Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
3 Kesalahan yang Bisa Pengaruhi Keuanganmu!

3 Kesalahan yang Bisa Pengaruhi Keuanganmu!

27 July 2022 | MyProtection News Jakarta

Hi, Sahabat MyProtection!

Kalau berbicara soal keuangan pribadi, kita pastinya sering mendengar ajakan untuk menabung dan berinvestasi. Namun, selain menabung dan berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu kamu waspadai mengenai kebiasaan keuanganmu.

1. Terjebak Dalam Comfort Zone

Comfort zone, sesuai dengan namanya, memang rasanya nyaman. Kamu bisa menjalani kegiatan familiar di lingkungan yang familiar, baik itu dalam menjalankan usaha atau bekerja kantoran. Rasanya aman. Hanya saja, terkadang kita terlena dalam comfort zone yang menghambat kita untuk semakin maju, baik secara bisnis, karier, maupun keuangan karena stuck di posisi yang sama terlalu lama. Perubahan memang ngga enak, tapi terkadang diperlukan.

2. Hanya Mengandalkan Satu Sumber Pendapatan

Dodi merupakan kepala keluarga sekaligus karyawan di sebuah perusahaan swasta. Gaji bulanan Dodi adalah sumber pendapatan tunggal untuk membayar berbagai tagihan. Namun, suatu saat Dodi harus mengalami PHK dan menganggur hingga beberapa bulan. Dengan mengandalkan gaji sebagai satu-satunya income, maka keuangan Dodi terancam terganggu jika ia berhenti bekerja. Untuk menghindari skenario yang Dodi alami, kita dianjurkan untuk memiliki sumber pendapatan lebih dari satu. Sehingga jika satu sumber income mengalami hambatan, kamu tetap memilik dana cadangan dari pendapatan lain. Misalnya lewat berinvestasi, membuka usaha kecil-kecilan, atau freelance.

3. Tidak Bisa Mengatur Keuangan

Mungkin kamu pernah merasakah hal yang sama, pendapatan naik, tapi tabungan kok rasanya tidak bertambah, ya? Ternyata, mengatur keuangan itu bukan cuma sekadar rajin menabung dan berinvestasi saja, Sahabat MyProtection. Mengatur keuangan itu artinya kamu belajar membuat rencana pengeluaran yang tepat, target finansial di masa depan, termasuk cermat dalam menghadapi risiko di masa depan dengan tabungan dan asuransi.

Tertarik dengan artikel sejenis? Kamu bisa cek tips berbenah keuangan pribadi di sini.

Salam,

Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read 11/03/2025
Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan dan Cara Memulai Penerapannya!

Gaya hidup berkelanjutan atau yang juga dikenal dengan sebutan sustainable living berkaitan dengan cara hidup seseorang yang memiliki tujuan untuk seminimal mungkin memberikan dampak negatif terhadap lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan manusia.

Orang-orang yang mengadopsi gaya hidup ini menekankan pada pelestarian lingkungan yang dilakukan agar sumber daya yang ada tetap tersedia untuk generasi mendatang.

Walaupun terdengar mirip atau serupa dengan gaya hidup minimalis, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Di mana, gaya hidup minimalis menekankan pada pengurangan jumlah barang yang dimiliki, sedangkan gaya hidup berkelanjutan memiliki fokus pada penggunaan sumber daya alam secara efisien.

Bagi sahabat MyProtection yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa yang dimaksud dengan gaya hidup berkelanjutan, manfaat, hingga cara memulai sustainable living, simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan dan Cara Memulai Penerapannya!

Pengertian Gaya Hidup Berkelanjutan

pexels

Gaya hidup berkelanjutan atau sustainable living merupakan gaya hidup yang memiliki tujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan alam. Orang-orang dengan gaya hidup ini juga sadar bahwa sumber daya alam yang ada saat ini terbatas, oleh sebab itu penting untuk digunakan dengan bijak dan dikelola dengan baik.

Definisi sustainable lifestyle menurut United Kingdom, GSSL sendiri merupakan gaya hidup seseorang yang memiliki kesadaran atas lingkungan serta menyadari konsekuensi dari semua pilihan yang diperbuat dan dipilih dan mampu mempertimbangkan dan meminimalisir risiko potensi negatif.

Terdapat beberapa tindakan yang dapat menggambarkan gaya hidup berkelanjutan secara jelas, seperti mengurangi penggunaan energi secara berlebihan, mendaur ulang sampah, atau bahkan menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan.

Bukan hanya itu, banyak orang menganggap bahwa sustainable living bukan hanya sebuah gaya hidup, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan untuk menciptakan dunia berkelanjutan.

Pentingnya Gaya Hidup Berkelanjutan

Salah satu alasan penting adanya gaya hidup berkelanjutan adalah keberlangsungan lingkungan, dimana sumber daya yang ada dan digunakan saat ini dapat tetap terjaga hingga di generasi mendatang.

Bukan hanya itu, sustainable living juga memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan adil bagi semua orang untuk dapat mengakses sumber daya yang ada.

Dalam penerapannya, sustainable living dapat dilihat melalui penggunaan produk ramah lingkungan, memperhatikan hak pekerja, hingga memastikan keberlanjutan sosial hingga di masa depan.

Melalui situs Sistem Informasi Pengelolaan Sampak Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan di tahun 2024 berdasarkan data yang dikumpulkan di 263 Kabupaten/Kota di Indonesia sampah yang dihasilkan mencapai 25.840.308 ton per tahunnya.

Dari situs ini, kita juga dapat melihat angka sampah terkelola sebesar 61.97% atau 16.013.899 ton pertahunnya yang menunjukkan terdapat setidaknya 9 juta ton sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Sampah atau limbah tersebut dapat menimbulkan berbagai macam polusi, mulai dari polusi udara, air, hingga tanah yang dapat memberikan dampak pada tercemarnya sumber daya yang kita miliki.

Contoh Gaya Hidup Berkelanjutan

Contoh Gaya Hidup Berkelanjutan

pexels

Berikut ini beberapa contoh sustainable living yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut:

  • Menghindari membeli barang yang memiliki fungsi serupa atau sama berulang kali jika tidak diperlukan.

  • Memilih toko dengan lokasi paling dekat ketika memesan belanja secara online.

  • Mengurangi membeli makanan di luar dan perbanyak masak sendiri di rumah untuk mengurangi plastik kemasan yang digunakan ketika membeli makan online.

  • Melakukan penyimpanan bahan makanan dengan benar untuk mempertahankan kualitas makanan lebih lama sehingga tidak ada bahan makanan yang terbuang.

  • Mengurangi konsumsi daging merah, seperti sapi, kambing, domba, maupun kelinci yang dapat menghasilkan gas metana dan menjadi salah satu penyebab pemanasan global.

  • Menggunakan barang-barang yang ada dengan metode upcycling, yaitu mengubah barang bekas menjadi barang baru yang lebih bermanfaat.

  • Menghindari menggunakan produk fast fashion.

  • Membuat kompos yang dapat membantu mengurangi limbah organik.

4 Cara Menjalankan Gaya Hidup Berkelanjutan

Cara Menjalankan Gaya Hidup Berkelanjutan

Terdapat beberapa cara untuk menjalankan sustainable living yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut:

1. Mindful Spending

Salah satu penyebab timbulnya kerusakan lingkungan adalah gaya hidup konsumtif yang muncul di tengah masyarakat modern saat ini.

Gaya hidup konsumtif mendorong banyak orang untuk terus menerus membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan dan pada akhirnya membuat terjadinya penumpukan sampah yang merusak lingkungan.

Kebiasaan membeli barang baru walaupun barang lama masih dapat digunakan dan berfungsi dengan baik, seperti membeli pakaian setiap bulan maupun mencoba berbagai produk skincare, dan pada akhirnya mendorong penumpukan barang.

Untuk mendukung dan menjaga kelestarian lingkungan, kamu dapat memulainya dengan membuat pilihan pengeluaran yang bijaksana, seperti berbelanja berdasarkan kebutuhan dan bukan keinginan.

Sahabat MyProtection dapat memulai dengan membuat rencana anggaran pengeluaran serta kedisiplinan diri untuk mematuhi dan menghindari belanja impulsif serta menerapkan mindful spending.

2. Decluttering

Decluttering yang merupakan tahapan menyortir barang secara berkala untuk menentukan mana yang masih dibutuhkan dan tidak lagi dibutuhkan agar dapat dikeluarkan dari rumah, baik disumbangkan, dijual kembali, maupun dibuang jika kondisinya sudah tidak layak.

Dengan melakukan decluttering secara berkala, kamu juga dapat menghindari penumpukan barang yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari gangguan kesehatan mental, kerusakan barang, maupun konflik antar keluarga.

Bukan hanya itu, kamu juga bisa menerapkan prinsip FIFO atau first in first out yang merupakan metode manajemen persediaan yang dapat diterapkan dalam decluttering.

Metode ini mendorong seseorang untuk mengeluarkan satu barang dari rumah setiap kali membawa maupun membeli barang ke dalam rumah.

3. Refill

Dengan banyaknya barang keperluan sehari-hari yang dikemas menggunakan kemasan plastik yang sulit diurai membuat permasalahan sampah plastik yang ada semakin menumpuk.

Terutama untuk produk-produk FMCG atau Fast Moving Consumer Goods, seperti sabun, shampoo, cairan pembersih rumah, maupun berbagai produk lainnya yang dibeli secara rutin.

Untuk menerapkan sustainable living dan mengurangi jumlah konsumsi plastik, sahabat MyProtection dapat memanfaatkan fasilitas refill untuk barang-barang tersebut.

Dengan memanfaatkan cara ini, kamu membantu dalam mengurangi sampah plastik yang ada dan juga menekan pengeluaran finansial karena tidak lagi membayar biaya kemasan yang sering kali dapat membludak.

4. Promo Sustainable Lifestyle

Cara terakhir adalah memanfaatkan promo sustainable lifestyle yang mendorong dan mengedepankan gaya hidup berkelanjutan.

Pada saat ini, banyak brand dan perusahaan yang sadar akan semakin tingginya kesadaran masyarakat atas pentingnya sustainable living, dan memanfaatkan hal tersebut untuk membuat kampanye green living yang memberikan banyak penawaran menarik berkaitan dengan sustainable lifestyle.

Manfaat Gaya Hidup Berkelanjutan

Terdapat beberapa manfaat yang dapat kamu rasakan secara langsung dan tidak dengan menjalankan gaya hidup berkelanjutan, sebagai berikut.

1. Mengurangi Dampak Lingkungan

Manfaat pertama dari sustainable living adalah mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan penggunaan bahan kimia yang berbahaya.

Menerapkan gaya hidup ini berarti memilih produk yang lebih ramah lingkungan yang dapat membantu dalam mengurangi jejak karbon dan polusi.

Penerapannya sendiri bukanlah hal yang sulit dan dapat dimulai melalui langkah-langkah yang dapat dilakukan sehari-hari, mulai dari menggunakan kantong belanja kain.

2. Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan

Manfaat kedua dari sustainable living adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan yang dapat dirasakan dengan memilih makanan organik yang terhindar dari bahan kimia, seperti salah satunya pestisida.

Pestisida dapat berbahaya bukan hanya bagi kesehatan tubuh, seperti menyebabkan keracunan, gangguan kesehatan, hingga kerusakan lingkungan. Namun juga lingkungan karena dapat mencemarkan tanah dan air.

Gaya hidup berkelanjutan juga dapat memotivasi kita untuk bergerak secara aktif dan sehat, seperti menggunakan sepeda maupun berjalan kaki yang dapat membantu dalam mengurangi polusi udara yang disebabkan penggunaan kendaraan.

3. Menghemat Uang

Manfaat selanjutnya adalah menghemat uang di jangka panjang dengan menerapkan gaya hidup berkelanjutan.

Hal ini dikarenakan dengan memilih produk yang lebih ramah lingkungan biasanya lebih tahan lama dan menghindari sikap konsumerisme karena mengedepankan produk daur ulang.

Bukan hanya untuk menghemat uang saja, menerapkan sustainable living juga membantu dalam menjaga lingkungan dan salah satu upaya mengurangi limbah.

4. Meningkatkan Kualitas Hidup

Manfaat penting lainnya dari sustainable living juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup.

Dengan berfokus pada kesadaran lingkungan dan berkontribusi dalam menjaga sumber daya yang ada, kamu juga akan merasakan kepuasan pribadi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Cara Memulai Gaya Hidup Berkelanjutan

Untuk dapat memulai sustainable living kamu dapat memulainya dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari. Simak cara memulainya di sini!

1. Mengurangi Penggunaan Plastik

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan plastik yang tidak diperlukan. Seperti menggunakan tas belanja kain ketika berbelanja ke supermarket maupun ke pasar.

Kamu juga dapat memulai untuk membawa botol isi ulang ketika pergi untuk mengurangi penggunaan botol sekali pakai. Hindari penggunaan sedotan plastik sekali pakai, saat ini sudah banyak alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.

2. Menghemat Energi

Menghemat energi juga menjadi langkah yang tepat untuk memulai sustainable living yang dapat kamu terapkan.

Untuk memulai menghemat energi, kamu dapat mulai dengan mematikan perangkat listrik ketika tidak digunakan, menggunakan lampu ketika diperlukan, hingga menggunakan perangkat elektronik yang lebih efisien energi.

Bukan hanya itu, menghemat energi juga dapat dilakukan dengan memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti bersepeda maupun transportasi umum yang lebih efisien.

3. Mengurangi Penggunaan Air

Menggunakan air bersih dengan efisien dan bijak juga menjadi bagian dari sustainable living, di mana air bersih menjadi sumber daya alam yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia.

Untuk menghemat air, kamu dapat memulai dengan memperbaiki keran yang bocor hingga mengubah kepala shower dengan output air yang lebih efisien.

Bukan hanya itu, sahabat MyProtection juga dapat menggunakan air hujan yang dikumpulkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Seperti menyiram tanaman maupun membersihkan halaman rumah.

4. Mengonsumsi Makanan Organik

Mengonsumsi makanan organik juga dapat menjadi contoh penerapan dan menjadi bagian penting dari sustainable living.

Hal ini karena makanan organik pada umumnya diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan tubuh dan lingkungan.

5. Memilah Sampah

Cara selanjutnya adalah dengan memilih sampah. Untuk melakukannya, kamu dapat memulai dengan menyediakan dua tempat sampah yang terbagi menjadi organik dan anorganik.

Dengan memisahkan sampah ini, kamu dapat mengolahnya kembali sesuai dengan keperluan. Seperti contohnya, limbah organik yang dikumpulkan dari dapur dapat digunakan kembali menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik yang pada umumnya berbahan dasar plastik dapat di daur ulang.

6. Membeli Produk Lokal

Membeli produk lokal juga dapat memberikan dampak positif bukan hanya pada sustainable living, namun juga dapat meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan finansial.

Produk lokal saat ini pada umumnya memiliki kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan produk luar.

7. Menanam Tanaman Hidroponik

Menanam hidroponik juga dapat menjadi cara penerapan sustainable living yang dapat kamu lakukan. Tanaman seperti bayam, kangkung, hingga tomat dapat dengan mudah di tanam di rumah.

Bukan hanya menjadi salah satu cara penerapan sustainable living, menanam tanaman hidroponik juga memiliki banyak manfaat, seperti:

  • Menghemat dan penggunaan air yang lebih efisien

  • Memiliki produktivitas yang tinggi

  • Mengontrol nutrisi yang akurat

  • Pengurangan penggunaan pestisida

  • Menghemat penggunaan pupuk

  • Tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas

  • Menghasilkan panen berkelanjutan

8. Menerapkan Prinsip 3R atau Reduce, Reuse, and Recycle

Salah satu prinsip yang diterapkan dalam sustainable living adalah 3R, yang terdiri dari reduce, reuse, and recycle.

Reduce yang berarti mengurangi jumlah barang yang dimiliki, hal yang dimaksud dalam hal ini adalah memilah barang-barang yang tidak lagi digunakan, baik dengan cara menjualnya kembali, mendonasikannya, ataupun membuang barang tersebut.

Selanjutnya, reuse yang berarti menggunakan barang yang sudah ada untuk berbagai keperluan sehari-hari. Contoh penerapannya seperti, menggunakan tas belanja, menggunakan kain dibandingkan tisu, dan masih banyak lagi.

Recycle, yang berarti menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai dan menjadikannya barang baru. Contoh penerapannya seperti, mendaur ulang kertas, plastik, menjadikan sampah yang tidak terpakai menjadi sebuah produk, dan sebagainya.

Berdasarkan pembahasan yang ada di atas, gaya hidup berkelanjutan atau sustainable living yang dapat membantu dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan sumber daya hingga di masa mendatang.

Bukan hanya keuntungan untuk lingkungan, menerapkan sustainable living juga dapat bermanfaat bagi diri sendiri, seperti menghemat uang dan menjaga kesehatan tubuh dengan baik.

Menghemat uang dan finansial sendiri dapat dilakukan karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, produk ramah lingkungan pada umumnya lebih tahan lama dan dapat membantu mengurangi perilaku konsumerisme seseorang.

Dengan begitu, sahabat MyProtection juga dapat memilih perencanaan uang lebih baik untuk masa depan. Seperti salah satunya asuransi yang dapat memberikan perlindungan finansial bagi pemilik polis.

Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir untuk memberikan bukan hanya perlindungan finansial bagi sahabat MyProtection, tapi juga perlindungan kesehatan yang tepat bagi diri dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Terdapat beberapa keunggulan lain yang dimiliki oleh Perlindungan Kesehatan Prima, antara lain:

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian dan obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunai harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 06/12/2019
Diet Bikin Moody? Ini Sebabnya

Jakarta, 6 Desember 2019 - MyProtection News

Ketika menjalani diet, sering kali kita merasa lebih moody daripada biasanya. Tubuh menjadi lebih cepat lelah. Bahkan terkadang membuat kita malas beraktivitas seperti biasanya. Mengapa diet sering kali dikaitkan dengan perubahan suasana hati dan energi? Alasan utamanya adalah tubuh kita ikut menjalani perubahan komposisi saat berdiet.

Hormon dalam tubuh ikut harus beradaptasi dengan perubahan pola makan yang kita lakukan. Fenomena ini juga bisa berlangsung dalam jangka waktu berbeda, membuat tubuh serta emosi terpengaruh dengan perubahan yang ada. Berikut 5 alasan kita menjadi moody saat berdiet.

Pertama, ketika sedang menjalani diet, kita biasanya merasakan tiga gejala utama yaitu dorongan rasa lapar, pusing, dan lemas. Pengurangan porsi makan bisa berpengaruh terhadap kadar gula dan jumlah energi yang kita miliki. Karena tubuh kekurangan energi, kita cenderung menjadi kurang bertenaga dan moody.

Alasan kedua adalah ngidam. Tentu saja kita tidak bisa mengonsumsi makanan secara sembarangan saat diet. Mungkin Anda membayangkan nikmatnya red velvet cake kesukaan Anda. Ketika kita tidak bisa memuaskan cravings, kita cenderung menjadi lebih sensitif dan moody. Salah satu trik untuk mengatasi rasa ngidam adalah dengan membatasi diri untuk mengonsumsi makanan kesukaan saat weekend saja.

Baca juga: Suka Marah-marah Tanpa Alasan Jelas Mungkin Ini Sebabnya

Selanjutnya, saat masa diet, kita terkadang menghindari ajakan teman untuk berkumpul bersama, datang ke pesta, atau mencoba menu makanan baru. Kita takut tergiur dengan makanan yang disajikan. Sehingga intensitas kita bertemu dengan orang lain jadi berkurang. Padahal, berinteraksi dengan orang lain bisa membantu mengembalikan mood kita. Batasi porsi makanan akan lebih baik daripada menghindari situasi sosial.

Untuk memaksimalkan diet, sering kali kita dianjurkan untuk berolahraga. Setelah tubuh harus beradaptasi dengan pola makan yang berubah, olahraga bisa ikut menambah rasa lelah. Rasa lelah inilah yang bisa mendorong rasa moody. Siasati rasa lelah dengan beristirahat cukup selama 8 jam per hari dan minum air putih.

Terakhir, ketika timbangan rasanya tak kunjung turun membuat semangat kita memudar. Padahal diet yang baik adalah ketika berat badan kita turun perlahan. Sehingga lebih memungkinkan kita mempertahankan berat badan ideal. Diet yang dilakukandengan benar juga menjaga kesehatan tubuh, seperti MyProtection yang turut menjaga Anda dari kekhawatiran akan kesehatan Anda di masa depan.

Persiapkan diri untuk menghadapi timbangan yang fluktuatif. Tetap jaga pola makan dan gaya hidup sehat.

Selamat menjalani diet sehat!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca juga: Minyak Ikan Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read 22/04/2020
5 Makanan Untuk Mengurangi Rasa Cemas

Jakarta, 22 April 2020 - MyProtection News

Rasa cemas merupakan hal yang lumrah dirasakan oleh banyak orang. Namun, rasa cemas berlebih bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Apalagi, menghadapi pandemi COVID-19, tentu saja masyarakat bisa merasa sangat khawatir terhadap keselamatan diri dan keluarga.

Ciri dari gangguan kecemasan adalah rasa khawatir dan gugup/cemas secara konstan atau terus-menerus. Gangguan kecemasan ini bisa timbul akibat gangguan pada otak, lingkungan internal dan eksternal.

Penderita gangguan kecemasan bisa mengurangi gejalanya dengan mengonsumsi obat, berolahraga, dan latihan bernapas. Ternyata, ada juga beberapa makanan yang bisa membatu mengurangi rasa cemas Anda.

Dikutip dari Healthline, ada 5 bahan makanan yang bisa membantu mengurangi rasa cemas:

  1. Salmon

Salmon dikatakan dapat mengurangi rasa cemas. Salmon sendiri memiliki banyak nutrisi yang baik untuk tubuh seperti vitamin D, omega-3, eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). EPA dan DHA bisa membantu menghasilkan zat dopamin dan serotonin yang memberikan efek menenangkan pada tubuh. Vitamin D juga dikatakan bisa menenangkan saraf.

  1. Dark Chocolate

Mengonsumsi dark chocolate bisa bermanfaat untuk Anda. Darck chocolate mengandung flavonol, yaitu antioksidan yang berguna bagi otak.Flavonol memperlancar aliran darah ke otak dan mendorong otak bereaksi lebih baik terhadap stress. Sehingga, Anda bisa beradaptasi dengan baik terhadap rasa cemas dan stress.

  1. Chamomile

Sejak dulu, chamomile merupakan herbal yang terkenal dengan fungsi menenangkan saraf. Chamomile mengandung banyak antioksidan untuk membantu melawan inflamasi dan meringankan gejala kecemasan berlebih. Anda bisa menikmati chamomile dalam bentuk teh untuk membantu diri menjadi lebih rileks.

  1. Kunyit

Rempah andalan Indonesia ini mengandung senyawa bernama curcumin. Nantinya, curcumin akan berguna untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah gangguan kecemasan. Kunyit juga mudah didapat oleh masyarakat. Anda bisa mengolahnya menjadi minuman atau dicampur sebagai bumbu makanan.

  1. Teh Hijau

Anda pastinya sudah mengenal teh hijau beserta segudang manfaatnya. Teh hijau sendiri memiliki kandungan bernama L-theanine, yaitu asam amino yang membantu menjaga kesehatan otak dan mengurangi gejala cemas berlebih.

Jika Anda mengalami gangguan kecemasan, maka Anda bisa mencoba mengonsumsi makan di atas, bermeditasi, berolahraga, dan jangan lupa berkonsultasi dengan ahli. Kesehatan fisik dan mental Anda adalah prioritas!

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel