Penting bagi kualitas hidup seseorang, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang, seperti usia, jenis kelamin, asupan gizi, dan masih banyak lagi.
Untuk membantu sahabat MyProtection lebih memahami topik tersebut, melalui artikel ini kita akan membahas lebih mendalam mengenai apa saja faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Simak selengkapnya!
pexels
Kebugaran jasmani dapat menjadi indikator apakah seseorang dalam keadaan sehat dan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan optimal atau tidak.
Bukan hanya melalui penampilan fisiknya, faktor-faktor lainnya seperti koordinasi tubuh, kelincahan, kekuatan, dan masih banyak lagi juga dapat mendukung dan memengaruhi kebugaran jasmani.
Usia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Hal ini dikarenakan dengan seiring bertambahnya usia, maka fungsi organ maupun daya tahan tubuh seseorang akan cenderung semakin menurun.
Bukan hanya itu, semakin bertambahnya usia seseorang juga dapat memengaruhi komposisi dan kelenturan tubuh yang disebabkan oleh menurunnya elastisitas otot yang memegang peran penting pada kedua hal tersebut.
Dalam Jurnal Universitas Negeri Semarang, Heri Siswanto menyatakan bahwa setiap tingkatan umur memiliki tataran tingkat kebugaran jasmani yang berbeda.
Di mana, untuk puncak tenaga dicapai seseorang menjelang akhir umur dua puluh tahun dan puncak daya tahan tubuh dicapai seseorang di umur setengah baya.
Oleh sebab itu, untuk menjaga kebugaran jasmani seseorang, penting juga untuk mengadaptasi program olahraga maupun aktivitas fisik yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan usia tubuh yang berbeda pada tiap individu.
Dengan rajin berolahraga, kecepatan penurunan kebugaran jasmani seseorang dapat diperlambat hingga setengahnya.
Faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang selanjutnya adalah genetik atau keturunan, seperti postur tubuh, sel darah, metabolisme, hingga kapasitas jantung yang berkaitan erat dengan kesehatan tubuh seseorang.
Dalam peran kebugaran jasmani bagi tubuh dibahas juga mengenai pentingnya daya tahan kardiorespirasi atau kardiovaskular dalam kebugaran jasmani yang dapat dilihat melalui indikator VO2 max yang baik.
Melalui penjelasannya, terdapat beberapa faktor fisiologis yang dapat memengaruhi daya tahan cardiorespirasi ini, salah satunya adalah faktor genetik yang menentukan 93,4% VO2 max.
Lebih lanjut, terdapat bukti-bukti kuat yang membuat genetik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani (Utari, 2007). Di mana, genotipe atau susunan genetik lengkap seseorang dan memengaruhi komponen kesegaran jasmani yang berbeda dengan berbagai jalan.
Pengaruh keturunan terhadap lemak tubuh sebesar 25%, kesegaran otot sebesar 20 hingga 40%, serta kesegaran kardiovaskular sebesar 10 hingga 25% yang dibandingkan pada orang-orang yang tidak terlatih.

pexels
Jenis kelamin yang terbagi menjadi dua antara wanita dan pria juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki postur dan proporsi tubuh yang berbeda antara satu sama lain.
Dibandingkan wanita, kekuatan otot pria cenderung lebih besar jika dilihat melalui proporsi tubuhnya yang disebabkan perbedaan signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan ototnya selama masa pubertas.
Salah satu penentu utama yang membedakan tingkat kebugaran jasmani antara laki-laki dan perempuan adalah sekresi hormon testosteron dan estrogen.
Testosteron yang dihasilkan dapat meningkatkan jumlah dan ukuran serat otot serta memperbanyak mitokondria dalam sel sehingga jaringan aktif d dalam sel dapat meningkat dan ATP atau Adenosin Triposfat yang dihasilkan pun lebih banyak.
Banyaknya ATP yang berperan penting sebagai sumber energi utama dalam sel dapat menghasilkan energi yang lebih banyak pula dan dapat meningkatkan tingkat kebugaran jasmani seseorang.
Berbeda dengan perempuan yang memiliki lebih sedikit hormon testosteron yang menyebabkan ATP yang dihasilkan juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan laki-laki yang membuat tingkat kebugaran jasmaninya berbeda.
Konsumsi makanan juga menjadi salah faktor pengaruh kebugaran jasmani yang penting. Untuk menjaga kebugaran tubuh, nutrisi yang cukup dan seimbang sangatlah krusial, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral.
Lubna, Al-Ghifari, dan Kosnayani (2023) menyatakan terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani, di mana dengan pola makan yang baik dapat memengaruhi kemampuan aktivitas fisik seseorang.
Hasil penelitiannya membuktikan bahwa terdapat hubungan antara status gizi seseorang dengan tingkat kebugaran jasmaninya. Di mana, seseorang yang kekurangan gizi akan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih rendah dibandingkan dengan seseorang dengan gizi yang baik.
Seseorang dengan status gizi kurang juga akan memiliki nilai VO2 max yang lebih rendah dan memengaruhi tingkat kebugaran jasmaninya karena tubuhnya tidak mampu menyediakan energi untuk melakukan aktivitas.
Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang sangatlah penting bagi kebugaran jasmani karena mampu menyediakan energi, nutrisi, serta menjaga fungsi organ tubuh lebih optimal.
pexels
Rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga dan meningkatkan kebugaran fisik seseorang, seperti berolahraga secara konsisten.
Melakukan aktivitas fisik mulai dari intensitas sedang hingga tinggi juga dapat membantu dalam membangun massa dan kelenturan otot yang menjadi salah satu indikasi kebugaran jasmani seseorang.
Menurut WHO atau World Health Organization yang termasuk aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang dihasilkan otot rangka dan memerlukan energi yang dapat dilakukan dengan intensitas yang berbeda (Adhianto & Arief, 2021).
Lebih lanjut, WHO juga menyatakan salah satu indikator kebugaran jasmani seseorang yang dapat diamati adalah daya tahan kardiovaskular, yang berarti kemampuan seseorang dalam menahan beban pada sistem kardiovaskular.
Pernyataan tersebut kemudian juga didukung oleh National Institutes on Aging yang menjelaskan bahwa latihan daya tahan kardiovaskular dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran seseorang.
Dengan begitu, daya tahan kardiovaskular juga dapat menjadi tolak ukur dari kebugaran jasmani seseorang.
Beberapa olahraga yang dapat dilakukan bagi sahabat MyProtection yang ingin mengoptimalkan kebugaran jasmaninya adalah lari pagi, angkat beban, senam aerobik, hingga bersepeda.
Mendapatkan tidur atau istirahat yang cukup juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani dan sering kali disepelekan.
Walaupun aktivitas fisik sangatlah krusial untuk kebugaran jasmani, melakukannya sangat menguras energi yang membuat waktu istirahat penting untuk memulihkan tenaga dan kekuatan tubuh.
Setiap harinya, disarankan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan minimal 7 hingga 9 jam sehari untuk menjaga kebugaran tubuh.
Seseorang yang tidak mendapatkan istirahat dengan cukup menurut Jhonson & Tulin dapat mengalami penurunan suasana hati, tenaga melemah, kesiapan mental yang berkurang, hingga mematikan kreativitas.
Ketika durasi tidur terpenuhi, terdapat dampak positif yang dapat diterima oleh kesehatan tubuh. Di mana, segala fungsi vital tubuh akan berkurang, aktivitas pada tingkat metabolisme juga akan diturunkan.
Oleh sebab itu, mendapatkan istirahat yang cukup menjadi krusial bukan hanya bagi aspek fisik seseorang, namun juga aspek psikologisnya.
Kesehatan mental juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Pengaruh psikologis seperti rasa stres, cemas, hingga berbagai masalah kesehatan mental lainnya juga dapat mempengaruhi keseimbangan fisik serta tingkat energi seseorang.
Di mana, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir menemukan adanya keterkaitan erat antara kebugaran jasmani seseorang dengan kondisi mentalnya.
Kebugaran jasmani seseorang yang baik mampu meningkatkan kesehatan mentalnya, begitu pula sebaliknya di mana kesehatan mental yang baik juga dapat mendukung terjadinya peningkatan kebugaran jasmani.
Pengaruh kesehatan mental seseorang terhadap kebugaran jasmaninya dapat dilihat melalui motivasi, disiplin, pemulihan, resiliensi, dan pengambilan keputusan yang tepat.
Dalam jurnal berjudul Hubungan antara Kesehatan Jasmani dan Kesehatan Mental juga dijelaskan bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik dapat terhindar dari gangguan mental karena kegiatannya aktif seperti berolahraga mampu merangsang produksi hormon dalam tubuh, seperti endorfin, serotonin, dan dopamin.
Berbagai hormon tersebut dikenal juga dengan sebutan hormon kebahagiaan yang mampu meningkatkan rasa senang, mengurangi ketegangan emosional, hingga menurunkan kadar kortisol dalam tubuh.
Faktor lingkungan yang meliputi suhu, polusi, kualitas udara dan berbagai aspek lainnya yang juga mampu memengaruhi kebugaran jasmani dan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan.
Adanya kesehatan lingkungan yang merupakan kondisi optimum yang dapat memberikan pengaruh positif bagi status kesehatan seseorang sangat lah penting. Kesehatan lingkungan meliputi kesehatan air dan udara, keamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, hingga pengendalian faktor penyakit.
Sebagai faktor penting kehidupan sosial kemasyarakatan, kesehatan lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi tubuh dan mampu meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.
Prof. Soedjatmo Soemowardoyo juga mengungkapkan bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk menyesuaikan alat-alat tubuhnya dalam batas-batas fisiologi terhadap lingkungan dan kerja fisik yang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan.
Kebugaran jasmani yang baik pada seseorang juga dapat memberikan banyak manfaat, seperti mencegah berbagai penyakit jantung, pembuluh darah, serta paru-paru yang juga mampu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Setelah mengetahui berbagai faktor yang dapat memengaruhinya, berikut ini terdapat beberapa manfaat kebugaran jasmani bagi seseorang, antara lain:
Manfaat pertama dari kebugaran jasmani adalah menjaga dan memperkuat kesehatan tulang. Hal ini dikarenakan, umumnya orang tersebut rutin beraktivitas fisik, seperti olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang yang baik untuk mencegah terjadinya osteoporosis.
Untuk meningkatkan kesehatan tulang sendiri, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berlari, naik turun tangga, hingga angkat beban.
Seseorang dengan kebugaran jasmani yang baik berarti rutin berolahraga atau beraktivitas yang juga dapat membantu dalam menjaga berat badan dan membakar kalori dalam tubuh.
Walaupun begitu, penting juga untuk mengombinasikan olahraga dengan pola makan yang sehat agar tidak kehilangan badan yang berlebihan atau bahkan menimbulkan risiko penyakit lainnya.
Melakukan kegiatan kebugaran jasmani tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap kondisi emosional seseorang.
Saat tubuh bergerak aktif, terjadi peningkatan produksi hormon endorfin, yaitu zat alami yang mampu menimbulkan rasa senang dan menekan stres. Kehadiran hormon ini membuat seseorang merasa lebih rileks, bersemangat, dan berpikir lebih positif.
Akibatnya, suasana hati yang semula buruk, seperti merasa cemas, jenuh, atau sedih dapat berubah menjadi lebih baik setelah berolahraga. Dengan tubuh yang lebih segar dan bugar, pikiran pun ikut terasa ringan sehingga tercipta keseimbangan antara kesehatan jasmani dan mental.
Kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam membantu mengatur kadar gula darah di dalam tubuh.
Saat seseorang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, sel-sel tubuh akan menggunakan sebagian gula darah yang beredar untuk diubah menjadi energi. Proses ini membuat kadar gula darah menurun karena tubuh memanfaatkannya sebagai bahan bakar utama dalam beraktivitas.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika olahraga sering dijadikan salah satu cara alami untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.
Apabila kegiatan olahraga dilakukan secara teratur dan konsisten, tubuh akan lebih mudah mengendalikan kadar gula sehingga tetap stabil.
Kondisi ini bukan hanya bermanfaat bagi orang sehat, tetapi juga sangat penting bagi mereka yang memiliki risiko atau riwayat penyakit diabetes, karena kebugaran jasmani dapat membantu mencegah lonjakan gula darah sekaligus meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
Dengan demikian, olahraga rutin berkontribusi besar terhadap terciptanya kesehatan tubuh yang lebih optimal serta mencegah gangguan metabolisme di masa mendatang.
Melakukan kebugaran jasmani secara rutin dapat menjadi cara efektif untuk menekan tingkat stres maupun depresi yang dialami seseorang. Aktivitas fisik terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur, sehingga tubuh menjadi lebih segar dan tingkat stres berkurang pada keesokan harinya.
Selain itu, olahraga juga berperan dalam menyeimbangkan kadar zat kimia tertentu di dalam tubuh, termasuk serotonin, yang berkaitan dengan suasana hati. Dengan kadar serotonin yang lebih terkendali, gejala depresi dapat berkurang secara signifikan.
Orang yang terbiasa menjaga rutinitas olahraga biasanya memiliki kondisi emosi yang lebih stabil serta kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini membuat mereka lebih terlindungi dari risiko munculnya gangguan psikologis atau penyakit mental lainnya.
Nah, itulah pembahasan seputar berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani yang saling berkaitan antara satu sama lain mulai dari faktor internal hingga eksternal. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan semuanya sangatlah krusial.
Dengan memperhatikan semua faktornya, maka kamu dapat meningkatkan kebugaran jasmani serta menjaga kesehatan secara optimal agar terhindar dari risiko kesehatan. Dapatkan pula perlindungan kesehatan terbaik bagi diri sendiri dan anggota keluarga melalui Perlindungan Kesehatan Prima.
Terdapat beberapa keunggulan produk yang bisa kamu dapatkan dari Perlindungan Kesehatan Prima, seperti:
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
SIM A merupakan Surat Izin Mengemudi yang wajib dimiliki setiap pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, baik mobil penumpang maupun mobil barang yang beratnya tidak lebih dari 3.500 kg.
Masa berlaku SIM A sendiri adalah 5 tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan, yang jika masa berlakunya sudah habis harus segera diperpanjang.
Terdapat biaya perpanjang SIM A yang dikenakan, yang mencakup biaya penerbitan, biaya tes kesehatan, biaya tes psikologi, hingga biaya asuransi. Simak rinciannya!

Sesuai PP Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mengatur biaya penerbitan perpanjang SIM A, biaya yang harus dibayarkan untuk memperpanjang SIM A adalah Rp 80 ribu.
Jika perpanjangan dilakukan di Satpas maupun Mal Pelayanan Publik, biasanya biaya tes kesehatan, psikologi, serta asuransi telah ditetapkan.
Tes kesehatan umumnya dikenakan biaya tarif sebesar Rp 35 ribu. Untuk tes psikologi yang tadinya sebesar Rp 60 ribu mengalami kenaikan tarif menjadi Rp 100 ribu.
Namun, alternatif yang lebih murah adalah melakukan tes psikologi secara online yang dikenakan biaya sebesar Rp 57.500. Dan yang terakhir, biaya asuransi sebesar Rp 50 ribu.
Jika tarifnya sama, maka untuk biaya perpanjang SIM A yang harus kamu siapkan adalah Rp 265 ribu. Sedangkan jika melakukan perpanjangan menggunakan tes psikologi online, menjadi Rp 222.500.
Sebagai metode yang paling diminati banyak orang saat ini, berikut langkah-langkah memperpanjang SIM A secara offline:
Mendatangi lokasi layanan perpanjangan SIM seperti Satpas, SIM Keliling, maupun gerai SIM.
Mengambil formulir pengajuan perpanjangan SIM.
Mengisi formulir menggunakan data pribadi secara tepat dan lengkap.
Melakukan pemeriksaan kesehatan jasmani di lokasi layanan.
Melakukan proses pemotretan serta pencocokan identitas.
Menyelesaikan pembayaran berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk perpanjang SIM A.
Menunggu proses pencetakan SIM A yang baru hingga selesai.
Selain dapat dilakukan secara offline, perpanjang SIM A dapat dilakukan secara online menggunakan aplikasi resmi Digital Korlantas POLRI yang dapat diunduh di Android dan iOS. Simak langkah-langkahnya:
Mengunduh aplikasi Digital Korlantas POLRI melalui ponsel pribadimu.
Menyelesaikan proses registrasi dan mengunggah dokumen yang diperlukan, seperti KTP, SIM lama, hasil tes kesehatan, serta pas foto.
Menyelesaikan pembayaran biaya perpanjang SIM A menggunakan metode yang tersedia di dalam aplikasi.
Setelah semua proses diselesaikan, proses perpanjangan SIM A akan langsung diproses dan, jika sudah selesai, akan dikirimkan ke alamat yang diisi pada formulir.
Selain biaya yang harus dikeluarkan, terdapat beberapa persyaratan juga untuk melakukan perpanjangan SIM A, antara lain:
Fotokopi e-KTP sebanyak 5 lembar
SIM A asli
Surat keterangan sehat dari dokter
Surat keterangan lulus tes psikologi
Bukti kepesertaan aktif BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Jika kamu ingin melakukan perpanjangan SIM A di Mal Pelayanan Publik, kamu juga harus terlebih dahulu mengambil antrean online. Untuk proses perpanjangannya berlangsung dengan cepat sekitar 30 menit.
Nah, itulah pembahasan mengenai biaya perpanjang SIM A yang harus kamu siapkan beserta persyaratan yang harus dipenuhi agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar. Semoga Bermanfaat!
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Jakarta, 2 Juli 2020 - MyProtection News
Hi, Sahabat MyProtection!
Menjalani aktivitas di tengah pandemi ini memang perlu berhati-hati. Selain melengkapi diri dengan asuransi kesehatan online MyProtection, kamu juga perlu jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi dan olahraga.
Jika kamu mau berolahraga mudah, murah dan dari rumah, kamu bisa olahraga jalan kaki atau jalan cepat (speed walking)!
Jalan kaki secara rutin punya banyak manfaat, lho!
Penelitian dari Harvard University menemukan bahwa orang-orang yang rutin jalan kaki atau jalan cepat selama 1 jam tiap hari bisa mengurangi gen penyebab kegemukan hingga setengahnya. Perlu diperhatikan bahwa penelitian ini mungkin bisa menghasilkan efek berbeda pada tiap orang.
Berolahraga apapun, pada dasarnya bisa menurunkan risiko sakit dan kanker. Namun, American Cancer Society melaporkan hasil studi yang menyatakan wanita yang berolahraga jalan kaki minimal 7 jam seminggu dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 14 persen.
Jalan kaki setidaknya 1,5 km tiap minggu bisa membantu mengurangi nyeri sendi, lho! Apalagi dengan rutin berjalan, karena sendi-sendi tulang pinggul serta lutut jadi terlumas dengan lebih baik. Sehingga kamu bisa terhindar dari osteoartritis atau radang sendi kronis.
Jalan kaki ternyata juga berperan terhadap peningkatan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh kuat penting banget untuk menjaga kamu tidak mudah kalah melawan virus atau bakteri dan proses penyembuhan yang lebih cepat. Syaratnya gampang, rutin jalan kaki 20 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu.
University of Exeter menemukan hasil penelitian menarik, nih. Orang-orang yang berolahraga jalan kaki minimal 15 menit cenderung mengurangi rasa ngidam terhadap coklat dan makanan manis lainnya. Tertarik untuk membuktikannya?
Salam,
Sahabat MyProtection
Terdapat beberapa persyaratan medis dan hukum yang harus dipenuhi untuk melakukan donor ginjal, mulai dari kondisi kesehatannya, hukum yang harus dipatuhi, hingga persetujuan medis berkaitan dengan prosedur yang akan dilakukan.
Sebagai salah satu organ tubuh dengan fungsi penting, yaitu menyaring racun dalam darah dan membuangnya melalui urine. Orang-orang dengan penyakit ginjal kronis pada umumnya memiliki dua pilihan utama sebagai langkah pengobatannya.
Pertama, melakukan dialisis atau cuci darah, di mana darah akan disaring oleh mesin maupun perut dengan bantuan tabung khusus, atau yang kedua adalah melakukan transplantasi atau donor ginjal yang sehat.
Untuk lebih memahami seputar donor atau transplantasi ginjal, mengapa seorang pasien harus melakukan transplantasi hingga syarat apa saja yang harus terpenuhi untuk melakukannya, simak selengkapnya di artikel ini!

pexels
Donor atau transplantasi ginjal merupakan sebuah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan menempatkan ginjal yang sehat, baik dari donor yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, ke tubuh seseorang yang membutuhkan.
Hal ini terjadi karena ketika kemampuan menyaring organ ginjal seseorang sudah tidak dapat bekerja dengan baik, tingkat cairan serta limbah berbahaya dapat menumpuk di tubuh.
Seseorang akan membutuhkan transplantasi ginjal ketika ginjalnya telah kehilangan sekitar 90 persen kemampuannya yang dapat disebabkan beberapa penyebab umum penyakit ginjal tahap akhir, seperti:
Diabetes
Tekanan darah tinggi kronis dan tidak terkontrol
Glomerulonefritis kronis atau peradangan dan jaringan parut pada filter kecil di dalam ginjal
Penyakit ginjal polikistik
Terdapat beberapa gejala yang gagal ginjal kronis stadium akhir yang dapat timbul pada seorang pasien, antara lain:
Kulit terlihat pucat dan kering
Rasa mual dan muntah
Rasa sesak napas
Bagian lengan, leher, kaki, sampai paru-paru mengalami pembengkakan
Sering mengalami penurunan kesadaran
Rasa gatal di sekujur tubuh
Nafsu makan menghilang
Sering mengalami kram otot
Dalam melaksanakan prosedur pencakokan ginjal, macamnya dapat dibagi menjadi dua, berikut penjelasannya.
Macam pertama, yaitu deceased-donor kidney transplant yang merupakan prosedur transplantasi organ ginjal dari pendonor yang baru saja meninggal dunia.
Prosedur ini baru dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan atau izin dari keluarga maupun atas dasar keinginan dari pendonor ketika masih hidup.
Selanjutnya, living-donor kidney transplant yang merupakan prosedur transplantasi yang dilakukan dari salah satu organ ginjal pendorong yang masih hidup. Prosedur transplantasi ini yang saat ini dapat dilakukan di Indonesia.
Untuk menjadi pendonor ginjal, terdapat beberapa kriteria umum yang harus dipenuhi oleh seseorang, yaitu:
Berusia 18 hingga 60 tahun
Kondisi kesehatan tubuh secara fisik dan mental yang baik
Golongan darah yang sama dengan penerima donor
Tidak memiliki penyakit ginjal, seperti batu ginjal atau gagal ginjal
Tidak memiliki penyakit menular, seperti HIV/AIDS atau hepatitis
Tidak menderita penyakit kanker, paru, jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan elektrolit, serta gangguan pembekuan darah
Tidak merokok
Tidak menggunakan obat-obatan terlarang atau mengonsumsi alkohol
Memiliki berat badan ideal atau indeks massa tubuh < 30 kg/m2
Tidak dalam kondisi hamil
Belum pernah menerima transplantasi sebelumnya
Memiliki tekanan darah normal
Tidak memiliki penyakit auto imun
Tidak mengonsumsi obat-obatan secara rutin
Tidak mengalami penyakit pembuluh darah
Selain syarat medis, terdapat syarat administratif yang harus dipenuhi pendonor ginjal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 38 Tahun 2016, yaitu:
Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP).
Berusia di atas 18 tahun yang harus dibuktikan melalui dokumen identitas seperti KTP, kartu keluarga, maupun akta kelahiran.
Memiliki alasan yang jelas untuk menyumbangkan organ tubuh ke penerima organ secara sukarela.
Mendapat persetujuan dari suami atau istri, anak yang sudah dewasa, orang tua kandung, maupun saudara kandung donor.
Membuat pernyataan bahwa pendonor memahami indikasi, kontraindikasi, risiko, prosedur transplantasi, panduan hidup pascatransplantasi, serta pernyataan persetujuannya.
Membuat pernyataan tidak melakukan penjualan organ maupun perjanjian khusus lain dengan pihak penerima organ.
Sebelum melakukan proses transplantasi ginjal, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan dan dipenuhi calon pendonor, seperti:
Pemeriksaan golongan darah untuk memastikan golongan darah antara pendonor dan penerima sama atau cocok.
Pemeriksaan crossmatch yang dilakukan dengan cara mencampurkan sampel darah pendonor dengan penerima untuk melihat reaksi kecocokan darah agar tidak ada antibodi yang dapat menyebabkan komplikasi atau kegagalan pada prosedur.
HLA typing yang dilakukan untuk melihat kecocokan penanda genetik tertentu antara pendonor dengan penerima.
Pemeriksaan darah lainnya, yang biasanya meliputi fungsi organ dan pemeriksaan serologis.
Pemeriksaan urine yang meliputi urinalisis, tes protein urine, mikroalbuminuria, serta perbandingan kreatinin yang digunakan untuk memastikan fungsi ginjal pendonor berfungsi dengan baik.
Foto rontgen dada
Pemeriksaan ginjal
EKG
Pemeriksaan fisik menyeluruh
Terdapat beberapa risiko yang dapat dihadapi sebagai seorang pendonor ginjal, mulai dari hipertensi, gagal ginjal, dan berbagai efek samping pasca prosedur.
Berikut penjelasan lebih dalamnya berikut ini:
Berikut ini beberapa risiko jangka panjang yang dapat timbul sebagai pendonor ginjal dan hidup dengan satu ginjal.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi, hal ini dikarenakan hidup dengan satu ginjal dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi seseorang.
Gagal ginjal, walaupun jarang terjadi tetap adanya kemungkinan organ ginjal yang tersisa mengalami kerusakan ataupun mengalami gagal fungsi.
Proteinuria, di mana protein di dalam urine dapat menjadi indikasi awal terjadinya kerusakan pada organ ginjal.
Penyakit ginjal lainnya, di mana risiko terkena penyakit ginjal sebagai pendonor juga akan meningkat.
Infeksi yang dapat terjadi baik selama operasi maupun pascaoperasi sama seperti pada berbagai prosedur lainnya.
Pendarahan selama maupun sesudah prosedur juga dapat terjadi dan berisiko berbahaya.
Gumpalan darah yang dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan serius pada ginjal hingga menyebabkan masalah pada tubuh atau bahkan kehilangan nyawa.
Komplikasi bedah yang dapat terjadi selama maupun sesudah operasi seperti pendarahan, infeksi, dan berbagai masalah terkait anestesi juga dapat membahayakan pendonor.
Efek samping obat yang digunakan untuk mencegah penolakan ginjal atau imunosupresan juga sering kali memiliki efek sampingnya tersendiri.
Donor ginjal hidup masih menjadi prosedur pilihan terbaik bagi pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir yang dapat mengganti fungsi ginjal yang rusak tersebut.
Namun, sebagai donor ginjal hidup seseorang juga akan terpapar dengan berbagai risiko kesehatan serta berbagai aspek psikososial yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu biasa. Untuk lebih memahaminya, simak pembahasan berikut ini.
Sebagai pendonor ginjal hidup, salah satu risiko yang dihadapi adalah risiko gagal ginjal stadium akhir.
Menjalani nefrektomi atau prosedur bedah dengan mengangkat sebagian maupun seluruh ginjal bagi pendonor ginjal hidup dapat mengalami penurunan akut laju filtrasi glomerulus atau LFG hingga 25 sampai 40%. Walaupun begitu, fenomena tersebut dengan risiko gagal ginjal masih diperdebatkan.
Berdasarkan data dari 96.217 donor ginjal hidup serta partisipan sehat di Amerika Serikat menunjukkan bahwa insidensi kumulatif penyakit ginjal stadium akhir pada 15 tahun terakhir menunjukkan angka sebesar 30,8 per 10.000 dibandingkan dengan partisipan sehat dengan angka 3,9 per 10.000.
Risiko kematian serta komplikasi setelah operasi pada donor ginjal hidup memiliki angka yang sangat rendah. Hal ini juga ditunjukkan berdasarkan penelitian yang melibatkan 80.347 donor di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa tingkat kematian dalam periode 90 hari setelah nefrektomi adalah 3,1 per 10.000.
Pada studi lain menggunakan data dari 98 rumah sakit pendidikan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa komplikasi pasca nefrektomi pada donor ginjal hidup terjadi pada 16,8% pasien yang meliputi masalah gastrointestinal (4,4%), pendarahan (3%), masalah pernapasan (2,5%), serta komplikasi terkait pembedahan maupun anestesi (2,4%).
Berbagai penelitian juga dilakukan guna mengurangi risiko bagi donor ginjal hidup serta meningkatkan hasil yang diharapkan setelah prosedur dilakukan.
Salah satu faktor penting yang dipertimbangkan dalam melakukan prosedur donor ginjal adalah memeriksa kecocokan usia antara donor dengan resipien. Aslam et al juga mengungkapkan bahwa kesesuaian usia antara donor dan resipien juga dapat mendukung kelangsungan hidup pasien dan organ yang dicangkokkan.
Pada penelitian retrospektif, Aslam et al mempelajari hasil transplantasi ginjal dari donor hidup berdasarkan usia donor dengan resipien. Donor dan penerima dikelompokkan ke dalam kategori usia muda dengan usia di bawah 50 tahun dan usia tua dengan usia di atas 50 tahun.
Berdasarkan 347 prosedur donasi ginjal hidup, ditemukan bahwa kelompok donor usia muda dengan penerima usia tua memiliki proporsi penerima yang merokok sebanyak 53,6% dan hepatitis C sebanyak 5,5% namun lama masa rawat lebih pendek, yaitu 5,3 hari.
Kelompok donor usia tua dengan penerima usia muda memiliki lama masa rawat terpanjang, yaitu 7,4 hari, namun masa iskemik dingin lebih pendek, yaitu 2,3 jam.
Tidak ada perbedaan signifikan terkait penundaan fungsi cangkok antarkelompok. Perbedaan tingkat komplikasi yang signifikan terlihat pada kejadian perdarahan dalam 30 hari yang paling tinggi ditemukan pada kelompok donor usia tua dengan penerima usia tua, yaitu 7,7%.
Risiko preeklampsia dan hipertensi selama kehamilan pada wanita yang menjadi donor ginjal hidup adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkan.
Studi kohort retrospektif di tahun 2015 yang melibatkan 85 wanita donor ginjal serta 510 wanita non-donor ginjal menemukan bahwa risiko preeklampsia dan hipertensi selama kehamilan meningkat 2,4 kali lipat pada wanita donor ginjal.
Pada studi kohor yang dilakukan pada tahun 2019 dan melibatkan 59 wanita donor ginjal juga ditemukan bahwa adanya kecenderungan peningkatan risiko preeklampsia atau eklampsia pada donor ginjal, walaupun tidak signifikan secara statistik.
Namun, pada donor ginjal yang berusia kurang atau sama dengan 30 tahun, risiko preeklampsia atau eklampsia dilaporkan meningkat 4 kali lipat.
Sebaliknya, studi kohor retrospektif lain pada tahun 2018 yang melibatkan 225 donor dengan 426 kehamilan menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan terkait hipertensi, preeklampsia, maupun luaran komposit.
Perubahan kualitas hidup dan risiko finansial merupakan dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan oleh donor ginjal hidup. Rodrigue et al juga mengungkapkan dalam sebuah studi bahwa donor ginjal hidup melaporkan perubahan minimal terkait mood, citra diri, kekhawatiran tentang gagal ginjal, kepuasan hidup, serta stabilitas keputusan hingga dua tahun setelah berdonasi.
Di mana, hasil tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol sehat non-donor.
Secara khusus, jumlah kasus secara khusus juga relatif cukup rendah dengan angka gangguan mood 16%, kekhawatiran gagal ginjal 21%, citra diri 13%, hingga ketidakpuasan hidup 10%.
Meskipun donasi ginjal hidup sering dianggap sebagai prosedur yang tidak memerlukan biaya khusus, donor tetap dapat mengalami risiko finansial. Biaya yang dikeluarkan oleh calon donor ginjal hidup dapat mencakup biaya langsung dan tidak langsung dari proses donasi, seperti biaya perjalanan, obat-obatan, kehilangan waktu kerja, dan biaya untuk tanggungan.
Data di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 92% donor ginjal hidup mengeluarkan biaya langsung sebesar US$ 433, dan hampir sepertiga donor mengalami kehilangan pendapatan pada tahun pertama setelah donasi sebesar US$ 2712.
Penelitian serupa di Kanada melaporkan bahwa 98% donor ginjal hidup mengeluarkan biaya rata-rata sebesar US$ 1254, dan sebanyak 20% donor mengalami kehilangan pendapatan hingga US$ 5534.
Selain itu, aspek psikososial juga memainkan peran penting dalam kesejahteraan donor ginjal hidup. Donor mungkin mengalami perubahan dalam hubungan sosial dan dukungan emosional setelah donasi.
Beberapa donor melaporkan peningkatan rasa kepuasan dan makna hidup karena telah membantu orang lain, sementara yang lain mungkin merasa cemas atau khawatir tentang kesehatan mereka di masa depan.
Penting bagi calon donor untuk mendapatkan konseling dan dukungan yang memadai sebelum dan setelah prosedur untuk memastikan bahwa mereka siap secara emosional dan psikologis.
Di sisi lain, risiko finansial yang dihadapi oleh donor ginjal hidup tidak hanya terbatas pada biaya langsung dan kehilangan pendapatan.
Donor juga mungkin menghadapi biaya tambahan yang tidak terduga, seperti biaya medis yang tidak ditanggung oleh asuransi, biaya perawatan jangka panjang, dan biaya untuk mengatasi komplikasi yang mungkin timbul setelah donasi.
Oleh karena itu, penting bagi calon donor untuk mempertimbangkan semua aspek finansial sebelum memutuskan untuk mendonorkan ginjal mereka.
Secara keseluruhan, meskipun donasi ginjal hidup dapat memberikan manfaat besar bagi penerima, calon donor harus mempertimbangkan dengan cermat semua risiko dan dampak yang mungkin terjadi, baik dari segi kesehatan fisik, psikososial, maupun finansial.
Dukungan yang memadai dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan sangat penting untuk membantu donor menghadapi tantangan yang mungkin timbul setelah donasi.
Nah, itulah penjelasan seputar donor ginjal yang harus kamu ketahui, mulai dari apa yang dimaksud dengan transplantasi, syarat, hingga berbagai risiko yang dapat timbul dari prosedur tersebut.
Penting untuk melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu ketika ingin berobat maupun melakukan prosedur apapun. Asuransi kesehatan hadir sebagai langkah preventif yang dapat kamu gunakan untuk membantu melindungi finansial dan memastikan akses ke perawatan kesehatan yang dibutuhkan.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi kesehatan juga dapat dilihat melalui data dari AAJI atau Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia di mana sepanjang tahun 2024, klaim asuransi naik 16,4% secara tahunan menjadi Rp 24,18 triliun.
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa asuransi kesehatan sebagai langkah preventif baik sebagai perlindungan finansial maupun kesehatan juga sangatlah krusial untuk dipahami.
MyProtection hadir memberikan perlindungan kesehatan terbaik bagi kamu dan anggota keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima melalui Perlindungan Kesehatan Prima.
Berikut ini beberapa keunggulan produk Perlindungan Kesehatan Prima yang harus kamu ketahui:
Manfaat tambahan Saldo Prima ya memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap maupun Rawat Jalan.
Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan
Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan
Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia
24 jam Contact Center dan Case Monitoring
Layanan eksklusif Personal Medical Assistance
Laporan perhitungan klaim via email
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan