususnya di 100 hingga 200 meter terakhir untuk dapat memenangkan perlombaan. Teknik ini umumnya disebut milimetrik.

3. Nomor 3000 Meter

Nomor lari atletik terpanjang, yaitu 3000 meter yang membutuhkan stamina prima, daya tahan serta kecepatan dari pelari untuk mencapai garis finish.

Menempuh lintasan 400 meter sebanyak 7,5 putaran, lari 3.000 meter ini sering kali melibatkan rintangan seperti tembok pembatas hingga kolam air yang menambah tantangan para pelari.

Karena jaraknya yang lebih panjang, lari 3000 meter juga membutuhkan daya tahan lebih, kemampuan pelari mengatur pernapasan secara teratur, hingga kecepatan maksimal untuk mencapai garis finish.

Teknik Lari Jarak Menengah

Untuk lebih memahami seputar olahraga lari jarak menengah, berikut penjelasan mengenai teknik apa saja yang ada di dalam cabang olahraga satu ini, sebagai berikut:

1. Teknik Awalan Start

  • Ketika aba-aba “bersedia” diberikan, para pelari harus menempati posisi yang telah ditentukan tepat di belakang garis start.

  • Ketika aba-aba “siap” diberikan, pelari harus menempatkan kaki kiri di depan dengan sedikit menekuknya. Selanjutnya, kaki kiri kemudian ditempatkan di belakang dengan posisi lurus.

  • Mencondongkan tubuh ke depan sedikit dengan beban tubuh yang bertumpu pada kaki sebelah kiri.

  • Membiarkan tangan bergantung secara rileks dengan siku sedikit menekuk di dekat beban tubuh bertumpu.

  • Bagian kepala diarahkan menghadap ke depan dengan posisi leher dalam keadaan rileks serta pandangan lurus ke depan.

2. Teknik Awalan Lari

  • Setelah siap dengan posisi awal, langkah selanjutnya adalah menunggu aba-aba selanjutnya yang umumnya ditandai dengan kata “ya” ataupun suara pistol.

  • Ketika aba-aba sudah dibunyikan, para pelari sudah diperbolehkan untuk mulai berlari.

  • Untuk memulai berlari, langkahkan kaki kanan bersamaan dengan ayunan tangan kiri ke depan serta tangan kanan ke belakang.

  • Untuk menjadikan awalan start lari yang maksimal, kaki sebelah kiri dimanfaatkan untuk memberikan tenaga tambahan dengan tolakan.31. Teknik Awalan Start

3. Teknik Saat Berlari

  • Saat berlari, condongkan bagian badan sedikit ke depan kurang lebih sekitar 10 derajat.

  • Mengayunkan tangan secara natural dan rileks setinggi pinggang yang dilakukan secara bergantian dan disesuaikan dengan ritme gerakan kaki.

  • Memperlebar langkah kaki berdasarkan jangkauan tungkai yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan kecepatan saat berlari. Pastikan sudut lengan berada di antara 100 hingga 110 derajat.

  • Hindari mengangkat bagian paha kaki terlalu tinggi dan perhatikan agar bagian lutut tidak melebihi bagian pinggang.

  • Untuk menghindari cepat lelah, pastikan frekuensi langkah kaki juga tidak terlalu cepat.

  • Perhatikan kecepatan agar stamina dapat tetap terjaga.

4. Teknik Saat Melewati Tikungan

  • Ketika melewati tikungan, pastikan kamu menjaga kecepatan berlarimu.

  • Mengatur posisi tubuh dekat dengan garis lintasan di sebelah kiri. Kemudian, mengarahkan bahu serta memiringkan kepala ke kiri.

  • Mengusahakan lengan kanan memiliki ayunan yang lebih lebar dibandingkan dengan lengan kiri. Hal ini dapat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ketika melewati tikungan.

5. Teknik Melewati Garis Finish

  • Mempercepat frekuensi kaki serta memperlebar langkah kaki.

  • Ketika memasuki garis finish, pastikan pelari tidak melakukan gerakan melompat.

  • Ketika garis finish sudah terlihat, pusatkanlah perhatian.

  • Jika terdapat pita di garis finish, jangan berusaha meraihnya menggunakan tangan.

  • Jangan berhenti mendadak ketika sudah melewati garis finish.

Manfaat Lari Jarak Menengah

Manfaat Lari Jarak Menengah

Olahraga lari jarak menengah juga menjadi salah satu cabang olahraga atletik yang juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Adanya gabungan antara unsur kecepatan serta daya tahan, lari jarak menengah bukan hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga menjadi pilihan banyak orang sebagai aktivitas fisik yang dapat membantu dalam menjaga kebugaran tubuh.

Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani, salah satunya adalah olahraga atau latihan fisik secara teratur yang dapat membantu meningkatkan daya tahan, kekuatan, hingga kelenturan otot, dan semua itu bisa didapatkan melalui lari jarak menengah.

Untuk lebih memahami apa saja manfaat dari cabang olahraga ini, berikut penjelasannya:

1. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular

Manfaat pertama dari lari jarak menengah adalah meningkatkan kesehatan kardiovaskular, atau lebih tepatnya memperkuat jantung serta meningkatkan efisiensi sistem kardiovaskular.

Kesehatan kardiovaskular pada seseorang juga dapat membantu dalam menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga hipertensi. Meskipun menerapkan gaya hidup sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan, memiliki perlindungan kesehatan juga dapat membantu mengurangi beban biaya pengobatan apabila sewaktu-waktu membutuhkan perawatan medis.

2. Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru

Cabang olahraga ini dapat membantu meningkatkan kapasitas pernapasan paru-paru karena paru-paru bekerja lebih aktif untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh saat berlari. Latihan yang dilakukan secara rutin melatih paru-paru untuk menampung udara lebih banyak dan mengatur pernapasan dengan lebih efisien.

Selain itu, proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida menjadi lebih optimal, sehingga oksigen dapat diserap dan disalurkan ke otot dengan lebih baik. Hal ini membuat tubuh tidak mudah kehabisan napas, meningkatkan daya tahan, serta mendukung performa dan kebugaran secara keseluruhan.

3. Membantu Menjaga Berat Badan

Manfaat selanjutnya adalah membantu menjaga berat badan tubuh, olahraga ini mampu membantu dalam membakar kalori dalam jumlah besar yang dapat memberikan manfaat menurunkan berat badan seseorang, serta mengontrol komposisi lemak tubuh.

4. Memperkuat Otot

Melibatkan otot kaki dan inti tubuh, lari jarak menengah dapat membantu meningkatkan kekuatan serta daya tahan otot tubuh secara keseluruhan. Saat berlari, otot paha, betis, dan pinggul bekerja secara terus-menerus untuk menopang berat badan dan mendorong tubuh ke depan.

Selain itu, otot inti seperti perut dan punggung bawah berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh selama berlari.

Aktivitas yang dilakukan secara berulang ini membuat otot menjadi lebih kuat, lebih tahan terhadap kelelahan, serta mampu bekerja lebih efisien, sehingga mendukung peningkatan kebugaran fisik dan performa olahraga secara menyeluruh.

5. Meningkatkan Kepadatan Tulang

Berlari secara rutin juga dapat membantu dalam meningkatkan kepadatan tulang dalam tubuh, sehingga mampu mencegah atau mengurangi risiko osteoporosis di masa depan.

6. Meningkatkan Kesehatan Mental

Rutin berlari juga dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesehatan mental seseorang.

Hal ini dikarenakan berlari dapat membantu melepaskan hormon bahagia atau endorfin yang dapat membantu tubuh mengurangi stres dan kecemasan, memperbaiki suasana hati, hingga meningkatkan kualitas tidur.

7. Meningkatkan Kualitas Tidur

Berlari bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur seseorang serta membantu dalam mengatur pola tidur yang baik.

Hal ini dikarenakan berlari dapat memengaruhi ritme sirkadian, mengurangi stres, membuat tubuh lelah secara lebih sehat, yang membuat kualitas tidur lebih baik.

Selain itu, seperti yang dibahas pada poin sebelumnya, olahraga kardio juga dapat membantu memicu pelepasan hormon relaksasi seperti serotonin yang dapat membantu tubuh mempersiapkan diri untuk istirahat.

8. Meningkatkan Metabolisme

Cabang olahraga satu ini juga dapat membantu dalam meningkatkan metabolisme tubuh serta pembakaran kalori yang lebih efektif bahkan setelah selesai berolahraga.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, lari harus dilakukan secara teratur. Misalnya, 2-3 kali seminggu selama 30 menit yang kemudian bisa ditingkatkan atau disesuaikan intensitasnya. Hal yang penting diperhatikan adalah melakukan pemanasan dan pendinginan dan menjaga hidrasi tubuh.

9. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Lari jarak menengah juga dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh yang dapat membuat tubuh lebih tahan dari berbagai penyakit.

Hal ini dikarenakan dengan berlari secara rutin dapat mempercepat sirkulasi sel-sel imun ke seluruh tubuh, membantu deteksi dan perlawanan terhadap patogen, hingga menurunkan hormon stres yang melemahkan imun.

10. Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Jika dilakukan secara rutin, lari juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan produktivitas seseorang melalui peningkatan aliran darah ke otak, membantu merangsang pelepasan hormon peningkat suasana hati, mengurangi stres, serta memberikan energi dan kejernihan mental untuk menjalani hari.

Bukan hanya itu, lari juga dapat meningkatkan kewaspadaan mental seseorang, yang dapat membuat orang tersebut lebih siap menghadapi berbagai tantangan.

Metode Latihan Lari Jarak Menengah

Untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi larik jarak menengah, terdapat hal-hal yang dapat dipersiapkan dan dilakukan oleh atlet lari jarak menengah, antara lain:

  • Menjaga serta meningkatkan kelenturan atau fleksibilitas tubuh melalui senam statis hingga dinamis. Hal ini dapat berpengaruh pada efisiensi gerakan, pencegahan cedera, dukungan terhadap teknik lari yang lebih baik, hingga pemulihan otot yang lebih cepat.

  • Melatih irama dan kestabilan langkah kaki guna menjaga kecepatan tetap stabil, meningkatkan efisiensi energi, membantu mengontrol pernapasan, hingga meningkatkan koordinasi dan fokus.

  • Melatih lari menggunakan rompi pemberat yang mampu meningkatkan kekuatan otot kaki dan inti tubuh, meningkatkan daya tahan serta kapasitas fisik, memperbaiki performa kecepatan, hingga melatih stabilitas dan postur tubuh.

  • Melatih berlari perlahan-lahan diselingi dengan lari cepat atau naik turun bukit dapat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan aerobik dan anaerobik, mengatur tempo, meningkatkan kekuatan otot, hingga meningkatkan kapasitas paru-paru.

  • Melakukan latihan interval training secara rutin dengan jarak 100 hingga 200 meter, yang dapat membantu mempersiapkan tubuh terbiasa dengan kondisi lomba tanpa kehilangan performa.

  • Mempertahankan tempo lari dengan jarak 1000 hingga 2000 meter, untuk membantu menjaga konsistensi kecepatan, mengoptimalkan energi serta membentuk mental nantinya saat pertandingan.

  • Melatih mengelilingi lintasan alam, yang dapat membantu dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular, beradaptasi dengan medan yang tidak rata hingga meningkatkan kekuatan mental serta mengurangi kejenuhan saat berlatih.

  • Latihan lari akselerasi dan deselerasi, hal ini dapat membantu dalam perlombaan ketika membutuhkan perubahan kecepatan, meningkatkan kontrol tempo, hingga meningkatkan respons tubuh dan koordinasi.

  • Latihan beban untuk melatih daya tahan dan kekuatan otot, khususnya kekuatan otot kaki dan inti tubuh, yang bermanfaat untuk menghasilkan dorongan yang efisien dan stabil saat berlari.

Nah, itulah pembahasan seputar lari jarak menengah sebagai salah satu cabang olahraga atletik dan kompetitif yang juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Walaupun begitu, aktivitas fisik tentunya datang dengan risiko, seperti cedera ataupun kecelakaan tak terduga yang mungkin saja terjadi.

Perlindungan Kesehatan Prima hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Apa saja keunggulan dari Perlindungan Kesehatan Prima? Simak berikut ini.

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin atau obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan Tunai Harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 03/04/2020
Berjermur Sambil Karantina Diri, Ini Manfaatnya!

Jakarta, 3 April 2020 - MyProtection News

Bagi penduduk Indonesia, pasti sudah tak asing lagi dengan sinar matahari yang terang hampir sepanjang tahun. Malah, sebisa mungkin kita menghindar dari sinar matahari agar kulit tak kusam.

Namun, akhir-akhir ini nampaknya tren untuk berjemur mulai menjamur di kalangan masyarakat. Hingga saat belum belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa sinar matahari dapat membunuh virus seperti COVID-19. Tapi, ternyata ada banyak manfaat lain saat berjemur, lho!

Berjemur bisa membantu mencukupi asupan vitamin D dalam tubuh. Menurut world Health Organization, fek positif lainnya adalah memperlancar aliran tubuh dan proses detox dalam tubuh. Berjemur juga membantu memperbaiki mood Anda setelah melakukan karantina hampir berminggu-minggu.

Mengutip dari JakartaPost, untuk mendapatkan asupan vitamin D ternyata tidak mudah. Anda hanya bisa mengonsumsi makanan tertentu. Salah satunya seperti beberapa jenis ikan, kuning telur, dan susu. Sayangnya, tak semua orang bisa mengonsumsi makanan tersebut. Ternyata, kita yang tinggal di negera tropis beruntung bisa mendapatkan sinaran matahari cerah sepanjang tahun!

Sebelum berjemur, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan. Terutama ketika ingin berjemur di tengah social distancing.

  1. Berjemurlah pukul 09.00 – 10.00 pagi

Waktu terbaik untuk berjemur adalah pukul 9 hingga 10 pagi. Hindari berjemur setelah pukul 10 pagi hingga 3 sore karena pada waktu tersebut matahari menghasilkan banyak sinar UV yang bisa merusak kulit. Anda juga disarankan untuk berjemur maksimal selama 30 menit.

  1. Jangan lupa menggunakan sunscreen atau sunblock

Ketika berjemur, jangan lupa menggunakan krim pelindung matahari agar tubuh menyerap vitamin D, bukan sinar UV yang bisa merusak kulit.

  1. Gunakan topi dan pakaian yang nyaman

Anda bisa mengenakan topi dan pakaian yang nyaman saat berjemur. Pastikan bahan pakaian Anda bisa menyerap keringat sekaligus melindungi tubuh dengan baik.

  1. Hindari keramaian, tetap menjaga jarak

Ketika Anda ingin berjemur di taman umum atau di depan rumah, pastikan Anda tetap menjaga jarak antara satu sama lain untuk menjaga kesehatan diri dan orang lain.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 21/07/2020
Apakah Uang Tunai Bisa Menyebarkan Virus COVID-19?

Jakarta, 21 Juli 2020 - MyProtection News

Dalam masa pandemi COVID-19 ini, masyarakat diminta selalu waspada dan menjaga kebersihan, terutama membangun kebiasaan mencuci tangan dengan air dan sabun untuk mengurangi penyebaran virus.

Pemerintah serta World Health Organization juga menyarankan masyarakat secara rutin menyemprotkan disinfektan ke permukaan dan barang yang sering disentuh. Karena mungkin virus menempel pada benda ketika seseorang bersin dan batuk atau menyentuh barang dengan tangan yang terkontaminasi.

Lalu, bagaimanan dengan uang kertas dan koin? Apakah uang dapat menjadi sarana penyebaran virus?

Berdasarkan penelitian, virus SARS-CoV-19 penyebab dari COVID-19 mempunyai jangka waktu hidup yang berbeda pada tiap permukaan. Virus COVID-19 bisa hidup selama 3 hari pada permukaan plastik, 1 hari pada permukaan kertas/kardus, dan tidak lebih dari 4 jam pada permukaan besi.

Virus mungkin saja menempel pada uang ketika seseorang bersin dan batuk atau menyentuh uang dengan tangan yang terkontaminasi. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penularan virus COVID-19 bisa terjadi melalui uang. Meskipun begitu, masyarakat tetap disarankan untuk waspada.

Cuci tangan segera setelah Anda menyentuh uang. Jika Anda tidak bisa mengakses air dan sabun, maka gunakan hand sanitizer. Hindari menyentuh mata, mulut, hidung, serta masker setelah menyentuh uang. Anda juga bisa menggunakan metode pembayaran cashless menggunakan e-wallet atau kartu debit. Setelahnya, kartu dan ponsel Anda bisa dibersihkan dengan cairan disinfektan.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel
Otomotif
5 mins read 14/04/2026
7 Fungsi Transmisi Mobil Matic dan Arti Huruf pada Tuasnya!

Berbeda dengan mobil manual yang harus memindahkan gigi secara manual oleh pengemudi, transmisi mobil matic terjadi secara otomatis berdasarkan kecepatan berkendara serta tekanan pada pedal gas.

Walaupun lebih sederhana, memahami posisi huruf atau angka yang ada pada tuas transmisi jugalah penting. Oleh sebab itu, melalui artikel ini kita akan membahasnya satu per satu dan cara penggunaannya yang tepat!

7 Fungsi Transmisi Mobil Matic dan Arti Huruf pada Tuasnya!

transmisi mobil matic

1. P atau Parking

Pertama, P atau Parking pada persneling mobil matic yang berarti parkir di mana ketika tuas berada di posisi ini, maka sistem transmisi akan terkunci yang membuat kendaraan tidak dapat bergerak.

Mode ini digunakan ketika kendaraan berada di posisi berhenti total, khususnya ketika parkir untuk menghindari mobil bergerak tanpa sengaja ketika berada di tempat yang tidak datar sepenuhnya.

2. R atau Reverse

R atau Reverse yang berarti mundur, di mana ketika tuas persneling mobil matic ada pada posisi ini, maka mobil akan bergerak ke belakang.

Ketika ingin menggunakan posisi R, pastikan kendaraan telah benar-benar berhenti sebelum menggantinya ke posisi mundur. Hal ini dilakukan guna menghindari kerusakan pada transmisi mobil matic.

3. N atau Neutral

Posisi tuas persneling selanjutnya adalah neutral atau netral, di mana mesin mobil akan tetap menyala, namun tidak mengalirkan tenaga ke roda.

Walaupun begitu, mobil yang ada di posisi N masih dapat didorong ke depan maupun ke belakang.

Umumnya, posisi N dapat digunakan ketika berhenti sebentar, seperti menunggu lampu merah ataupun kemacetan. Posisi ini juga biasanya dimanfaatkan pengemudi ketika parkir secara paralel agar tetap dapat dipindahkan jika dibutuhkan.

4. D atau Drive

D atau Drive merupakan tuas persneling yang berfungsi untuk membuat kendaraan melaju ke depan. Ketika berada di posisi ini, transmisi mobil matic akan bekerja secara otomatis untuk mengatur perpindahan gigi.

Hal ini berarti gigi mobil akan berubah dari tingkat rendah ke tingkat tinggi atau sebaliknya berdasarkan kebutuhan akselerasi dan kecepatan.

Ketika berkendara, posisi pedal ini yang paling umum digunakan. Hal ini dikarenakan pengemudi hanya perlu mengatur pedal gas dan rem jika berkendara pada kondisi normal tanpa perlu mengganti gigi.

5. 2/S atau Second

Selanjutnya, posisi 2 atau S menunjukkan batasan perpindahan gigi hingga tingkat kedua. Ketika berada di posisi ini, kendaraan dapat melewati tanjakan ringan maupun jalan menurun yang tidak terlalu curam dengan mudah.

Pada posisi di mana mobil dibatasi hanya sampai gigi dua, kendaraan mampu menghasilkan tenaga yang cukup kuat namun tetap stabil.

6. 1/L atau Low

Posisi 1 atau L, yang berarti Low, umumnya digunakan ketika melintasi medan yang lebih berat, seperti tanjakan hingga turunan yang curam.

Pada posisi ini, transmisi akan dikunci pada gigi mobil matic pertama yang membuat mobil memperoleh torsi maksimal guna menanjak maupun memperlambat laju ketika turunan agar lebih aman.

7. Shift Lock

Terakhir, shift lock merupakan fitur tambahan yang dapat memungkinkan pengendara untuk memindahkan tuas transmisi dari P ke N walaupun mesin dalam keadaan mati.

Fitur ini sangatlah bermanfaat, khususnya ketika mobil kamu parkir secara paralel sehingga memungkinkan untuk digeser jika diperlukan.

Adanya shift lock yang membuat roda tidak terkunci memudahkan jika ada keperluan untuk memindahkan mobil tanpa harus menyalakan mesin.

Nah, itulah penjelasan mengenai 7 persneling mobil matic yang penting untuk diketahui, khususnya ketika kamu menggunakan transmisi mobil matic. Semoga bermanfaat!

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel