Beranda
/
Artikel
/
Semua Kategori
/
Lebih Berenergi Setelah Bangun Pagi

Lebih Berenergi Setelah Bangun Pagi

14 April 2020 | MyProtection News Jakarta

jakarta, 14 April 2020 - MyProtection News

Bangun pagi hari malah jadi moody? Bagian sebagian orang yang bekekrja atau belajar dari rumah, bisa jadi jadwal tidur menjadi lebih kacau daripada biasanya. Akhirnya, ketika bangun, tubuh malah terasa lebih lelah.

MyProtection punya tips agar Anda lebih berenergi setelah bangun tidur!

  1. Punya jadwal tidur tetap

Jika Anda bekerja dari rumah ataupun tetap pergi ke kantor seperti biasa, sebaiknya atur jadwal tidur yang tetap tiap harinya. sehingga siklus tidur tubuh terbentuk alami dan Anda terbiasa untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama. Jika sudah terbiasa, Anda tak perlu lagi bergantung pada alarm untuk terbangun di pagi hari.

  1. Punya alarm? Hindari pencet snooze

Memencet snooze_berulang kali malah membuat Anda merasa tak segar karena Anda berulang kali tidur dan terbangun dalam waktu singkat. Akhirnya tubuh menjadi groggy. Jadi, upayakan untuk langsung bangun setelah alarm berbunyi.

  1. Stretching singkat dan ambil napas dalam

Berkeliling taman selama 10 menit atau melakukan pemanasan dan latihan pernapasan bisa membuat tubuh jadi lebih rileks dan aliran tubuh menjadi lancar. Anda pun bisa melakukan beberapa gerakan olahraga ringan selama karantina di rumah.

  1. Minum air putih

Pernahkan Anda merasa lelah setelah bangun tidur? Bisa jadi Anda mengalami dehidrasi. Tidur di ruangan ber-AC atau dengan kelembapan rendah bisa membuat tubuh kehilangan cairan. Biasakan meminum minimal segelas air putih tiap pagi.

  1. Mandi dengan air dingin agar tubuh kembali segar!

Selain membuat tubuh lebih segar, mandi dengan air dingin bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki suasana hati. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan kondisi tubuh, ya.

  1. Berjemur atau terkena paparan sinar matahari

Sinar matahari merupakan sinyal alami bagi tubuh untuk terbangun. Jangan lupa buka jendela kamarmu dan jika perlu berjemur 10 – 30 menit di pagi hari. Selain memperbaiki mood, berjemur juga bisa mencukup kebutuhan vitamin D harian Anda.

  1. Minum teh atau kopi

Kafein dalam kopi dan teh membantu tubuh tetap terjaga. Seduh kopi atau teh kesukaan di pagi hari untuk membantu pikiran jadi on dan fokus kembali. Jika Anda bosan meminum teh coklat biasa, Anda bisa mencoba beberapa variasi teh seperti oolong tea dan matcha beserta segudang manfaatnya.

  1. Dengarkan musik kesukaan untuk membuatmu lebih semangat!

Mendengarkan musik memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah memperbaiki suasana hati hingga mengurangi stress. Pasang lagu kesukaan Anda di pagi hari. Irama yang ceria bisa membantu membuat pagi jadi lebih menyenangkan.

Sudah semangat menjalani hari ini, belum?

Salam,
Sahabat MyProtection

Apakah artikel ini membantu?
Subscribe Newsletter Kita
Klik subscribe untuk berlanggan newsletter artikel kami
Bagikan MyPro ke
facebook
twitter
instagram
Tentang MyProtection News Jakarta
MyProtection adalah salah satu pioneer portal pembelian asuransi kesehatan maupun asuransi umum secara online yang dapat diakses melalui platform website dan aplikasi sejak 2017.
Rekomendasi Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 01/08/2025
6 Syarat Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi Agar Sah dalam Ajaran Islam!

Ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam ajaran agama Islam, khususnya di hari raya Idul Adha. Tapi, tahukah kamu kalau terdapat syarat hewan kurban yang terpenuhi dan penjelasan mengapa syarat-syarat tersebut ditetapkan?

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk menjalankan ibadah kurban ini, simak selengkapnya di sini!

6 Syarat Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi Agar Sah dalam Ajaran Islam!

syarat hewan kurban

pexels

Kurban dilakukan dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, hingga unta. Namun, syarat apa saja yang harus terpenuhi bagi umat Islam sebelum membeli hewan kurban untuk disembelih? Simak selengkapnya.

1. Hewan Ternak

Syarat hewan kurban yang paling penting dan harus diperhatikan adalah bahwa hewan yang dikurbankan wajib berasal dari jenis hewan ternak.

Ini berarti bahwa hanya hewan-hewan tertentu yang memenuhi syarat untuk dijadikan kurban, yaitu unta, sapi, kambing, dan domba. Pemilihan jenis hewan ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, dan domba memiliki karakteristik yang sesuai untuk dijadikan kurban. Mereka adalah hewan yang biasa dipelihara oleh manusia dan memiliki nilai ekonomi serta manfaat yang besar.

Selain itu, hewan-hewan ini juga memiliki ukuran dan berat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daging bagi banyak orang, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pemilihan hewan ternak sebagai hewan kurban juga memiliki makna simbolis yang mendalam. Hewan-hewan ini melambangkan pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam sejarah Islam, pengorbanan hewan ternak telah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Kisah pengorbanan mereka menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah kurban dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.

2. Usia Minimal Hewan

Usia minimal hewan kurban juga harus diperhatikan dan berbeda-beda untuk tiap jenis hewan ternaknya, antara lain:

  • Unta, minimal sudah berusia 5 tahun dan telah masuk usia tahun ke-6.

  • Sapi, minimal sudah berusia 2 tahun dan telah masuk usia tahun ke-3.

  • Kambing, minimal sudah berusia 1 tahun dan telah masuk usia tahun ke-2.

  • Domba, minimal sudah berusia 1 tahun dan seminimal mungkin berusia 6 bulan jika sulit mendapatkan hewan ternak yang sudah berusia 1 tahun.

3. Kondisi Fisik

Kondisi fisik hewan kurban juga harus diperhatikan. Hal-hal yang harus dihindari seperti hewan ternak yang buta, menderita kondisi tertentu, dan masih banyak lagi, simak penjelasan lengkapnya.

  • Sehat, hewan ternak tidak boleh sakit maupun kondisi penyakit yang jelas.

  • Tidak Cacat, hewan ternak tidak boleh buta, pincang, ekor putus, maupun cacat lain yang dapat memengaruhi kualitas dagingnya.

  • Tidak Kurus, hewan ternak harus memiliki berat badan yang cukup dan tidak terlalu kurus.

  • Tidak Hamil atau Menyusui, hewan ternak tidak boleh sedang dalam keadaan hamil maupun menyusui.

Selain itu, lebih detailnya, hewan kurban yang tidak diperkenankan karena cacat atau mengalami kondisi tertentu, seperti salah satu maupun kedua matanya buta, telinganya terpotong sebagian maupun keduanya, tidak memiliki tanduk, terlalu kurus hingga terlihat tulang rusuk, hingga satu atau kedua kakinya pincang.

4. Bukan Hewan yang Memakan Najis

Bukan Hewan yang Memakan Najis - syarat hewan kurban

pexels

Syarat hewan kurban selanjutnya adalah hewan yang tidak memakan najis. Salah satu hal yang perlu dihindari adalah memilih hewan ternak yang sudah lama terkurung dan pada akhirnya memakan kotoran.

Hewan yang berada dalam kondisi seperti ini berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan yang dapat membuatnya sakit dan berpotensi menyebarkan wabah penyakit.

Hewan yang sudah lama terkurung biasanya tidak mendapatkan cukup ruang untuk bergerak bebas, yang dapat menyebabkan stres dan penurunan kondisi fisik.

Selain itu, hewan yang terkurung dalam waktu lama mungkin tidak mendapatkan makanan yang cukup bergizi dan seimbang, sehingga mereka cenderung mencari makanan lain, termasuk kotoran.

Memakan kotoran dapat menyebabkan berbagai penyakit pada hewan, seperti infeksi saluran pencernaan, keracunan, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Memilih hewan kurban yang sehat dan bebas dari penyakit adalah penting untuk memastikan bahwa ibadah kurban dilakukan dengan baik dan sesuai dengan syariat Islam.

Hewan yang sehat akan menghasilkan daging yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang menerima bagian dari kurban. Selain itu, memilih hewan yang sehat juga merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, ada beberapa langkah yang dapat diambil, seperti memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh, memastikan hewan mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi, serta memberikan ruang yang cukup bagi hewan untuk bergerak bebas.

Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh dokter hewan untuk memastikan bahwa hewan kurban bebas dari penyakit dan dalam kondisi yang baik.

Dengan memperhatikan syarat-syarat ini, umat Islam dapat melaksanakan ibadah kurban dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, serta memastikan bahwa kurban yang dilakukan membawa manfaat dan berkah bagi semua pihak yang terlibat.

5. Kepemilikan Hewan Kurban

Kepemilikan atas hewan kurban yang dianjurkan juga memiliki aturan yang jelas, seperti:

  • Milik Pribadi, hewan yang dikurbankan harus milik orang ingin berkurban atau dikurbankan atas izin pemiliknya.

  • Bukan Hasil Haram, hewan kurban tidak boleh didapatkan dengan cara yang haram seperti hasil curian, rampasan, maupun perbuatan tidak baik.

6. Waktu Penyembelihan

Hewan kurban yang ada juga harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah Shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan pada hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Waktu ini dianjurkan karena dianggap paling utama dan sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW.

Penyembelihan yang dilakukan baik sebelum maupun sesudah dianggap tidak sah dan dianggap sebagai penyembelihan biasa, bukan hewan kurban.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban setelah Shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah merupakan waktu yang paling utama karena bertepatan dengan perayaan Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban.

Pada hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. dengan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT.

Penyembelihan yang dilakukan pada hari ini memiliki nilai ibadah yang tinggi dan dianggap sebagai bentuk pengorbanan yang paling utama.

Memahami Idul Adha

Memahami Idul Adha - syarat hewan kurban

pexels

Sebagai salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam, Idul Adha diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah maupun 70 hari setelah hari raya Idul Fitri.

Selain mengerjakan ibadah haji, salah satu cara lain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di hari raya Idul Adha adalah dengan berkurban sebagai amalan utama Idul Adha dengan cara menyembelih hewan kurban.

Nah, itulah beberapa syarat hewan kurban yang harus dipenuhi. Menjalankan ibadah ini bagi umat Islam sangat penting sebagai bukti ketakwaan dan waktu yang tepat untuk berbagi kepada sesama yang kekurangan.

Dengan memilih hewan ternak yang tepat dan memenuhi semua syarat yang ada, maka ibadah yang dijalankan juga dapat lebih khusyuk serta mendapatkan berkah dan pahala dari Allah SWT.

Makna dan Sejarah Idul Adha

Walaupun selalu dirayakan setiap tahunnya, Hari Raya Idul Adha selalu memiliki makna mendalam, khususnya bagi umat Muslim.

Hari raya tersebut mengajarkan umat muslim berbagai nilai, mulai dari pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, serta nilai berbagai sekaligus.

Ada pula perintah untuk menyembelih hewan kurban serta melaksanakan ibadah haji yang wajib dilaksanakan khususnya bagi umat muslim yang memiliki kemampuan baik dari segi finansial dan fisik.

1. Perintah untuk Berkurban

Sebagai salah satu perintah Allah SWT kepada para umatnya, perintah untuk berkurban tertuang di sejumlah ayat Al-Quran serta Hadits Rasulullah SWT.

Dilaksanakan di Hara Raya Idul Adha yang jatuh pada setiap tanggal 10 Zulhijah, Allah SWT memerintahkan umatnya untuk berkurban sebagai sebuah bentuk pengingat kepada umatnya bahwa jalan menuju surga membutuhkan pengorbanan serta ketaatan atas perintah-Nya sebagaimana kisah Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S.

Perintah untuk menyembelih hewan kurban saat Idul Adha bermula dari kisah Nabi Ibrahim a.s. yang mendapatkan mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s., pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Sebagai seorang ayah, mimpi tersebut tentu saja membuat Nabi Ibrahim merenung dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Namun, mimpi yang sama datang kepada Nabi Ibrahim hingga tiga kali, menegaskan bahwa itu adalah perintah dari Allah.

Nabi Ibrahim kemudian membicarakan mimpinya kepada Nabi Ismail. Sebagai sosok yang taat atas perintah Allah, Nabi Ismail tanpa ragu menyuruh sang ayah untuk melaksanakan perintah tersebut.

Keikhlasan dan kesabaran keduanya dalam menerima perintah Allah menjadi teladan bagi umat Islam. Atas keikhlasan dan kesabaran mereka, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba.

Sejak saat itu, penyembelihan hewan kurban menjadi ibadah rutin yang dilakukan pada hari tasyrik, yaitu tanggal 10-13 Dzulhijjah setiap tahunnya.

Berkurban memiliki banyak hikmah bagi umat Islam yang meyakini dan melaksanakannya. Berdasarkan Nahdlatul Ulama, hewan kurban pada hari kiamat kelak akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh, tanpa kekurangan satu anggota tubuh pun seperti saat masih hidup di dunia. Hewan kurban tersebut akan mendatangkan pahala dan menjadi penolong di hari akhir.

Penyembelihan kurban saat Idul Adha juga menanamkan rasa ikhlas dalam berbagi. Penting untuk diingat bahwa dua pertiga bagian daging kurban merupakan hak orang lain, sementara sisanya diberikan kepada orang yang berkurban.

Dengan demikian, berkurban tidak hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi dengan sesama, mempererat tali persaudaraan, dan menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial.

Selain itu, berkurban juga mengajarkan umat Islam tentang pengorbanan dan ketaatan kepada Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi contoh nyata bagaimana ketaatan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah dapat membawa berkah dan rahmat.

Berkurban juga mengingatkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah dan untuk selalu berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Dengan melaksanakan ibadah kurban, umat Islam diingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas iman dan Taqwa, serta memperkuat hubungan sosial dengan sesama. Kurban menjadi simbol pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian yang harus terus dijaga dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Perintah untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memiliki kemampuan fisik dan finansial.

Ibadah ini memerlukan pengorbanan baik dari segi badan maupun harta, karena pelaksanaannya melibatkan perjalanan jauh dan berbagai ritual yang memerlukan kekuatan fisik.

Sejarah ibadah haji bermula ketika Nabi Ibrahim a.s. menerima perintah dari Allah SWT untuk membangun Ka 'bah di Kota Mekkah.

Setelah Ka 'bah selesai dibangun, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan mengajak manusia untuk melaksanakan ibadah haji. Seruan ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk melakukan ibadah haji setiap tahun.

Rangkaian peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya menjadi dasar lahirnya Kota Mekkah dan Ka 'bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Setiap tanggal 8 hingga 12 Dzulhijjah, jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekkah untuk melaksanakan serangkaian ibadah haji sesuai dengan seruan Nabi Ibrahim a.s. Ibadah haji ini meliputi berbagai ritual seperti tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan melempar jumrah, yang semuanya memiliki makna dan hikmah tersendiri.

Perintah untuk melaksanakan ibadah haji juga tercantum dalam Al-Quran, tepatnya dalam Q.S Al-Imran ayat 97 yang berbunyi: “… Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana…”.

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah haji adalah kewajiban bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial.

Pelaksanaan ibadah haji memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membersihkan jiwa dan hati dari dosa-dosa sebelumnya. Ibadah haji juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, yang menunjukkan kesediaan seorang Muslim untuk mengikuti perintah-Nya dengan penuh keikhlasan.

Selain itu, ibadah haji juga mengajarkan tentang kesabaran, ketabahan, dan solidaritas antarsesama Muslim.

Berangkat haji saat Idul Adha juga memiliki makna khusus, karena bertepatan dengan peringatan pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Ibadah haji pada waktu ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya pengorbanan dan ketaatan kepada Allah.

Selain itu, ibadah haji juga menjadi kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa empati serta kepedulian sosial.

Dengan melaksanakan ibadah haji, umat Islam diingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas iman dan Taqwa, serta memperkuat hubungan sosial dengan sesama.

Ibadah haji menjadi simbol pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian yang harus terus dijaga dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga penjelasan artikel di atas bermanfaat dan dapat menambah informasi bagi sahabat MyProtection. Selain menjaga kesehatan rohani dengan menjalankan ajaran-ajaran agama, kamu juga dapat menjaga kesehatan jasmani dengan memiliki asuransi kesehatan.

Perlindungan Kesehatan Prima dari MyProtection hadir untuk memberikan solusi perlindungan kesehatan yang tepat bagi Anda dan keluarga dengan manfaat tambahan Saldo Prima.

Apa saja keunggulan dari Perlindungan Kesehatan Prima? Simak selengkapnya!

  • Manfaat tambahan Saldo Prima yang memberikan penggantian atas pembelian vitamin maupun obat-obatan tanpa perlu melakukan perawatan Rawat Inap atau Rawat Jalan

  • Santunan tunan harian Rawat Inap di Rumah Sakit untuk penjamin pertama oleh BPJS Kesehatan

  • Pilihan Manfaat Rawat Inap dan Rawat Jalan sesuai kebutuhan

  • Pembayaran klaim secara cashless di lebih dari 1.000 Rumah Sakit di Indonesia

  • 24 jam Contact Center dan Case Monitoring

  • Layanan eksklusif Personal Medical Assistance

  • Laporan perhitungan klaim via email

*PT Lippo General Insurance Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 27/11/2020
PDKT Satu Ini Bikin Kamu Happy

PDKT yang satu ini pasti fix bikin kamu (dan keluarga) jadi happy!

Soalnya, bareng MyProtection kamu bisa rasain PDKT alias Promo Diskon Tahunan untuk proteksi kesehatanmu bareng gebetan, pacar, ayah, ibu, dan sekeluarga besar!

Kayak kamu yang mau menjaga dan melindungi si *ehem* gebetan dan keluarga setiap saat, MyProtection juga mau jagain dan temenin kamu dimana pun, kapan pun. Makanya jurus jitu PKDT MyProtection kali ini sengaja mau bikin kamu makin mudah mendapatkan asuransi kesehatan PLUS fitur canggihnya dengan premi terjangkau!

Nikmati diskon 10% untuk Perlindungan Kesehatan Prima selama Desember 2020. Cuma dengan Rp 6 ribuan/hari, kamu bisa mendapatkan manfaat rawat inap & bedah Rp 100 juta/tahun.

Ini nih daftar keunggulan Perlindungan Kesehatan Prima buat merebut hati kamu:

  1. Beli asuransi dan ajukan klaim dari HP
  2. Klaim cashless tanpa kartu
  3. Premi dapat dicicil hingga 12x dengan atau TANPA kartu kredit
  4. Telemedicine, beli obat diantar ke rumahmu
  5. Online doctor consultation, konsultasi dengan dokter terpecaya dari HP
  6. Cek status klaim langsung dari HP Anda
  7. Manfaat tambahan SALDO PRIMA untuk beli vitamin/obat tanpa resep Dokter & diganti asuransi
  8. Menjamin COVID-19

Jadi, PDKT-nya mau dimulai kapan?

*Syarat dan Ketentuan PDKT:

  • Periode promo adalah 1 – 31 December 2020
  • Promo khusus untuk produk Perlindungan Kesehatan PRIMA
  • Diskon yang diberikan sebesar 10% dengan kode PDKTDONG
  • Diskon hanya bisa digunakan 1x per nasabah dan tidak bisa digabung dengan promo lainnya

Baca Artikel
Semua Kategori
5 mins read • 04/03/2022
Berbenah Keuangan Pribadi dengan Tips Ini!

Hi, Sahabat MyProtection!

Mengelola keuangan memang bukanlah hal sepele. Salah-salah, arus keuanganmu malah bisa terhambat jika pengeluaran tidak dikontrol, terlebih jika pengeluaran lebih besar dari pendapatan. MyProtection punya tips mudah untuk mulai merapikan strategi keuangan pribadimu.

Tentukan Limit Pengeluaran Tiap Bulan

Mengeluarkan uang tanpa perencanaan yang baik bisa jadi berbahaya, lho! Karena bisa saja kamu melakukan pembelanjaan berlebihan atau malah mengeluarkan uang untuk hal yang kurang penting. Oleh karena itu, setiap awal bulan atau setiap kamu menerima pendapatan, disarankan untuk membuat skala prioritas pengeluaran serta besarannya. Misalnya, gaji Rp 6 juta yang kamu terima tiap bulan diatur sedemikian rupa sehingga 60% dialokasikan untuk pengeluaran pokok, 20% untuk hiburan, dan 20% untuk tabungan. Menentukan limit pengeluaran juga mencegah kamu melakukan overspending atau memnghabiskan uang lebih dari batasan seharusnya.

Dana Darurat, Tabungan, dan Asuransi Jadi Prioritas

Selain menentukan jumlah pengeluaranmu tiap bulan, pastikan kamu menyisihkan uang untuk tabungan, dana darurat, dan asuransi. Jika kamu masih lajang, sebaiknya kamu menyiapkan dana sebesar 3 bulan biaya hidup. Sedangkan jika kamu sudah berkeluarga, maka siapkan dana sebesar 6 bulan biaya hidup. Tujuan menyiapkan dana darurat adalah memastikan kamu memiliki cadangan uang jika terjadi hal tidak terduga di masa depan, seperti terpaksa berhenti kerja, membutuhkan biaya berobat, atau keperluan mendesak & esensial seperti biaya pendidikan anak. Kamu juga bisa memilih asuransi untuk mengalihkan risiko kerugian finansial karena sakit. contohnya, Perlindungan Kesehatan Prima menawarkan premi asuransi kesehatan terjangkau mulai dari Rp 3 ribuan/hari/orang dan kamu bisa mendapatkan manfaat rawat inap & jalan hingga Rp 200 juta/tahun!

Mulai Belajar Investasi

Setelah dana darurat terkumpul, langkah selanjutnya adalah belajar investasi! Salah satu strategi untuk menambahkan nilai asset atau uang yang kamu miliki adalah dengan berinvestasi seperti saham, reksa dana, bahkan properti. Kuncinya adalah memilih strategi investasi yang aman, legal, dan dapat kamu pahami. Jangan sampai kamu invetasi karena ikut-ikutan artis di media sosial, ya! Pastikan kamu mengerti dengan baik instrumen invetasi yang kamu pilih. Jangan mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Apalagi berita mengenai investasi bodong sedang marak akhir-akhir ini.

Kurangi Kesenangan Sesaat untuk Mendapatkan “Reward” Lebih Besar

Sahabat MyProtection pernah dengar istilah self-reward? Self-reward adalah kegiatan mengapresiasi diri sendiri setelah bekerja keras dengan cara membeli barang baru, liburan, dan lainnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kita menghabiskan banyak uang dan waktu untuk mendapatkan kesenangan sementara. restoran mewah. Bahkan, terkadang kita bisa menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan reward yang lebih besar. Contohnya, menunda liburan ke Bali untuk mengumpulkan DP membeli rumah.

Salam,
Sahabat MyProtection

Baca Artikel