Penting bagi kualitas hidup seseorang, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang, seperti usia, jenis kelamin, asupan gizi, dan masih banyak lagi.
Untuk membantu sahabat MyProtection lebih memahami topik tersebut, melalui artikel ini kita akan membahas lebih mendalam mengenai apa saja faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Simak selengkapnya!
pexels
Kebugaran jasmani dapat menjadi indikator apakah seseorang dalam keadaan sehat dan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan optimal atau tidak.
Bukan hanya melalui penampilan fisiknya, faktor-faktor lainnya seperti koordinasi tubuh, kelincahan, kekuatan, dan masih banyak lagi juga dapat mendukung dan memengaruhi kebugaran jasmani.
Usia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Hal ini dikarenakan dengan seiring bertambahnya usia, maka fungsi organ maupun daya tahan tubuh seseorang akan cenderung semakin menurun.
Bukan hanya itu, semakin bertambahnya usia seseorang juga dapat memengaruhi komposisi dan kelenturan tubuh yang disebabkan menurunnya elastisitas otot yang memegang peran penting pada kedua hal tersebut.
Dalam Jurnal Universitas Negeri Semarang, Heri Siswanto menyatakan bahwa setiap tingkatan umur memiliki tataran tingkat kebugaran jasmani yang berbeda.
Di mana, untuk puncak tenaga dicapai seseorang menjelang akhir umur dua puluh tahun dan puncak daya tahan tubuh dicapai seseorang di umur setengah baya.
Oleh sebab itu, untuk menjaga kebugaran jasmani seseorang, penting juga untuk mengadaptasi program olahraga maupun aktivitas fisik yang dilakukan dengan kondisi dan usia tubuh yang berbeda tiap individu.
Dengan rajin berolahraga, kecepatan penurunan kebugaran jasmani seseorang dapat diperlambat hingga setengahnya.
Faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang selanjutnya yang dapat memengaruhi kebugaran jasmani seseorang adalah genetik atau keturunan, seperti postur tubuh, sel darah, metabolisme, hingga kapasitas jantung yang berkaitan erat dengan kesehatan tubuh seseorang.
Dalam Peran Kebugaran Jasmani bagi Tubuh dibahas juga mengenai pentingnya daya tahan cardiorespirasi atau cardiovasculer dalam kebugaran jasmani yang dapat dilihat melalui indikato VO2 max yang baik.
Melalui penjelasannya, terdapat beberapa faktor fisiologis yang dapat mempengaruhi daya tahan cardiorespirasi ini, salah satunya adalah faktor genetik yang menentukan 93,4% VO2 max.
Lebih lanjut, terdapat bukti-bukti kuat yang membuat genetik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani (Utari, 2007). Di mana, genotipe atau susunan genetik lengkap seseorang dan memengaruhi komponen kesegaran jasmani yang berbeda dengan berbagai jalan.
Pengaruh keturunan terhadap lemak tubuh sebesar 25%, kesegaran otot sebesar 20 hingga 40%, serta kesegaran kardiovaskuler sebesar 10 hingga 25% yang dibandingkan pada orang-orang yang tidak terlatih.

pexels
Jenis kelamin yang terbagi menjadi dua antara wanita dan pria juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki postur dan proporsi tubuh yang berbeda antara satu sama lain.
Dibandingkan wanita, kekuatan otot pria cenderung lebih besar jika dilihat melalui proporsi tubuhnya yang disebabkan perbedaan signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan ototnya selama masa pubertas.
Salah satu penentu utama yang membedakan tingkat kebugaran jasmani antara laki-laki dan perempuan adalah sekresi hormon testosteron dan estrogen.
Testosteron yang dihasilkan dapat meningkatkan jumlah dan ukuran serat otot serta memperbanyak mitokondria dalam sel sehingga jaringan aktif d dalam sel dapat meningkat dan ATP atau Adenosin Triposfat yang dihasilkan pun lebih banyak.
Banyaknya ATP yang berperan penting sebagai sumber energi utama dalam sel dapat menghasilkan energi yang lebih banyak pula dan dapat meningkatkan tingkat kebugaran jasmani seseorang.
Berbeda dengan perempuan yang memiliki lebih sedikit hormon testosteron yang menyebabkan ATP yang dihasilkan juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan laki-laki yang membuat tingkat kebugaran jasmaninya berbeda.
Konsumsi makanan juga menjadi salah faktor pengaruh kebugaran jasmani yang penting. Untuk menjaga kebugaran tubuh, nutrisi yang cukup dan seimbang sangatlah krusial, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga mineral.
Lubna, Al-Ghifari, dan Kosnayani (2023) menyatakan terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani, di mana dengan pola makan yang baik dapat mempengaruhi kemampuan aktivitas fisik seseorang.
Hasil penelitiannya membuktikan bahwa terdapat hubungan antara status gizi seseorang dengan tingkat kebugaran jasmaninya. Di mana, seseorang yang kekurangan gizi akan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih rendah dibandingkan dengan seseorang dengan gizi yang baik.
Seseorang dengan status gizi kurang juga akan memiliki nilai VO2 max yang lebih rendah dan mempengaruhi tingkat kebugaran jasmaninya karena tubuhnya tidak mampu menyediakan energi untuk melakukan aktivitas.
Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang sangatlah penting bagi kebugaran jasmani karena mampu menyediakan energi, nutrisi, serta menjaga fungsi organ tubuh lebih optimal.
pexels
Rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga dan meningkatkan kebugaran fisik seseorang, seperti berolahraga secara konsisten.
Melakukan aktivitas fisik mulai dari intensitas sedang hingga tinggi juga dapat membantu dalam membangun massa dan kelenturan otot yang menjadi salah satu indikasi kebugaran jasmani seseorang.
Menurut WHO atau World Health Organization yang termasuk aktivitas fisik adalah gerak tubuh yang dihasilkan otot rangka dan memerlukan energi yang dapat dilakukan dengan intensitas yang berbeda (Adhianto & Arief, 2021).
Lebih lanjut, WHO juga menyatakan salah satu indikator kebugaran jasmani seseorang yang dapat diamati adalah daya tahan kardiovaskular yang berarti kemampuan seseorang dalam menahan beban pada sistem kardiovaskular.
Pernyataan tersebut kemudian juga didukung oleh National Institutes on Aging yang menjelaskan bahwa latihan daya tahan kardiovaskular dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran seseorang.
Dengan begitu, daya tahan kardiovaskular juga dapat menjadi tolak ukur dari kebugaran jasmani seseorang.
Beberapa olahraga yang dapat dilakukan bagi sahabat MyProtection yang ingin mengoptimalkan kebugaran jasmaninya adalah lari pagi, angkat beban, senam aerobik, hingga bersepeda.
Mendapatkan tidur atau istirahat yang cukup juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani dan sering kali disepelekan.
Walaupun aktivitas fisik sangatlah krusial untuk kebugaran jasmani, melakukannya sangat menguras energi yang membuat waktu istirahat penting untuk memulihkan tenaga dan kekuatan tubuh.
Setiap harinya, disarankan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup dengan minimal 7 hingga 9 jam sehari untuk menjaga kebugaran tubuh.
Seseorang yang tidak mendapatkan istirahat dengan cukup menurut Jhonson & Tulin dapat mengalami penurunan suasana hati, tenaga melemah, kesiapan mental yang berkurang, hingga mematikan kreativitas.
Ketika durasi tidur terpenuhi, terdapat dampak positif yang dapat diterima oleh kesehatan tubuh. Di mana, segala fungsi vital tubuh akan berkurang, aktivitas pada tingkat metabolisme juga akan diturunkan.
Oleh sebab itu, mendapatkan istirahat yang cukup menjadi krusial bukan hanya bagi aspek fisik seseorang, namun juga aspek psikologisnya.
Kesehatan mental juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Pengaruh psikologis seperti rasa stres, cemas, hingga berbagai masalah kesehatan mental lainnya juga dapat mempengaruhi keseimbangan fisik serta tingkat energi seseorang.
Di mana, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir menemukan adanya keterkaitan erat antara kebugaran jasmani seseorang dengan kondisi mentalnya.
Kebugaran jasmani seseorang yang baik mampu meningkatkan kesehatan mentalnya, begitu pula sebaliknya di mana kesehatan mental yang baik juga dapat mendukung terjadinya peningkatan kebugaran jasmani.
Pengaruh kesehatan mental seseorang terhadap kebugaran jasmaninya dapat dilihat melalui motivasi, disiplin, pemulihan, resiliensi, dan pengambilan keputusan yang tepat.
Dalam jurnal berjudul Hubungan antara Kesehatan Jasmani dan Kesehatan Mental juga dijelaskan bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik dapat terhindar dari gangguan mental karena kegiatannya aktif seperti berolahraga mampu merangsang produksi hormon dalam tubuh, seperti endorfin, serotonin, dan dopamin.
Berbagai hormon tersebut dikenal juga dengan sebutan hormon kebahagiaan yang mampu meningkatkan rasa senang, mengurangi ketegangan emosional, hingga menurunkan kadar kortisol dalam tubuh.
Faktor lingkungan yang meliputi suhu, polusi, kualitas udara dan berbagai aspek lainnya yang juga mampu memengaruhi kebugaran jasmani dan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan.
Adanya kesehatan lingkungan yang merupakan kondisi optimum yang dapat memberikan pengaruh positif bagi status kesehatan seseorang sangat lah penting. Kesehatan lingkungan meliputi kesehatan air dan udara, keamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, hingga pengendalian faktor penyakit.
Sebagai faktor penting kehidupan sosial kemasyarakatan, kesehatan lingkungan juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh dan mampu meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.
Prof. Soedjatmo Soemowardoyo juga mengungkapkan bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk menyesuaikan alat-alat tubuhnya dalam batas-batas fisiologi terhadap lingkungan dan kerja fisik yang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan.
Kebugaran jasmani yang baik pada seseorang juga dapat memberikan banyak manfaat, seperti mencegah berbagai penyakit jantung, pembuluh darah, serta paru-paru yang juga mampu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Setelah mengetahui berbagai faktor yang dapat memengaruhinya, berikut ini terdapat beberapa manfaat kebugaran jasmani bagi seseorang, antara lain:
Manfaat pertama dari kebugaran jasmani adalah menjaga dan memperkuat kesehatan tulang. Hal ini dikarenakan, umumnya orang tersebut rutin beraktivitas fisik, seperti olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang yang baik untuk mencegah terjadinya osteoporosis.
Untuk meningkatkan kesehatan tulang sendiri, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berlari, naik turun tangga, hingga angkat beban.
Seseorang dengan kebugaran jasmani yang baik berarti rutin berolahraga atau beraktivitas yang juga dapat membantu dalam menjaga berat badan dan membakar kalori dalam tubuh.
Walaupun begitu, penting juga untuk memberangi olahraga dengan pola makan yang sehat agar tidak kehilangan badan yang berlebihan atau bahkan menimbulkan risiko penyakit lainnya.
Melakukan kegiatan kebugaran jasmani tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap kondisi emosional seseorang.
Saat tubuh bergerak aktif, terjadi peningkatan produksi hormon endorfin, yaitu zat alami yang mampu menimbulkan rasa senang dan menekan stres. Kehadiran hormon ini membuat seseorang merasa lebih rileks, bersemangat, dan berpikir lebih positif.
Akibatnya, suasana hati yang semula buruk, seperti merasa cemas, jenuh, atau sedih dapat berubah menjadi lebih baik setelah berolahraga. Dengan tubuh yang lebih segar dan bugar, pikiran pun ikut terasa ringan sehingga tercipta keseimbangan antara kesehatan jasmani dan mental.
Kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam membantu mengatur kadar gula darah di dalam tubuh.
Saat seseorang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, sel-sel tubuh akan menggunakan sebagian gula darah yang beredar untuk diubah menjadi energi. Proses ini membuat kadar gula darah menurun karena tubuh memanfaatkannya sebagai bahan bakar utama dalam beraktivitas.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika olahraga sering dijadikan salah satu cara alami untuk menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.
Apabila kegiatan olahraga dilakukan secara teratur dan konsisten, tubuh akan lebih mudah mengendalikan kadar gula sehingga tetap stabil.
Kondisi ini bukan hanya bermanfaat bagi orang sehat, tetapi juga sangat penting bagi mereka yang memiliki risiko atau riwayat penyakit diabetes, karena kebugaran jasmani dapat membantu mencegah lonjakan gula darah sekaligus meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
Dengan demikian, olahraga rutin berkontribusi besar terhadap terciptanya kesehatan tubuh yang lebih optimal serta mencegah gangguan metabolisme di masa mendatang.
Melakukan kebugaran jasmani secara rutin dapat menjadi cara efektif untuk menekan tingkat stres maupun depresi yang dialami seseorang. Aktivitas fisik terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur, sehingga tubuh menjadi lebih segar dan tingkat stres berkurang pada keesokan harinya.
Selain itu, olahraga juga berperan dalam menyeimbangkan kadar zat kimia tertentu di dalam tubuh, termasuk serotonin, yang berkaitan dengan suasana hati. Dengan kadar serotonin yang lebih terkendali, gejala depresi dapat berkurang secara signifikan.
Orang yang terbiasa menjaga rutinitas olahraga biasanya memiliki kondisi emosi yang lebih stabil serta kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini membuat mereka lebih terlindungi dari risiko munculnya gangguan psikologis atau penyakit mental lainnya.
Nah, itulah pembahasan seputar berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan jasmani yang saling berkaitan antara satu sama lain mulai dari faktor internal hingga eksternal. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan semuanya sangatlah krusial.
Dengan memperhatikan semua faktornya, maka kamu dapat meningkatkan kebugaran jasmani serta menjaga kesehatan secara optimal agar terhindar dari risiko kesehatan. Dapatkan pula perlindungan kesehatan terbaik bagi diri sendiri dan anggota keluarga melalui Perlindungan Kesehatan Prima.
Terdapat beberapa keunggulan produk yang bisa kamu dapatkan dari Perlindungan Kesehatan Prima, seperti:
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Jakarta, 10 Februari 2020 - MyProtection News
Ketika memasuki musim hujan, sering kali kita mendengar atau melihat iklan yang memasarkan produk suplemen kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh. Perubahan cuaca memang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Namun, apakah suplemen yang ditawarkan di pasaran, baik berupa multivitamin, probiotik, atau kandungan lainnya benar-benar mendorong kinerja imun dalam tubuh?
Artikel yang diterbitkan oleh Harvad Health Publishing berjudul “Can Supplements Boost Your Immune System?” membahas mengenai peran suplemen bagi tubuh. Michael Starnbach, seorang profesor bidang cicrobiologi dari Harvard Univerity menyatakan bahwa suplemen yang beredar di pasaran tidak menawarkan banyak manfaat kesehatan. Apalagi belum ditemukan bukti bahwa suplemen dapat melawan penyakit.
Sistem imunitas dalam tubuh merupakan proses yang kompleks dan saling menyeimbangi. Oleh karena itu, sebenarnya sistem imun sendiri sudah cukup untuk “memagari” tubuh dari berbagai penyakit. Dengan catatan kinerja imun tubuh akan maksimal dengan asupan gizi yang cukup dari sayur, buah, dan daging. Sehingga peran suplemen tak terlalu berarti jika Anda memang sudah sehat.
Produk suplemen yang dipasarkan dapat mendorong imunitas tubuh biasanya jatuh ke dalam dua kategori utama; vitamin dan probiotik. Suplemen berupa vitamin bisa membantu menghindarkan tubuh dari penyakit jika seseorang mengalami malnutrisi (kekurangan gizi), sedang sakit, atau membutuhkan suplemen tertentu. Sedangkan mengenai probiotik, Starnbach setuju bahwa bakteri dan organisme baik dalam tubuh bisa berkontribusi terhadap fungsi imunitas tubuh. namun, diperlukan riset lebih lanjut mengenai hal ini.
Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen tertentu. Khususnya jika Anda memiliki sensitivitas terhadap zat tertentu, berusia di bawah 19 tahun, sedang hamil, atau mengidap kondisi tertentu. Anda bisa mengonsumsi suplemen jika memang dibutuhkan.
Tips Menjaga Kesehatan
Lalu, jika suplemen tidak berperan banyak untuk menodorng imunitas tubuh, bagaimana cara kita tetap sehat di segala keadaan? Starnbach berpendapat bahwa kesehatan dipengaruhi oleh kebiasaan yang kita lakukan. Terdapat beberapa tips yang mungkin bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan:
Selamat hidup sehat!
Salam,
Sahabat MyProtection
Hi, Sahabat MyProtection!
Akhir-akhir ini, hampir setiap hari kita mendengar berita mengenai artis dalam & luar negeri yang akan menggelar konser di Indonesia. Salah satunya seperti Coldplay & The 1975. Tiket konser yang dijual pun memiliki harga yang berbeda-beda, mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah.
Membeli tiket konser tentunya merupakan pengeluaran tak terduga. Lalu, bagaimana caranya menjaga keuangan tetap aman sekaligus kamu bisa menikmati konser? Berikut ulasannya!
Self-reward memang perlu, misalnya pergi ke konser. Hanya saja, jangan sampai kebutuhan prioritas yang mendesak jadi terbengkalai karena kamu membeli tiket konser. Pastikan kamu telah menyelesaikan kebutuhan utama sebelum membeli tiket konser
Jika kamu telah memutuskan untuk membeli tiket konser, maka tentukan anggaran atau rincian pengeluaran untuk kebutuhan konser. Misalnya harga tiket, akomodasi, dan biaya makan. Kamu bisa menyesuaikan tiket yang dibeli dengan budget yang kamu miliki. Lalu, kamu juga bisa mengurangi budget dengan memilih akomodasi (hotel & transportasi) yang lebih terjangkau.
Pergi ke konser artis favoritmu memang seru. Namun, jika kamu berencana menggunakan pinjaman online atau pinjol untuk membeli tiket konser, MyProtection sarankan agar kamu mempertimbangkan pilihan ini baik-baik. Biasanya, pinjol akan mengenakan bunga harian yang cukup tinggi. Sehingga kamu akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dibanding kamu membayar tiket secara langsung dengan kartu kredit atau debit.
Salah satu tips hemat untuk pengeluaran pergi ke konser adalah membeli tiket presale atau early bird. Umumnya tiket presale atau early bird akan dijual lebih murah dibandingkan dengan harga tiket normal. Penjualannya pun akan dilakukan lebih dulu daripada pembelian tiket regular/normal.
Namun, pastikan kamu membeli tiket di situs atau partner resmi yang dipilih oleh artis dan promotor. Jangan sampai tergiur membeli tiket melalui pihak ketiga yang belum terjamin kredibilitasnya. Apalagi saat ini marak terjadi penipuan tiket konser.
Selain keempat poin di atas, salah satu langkah untuk menjaga keuangan tetap aman meskipun kamu rajin beli tiket konser adalah menyisihkan dana untuk kebutuhan hiburan/tak terduga sedari awal. Kamu bisa menyisihkan sebagian kecil dana tiap bulannya. Agar keperluan pergi konsermu tidak menggangu kebutuhan harian lainnya.
Selain kelima poin di atas, pastikan kamu selalu #AmanNyaman kapan pun, dimana pun bahkan saat pergi ke konser dengan pilihan perlindungan kesehatan, perjalanan, maupun kecelakaan diri dari MyProtection!
Informasi mengenai asuransi kesehatan cashless dengan layanan dokter online & jaringan rekanan luas, kamu bisa cek Perlindungan Kesehatan Prima (psst, kamu bisa dapatkan diskon s.d 25% di sini) dan HealthPlus Family.
Sedangkan, jika konser yang akan kamu datangi berada di luar kota/negeri, lengkapi proteksimu dengan asuransi kecelakaan diri & asuransi perjalanan dalam negeri serta internasional
Selamat menikmati konser dengan #AmanNyaman, Sahabat MyProtection!
Salam,
Sahabat MyProtection
Sebelum membuat garasi, penting untuk terlebih dahulu menentukan ukuran parkir mobil yang memenuhi standar untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikanmu.
Seperti ukuran garasi yang kurang besar dan membuat mobil tergores hingga harus membongkar ulang kembali yang membutuhkan banyak biaya.
Lalu, berapa ukuran parkir mobil yang ideal berdasarkan jenis mobil yang kamu miliki? Simak informasinya di sini!

Berikut ini 5 ukuran parkir mobil ideal yang harus dibuat berdasarkan jenis kendaraan yang kamu miliki!
Untuk mobil berukuran kecil seperti Toyota Agya yang memiliki ukuran panjang sekitar 3,66 meter, lebar 1,6 meter, dan tinggi 1,52 meter, maka ukuran lahan parkir yang dibutuhkan adalah sekitar 3 x 5 meter.
Bagi kamu yang memiliki jenis mobil lain, rumus sederhana yang dapat diterapkan adalah dengan menambahkan setidaknya 60 cm di setiap sisi lahan parkir, khususnya di sisi kiri dan kanan.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan mobilitas pengendara dan penumpang untuk membuka dan menutup pintu mobil tanpa harus takut kesempitan.
Selain itu, adanya lahan tambahan ini juga dapat memudahkan pengemudi ketika melakukan proses parkir dan mengurangi risiko kecelakaan.
Selanjutnya, mobil berukuran sedang seperti Toyota Avanza, Toyota Yaris, hingga Toyota Raize yang juga populer di kalangan masyarakat Indonesia membutuhkan lahan parkir yang lebih besar.
Contohnya, Toyota Avanza memiliki spesifikasi panjang 4,19 meter, lebar 1,66 meter, serta tinggi sekitar 1,7 meter.
Berbeda dengan Toyota Agya yang relatif lebih kecil, mobil-mobil ini membutuhkan ukuran parkir yang lebih besar, sekitar 1,2 meter dari total luas parkiran untuk mobil kecil.
Hal ini berarti, lahan parkir yang dibutuhkan setidaknya sebesar 3 x 5,5 meter untuk mobil berukuran sedang seperti Avanza, Yaris, dan Raize.
Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, mobil besar tentunya membutuhkan lahan parkir yang lebih besar pula. Mobil seperti Toyota Fortuner, Pajero Sport, Daihatsu Gran Max, dan Isuzu Elf masuk ke dalam jenis mobil ini.
Toyota Fortuner memiliki spesifikasi panjang sekitar 4,8 meter, lebar sekitar 1,85 meter, dan tinggi 1,83 meter yang pastinya membutuhkan lahan parkir yang lebih luas dibandingkan Toyota Agya.
Jika menggunakan rumus awal ukuran parkir mobil, di mana setiap sisi ditambahkan 60 cm, maka lahan parkir yang tepat untuk mobil besar membutuhkan panjang lahan setidaknya 6 meter.
Umumnya, lahan parkir atau garasi untuk satu mobil LCGC, citycar, hingga hatchback yang ideal memiliki panjang sekitar 4,5 meter, lebar 2 meter, dengan tinggi 2 hingga 3 meter.
Sedangkan mobil yang memiliki dimensi lebih besar membutuhkan ukuran lahan parkir atau garasi yang lebih luas juga dan umumnya berukuran panjang 6 meter, lebar 2,6 meter, dengan tinggi 3 meter yang memberikan kemudahan bagi pengemudi ketika parkir.
Untuk kamu yang memiliki dua mobil dan ingin menyiapkan lahan parkir atau garasi yang sesuai, umumnya ukuran yang ideal sebesar 6 x 6 meter atau 6,5 meter x 6,5 meter yang membentuk persegi.
Dengan ukuran lahan parkir tersebut, pemilik kendaraan tidak perlu khawatir akan kemungkinan mobil saling tergores atau menabrak satu sama lain.
Bukan hanya itu, saat ini sendiri semakin banyak opsi mobil berdimensi kecil yang memberikan kemudahan bagi pemiliknya ketika parkir, khususnya bagi mereka yang memiliki lahan terbatas.
*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan